Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'yakuza'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Pada bulan November 1988, Cowok A (18 tahun), Cowok B (jo kamisaku umur 17, kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), Cowok C (umur 16), dan Cowok D (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap Furuta, siswi kelas 2 SMU dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan dirumah yang dimiliki orang tua Cowok C. Untuk menghindari pengejaran polisi, Cowok A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah dengan teman-temannya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat Furuta berpose sebagai pa
  2. Salah satu ciri khas mafia Jepang alias Yakuza adalah tato di sekujur tubuh mereka. Tak sembarang tato, gambar atau Irezumi bagi Yakuza dibuat dengan detil dan berwarna indah. Seorang artis tato seperti menggunakan tubuh untuk kanvas tempatnya melukis. Sejarah tato Yakuza sudah berumur ratusan tahun. Mungkin sama tuanya dengan organisasi Yakuza yang sudah berdiri sejak zaman shogun dan para samurainya. Tak cuma Yakuza pria, para wanitanya pun menato seluruh tubuh mereka. Kontras sekali kulit putih dihiasi rajah aneka warna. Sebenarnya tak ada keharusan Yakuza bertato. Apal
  3. Shoko Tendo (45) menghela napas saat menceritakan pengalamannya menjadi anggota Yakuza bertahun-tahun. Wanita ini bukan hanya anggota organisasi kriminal Jepang itu, dia juga putri bos besar Yakuza. "Tidak pernah saya berpikir kembali lagi ke dunia Yakuza," kata Shoko Sebagai anak petinggi Yakuza, Shoko besar di kalangan Yakuza. Dia pun mulai terlibat di dalamnya. Diakui, hal ini dilakukan atas pilihan sendiri. Tak ada saudaranya yang bergabung dengan Yakuza. Ayah Shoko pun tak ingin anaknya mengikuti jejaknya. Tapi Shoko memilih jalan hidupnya sendiri. Dia menjadi bagian o
  4. Keberadaan gangster Yakuza di Indonesia bukanlah isapan jempol belaka. Yakuza yang juga dikenal dengan nama Gokudoo adalah organisasi atau sindikat kejahatan dari Jepang yang mulai muncul sekitar abad ke-17. Kelompok hitam ini memiliki sebuah semangat khusus yang dimiliki para anggota Yakuza. Tiap anggota Yakuza memiliki jiwa 'Bushido'. Karena itu, dulu banyak warga Jepang yang berbondong-bondong masuk menjadi anggota Yakuza. Bushido memiliki pengertian 'tata cara kesatria'. Para anggota Yakuza dikenal tak kenal kompromi. Mereka tak segan untuk melakukan kekerasan kepada siapa saja. Karenanya,
  5. Salah satu bisnis hitam anggota Yakuza di beberapa negara adalah prostitusi dan penjualan perempuan. Perempuan-perempuan asing yang tertangkap di Jepang biasanya memiliki kasus sama. Mereka diperalat oleh Yakuza dan terpaksa mencari uang di dunia malam sebanyak mungkin untuk menebus paspornya kepada para Yakuza. Tidak heran ada perempuan Indonesia kelahiran Pontianak, menjadi istri seorang anggota Yakuza di Jepang. Para perempuan asing itu biasanya men-charge tamu sekitar 12.000 Yen atau sekitar Rp 1,4 juta (kurs 116 per yen) sejam, plus minuman keras yang diminum bersama tamu. Bahkan terkadan
  6. "Banyak yang keliru, sebenarnya tidak ada tato khusus di Yakuza. Hanya etika kepada Komicho (ketua geng), jadi kelihatannya tatonya mirip. Jangan salah, untuk membuat tato itu mahal luar biasa, untuk satu tubuh tato seharga 1 juta Yen atau sekitar Rp 100 juta. Tetapi kita belum bicara tato bagian belakang, itu bagian depan saja," ujar Richard Susilo, penulis buku Yakuza Indonesia. Penuturan pria yang tinggal di Jepang ini, awalnya ada dua warna dasar yang menjadi keharusan yaitu merah dan hitam. Kebanyakan tato anggota Yakuza itu bergambar naga, harimau, kupu-kupu, bunga sakura, bunga Chrysa
×
×
  • Create New...