Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'yahoo'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 48 results

  1. Teknologi berkembang pesat. Hal ini melahirkan rintisan-rintisan baru yang berujung pada kompetisi ketat. Hal ini pun berlaku bagi Yahoo. Baru-baru ini mereka merilis pernyataan akan menutup layanan perpesanan instan miliknya yang telah berumur dua dekade. Ya, Yahoo Messenger akan resmi ditutup pada 17 Juli mendatang. Sebelumnya, layanan surel yang paling populer dari tahun-tahun seperti Hotmail dan Yahoo akhirnya kini harus memberi jalan kepada Gmail. Meskipun layanan surel Yahoo masih cukup populer sekarang ini. Kini, pemilik layanan Yahoo Messenger yakni Oath, anak perusahaan raksasa telekomunikasi Verizon, telah meminta pelanggannya untuk beralih dari Messenger ke layanan pesan grup baru bernama Squirrel sebagai gantinya. Alasan yang diberikan Oath atas keputusan ini adalah bahwa mereka telah membangun Squirrel dengan teknologi yang jauh lebih baik dan fitur yang lebih dinamis yang mungkin disukai pelanggan. Squirrel memungkinkan penggunanya untuk membuat ruang obrolan dengan berbagai saluran yang dapat diikuti untuk mendiskusikan subjek tertentu. Daripada mengunggah kontak-kontak ke Squirrel, pengguna membuat tautan undangan yang dapat dikirim ke teman dan keluarga sehingga mereka dapat bergabung dengan ruang obrolan. Cara ini memberikan lebih banyak privasi ke ruang obrolan karena hanya orang yang diundang saja yang akan memiliki akses. "Kami tahu kami memiliki banyak penggemar setia yang telah menggunakan Yahoo Messenger sejak awal sebagai salah satu aplikasi perpesanan instan pertama dari jenisnya," kata Oath. Sambungnya, “Karena lanskap komunikasi terus berubah, kami berfokus untuk membangun dan memperkenalkan alat komunikasi baru yang menarik yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.” Namun, spekulasi tersebar luas bahwa persaingan dengan aplikasi yang lebih baru seperti Snapchat, WeChat, dan WhatsApp, serta Facebook Messenger bisa menjadi faktor utama. Meski demikian Squirrel belum sepenuhnya aktif pada saat ini dan Oath hanya melakukan pengujian beta sekarang. Hanya pengguna-pengguna yang mendapat undangan yang sudah bisa mencicipinya. Diharapkan layanan Squirrel sudah dapat berjalan secara penuh dan terbuka untuk semua pada saat Yahoo messenger ditutup. Oath juga memungkinkan pengguna Yahoo messenger untuk mengunduh dan menyimpan riwayat obrolan dari akun Yahoo mereka jika menginginkannya. Verizon telah memperjelas niatnya untuk mempromosikan Squirrel dengan mengorbankan layanan perpesanan lainnya. AIM dari AOL merupakan yang pertama pergi dan sekarang Yahoo. Divisi Oath dibentuk oleh Verizon untuk menangani bidang ini. Yahoo mengatakan bahwa untuk enam bulan ke depan, pengguna akan dapat mengunduh riwayat obrolan mereka ke komputer atau perangkat pribadi mereka. Oath mengatakan bahwa ID Yahoo tetap dapat digunakan untuk produk Yahoo lainnya, seperti Yahoo Mail dan Yahoo Fantasy. Yahoo Messenger pertama kali memulai debutnya sebagai "Yahoo Pager" pada 9 Maret 1998 sebagai alternatif untuk email dan layanan pesan singkat (SMS) pada perangkat seluler. Layanan ini kemudian berkembang sebagai salah satu layanan pesan instan teratas pada tahun 90-an dengan ratusan juta orang pengguna. Sebagian alasan keberhasilannya adalah kehadirannya tidak eksklusif untuk penyedia layanan internet tertentu pada saat itu, juga dapat digunakan secara gratis. Meskipun Yahoo Messenger tidak memiliki beberapa fitur sebagai pesaingnya, namun layanan ini masih terus populer selama bertahun-tahun. Pada 2009, aplikasi Yahoo Messenger diluncurkan di App Store iOS. Langkah ini memberi pengguna kemampuan untuk menikmati layanan saat menggunakan gawai seluler. Siapa pun yang masuk ke Yahoo dapat mengakses layanan Messenger kapan saja. Pada tahun-tahun sesudahnya, Yahoo meraih kesuksesan moderat dengan Yahoo Messenger di ponsel. Saat ini, di tahun 2018, aplikasi Yahoo Messenger menempati peringkat 160 di iOS dan 117 di Android dalam kategori jejaring sosial, menurut App Annie. Namun, Yahoo Messenger tidak bisa mengikuti kompetisi layanan pesan dari kompetitor seperti buatan Facebook, Apple, dan Google. Pada 2017, Verizon membeli Yahoo dan mengatur Oath sebagai perusahaan induk.
  2. berita_semua

    Yahoo! Ubah Nama Jadi Altaba

    Proses akuisisi yang dilakukan Verizon terhadap Yahoo! ternyata membawa beberapa syarat. Salah satu syarat yang diajukan adalah pergantian nama Yahoo! menjadi Altaba. Pergantian nama tersebut merupakan salah satu poin yang tertuang di dalam dokumen yang diserahkan ke Komisi Sekuritas dan Saham AS. Di poin 8.01 terungkap bahwa dewan direksi dapat mengubah nama Yahoo! menjadi Altaba. Selanjutnya, Tor Braham, Eric Brandt, Catherine Friedman, Thomas McInerney, dan Jeffrey Smith akan menjabat sebagai anggota dewan direksi di Yahoo!. Nantinya, Brandt akan mengepalai dewan direksi tersebut. Namun ada kemungkinan bahwa Verizon akan tetap mempertahankan nama 'Yahoo'. Sebab, nama tersebut telah menjadi merek dagang yang mudah diingat oleh para netizen. Sebagaimana diketahui, Marissa Mayer dan Co-Founder Yahoo! David Filo, harus mundur dari perusahaan yang telah mereka besarkan. Proses pengunduran diri tersebut juga tertuang di dalam dokumen.
  3. berita_semua

    Marissa Mayer Akan Pindah ke Twitter?

    Marissa Mayer resmi melepas jabatannya sebagai salah satu anggota dewan direksi Yahoo!. Namun, ia diprediksi tidak akan menganggur terlalu lama. Menurut salah satu blogger teknologi terkenal, John Brandon, Marissa mayer tidak akan tenggelam setelah meninggalkan Yahoo!. Malahan, ia akan semakin bersinar di perusahaan teknologi. "Dia baru saja berumur 41. Ia juga baru sebentar menduduki jabatan sebagai CEO Yahoo!. Saya rasa, Marissa akan pindah ke perusahaan teknologi lainnya," ujarnya. Dalam prediksi John, Marissa akan mendapat posisi penting di Twitter. John beralasan bahwa Marissa dapat menggantikan peran Jack Dorsey (CEO Twitter) yang dianggap tidak bisa mengelola Twitter. "Jack tidak dapat memberikan Twitter keuntungan. kita tahu, Marissa dapat membuat Twitter lebih untung di sektor pendapatan," tambahnya. Terakhir, ia berharap agar Marissa dapat kesempatan kedua sebagai pimpinan perusahaan teknologi. "Marissa dapat mengembalikan reputasinya di Twitter," tutupnya
  4. Tahun 2016 merupakan periode yang menyedihkan bagi Yahoo! karena terdapat dua kasus peretasan besar-besaran yang melibatkan jutaan pengguna Yahoo! Dari penelusuran New York Times, 1 miliar akun pengguna Yahoo! dijual bebas di dark web dengan harga USD300 ribu. Hal ini menunjukkan, tiap akun dijual dengan harga USD0,0003. Menurut pakar keamanan siber, Andrew Komarow, 1 miliar akun yang bocor telah dibeli oleh 3 pembeli. Ketiga pembeli tersebut diduga membeli akun-akun tersebut dari hacker yang berada di Eropa Timur. Andrew menambahkan bahwa akun pengguna Yahoo! yang dicuri berisikan nama lengkap, password, tanggal lahir, nomor telepon, pertanyaan keamanan, dan alamat e-mail cadangan. Komarov juga mengatakan bahwa lebih dari 150 ribu akun pejabat pemerintah AS dan karyawan militer juga menjadi korban, yang berarti hacker tersebut bisa mengancam keamanan nasional. Hingga saat ini, Yahoo! belum menanggapi penelitian dari Komarow ini.
  5. Corei5

    Gimana nasib pengguna kalau Yahoo dijual

    Kabar pembelian Yahoo oleh Verizon menimbulkan tanda tanya bagi pengguna layanan email yang digunakan untuk masuk ke akun Yahoo Finance dan Yahoo Sports. Baik Yahoo maupun Verizon sendiri saat ini masih belum memberikan informasi mengenai bagaimana kelanjutan dari layanan perusahaan mesin pencari ini. Berdasarkan informasi yang tersiar di Associated Press yang mewawancari CEO Yahoo, Marissa Mayer mengatakan bahwa Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai merek tersendiri. Kemudian soal layanan email, Yahoo memiliki jumlah pengguna terbesar kedua di Amerika Serikat, bahkan lebih populer lagi di kawasan Eropa dan Amerika Latin. Untuk itu, Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai layanan email, ungkap pengamat Paul Verna. Jika melihat kepada layanan AOL yang sama-sama dibeli Verizon, pengguna yang memakai jasa emailnya tidak perlu menggantinya ke alamat email baru untuk bisa masuk ke layanan AOL. Malahan, AOL memberikan peningkatan kapasitas email dan lampiran. Sementara itu untuk bisnis website-nya sendiri, Yahoo akan mendukung pengiklan dan konten dalam memperluas pencapaian dan teknologi AOL. Meski begitu, perusahaan tersebut diketahui telah menutup beberapa divisi kontennya seperti Yahoo Health, Yahoo Real Estate, dan lima lainnya. Untuk saat ini, yang masih tersisa hanyalah Yahoo Finance dan Yahoo Sports.
  6. Kejatuhan perusahaan dapat ditelusuri dari pilihan-pilihan yang dibuat baik oleh kepemimpinan eksekutif dan dewan direksi selama masa kejayaan perusahaan di pertengahan tahun 2000an. Ketika eksekutif-eksekutif senior Yahoo berkumpul di sebuah hotel di San Jose untuk retret manajemen pada musim semi 2006, tidak ada tanda-tanda perusahaan sedang dalam krisis. Pelopor internet itu, belum lagi seorang remaja, baru saja menyelesaikan satu tahun dengan laba US$1,9 miliar dan pendapatan $5,3 miliar. Hari-hari sulit kejatuhan bisnis dot-com merupakan memori, dan Yahoo Inc., yang mendapat iklan-iklan dari merk-merk terbesar dunia, menikmati periodenya sebagai salah satu perusahaan teratas dalam industri paling top di dunia saat itu. Namun dalam salah satu latihan retret, setiap orang diminta mengucapkan kata apa yang pertama kali muncul dalam benak mereka ketika sebuah perusahaan disebutkan. Untuk eBay: lelang. Google: pencarian. Intel: pemroses mikro. Microsoft: Windows. Ketika diminta menulis jawaban untuk Yahoo, jawabannya beragam: email, berita, pencarian. Hal itu dianggap sebagai tanda-tanda kesulitan bisnis mereka. Betul saja, kejatuhan Yahoo, yang mencapai titik kulminasi dalam persetujuan minggu ini untuk menjual aset utama perusahaan kepada Verizon Communications Inc, telah diawali lebih dari 10 tahun yang lalu. Banyak dari lebih dari dua lusin mantan manajer Yahoo yang diwawancarai Reuters selama dua minggu terakhir -- yang sekarang mendiami ruangan-ruangan eksekutif di Silicon Valley -- sepakat bahwa kejatuhan perusahaan dapat ditelusuri dari pilihan-pilihan yang dibuat baik oleh kepemimpinan eksekutif dan dewan direksi selama masa kejayaan perusahaan di pertengahan tahun 2000an. Beberapa peluang yang hilang sangat jelas: penawaran yang gagal untuk membeli Facebook Inc senilai $1 miliar tahun 2006. Kedekatan tahun 2002 dengan Google berakhir nihil. Kesempatan untuk membeli YouTube datang dan pergi. Skype dibeli eBay Inc. Dan penawaran Microsoft Corp senilai $45 miliar untuk mengambil alih seluruh Yahoo tahun 2008 dihalangi oleh kepemimpinan Yahoo. Yang sama merusaknya dengan kontrak-kontrak yang gagal adalah budaya perusahaan yang menjadi terlalu birokratis dan terlalu folus pada pengiklanan merk tradisional dalam bisnis teknologi yang bergerak cepat, menurut beberapa manajer Yahoo. Yang paling parah, ketika Google telah menggantikannya sebagai pilihan pertama orang-orang untuk mencari sesuatu di internet, Yahoo tidak pernah bisa memutuskan ingin menjadi apa. Yahoo sekarang memiliki lebih dari satu miliar pengguna dan telah fokus pada teknologi seluler di bawah kepemimpinan Marissa Mayer, yang mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara hari Senin (25/7) bahwa ia masih melihat "jalur untuk pertumbuhan" Yahoo, yang dipercepat oleh penggabungan dengan Verizon. Yahoo akan terus beroperasi sebagai perusahaan induk untuk saham-saham besarnya di Alibaba dan Yahoo Jepang, yang jauh lebih bernilai dibandingkan bisnis utamanya.
  7. PusatInformasi

    Nilai Paten Yahoo Mungkin Bernilai Rp52 Triliun

    Ketika nanti Yahoo benar-benar dijual, salah satu hal yang paling berharga dari perusahaan tersebut adalah paten yang dimilikinya. Apalagi bila benar dilego, pengantre yang menginginkan Yahoo tentu saja mengincar portofolio paten Yahoo. Berdasarkan hitung-hitungan dari analisis, paten Yahoo bisa bernilai US$ 4 miliar atau setara Rp 52,6 triliun. Bahkan nilainya bisa bertambah lebih banyak sesuai kondisi dan kesepakatan yang terjadi. Laporan itu mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Amazon, Salesforce, dan LinkedIn mengikuti proses penjualan Yahoo karena mereka menyadari nilai yang besar dari portofolio paten yang mencakup 6.000 properti intelektual di bidang seluler, data, dan teknologi periklanan . Sejauh ini belum ada penawar yang tertarik hanya membeli portofolio paten sendiri, seperti Yahoo belum jelas tentang yang paten itu berencana untuk menjual sebagai bagian dari bisnis inti, demikian yang dikutip dari The New York Post. Belakangan Yahoo memang santer bakal dilego. Mereka tengah menimbang para pembeli potensial yang baik dari sisi penawaran maupun rencana bila Yahoo diakuisisi. Yahoo pada Februari lalu memang berwacana untuk menjual bisnis inti setelah menunda rencana spin-off sahamnya di perusahaan e-commerce China, Alibabab Group Holding. Yahoo sedang menghadapi tekanan yang besar dari pemegang saham dan investor untuk menjual bisnis inti, tetapi bukan dengan memisahkan perusahaan dengan usaha bernilai miliaran dollar di Yahoo Jepang atau Alibaba Group.
  8. PusatInformasi

    Media Inggris Bakal Tawar Yahoo

    Perusahaan penerbit induk Daily Mail dari Inggris, Daily Mail and General Trust (DMGT), menegaskan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan ekuitas untuk mengajukan penawaran terhadap Yahoo agar mendapatkan bisnis inti Yahoo. Langkah itu dilakukan DMGT untuk memperluas bisnisnya di Amerika Serikat, setelah pada pertengahan 2015 mereka mengakuisisi situs web berita Elite Daily untuk pasar anak muda. "Mengingat keberhasilan dailymail.com dan Elite Daily, kami telah dalam diskusi dengan sejumlah pihak yang potensial untuk Yahoo," kata juru bicara DMGT. "Diskusi berada di tahap sangat awal dan tidak ada kepastian transaksi akan berlangsung." Yahoo, yang perusahaannya bernilai US$38 miliar, mengumumkan menjual bisnis inti pada Februari lalu dan memperpanjang tenggat waktu sampai 18 April 2016. Lihat juga:Nilai Paten Yahoo Mungkin Bernilai Rp52 Triliun Menurut laporan The Guardian, ada beberapa skenario bagi keuntungan antara DMGT dengan perusahaan ekuitas jika mereka berhasil mengambilalih Yahoo. Skenario pertama yang beredar adalah DMGT akan ambil alih aset berita dan media secara keseluruhan. Skenario lain mengatakan perusahaan ekuitas akan ambil alih saham dan operasional Daily Mail dan memperbesarnya dengan bisnis inti Yahoo. Di sini DMGT akan menjadi pemegang saham mayoritas. Para eksekutif Yahoo telah mendapat tekanan dari investor agar melakukan aksi strategis. Yahoo sejauh ini juga kurang mampu meningkatkan penjualan iklan online karena harus berhadapan dengan Alphabet yang menaungi Google dan Facebook. Beberapa hal yang telah dilakukan CEO Marissa Mayer adalah mengurangi karyawan sampai 1.700 orang atau 15 persen dari angkatan kerja global, sampai menutup lima kantor perwakilan. Terakhir, Yahoo memutuskan lelang bisnis Internet miliknya, termasuk mesin pencari, situs Yahoo mail, dan situs berita, setelah meninggalkan rencana spin-off saham pada perusahaan e-commerce Alibaba Group asal China. Microsoft dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran terhadap Yahoo dengan didampingi sebuah perusahaan ekuitas. Sementara Google disebut tertarik dengan bisnis inti Yahoo. Begitu juga perusahaan telekomunikasi Verizon yang siap mengajukan tawaran untuk bisnis situs web Yahoo, juga mengajukan tawaran untuk saham Yahoo di Jepang.
  9. Kementerian Keuangan tengah menyoroti kepatuhan pajak perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi secara daring di Indonesia. Perusahaan internet global seperti Yahoo, Facebook, Google, dan Twitter masuk dalam daftar yang diamati otoritas pajak. Khusus Yahoo, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan penyedia internet asal Amerika Serikat itu sudah masuk dalam daftar wajib pajak terdaftar sebagai wajib pajak badan asing di Kantor Pelayanan PajaK (KPP) Tanah Abang, Jakarta Pusat sejak 2009. "Sebagai dependen agent-nya di Singapura. Dia (Yahoo) berstatus BUT (Badan USaha Tetap), Yahoo Singapore PTE Ltd," jelas Menkeu di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (6/4). Selama ini, kata Bambang, pendapatan Yahoo dari iklan di Indonesia tercatat sebagai penghasilan Yahoo Singapore PTE Ltd. "Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan bahwa itu benar BUT Singapore. Kami cek apa benar bayar pajaknya," kata Bambang. Bambang mengatakan, penelusuran juga mengarah ke penyedia jasa media sosial Twitter dan Facebook. Twitter, katanya, sudah terdaftar di KPP Badan dan Orang Asing dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sejak 22 April 2015 dan terdaftar sebagai kantor representatif dari Twitter Asia Pacific PTE Ltd. "Ceritanya hampir sama dengan Yahoo. Bedanya ini sudah representatif office," tuturnya. Sementara Facebook, lanjutnya, terdaftar di KPP Badan dan Orang Asing sejak 10 Februari 2014. Dia mengatakan NPWP Facebook terdaftar atas nama Faceebook Singapore PTE Ltd. "Untuk itu, penghasilan iklannya seharusnya jadi pemasukan PPh (pajak penghasilan) ke kita (Indonesia)," katanya. Demikian pula dengan Google, Menkeu Bambang mengatakan perlakuan pajaknya juga sama dengan Yahoo. Google saat ini terdaftar sebagai wajib pajak penanaman modal asing sejak 15 September 2011 di KPP Tanah Abang, dengan NPWP atas nama Google Singapore PTE Ltd. "Penghasilan dari iklan seharusnya juga masuk dalam PPh kita," tuturnya.
  10. Direksi perusahaan teknologi Yahoo termasuk CEO Marissa Mayer terus digoyang menjelang rapat umum pemegang saham pada pertengahan 2016. Ini karena pemasukan Yahoo terus terpuruk, meski telah direspon dengan PHK besar-besaran dan negosiasi untuk menjual usaha-usaha intinya.
  11. Sejumlah eksekutif Microsoft dilaporkan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan ekuitas untuk mempertimbangkan memberi penawaran kepada Yahoo dengan "dana yang signifikan", menurut laporan situs teknologi Recode. Masih menurut laporan Recode yang mengutip sumber tanpa nama, sejauh ini Microsoft belum membuat komitmen kepada investor untuk setiap diskusi dan eksplorasi. Langkah ini juga dilakukan Microsoft untuk membangun hubungan baik dengan calon pembeli Yahoo yang baik. Yahoo pada Februari lalu berwacana untuk menjual bisnis inti setelah menunda rencana spin-off sahamnya di perusahaan e-commerce China, Alibabab Group Holding. Yahoo sedang menghadapi tekanan yang besar dari pemegang saham dan investor untuk menjual bisnis inti, tetapi bukan dengan memisahkan perusahaan dengan usaha bernilai miliaran dollar di Yahoo Jepang atau Alibaba Group. Menurut kabar yang beredar, ada rencana dari para pemegang saham untuk menggulingkan dewan direksi termasuk sang CEO Yahoo, Marissa Mayer. Baik Microsoft maupun Yahoo menolak berkomentar saat dimintai wawancara oleh Reuters.
  12. suatmiko_sutioso

    Melihat Calon Potensial Pembeli Situs Yahoo

    Belum juga berhasil bersaing dan meruntuhkan dominasi pesaing utamanya, Yahoo mulai berpikir untuk mencari pembeli potensial. Dari beberapa nama yang beredar, ada 9 calon pembeli yang mungkin menaruh minat lebih pada perusahaan internet ini. Yahoo yang mencari pemasukan iklan dari mesin pencari dan email, memang harus kalah bersaing dengan Google dan Facebook. CEO Marissa Mayer masih optimis dengan bisnis yang coba akan mereka lakukan yang tentu saja bersinggungan dengan Yahoo Mail dan Tumblr. Kendati demikian, dewan direksi malah memunculkan sinyal melalui Chairman Yahoo Maynard Webb mengatakan baha mereka sedang mencari strategi alternatif, termasuk menimbang proposal pembeli potensial. Kendati tak disebutkan siapa saja perusahaan yang dimaksud, berikut ini 9 perusahaan yang kabarnya tengah membidik Yahoo. Verizon Desember lalu, CEO Verizon Lowell McAdam dan CFO Fran Shammo mengatakan bahwa mereka tertarik mendapatkan Yahoo bila memang dijual. Operator telekomunikasi AS ini memang tengah menanjak mobile video dan membutuhkan paten Yahoo atau teknologinya untuk memuluskan langkahnya. AT&T Selain Verizon, operator telekomunikasi lainnya AT&T juga berminat memiliki Yahoo dengan alasan yang sama. ComCast Yahoo memiliki 1 miliar pengguna, teknologi iklan di mobile dan video yang dimiliki Yahoo tentu sangat pas untuk dimiliki oleh provider broadband dan cable, ComCast. Namun, isu ini sendiri langsung ditampik oleh CEO Brian Roberts. Alibaba. Ini boleh dibilanh sebagai calon pembeli paling potensial. Apalagi faktanya, Alibaba yang tengah tumbuh pesat di China, membeli kembali (buy back) saham mereka yang dipunyai Yahoo di Alibaba sebesar 15 persen. Softbank Demikian pula, perusahaan telekomunikasi Jepang ini bisa mengkonsolidasikan kepemilikan di Yahoo Jepang, yang mendirikan Yahoo pada tahun 1996. Yahoo memiliki 35,5 persen dari Yahoo Jepang, sementara Softbank memiliki 36,4 persen. Disney dan Twenty-First Century Fox. Sebuah studio hiburan bisa memanfaatkan kecakapan Video Yahoo. Google dan Microsoft Ini bukan kabar baru, sebab tahun 2008, kedua perusahaan ini sempat menyatakan ketertarikannya untuk membeli Yahoo. Bahkan Microsoft nyaris saja memiliki Yahoo di tahun yang sama.
  13. c0d1ng

    Yahoo Salah Perhitungan Beli Tumblr

    Ketika membeli Tumblr, CEO Yahoo Marissa Mayer yakin akuisisi ini akan mebawa Yahoo kembali ke masa kejayaan. Tumblr dibeli dengan harga USD1 miliar di 2013, sekarang Yahoo mulai mengakui jika hal tersebut salah. Yahoo memperoleh pendapatan dari Tumblr sekira USD230 juta, angka tersebut belum mampu memenuhi target yang ditetapkan. Kepala keuangan Yahoo, Ken Goldman, mengatakan, Tumblr tidak mencapai target pendapatan 2015. Walaupun sedang dalam masa terpuruk, Yahoo belum mengibarkan bendera putih. Tumblr diketahui menjadi salah satu senjata Yahoo untuk bangkit kembali dari masa kegelapan. Akibat dari kerugian ini, Marissa Mayer menjadi sorotan. Pembelian Tumblr dinilai menghabiskan banyak sekali uang Yahoo.
  14. Saat ini situs blogging Tumblr telah resmi menjadi salah satu anak usaha Yahoo. Ternyata sebelum akuisisi terjadi, ada satu kisah menarik tentang proses akuisisi Yahoo terhadap Tumblr. Chief Operationg Officer (COO) Facebook Sheryl Sandberg, disebut hampir memicu perang penawaran dengan Yahoo untuk mengakuisisi Tumblr. Hal itu diungkapkan oleh penulis biografi Chief Executive Officer (CEO) Yahoo Marissa Mayer, Nicholas Carlson. Diungkapkan Carlson, Sandberg pernah mengirimkan voicemail kepada CEO Tumblr David Karp, setelah ia membaca laporan tentang kesepakatan akuisisi antara Yahoo dan Tumblr. Dalam pesan itu, Sandberg meminta Karp untuk menghubunginya kembali. Tapi saat itu Yahoo-Tumblr hampir mencapai kata sepakat, sehingga Karp dan dewan direksi Tumblr tidak ingin mengambil resiko perang penawaran yang akan menyebabkan Mayer menarik diri. Karp dan dewan direksi Tumblr pun memberitahu Mayer bahwa Sandberg menghubunginya. Menurut Carlson, upaya Sandberg menghubungi Karp mendorong Mayer untuk segera menyelesaikan kesepakatan akuisisi dengan Tumblr. Pada akhirnya, dewan direksi Tumblr memutuskan menerima pinangan Yahoo dengan nilai akuisisi sebesar USD1,1 miliar.
  15. suatmiko_sutioso

    Yahoo katanya mau dijual, ini peminatnya

    Tak kunjung mendapatkan hasil yang positif, Yahoo mengirim sinyal untuk mempertimbangkan menjual perusahaan ke pihak lainnya. Beberapa calon potensial pembeli pun muncul. Yahoo memang tengah terpuruk, baru-baru ini perusahaan internet tersebut melaporkan akan merumahkan 15 persen dari total karyawan mereka. Malah dewan direksi Yahoo menyebut mempertimbangkan proposal strategis yang berkualitas. Dari gosip yang beredar, media besar dan perusahaan komunikasi, serta perusahaan ekuitas swasta, adalah beberapa nama peminat Yahoo. Dilaporkan Bussines Insider, beberapa nama peminat Yahoo adalah Verizon, AT & T, News Corp, Disney dan Comcast. Semuanya telah disebutkan sebagai penawar potensial dalam laporan sebelumnya. Dari jajaran peminat Yahoo tersebut, News Corp mungkin bisa dicoret lebih awal. Karena media grup memiliki layanan berita Dow Jones dan New York Post, tidak memiliki kepentingan di Yahoo, menurut sebuah sumber akrab dengan masalah tersebut. Operator telekomunikasi Verizon masih bergeming sejauh ini, meskipun CEO-nya mengisyaratkan minatnya dalam kesepakatan yang mungkin saja terjadi. Hingga 30 Juni 2015 Yahoo memiliki sekitar 11.000 karyawan, turun dibanding Desember 2014 yang saat itu berjumlah 12.500 orang. Selama ini, Yahoo telah berjuang untuk memperluas bisnis internet, yang meliputi penjualan iklan di mesin pencarian, layanan email, dan terus menghadapi persaingan dari Google dan Facebook. Yahoo memang sedang berada di bawah tekanan dalam merevitalisasi bisnisnya yang dianggap gagal selama tiga tahun. Bahkan salah satu investor perusahaan dilaporkan sempat memanggil Mayer agar jumlah karyawan perusahaan semakin diperkecil hingga 3.000 orang saja.
  16. suatmiko_sutioso

    Para CEO Yahoo dari Masa ke Masa

    Yahoo termasuk perusahaan internet yang legendaris. Hadir sekitar dua dekade yang lalu, layanan yang dirintis oleh Jerry Yang dan David Filo ini mengalami masa pasang surut dalam perjalanannya. Pengumuman CEO Marissa Mayer Selasa (2/2) lalu, yang menyatakan bahwa Yahoo akan memangkas sekitar 15 persen karyawannya melengkapi drama yang terjadi di perusahaan asal Sunnyvale, California, AS, tersebut. Dalam catatan, dalam kurun waktu 20 tahun kehadirannya, Yahoo sudah dipimpin oleh enam orang. Dengan masa jabatan dan prestasi yang berbeda-beda tentunya. Mengutip USA Today, berikut merupakan performa yang dilalui oleh para CEO Yahoo selama memimpin perusahaan tersebut. Timothy Koogle: 1995 hingga 30 April 2001 Memimpin perusahaan terbilang sangat muda saat itu sampai melewati masa 'kedewasaanya, Koogle mendorong Yahoo mencapai puncaknya. Saat itu dia berhasil mentransformasi Yahoo dari start-up dengan mesin pencari sederhana menjadi raksasa internet di Sillicon Valley. Di masanya juga, Yahoo memulai penawaran umum perdana pada tanggal 12 April 1996, dan berhasil menutup harga saham Yahoo saat itu sebesar US$ 33. Pada awal tahun 1999, saham Yahoo akan melonjak di atas $ 400, namun gagak lepas landas karena mulai booming dot-com. Koogle adalah salah satu dari beberapa eksekutif yang mengumumkan pengunduran diri pada 2001 karena laporan keuangan yang meleset. Terry Semel: 1 Juni 2001 hingga 18 Juni 2007 Mantan eksekutif Warner Bros memimpin Yahoo cukup lama, dan dia membuat salah satu investasi yang paling penting di tahun 2005 dengan mengamankan saham di perusahaan China Alibaba. Karena keputusannya ini dinilai jitu, sebab Alibaba telah tumbuh menjadi raksasa e-commerce. Namun, Semel salah melakukan strategi yakni gagal mendapatkan Google dan malah perusahaan tersebut yang menghantam Yahoo, hingga saat ini. Jerry Yang: 18 Juni 2007 hingga 13 Januari 2009 Salah satu pendiri Yahoo ini mengambil alih peran CEO atas permintaan dewan direktur perusahaan. Seperti saat dipimpin Semel, Yang membantu bekerja sama investasi di Alibaba. Namun salah satu aib besarnya dan membuat dirinya terdepak, Yang menolak penawaran akuisisi dari Microsoft sebesar US$ 44,6 miliar. Harga yang termasuk mahal, mengingat nilai Yahoo saat ini sekitar US$ 25 miliar saja. Carol Bartz: 13 Januari 2009 hingga 6 September 2011 Mantan CEO Autodesk dibawa untuk membalikkan nasib Yahoo di pasar iklan internet yang didominasi oleh Google dan meningkatnya ancaman Facebook. Yahoo memang mengalami kegagalan untuk mengejar Facebook dan Google dan terus tertinggal dalam pasar mobile, media sosial dan cloud, Bartz dipecat setelah hanya memimpin dua setengah tahun kemudian, diganti secara sementara oleh kepala keuangan Timothy Morse. Scott Thompson: 9 Januari 2012 hingga 13 Mei 2012 Dia adalah CEO Yahoo yang mempunyai masa tugas paling pendek. Mantan presiden PayPal hanya menjalankan posinya hanya empat bulan. Dia didepak bukan karena performa Yahoo, namun disebabkan aktivis investor Daniel Loeb membuka laporan ketidakakuratan yang menyebut Thompson tidak pernah mendapat gelar doktor. Yahoo langsung bereaksi dengan mengantikan Thompson dengan Ross Levinsohn sebagai CEO interim. Marrisa Mayer: 17 Juli 2012 hingga sekarang Mantan bintang Google menggebrak dengan melakuka banyak akuisisi, termasuk meraih kesepakatan sebesar US$ 1 miliar untuk mendapatkan Tumblr. Harga saham Yahoo terus melonjak bawah kepemimpinan Mayer, karena investor mulai muncul percaya diri dalam suatu perubahan. Sayangnya sejauh ini, belum terjadi, dan pemegang saham mendorong Mayer untuk menjual bisnis internet inti dan mempertahankan saham yang menguntungkan di Alibaba.
  17. Kepimpinan Yahoo Inc di bawah CEO Marissa Mayer kini dikatakan sedang di ambang penghabisan. Mayer yang tak bisa kembali membawa kejayaan nama Yahoo kabarnya akan dicopot dari jabatannya. Dewan direksi Yahoo kabarnya telah membahas penentuan nasib perusahaan sekaligus sang CEO. Bahkan, Wall Street Journal melaporkan mereka juga membahas kemungkinan melakukan penjualan bisnis internet. Bisnis utama Yahoo seperti Yahoo Mail, situs berita dan olahraganya mungkin menarik pihak perusahaan, media, atau telekomunikasi. Kabarnya Softbank Group Corp, perusahaan telekomunikasi asal Jepang sempat berminat pada Yahoo. Mayer sebenarnya telah lama didesak untuk mundur oleh beberapa investor perusahaannya. Pasalnya, strategi Mayer untuk memperkuat layanan mobile dan video gagal meningkatkan pendapatan dari iklan yang justru terus menurun. Mayer yang melakukan akuisisi situs blog Tumblr juga tidak mampu memperkuat pendapatan iklan. Harga akuisisi USD 1,1 miliar juga dinilai terlalu tinggi. Hal ini cukup berkebalikan dengan hasil kerjanya ketika masih bergabung dengan Google. Selama 13 bekerja di raksasa teknologi itu, Mayer berhasil membesarkan Google Earth, Gmail, sampai Google News hingga dikenal begitu luas
  18. Mendengar kata malware mungkin tidak asing di telinga kita, malware sangat menganggu kinerja perangkat yang terinfeksi oleh malware tersebut, bahkan bisa melumpuhkan kinerja sistem suatu perangkat secara keseluruhan. Namun bagaimana jika perusaahan besar sekelas Yahoo terinfeksi malware? Ya, baru-baru ini perusahaan raksasa tersebut terinfeksi sebuah malware yang menyalahgunakan jaringan iklan yang dimiliki Yahoo sendiri pada situs ads.yahoo.com. Dilansir dari PCMag, seorang senior peneliti keamanan dari Malwarebytes, Jérôme Segura merilis detail serangan dalam skala besar tersebut dan menyebutnya dengan “malvertising”. Serangan ini bermula dari tanggal 28 Juli lalu, di mana iklan yang dipasang oleh para penerbit disisipi oleh serangkaian kode yang berbahaya yang mengarahkan para pengaksesnya ke sebuah server yang tidak aman dan bisa saja melumpuhkan perangkat para pengaksesnya. Segura menambahkan bahwa “malvertising” ini merupakan pembunuh yang diam-diam merusak perangkat yang terinfeksi tanpa harus berinteraksi dengan para pengguna perangkat guna melancarkan eksekusi kode-kode berbahaya tersebut. Cara kerja malware ini tergolong simpel, malware ini memanfaatkan versi Adobe Flash yang telah kadaluarsa sehingga kode berbahaya tersebut berjalan melalui Adobe Flash yang telah kadaluarsa dan hak akses komputer diambil alih oleh para hacker guna mengarahkan akses internet ke situs yang membuat hacker tersebut dibayar akan trafik yang telah didapat. Pihak Yahoo sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini Yahoo tengah menyelediki isu tersebut dan telah memblokir pengiklan yang telah disisipi kode berbahaya tersebut. Namun pihak Yahoo sendiri enggan mengatakan berapa banyak penguna yang telah terinfeksi oleh malware ini. Segura sendiri juga menambahkan, bahwa ini juga merupakan salah satu alasan mengapa perusahaan perlu bekerjasama dengan perusahaan lain seperti perusahaan keamanan agar kejadian ini bisa ditangani dengan cepat dan tidak terjadi lagi dilain waktu.
  19. Para raksasa teknologi Silicon Valley memutuskan untuk bersatu demi memerangi pornografi anak. Mereka adalah Facebook, Google, Microsoft, Yahoo, dan Twitter. Lima perusahaan teknologi raksasa tersebut bekerja sama dengan Internet Watch Foundation (IWF), sebuah organisasi asal Inggris yang menerapkan sistem baru untuk membantu mendeteksi dan memblokir gambar anak berbau porno di ranah online. IWF sebagai yayasan sosial telah memperkenalkan teknologi baru yang mampu memberi label atau tag gambar yang memiliki konten kekerasan seksual menggunakan kode dasar yang bekerja seperti sidik jari digital atau hash. Hash tersebut diciptakan dari algoritma. Ada miliaran gambar di internet dan dengan menciptakan sidik jari digital dari satu gambar, ia bakal membantu mengidentifikasi gambar secara spesifik yang bertentangan dengan hash 'jahat'. IWF menyimpan catatan semua hash dan hanya membaginya kepada lima perusahaan teknologi raksasa itu. Saat sistem ini diimplementasikan, semua gambar yang diunggah ke Facebook, Twitter, dan situs web lain yang tersinkronisasi bakal dipindai dan diidentifikasi. Apabila sebuah gambar atau foto sebelumnya telah diberi label oleh IWF, sistem tersebut akan mendeteksi hash-nya dan secara otomatis dilarang untuk diunggah dan dibagikan. IWF memperkirakan, dalam sehari bisa menyingkirkan 500 laman web yang mengandung pornografi anak dan angka tersebut bisa terus meningkat jika gambar berbau porno berhasil terlacak lebih banyak, serta menambah daftar hash 'jahat'. Untuk saat ini, IWF mengakui belum bisa mendeteksi pornografi dalam format video. "Daftar hash IWF bisa menjadi pengubah 'permainan' di dalam perang melawan pornografi anak secara online," ujar CEO IWF, Susie Hargreaves dalam sebuah pernyataan di laman publikasi resmi IWF.
  20. abas

    Yahoo Akuisisi Situs Fesyen Polyvore

    Perusahaan Internet Yahoo mengumumkan bahwa mereka sepakat untuk membeli perusahaan Polyvore yang menyediakan layanan social commerce fesyen dengan nilai yang tidak disebutkan, Jumat 31 Juli 2015 Polyvore dibangun pada 2007 oleh tiga mantan pemrogram Yahoo. Layanan mereka memungkinkan pengguna untuk memadu-padankan pakaian juga aksesori sesuai keinginan. Jika pengguna hendak membeli sebuah produk, maka Polyvore akan mengarahkan ke situs yang secara langsung menjual produk terkait. Pendiri sekaligus CEO Polyvore, Jess Lee, merupakan karyawan awal di Google yang kurang lebih seangkatan dengan Marissa Mayer. Setelah dari Google, Mayer kini bekerja sebagai CEO Yahoo. Yahoo mengatakan akuisisi dimaksud untuk meningkatkan penawaran iklan. Seperti diketahui, Yahoo telah memfokuskan bisnisnya pada empat bidang, yaitu mobile, video, iklan orisinal, dan sosial, yang disebut Maven. Ini dilakukan untuk mendorong keterlibatan pengguna dan meningkatkan penjualan iklan di tengah persaingan iklan digital yang ketat. Portofolio dalam strategi Maven milik Yahoo kini telah meliputi BrightRoll, jaringan aplikasi mobile Flurry, paltform pembelian iklan digital Yahoo Gemini, dan platform blog Tumblr. Pendapatan Yahoo dari portofolio Maven telah memberi kontribusi sekitar sepertiga dari total pendapatan perusahaan pada kuartal kedua 2015.
  21. Biar bagaimana pun, tak ada yang benar-benar aman di dunia maya. Adobe Flash pun begitu. Software yang makin ditinggalkan ini ternyata dipakai untuk jadi ‘alat’ menyerang Yahoo, baru-baru ini. Menurut ahlinya, serangan itu terbilang besar kalau mengingat trafik Yahoo. Flash sendiri sebetulnya makin ditinggalkan. Sampai-sampai ada gerakan Occupy Flash, yang mengkampanyekan cara untuk meng-uninstall Flash dari komputer dan ‘mematikan’ Flash di browser. Tetapi masih ada banyak perusahaan yang memakai Flash dan peretas rupanya tahu ada celah yang bisa dimanfaatkan di sana. Maka terjadilah serangan pada akhir Juli lalu. Peretas mengeksploitasi celah keamanan dalam Flash dan menginfeksi jaringan iklan di website Yahoo dengan virus atau malware. Seperti dilansir New York Times, serangan pertama kali dideteksi oleh peneliti keamanan di Malwarebytes. Peretas menyerang pada 28 Juli, menargetkan jaringan iklan Yahoo selama sepekan, sebelum Yahoo sadar dan menghentikannya. Modusnya begini. Peretas membeli iklan di situs Yahoo Sports, News, dan Finance. Begitu sebuah komputer berbasis Windows mengunjungi salah satu dari situs-situs itu, secara otomatis komputer itu mengunduh kode malware. Kemudian malware mencari-cari program Flash yang belum di-update di komputer itu dan memakainya untuk mengontrol komputer dari jarak jauh. Malware itu malah bisa ‘menyandera’ komputer dan meminta tebusan kepada pemiliknya. Atau, men-setting komputer itu untuk terlebih dahulu browsing ke situs-situs yang akan membayar trafik ekstra kepada peretas. “Saat ini, orang-orang jahat itu sangat menikmati ini semua,” kata Jerome Segura dari Malwarebytes, yang menemukan serangan tersebut. “Flash bagi mereka seperti berkah?” Trafik ke situs Yahoo mencapai 6,9 miliar visit per bulan. Properti Yahoo yang lain juga diperkirakan memiliki trafik ratusan juta visit tiap bulan. “Tentang berapa banyak orang yang terdampak iklan bervirus itu, hanya Yahoo yang tahu,” kata Segura. “Yang kami lihat, ini adalah serangan terbesar pada bulan-bulan ini.” Yahoo sendiri, seperti dikutip New York Times, mengatakan tak tahu pasti berapa banyak orang yang terinfeksi. Tapi Yahoo menegaskan serangan itu tak sebesar yang digembar-gemborkan di media. “Kami menyikapi dengan serius semua ancaman keamanan,” demikian pernyataan resmi Yahoo. “Skala serangan itu disalahartikan dalam berita-berita di media massa, dan kami akan terus menginvestigasi itu tersebut.”
  22. Seorang hakim Amerika Serikat mengatakan perusahaan Internet Yahoo harus menghadapi gugatan bersama (class action) secara nasional dengan tuduhan secara ilegal menyadap isi email yang dikirim ke pengguna Yahoo Mail dari akun email lain, dan memanfaatkan informasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan iklan. Hakim Distrik San Jose, California, AS, Lucy Koh mengatakan, pengguna yang mengirim atau menerima email di Yahoo Mail sejak 2 Oktober 2011 bisa menggugat secara berkelompok menggunakan regulasi penyalahgunaan informasi dan dugaan pelanggaran privasi. Koh juga mengatakan non pelanggan Yahoo Mail di California yang mengirim pesan ke Yahoo Mail sejak 2 Oktober 2012 bisa menuntut perusahaan tersebut. Pengguna email non Yahoo telah menuduh Yahoo menyalin dan menganalisa email mereka, termasuk kata kunci dan lampiran, untuk tujuan "iklan yang ditargetkan" kepada sekitar 275 juta pengguna Yahoo. Padahal, analisa seharusnya dilakukan untuk mendeteksi pesan sampah (spam) dan program jahat (malware). Gugatan bersama umumnya digunakan para penggugat agar lebih mudah dan dengan biaya lebih murah dalam melayangkan gugatan. Juru bicara Yahoo Rebecca Neufeld, ketika dikonfirmasi Reuters enggan mengomentari kasus ini.
  23. Aplikasi pembaca berita Flipboard dikabarkan telah ditaksir banyak perusahaan besar, Twitter, Google hingga Yahoo. Twitter memang menjadi perusahaan pertama yang disebut-sebut siap mengakuisisi Flipboard. Media sosial itu bahkan sudah menyiapkan mahar sebesar US$ satu miliar untuk membeli aplikasi tersebut. Negosiasi antara Twitter dan Flipboard sudah berlangsung sejak April 2015. Keduanya tampak serius ingin bekerja sama. Tapi disaat bersamaan muncul juga nama Google dan Yahoo. Kedua raksasa internet itu diklaim juga ikut tertarik membeli Flipboard, hanya saja belum diketahui berapa nilai yang ditawarkan keduanya. Penawaran ini juga dianggap meningkatkan nilai Flipboard di mata calon pembeli. Flipboard sendiri memang termasuk aplikasi pembaca berita yang cukup fenomenal. Pada Februari 2015 pengguna aktif aplikasi ini tercatat sampai 50 juta, lalu melejit menjadi 65 juta hanya dalam tiga bulan, Mei 2015. Dengan jumlah tersebut, dan seluruh aset yang dimilikinya, sebenarnya Flipboard ditaksir hanya memiliki nilai US$ 800 juta. Tak diketahui apa rencana para raksasa internet tersebut terhadap Flipboard, dikutip dari The Next Web, Kamis (28/5).
  24. c0d1ng

    Yahoo Dikabarkan Ingin Beli Foursquare

    CEO Yahoo Marissa Mayer tampaknya belum puas untuk memiliki perusahaan perintis atau startup terkenal. Kali ini gosipnya, perusahaan internet tersebut dikabarkan ingin membeli Foursquare. Kabar angin datang dari sumber yang dekat perusahaan tersebut. Disebutkan bahwa Mayer siap menyediakan dana hingga US$ 900 juta atau setara Rp 11 triliun untuk memiliki platform Foursquare dan Swarm sekaligus. Berita ini tentu saja masih simpang siur. Karena salah satu sumber menyebutkan pembicaraan ini sudah sampai ke langkah kesepakatan, sementara sumber lain mengatakan belum ada pembicaraan yang lebih penting. Bila gosip ini menjadi kenyataan, tentu saja Yahoo semakin menegaskan diri untuk memperkuat platform mobile miliknya. Karena sebelumnya, di bawah kepemimpinan bos cantik ini, Yahoo sudah membeli Tumblr. Saat itu, Tumblr dibeli dengan harga yang lumayan fantastis yakni US$ 1,1 miliar atau Rp 10 triliun lebih di saat itu. Ini bukanlah pertama kalinya, Yahoo menyatakan minatnya terhadap startup asal New York, Amerika Serikat tersebut. Karena sekitar tahun 2010, Yahoo pernah diberitakan ingin mengakuisisi Foursquare. Saat itu, layanan ini memang sedang mencari investor baru. Namun pada perjalanannya, mereka berubah haluan dan malah berkeinginan untuk menjualnya. Sampai suatu saat, Yahoo siap menggelontorkan dana US$ 100 juta untuk memuluskan langkahnya. Tapi entah bagaimana, Foursquare tak jadi dibeli oleh Yahoo dan tidak ada satupun perusahaan yang pada akhirnya menjadi pembeli layanan tersebut. Yahoo kemudian mengalihkan mengalihkan sasarannya dengan membeli Koprol. Layanan jejaring sosial yang mirip Foursquare dan merupakan produk asli Indonesia. Koprol sempat akan dibesarkan ke dunia internasional, namun apa daya Koprol yang dibesut oleh Satya Witoelar akhirnya dimatikan oleh Yahoo.
  25. c0d1ng

    Petinggi Yahoo Mengundurkan Diri

    Michael Kerns, salah satu eksekutif Yahoo yang memegang situs web perusahaan memutuskan mundur mulai April 2015. Setelah lima tahun bekerja di Yahoo yakni sejak 2010 silam, Kerns yang menjabat sebagai Senior Vice President itu mengumumkan keputusannya melalui akun Twitter. "Lima tahun yang menakjubkan. Saya belajar banyak, bertemu dan bekerja dengan orang-orang hebat. Telah membuat dampak positif dan tak sabar menunggu apa selanjutnya," kicau pemilik nama pengguna @mkerns pada Jumat 10 April kemarin ndral. Kerns selama ini dinilai memiliki peran besar di Yahoo. Awalnya ia menduduki posisi Vice President of Social and Personalization sebelum akhirnya mendapat tugas mengurus situs web Yahoo. Ia berhasil merancang ulang layanan laman Yahoo pada 2012 dan 2013. Walau Kerns telah bergabung di Yahoo sebelum sang CEO, Marissa Mayer tiba pada 2012, keduanya dikabarkan sangat akur. Kerns sebetulnya sudah mempertimbangkan pengunduran diri pada 2013, namun ia memilih untuk bertahan di perusahaan setelah Mayer mengangkatnya dan memberinya tanggung jawab tambahan terkait produk perusahaan. Mayer kini sudah mengalihkan sejumlah tanggung jawab Kerns ke pimpinan produk mobile Adam Cahan dan Simon Khalaf. Khalaf sendiri mantan CEO perusahaan analisis Flurry yang telah diakuisisi Yahoo pada 2014. Sembari menunggu akhir bulan April, Kerns akan membantu transisi internal Yahoo. Di bawah pimpinan Mayer, Yahoo berupaya membangun kembali perusahaan di tengah-tengah pertumbuhan lambat dan kegagalan secara terus-menerus untuk mengkapitalisasi perubahaan besar di industri Internet. Memasuki masa tiga tahun sebagai CEO, Mayer menghadapi keraguan dari para investor namun perusahaan menghasilkan banyak uang dari investasinya di Asia seperti e-commerce raksasa, Alibaba.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi