Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'transportasi online'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Subsidi tarif murah yang diberikan ke Perusahaan taksi berbasis aplikasi (online) tidak akan selamanya bertahan murah. Hal tersebut dikarenakan perusahaan akan dituntut meningkatkan pendapatan pengemudi. Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahardika mengatakan, ada dua yang akan bergeser, pertama perusahaan akan keluar dari jalur rugi kemudian mencari keuntungan. Kedua, ada tekanan dari driver. "Pengemudi melihat perlu ada pendapatan yang naik, jangan sampai pengemudi dieksploitasi," katanya.
  2. Layanan ojek online menjadi fenomena tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal kemunculannya, di 2011, Go-Jek sempat menjadi inisiator layanan ini. Walaupun sempat kesulitan untuk diterima konsumen, lambat laun layanan ini diterima masyarakat di 2015. Go-Jek menjadi pemain pertama yang dengan mudah diterima masyarakat. Sejak meledak di 2015, masyarakat berbondong-bondong ingin mendaftar menjadi driver. bahkan, pihak Go-Jek sempat kewalahan membendung animo masyarakat yang ingin menjadi driver mereka. keberhasilan Go-Jek mengubah peta industri transportasi membuat pemain lain tergoda. Grab (Malaysia), yang semula hanya bermain sebagai penyedia taksi, mulai meluncurkan Grab Bike yang menjadi pesaing Go-Jek hingga saat ini. Tak hanya pemain asing, beberapa pemain lokal juga ikut mencoba untuk terjun di model bisnis baru ini. Sebut saja, Blu-Jek yang juga hadir di September 2015. Pada saat itu, Founder Blu-Jek, Garrett kartono, mengatakan, Blu-Jek hadir tidak untuk mengekor layanan lainnya yang telah lebih dulu ada, melainkan membantu dan saling melengkapi layanan sejenis agar semakin banyak pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan layanan terbaik. Selain itu, ladyJek muncul pada Oktober 2015 dengan menawarkan layanan berbeda. Mereka menggunakan driver khusus perempuan yang ditujukan untuk konsumen kaum hawa. Pada April 2016, raksasa ride-sharing asal Amerika Serikat, Uber, meluncurkan layanan ojek online di Jakarta. Tentu saja, dengan dukungan induk perusahaan, uber tidak kesulitan menawarkan tarif promo yang menggiurkan. Seiring dengan berjalannya waktu, kini hanya, Uber, Go-Jek, dan Grab, yang praktis terdengar suaranya. Beberapa sudah menutup layanannya, sementara lainnya mencoba terus bertahan dengan armada seadanya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy