Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'wni'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. WNI Diaspora di AS untuk kedua kalinya mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Ini adalah acara kedua mereka mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Alasan mereka mengadakan acara ini karena mereka sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air akhir-akhir ini. Utomo Lukman salah seorang relawan Teman Ahok Los Angeles yang juga anggota PDI Perjuangan mengatakan bahwa "NKRI hidup dengan berlandaskan Pancasila. Mari kita semua bersatu padu. Jangan sampai terpecah belah." Acara yang didahului dengan nyanyian Indonesia Raya dipimpin oleh relawan Ahok, Yanti Walter, ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Buce Lie, wakil dispora Los Angeles. Beliau juga mengatakan sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sebenarnya terjadi. “Sangat disayangkan kalau memang itu karena ketidaksukaan pada Ahok karena UU di Indonesia jelas-jelas menyatakan bahwa siapa yang lahir di Indonesia artinya adalah Indonesia,” kata Buce. Pertemuan di Food Court Hongkong Plaza, West Covina ini diselenggarakan Oleh Utomo Lukman, Erwina Hawadi, Jeffrey Sangari, Ina Herkata, Toar Lumingkewas, Eki Gondosaputro, dan Prima Bernardus atas initistif mereka dan permintaan masyarakat Indonesia Los Angeles yangg resah melihat keadaan di tanah air. "Pada prinsipnya kita tidak ingin melihat NKRI terpecah belah" kata Toar. Erwina menambahkan "Kita kan juga jadi gelisah membaca berita dari tanah air yang ujung-ujungnya malah saling berantem, dan adu domba. Hati-hati, ini juga sudah masuk berita dunia lho. Pasti ada yang tepuk tangan melihat kita pada berantem." Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama untuk keutuhan NKRI dan dukungan mereka kembali kepada Ahok-Djarot untuk memimpin Jakarta. Pesan masyarakat Indonesia yang hadir pada pertemuan di Los Angeles, California ini adalah agar Ahok tetap tabah, sabar, dan terus bekerja keras untuk kemakmuran ibu kota Jakarta. [www.voaindonesia.com]
  2. Sudah tahu kan kalau negeri kita tercinta ini terkenal akan keramahannya? Sebuah reality show Jepang sedang melalukan survey di seluruh dunia mengenai negara mana yang paling ramah. Dan Indonesia yang termasuk sebagai objek survei akhirnya meraih posisi #1 sebagai negeri teramah di dunia. Seorang komedian Jepang, Udo Suzuki datang ke Bali untuk membuktikkan hasil survey ini dengan mengerjai orang Indonesia yang ada di sana. https://youtu.be/TbNZdQMsZLg Di awal kedatangannya di Bali, Suzuki pertama-tama mengerjai wanita bule dengan meletuskan balon di dekat wanita tersebut. Hasilnya sang bule pun marah-marah. Selanjutnya, Suzuki melakukan hal yang sama terhadap dua pria Indonesia. Hasilnya, ternyata yang dikerjai malah tertawa menyadari mereka sedang dikerjai. Tes selanjutnya adalah menyiram air. Suzuki secara sengaja menuangkan air ke bapak tua yang sedang bersantai. Bukannya marah, bapak tersebut juga tertawa karena keisengan Suzuki. kemudian ia melakukan tes lain yaitu memotong antrian bayar di kasir. Orang-orang yang sedang mengantri di kasir malah tidak marah dan ikut tertawa. Yang paling akhir, Suzuki menaruh saus super pedas ke dalam es campur (iseng banget yah ni bule Jepang). Orang pertama yang kena memakan es campur “pedas” ini pada awalnya merasa kesal dan menahan amarahnya. Suzuki kemudian mendatanginya kemudian berteriak di depannya. Orang tersebut tetap tidak marah. Orang kedua yang memakan es campur “pedas” ini malah terlihat lucu dengan eskpresinya ketika kepedasan dan ia pun tertawa saat sadar dirinya sedang dikerjai. Udo Suzuki juga melakukan sedikit wawancara kepada beberapa orang Indonesia. Di sana ia mengetahui bahwa sedari kecil mereka dididik oleh orang tua mereka utuk tidak cepat marah menghadapi masalah sepele. Benar-benar negeri yang ramah!
  3. Bagi WNA (warga negara asing) yang akan melangsungkan pernikahan di Indonesia berikut ini prosedur pernikahan campuran dan persyaratan administrasi yang harus disiapkan sebagai berikut : Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui 2 orang saksi. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai/surat keterangan cerai yang asli dan salinan putusannya. Jika Duda/Janda mati harus ada surat keterangan kematian dari pejabat yang berwenang dari negara asalnya. Pas photo caten ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar & ukuran 4×6 masing-masing 1 lembar (latar belakang warna biru). Foto copy piagam masuk Islam (khusus untuk yang mualaf). Foto copy Akte Kelahiran/Kenal Lahir/ID Card. Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian. Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil apabila yang bersangkutan menetap di Indonesia. Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang bekerja di Indonesia atau bagi yang menetap lebih dari satu tahun). Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi atau foto copy visa. Pas Port (foto copy). Surat Keterangan atau izin menikah dari Kedutaan/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan. Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi dan tersumpah. Pernikahan antara WNA di Indonesia Pernikahan antara kedua WNA, menurut surat Edaran dari Mahkamah Agung Nomor: 05/KMA/I/2010 tanggal 8 Januari 2010 bahwa pernikahan antara WNA yang berlangsung di Indonesia, dapat dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah di KUA dengan ketentuan: Perkawinan itu dilakukan menurut hukum yang berlaku di Indonesia (UU.No.1 tahun 1974 dan peraturan terkait lainnya, Kompilasi Hukum Islam dll). Perkawinan itu juga harus memenuhi syarat materil dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Negara asal mempelai yang bersangkutan, yang dibuktikan dengan surat keterangan pejabat yang berwenang dari negaranya (Pasal 60 UU.No.1 tahun 1974). Hal tersebut dilaksanakan karena terjadi kekosongan hukum dalam masalah pencatatan pernikahan antara WNA, maka ketentuan pasal 56 ayat (1) UU. No.1 tahun 1974 tersebut diterapkan scara analog (pengqiyasan).
  4. Bandung, Nama Asyahnaz Yasmin, 25 tahun, termasuk satu dari 16 warga negara Indonesia yang ditangkap pemerintah Turki. Gadis asal Bandung ini dikabarkan bermaksud bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ayah Asyahnaz, Mahfouzt Firdaus, 47 tahun, bertempat tinggal di Desa Rancakesumbang, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ayah dan ibu Asyahnaz sudah bercerai. Kini Mahfouzt tinggal bersama istri keduanya, Siti Nursolihin. Menurut Junianingsih, tetangga Mahfouzt, keluarga ini dikenal tertutup dan jarang bergaul. Namun tak ada yang aneh dimata tetangganya. Mahfouzt bekerja sebagai pegawai swasta, sedangkan istrinya adalah guru Sekolah Menengah Pertama. Junianingsih mengaku tak terlalu mengenal Asyahnaz. Kadang gadis itu datang dengan menggunakan taksi di malam hari. Penampilannya pun tak banyak berbeda dengan perempuan umumnya. "Penampilannya biasa saja, seperti gadis muslim umumnya," kata Junianingsih Selasa, 17 Maret. Kepala Kepolisian Resor Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Jamaludin, mengatakan, berdasarkan informasi dari Kepolisian Republik Indonesia, Asyahnaz merupakan salah satu WNI yang diamankan Kepolisian Turki di Provinsi Gaziantep, beberapa hari yang lalu. Jamaludin memastikan informasi yang didapat dari Polri adalah benar salah satu WNI yang tertangkap bernama Asyahnaz Yasmin binti Mahfuouzt Firdaus. "Tapi, dia bukan asli warga kabupaten Bandung, ia pindahan dari Lampung. Pada September 2014 ia menumpang membuat KTP dikediaman ayahnya," kata dia. Menurut Jamaludin, Asyahnaz merupakan anak kandung dari Mahfouzt Firdaus. Namun mereka sempat berpisah cukup lama. Lantaran sang ayah cerai dengan ibu kandung Asyahnaz lalu pindah ke Kabupten Bandung. "Yang jelas terakhir mereka bertemu pada September 2014. Itupun untuk numpang bikin KTP," ujar dia. Selepas itu, Jamaludin mengatakan, ayahnya tidak tahu Asyahnaz pergi ke mana. Minum Racun Sebelumnya diberitakan Firdaus mencoba bunuh diri dengan menenggak cairan racun serangga pada Selasa pagi, 17 Maret 2015. Dia berniat mengakhiri hidupnya setelah mengetahui Ahsyahnaz maau masuk ISIS. Beruntung, tindakan nekat Firdaus diketahui oleh Juaningsih. “Saya melihat Pak Firdaus tergeletak,” kata dia, yang kemudian berteriak minta tolong ke tetangganya.
  5. Pemerintah harus segera membuat regulasi yang lebih ketat soal travel yang akan menyelenggarakan kegiatan wisata ke Timur Tengah, termasuk travel pelaksana ibadah Umroh. Hal itu disampaikan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, kepada Tribunnews.com, Selasa (11/3/2015). Politisi Golkar ini menilai adanya Warga Negara Indonesia (WNI) gabung ISIS karena faktor ekonomi. "Sesungguhnya keinginan masyarakat yang ingin bergabung dengan ISIS tidak semata mata mengenai ideologi. Tapi karena faktor ekonomi dengan iming-iming imbalan yang cukup tinggi sedangkan di negeri sendiri orang hidup semakin susah!" kata Firman. Justru, imbuhnya, banyak kebijakan yang membuat rakyat susah seperti kebijakan menteri KKP terhadap larangan melakukan tangkap ikan dengan alat tertentu seperti cantrang dan lainnya. Pun begitu dengan petani tembakau yang semakin dipersulit kehidupannya beras mahal dan lainnya. Jadi, kata dia, menyikapi modus bergabungnya warga Indonesia dengan ISIS tidak sederhana begitu saja. Pasalnya, pemerintah harus benar-benar mengkaji secara konfrehensif. "Untuk itu Presiden dan pembantunya harus bekerja serius dalam menyelesaikan persoalan bangsa ini. Ke liking-keliling bagi-bagi uang Rp 100 000, ditentukan dulu ini bukan saatnya lagi membuat pencitraan tetapi kerja kerja dan kerja tunjukkan?!" ujarnya. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 16 WNI memisahkan diri secara misterius dari rombongan wisata di Turki. Dua di antara ke-16 WNI itu adalah kakak beradik dari Solo. Seperti dikutip dari BBC Indonesia, kakak beradik itu bernama Fauzi Umar, 36, dan Hafid Umar Babher, 31. Dalam Formulir Isian Data Penduduk untuk WNI yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkot Solo, Fauzi dan Hafid terdaftar di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon. Lurah Gajahan, Susanto, membenarkan bahwa kedua saudara kandung tersebut merupakan warganya. Pada daftar isian biodata penduduk, kakak beradik itu tercatat dalam dua kartu keluarga yang berbeda dengan alamat yang sama. Fauzi Umar masih ikut dalam kartu keluarga ayahnya. Sedangkan Hafid Umar, istrinya, Soraiyah, 27, dan anak mereka, Hamzah, 5, terdaftar dalam kartu keluarga berbeda. Soraiyah dan Hamzah juga masuk dalam daftar WNI yang hilang di Turki.
  6. Dua warga negara Indonesia (WNI) ketahuan mengikuti wajib militer (wmil) di Singapura saat melakukan latihan gabungan bersama TNI di Magelang. Dua lelaki berinisial CHJ dan AJ itu tergabung dalam pasukan Angkatan Darat Singapura. TNI yang mengetahui dua orang tersebut masih berstatus WNI langsung melarang keduanya mengikuti latihan gabungan yang bertajuk Safkar Indopura. “Mereka sempat diperiksa dan disolasi di Magelang selama seminggu. Saat ini sudah dideportasi ke Singapura,” kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya seperti dikutip merdeka.com, Selasa (12/11). Fuad, memastikan CHJ dan AJ itu masih berstatus WNI. Keduanya permanen residen di Singapura dan sesuai aturan, permanen residen wajib mengikuti wamil. Hal itu tentu saja bertentangan dengan undang-undang kewarganegaraan. “Ada dua aturan soal ini. Yang pertama mengatakan seseorang akan kehilangan kewarganegaraan jika masuk militer negara asing yang berperang atau akan berperang dengan kita, dia itu langsung dicabut kewarganegaraannya,” kata Fuad. “Ada juga yang menyebutkan kewarganegaraan seseorang akan hilang jika masuk tentara negara asing,” Fuad menambahkan. Mengetahui kejadian tersebut, Panglima TNI bersikap tegas dengan tidak mengizinkan dua orang itu ikut latihan bersama. “Mereka yang boleh ikut latihan di Indonesia kan yang sudah lolos pemeriksaan keamanan. Mereka berdua ini kan tidak. Karena itu kita periksa,” kata Fuad.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy