Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'zika'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Para petinggi dunia bidang kesehatan mengaku semakin khawatir atas dampak virus Zika, Senin (11/4). Apalagi setelah virus itu akhirnya sampai ke Amerika Serikat. Para ahli kesehatan berkata, nyamuk pembawa virus Zika sekarang ada di 30 negara bagian AS. Bukan hanya itu, ada pula sekitar ratusan orang yang terinfeksi virus itu di Puerto Rico, dikutip dari Reuters. Aedes Aegypti, spesies nyamuk yang membawa virus Zika, ada di 30 negara bagian, bukan 12 seperti yang diperkirakan sebelumnya. Di Puerto Rico, mungkin ada ratusan orang dan ratusan bayi yang akan terinfeksi virus itu. Dr. Anne Schuchat, Deputi Direktur US Centers for Disease Control and Prevention mengatakan, "Kami melihat virus ini sepertinya sedikit lebih menakutkan ketimbang yang kami pikirkan." Ia melanjutkan, "Kami ingin AS bersiap untuk [menghadapi] virus." Dalam briefing di Gedung Putih, ditegaskan bahwa akan ada langkah selanjutkan untuk menggelontorkan sekitar US$1,9 miliar dana darurat untuk persiapan menghadapi virus Zika. Itu didasarkan pada permintaan administratif Presiden AS Barack Obama, Februari lalu. Virus Zika sebelumnya tidak sampai ke AS. Ia disebut-sebut berbahaya karena menyebabkan beberapa kasus mikrosefalus pada bayi baru lahir di Brasil. Secara cepat virus yang dibawa nyamuk itu menyebar di Amerika Latin dan Karibia. Badan Kesehatan Dunia menjelaskan, ada penjelasan kuat bahwa Zika menyebabkan mikrosefalus, yakni kondisi bayi yang baru lahir dengan kepala kecil. Itu bisa mengakibatkan masalah dalam perkembangannya. Masalah lain adalah sindrom Guillain-Barre, gangguan saraf langka yang bisa menyebabkan kelumpuhan. Di Brasil, pekan lalu ada laporan 1.046 kasus mikrosefalus, yang digadang-gadang diinfeksi oleh virus Zika. Sebelum Zika sampai di AS di tengah cuaca yang hangat, Gedung Putih mengatakan pada pekan lalu bahwa akan ada dana darurat yang bisa dipergunakan sebesar US$589 juta. Sebagian merupakan uang dari penanganan virus Ebola. Dr. Anthony Fauci, Direktur US National Institute of Allergy and Infectious Diseases mengatakan, AS memang perlu menggelontorkan banyak dana untuk persiapan menanggulangi virus Zika. Jika tak ada, bisa menggunakan dana yang dialokasikan untuk penelitian malaria, tuberkulosis, dan vaksin flu universal. "[Karena] saya tidak punya apa yang saya butuhkan sekarang," ia menjelaskan.
  2. Para ilmuwan membuat temuan-temuan baru mengenai virus Zika hampir setiap hari. Makin banyak yang mereka ketahui, virus itu menurut mereka semakin menakutkan. Dr. Anthony Fauci memberikan kesaksian tentang virus Zika di depan para anggota DPR AS di Washington DC bulan Februari lalu Sejak WHO mengumumkan virus Zika yang ditularkan nyamuk sebagai kondisi darurat bagi kesehatan masyarakat para ilmuwan mengaitkannya dengan kelumpuhan dan infeksi otak pada orang dewasa tapi virus itu juga menyebabkan dampak mengerikan pada janin. Sebuah studi pada rumah sakit John Hopkins di kota Baltimore, Maryland, menunjukkan bahwa virus Zika menginfeksi dan membunuh sel-sel yang membentuk otak. Studi lainnya yang melibatkan perempuan hamil di Brazil menunjukkan ketidak normalan pada 29% janin perempuan yang positif terkena virus Zika dan menjalani pemeriksaan ultrasound. Dr. Anthony Fauci dari Lembaga Kesehatan Nasional mengatakan angka itu sangat memprihatinkan. "Kami hampir pasti ada bentuk-bentuk abnormal yang lebih kecil yang tidak terdeteksi oleh ultrasound. Jadi, saya kira dampaknya pada janin akan lebihtinggi daripada hanya 29%," ungkap Fauci. Abnormalitas ini termasuk penglihatan yang buruk, tuli, intelek yang rendah dan lebih banyak lagi, yang akan berdampak bahkan pada bayi-bayi yang tampak lahir normal. Saran Dr. Fauci tidak banyak memberi harapan khususnya bagi perempuan miskin di Amerika Latin dan Karibia. "Jangan (sampai) kena infeksi. Lakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi. Itu cara terbaik untuk mencegahnya," kata Fauci. Tapi saat ini belum ada vaksin. Meskipun penelitian mengalami kemajuan pesat, masih dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun sebelum vaksin tersedia. Satu-satunya cara lain untuk melindungi diri dari virus itu adalah dengan menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang, menggunakan semprotan nyamuk dan membunuh nyamuk serta telurnya. Masalah lainnya adalah dana. Kongres AS belum memberikan dana tambahan untuk melanjutkan riset mengenai Zika. Tanpa pendanaan, tugas ini akan melamban bahkan berhenti. (www.voaindonesia.com)
  3. WHO mengeluarkan imbauan Selasa (16/2), bahwa negara-negara yang berusaha memberantas wabah Zika sebaiknya mempertimbangkan digunakannya nyamuk hasil rekayasa genetika, meskipun metode ini masih kontroversial. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan imbauan Selasa (16/2), bahwa negara-negara yang berusaha memberantas wabah Zika sebaiknya mempertimbangkan penggunaan 'metode kontroversial' untuk melawan penyebaran wabah tersebut. WHO merekomendasikan digunakannya nyamuk dan 'agen biologi' hasil rekayasa genetika yang akan mencegah jentik-jentik nyamuk untuk bisa menetas atau berkembang menjadi nyamuk. "Mengingat besarnya krisis Zika, WHO mendorong negara-negara yang terkena dampak untuk meningkatkan langkah-langkah, baik melalui pendekatan lama dan baru dalam upaya mengendalikan nyamuk,'' kata WHO. Dewan Penasihat WHO menganjurkan uji coba untuk menggunakan "nyamuk jantan yang disterilkan," sebuah teknik yang digunakan untuk melawan demam berdarah di Kepulauan Cayman. WHO mengatakan bahwa lembaga-lembaga PBB lainnya telah mengerahkan nyamuk jantan yang disterilkan itu untuk mengendalikan hama-hama pertanian lainnya. Namun, para pakar lingkungan telah memperingatkan terhadap penggunaan nyamuk hasil rekayasa genetika tersebut, bahwa dampak jangka panjang dari pembunuhan terhadap seluruh populasi serangga itu belum diketahui. Virus Zika ditularkan terutama oleh nyamuk Aedes aegypti. Juga hari Selasa (16/2), Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (US FDA) merekomendasikan agar orang-orang yang memiliki potensi tertular oleh Zika untuk menunda melakukan donor darah, setidaknya selama empat minggu. Peringatan FDA tersebut di antaranya ditujukan kepada orang-orang yang menunjukkan gejala Zika, siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara yang dilanda wabah Zika, dan mereka yang telah melakukan hubungan seks dengan seseorang baru saja melakukan perjalanan ke salah satu negara tersebut dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya awal bulan ini, WHO juga mengimbau para petugasnya untuk tidak menerima sumbangan darah dari orang yang baru saja kembali dari negara-negara yang terjangkit virus Zika. "Dengan risiko kejadian infeksi baru virus Zika di banyak negara, tindakan pencegahan yang tepat adalah menunda sumbangan darah mereka yang baru kembali dari daerah yang terkena wabah virus Zika," kata WHO kepada kantor berita Perancis, AFP, Kamis (4/2) lalu. Seperti yang dilansir dari VOA Indonesia.
  4. Kewaspadaan terhadap virus zika tak jangan hanya fokus pada ibu hamil saja. Siapapun dapat mengalami gejalanya, sehingga kita harus melakukan pencegahan di rumah. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Firman Santoso SpOG mengatakan, pencegahan virus zika sangat mudah. Caranya sama dengan mencegah demam berdarah dengue (DBD). "Virus zika penyebabnya adalah nyamuk aedes aegypti yang suka hidup di genangan air. Di rumah jangan sampai ada wadah-wadah berisi air bersih yang tidak kita buang atau tutup," katanya saat ditemui di Gedung B Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin. Dia menambahkan, apabila di dalam rumah Anda terdapat kolam renang, usahakan satu minggu sekali mengurasnya. "Kalau di rumah ada kolam renang pun, usahakan seminggu sekali dikuras dengan pemberian obat klorin. Ini untuk mencegah nyamuk berkembang biak," sarannya.
  5. Kasus bayi yang lahir dengan kepala kecil (microcephaly) semakin meningkat di Brazil. Microcephaly merupakan masalah neurologis, yang membuat bayi lahir dengan tengkorak dan otak yang kecil. Setelah melakukan berbagai riset, para ahli menemukan bukti baru bahwa kondisi ini terjadi akibat zika virus. Menurut banyak ilmuwan, zika virus menginfeksi ibu hamil melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Microcephaly dideteksi mulai mewabah di Brazil tahun lalu. Kementerian Kesehatan Brazil memperkirakan penderitanya semakin meningkat, dari 3.530 menjadi 3.893 kasus. Karena dianggap dapat menyebabkan cacat janin, mereka memperingatkan ibu hamil untuk menghindari gigitan nyamuk dengan selalu menggunakan obat anti nyamuk. Sejak pertama kali ditemukan di Afrika pada 1947, para ilmuwan sama sekali tidak membayangkan bahwa virus ini sangat menakutkan dan dapat terjadi di wilayah Amerika. Dilansir melalui Daily Mail, angka kematian bayi yang mengalami microcephaly sudah mencapai 49 kasus. Fiocruz, biomedical center di Curitiba, Brazil, mengungkapkan bahwa Zika virus yang bersarang di plasenta ibu hamil juga dapat menyebabkan keguguran. “Ini adalah satu kemajuan yang cukup signifikan, namun kami masih belum bisa memberikan pernyataan ilmiah bahwa zika merupakan penyebab dari microcephaly,” ujar Jean Peron, ahli imunologi dari University of Sao Paulo's Institute of Biomedical Sciences. U.S Centers for Disease Control and Prevention memberikan peringatan bagi ibu hamil untuk menghindari berkunjung ke 14 negara, serta teritorial Karibia dan Amerika Latin yang terinfeksi zika virus. Sementara pemerintah di Kolombia, negara dengan infeksi zika virus tertinggi setelah Brazil, menganjurkan agar para wanita tidak hamil selama 6-8 bulan ke depan untuk menghindari risiko terinfeksi virus tersebut. CDC menjelaskan gejala umum zika virus meliputi demam, ruam, nyeri pada tulang sendi, dan konjungtivitis sekitar beberapa hari hingga seminggu. Walaupun infeksi ini masuk dalam kategori ringan, beberapa ahli di Brazil menyebutkan, virus ini ada hubungannya dengan cacat lahir bayi. Sampai sekarang belum ada vaksin untuk mencegah atau obat yang dapat menyembuhkan infeksi dari zika virus.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy