Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'wuhan'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Karantina wilayah alias 'lockdown' di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China—tempat pandemi virus corona bermula—resmi dicabut. Warga kota yang memiliki 'kode hijau' pada aplikasi ponselnya diperbolehkan keluar kota, untuk pertama kali sejak 23 Januari silam. Pencabutan kebijakan 'lockdown' itu dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api. Media pemerintah China menayangkan gambar-gambar dari angkasa yang memperlihatkan sedikitnya 100 kereta cepat berangkat serta blokade-blokade jalan tol diangkut. Mulai Rabu (08/04), warga "berkode hijau" akan dapat menggunakan moda transportasi umum, dengan terlebih dahulu memindai kode QR. Kode tersebut berbeda untuk setiap orang karena terkait dengan status kesehatan yang bersangkutan. Warga yang bekerja di bidang farmasi dan alat kesehatan serta kebutuhan pokok akan diperbolehkan kembali bekerja. Sejumlah industri lainnya yang berdampak pada rantai suplai nasional dan global diperkenankan untuk kembali aktif. Selain moda transportasi darat, sebanyak 200 penerbangan dijadwalkan bertolak dari Wuhan pada Rabu (08/04), dengan mengangkut 10.000 penumpang. Kendati demikian, sekolah-sekolah masih ditutup dan beberapa pembatasan transportasi masih diberlakukan. Rangkaian peristiwa ini terjadi sehari setelah pemerintah China melaporkan tidak ada kematian akibat Covid-19 pada Selasa (07/04), yang pertama sejak pencatatan dipublikasikan pada Januari lalu. Untuk menghentikan penyebaran virus corona di Wuhan, aparat menempuh pelarangan perjalanan dan memerintahkan penutupan tempat-tempat usaha di kota berpenduduk 11 juta orang itu. Langkah ini, menurut pihak berwenang China, berhasil menurunkan tingkat penyebaran domestik. Adapun kasus positif yang muncul di China saat ini diklaim berasal dari luar negeri. Khusus di Wuhan, bulan lalu kota itu melaporkan tidak ada kasus baru dalam sepekan. Kala itu, pusat-pusat perbelanjaan dibuka. Sejumlah warga di kawasan permukiman yang dinyatakan "bebas epidemi" diperbolehkan keluar rumah selama dua jam. Sementara itu, kota-kota lain di China masih mengalami pemberlakuan karantina wilayah. Di Beijing, tempat 31 kasus baru dilaporkan pada Senin (06/04), pemerintah kota telah mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat. Siapapun yang memasuki ibu kota China itu harus dikarantina dan menjalani pemeriksaan kesehatan. Sejak wabah melanda, lebih dari 3.300 orang meninggal di China dan 81.740 dikonfirmasi positif terpapar virus corona. Komisi Kesehatan Nasional menyatakan terdapat 32 kasus baru pada Selasa (07/04), turun dari 39 kasus sehari sebelumnya. Angka-angka itu disoroti beberapa pihak yang menuding pemerintah China tidak melaporkan data sesungguhnya. Media pemerintah China menanggapi tudingan itu dengan menerbitkan lini masa respons pemerintah China dan informasi yang dibagikan.
  2. Pemulangan WNI dari Wuhan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau. Terawan menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas bagi para peserta observasi agar mereka tidak stres selama menjalani masa-masa itu. "Kita bisa meyakini berjalan baik, tak stres, menikmati 14 hari dengan baik," kata Terawan. Sekadar informasi, 238 dievakuasi dari Wuhan, China, menggunakan maskapai Batik Air menyusul adanya virus korona. Kekinian, rombongan telah berada di Bandara Hang Nadim, Batam, Riau. 238 WNI yang telah tiba selanjutnya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk diterbangkan ke Pulau Natuna. Di sana, mereka harus menjalani masa observasi selama 14 hari sebelum kembali ke rumah.
  3. Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat terisolasi di Wuhan, Provinsi Hubei, China dipulangkan ke Tanah Air. Menggunakan pesawat Batik Air, 238 WNI itu mendarat di bandara International Nang Hanim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (2/2/2020) pukul 08.30 wib. Selanjutnya, WNI tersebut disemprot dengan cairan disinfektan oleh petugas yang telah menunggu di apron. Pesawat jenis Air Bus A330 tersebut langsung parkir di Apron A8-12 yang telah disiapkan khusus oleh pihak otoritas bandara. Di sebelahnya tampak 3 pesawat milik TNI AU yakni dua pesawat jenis Boeing dan Hercules C-130 juga terparkir. Ketiga pesawat ini akan digunakan untuk menamping seluruh penumpang Batik Air dari Wuhan. Dari pantauan di Bandara Hang Nadim, para petugas terlihat menggunakan pakaian pelindung diri lengkap seperti pakaian tertutup berwarna kuning dan putih, sarung tangan, kacamata, masker hingga penutup wajah. Selain menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh masing-masing penumpang, mereka juga tampak mengatur penumpang tersebut untuk naik ke pesawat milik TNI AU. Sementara itu, terminal kedatangan dan keberangkatan tampak mendapat pengamanan ketat dari personil Avsec dan kepolisian. Mereka ditempatkan di ruang tunggu yang berlokasi sangat jauh dari tempat terparkirnya pesawat pengangkut WNI dari Wuhan. Bahkan, satu ruang tunggu yakni A9 yang biasanya digunakan untuk penumpang Lion Air Grup tampak disterilkan. Hanya beberapa orang petugas Avsec yang tampak berjaga-jaga.
  4. Pesawat pengangkut WNI dari Wuhan tiba di Bandara Batam Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, China, telah dievakuasi ke Indonesia. Nantinya, mereka akan menjalani observasi pemeriksaan untuk memastikan terbebas dari virus Korona di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Dalam hal ini, Polri juga mengerahkan tim medisnya untuk melakukan observasi kepada WNI di Natuna tersebut. Nantinya, Pemerintah Indonesia, Polri, dan TNI akan melakukan proses pemeriksaan terhadap WNI. "Polda Kepri juga melibatkan lima tim medis, dua diantaranya adalah dokter, yang saat ini sudah dua hari berada di Natuna," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Sementara itu, Polda Kepulauan Riau juga mengerahkan ratusan personel kepolisian ke Natuna, dalam proses evakuasi WNI dari Wuhan, China terkait mewabahnya virus Korona itu. "Yang diberangkatkan ke natuna 117 personel," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt saat dikonfirmasi Okezone terpisah. Sekadar diketahui, Pemerintah dan lembaga terkait telah mengevakuasi, 238 WNI dari Wuhan, China. Mereka telah tiba di Bandara Hang Nadim. Nantinya, mereka nantinya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk dibawa ke Natuna. Di Natuna, ratusan WNI itu mesti mengikuti observasi sehat selama 14 hari.
×
×
  • Create New...