Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'whatsapp'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 35 results

  1. CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna. "Menurut saya, mengintegrasikan tiga layanan tersebut memberikan peluang yang lebih baik. Kami ingin membuat pengguna merasa lebih nyaman dalam mengakses ketiga layanan tersebut," kata Mark Zuckerberg Mark Zuckerberg menambahkan, penyatuan ketiga layanan itu dilakukan pada 2020 mendatang. Dia mengklaim rencana itu memudahkan pengguna untuk saling berkomunikasi. Namun, jangan bayangkan layanan Whatsapp, Messenger, dan Instagram bakal berada dalam satu platform. Bagaimana pun juga, Whatsapp, Instagram, dan Messenger merupakan tiga aplikasi berbeda dan memiliki fungsi masing-masing. Mark Zuckerberg menegaskan, integrasi ini justru bakal memberikan keamanan berlapis. Penyatuan layanan ini diklaim dapat menciptakan pengalaman menarik layaknya penggunaan iMessage. Singkatnya, setelah diintegrasikan, pengguna Whatsapp bisa bertukar pesan dengan pemakai Instagram, begitu pula sebaliknya. Pengguna Facebook juga bisa mengirim pesan ke orang yang hanya punya Whatsapp. Pesan yang dikirim itu aman karena terenskripsi. Selama ini, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu menggunakan sistem enskripsi end to end. Sistem ini melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali yang terlibat dalam percakapan. Kabar rencana pengintegrasian ini kali pertama diungkap oleh New York Times.
  2. WhatsApp akhirnya resmi merilis WhatsApp Business setelah diperkenalkan dalam format beta pada September 2017 lalu. Indonesia menjadi negara Asia pertama yang sudah bisa menggunakan WhatsApp Business di platform Android bersama empat negara lain yaitu Italia, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat. Lalu, apa bedanya WhatsApp Messenger yang biasa digunakan dengan WhatsApp Business? Seperti namanya, platform yang berdiri sendiri (standalone) ini menyasar kalangan pebisnis, mulai dari perusahaan besar hingga UKM. WhatsApp Business memungkinkan pebisnis lebih komunikatif dengan konsumennya, serupa dengan konsep yang diusung aplikasi Line@. Berikut beberapa perbedaan antara WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business yang dirangkum KompasTekno dari Gadgets Now, Jumat (19/1/2018). 1. Perbedaan logo WhatsApp Business menggunakan huruf kapital "B" dengan latar warna hijau khas WhatsApp. Logo ini berbeda dengan WhatsApp Messenger yang terkenal dengan logo gambar telepon. 2. Dapat menggunakan dan menambahkan nomor telepon rumah atau kantor Berbeda dengan WhatsApp Messenger yang menggunakan nomor ponsel, WhatsApp Business bisa menggunakan sekaligus menambahkan nomor telepon rumah atau kantor meskipun sah-sah saja menggunakan nomor seluler. Namun WhatsApp menyarankan untuk tidak mengganti-ganti nomor seluler dan menentukan satu nomor ponsel yang permanen. Menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger dalam satu perangkat yang sama bisa saja dilakukan, namun Anda harus menggunakan nomor yang berbeda untuk masing-masing aplikasi tersebut. 3. Bisa membalas pesan secara otomatis Fitur ini memungkinkan pebisnis untuk menyetel balasan otomatis jika mendapat pertanyaan yang sama dari konsumen. Pengaturan ini juga bisa digunakan untuk mengirim pesan otomatis untuk menyambut konsumen baru. Fitur ini tentu tak ditemukan di WhatsApp Messenger yang bertujuan personal. 4. Lihat statistik pesan terkirim dan diterima Dengan fitur ini, pebisnis bisa melihat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima. Tetu saja fitur ini tidak didapatkan di WhatsApp Messenger dimana seringnya, pengguna justru menyembunyikan informasi jika pesan telah dibaca. 5. Bisa memilih kategori bisnisnya Selain menginformasikan profil perusahaan, seperti jam operasional, situs resmi, dan lokasi, pebisnis juga bisa memilih kategori bisnis yang tersedia. Tidak melulu perusahaan besar, WhatsApp Business juga terbuka untuk UKM dan usaha kecil lainnya. Jika kategori bisnis tidak terdapat di pilihan yang tersedia, bisa memilih kategori "Others". 6. Centang Hijau Tidak seperti WhatsApp Messenger yang tidak ada proses verifikasi, WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada akun pebisnis. Berbeda dengan lencana centang biru pada akun terverifikasi di Instagram atau Twitter, akun yang telah diverifikasi oleh WhatsApp Business akan diberikan centang berwarna hijau. "Jika Anda melihat lencana hijau di sebelah nama kontak, itu berarti WhatsApp telah memverifikasi jika nomor tersebut adalah benar milik perusahaan", jelas WhatsApp pada blog situs resmi perusahaan. 7. Mengkategorikan pesan masuk menggunakan "Labels" Fitur ini merupakan fitur baru yang sebelumnya belum ada di versi beta. Dengan "Labels", pebisnis bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir.
  3. dugelo

    Di Whatsapp akan segera muncul iklan

    WhatsApp sudah dibeli oleh raksasa media sosial, Facebook, tahun 2014. WhatsApp mengatakan akan mulai membagi data lebih banyak dengan Facebook dan memberi izin bagi beberapa perusahaan untuk mengirim pesan kepada para pengguna. Langkah ini merupakan perubahan tentang kebijakan perlindungan pribadi yang ditempuh perusahaan ini seejak dibeli Facebook tahun 2014. WhatsApp akan membagi nomor telepon pengguna dengan media sosial tersebut, yang akan menggunakannya untuk memberikan saran dan iklan 'yang lebih relevan'. Namun ada kekhawatiran bahwa keputusan ini akan membuat para pengguna merasa 'dikhianati'. Dengan menggunakan data, maka Facebook akan bisa mencocokkan orang-orang yang saling bertukar nomor telepon namun tidak menjadikan mereka 'teman' di Facebook. Pengguna WhatsApp bisa memilih untuk tidak berbagi informasi dengan Facebook. WhatsApp juga akan membagi informasi tentang kapan seseorang terakhir kali menggunakan layanannya namun tidak akan membagi isi pesan, yang dienkripsi. "Pesan Anda yang dienkripsi akan tetap pribadi dan tidak akan ada yang bisa membacanya. Tidak WhatsApp, Tidak Facebook, dan tidak siapapun," tulis perusahaan ini di blognya. Bagaimanapun pengguna bisa untuk memilih tidak berbagi informasi dengan Facebook dengan cara yang dipaparkan di situs WhatsApp.
  4. c0d1ng

    Cara Ubah Jenis Font Whatsapp

    Sebagai aplikasi chatting yang banyak digunakan di dunia, WhatsApp tak henti-hentinya memberikan inovasi demi kenyamanan pengguna. Setelah sebelumnya WhatsApp mendukung format tulisan Bold dan Italic, sekarang kamu bisa loh mengubah jenis tulisan di WhatsApp. Mungkin kamu lebih penasaran dengan fitur video call di WhatsApp. Tapi sembari menunggu fitur video call ii hadir, yuk cobain cara mengubah jenis tulisan di WhatsApp! Cara Mengubah Jenis Font WhatsApp Selain bisa chatting gratis tanpa harus terganggu iklan dan layanan berbayar, WhatsApp populer karena dibekali fitur yang lengkap. Mulai dari berkirim pesan, emoji, pesan suara, panggilan suara, hingga berbagi file bisa lewat WhatsApp. Dan sekarang kamu bisa menambahkan variasi font saat chat WhatsApp. Mengubah Jenis Font Saat Chat di WhatsApp Seru kan kalo bisa chatting pake huruf yang berbeda? Misal tulisan normal untuk perwakilan nada bicara normal, dan tulisan yang lain sebagai perwakilan saat nada bicara sedikit kesal. Mau tau caranya? Selain huruf bawaan sistem smartphone, kamu bisa menggunakan huruf FixedSys di WhatsApp. Gak perlu pake aplikasi aneh-aneh, kamu cukup tambahkan tiga buah tanda (`), tanpa tanda kurung, di setiap awal dan akhir chat yang kamu kirim. Kamu bisa dengan mudah menemukan tanda itu di semua keyboard smartphone Android pada bagian tombol simbol. Pada iPhone, kamu harus menggunakan keyboard pihak ketiga. Nantinya setiap chat yang kamu awali dan akhiri dengan 3 tanda tadi akan berubah hurufnya menjadi FixedSys. Mudah kan? Hanya dengan gitu saja kamu bisa mengubah huruf chat di WhatsApp menjadi lebih menarik. Bisa banget loh dipake buat pamer ke teman-teman kamu. Selamat mencoba.
  5. Rencana WhatsApp untuk mengamankan percakapan para penggunanya sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak satu setengah tahun terakhir, dan hari ini Rabu (6/4) layanan tersebut mulai bisa digunakan, termasuk oleh pengguna di Indonesia. Sistem enkripsi WhatsApp bersifat end-to-end. Ini artinya, hanya pengirim dan penerima saja yang bisa membaca pesan, sementara jalur data diamankan dan bahkan WhatsApp pun tidak bisa mengintip isi pesan penggunanya. "Semua termasuk percakapan, grup chat, lampiran, pesan suara dan panggilan telepon di Android, iPhone, Windows Phone, Nokia S40, Nokia S60 BlackBerry dan BB10," klaim perusahaan. WhatsApp juga mengklaim tidak menyimpan data apa pun terkait percakapan penggunanya. Sistem enkripsi WhatsApp sebenarnya bukan hal baru, dan metode seperti ini sudah diterapkan oleh aplikasi sejenis, sebut saja Signal yang menjadi aplikasi favorit Edward Snowden. Gimana menurut jendral?
  6. Tak cukup hanya menyediakan WhatsApp Web yang bisa diakses melalui browser, kini aplikasi pesan instan tersebut tersedia di komputer dalam bentuk aplikasi. Hal ini sebenarnya sudah terendus beberapa waktu lalu. Saat itu akun Twitter WABetaInfo memposting beberapa screenshot yang menunjukkan bahwa kerangka website resmi WhatsApp memiliki tombol "Download for Mac OS X" dan "Download for Windows". Kini aplikasi tersebut sudah dirilis, dan tersedia untuk Windows 8 ke atas serta Mac OS 10.9 atau yang terbaru. "Hari ini kami memperkenalkan aplikasi desktop yang memberikan cara baru untuk selalu terhubung di mana saja dan kapan saja," tulis pernyataan WhatsApp. Aplikasi WhatsApp pada desktop sendiri tak berbeda jauh dengan WhatsApp versi Web, yakni hanya menjadi ekstensi akun pokok WhatsApp yang ada di ponsel. Menampilkan semua percakapan, dan pesan yang ada di ponsel. Namun karena ini sudah berbentuk aplikasi, maka sistem notifikasinya akan lebih baik. Begitu juga dengan gaya mengetik yang sudah mendukung seluruh shortcut pada keyboard. Untuk mendapatkan aplikasi tersebut pengguna hanya perlu merujuk kehttps://www.whatsapp.com/download melalui browser, lalu pindai kode QR yang ditampilkan menggunakan ponsel. Setelah itu WhatsApp untuk desktop sudah bisa langsung dipakai.
  7. asliindonesia

    BlackBerry Siapkan Pengganti WhatsApp

    Rencana WhatsApp untuk menghentikan dukungan terhadap sejumlah sistem operasi pada akhir tahun 2016, termasuk BlackBerry OS tak membuat pembesutnya tinggal diam. Perusahaan ponsel asal Kanada tersebut kini sedang menyiapkan pengganti WhatsApp yang banyak digunakan oleh para pengguna perangkat BlackBerry. "Kami sedang mengeksplorasi alternatif untuk pengguna BlackBerry karena dukungan WhatsApp Messenger untuk BlackBerry OS dan BlackBerry 10 akan selesai pada akhir 2016," kata BlackBerry kepada Tech Radar. Rencana tersebut juga diungkapkan BlackBerry melalui akun Twitternya. Di saat yang sama, BlackBerry juga memastikan bahwa dukungan terhadap WhatsApp untuk perangkat Priv, tidak akan berhenti hingga tahun 2016. Hal ini tidak mengherankan mengingat Priv menggunakan sistem operasi Android Lollipop, bukan BlackBerry 10. Untuk saat ini, para pengguna WhatsApp pada perangkat BlackBerry direkomendasikan agar menggunakan BBM. Pasalnya, aplikasi perpesanan buatan BlackBerry ini mendukung berbagai platform, seperti Android, Windows Phone, dan iOS. Tak hanya BlackBerry OS dan BlackBerry 10, akhir tahun ini WhatsApp juga akan menghentikan dukungan terhadap Nokia S40, Nokia Symbian S60, Android Eclair versi 2.1, Android Froyo versi 2.2, dan Windows Phone 7.1. Langkah ini dilakukan karena WhatsApp ingin fokus mengembangkan aplikasinya pada sistem operasi mobile yang jumlah penggunanya terus tumbuh secara global.
  8. anon

    WhatsApp dan BBM Ada Emoticon LGBT

    Pada awalnya saya juga ngga percaya. Sebab, Whatsapp (WA) saya ngga ada. Ternyata setelah bertanya dengan teman, mereka melihatnya ketika menggunakan WA via Web (Desktop) dan WA yang sudah di-upgrade. So, ini kampanye baru LGBT. Sekarang, Anda lihat sendiri emoticon berikut ini. Hmm.. rada aneh kan? Terutama emoticon yang ada Love antara perempuan dengan perempuan, yaitu gambar manusia dengan rambut panjang sebahu. Kalau emoticon lelaki biasanya memang beda. Lalu, ada emotican yang menggambarkan keluarga. Ada Pria dengan Pria (berbaju biru) dan menghasilkan anak-anak lelaki. Begitupun sebaliknya, wanita dengan wanita dengan muka berbahagia, dan anak-anak dari mereka. Tentu bisa saja, itu tante-tante dan ponakan mungkin ya? Tapi apa iya, maksud gambar tersebut adalah itu? Seorang teman memajang emoticon dengan cemas di sebuah grup WA seperti ini, yang lengkap yang dia temukan sendiri. Bukan hasil forward. Jangan terlalu terpaku lihat kalimat awal dan akhir, karena itu sepenuhnya pendapat si pemilik akun WA yang posting. Tapi lihat saja gambar-gambar emoticon tersebut. Baju warna biru memang menggambarkan lelaki, berambut pendek. Sudah lazim di WA. Juga perempuan baju Pink. Kabarnya, gambar demikian juga ada di BBM (Blackberry Messenger). Karena saya ngga pakai BBM, saya nggak bisa buktikan. Bagaimana menurut Anda?
  9. Browser Microsoft Edge merupakan browser yang hadir secara bawaan di sistem operasi Windows 10. Browser ini digadang-gadang bisa bersaing dengan broswer lain, karena Internet Explore sendiri terbilang gagal karena tidak banyak yang menggunakan browser tersebut. Kendati demikian, Edge ternyata juga masih memiliki banyak kelemahan. Setidaknya ditemukan bebebrapa fitur dan fungsi yang tidak dimiliki oleh Edge ketimbang browser lain, yakni tidak mendukungnya ekstensi. Dengan absennya fitur tersebut pada saat ini, jelas saja beberapa web seperti WhatsApp Web tidak akan berjalan pada browser tersebut. Namun kini ada kabar baik bagi pengguna web browser yang suka chating di browser PC maupun netobook. Layanan WhatsApp Web kini telah mendukung browser Edge, jadi Anda tetap bisa mengobrol dengan teman WhatsApp Anda meski menggunakan browser Edge. Sebenarnya, dukungan WhatsApp Web untuk browser Edge telah diumumkan sejak bulan Agustus lalu namun baru terealisasi sekarang. Ya, dukungan ini memang tergolong terlambat, namun lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan kini Anda dapat dengan mudah menggunakannya, hanya perlu mengunjungi situs WhatsApp Web kemudian pindai kode QR yang ada pada monitor. Bagi Anda yang belum terbiasa, WhatsApp We merupakan layanan pesan singkat WhatsApp yang dapat dilakukan pada browser PC Anda.
  10. Pengguna WhatsApp tentunya sudah mengetahui jika centang merupakan kode dalam pengiriman pesan. Satu centang hijau artinya telah terkirim, dua centang artinya pesan sudah masuk ke penerima, sedangkan dua centang biru berarti pesan sudah dibaca. Namun kadang, ada saat-saat seseorang ingin menyembunyikan status pesan yang masuk ke WhatsApp-nya, entah karena belum siap memberikan respon atau memang hanya ingin mengacuhkan pesan. Berikut langkah-langkah yang bisa diambil untuk membaca pesan WhatsApp tanpa pengirim mendapatkan dua centang biru, buka Setting>aktifkan mode pesawat (flight mode)> buka pesan. Mode tersebut memungkinkan Anda membuka semua pesan secara offline sehingga WhatsApp tidak mungkin memberikan laporan pesan sudah Anda baca. Namun perlu diketahui bahwa trik ini hanya berlaku untuk pesan pribadi saja karena read-receipt grup chat akan selalu aktif.
  11. Di malam pergantian Tahun Baru 2016, tiba-tiba saja sejumlah pengguna layanan pesan instan WhatsApp tak bisa berkirim teks atau yang lainnya. WhatsApp pun tampaknya mengalami down atau gangguan. Yang tak kunjung terhubung dengan layanan milik Facebook tersebut. Baik menggunakan layanan seluler dari operator maupun terkoneksi ke WiFi. Dan tampaknya gangguan ini juga dirasakan oleh pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Ini terlihat dari keluhan mereka di layanan mikroblogging, Twitter. "WhatsApp ISN'T Working #WhatsappDown" cuit akun @Gio_Smoqi, yang dikutip CNN Indonesia. "Whatsapp Down! " ujar pemilik akun lainnya menyuarakan kekesalannya. "whatsapp down for anyone else?.." kata Faze Ruler di akun @FazeRLR Kendati belum sampai ke puncak trending topic dunia, namun ini meresahkan banyak pengguna WhatsApp yang akan menggunakan layanan tersebut untuk berkirim pesan selamat tahun baru. Namun beberapa pengguna WhatsApp mengaku sudah terhubung kembali dengan layanan tersebut, dan hanya mengalami gangguan sebentar.
  12. davidbo

    Whatsapp akan ada fitur video call

    Aplikasi pesan instant yang sekarang milik Facebook, WhatsApp dilaporkan akan segera menambahkan fitur baru yang akan memperkaya fitur di dalamnya. Ya, fitur tersebut adalah layanan panggilan video atau video call, di mana fitur ini sudah ada di beberapa aplikasi pesan lain seperti Line dan We Chat. Kabar ini bermula dari sebuah laporan yang diterbitkan di Jerman. Salah seorang pengguna WhatsApp bisa membuat video call melalui jaringan WiFi atau jaringan seluler. Pertama, fitur ini akan tersedia untuk platform iOS yang kemudian disusul dengan platform Android. Nantinya akan ada jendela kecil di atas bar video, yang memungkinkan Anda untuk melihat gambar diri Anda. Sedangkan jendela pratinjau diri Anda bisa berpindah, dan memungkinkan Anda akan bisa beralih ingin menggunakan kamera belakang atau kamera depan. Selain itu pengguna juga bisa untuk mematikan mikrofon dengan pilihan mute. Versi WhatsApp untuk iOS yang membawa fitur video call diduga sebagai versi 2.12.16.2, mengingat bahwa versi yang ada saat ini di App Store masih versi 2.12.12. WhatsApp juga menambahkan beragam pilihan tab chat. Dengan menggunakan tab chat itu, pengguna bisa bolak-balik dan ke luar dari chat individu, tanpa harus kembali ke daftar obrolan WhatsApp. Selain itu, aplikasi juga mendapatkan make over dengan fokus di warna hijau. Semoga fitur layanan panggilan video atau video call ini segera digulirkan dalam waktu yang tidak lama. Sebagai tambahan, fitur panggilan suara melalui suara telah hadir di platform Android sejak tahun lalu, dan kemudian di susul platform iOS pada bulan April lalu.
  13. Supraman

    WhatsApp Siapkan Fungsi Video Call

    WhatsApp kabarnya sedang menyiapkan versi baru yang di dalamnya memiliki fungsi panggilan video, persis seperti pesaingnya Line. Selama ini WhatsApp memang sebatas sebagai pesan instan yang untuk berbagai teks, foto dan video. Namun ada pula fungsi tambahan berupa voice call yang membuat penggunanya bisa saling berbicara melalui jalur data. Satu-satunya yang kurang dari WhatsApp adalah panggilan video. Padahal fungsi ini sudah mulai banyak dipakai oleh aplikasi sejenis, Line, KakaoTalk, Google Hangout, bahkan iMessage buatan Apple. Di WhatsApp versi baru kabarnya akan hadir fungsi panggilan video. Pengguna nantinya dapat memilih untuk melakukan panggilan video dengan menggunakan data seluler atau koneksi wifi. Akan ada jedela kecil pada bagian sisi atas panggilan video yang menampilkan gambar pengguna yang melakukan panggilan video. Selain itu, pengguna juga bisa memilih untuk menggunaka kamera depan atau belakang saat melakukan panggilan video. Bocoran fungsi baru ini sudah beredar luas di Internet. Bahkan situs International Business Times, mengunggah screenshot yang diklaimnya sebagai interface saat pengguna melakukan panggilan video lewat WhatsApp. Fungsi baru ini kabarnya akan tersedia di WhatsApp versi 2.12.16.2. untuk iOS. Sementara untuk Android baru akan menyusul beberapa saat setelahnya. Selain itu, fitur terbaru lainnya yang akan segera diperkenalkan oleh WhatsApp yaitu 'multiple tab' atau tampilan beberapa jendela percakapan yang memungkinkan pengguna lebih mudah berpindah dari percakapan yang satu ke percakapan dengan orang lainnya.
  14. c0d1ng

    Google Drive Akan Ada di Whatsapp

    Inilah bentuk kerjasama 2 perusahaan besar yang berdampak positif bagi para penggunanya di seluruh dunia. Persaingan di ranah gadget yang semakin ketat juga membawa dampak tersendiri bagi para penggunanya. Meski tak banyak yang mengeluhkan, namun terkadang ada beberapa hal yang akhirnya jadi perhatian pihak Google. Atas dasar itulah Google bekerja sama dengan WhatsApp. Dengan semakin seringnya para pengguna ponsel dan tablet mengganti device mereka dengan yang baru, banyak sekali file yang kadangkala tak ter-backup dengan baik. Salah satunya adalah history percakapan dalam WhatsApp. Hal inilah yang membuat 2 perusahaan besar ini menjalin kerjasama. Duet mereka tertuang dalam masuknya Google Drive pada aplikasi WhatsApp. Benarkah? Ya, saat ini setidaknya terdapat 900 juta pengguna WhatsApp aktif di seluruh dunia. Ketika pengguna berganti device, ada beberapa chat history yang tak ikut 'terpindah' ke handset baru. Hal yang sama juga terjadi pada WhatsApp Media seperti foto, video, bahkan rekaman suara. Jika file tersebut berada pada SD card, maka takkan jadi masalah berarti, namun jika berada di storage ponsel, hal ini tentu saja jadi persoalan. Dengan masuknya Google Drive pada WhatsApp, kini pengguna bisa mem-backup data secara aman, dan mengambilnya kembali saat sudah aktif di device yang baru. Apakah fitur baru ini sudah bisa mulai digunakan? Well, kita tunggu saja kabar lebih lanjut...
  15. WhatsApp masih jadi aplikasi pesan instan terpopuler dengan jumlah pengguna aktif terbanyak setiap bulannya berkat teknologi yang memungkinkan pengguna berkirim pesan tanpa biaya SMS. WhatsApp kini telah memiliki 900 juta pengguna aktif bulanan, menurut sebuah publikasi yang dibuat Jan Koum, pendiri sekaligus CEO WhatsApp. Ini berarti pengguna WhatsApp tumbuh 100 juta sejak Koum mengumumkan jumlah penggunanya yang mencapai 800 juta pada April 2015. WhatsApp telah mengalami pertumbuhan yang konsisten sejak diakuisisi oleh Facebook tahun lalu senilai US$ 19 miliar, yang merupakan salah satu penawaran akuisisi terbesar di Silicon Valley. Pada awal 2015, WhatsApp melaporkan telah memiliki 700 juta pengguna dari sebelumnya 600 juta pada Agustus 2014. Sementara jumlah pengguna Facebook, saat ini tercatat 1,44 miliar pengguna aktif bulanan. Pendiri sekaligus CEO Facebook, mengucapkan selamat kepada Koum dan WhatsApp atas prestasi pertumbuhan yang konsisten dan cepat ini. "Selamat untuk Jan, tim WhatsApp, dan seluruh pengguna pada pencapaian 900 juta pengguna," tulis Zuckerberg di akun Facebook resminya. WhatsApp sejatinya juga bersaing dengan Messenger, aplikasi pesan instan yang dikembangkan oleh Facebook. Sejauh ini WhatsApp masih unggul karena Messenger memiliki 700 juta pengguna. Didirikan pada 2009, WhatsApp dibangun oleh Jan Koum dan Brian Acton yang keduanya merupakan mantan karyawan Yahoo. Kini WhatsApp telah hadir di semua platform ponsel fitur dan ponsel pintar.
  16. Aplikasi messeger WhatsApp merupakan aplikasi chating yang sangat populer untuk pengguna smartphone. Awal tahun 2015 lalu Facebook selaku pemiliki WhatsApp saat ini telah meluncurkan layanan chating WhatsApp melalui browser di komputer. Namun layanan WhatsApp web belum tersedia untuk perangkat iOS. Kini akhirnya WhatsApp untuk sistem operasi iOS datang juga. Pengguna perangkat iPhone kini pun dapat menikmati layanan obrolan WhatsApp melalui komputer. Perlu diketahui, menggunakan WhatsApp di browser tidak jauh berbeda dengan mengunakan perangkat smartphone, hanya saja mungkin mengetik menggunakan keyboard komputer lebih cepat dan nyaman. Atau mungkin menggunakan WhatsApp di komputer lebih efisien saat bekerja ketimbang harus repot membuka ponsel. Fitur WhatsApp web sebelumnya hadir terlebih dahulu pada perangkat Android, Windows Phone, serta Symbian S40, & S60. Menurut laporan dari situs Telegraph (20/08/2015), nantinya layanan WhatsApp web untuk pengguna iPhone akan hadir secara bertahap, dan tidak semua perangkat iPhone mendukung layanan ini, sehingga pengguna perangkat iPhone belum semuanya dapat mengakses layanan WhatsApp web. Bagi pengguna iPhone yang ingin menggunakan layanan WhatApp web dapat mengunjungi situs http://web.whatsapp.com/ pada browser di komputer. Lalu scan kode QR yang muncul pada laman web tersebut menggunakan perangkat iPhone Anda pada pilihan WhatsApp Web. Jika telah tersinkron dengan perangkat iPhone, laman WhatsApp Web akan menampilkan histori obrolan beserta kontak yang terdapat pada WhatsApp di perangkat iPhone. Yang perlu diketahui, layanan WhatsApp Web ini bukan sebuah aplikasi yang berdiri sendiri. Layanan ini tetap membutuhkan koneksi dan perangkat iPhone yang tersinkron juga harus terhubung ke internet. Histori obrolan yang terdapat pada WhatsApp Web nantinya juga akan tersimpan di perangkat iPhone.
  17. Rencana pemerintah Inggris untuk melarang aplikasi bertukar pesan yang terenkripsi digunakan mendapatkan pertentangan. Sejumlah warga Inggris memprotes kebijakan yang tak masuk akal itu. Ini artinya aplikasi apapun yang tak mengizinkan pemerintah Inggris untuk mengintip isi pesannya, maka tak boleh beroperasi. Tentu saja ancaman bagi WhatsApp, iMessage atau Snapchat untuk menjalankan layananya. Dalam sebuah jajak pendapat, tak kurang dari 55 ribu orang mengatakan bahwa mereka tak mendukung pemerintah untuk menjalankan peraturan yang kabarnya siap disahkan dalam waktu dekat tersebut. "Saya tidak perlu menyembunyikan, pemerintah harus berhenti memperlakukan kita semua seperti teroris dan ancaman bagi negara kita. Berkonsentrasilah pada cara menemukan orang-orang yang nyata (berbuat teror)," kata salah seorang warga, seperti dikutip Daily Star. Sementara yang lain mengecam: "Ini adalah hal bodoh, orang memiliki hak untuk menggunakan aplikasi yang ingin mereka gunakan di ponsel miliknya." Penolakan juga terlontar dari mantan wakil perdana menteri Nick Clegg yang menentang aturan tersebut. Dia mengatakan bahwa pemerintah tak seharusnya berbuat demikian. "Kami punya hak untuk menyerang privasi teroris dan orang-orang yang kita berpikir ingin membahayakan kita, tapi kita tidak harus menyamakan bahwa dengan menyerang privasi setiap orang di Inggris. Mereka tidak hal yang sama.," sebutnya. "Ini bukan tidak berbahaya. Ini akan menjadi pergeseran baru dan dramatis dalam hubungan antara negara dan individu." Dilarang karena Teroris Sebelumnya, Pemerintah Inggris berdalih bahwa layanan bertukar pesan dalam keadaan terenkripsi bisa sangat berbahaya. Sistem itulah yang diterapkan oleh WhatsApp cs. Berbicara awal tahun ini Perdana Menteri Inggris David Cameron memperingatkan, "Di negara kita, apakah kita ingin mengizinkan sarana komunikasi antara orang-orang yang kita (pemerintah) tidak bisa membaca?" "Jawaban saya untuk pertanyaan itu adalah tidak ada." "Jika saya Perdana Menteri, saya akan pastikan adanya undang-undang yang memastikan kami tidak mengizinkan bagi teroris mempunyai ruang aman untuk berkomunikasi satu sama lain." Undang-undang yang akan disahkan pada musim gugur ini akan dikenal dengan sebutan 'snooper charter'.
  18. c0d1ng

    WhatsApp dan Messenger Beda Fungsi

    Facebook sebagai jejaring sosial kini memiliki dua aplikasi pesan instan, yakni WhatsApp dan Facebook Messenger. Mark Zuckerberg selalu pendiri dan CEO Facebook menuturkan pandangan terpisah mengenai kedua aplikasi tersebut. Keduanya, WhatsApp dan Facebook Messenger adalah dua layanan pesan instan besar dalam skala dunia, dengan masing-masing pengguna 700 juta dan 600 orang. Zuckerberg mengakui awalnya terkesan agak "berlawan" untuk memiliki dua layanan ini, namun ia mengatakan masyarakat menggunakannya dengan cara yang berbeda. WhatsApp yang telah diakuisisi Facebook pada 2014 sebesar US$ 22 miliar atau setara Rp 268 triliun dianggap sebagai 'alat' yang sangat berguna untuk mengganti pesan teks, ditambah sekarang sudah dilengkapi dengan fitur panggilan suara. Sementara Facebook Messenger dipusatkan untuk tetap terhubung dengan teman-teman di dalam jejaring sosialnya, serta diperkaya dengan layanan transaksi uang. "Fokus Messenger lebih kepada ekspresi dan serangkaian kegunaannya dicocokan dengan platformnya," tutur Zuckerberg, seperti dikutip dari situs Quartz. Pada Maret lalu di acara konferensi pengembang Facebook, perusahaan membuka Messengernya sebagai platform pengembang pihak ketiga agar bisa membuat aplikasi. Kemudian salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton mengatakan aplikasinya tidak akan merilis API yang sama karena timnya sangar berhati-hati terhadap pengalaman pengguna. Sekadar catatan, dari 1,44 miliar pengguna aktif Facebook per bulan, 87 persen mengakses jejaring sosial itu melalui perangkat mobile. Peran Facebook dalam ranah mobile terbilang kencang, 73 persennya menyumbang pendapatan iklan perusahaan. Seperti yang kita tahu, sejauh ini Facebook telah memiliki tiga macam aplikasi mobile, yaitu WhatsApp, Messenger, dan Instagram. Facebook telah menyelesaikan transaksi untuk mengakuisisi WhatsApp pada Oktober lalu dengan harga akhir US$ 22 miliar (Rp 268 triliun), atau naik US$ 3 miliar dari kesepakatan awal, karena kenaikan harga saham Facebook dalam beberapa bulan terakhir. Akuisisi ini menggarisbawahi nilai perusahaan rintisan berbasis digital yang berkembang pesat dan keinginan perusahaan mapan untuk membeli mereka. Untuk Messenger sendiri diluncurkan pada 2011 dan dirancang secara terpisah mulai April 2014. Kala itu, Facebook meminta pengguna untuk memasang aplikasi Facebook Messenger secara mandiri yang memungkinkan untuk berkirim pesan teks, pesan video, pesan suara, dan melakukan panggilan telepon secara gratis.
  19. Akuisisi terhadap WhatsApp menjadi salah satu proses akuisisi terbesar yang dilakukan oleh Facebook. Pada saat proses awal akuisisi tersebut, kedua pihak pun mengungkapkan kalau aplikasi Facebook dan WhatsApp tetap akan berjalan secara independen. Namun pernyataan tersebut nampaknya tak berlaku lama. Facebook saat ini tengah berusaha untuk melakukan proses integrasi WhatsApp kepada aplikasi Facebook miliknya. Sebagai langkah awal, proses integrasi ini dilakukan pada aplikasi Facebook Android. Bahkan Geektime pun menyebut kalau Facebook Android versi 31.0.0.7.13 yang belum secara resmi diluncurkan adalah perwujudan dari integrasi WhatsApp ke Facebook. Dalam versi Facebook Android tersebut, para pengguna Facebook bakal bisa melakukan update status secara langsung menggunakan aplikasi WhatsApp. Aplikasi inipun bakal dilengkapi dengan tombol khusus yang memungkinkan para pengguna Facebook untuk melakukan hal tersebut. Dan tak menutup kemungkinan kalau integrasi yang dilakukan selanjutnya bakal lebih dalam lagi.
  20. KakaoTalk tidak peduli dengan popularitas yang didapatkan dari pesaingnya di pasar aplikasi pesan instan. Di Indonesia, KakaoTalk memang tidak terlalu ngoyo dengan kompetisi tersebut, khususnya dalam hal kejar mengejar angka pengguna. "Kami sih tidak peduli jika aplikasi pesaing lebih punya banyak pengguna. Kami di sini hadir untuk mengembangkan apa yang akan kami berikan untuk pengguna setia agar KakaoTalk tetap bermanfaat secara berkelanjutan," tutur Khiko Rayesmara selaku Marketing Manager Daum kakao Indonesia. Pengguna setia atau loyal users sangat penting bagi KakaoTalk. Khiko mengakui, timnya fokus pada pengembangan tren di Indonesia yang kira-kira bisa menarik minat loyal users dan mengoptimalkannya agar sifatnya tidak temporary alias sementara. "Kami tidak peduli soal pertumbuhan pengguna. Sehingga kami fine-fine saja dengan persaingan yang ada karena kami di sini ingin merangkul loyal users agar tetap gunakan KakaoTalk untuk terhubung dengan sesama," lanjutnya. Aplikasi instan seperti WhatsApp dan Line yang memang telah menjamur di masyarakat Indonesia malah dianggap Khiko sebagai acuan untuk terus memproduksi layanan sebaik mungkin untuk para loyal users. "Kami sudah raih 18 juta pengguna, dari situ saja kami sudah senang dan puas. Kami tak agresif soal target pengguna, kami hadir bukan untuk berlomba banyak-banyakan user," ungkap Khiko. Di Indonesia, WhatsApp mengalami kenaikan jumlah pengguna hingga 133 persen sejak tahun 2013, membuatnya menjadi aplikasi pesan instan terlaris. Berdasarkan hasil survei GlobalWebIndex, WhatsApp menempati posisi teratas dengan angka 54 persen dari total keseluruhan pengguna aplikasi pesan instan di Indonesia. Sementar Line sendiri memiliki 500 juta pengguna terdaftar di mana 170 jutanya adalah pengguna aktif tiap bulan.
  21. Sam

    Telepon Pakai WhatsApp

    WhatsApp baru saja merilis versi final dari fitur panggilan telepon untuk pengguna Android. Ini menambah panjang aplikasi pesan instan yang bisa melakukan telepon berbasis internet. Untuk mengunakan fitur voice di WhatsApp ini sangat mudah. Bila sebelumnya hanya terbatas untuk beberapa pengguna saja, kini pengguna layanan milik WhatsApp bisa menggunakannya asal berjalan di atas sistem operasi Android. Langkah awal, tentu saja pengguna WhatsApp harus berada di update terbaru yakni di versi 2.12.5. Bila belum berada di versi ini, tentu saja pengguna perlu melakukan pembaruan yang sudah tersedia di Play Store. Setelah melakukan pembaruan, akan ada sedikit perubahan dari sisi antarmukanya. Tidak hanya tab 'chats' dan 'contacts', karena di bagian sisi paling kiri terdapat juga tab 'calls'. Memulai panggilan telepon cukup sentuh tab 'calls' lalu tekan tombol 'New call' yang berada di bagian kanan atas. Di bagian tab ini terdapat sejumlah kontak dalam daftar WhatsApp pengguna. Sekedar diketahui, kontak yang berada daftar adalah yang sudah menggunakan versi terbaru dari WhatsApp ini. Karena, syarat utama untuk bisa melakukan panggilan adalah sama-sama berada di versi terakhir. Ketika berada di jaringan WiFi, tentu saja konektivitas yang ditawarkan stabil. Tidak ada delay atau noise berarti, semuanya jernih seperti menelpon cara konvensional. Pun begitu, ketika berada di jaringan seluler, panggilan telepon WhatsApp tak mengalami kendala berarti. Malahan terkadang bisa mendapatkan suara yang jernih walau sedikit delay, saat berada di posisi 2G. Agak sedikit menganggu adalah tidak adanya pilihan untuk memilih fitur calling ketika menekan foto akun yang dituju. Sehingga potensi salah pencet besar kemungkinan akan terjadi. Secara keseluruhan, fitur WhatsApp ini sangat menarik dan menambah daftar panjang fitur di layanan tersebut setelah bisa ber-chit chat melalui dekstop.
  22. Tidak ada yang salah dengan handphone Anda. Jangan mencoba untuk menyesuaikan preferensi. Mereka bisa melihat semuanya dan mendengar semuanya. Mereka dapat melihat gambar Anda, pesan Anda, status Anda ... bahkan ketika Anda berpikir privasi Anda ketat. Anda akan kaget jika Anda mengetahui hal yang namanya ... WhatsSpy-Public App. Pada bulan Februari 2014, WhatsApp menginformasikan bahwa mereka memiliki lebih dari 450 juta pengguna per bulan. Dalam waktu 8 bulan jumlah itu telah meningkat menjadi lebih dari 600 juta, sehingga aplikasi Whatsapp mnjadi yang paling populer di dunia. Pada bulan November 2014, mereka bermitra dengan Whispersystems.org untuk menawarkan end-to-end enkripsi. 3 bulan setelah itu, siapa pun dapat memata-matai orang lain menggunakannya. Begitu banyak untuk enkripsi. Tidak, sistem mereka belum hack atau menyerang dan tidak ada jutaan informasi pribadi pengguna hilang. "Ini bukan sebuah 'hack' atau 'mengeksploitasi' tapi hal itu rusak oleh desain." Apakah itu dibuat dengan sengaja, atau mungkin hanya pengawasan? Mungkinkah sepertinya Facebook menghabiskan 19 miliar dolar untuk barang-barang yang rusak. Dibuat oleh Maikel Zweerink, seorang mahasiswa yang belajar tentang keamanan cyber di Belanda, WhatsSpy-Publik mengeksploitasi isu utama melalui privasi WhatsApp. Dalam kata-katanya sendiri, Zweerink mengatakan: "WhatsSpy-Public adalah sebuah aplikasi web yang berorientasi melacak setiap gerakan dari siapa pun yang Anda ingin dilacak. Aplikasi ini adalah sebagai bukti konsep kalau Whatsapp sudah rusak dalam hal privasi." Meskipun tampaknya tidak menjadi 'real time' tracker (melacak secara langsung), mengingat fakta sederhana tentang bagaimana bebas dan terbuka bahwa orang mengutarakan pikiran dan rahasia didalam sebuah tulisan, itu akan sulit bagi orang lain untuk mengetahui kehidupan mereka? Tapi setelah semuanya di setup/dikonfirgurasi, pengguna dapat melacak status, gambar, pengaturan privasi pengguna lain dan pesan bahkan sampai melebihi ke tingkat keamanan / privasi tertinggi. Aku bahkan tidak bisa mulai menebak berapa menakutkan ini bisa terjadi untuk beberapa orang yang menyadari, terutama dalam situasi 'buruk' atau ketika sudah terlacak. Mengapa seperti tindakan ekstrim untuk membawa ini semua cahaya? Pertama, tidak ada uang yang terlibat dan yang kedua, software ini gratis (yang membuat ini bahkan lebih menakutkan). Dia ingin membuat orang menyadari masalah ini. Zweerink menyatakan bahwa ia mencoba untuk membuat blog tentang apa yang ia temukan dan ia menulis terus tentang hal ini namun postingannya selalu bertanda SPAM. Jadi ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan dampak dari cacat privasi dalam Whatsapp ini daripada privasi orang-orang akan tersebar luas? Saat tulisan ini dirilis, hal yang dibuat Zweerink telah menjadi berita global. Mari kita lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaikinya. Jika tidak, (coba untuk tetap berpikiran terbuka) apakah ada sesuatu yang positif untuk alat ini dapat digunakan dengan benar?
  23. Whatsapp Kabar mengenai fitur panggilan suara pada WhatsApp memang telah beredar sejak tahun lalu, namun fitur ini belum diluncurkan dan diperkenalkan secara resmi. Kini beredar kabar bahwa WhatsApp tengah melakukan uji coba pada beberapa pengguna. Hal ini terungkap setelah seorang pengguna Reddit bernama Pradnesh07 mempublikasi tangkapan layar (screenshot) yang memperlihatkan fitur panggilan suara pada WhatsApp. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa antar muka WhatsApp terbagi menjadi tiga bagian yaitu panggilan, chatting dan kontak. "Seorang teman memanggil saya dan saya harus menerima panggilan telepon (melalui WhatsApp) tersebut dan aplikasi tertutup secara tiba-tiba," katanya dikutip dari Techno Buffalo. "Beberapa orang melaporkan fitur ini dapat diaktifkan setelah melakukan pemasangan ulang aplikasi," lanjutnya. Ia juga menambahkan bahwa WhatsApp tengah melakukan uji coba fitur panggilan suara melalui beberapa pengguna di India. Jika laporan tersebut benar, maka dapat dipastikan fitur panggilan suara akan segera muncul dalam beberapa waktu mendatang. Sayangnya, tahap uji coba ini hanya dapat dinikmati oleh pengguna WhatsApp untuk Android. Fitur panggilan suara melalui WhatsApp memang telah dijanjikan akan hadir pada kuartal kedua 2014 lalu. Namun CEO WhatsApp, Jan Koum mengatakan bahwa perusahaan menemui kendala teknis sehingga harus menunda peluncuran hingga 2015. Perusahaan yang kini telah dimiliki oleh Facebook itu mengatakan akan mengoptimalkan layanan sehingga dapat digunakan pada segala jenis perangkat hingga ponsel berbasis 2G.
  24. Facebook semakin melebarkan sayapnya. Setelah membeli Instagram, kini raksasa jejaring sosial itu membeli WhatsApp senilai US$ 19 miliar, atau setara dengan Rp 209 triliun (kurs Rp 11 ribu). Uangnya dari mana ya? Untuk perusahaan sekelas Facebook sekalipun jumlah uang itu sangat besar dan sayang jika harus dihabiskan untuk membeli hanya satu perusahaan. Opsi pinjaman juga terbuka lebar untuk perusahaan sekelas Facebook, tapi perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu memilih cara lain. Facebook hanya akan membayar tunai sebesar US$ 4 miliar, lalu sebesar US$ 12 miliar dalam bentuk kepemilikan saham di Facebook. Nah, US$ 3 miliar sisanya diberikan khusus kepada para pendiri WhatsApp termasuk CEO Jan Koum. Dengan kepemilikan saham itu, Jan akan masuk ke jajaran direksi Facebook. WhatsApp, si aplikasi pengirim pesan lintas platform, saat ini melayani 450 juta pengguna setiap bulannya. Sekitar 70% di antaranya termasuk pengguna aktif. Jika dihitung per hari, dilaporkan ada lebih dari 1 juta pendaftar baru di layanan WhatsApp. Meski sudah diakuisisi, WhatsApp bakal tetap beroperasi secara independen dan menggunakan brand yang sudah dirintisnya. Dengan dibelinya WhatsApp, tentu saja Facebook semakin meraksasa. Sebelumnya, situs yang dirintis Mark Zuckerberg itu telah mengakuisisi Instagram senilai US$ 1 miliar pada tahun 2012.
  25. qbonk

    Ini cara mobile chat dapat keuntungan

    Apakah ente pengguna mobile chat? Pengguna smartphone seperti BlackBerry sudah pasti aktif menggunakan aplikasi chat-nya yang sangat populer, BBM. BBM adalah salah satu dari sekian banyak aplikasi mobile chat yang bermunculan akhir-akhir ini. Lihat saja iklan internet dan TV, nama-nama aneh mulai dikenal orang, contoh KakaoTalk, WeChat, Whatsapp, atau Line dan masih banyak lagi. Yang mengherankan, aplikasi ini dengan cepat bisa mendapatkan jutaan pengguna, bahkan banyak orang menggunakan lebih dari DUA aplikasi chat. Mengapa begitu banyak perusahaan berlomba-lomba mengembangkan aplikasi chat? Apakah model bisnisnya dan bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan dari chat yang serba gratis? Pengguna ponsel mengalami pergeseran cara menggunakan ponsel. Dulu di zaman awal ponsel, fungsi utamanya adalah buat menelepon. Produsen ponsel besar seperti Nokia, Siemens, Ericsson pada waktu itu membuat produk yang difokuskan pada kenyamanan bertelepon. Keypad dibuat berbasis angka, supaya dengan mudah bisa memasukkan nomor telepon. Hari ini angka bukan lagi tombol dominan dalam sebuah smartphone, fokusnya sudah di QWERTY karena penggunanya berpindah dari kebiasaan menelepon menjadi kebiasaan mengirim pesan. Menurut beberapa survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga riset internasional, peringkat pertama penggunaan smartphone adalah buat chat, peringkat kedua buat akses internet dan baru kemudian buat telepon. Telepon sudah bukan kepentingan utama, kebanyakan hanya dipakai apabila ada hal-hal yang sangat penting atau yang sulit dijelaskan dengan bahasa tulisan. Mungkin waktunya ganti nama dari telephone menjadi telechat. Kebiasaan baru ini memberikan peluang bagi perusahaan online buat memasarkan aplikasi chat. Dulu chat dilakukan melalui SMS yang bertarif Rp 300 per pesan yang dikirim, tetapi sekarang meterannya sudah beda, gak lagi per pesan yang dikirim, melainkan dihitung berdasarkan jumlah transfer data yang dipakai. Bahkan di BlackBerry, chat sudah dianggap gratis karena sudah termasuk paket abonemen bulanan. Di sini ada peluang bagi perusahaan pembuat aplikasi chat buat melakukan negosiasi dengan operator seluler, yaitu dengan meminta bagian dari pembayaran data yang dipakai oleh pengguna smartphone. Setiap chat yang dikirim atau diterima dikenakan biaya data/internet yang dihitung per KB, biaya inilah yang diminta buat dibagi antara operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL dengan pembuat aplikasi chat. Tapi gak semua aplikasi mobile chat meminta bagian keuntungan dari biaya pemakaian internet, tentunya tergantung seberapa populer layanan chat tersebut. Whatsapp mempunyai pendekatan yang beda dengan aplikasi mobile chat lain. Aplikasi ini berbayar. Harganya USD 0,99 per nomor telepon, per tahun atau sekitar Rp 11.000 buat pemakaian setahun dengan catatan ente gak ganti nomor telepon. Jika ente merasa gak pernah bayar buat menggunakan Whatsapp, hal itu karena di tahun pertama apps tersebut masih gratis, baru di tahun kedua bakal dikenakan biaya. Saat ini Whatsapp mengklaim ada 300 juta pengguna aktif, berarti mereka mempunyai peluang mendapatkan penghasilan setahun USD 300 juta atau setara dengan Rp 3 triliun. Perusahaan ini menjanjikan bahwa mereka gak bakal pernah menampilkan iklan di dalam aplikasi mereka, karena user sudah bayar buat menggunakan Whatsapp. Lain halnya dengan Line buatan Naver Corporation Korea yang dominan di Jepang. Line mendapatkan penghasilan dari jualan digital goodies, seperti stiker mereka yang digemari usernya di Indonesia. Stiker tersebut banyak yang disediakan gratis, tetapi ada yang premium dengan harga mulai dari Rp 15.000. Selain itu Line juga memperoleh penghasilan dari LINE Games yang menjual konsep freemium yaitu semua serba gratis tapi ada bagian yang berbayar. Line juga menyediakan layanan video call yaitu telepon dengan tatap muka, tetapi gak menggunakan jalur telepon melainkan memakai jalur data, yang berarti lebih banyak kuota data yang bakal terpakai. Ini memberikan peluang buat mendapatkan penghasilan dari pembagian biaya data dari operator seluler. Aplikasi Line gratis buat di-download dan dapat digunakan tanpa dikenakan biaya selain biaya data/internet dari operator seluler. Naver perusahaan pencipta Line sukses di Jepang, tapi kalah telak di negaranya sendiri oleh KakaoTalk yang saat ini adalah aplikasi mobile chat nomor satu di Korea Selatan. Kakao Corp mengklaim perusahaannya sudah mencapai BEP (Break Even Point) dan sudah mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile chat mereka. Bisnisnya menjual freemium mobile game seperti halnya Line dan jualan emoticon/emoji. Selain itu Kakao juga menggali potensi mobile commerce yaitu pembelian barang di mobile, seperti contohnya: gift cards dan kupon diskon. Mobile commerce bakal menjadi satu peluang bisnis besar karena trend user buat membeli barang di toko online semakin hari semakin naik. Kelihatannya selain model bisnis yang ada di atas, masih ada peluang buat mendapatkan keuntungan besar di bisnis mobile chat ini, yang jelas bakal besar adalah dari mobile advertising. Jumlah user yang sangat besar disertai dengan banyaknya waktu yang dihabiskan user buat chatting bakal menarik perhatian pemilik brands buat mengiklankan produknya. Usaha online adalah usaha burung walet, semakin banyak burungnya semakin besar keuntungan dari liurnya. Di bisnis online, semakin banyak usernya, semakin banyak keuntungan yang bisa didapat. Bedanya kalau walet berliur sendiri, tetapi pengusaha online harus kreatif memikirkan apa yang bisa jadi penghasilan.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi