Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'trump'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 17 results

  1. Donald Trump will mark his first month in office Monday, a presidential debut unlike any other in recent history. Trump has proclaimed his presidency an early success in bringing change to Washington, even as he lashes out at what he describes as a "dishonest press" that he says is "out of control." VOA national correspondent Jim Malone has more from Washington.
  2. Pengadilan banding AS, 9th U.S. Circuit Court of Appeals, memutuskan dengan suara bulat untuk memperkuat penangguhan sementara kebijakan pembatasan imigran Presiden Donald Trump, Keputusan pengadilan dikeluarkan setelah gugatan keberatan diajukan oleh negara bagian Washington dan Minnesota. Mahkamah Agung AS mungkin akan menentukan akhir dari gugatan tersebut. Menanggapi keputusan pengadilan itu, Trump memberi pernyataan melalui akun Twitterpribadinya dengan menulis "Sampai jumpa di pengadilan. Keamanan Bangsa Kita Menjadi Taruhan!" Sementara Departemen Kehakiman menyatakan saat ini sedang meninjau dan mempertimbangkan keputusan tersebut. Pada 27 Januari lalu, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang warga dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk melakukan perjalanan ke AS selama 90 hari. AS juga menghentikan penerimaan pengungsi selama 120 hari dan tanpa batas bagi pengungsi Suriah. Kemudian Hakim Distrik AS, James Robart, menangguhkan perintah eksekutif Trump Jumat (3/2) lalu. Sidang yang dilakukan 9th U.S. Circuit Court of Appeals pada Selasa (7/2) tidak bertujuan untuk menyelesaikan gugatan. Sidang dilakukan untuk menentukan apakah larangan perjalanan Trump harus ditangguhkan selama proses litigasi. Dua dari tiga hakim panel merupakan hakim yang ditunjuk oleh mantan Presiden AS dari Partai Demokrat, Jimmy Carter dan Barack Obama. Satu hakim lainnya ditunjuk oleh mantan Presiden AS dari Partai Republik, George W. Bush. Pemerintah AS bisa meminta hakim 9th U.S. Circuit Court of Appeals untuk meninjau putusan atau langsung mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Ketiga hakim panel mengatakan, gugatan Washington dan Minnesota menunjukkan larangan perjalanan Trump dapat menimbulkan kekacauan. Dalam keputusannya, hakim mengakui adanya kepentingan publik untuk meningkatkan keamanan nasional, tetapi pemerintah AS tidak memberikan bukti yang membenarkan larangan perjalanan terhadap tujuh negara mayoritas Muslim.
  3. Elon Musk, Kepala SolarCity dan CEO Tesla Motors, berbicara di KTT Energi SolarCity di Manhattan, New York. Beberapa eksekutif Silicon Valley memberikan sumbangan kepada upaya-upaya hukum untuk mendukung para imigran yang menghadapi pelarangan. Silicon Valley mengambil tempat di depan pada akhir pekan dalam perlawanan korporat terhadap larangan imigrasi Presiden AS Donald Trump, dengan mendanai gugatan hukum, mengkritik rencana tersebut, dan membantu para pegawai yang terimbas perintah eksekutif Trump itu. Dalam sebuah industri yang telah lama bergantung pada imigran dan merayakan kontribusi mereka, serta mendukung aktivisme liberal seperti hak-hak gay, pada awalnya tidak banyak konsensus mengenai bagaimana merespon langkah Trump hari Jumat (27/1). Namun, meski sebagian besar di dalam industri teknologi tidak secara langsung mengkritik presiden baru dari Partai Republik itu, mereka melangkah lebih jauh dibandingkan para mitranya di sektor lain, yang sebagian besar tutup mulut selama akhir pekan. Sebagian besar dari bank-bank besar AS dan perusahaan otomotif, misalnya, menolak berkomentar saat ditanya Reuters. Trump memerintahkan larangan sementara terhadap orang-orang yang datang dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim dan penangguhan 120 hari terhadap pemukiman pengungsi. Aksi ini memicu protes global, dan menimbulkan kebinungan dan kemarahan setelah para imigran, pengungsi dan pengunjung dilarang naik pesawat dan terlunta-lunta di bandar-bandar udara. Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple Inc, Google dan Microsoft Corp menawarkan bantuan hukum pada para pegawai yang terimbas perintah eksekutif itu, menurut surat-surat yang dikirim kepada staf. Beberapa eksekutif Silicon Valley memberikan sumbangan kepada upaya-upaya hukum untuk mendukung para imigran yang menghadapi pelarangan. CEO Tesla Elon Musk dan direktur Uber Travis Kalanick mengatakan di Twitter bahwa mereka akan membawa keprihatinan industri mengenai imigrasi ke dewan penasihat bisnis Trump, dimana mereka menjadi anggotanya. Kalanick telah menghadapi kecaman di media sosial karena setuju menjadi bagian kelompok penasihat tersebut. Dalam tulisan di halaman Facebooknya hari Minggu, Kalanick menyebut larangan imigrasi itu "keliru dan tidak adil" dan mengatakan bahwa Uber akan menyediakan dana US$3 juta untuk membantu para pengemudi dengan masalah-masalah imigrasi. Di antara yang terimbas larangan tersebut adalah Khash Sajadi, warga Iran keturunan Inggris yang merupakan kepala eksekutif perusahan teknologi Cloud 66 di San Francisco, yang terjebak di London. Seperti banyak pekerja teknologi lainnya, ia memegang visa H1B, yang memungkinkan warga-warga negara asing dengan keahlian khusus untuk bekerja di perusahaan-perusahaan AS. Sajadi mengatakan ia berharap perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook akan mengambil tindakan hukum untuk melindungi para pegawai yang terdampak. Hal itu dapat membantu membuat preseden untuk orang-orang dengan situasi sama, namun ada di perusahaan lebih kecil. "Pada akhirnya, hanya berbicara saja tidak akan mengubah sesuatu" jika mereka tidak kaya dan tidak tinggal di pesisir Timur atau Barat [tempat perusahaan-perusahaan teknologi besar berada], ujarnya. Protes 'Tech Against Trump' Respon dari perusahaan-perusahaan teknologi telah "sekuat mungkin," ujar Eric Talley, profesor hukum korporasi dari Fakultas Hukum Universitas Columbia. "Salah satu aspek sulit dari reaksi terhadap pemerintahan Trump dalam dua minggu pertamanya adalah mencoba menyeimbangkan keinginan mengekspresikan keprihatinan yang sah dengan konsekuensi berdiri terlalu jauh dari orang-orang lain," ujarnya. Industri teknologi juga memiliki isu-isu lain yang mungkin menempatkan mereka di pihak yang berlawanan dengan Trump, termasuk kebijakan perdagangan dan keamanan dunia maya. Presiden Mountain View, inkubator perusahaan rintisan Y Combinator di California, Sam Altman, menulis dalam tulisan blog yang dibaca banyak orang, mendesak para pemimpin sektor teknologi untuk bersatu melawan larangan imigrasi itu. Ia mengatakan ia telah berbicara dengan beragam orang mengenai pengorganisasian tapi tetap tidak yakin tindakan apa yang paling baik. "Jujur saja kami belum tahu," ujarnya. "Kami sedang membahasnya dengan kelompok-kelompok legal dan teknologi, tapi hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dan saya kira tidak ada yang memiliki buku panduannya." Pada perusahaan transportasi Lyft, para pendirinya John Zimmer dan Logan Green, menjanjikan dalam blog perusahaan akan mendonasikan satu juga dolar dalam empat tahun ke depan untuk Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika (ACLU), yang memenangkan gugatan melawan sebagian perintah eksekutif Trump pada Sabtu malam. Eksekutif lain, seperti Stewart Butterfield dari Slack dan kedua mitra Union Square Ventures, Albert Wenger dan Fred Wilson berjanji akan menyamai kontribusi untuk ACLU. Michael Dearing, pendiri perusahaan permodalan Harrison Metal, membentuk upaya yang disebut Project ELLIS -- singkatan dari Entrepreneurs' Liberty Link in Silicon Valley -- untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan dan perusahaan-perusahaan teknologi yang lebih kecil dengan isu-isu imigrasi. "ELLIS" juga merupakan referensi untuk Pulau Ellis di New York, tempat jutaan imigran tiba. Dalam kurang dari sehari, kelompok ini telah menangani dua kasus, ujarnya. Dave McClure, mitra pendiri 500 Startups dan pengkritik yang vokal terhadap Trump, mengatakan perusahaan investasinya akan segera membuka dana pertama di Timur Tengah dan akan menggeser perhatian untuk mendukung para wirausaha di negara-negara asal mereka, jika membawa mereka ke Amerika Serikat mustahil. Para pegawai rendahan telah mendesak para eksekutif untuk bertindak lebih jauh pada akhir pekan. Tak lama setelah mengetahui perintah Trump, Brad Taylor, insinyur berusia 37 tahun yang bekerja di perusahaan analisis web Optimizely, mulai mengorganisir "Tech Against Trump," sebuah demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret. Selain berdemonstrasi di Palo Alto, California, para penyelenggara acara ini mendesak para pegawai industri teknologi di perusahaan-perusahaan yang diam saja terhadap Trump untuk keluar dari kantor mereka. Taylor mengatakan ia terharu dengan pernyataan-pernyataan para pemimpin teknologi selama akhir pekan namun ia ingin melihat industri ini maju lebih jauh. "Tujuannya bukan untuk melawan industri teknologi, namun untuk mendesak mereka agar ada di pihak yang benar dalam sejarah," ujarnya.
  4. Google has recalled travelling staff members to the US after an executive order from President Donald Trump restricting entry for nationals of seven Muslim-majority countries. Syrian refugees are banned from entry until further notice, the order says. Nationals of six further countries, including Iran and Iraq, will be banned from entering the US for 90 days The entire US refugee admissions programme is suspended for 120 days, and a lower cap on numbers introduced. On Saturday several Iraqi passengers and a Yemeni national were prevented from boarding a flight at Cairo airport bound for New York, despite holding valid visas for the US. The American Civil Liberties Union says it has filed a suit challenging the executive order. The Council on American Islamic Relations (CAIR) also says it will file a lawsuit. Google has told the BBC it is concerned about the order and any measures which could block great talent from the US. The new restrictions will have a major impact on technology companies that hire skilled staff from all over the world on special H1-B visas. There have been reports that "green card" holders, who are legal permanent residents of the US, being prevented from getting on flights. However, green cards are not specifically mentioned in the executive order, and so the status of green card holders remains unclear. CAIR advised non-US citizens, including permanent residents, from the seven countries to plan to delay all international travel for at least 90 days. Mr Trump said the measures detailed in his executive order would "keep radical Islamic terrorists out of the US". But rights groups say there is no link between Syrian refugees in the US and terrorism. Mr Trump signed the order on Friday, which was International Holocaust Remembrance Day. The president's statement to mark that occasion, on the 72nd anniversary of the liberation of Auschwitz, made no mention of Jews or anti-Semitism. The sudden and severe immigration restrictions imposed on passport holders from seven Muslim countries could seriously demonstrate the law of unintended consequences. The president wants to restrict some Muslims but the effect could be to damage America's most important and profitable sector: technology. Google has recalled around 100 of its affected staff from overseas. Microsoft has warned its shareholders that curbs on immigration could have a material impact on its business. The technology sector relies heavily on highly skilled and well-paid workers from overseas on H1-B visas. If there's a risk, however small, that that brainpower could be restricted in some way or scare off others who may feel unwelcome, the big tech companies may have to rethink where they place their key staff in future. The American-Arab Anti-Discrimination Committee also advised nationals from the affected countries but living in the US not to travel abroad. A petition organised by academics in the US opposed to the executive order includes the signatures of 11 Nobel laureates. Some Republicans have welcomed Mr Trump's announcement, including the Speaker of the House of Representatives, Paul Ryan, who said it was "time to re-evaluate and strengthen the visa vetting process". The new policy is also affecting visits from relatives. An Iraqi journalist living in the US, Mohammed al-Rawi, posted on Facebook, saying his father had been turned away from a Los Angeles-bound flight in Qatar. Jamal Abdi from the National Iranian American Council told the investigative journalism organisation Pro Publica: "We are inundated with calls and questions of how this is going to affect people." Facebook founder Mark Zuckerberg posted a lengthy note, saying he was "concerned" about the president's executive orders, and noting that he, like many Americans, is the descendant of immigrants. Four-month suspension Under Mr Trump's wide-ranging executive order, all refugee admissions have been suspended for four months. The text of the order was released several hours after it was signed. Other measures include: A ban on refugees from Syria until "significant changes" are made A 90-day suspension on anyone arriving from Iraq, Syria, Iran, Libya, Somalia, Sudan, and Yemen, except certain visa categories such as diplomats Priority for future refugee applications from those persecuted for their religion - but only if the person is part of a minority religion in their home country A cap of 50,000 refugees in 2017 - less than half of the upper limit under Mr Trump's predecessor, Barack Obama The order also said all immigration programmes should include questions to "evaluate the applicant's likelihood of becoming a positively contributing member of society." Syrian refugees face an indefinite ban from the US Other measures include a broad review of the information required from all countries to approve a visa; a review of visa schemes between nations to ensure they are "truly reciprocal" for US citizens; and the immediate suspension of the Visa Interview Waiver Programme. But the document says exceptions could be made on a case-by-case basis. During the election campaign, Mr Trump suggested a "total and complete shutdown of Muslims entering the United States until our country's representatives can figure out what is going on".
  5. Presiden AS Donald Trump hari Jumat (27/1) datang ke Pentagon, kantor Departemen Pertahanan AS, guna mengadakan pembicaraan dengan petinggi militer tentang pilihan-pilihan yang ada untuk mengalahkan Negara Islam ISIS. Menurut pejabat-pejabat Pentagon kepada VOA, di bawah pemerintahan lalu, hal ini tidak boleh dibicarakan. Misalnya, kata seorang pejabat Pentagon kepada VOA pemerintahan Obama berpegang pada dua prioritas yaitu membuat Turki puas dan ISIS dikalahkan. Di lain bagian, Pentagon berharap mendapat prioritas yang jelas dalam mengarahkan tindakan untuk mengalahkan ISIS. Satu pilihan untuk mengalahkan ISIS yang mungkin diusulkan kepada Trump ialah mempersenjatai atau memperkuat kelompok Kurdi-Suriah yang dikenal dengan singkatan YPG. Dukungan Amerika kepada kelompok ini menjadi peka, karena Turki yang anggota NATO menganggap kelompok ini kelompok teroris. Namun, pasukan Kurdi merupakan inti dari pasukan untuk merebut Raqqa dan sudah terbukti sangat efektif dalam mengalahkan ISIS di Suriah timur dan utara. Pentagon besar kemungkinan minta wewenang yang lebih luas dari Trump supaya para komandan militer mempunyai ruang lebih luas dalam manuver untuk mengalahkan ISIS. [www.voaindonesia.com]
  6. Guest

    Jumpa Pers Pertama Donald Trump

    Untuk pertama kali sejak memenangkan pilpres, Donald Trump menggelar jumpa pers. Jumpa pers yang digunakan memaparkan target pencapaian ke depan serta berbagai kebijakan pemerintahan AS ke depan ini, akhirnya banyak didominasi pertanyaan seputar campur tangan Rusia dalam pilpres Amerika.
  7. Saat ini, warga Amerika Serikat tengah memasuki musim liburan. Perayaan demi perayaan mewarnai setiap akhir tahun penduduk setempat, dimulai dengan Thanksgiving, Black Friday hingga Natal dan Tahun Baru. Meski begitu, Presiden terpilih AS Donald Trump seperti yang pernah dijanjikannya, tidak memiliki waktu untuk berlibur. Tahu dirinya baru dalam dunia politik dan urusan kenegaraan, pebisnis handal di bidangnya tersebut terus memupuk persaudaraan dengan para pemimpin dunia. Donald Trump baru saja berbicara melalui sambungan telefon dengan lima kepala negara dan pemerintahan pada hari yang sama. Tim transisi kepresidenan AS mengungkap, juragan real estate tersebut antara lain sudah melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, PM Hungaria Viktor Orban, Presiden Panama Juan Carlos Varela Rodriguez dan PM Swedia Stefan Lofven. Sayangnya, tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja yang menjadi poin diskusi Trump dengan kelima pemimpin dunia tersebut. Hanya dikatakan, para PM dan presiden tersebut mengucapkan selamat atas terpilihnya Trump sebagai Presiden ke-45 AS. Selain itu, Trump juga sudah berbicara dengan PM Slovenia Borut Pahor. Pembicaraan keduanya mendapat sorotan mendalam dari media asing dibandingkan dengan pemimpin dunia lain, sebab momen ini merupakan yang pertama kalinya bagi Trump bertukar tutur dengan kepala pemerintahan di negeri kelahiran istrinya, Melania. Berdasarkan perhitungan tim transisi kepresidenan Trump, sejak mengikuti pilpres AS selama satu tahun ini, pria berdarah Skotlandia-Jerman itu sudah berbicara dengan 40 pemimpin negara asing. Di antaranya ada Presiden Rusia Vladimir Putin, sosok yang paling dikagumi oleh Trump. Sebelumnya, dia juga sudah bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fattah as Sisi di New York ketika dilangsungkan Sidang Majelis Umum PBB ke-71.
  8. Donald Trump akhirnya dinyatakan sebagai presiden terpilih Amerika Serikat (AS) setelah mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton dalam pemilihan presiden baru-baru ini. Sejumlah pemimpin hingga politisi dunia pun bereaksi atas kemenangan yang diraih Donald Trump. Kemenangan Donald Trump sebagai presiden terpilih AS juga menuai reaksi di industri mode. Para desainer dunia memberikan reaksi dan respon terkait kemenangan suami dari Melania Trump itu, mengingat beberapa desainer terkemuka sebelumnya memberikan dukungan penuh terhadap Hillary Clinton. Berikut adalah reaksi sejumlah tokoh mode di dunia dalam menanggapi kemenangan Donald Trump sebagai presiden baru AS. Diane Von Furstenberg Desainer sekaligus pemilik label Diane von Furstenberg menyatakan jika kemenangan Donald Trump bisa menjadi kebaikan untuk seluruh warga Amerika Serikat. “Kita harus percaya jika masa depan ada di tangan kita. Lebih dari itu kita harus percaya dengan kebaikan orang-orang. Kita harus belajar, berpikiran terbuka, bermurah hati, memiliki belas kasih. Kta harus menjadi contoh dan memberi pengaruh yang baik,” kata Diane. Alex Bolen CEO dari label Oscar de la Renta ini mengemukakan reaksinya terhadap kemenangan Donald Trump. Ia mengaku penasaran dengan perkembangan dunia mode selanjutnya selama kepemimpinan Trump. “Fesyen adalah ekspresi saat ini, bukan kemarin, bukan pula esok hari. Pekerjaan utama kita sebagai desainer untuk menyarankan gaya berbusana yang sesuai dengan waktu, di mana kita hidup saat ini. Masyarakat Amerika telah mengekspresikan keinginannya untuk berubah. Fesyen membutuhkan reaksi,” tutur Alex Bolen. Steven Kolb Sebagai presiden sekaligus CEO Council of Fashion Designers of America, Steven Kolb mengaku khawatir dengan kebijakan yang kemungkinan akan diterapkan Donald Trump, terutama soal para imigran. Menurutnya, hal tersebut dapat memengaruhi tenaga kerja industri mode, mulai dari karyawan garmen hingga mahasiswi jurusan desain yang datang ke Amerika untuk tinggal dan belajar. “Aku khawatir tentang imej brand Amerika di luar negeri. Aku khawatir dengan posisinya yang bisa berdampak pada permintaan pasar. Aku berharap dia dapat mengesampingkan hal-hal buruk dan membawa warga Amerika dapat hidup bebas seperti apa yang mereka pilih,” terang Steven. Philip Lim dan Wen Zhou Meski kemenangan Donald Trump merupakan kabar yang mengejutkan, namun co-founder label 3.1 Phillip Lim ini percaya dengan optimis dan harapan. “Bersama, keinginan kami adalah bersatu antara industri mode dan negara agar dapat maju,” ujarnya.
  9. Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump memiliki banyak hal untuk dibahas. Tidak hanya sebagai kandidat orang nomor satu di AS, tempat tinggal Donald Trump juga menarik dibahas. Donald Trump bersama istrinya, Melania Trump dan anaknya, Barron tinggal di Trump Tower, 725 Fifth Avenue, Manhattan, New York City. Penthouse yang ia tempati memiliki desain interior yang melambangkan kemewahan. Berikut lima fakta menarik di balik penthouse Donald Trump: Desain rokoko Prancis Penthouse Donald Trump didesain dengan arsitektur rokoko Prancis oleh desainer legendaris Angelo Donghia pada awal 1980-an. Arsitektur ini memperlihatkan rincian hiasan , furnitur dan berbagai benda dengan warna emas. Termasuk patung sepasang manusia di tepi jendela. Didominasi warna emas Penthouse ini didominasi dengan warna-warna netral yang hangat seperti emas, krem, dan merona. Mainan untuk putra kecilnya, Barron juga menampilkan simbol kemewahan dengan beberapa merk mobil ternama yang didominasi dengan warna emas. Pemandangan yang indah Penthouse yang terletak di lantai 66 ini memungkinkan untuk menikmati pemandangan yang luas. Keindahan dapat terlihat dari balik jendela, termasuk Central Park, New York City, dan New Jersey. Kursi Raja Louis XV Kemewahan penthouse ini semakin terlihat dengan adanya kursi Raja Louis XV dari Prancis bernuansa emas. Kursi ini ditandai dengan kaki yang melengkung, alas oval, bantal mewah dan sandaran lengan yang pendek. Hiasan meja Di meja kerja Melania Trump, selain dipenuhi dengan berbagai benda bernuansa ukiran emas, juga ada sejumlah mawar kuning bertangkai pendek sebagai pemanis. Foto bayi Barron pun dipasang di atas meja berukiran megah. Sedangkan foto pernikahan Donald Trump dan Melania pada 2005 dipasang di dekat jendela.
  10. Kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Presiden AS hari Selasa lalu mengejutkan berbagai pihak, tak terkecuali industri teknologi di Silicon Valley yang memandang pengusaha sekaligus bintang reality show itu dengan sebelah mata. Apple selaku salah satu pemain terbesar di industri teknologi AS seringkali disinggung langsung oleh Trump saat kampanye, dari wacana memindahkan produksi iPhone ke dalam negeri hingga imbauan agar Apple melonggarkan sekuriti produknya. Naiknya Trump ke kursi kepresidenan pun diprediksi bakal membawa sejumlah pengaruh buat Apple, si pabrikan gadget dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di dunia. Apa saja? 1. Repatriasi pajak 2. Pindah pabrik iPhone 3. Melonggarkan sekuriti
  11. Dua pemeran film serial Silicon Valley, Kumail Nanjiani dan Thomas Middleditch, tiba-tiba dihampiri dua orang pemuda kulit putih berusia 20-an tahun ketika sedang berada di dalam sebuah bar di kota Los Angeles, AS, akhir minggu lalu. Kedua pemuda tersebut rupanya ingin mengajak berdebat karena tidak suka dengan sikap politik Nanjiani dan Middleditch yang dikenal sebagai penentang Presiden terpilih AS, Donald Trump. Tapi, Nanjiani tak mau melayani ulah mereka. “Hei, kami tidak mau berdiskusi soal politik sekarang,” kicau Nanjiani di Twitter, mengulangi ucapannya malam itu. Penolakannya malah berbuah ejekan dari kedua pemuda pendukung Trump yang mulai berteriak dan mendekati Nanjiani. Middleditch yang berusaha menghentikan tindakan agresif itu malah diajak berkelahi. Beruntung, sebelum situasi menjadi makin panas, petugas bar menghampiri mereka, lalu mengusir kedua pemuda tadi ke luar bar. Silicon Valley adalah serial TV yang ditayangkan di HBO yang bercerita seputar kehidupan startup teknologi di AS. Seperti diketahui, mayoritas perusahaan teknologi di AS memang berseberangan dengan cara pandang Donald Trump selama kampanye. Berbau rasial Insiden tersebut diduga dilatarbelakangi rasisme karena Nanjiani adalah komedian asal Pakistan yang bertampang Asia. Dia besar di kota Karachi, lalu pindah ke AS saat kuliah dan kini memiliki dua kewarganegaraan. Nanjiani menyayangkan peristiwa tersebut bisa terjadi di Los Angeles yang dikenal sebagai kota liberal. Lokasinya pun tidak sepi, melainkan ramai dengan pengunjung ketika itu. “Saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya menjadi orang yang berpenampilan seperti saya di wilayah lain negeri ini,” ucapnya. Semenjak Trump memenangi pemilu AS Rabu pekan lalu, gelombang serangan berbau hate crime yang dilatarbelakangi kebencian berbasis SARA telah melanda Negara Paman Sam. Para pelakunya disinyalir memperoleh justifikasi dan berani muncul ke permukan karena menganggap tindakan mereka sesuai dengan pandangan Trump terhadap politik dan masyarakat AS. Sang presiden terpilih itu memang sering menyuarakan kebencian terhadap golongan minoritas di AS ketika berkampanye.
  12. Langkah Donald Trump menuju Gedung Putih tinggal selangkah lagi. Itu berarti Melania Trump dipastikan akan menjadi first lady of United States menggantikan posisi Michelle Obama. Dalam pidato kemenangannya, Rabu, 9 November 2016, waktu setempat, Donald membawa serta keluarganya ke atas panggung. Melania Trump tampak menawan dalam balutan busana serbaputih. Wanita asal Slovakia tersebut terlihat mengenakan jumpsuit warna putih dengan material silk crepe. Kesan seksi diperlihatkan melalui potongan one shoulder, sementara aksen layer pada bagian lengan dan bagian depan jumpsuit kian membuat elegan penampilannya malam itu. Melania disebut-sebut menggunakan jumpsuit rancangan desainer Ralph Lauren seharga USD4000 atau setara dengan Rp52 jutaan. Padahal, Ralph Lauren sendiri adalah salah seorang yang mendukung Hillary Clinton. Wanita 46 tahun ini hanya menggerai rambut panjangnya yang bergaya layer, dan menggunakan perhiasan, berupa gelang dan cincin. Penampilan Melania dengan busana putih juga sempat terlihat kala ia mendatangi tempat pemungutan suara sebelumnya. Ia tampak cantik dalam balutan medium dress yang dipadu dengan peacoat warna camel.
  13. Kandidat Presiden AS Donald John Trump sementara unggul dari rivalnya Kandidat presiden Partai Republik Donald John Trump masih menang dalam hasil penghitungan suara sementara pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) saat ini (9/11/2016). Tapi, angka kemenangan Trump tipis dan terus dikejar angka perolehan suara rivalnya, Hillary Clinton dari Partai Demokrat. Data yang dirangkum pada pukul 09.54 WIB dari sumber AP dan sejumlah sumber live report lain menunjukkan, Trump meraih angka popular votes 49 persen (26.978.076). Hillary meraih 47 persen (25.920.995). Dua kandidat presiden lainnya, Gary Johnson dari Partai Libertarian meraih 3 persen (1.588.225) dan Jill Stein dari Partai Hijau meraih 0,8 persen (404,899). Sementara itu, data prediksi perolehan electoral votes, Trump meraih 137 poin. Sedangkan Hillary 104 poin. Untuk menjadi pemenang Pilpres AS, seorang kandidat harus meraih 270 poin. Donald Trump pada hari ini mengaku sedih setelah mantan Presiden George W. Bush, yang satu partai tidak memilih dia menjadi presiden pengganti Barack Obama. Trump menyebut pilihan Bush sebagai pilihan yang menyedihkan. ”Saya pikir itu menyedihkan,” kata Trump.”Saya tidak berpikir itu akan memiliki dampak apapun, terus terang,” katanya lagi.
  14. Sektor industri teknologi AS di Silicon Valley, California, biasanya termasuk kalangan yang banyak ingin mendukung capres, melalui sumbangan dana. Namun dalam pilpres kali ini, tak begitu banyak dana digalang Silicon Valley, baik untuk Donald Trump maupun Hillary Clinton.
  15. Donald Trump berusaha membujuk warga Amerika keturunan Afrika untuk menentang saingannya, Hillary Clinton, yang selama ini paling banyak mendapat dukungan mereka. Trump juga memperlunak pendiriannya mengenai imigran Hispanik yang ilegal dengan mengatakan bahwa tidak semuanya akan dideportasi. Selama sepekan terakhir, Trump berjanji untuk menyediakan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik bagi warga Amerika keturunan Afrika dan untuk menghidupkan kembali kota-kota terkucil yang kualitas kehidupannya memburuk di mana kebanyakan mereka tinggal. Pada sebuah kampanye di Manchester, New Hampshire, Kamis, Trump menuding Partai Demokrat tidak mempedulikan nasib kelompok-kelompok minoritas di AS. "Inilah tahun ketika orang-orang yang selama ini dikhianati kebijakan-kebijakan Partai Demokrat, termasuk jutaan warga negara Amerika keturunan Afrika dan keturunan Hispanik, menolak politisi-politisi yang telah berulangkali mengecewakan mereka," kata Trump. Banyak pemilih dari kelompok-kelompok minoritas menolak Trump, namun sejumlah di antara mereka bersedia memberi Trump kesempatan, termasuk Marc Burns dari New York. "Karena kami butuh pekerjaan. Keluarga-keluarga kulit hitam di negara ini berpendapatan kurang dari 5.000 dolar per tahun. Benar bahwa lebih dari 50 persen warga Amerika keturunan Afrika di kawasan-kawasan pinggiran kota tidak memiliki pekerjaan. Tidak semuanya. Jelas bahwa Trump tidak berbicara ke semua orang kulit hitam tapi ada persentasi besar dari kami yang menghadapi kesulitan hidup," tuturnya. Kandidat presiden dari Partai Republik ini juga berusaha membujuk para pemilih Hispanik. Ia masih bertekad akan membangun tembok sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko, namun membatalkan janjinya untuk mendeportasi jutaan imigran ilegal. Trump menyebut Clinton pembohong dan membantu timbulnya terorisme. Trump juga menuduh Clinton korupsi. "Akses dan dukungan diperdagangkan untuk mendapat dana. Itu disebut 'pay for play'. Ini berulangkali terjadi. Orang-orang yang memberikan sumbangan untuk Yayasan Clinton, yang memberikan uang ke Bill Clinton, mendapat perlakuan baik dari Departemen Luar Negeri yang dipimpin Hillary Clinton," ujar Trump. Hillary Clinton sebelumnya berencana untuk berbicara mengenai bagaimana mendongkrak usaha-usaha kecil dalam kampanyenya di Reno Nevada. Namun, pada kenyataannya, ia malah memfokuskan pembicaraannya pada bagaimana perlakuan Trump terhadap kelompok-kelompok minoritas. "Selama sepekan ini, dengan berpura-pura merangkul warga Amerika keturunan Afrika, Trump bersikap seolah membela mereka di hadapan hadirin yang umumnya kulit putih dan menggambarkan komunitas-komunitas kulit hitam dengan istilah-istilah yang menghina dan sembarangan seperti: kemiskinan yang tidak terelakkan, pendidikan yang buruk, tanpa rumah, tanpa kepemilikan, kejahatan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. 'Saat ini', kata Trump, 'kalau Anda berada di jalanan Anda bisa ditembak," sindir Clinton. Clinton menuduh Trump membantu kelompok-kelompok kecil penyebar kebencian dan kelompok radikal mengambil alih Partai Republik. "Ketidakpedulian Trump terhadap nilai-nilai yang membuat negara kita besar sangat berbahaya," tambahnya. Kandidat Partai Demokrat ini juga menganggap Trump terlalu tidak perdulian dan terlalu tidak terduga untuk dipercaya memimpin pada saat krisis politik terjadi.
  16. Capres partai Demokrat Hillary Clinton makin unggul dibanding lawannya dari kubu Republik, Donald Trump, sebagaimana ditunjukkan dalam sejumlah jajak pendapat. Apa penyebab turunnya popularitas Trump?
  17. Pernyataan Donald Trump yang melarang kaum muslim untuk datang ke Amerika Serikat membuat semakin banyak orang Indonesia yang menginginkan agar Trump dan bisnisnya dilarang masuk ke Indonesia. Kandidat Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump dalam debat di University of Miami, Coral Gables, Florida (10/3). Hanya sedikit penduduk desa dekat lapangan golf yang baru setengah jadi di provinsi Jawa Barat Indonesia, yang mengenal nama Donald Trump. Lebih sedikit lagi orang yang mengetahui kalau salah satu perusahaannya akan mengelola hotel bintang enam dan resor mewah di halaman belakang mereka. Namun di ibukota Jakarta, semakin banyak orang Indonesia yang menginginkan agara calon Presiden AS dan bisnisnya untuk beroperasi di negara mayoritas Muslim terpadat di dunia setelah Trump berjanji untuk sementara melarang kaum Muslim untuk memasuki AS apabila ia terpilih. Kemarahan yang perlahan-lahan mendidih di seberang Pasifik merupakan gambaran ketegangan hubungan yang diperkirakan muncul di era kepresidenan Trump tidak hanya di Indonesia, namun juga di wilayah negara-negara Muslim lainnya. Indonesia, dengan lebih dari 200 juta penduduk Muslim yang sebagian besar mempraktekkan Islam secara moderat, memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat. Banyak orang Indonesia yang menghormati Presiden Barack Obama, yang menghabiskan sebagian masa kanak-kanaknya di Jakarta. “Seandainya (Trump) meneruskan kebijakan rasisnya, maka langkahnya akan merugikan seluruh aset AS yang ada,” ujar Hasanuddin, seorang anggota parlemen yang juga anggota komisi dewan yang mengurusi kebijakan luar negeri, kepada Reuters. “Arogansi Donald Trump akan berbahaya bagi seluruh warga AS di seluruh dunia.” Fadli Zon, wakil ketua DPR, mengatakan kepada Reuters, ia akan berusaha untuk membatasi perdagangan dengan dan investasi AS apabila Trump terpilih sebagai presiden. Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor kedua terbesar Indonesia, yang bermilai sekitar $16 milyar (sekitar Rp 209,6 trilyun) tahun lalu, dan tujuan populer untuk anak-anak golongan elit yang ingin meneruskan pendidikan mereka. Sebuah petisi daring, yang diluncurkan secara anonim, mendesak Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melarang milyarder serta semua bisnisnya tersebut untuk memasuki Indonesia dimana petisi tersebut telah menerima dukungan 45.000 tandatangan. “Donald Trump tidak ingin kaum Muslim di seluruh dunia untuk memasuki Amerika Serikat … jadi kita harus memberi perlakuan yang sama terhadapnya,” ujar salah satu penandatangan, Ayu Dyah, di situs petisi tersebut. “Kutuk, tolak, dan boikot semua bisnis Donald Trump dan afiliasinya … Kita harus buktikan kalau kita memiliki kekuatan.” Presiden Joko Widodo belum merespon petisi ini. Catatan Buruk untuk Dunia Usaha Komentar Trump terhadap kaum Muslim telah memancing reaksi keras di tempat lain, dengan para politis Inggris pada bulan Januari yang berdebat mengenai pelarangan bagi raja real estat tersebut untuk memasuki negara itu, di mana Trump juga memiliki kepentingan bisnis. Permusuhan terhadap Trump dapat mengancam upaya ekspansi bisnisnya ke ekonomi terbesar Asia Tenggara, demikian ujar anggota parlemen dan para pejabat pemerintah. “Masalahnya dengan pernyataan yang dikeluarkannya yang menyakit banyak orang di negara dengan mayoritas kaum Muslim,” ujar Edy Putra Irawadi, deputi kepala kementrian ekonomi Indonesia, kepada Reuters. “Sudah barang tentu hal semacam itu akan menjadi catatan hitam bagi perusahaannya.” Perwakilan Donald Trump tidak merespon terhadap permintaan untuk berkomentar mengenai hal ini. Trump Hotel Collection tahun lalu mengumumkan kemitraannya dengan perusahaan Indonesia, PT. Media Nusantara Citra (MNC) untuk mengelola hotel-hotel mewah di Bali dan di Jawa Barat, serbuan pertama unit hotel Trump ke Asia. Di Bali, salah satu tujuan berlibur paling populer di Asia, Trump Hotels akan mengoperasikan hotel bintang enam yang dibangun di tebing dengan pemandangan lepas ke Samudra Hindia dan Tanah Lot, salah satu pura populer di tepi laut yang berdiri di puncak batu karang. MNC, yang akan membangun kedua resor, menolak berkomentar menyangkut kebijakan politik Trump. “Bisnis adalah bisnis. Mengenai impilikasi yang lebih luas di Indonesia, kita masih harus melihatnya kemudian,” ujar Syafriel Nasution, sekretaris perusahaan MNC Group, seraya menambahkan bahwa kami belum melihat adanya implikasi negatif pada merk perusahaan dikarenakan oleh hubungan bisnisnya dengan Trump. MNC Group berada di bawah kendali miliarder Hary Tanoesoedibjo, orang terkaya ke-28 di Indonesia, yang juga menguasai jaringan televisi nasional, dan tahun lalu meluncurkan partai politik. Anggota senior Muhammadiyah, organisasi Muslim kedua terbesar di Indonesia, protes dapat dimungkinkan apabila Trump terpilih menjadi presiden, meskipun tak satupun yang telah direncanakan. “Muslim Indonesia memiliki persatuan yang kokoh,” ujar Abdul Mu’thi, sekretaris jenderal kelompok tersebut. “Apabila ia terpilih, akan ada reaksi keras dari masyarakat Indonesia kepada setiap bisnis yang dikelola oleh Donald Trump.”
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy