Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'walt disney'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Selama ini kita udah sering banget denger Walt Disney yang merajai perkartunan dunia. Sampe ada juga orang-orang yang terlalu banyak baca teori konspirasi yang seenaknya bilang kalau sebenernya Walt Disney punya misi buat bikin anak-anak sedunia terbius terus jadi bodoh gara-gara nonton kartun. Satu pesan dari kami: ya kaliii. Oke, buat nambah-nambah pengetahuan kamu, kamu, dan kamu soal film-film Walt Disney, kita mau kasih rekomendasi beberapa film Walt Disney yang enggak begitu populer di khalayak ramai, tapi begitu populer buat orang-orang tertentu yang emang suka dengan jenis film kaya gini. Ternyata Walt Disney enggak cuma seputar Mickey Mouse dan temen-temennya doang. Kami akan kasih tau lebih jelasnya! Fantasia (1940) Ini adalah film yang dibuat oleh Walt Disney pas dia ingin memperkenalkan jenis seni surrealis ke orang-orang. Makanya, di filmnya yang ini enggak ada jalan ceritanya. Yang ada cuma alunan musik dari orchestra yang dipimpin oleh Leopold Stokowski. Nah di film ini, kamu bakal tau kalau karakter Mickey Mouse yang pake topi biru, yang ada di The Sorcerer’s Apprentice itu awal mulanya dari tahun 1940 ini. Salah satu produksi Walt Disney yang beda banget sama film-film yang biasanya kamu tonton. Nih spoilernya: Destino (2003) Sebenernya film ini adalah uji coba lainnya dari Walt Disney buat memperkenalkan seni dengan genre surreal ke orang-orang. Makanya, di tahun 1945, Walt Disney mengajak artist surrealist paling terkenal sepanjang masa, Salvador Dali untuk ikut ke dalam proyek ini. Sayangnya, setelah 3 tahun, divisi ini ditutup karena menurut divisi lainnya di Walt Disney, yang mengurusi masalah uang, Walt Disney dengan tema surreal enggak menjual. Setelah berpuluh-puluh tahun hasil dari proyek antara Walt Disney dan Salvador Dali diabaikan, sepupu Walt Disney, Ron Edward Disney, akhirnya memulai kembali proyek ini dan menghasilkan Destino. Di karya ini, ada hasil karya tangan asli Salvador Dali yang bisa kamu nikmati lho. Menurut kami sih film pendek ini Dali banget!! Suka!! Nah, film pendek ini bisa langsung kamu tonton di link di bawah ini. Pesan dari kami, enggak usah terlalu banyak mikir soal alur ceritnya, nikmatin aja visualnya. The Story of Menstruation (1946) Selain membuat kartun-kartun lucu dengan jalan cerita yang pas buat semua umur, Walt Disney juga sangat concerned terhadap pendidikan dasar buat anak-anak lho. DI tahun 1946, Walt Disney membuat film yang khusus diproduksi buat ngajarin anak-anak cewek apa itu menstruasi, dan mesti gimana ketika menstruasi itu dateng. Diceritain dari awal kenapa bisa terjadi menstruasi di tubuh wanita, apa yang menyebabkan, dan sampe kegiatan apa aja yang sesuai kalau cewek-cewek ini lagi dateng bulan biar ngamuknya enggak kena ke semua orang. Sayangnya, film ini dilarang beredar. Padahal isinya edukatif banget dan enggak ada yang vulgar sama sekali. Kayanya pada jaman itu, pendidikan yang berbau seksual masih tabu banget. Makanya dilarang beredar. Nih, film yang durasinya cuma 10 menit-an itu. Selamat menikmati! The Hobbit Jauh sebelum The Hobbit dibikin versi 3D-nya sama Peter Jackson, Walt Disney udah memperkenalkan novel yang susah dibaca ini ke anak-anak sebagai campaign untuk membudayakan membaca di kalangan anak-anak. Nah, di sekitar tahun 1950an, Walt Disney ngebuat satu paket piringan hitam buat ngedengerin buku bergambar tentang The Hobbit ini. Sayangnya, produknya yang ini kurang lama ada di pasaran, meskipun laku, karena lebih laku lagi kalau Walt Disney-nya produksi dalam bentuk film dan animasi. Bisa buat koleksi nih produk Walt Disney yang ini. Donald Duck – Der Fuehrer’s Face (1942) Ya jelas aja film ini dilarang beredar. Lagi panas-panasnya perang dunia 2 tiba-tiba Walt Disney ngebuat film yang bercerita tentang gimana kalau Donald Duck jadi Nazi. Bagai memberikan alkohol di luka yang mengaga. Bikin orang yang sakit jadi teriak. Nih kalau kamu mau liat gimana jadinya: Ngerti banget sekarang kenapa Walt Disney macam punya kehidupan sendiri? Kerajaan sendiri? Karena emang dia punya kehidupan sendiri banget sih! Enggak cuma seneng-seneng aja lewat kartunnya, tapi juga mengedukasi. Selamat mencari tahu!
  2. Sam

    Up (2009 film)

    Masih inget gak ndral film animasi yang namanya up? Yuk diinget lagi film yang dipublikasikan tahun 2009 ini. Yuk ndral mari kita review film ini dan kita lihat ulang ceritanya. Cerita dari film Up: Carl Fredricksen adalah bocah pendiam yang bersahabat dengan cewek tomboy bernama Ellie, yang ternyata sama-sama mengidolakan Charles Muntz, seorang penjelajah. Kemudian Carl dan Ellie menikah. Kehidupan mereka yang diperlihatkan tanpa adegan berbicara terlihat sangat bahagia, dengan musik yang ceria dan obsesi pertama mereka adalah memiliki anak. Setelah mempersiapkan segalanya, kenyataan berubah ketika Ellie dinyatakan oleh dokter bahwa ia tidak dapat hamil. Sesaat musik menjadi lebih lambat dan sedih, namun kembali menjadi semangat saat Carl dan Ellie berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk terbang ke Paradise Falls, tempat Charles Muntz tadi. Namun, tetap saja halangan selalu muncul sehingga mereka selalu memakai uang dari tabungan tadi, sampai akhirnya mereka berdua menjadi kakek-nenek. Carl, yang menyadari obsesi mereka belum tercapai membeli tiket ke Amerika Selatan, dan ingin memberikan kejutan untuk Ellie. Namun, sebelum impiannya tercapai, Ellie terlebih dahulu meninggal dunia. Hal ini menyebabkan Carl benar-benar kehilangan semangat hidup dan menjadi pendiam dan tertutup. Pagi itu, seperti biasanya Carl bangun pagi dan menjalankan aktivitasnya. Ia keluar, duduk di kursi rumahnya yang telah dikelilingi sebuah pekerjaan konstruksi, mengisyaratkan bahwa rumahnya juga akan digusur sebentar lagi. Ia pergi untuk mengecek kotak surat, dan sempat berbincang-bincang dengan salah satu pekerja konstruksi. Saat sedang menonton TV, ia bertemu dengan Russell, seorang pramuka yang bersemangat dan akan membantunya melakukan apa saja. Setelah ditipu oleh Carl, Russell pergi dan Carl melihat kotak suratnya hampir lepas karena ditabrak sebuah tronton. Carl marah dan memukul salah satu petugas, yang melukai kepalanya membuatnya diseret ke pengadilan dan akhirnya hak untuk rumah dan tanahnya jatuh ke tangan bos dari pekerja konstruksi tadi. Setelah itu, ia dikabarkan bahwa besok pagi akan dijemput oleh panti jompo. Saat ia akan membereskan pakaiannya, ia melihat buku petualangan dari Ellie dan menyadari apa yang tidak dilakukannya. Malam berlalu dan pagi datang. Petugas panti jompo telah siap di depan rumah Carl, dan Carl meminta sedikit waktu untuk berpamitan pada rumahnya. Saat petugas tadi menuju mobil, ternyata rumah Carl telah dipasangi sepuluh ribu balon gas helium, tekanan balon yang sangat kuat membuat retakan di seluruh bagian bawah rumah, dan menerbangkan rumah tersebut. Carl bersuka cita karena ia berhasil memindahkan rumahnya dan Ellie dan bersiap untuk terbang ke Paradise Falls. Saat sedang santai di dalam rumahnya, ia terkejut mendengar ketukan pintu yang sama saat Russell datang tadi. Ia sempat tidak mengacuhkannya, namun akhirnya ia buka pintunya dan menyadari bahwa Russell benar-benar terbawa bersamanya. Dan dimulailah petualangan mereka, pertama mereka menghadapi sebuah awan hujan dan petir, yang menyebabkan Carl pingsan. Setelah ia sadar, ia tahu bahwa ia telah sampai di Paradise Falls, namun tidak bisa kembali ke dalam rumahnya karena ia terjatuh. Lalu ia dan Russell berjalan sambil membawa rumah tersebut dengan menariknya dengan tali menuju ke tengah-tengah Paradise Falls, tempat di mana dia dapat melihat air terjunnya jatuh secara nyata. Di hutan, Russell menemukan Kevin, seekor burung raksasa yang menyerupai burung unta, dan mereka menjadi sahabat baik karena Kevin menyukai cokelat, dan Russell punya banyak coklat. Carl sempat tidak menyukai Kevin, sampai ia bertemu lagi dengan Dug, seekor anjing yang dapat bicara dengan sebuah translate collar. Mereka berempat mengalami petualangan, sementara Doug mempunyai tiga teman (atau musuh) anjing yang diberi nama Alfa, Beta, dan Delta. Lalu Carl tahu bahwa yang mempunyai Doug, Alfa, Beta, Delta, dan anjing-anjing lainnya adalah Charles Muntz, pahlawannya dari kecil. Charles Muntz yang diusir oleh masyarakat kota tempat asalnya karena telah dianggap menyebarkan berita bohong tentang makhluk asing dari Paradise Falls, yang ternyata bukannya kebohongan, ia mempunyai susunan tulang tersebut, dan akhirnya Carl menyadari bahwa tulang tersebut sangat mirip dengan Kevin. Saat Charles Muntz tahu bahwa Carl memiliki Kevin, ia menyuruh anjing-anjingnya untuk mengejar Carl dan Russell serta Kevin yang melarikan diri. Mereka sempat akan tertangkap, namun gagal tertangkap karena bantuan dari Doug. Setelah sempat selamat, Charles Muntz benar-benar menyudutkan mereka dan berhasil mendapatkan Kevin, sementara Carl memutuskan untuk tidak menyelamatkan Kevin dan tinggal di Paradise Falls. Carl, yang kembali menemukan buku petualangan dari Ellie, melihat bahwa kali ini yang dilakukannya juga salah, saat ia melihat berbagai foto-fotonya dan Ellie saat mereka masih bersama. Lalu ia melihat tulisan Ellie "Thanks for the adventure. Got a New one! Ellie." dan sadar bahwa ia harus menyelamatkan Kevin. Ia lalu keluar untuk bicara dengan Russell yang kesal terhadapnya, namun ternyata Russell sudah pergi duluan mengejar kapal raksasa Muntz dengan balon-balon dari rumah Carl. Carl berusaha menyusul Russell, yang ternyata di sana tertangkap oleh Muntz. Setelah menyelamatkan Russell, ia menyelamatkan Kevin, namun bertarung dengan Muntz. Setelah Russell membawa rumah Carl ke atas kapal raksasa tempat Carl, Kevin dan Doug berada, mereka bersiap untuk pergi, namun Muntz menembaki balon di rumahnya dengan senapan. Carl tidak dapat bergerak karena ia menahan tali rumah tersebut, namun setelah ia mengecoh Muntz, ia menyuruh Russell, Kevin dan Doug untuk berpegangan di tali yang ia pegang, sementara Muntz jatuh dari ketinggian, menyebabkan kematiannya. Mereka bersuka cita karena berhasil membuat Muntz kalah, namun Carl merasa sedih karena rumahnya dan Ellie jatuh dari ketinggian tersebut. Russell dan Carl, pulang ke tempat asalnya dengan kapal raksasa Muntz dan mereka menghadiri upacara yang diikuti Russell. Russell mengangkat Carl sebagai ayah angkatnya, sementara Kevin sudah pulang ke tempat asalnya dan Dug menjadikan Carl sebagai pemilik barunya. Mereka makan es krim di kedai es krim, sambil bermain-main menebak warna mobil. Dug, Carl, dan Russell hidup bahagia, sementara saat kembali ke Paradise Falls, rumah Carl dan Ellie mendarat dengan sempurna di Paradise Falls, tepat seperti yang mereka impikan. Sutradara: Pete Docter Asisten Sutradara: Bob Peterson Produser: Jonas Rivera Produser Eksekutif: John Lasseter dan Andrew Stanton Penulis Skenario: Bob Peterson dan Pete Docter Cerita: Pete Docter, Bob Peterson, Thomas McCarthy Pemeran: Edward Asner, Christopher Plummer, Jordan Nagai, Bob Peterson, Delroy Lindo, Jeromy Ranft, John Ratzenberger dan Elie Docter Musik: Michael Giacchino Distributor: Walt Disney Pictures Tanggal rilis: 29 Mei 2009 (Amerika Serikat) dan 29 Juli 2009 (Indonesia) Durasi: 96 menit Negara: Amerika Serikat Anggaran: $175 juta
×
×
  • Create New...