Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'wasit'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Kekacauan terjadi pada Pertandingan Liga Super Turki antara Trabzonspor vs Fenerbahce, Minggu (24/4/2016) waktu setempat. Pendukung Trabzonspor masuk ke lapangan dan menyerang wasit pada pertandingan tersebut. Akibatnya pertadingan tersebut harus dihentikan pada menit 89. Fenerbahce yang bermarkas di Istanbul dan tengah berada pada urutan kedua dalam klasemen tengah memimpin 4-0 berkat gol-gol Alper Potuk, Volkan Sen, Nani dan Robin van Persie. Setelah pendukung Trabzonspor menyerbu masuk lapangan, salah seorang dari pendukung itu mengambil kaki seorang hakim garis dan kemudian menendangnya serta meninjunya sampai kemudian petugas keamanan datang menyelamatkannya. “Penggemar Trabzonspor membanjiri lapangan dan menyerang wasit. Pertandingan ditetapkan berakhir 4-0 untuk kemenangan Fenerbahce,” tulis Fenerbahce dalam Twitter. “Setelah penggemar masuk lapangan dan memukuli hakim garis, wasit-wasit lainnya bergegas ke ruang ganti.” Tidak ada komentar apa pun dari Trabzonspor. Berikut video kerusuhan laga Trabzonspor vs Fenerbahce: https://youtu.be/XfybHFpokyU
  2. Ketua FA, Greg Dyke, berharap penggunaan teknologi video segera diterapkan. Asosiasi Sepak Bola Inggris tertarik untuk menguji coba penggunaan rekaman video dalam pertandingan di Inggris, kata ketuanya. Greg Dyke menyatakan, "Saya ingin sekali melakukan uji coba itu di Inggris," katanya. Namun, katanya lagi, "FIFA dapat menghentikan kita dari uji coba tersebut." Asosiasi Sepak Bola Belanda, KNVB, sudah mengujicoba penggunaan tayangan ulang video untuk membantu wasit, dan menghendaki agar teknologi itu dipakai di pertandingan kompetisi. Namun pertemuan regulator sepak bola pekan ini memutuskan untuk menunda pelaksanaannya hingga 12 bulan ke depan. International Football Association Board (UFAB) yang merupakan pembuat peraturan tertinggi dalam sepak bola memutuskan untuk mempelajari lebih jauh penggunaan teknologi video. Kontroversi terakhir Dalam pertandingan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu, kontroversi terjadi ketika pemain Sunderland, Wes Brown diusir wasit karena melanggar pemain Manchester United Radamel Falcao. Pemain Sunderland, Wes Brown, diberi kartu merah oleh Roger East, sementara televisi memperlihatkan pelanggaran dilakukan rekannya, John O'Shea. Gambar di televisi memperlihatkan pelanggaran itu dilakukan oleh rekan setim Brown, John O'Shea. Sekalipun demikian, badan perwasitan Inggris, Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) mengeluarkan pernyataan yang mendukung keputusan wasit untuk mengusir Brown. Menanggapi insiden tersebut, Ketua FA menyatakan, "Jika Anda dapat membantu wasit dengan teknologi video, maka seharusnya hal itu dilakukan." Ia juga menyatakan, "Saya mengerti bahwa kita tak boleh tergesa melakukan perubahan, tetapi kita harus mulai melakukan uji coba untuk melihat apa yang bekerja dan apa yang tidak."
  3. Setiap pemain bola profesional yang pernah ada di dunia ini pasti memimpikan untuk bisa bertanding di ajang Piala Dunia. Walaupun Indonesia belum pernah berkesempatan ikut hadir di pesta empat tahunan tersebut, - dalam hal ini, dengan tidak mengindahkan keikutsertaan Tim Hindia Belanda yang pernah ikut di event tersebut, karena pada saat itu, nama Indonesia belumlah diakui sebegai negara yang merdeka -, namun untuk seorang wakil, kita sebelumnya sudah pernah mempunyai seorang duta di dalam ajang tersebut. Tapi itu bukan berupa sebuah tim kesebelasan, melainkan seorang pengadil lapangan. Adalah Sofa Sumarsono, yang dalam sebuah pertandingan Piala Dunia U-20 1997 (World Youth Championship) di Malaysia menjadi seorang asisten wasit. Itu juga adalah untuk pertama kalinya Indonesia menyumbangkan seorang wasit untuk pertandingan di level Piala Dunia. Pada saat itu, Sofa masuk sebagai suplai delapan asisten wasit tambahan yang dipilih dari berbagai negara Asia. Selain itu, Thailand, Singapura, Filipina, sampai Brunei Darussalam juga ikut mengirim. Sofa sendiri, merupakan wasit yang malang-melintang di sepakbola Indonesia sejak 1990-an sampai 2000-an. Ia menapaki karir dari Divisi Utama hingga akhirnya jadi pilihan di Liga Super Indonesia (ISL). Setelah Sofa Sumarsono, belum ada lagi wasit Indonesia yang dipercaya memimpin atau menjadi asisten di level Piala Dunia. Oleh karena itu, Komite Wasit PSSI pun coba meningkatkan kualitas para pengadil lapangan hijau Tanah Air agar bisa mengulang atau melebihi prestasi Sofa Sumarsono. “Sudah cukup lama sejak 1997 Sofa Sumarsono, sekarang dia saja sudah pensiun dan jadi pengawas pertandingan. Makanya, kita ingin meningkatkan kualitas wasit-wasit kita,” terang anggota Komite Wasit, Jimmy Napitupulu dalam mengangankan harapannya. Dan inilah sosok Sofa Sumarsono yang sekarang, ia masih suka olahraga walaupun staminanya sudah tidak seperti dulu lagi. Sofa Sumarsono dengan sang istri
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy