Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'tokyo'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Ada beberapa alat transportasi untuk menuju tempat tujuan di Tokyo dari Bandara Internasional Haneda Ketika berkunjung pertama kali ke Jepang mungkin anda sedikit bingung jenis transportasi apa yang paling murah atau efisien untuk mencapai tempat tujuan dari bandara. Kali ini The Daily Japan akan mengulas tentang berbagai jenis transportasi yang dapat menjadi opsi bagi para turis, baik dari Bandara Internasional Haneda ataupun Narita. Kami akan mulai dari Bandara Internasional Haneda yang terbilang lebih dekat dengan pusat kota dibandingkan dengan Narita. Dalam waktu sekitar 30 menit Anda sudah bisa mencapai Shibuya dari Haneda. Jaraknya yang dekat dengan pusat kota juga membuat ongkos yang perlu dikeluarkan dari jika mendarat di Haneda pun lebih murah dibandingkan daripada Narita. Namun, jumlah penerbangan Internasional dari Haneda tidak sebanyak dari Narita. Umur Bandara Internasional Haneda sebenarnya lebih tua dibandingkan Narita. Dibuka pada tahun 1931, Bandara Internasional ini mulai dikurangi jumlah penerbangan Internasionalnya sejak pembukaan Narita pada tahun 1978. Tetapi setelah pembukaan Gedung Terminal Internasional pada tahun 2010, jumlah penerbangan Internasional di Haneda mulai meningkat kembali. Terdapat tiga pilihan transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai pusat kota dari Bandara Internasional Haneda: 1. Kereta 2. Bus 3. Taksi
  2. Hotel Kapsul menjadi alternatif menginap bukan hanya untuk para turis, tapi juga untuk orang Jepang Selama ini Jepang terkenal sebagai salah satu negara yang mahal untuk didatangi. Selain harga tiket pesawat yang mahal, biaya hidup sehari-sehari serta biaya tempat tinggal memang cukup tinggi jika untuk orang Indonesia. Namun, jika kita rajin mencari info, Jepang tidak lah semahal yang kita pikir. Anda bisa mencari tiket pesawat promo yang sering beredar infonya di media social. Untuk tempat tinggal pun masih ada beberapa tempat yang harganya cukup terjangkau seperti hostel ataupun sekarang yang lagi hits, hotel kapsul. Hotel mini ini bukan hanya jadi solusi para wisatawaan namun juga sering menjadi penyelamat para penduduk lokal yang ketinggalan kereta terakhir. Karena tarif taksi di Jepang sangatlah mahal, banyak yang memutuskan menginap di hotel kapsul sampai pagi hari. Hotel kapsul pertama kali dibuat dan dibuka untuk umum pada tahun 1979 di Osaka. Arsitek yang mendesainnya adalah Kisho Kurokawa. Ia terinspirasi dari Menara Kapsul Nakagin di Tokyo dan membuat hotel yang kamarnya hanya cukup untuk berbaring dan beristirahat saja. Hotel kapsul pada awalnya hanya ditujukan untuk karyawan laki-laki yang berdinas ke luar kota. Namun, sesuai perkembangan zaman, sekarang ada hotel kapsul untuk tamu wanita dan hotel kapsul yang tidak membatasi jenis kelamin tamunya. Tarif untuk menginap di hotel ini berkisar antara ¥3000-4000. Namun, juga ada yang lebih mahal, tergantung dari lokasi hotel tersebut. Memang, jika kita kalikan dengan kurs Rupiah, harga tersebut masih cukup mahal untuk orang Indonesia namun tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif hotel-hotel lainnya di Tokyo. Yang harus diperhatikan juga adalah waktu check in. Di Jepang agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Waktu rata-rata untuk check in disana sekitar jam 4 sore. Setelah datang ke hotel, anda bisa melakukan registrasi di resepsionis. Prosesnya sendiri tidak terlalu rumit asalkan paspor tidak bermasalah. Setelah melakukan registrasi, para tamu diharuskan menyimpan alas kaki di dalam locker dan sebagai gantinya mereka akan mendapatkan sendal dari hotel. Biasanya anda akan diberikan nomor kamar dan nomor locker yang sama. Selain itu para tamu juga akan diberikan baju khusus untuk tidur dan ada beberapa yang menyediakan yukata. Untuk tempat pemandian anda harus berbagi dengan tamu yang lain seperti di hostel dan ada juga pemandian seperti onsen. Jadi, nanti jangan terkejut melihat banyak tamu lain disana. Di dalam kamar hanya tersedia satu kasur dan tentu saja untuk satu orang. Fasilitas yang diberikan seperti tv, radio, jam alarm dan koneksi internet yang sangat cepat akan membuat para tamu semakin nyaman. Di hotel ini juga tersedia bar untuk para tamu yang ingin membeli makanan ataupun minuman Secara keseluruhan, jika anda belum terbiasa mungkin akan terasa aneh untuk tidur dalam kapsul ini. Namun, ini bisa menjadi salah satu opsi atau solusi untuk menekan biaya travelling anda di Jepang.
  3. Dengan Tokyo Subway, bisa menghemat biaya perjalanan untuk berkeliling Tokyo Bagi sebagian besar turis asing, salah satu cara efektif dan menghemat kantong untuk mengelilingi kota Tokyo adalah dengan menggunakan JR Pass atau pun Tokunai Pass via yamanote line. Ini adalah day pass yang dikeluarkan oleh perusahaan kereta api JR. Selain day pass milik JR, sebenarnya ada alternatif lain yang bisa digunakan untuk berkeliling ibukota Jepang dan dengan harga yang lebih murah. Tokyo Subway Pass itulah namanya! Keterangan tentang Tokyo Subway Pass Jaringan dari kereta bawah tanah atau Subway di kota Tokyo dimiliki oleh dua perusahaan yaitu Tokyo Metro dengan 9 line dan Toei Subway yang memiliki 4 line. Dengan menggunakan semua jalur ini, sebagian besar tempat-tempat wisata terkenal di Tokyo bisa kita jangkau tanpa harus menggunakan transportasi lain. Misalkan jika Anda akan mengunjungi Kuil Sensoji di Asakusa maka dapat menggunakan Ginza Line di Tokyo metro atau Asakusa Line di Toei Subway. Kemudian, jika Anda ingin menyambangi Akihabara, dapat menggunakan Hanzomon Line di Tokyo Metro. Daftar dan tanda masing masing line subway Untuk menggunakan jaringan subway ini sebenarnya membutuhkan keahlian dalam memilih jalur yang akan digunakan. Selain peta yang biasanya di dapatkan di loket informasi turis, ada sebuah aplikasi smartphone yang dapat memudahkan para turis dalam bernavigasi. Untuk dapat mendapatkan aplikasi tersebut bisa mengunduhnya disini. Untuk harga Tokyo Subway Pass, Anda harus merogoh kocek sebesar 800 yen untuk day pass selama 24 jam, 1200 yen untuk 48 jam dan 1500 yen untuk 72 jam. Pass tersebut dapat anda dapatkan ketika anda mendarat di bandara – bandara di Tokyo (Narita atau Haneda) atau dapat di dapatkan di gerai seperti BIC Camera maupun Laox. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tokyo Subway Pass silahkan kunjungi situs resminya. Daftar harga Tokyo Subway Pass Setelah membaca uraian diatas, semoga bisa membantu teman-teman pembaca yang ingin berkeliling di Tokyo.
  4. Di balik gemerlap kota-kota seperti Tokyo, ada sisi berbeda di Jepang: tempat bagi air terjun yang tersembunyi, burung-burung langka, dan monyet salju. Kami meminta Anda untuk mengirimkan foto alam liar di Jepang: untuk melangkah melampaui gedung-gedung pencakar langit, teknologi, dan pertunjukan kabuki, ke dalam alam bebas. Ini adalah 12 foto paling indah yang kami terima sejauh ini.
  5. Taman bermain terkenal seperti Disneyland, menjadi sebuah tempat yang banyak diminati oleh wisatawan untuk bersenang-senang menikmati waktu liburan. Tak hanya anak kecil namun banyak juga orang dewasa yang gemar datang ke tempat bermain tersebut. Namun tahukah kamu kalau taman bermain yang besar itu memiliki mitos-mitos yang aneh bahkan menyeramkan? Berikut mitos-mitos yang beredar antara warga Jepang mengenai taman bermain Tokyo Disneyland. 1. Adanya lorong bawah tanah yang menyesatkan Konon menurut mitos yang beredar dari mulut ke mulut, tak hanya di Tokyo namun di Disneyland negara lainnya juga dibangun lorong bawah tanah. Lorong-lorong tersebut digunakan untuk para pekerja agar dapat sampai lebih cepat ke tempat tujuan karena area bermain sangat luas. Namun kabarnya, sangking berliku jalannya, banyak pekerja yang tersesat bahkan hilang. 2. Kutukan putus cinta Konon menurut mitos, apa bila ada pasangan yang melakukan dating pertama di Tokyo Disneyland, hubungan mereka tak akan awet. Tapi apa bila mereka melakukan ciuman di tengah Disneyland, maka hubungan mereka akan terus awet hingga menikah. 3. Penjualan organ tubuh anak-anak Konon ada banyak anak yang hilang dan tidak ditemukan di Tokyo Disneyland. Mitosnya, anak-anak tersebut diculik oleh sebagian oknum yang menyamar menjadi pekerja di Dinseyland untuk dijual organ tubuhnya. 4. Hantu nyata di Rumah Hantu Konon banyak hantu nyata atau beneran dalam wahana Rumah Hantu Tokyo Disneyland. Banyak pengunjung yang melihat penampakan hantu seram, padahal hantu tersebut tidak ada dalam daftar hantu buatan di wahana tersebut.
×
×
  • Create New...