Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'uu terorisme'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Kepolisian RI tak mempermasalahkan wacana Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto akan menggunakan Undang-Undang Terorisme (UU Terorisme) dalam penanganan terhadap teror berita bohong atau hoaks (hoax). Namun, kepolisian memberikan catatan apabila UU Terorisme itu akan digunakan untuk teror hoaks. "Kalau diterapkan UU Terorisme, berarti penyebar (hoaks) harus teridentifikasi bahwa dia jaringan teroris. Tapi sangat tergantung konstruksi dan fakta hukum oleh penyidik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Maret 2019. Dedi mencontohkan, terduga teroris Y alias Khodijah yang ditangkap di Klaten, Jawa Tengah. Selain berencana aksi amaliyah atau aksi teror bersama, Khodijah turut mengunggah pesan berisi ancaman kepada polisi. Dalam pesan elektroniknya, dia mengatakan akan membunuh polisi yang sedang bertugas di lapangan. Ancaman itu kemudian bisa dikenakan dengan UU Terorisme. Sebelumnya, Wiranto menegaskan bahwa penyebaran berita bohong atau hoaks dalam pelaksanaan Pemilu 2019 merupakan tindakan teror. Wiranto pun mewacanakan gunakan UU Terorisme untuk menangani teror hoaks. "Saya kira hoaks ini teror, meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, ya kita hadapi sebagai ancaman teror. Segera kita atasi dengan cara-cara tegas, tapi bertumpu kepada hukum," ujar Wiranto usai Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019, di kantornya, Jakarta Pusat, pada 20 Maret 2019. Apabila dikaitkan dengan pemilu, menurut Dedi, leading sector-nya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Misalkan, pelanggaran atau pidana pemilu, maka diselesaikan oleh Bawaslu," ucap Dedi. Dedi menambahkan, jika pidana pemilu itu kemudian dilimpahkan ke polisi maka akan diproses oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy