Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'vr'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Perusahaan teknologi saat ini tengah berlomba-lomba untuk terjun ke dunia metaverse, termasuk dalam mengembangkan ekosistemnya. Intel pun baru-baru ini mengeluarkan pandangan mereka tentang metaverse, melalui opini di situs resminya oleh Raja Koduri, Senior Vice President, General Manager of the Accelerated Computing Systems and Graphics Group. Koduri, seperti dikutip Sabtu (18/12/2021), mengakui bahwa memang metaverse mungkin menjadi platform utama berikutnya, dalam komputasi setelah world wide web dan mobile. "Ada alasan untuk percaya bahwa kita berada di puncak transisi besar berikutnya dalam komputasi. Transisi yang memungkinkan komputasi persisten dan imersif dalam skala besar," kata Koduri. Pandemi Paksa Pemanfaatan Teknologi Koduri mengatakan, animasi komputer dalam film saat ini hampir tidak bisa dibedakan dengan live-action. Bermain game sekarang juga memberikan tampilan grafis yang sangat realistis. "Dan tampilan VR dan AR telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan pengalaman yang sangat kaya dan mendalam," kata Koduri. Pandemi pun dinilai memaksa banyak orang untuk mengandalkan teknologi digital, sebagai satu-satunya cara berkomunikasi, berkolaborasi, belajar, dan mempertahankan hidup. "Ledakan teknologi keuangan digital terdesentralisasi menginspirasi model bisnis yang mendorong semua orang untuk berperan dalam menciptakan metaverse ini," kata Koduri. Perlu Komputasi yang Lebih Kuat Meski begitu, menurut Koduri, metaverse juga membutuhkan banyak hal mulai dari avatar yang meyakinkan, pakaian, warna rambut dan kulit yang realistis dengan tampilan secara real time, transfer data dan bandwidth super tinggi, hingga latensi yang sangat rendah. "Bayangkan memecahkan masalah ini dalam skala besar – untuk ratusan juta pengguna secara bersamaan – dan Anda akan segera sadar infrastruktur komputasi, penyimpanan, dan jaringan kita saat ini tidak cukup untuk mewujudkan visi ini." Koduri pun mengatakan, dibutuhkan berkali-kali lipat kemampuan komputasi yang lebih kuat dan dapat diakses pada latensi yang jauh lebih rendah di banyak faktor bentuk perangkat. "Untuk mengaktifkan kemampuan ini dalam skala besar, seluruh saluran internet akan membutuhkan peningkatan besar," kata Koduri. "Blok bangunan Intel untuk metaverse dapat diringkas menjadi tiga lapisan dan kami telah bekerja keras di beberapa area kritis," imbuhnya.
  2. Game Pokémon Go bisa dibilang sangat laku keras sejak pertama kali kemunculannya di Amerika Serikat, yang kemudian tidak lama disusul oleh Australia dan Selandia baru. Dengan mengandalkan teknologi geo-location yang menggunakan GPS dan Augmented Reality (AR), yang menyuguhkan pertarungan dan serunya menangkap Pokémon layaknya di dunia nyata. Terlepas dari kesuksesan game tersebut, kabarnya Pokémon Go ini berhasil meraup keuntungan yang sangat fantastis. Seperti yang dilansir dari Ubergizmo, Kamis (14/7/2016), menurut laporan di beberapa sumber, pendapatan game ini mencapai 1 juta USD atau sekitar 13 miliar Rupiah. Namun dari laporan situs Superdata, disebutkan bahwa Pokémon Go telah meraup keuntungan hingga 14 juta USD atau berkisar 180 miliar Rupiah. Angka ini tentu saja terbilang tinggi untuk sebuah game yang baru saja dirilis sekitar dua minggu lalu. Bahkan dari laporan tersebut juga dikatakan bahwa angka pendapatan ini mengalahkan pendapatan game Pokémon Shuffle, yang dirilis pada Agustus 2015 silam, dimana saat ini telah mencapai keuntungan hingga 14,03 juta USD. Data pendapatan dari Pokemon Go dalam kurun waktu dua minggu Pendapatan ini tentu diperoleh dari berbagai item yang ada pada game ini, yang bisa dibeli menggunakan uang virtual pada game ini. Seperti misalnya membeli Poké Ball, Potion, Revive dan masih banyak lainnya. Tapi yang perlu diingat adalah, game ini sendiri saat ini hanya tersedia untuk negara Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Kabarnya dalam waktu dekat game ini sudah dapat dimainkan di beberapa negara di benua Eropa, kemudian disusul beberapa negara di Asia. Bisa dibayangkan berapa pendapatan game ini bila sudah tersedia secara global?
  3. Pornhub akan memberikan konten menarik bagi pengguna VR. Pencarian data VR porn atau konten pornografi dengan teknologi virtual reality mengalami peningkatan sebesar 100 kali sejak November 2014 hingga April 2016, berdasarkan data dari Google Trends. Data VR porn mengalami peningkatan sebanyak 9.900 persen selama 17 bulan terakhir. “VR bisa menjadi bisnis yang memiliki nilai USD 40 miliar pada 2020, salah satu faktor pendukungnya adalah VR porn,” kata Perusahaan Riset SuperData seperti dilansir Venture Beat. Indutri pornografi menawarkan keuntungan besar yaitu penggunaan format video VHS. Faktanya, faktor film dewasa bukanlah satu-satunya faktor yang meningkatkan bisnis virtual reality (VR) di pasaran. Selain itu, industri film dewasa memainkan peran penting bagaimana orang-orang menggunakan alat hiburan berharga mahal tersebut berdasarkan tahun 1970 dan awal 1980-an.
  4. Misi penjelajah ke planet Mars ala astronot NASA coba dihadirkan dalam bentuk program realitas virtual (virtual reality/VR), yang diberi nama Mars 2030. Program yang menghadirkan pengalaman bak astronot menjelajah daratan planet merah ini merupakan hasil kerja sama NASA dengan Space Systems Laboratory MIT dan beberapa firma media multi-platform seperti Fusion Media. NASA juga akan mengajak publik untuk bisa merasakan pengalaman virtual di planet merah, yang biasanya hanya dihadirkan untuk kepentingan simulasi misi eksplorasi ini. “Selain memiliki fungsi praktis sebagai bentuk latihan, virtual reality menawarkan metode yang menarik untuk membagikan hasil pekerjaan yang telah dilakukan untuk merancang misi manusia yang berkelanjutan serta untuk menginspirasi generasi berikutnya sebagai penjelajah luar angkasa,” kata Jason Crusan, Director Advanced Exploration Systems Division NASA. Di awal tahun 2015, ilmuwan NASA juga telah merilis perangkat lunak bernama Onsight sebagai salah satu fondasi bagi program VR yang ingin dikembangkan ke depan. Onsight merupakan hasil kolaborasi dengan Hololens Microsoft. Pengguna bisa merasakan sensasi menjelajah lingkungan virtual 3D planet berbatu yang menyimpan sejuta misteri ini dari data-data yang diperoleh robot penjelajah Mars, Curiosity. Rencananya, program ini akan dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 dan tersedia di iTunes dan Google Play bagi para pengguna iOS dan Android. Selain itu, program ini juga akan diberikan secara gratis bagi para pemilik Google Cardboard, Samsung VR Gear, dan Oculus Rift. “Kami bersyukur untuk kesempatan menghadirkan pengalaman virtual dari FUSION, sedekat mungkin dengan realita yang kita ketahui berdasarkan hasil studi arsitektur permukaan Mars yang telah dilakukan selama bertahun-tahun,” tambahnya. Dikabarkan, NASA akan memperkenalkan Mars 2030 kepada publik di Texas pada bulan Maret 2016 mendatang.
×
×
  • Create New...