Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ups'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Version 3.2.26

    0 downloads

    The WooCommerce UPS Shipping allows a store to obtain shipping rates for your orders dynamically via the UPS Shipping API. Founded in 1907 as a messenger company in the United States, UPS has grown into a multi-billion-dollar corporation by clearly focusing on enabling commerce around the globe.
  2. Mulai terkuaknya dugaan indikasi korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta salah satunya kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) menandakan penyusunan APBD DKI Jakarta belum sepenuhnya berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat, tetapi masih disusun berdasarkan proyek-proyek kepentingan segelintir orang dan kelompok. Penyusunan APBD berdasar proyek inilah yang menjadi persekongkolan dan ladang korupsi oknum, baik di pemerintah daerah (pemda) maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Senator asal DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan kepada Bergelora.com, di Jakarta Jumat (8/5) bahwa .banyaknya kepala daerah/wakil kepala daerah beserta pegawai pemda (PNS) dan anggota DPRD di berbagai daerah di Indonesia yang tersangkut kasus korupsi akibat dari APBD yang dirancang untuk memenuhi hasrat mencari keuntungan pribadi melalui berbagai proyek yang sama sekali tidak ada urgensinya bagi kehidupan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri sejak 2005 hingga 2014 sebanyak 343 kepala daerah (gubernur, bupati, walikota beserta wakilnya) tersandung kasus korupsi dan 1.221 PNS di tingkat daerah juga terbelit korupsi. Sementara, dalam rentang waktu yang sama sebanyak 3.169 anggota DPRD terlibat dugaan kasus korupsi. Bahkan ada beberapa daerah di mana semua anggota DPRD-nya jadi tersangka korupsi APBD. “Di daerah-daerah itu, banyak APBD yang isinya program-program pengadaan barang dan jasa yang sebenarnya tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kalau di Jakarta seperti pengadaan UPS buat sekolah-sekolah yang sekarang sedang ditangani Bareskrim. Anggaran untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pengentasan kemiskinan biasanya yang mereka mainkan, kerena memang jumlahnya cukup besar,” ungkap Fahira. Hingga saat ini, kata Fahira, masih banyak ditemui daerah-daerah di mana di dalam APBD-nya tersebar proyek-proyek yang sama sekali tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik. “Kalau di Jakarta, saya yakin masih banyak proyek-proyek lain yang dipaksakan masuk APBD, tapi dampak buat publik tidak ada. Padahal, APBD itu satu-satu instrumen atau alat utama pemerintah daerah menyejahterakan warganya. Tapi bagi oknum-oknum ini ABPD jadi lahan empuk untuk mengeruk keuntungan pribadi,” tukas Fahira. Wakil Ketua Komite III DPD ini mengungkapkan, bahwa ajang persekongkolan antara oknum DPRD dengan oknum di Pemda mencuri uang rakyat dilakukan lewat bebagai modus dan cara sejak awal perencanaan APBD. Pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu modus yang sering digunakan. Praktik korupsi pengadaan barang dan jasa, lanjut Fahira, mulai dari suap/sogok, penggelapan, pertentangan kepentingan, pilih kasih, menerima komisi, nepotisme, konstribusi atau sumbangan ilegal, pemerasan, penyalahgunaan wewenang, hingga pemalsuan. Pengawasan Lemah Lemahnya pengawasan publik terhadap proses penyusunan dan penetapan APBD, benar-benar dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mengakali APBD. Memang, selama ini kebanyakan publik fokus memantau fungsi DPRD-nya dalam bidang legislasi dan pengawasan, sementara fungsi penganggaran sering luput karena dianggap rumit. Publik kebanyakan belum paham bagaimana melihat postur APBD apakah berpihak pada publik atau tidak, apalagi daerah yang belum menerapkan e-budgeting. Sehingga ada kesan, APBD hanya urusan kepala daerah dan DPRD serta mereka yang mengerti anggaran. Menurut Fahira, Jika APBD benar-benar pro rakyat dan diimplementasikan dengan baik dan benar, dampaknya akan terasa langsung ke masyarakat. Makanya, mau tidak mau masyarakat harus intensif mengawasinya. Agar mudah, Fahira menyarankan masyarakat di daerah bisa melihat APBD dari rasio belanja tak langsung (gaji PNS, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan, belanja tak terduga) dibadingkan dengan belanja langsung (belanja pegawai atau honorarium, belanja barang dan jasa serta belanja modal). Melihat APBD pro rakyat atau tidak juga dapat dilihat melalui sejauh mana belanja barang dan jasa, program dan kegiatannya diperuntukkan untuk pelayanan publik. Idealnya, lanjut Fahira, belanja aparat atau belanja tidak langsung harus lebih kecil dari belanja publik atau belanja langsung. Memang belum ada ketentuan rasionya seperti apa, tetapi setidaknya jika masyarakat menemukan anggaran aparat lebih besar, APBD tersebut patut dikritisi. “Setelah itu publik bisa fokus ke belanja langsung yaitu belanja barang dan jasa. Titik krusial yang harus diamati adalah sejauh mana programnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini harus kita lakukan, karena APBD itu uang rakyat daerah yang pengelolaan diserahkan ke Pemda,” saran Fahira.
  3. Sistem pendingin pada data center adalah sistem yang memakan listrik paling besar. Dengan pengaturan otomatis melalui software, konsumsi daya listrik dapat dipangkas hingga 30 persen. Dewasa ini penggunaan internet bagai aktivitas pokok yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai berkirim email, komunikasi melalui mobile phone, media sosial, transaksi perbankan, dan sebagainya dilakukan lewat internet. Dengan internet saat ini semua memang serba mudah. Namun, pernahkah terpikir ada badan yang mengelola aktivitas virtual sehingga percakapan Anda melalui internet tetap tersimpan dengan aman? Bayangkan saja, data tersebut bahkan masih bisa dilihat setelah beberapa tahun kemudian. Pusat data atau yang biasa disebut data center merupakan lokasi yang aman untuk hosting web server. Data center-lah yang dirancang untuk menjamin bahwa server dan data yang dirumahkan pada lokasi tersebut terlidungi dari risiko kehilangan dan pelanggaran keamanan. Ada beberapa fakta mengenai data center yang penting diketahui. Pentingnya data center di era "big data" Aktivitas virtual yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia memerlukan data center sebagai penjamin keamanan. Bayangkan, dengan adanya pusat data, data yang disimpan dan diunggah dapat diakses di mana dan kapan saja tanpa khawatir akan hilang ditelan zaman. Selain itu, peran data center juga penting bagi aktivitas lain seperti, sistem dalam mesin ATM, e-commerce dan banyak lagi. Tak banyak yang tahu, bahwa semua aktivitas itu diolah dan terekam di dalam beberapa server di suatu lokasi bernama data center. Keberadaan data center menjadi krusial meski kadang tak disadari oleh kita sebagai pengguna. Bayangkan, bila server di Google Mail mendadak mati dan tak berfungsi, bagaimana bisa berkirim email? Contoh lain, bila data center yang menyimpan semua transaksi perbankan mati, tentu sangat mengganggu aktivitas para nasabah, bukan? Nasabah akan kesulitan mengambil atau melakukan transfer uang. Selain itu, peran data center juga penting bagi aktivitas lain seperti, sistem dalam mesin ATM, e-commerce dan banyak lagi. Tak banyak yang tahu, bahwa semua aktivitas itu diolah dan terekam di dalam beberapa server di suatu lokasi bernama data center. Tak mudah mengelola data center Mengelola data center tidaklah mudah. Banyak hal dapat menyebabkan perangkat dalam data center menjadi rusak atau terganggu. Suhu ruangan, misalnya. Server, sebagai salah satu perangkat di dalam data center, pada dasarnya mengeluarkan suhu panas sehingga rentan sekali. Apabila terlalu panas, server bisa mati. Sementara itu, suhu yang lembab dapat menyebabkan perangkat di dalamnya mengalami korsleting. Bila terjadi korsleting, perangkat tersebut bisa terbakar. Oleh karena itu, suhu ruangan di dalam data center harus diperhatikan dan dijaga dengan baik. Adapun ancaman lain yang menyebabkan keberlangsungan (uptime) data center terganggu adalah terputusnya pasokan listrik. Inilah ancaman utama bagi data center, terutama pada negara yang pasokan listriknya kurang baik. Penggunaan generator sebagai back up daya dan Uninterruptible Power Supply (UPS) berfungsi sebagai perangkat yang menahan aliran listrik agar perangkat di data center dapat bertahan sampai generator siap memasok listrik. Server pada data center tidak boleh mati walaupun hanya sebentar. Bila terlanjur mati akan memakan waktu yang lama untuk mulai menghidupkannya (start up) kembali. Dapat dibayangkan, bagi aplikasi kritikal seperti perbankan dan penyedia layanan telekomunikasi, hilang fungsi satu menit karena server mati bisa mengakibatkan kerugian miliaran rupiah. Contoh kasus, bila server yang mencatat data biaya penggunaan telepon mati, maka data penggunaan telepon pelanggan akan tidak terdeteksi. Untuk menjaga agar keberlangsungan data center selalu terjaga, diperlukan infrastruktur fisik yang pintar dengan sistem monitoring terpadu. Hal itu berguna untuk memantau dan mencegah segala ancaman yang mengakibatkan matinya perangkat pada data center. Data center memerlukan infrastruktur fisik terbaik Untuk menjaga agar keberlangsungan data center selalu terjaga, diperlukan infrastruktur fisik yang pintar dengan sistem monitoring terpadu. Hal itu berguna untuk memantau dan mencegah segala ancaman yang mengakibatkan matinya perangkat pada data center. Dalam hal ini, Manajemen Infrastruktur Pusat Data atau Data Center Infrastructure Management (DCIM) menjadi penting. Sebagai tambahan, penggunaan software DCIM juga disarankan. Software haruslah berupa aplikasi hasil perpaduan data dari sensor-sensor yang tersebar di seluruh area data center. Dalam perangkat lunak itu akan mencakup data temperatur, data kelembaban, data penggunaan listrik perangkat pada data center, dan banyak lagi. Kondisi dari seluruh area data center dapat termonitor dengan baik dalam satu layar. Dengan demikian, pengelola data center akan diuntungkan dengan efisiensi penggunaan listrik, sebab pengatur sistem pendinginan di dalam area data center akan terjadi secara otomatis. Seperti diketahui, sistem pendingin pada data center adalah sistem yang memakan listrik paling besar. Dengan pengaturan otomatis melalui software, konsumsi daya listrik dapat dipangkas hingga 30 persen. Efisiensi dalam jangka panjang dapat memangkas biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Tak hanya itu. Peranti lunak DCIM juga dapat membantu pengelola data center untuk menghitung dengan cepat kapasitas data center-nya. Selain menjadi peluang efisiensi biaya, hal tersebut juga mempengaruhi kecepatan tim IT untuk mendukung bisnis. Misalnya, pada bank yang berencana untuk menambahkan service internet banking bagi nasabah. Langkah itu berpengaruh pada meningkatnya data yang akan muncul. Selain itu juga meningkatkan jumlah arsitektur IT, seperti server, storage, dan network yang dibutuhkan. Pada banyak kasus, biasanya pengelola data center memiliki cadangan kapasitas di dalam pusat data itu, antara lain berupa server, space atau ruangan ataupun hal lain yang sudah disiapkan bila suatu saat bisnis menuntut penambahan aplikasi. Hal ini biasa disebut over provisioning. Pada dasarnya, cadangan kapasitas memakan biaya karena penggunaannya tidak optimal. Dengan menggunakan solusi DCIM, operator data center dengan cepat dapat menemukan kapasitas yang penuh sehingga bisa memberikan rekomendasi untuk menggunakan kapasitas cadangan agar optimal. Dengan begitu, data center dapat digunakan secara efisien dan menghemat biaya IT bagi perusahaan.
  4. Rencana pengadaan perangkat suplai daya bebas gangguan atau UPS (Uninterruptible Power Supply) yang mencapai Rp 5,8 miliar per sekolah di Jakarta dinilai berlebihan oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Praktisi teknologi Johar Alam Rangkuti pun menyatakan demikian, ia menilai tak seharusnya komputer di sekolah menggunakan UPS dengan daya dan harga sebesar itu. Menurut Johar Alam, jika tujuan UPS ini adalah menopang pasokan listrik untuk perangkat komputer, maka untuk menghemat anggaran bisa saja memakai UPS mandiri yang terhubung langsung ke komputer, bukan UPS dengan daya besar dan memakan ruang untuk menyimpannya. "Kalau harga UPS sekolah mencapai Rp 5 miliar itu tidak masuk akal karena mungkin kapasitas daya listrik yang dipakai sekolah tidak sesuai dengan kapasitas UPS tersebut," jelas Johar yang juga pendiri perusahaan pusat data sekaligus chairman Indonesia Data Center (IDC). Harga satu UPS yang dimaksud Johar, saat ini dihargai sekitar Rp 500.000 dengan daya 300 Watt. Jika satu sekolah punya 100 komputer, maka anggaran belanja per sekolah hanya Rp 50 juta. Johar mengaku sebuah bangunan pusat data milik perusahaannya memiliki 10 unit UPS dengan kapasitas masing-masing 200.000 watt. Di tahun 2009, IDC membeli satu unit UPS tersebut dengan harga US$ 60.000 di kala nilai tukar rupiah terhadap dollar masih Rp 10.000. Itu berarti, satu UPS dibeli dengan harga Rp 600 juta. Jika sebuah pusat data membutuhkan 10 UPS dengan kapasitas 200.000 watt, maka di tahun 2009 itu IDC berinvestasi Rp 6 miliar untuk menopang kinerja server-server dengan UPS. Dengan harga UPS mencapai Rp 5,8 miliar per sekolah, Johar menilai angka tersebut sangat mubazir. Ia mengibaratkan hal itu seperti sebuah keluarga berisi lima anggota pergi ke Bandung dengan memakai bus besar. "Secara logika kita bisa hemat dengan memakai mobil yang lebih kecil," tegas Johar. UPS sejatinya berfungsi menopang daya listrik untuk komputer ketika terjadi mati listrik dari PLN. Dengan alat ini, komputer guru/staf dan laboratorium komputer masih bisa beroperasi selama masih ada pasokan listrik di UPS. Biasanya, keberadaan UPS memungkinkan pengguna sesegera mungkin menyimpan dokumen yang sedang mereka kerjakan agar tidak hilang ketika listrik padam. UPS juga bisa menopang daya sebuah router jaringan agar tetap berjalan mengalirkan koneksi internet ketika mati listrik. Cekcok Ahok vs DPRD DKI Jakarta Rencana pengadaan UPS di sekolah Jakarta ini menjadi salah satu yang dipermasalahkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau populer disapa Ahok dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015. Ahok berkata, Pemprov DKI Jakarta tak pernah mengajukan anggaran Rp 6 miliar untuk UPS di satu sekolah. Ia menuding oknum DPRD mengubah APBD yang telah disepakati tanpa lewat e-budgeting. Oleh sebab itu ia mempertanyakan dari mana "dana siluman" itu berasal. Ahok banyak mencoret anggaran untuk membeli UPS yang rata-rata nilainya berada di angka Rp 5,8 miliar per sekolah SMK dan SMA. "Bayangkan, dana UPS di satu sekolah mencapai Rp 6 miliar. Padahal satu genset Rp 150 juga saja sudah keren, sudah genset otomatis yang begitu mati lampu langsung nyala seperti di rumah sakit,” kata Ahok. Ahok kini berhadapan dengan DPRD DKI Jakarta gara-gara ia mempertahankan draf APBD versi e-budgeting untuk dikirim ke Kementerian Dalam Negeri guna disetujui. Pemprov Jakarta, menurut Ahok, kukuh menggunakan draf APBD 2015 versi e-budgeting yang tidak memasukkan rincian anggaran hingga satuan ketiga seperti yang diinginkan DPRD. Gara-gara itu, DPRD melayangkan hak angket terhadap Ahok guna menyelidiki soal APBD tersebut. Ahok berkeras memakai draf e-budgeting untuk mencegah masuknya anggaran fiktif yang menurut dia jumlahnya mencapai Rp 12,1 triliun.
  5. Emerson Network Power hari ini mengumumkan hadirnya Uninterruptible Power Supply (UPS) generasi mendatang dari Emerson untuk wilayah Asia, Trinergy™ Cube. Dilengkapi dengan capacity-on-demand, Trinergy Cube didesain untuk memenuhi kebutuhan data center kelas enterprise melalui fleksibilitas dan skalabilitas terbaik agar bisa berkembang sesuai dengan trend bisnis saat ini yang semakin penuh tuntutan. Lima tahun sejak peluncuran solusi inovatif Trinergy yang pertama, Emerson Network Power bekerja erat dengan pelanggan untuk mengembangkan Trinergy Cube. Emerson melakukan lebih dari sekadar revolusi daya yang memungkinkan pelanggan untuk terus menjadi yang terdepan dalam hal ketersediaan, kapasitas, serta dengan efisiensi tinggi. Dengan inti kepadatan berdaya tinggi, efisiensi teroptimalkan dalam kondisi beban parsial dan skalabilitas panas, solusi ini memiliki kemampuan adaptasi yang belum pernah ada di pasar. Trinergy Cube memungkinkan skalabilitas panas mulai dari 300 kW hingga 3 MW di dalam satu UPS yang memberikan fleksibilitas seiring dengan berkembangnya tuntutan bisnis. Solusi ini didesain untuk memberikan penghematan yang signifikan dari biaya upgrade infrastruktur dengan kemampuan adaptasi terhadap instalasi baru atau yang sudah ada tanpa memengaruhi daya infrastruktur secara keseluruhan. Kepadatan daya tinggi yang ekstrim di dalam satu unit UPS ini memastikan bahwa manajer data center bisa memanfaatkan ruang lantai yang ada, membantu mengatasi masalah ruang dan semakin tingginya biaya bangunan, serta mengoptimalkan total cost of ownership (TCO). Dengan skalabilitas hingga 24 MW dalam sistem paralel, Trinergy Cube bisa dikonfigurasi dengan mudah untuk layout berbentuk ‘L’ atau berurutan sesuai dengan beragam ruang instalasi yang tersedia. Desain Trinergy Cube yang bisa berubah dan fleksibel mengkombinasikan fitur tambahan seperti efisiensi operasional rata-rata sekitar 98,5 persen, dan efisiensi maksimal hingga 99,5 persen. “Data center yang dinamis saat ini dituntut menghadapi tantangan kapasitas yang terus tumbuh sekaligus memaksimalkan efisiensi. Fitur kapasitas pintar Trinergy Cube menyediakan daya maksimal yang memungkinkan data center skala besar meraih tingkat efisiensi tertinggi tanpa mengganggu kualitas dan ketersediaan daya,” terang Arunangshu Chattopadhyay, Director of Power Product Marketing and Head, Central Technical Support, Emerson Network Power Asia, Kamis (22/1/2015). Trinergy Cube dilengkapi dengan diagnostik jarak jauh dan layanan monitoring preventif LIFE™ dari Emerson Network Power yang memberikan kemampuan diagnostik canggih. Dari pusat layanan LIFE, para ahli di Emerson Network Power secara proaktif mengukur dan menganalisis data peralatan untuk pemeliharaan proaktif, pengoptimalan uptime beban, serta memastikan bahwa sistem perlindungan daya kritikal tetap terjaga. Evolusi Trinergy Cube dari Emerson Network Power menandai generasi terbaru teknologi UPS yang dibangun dari produk Trinergy yang inovatif dan secara signifikan mengurangi biaya operasional. Tim R&D kami bekerja erat dengan pelanggan untuk lebih memahami masalah utama yang mereka hadapi saat ini dan masalah yang menurut mereka akan timbul di masa depan. "Operasional pelanggan adalah perhatian utama berbagai perusahaan, dengan berbagai layanan dan fungsi yang menuntut infrastruktur yang andal dan aman. Solusi Trinergy Cube yang inovatif dan fleksibel dikembangkan khusus untuk menghadapi masalah industri seperti ini, yang membuat manajer data center dan pemimpin perusahaan merasa aman dengan jaminan ketersediaan dan tingkat efisiensi yang sangat baik,” ujar Giovanni Zanei, Product Marketing Director, Power Systems, Emerson Network Power Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Chattopadhyay menambahkan, “Bagi sebagian besar, atau mungkin semua, perusahaan, setiap menit dari downtime bisa berakibat fatal. Trinergy Cube didesain untuk mengoptimalkan dan mendukung data center yang dinamis, memberikan rasa tenang bagi para manajer data center dengan jaminan ketersediaan serta tingkat efisiensi tertinggi."
×
×
  • Create New...