Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'tokoh'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Terlahir dengan nama Donald John Trump, di Queens, New York 14 Juni 1946, calon presiden Amerika Serikat usungan Partai Republik ini akan menjadi presiden AS tertua dalam sejarah jika terpilih. Pernah merintis karier di industri hiburan, Trump dianggap sosok yang kontroversial dan terlalu banyak mencari sensasi. Faktanya, dia terhitung pengusaha yang sukses, lulusan akademi militer dan memiliki nilai akademik tinggi selama menimba ilmu di bangku pendidikan. Donald Trump adalah anak keempat dari lima bersaudara buah hati pasangan Frederick C dan Mary MacLeod Trump. Sedari kecil, pendiri Trump Organization tersebut tumbuh sebagai anak yang bersemangat, penuh percaya diri, tegas dan cenderung angkuh. Untuk menyalurkan semua kepribadian baik dan meredam sifat buruknya, orangtua Donaldmengirimnya ke Akademi Militer New York. Kala itu, Donald berumur 13 tahun. Di akademi inilah dia belajar untuk bersikap lebih patuh dan hidup disiplin. Pebisnis sekaligus Aktor Sejak muda, Donald tertarik pada dunia perfilman. Dia sempat ingin jadi aktor, tetapi pindah haluan jadi pebisnis mengikuti jejak ayahnya. Pikirnya kala itu, industri keuangan jauh lebih menarik dan menguntungkan. Meski begitu, impian untuk tampil di layar kaca tak pernah benar-benar surut. Setelah sukses mengambil alih beberapa perusahaan keluarga dan menjadi juragan pengembang real estate yang terkemuka, baru pada 2004 dia mulai melebarkan sayap ke panggung hiburan. Penampilannya dalam dunia pertelevisian antara lain bisa dilihat pada film Home Alone bermain jadi cameo, produser sekaligus pembawa acara utama serial reality show The Apprentice di saluran televisi NBC. Ketegasannya dalam memecat para peserta kemudian menjadikannya semakin terkenal. Jargon ‘Anda dipecat’ yang sering dilontarkannya dalam acara tersebut hingga saat ini sering dijadikan ejekan oleh lawan politiknya. Mereka meyakini Trump yang asli juga suka memecat karyawan seperti dalam acara tersebut. Percaya tidak percaya, Trump juga pernah muncul di acara gulat WWE. Keterlibatannya dalam acara tersebut karena gedungnya, Trump Plaza di Atlantic City, New Jersey, disewa untuk menampilkan pertandingan aktor-aktor berbadan kekar itu. Satu kemunculannya yang paling dikenang terjadi pada 2007, dia menantang pemilik WWE, Vince McMahon untuk adu pemain. Hasilnya, Vince bersama Umaga kalah; dan sesuai perjanjian, Trump dan pemain pilihannya, Bobby Lashley berhak mencukur habis rambut miliarder WWE itu. Video pertarungan miliarder, Donald Trump dan Vince McMahon Sebagai pebisnis, karier Trump tidak berjalan mulus. Meskipun terbilang sukses dalam beberapa proyek, seperti Grand Hyatt di Manhattan, dia juga pernah mengalami kebangkrutan. Salah satu bisnisnya yang ditutup lantaran hutang menggunung ialah kasino terbesarnya, Trump Taj Mahal di New Jersey. “Melewati masa-masa sulit adalah hal yang menakjubkan. Setiap orang harus merasakannya, minimal sekali,” pesannya. Riwayat Politik Trump Kantong gembung, popularitas tercapai, pernikahan berlangsung sebanyak tiga kali, anak sudah lima, Donald yang lebih mapan ini selanjutnya menancapkan kuku ke dunia politik pada 2012. Kehadiran Trump sering dikatakan para pengamat politik dan industri hiburan sebagai pembawa rona tersendiri dalam ingar bingar elit pemerintahan. Tercatat, pria berdarah Skotlandia ini pernah berganti partai politik (parpol) hingga lima kali. Republik adalah parpol pertama baginya pada 1987. Namun pada 1999, dia pindah ke Partai Independen. Pada 2000, Trump pernah ingin naik jadi presiden melalui Partai Reformasi. Lalu pada Agutus 2001, dia banting setir ke Demokrat. Sampai delapan tahun kemudian, dia melompat kembali ke Republik. Sempat kecewa dengan parpol, dia memutuskan tidak andil dalam parpol mana pun. Namun akhirnya, dia nyapres juga tahun ini dengan menunggangi Republik. Asmara dan Keluarga Bicara asmara, Trump menikah tiga kali. Istri pertamanya, Ivana Zelníčková adalah seorang model kelahiran Republik Ceko. Pernikahan yang bertahan selama 14 tahun tersebut menghasilkan tiga orang anak, antara lain Donald Trump Junior (38), Ivanka Trump (34), dan Eric Trump (32). Dua tahun bercerai dari Ivana, Trump menikah lagi dengan seorang aktris cantik AS Marla Ann Maples. Pernikahannya tersebut hanya bertahan enam tahun. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang putri bernama Tiffany Trump (22). Istri ketiga, yang digadang-gadang akan menjadi ibu negara selanjutnya itu, Melania Knauss dinikahi Trump pada 2005. Putra bungsu mereka, yakni Barron Trump lahir setahun kemudian. Oleh karena usianya yang masih sangat muda, dia dijauhkan dari ingar-bingar media massa. Secara keseluruhan, Trump telah membangun keluarga besar yang terdiri dari lima orang anak dan delapan orang cucu. Meski begitu, keluarganya tampak begitu harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Hal itu tercermin saat dia resmi dinominasikan sebagai capres Republik dan selama kampanye kepresidenannya. Biodata singkat
  2. Abu Muhammad al-Adnani adalah juru bicara, ahli strategi, dan salah satu pendiri ISIS. Pada akhir Agustus lalu ISIS mengatakan bahwa Adnani telah tewas di provinsi Aleppo. Rusia mengaku telah menewaskan Adnani setelah AS mengakui melakukan serangan yang menyasar Adnani tapi tidak mengkonfirmasikan kematiannya. Adnani adalah salah satu tokoh paling penting ISIS, yang kepalanya dihargai $5 juta (Rp65 milyar). "Serangan dekat al Bab, Suriah, telah menyingkirkan para pemimpin ISIS, kepala propaganda, perekrut, dan pemimpin operasi teroris eksternal," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook. "Ini merupakan bagian dari serangkaian serangan yang sukses terhadap para pemimpin ISIS, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas keuangan dan perencanaan militer, yang akan menyulitkan operasi kelompok ini." Rusia sebelumnya mengaku telah menewaskan Abu Muhammad al-Adnani. Serangan 30 Agustus itu dilakukan oleh pesawat tak berawak, yang menembakkan rudal terhadap mobil yang ditumpangi Adnani, katanya. Tidak jelas mengapa AS perlu dua pekan untuk mengkonfirmasi kematian Adnani ini. Rusia sebelumnya mengatakan Adnani adalah salah satu dari 40 militan yang tewas dalam serangan udara oleh jet-jet Su-34 di desa Umm Hawsh, utara dari Aleppo - klaim yang disebut pejabat Pentagon sebagai 'lelucon.' Adnani - yang juga juru bicara ISIS - "mati syahid saat mengawasi operasi untuk menangkal serangan militer terhadap Aleppo," kantor berita Amaq yang terkait ISIS memberitakan tanpa memberikan rincian tentang bagaimana dia tewas. Adnani lahir dengan nama Taha Sobhi Falaha di kota Banash, Suriah, pada tahun 1977, adalah salah satu pendiri ISIS. Pada bulan Juni 2014, ia menyatakan pembentukan kekhalifahan ISIS di bawah kepemimpinan Abu Bakr al-Baghdadi yang membentang di bagian Suriah dan Irak.
  3. Bocoran dokumen Panama Papers mengungkap skandal penyembunyian asset, penggelapan pajak dan pencucian uang oleh tokoh dari 50 negara. Sejauh ini belum ada tokoh Amerika Serikat yang disebut, memicu teori konspirasi bahwa skandal ini didalangi AS guna mendiskreditkan negara lain. https://youtu.be/ZdC2wPUJwKo
  4. Todung Mulya Lubis sempat menjenguk Adnan Buyung Nasution saat masa kritisnya di Rumah Sakit Pondok Indah pada 20 September 2015. Di situlah Buyung menuliskan pesan tertulis. Dilansir Kompas.com, saat itu, Todung datang bersama keluarganya dan beberapa rekan pengacara datang pada siangnya. Mereka bertahan di sekitar tempat tidur Buyung hingga malam hari. Buyung, sebut Todung, menangis begitu melihat Todung dan rekan-rekannya. "Dia tidak bisa berbicara saat itu, jadi dia cuma bisa menangis, apalagi saat kita pegang tangan dia," ujar Todung di rumah duka, bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015) siang. Tiba-tiba, Adnan Buyung memberikan isyarat dengan tangannya, meminta secarik kertas untuk menulis pesan. Dengan tertatih-tatih dan gerak patah-patah, Buyung berhasil menulis kalimat menggunakan spidol merah. "Jagalah LBH/YLBHI, teruskan pemikiran dan perjuangan untuk masyarakat miskin dan tertindas," demikian tulis Buyung. Tulisan itu tidak terbaca jelas. "Dia menulis sambil menangis. Lalu, saya jawab, 'iya Bang, iya,'" ujar Todung. Tak disangka, pesan itu adalah pesan terakhir Buyung kepada Todung dan rekan-rekannya. Senior, rekan kerja, sahabat, itu pun pergi untuk selama-lamanya, Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Meski begitu, pesan Buyung itu pun memiliki makna mendalam bagi Todung, yakni bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk penegak hukum di Indonesia. "Pesan bagi semuanya adalah, dia saja dalam sakitnya masih memikirkan negerinya, bangsanya. Dia seperti tidak bisa menerima sakitnya, 'kenapa saya tak bisa berbuat sesuatu lagi'. Itu pesannya. Tapi, ya namanya umur ya urusan Allah, kita doakan yang terbaik," ujar Todung.
  5. Anda pernah berkunjung ke Taman Impian Jaya Ancol? Atau pernah berekreasi ke Mall Ciputra? Bagi anda yang tinggal di wilayah ibukota, pasti sudah tak asing lagi dengan kedua tempat tersebut. Taman Impian Jaya Ancol dan Mall Ciputra telah menjadi bagian dari icon wisata kota Jakarta. Pesonanya tentu tak lepas dari campur tangan sang pemrakarsa yang visioner dan futuristis. Tokoh pemrakarsa dan pelopor tersebut adalah Ir. Ciputra. Bagaimana kisah kehidupan Ciputra hingga sukses seperti sekarang ini, Berikut ini adalah kisahnya : Masa Kecil si Anak Sulawesi Terlahir dengan nama Tjie Tjin Hoan pada 24 Agustus 1931, Ciputra berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana. Di usia 12 tahun, Ciputra sudah ditinggal untuk selamanya oleh sang ayah. Saat itu sang ayah dituduh sebagai anti-Jepang, ia ditahan oleh tentara pendudukan Jepang dan akhirnya meninggal. Sepeninggal ayahnya, Ciputra turut mengambil peran untuk membantu sang ibu. Ia terbiasa memberi makan sapi peliharaan keluarga sebelum berangkat sekolah. Ciputra dan keluarga kecilnya hidup sederhana mengandalkan dagangan kue sang ibu. Masa kecil yang penuh dengan keterbatasan membuat Ciputra bertekad untuk merantau dan bersekolah di pulau Jawa untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Karena pengaruh situasi politik dan peperangan yang tak menentu, Ciputra sempat mengalami keterlambatan saat menuntut ilmu. Ia bahkan lulus dari jenjang pendidikan SD di usia 16 tahun. Namun ternyata keterlambatan bukanlah sebuah halangan. Kegigihan Ciputra akhirnya membuat ia berhasil menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan arsitektur. Masa-masa remaja dimanfaatkan Ciputra untuk belajar banyak hal, baik hal-hal yang sifatnya akademis maupun non akademis. Hal tersebut membuat Ciputra memiliki beragam keterampilan di bidang yang begitu diminatinya.Ketika hampir menyelesaikan studinya, Ciputra lantas mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan bersama dengan kedua sahabatnya, Ismail Sofyan dan Budi Brasali. Perusahaan konsultan arsitektur tersebut diberi nama PT. Daya Cipta. Pada masa tersebut, Daya Cipta banyak mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang nilainya terhitung besar, misalnya saja proyek bank berupa gedung bertingkat yang berlokasi di Banda Aceh. Ketidakpuasan dan Kreativitas Adalah Awal Kesuksesan Setelah lulus dari ITB pada tahun 1960, ketiga sahabat itu pun lantas hijrah ke Jakarta agar dapat memperoleh proyek-proyek yang lebih fantastis. Di bawah naungan PT. Perentjaja Djaja IPD, saat itu Ciputra berusaha keras untuk menemui Dr. R. Soemarno selaku gubernur DKI Jakarta. Setelah melalui perundingan dengan presiden Soekarno, proposal yang diajukan Ciputra akhirnya ditindaklanjuti dengan pendirian PT. Pembangunan Jaya. PT Pembangunan Jaya mulanya dibangun dengan sederhana. Kantornya menumpang di salah satu ruangan kantor Pemda DKI Jakarta dengan karyawan berjumlah 5 orang. Ciputra dan kedua sahabatnya akhirnya sukses menangani proses pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kegigihan Ciputra dan para sahabatnya dalam mengelola PT. Pembangunan Jaya perlahan-lahan membuahkan kesuksesan dan proyek-proyek besar lainnya. Impiannya untuk menyulap sebuah lahan rawa menjadi pusat rekreasi yang mewah dan lengkap akhirnya terwujud lewat proyek raksasa pembuatan Taman Impian Jaya Ancol. Modal sebesar 10 juta rupiah yang dimiliki Jaya Grup pada tahun 1961 berhasil dikembangkan hingga mencapai nilai 5 trilyun rupiah dan digunakan untuk mengembangkan beragam kelompok usaha lainnya seperti Metropolitan Grup, Pondok Indah Grup, Bumi Serpong Damai Grup dan Ciputra Grup. Melalui Pondok Indah Grup, Ciputra berhasil mewujudkan kawasan hunian elit alareal estate pertama di Indonesia. Segudang prestasi tersebut membuat Ciputra dikenal sebagai sosok pebisnis property yang handal dan memiliki perencanaan matang. Hingga saat ini anak usaha Jaya Grup dan Metropolitan Grup sudah berjumlah lebih dari 40. Namun di usia senjanya Ciputra tak berhenti berkreasi dan mewujudkan ide-ide briliannya. Ia tidak pernah merasa puas dengan pencapaian yang telah ia dapatkan. Karena baginya, kepuasan adalah awal dari suatu “kemandekan” kreativitas. Saat ini kelompok usahanya tengah mengembangkan proyek sekolah dan universitas Ciputra. Melalui karya di bidang pendidikan tersebut, Ciputra ingin mewujudkan harapannya untuk berbagi ilmu dan motivasi bagi para generasi muda.Karena sejatinya regenerasi harus dilakukan untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih santun, lebih maju dan lebih futuristis.
  6. Hari Anti-Narkoba Sedunia pada hari ini adalah sebuah peringatan akan sebuah kasus perlawanan narkoba pertama oleh Lin Zexu di Guangdong, China. Peringatan Hari Anti-Narkoba ini sudah dilaksanakan sejak 1988. Lin adalah seorang penggerak perlawanan terhadap narkoba pertama pada 1839. Jenis narkoba yang diperangi oleh Lin adalah opium. Saat itu dia menentang penjualan opium di Guangdong. Akibat aksi kepahlawanannya tersebut dan merujuk resolusi PBB pada 7 Desember 1987, akhirnya diputuskanlah jika 26 Juni adalah hari perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba guna mencapai tujuan masyarakat internasional bebas narkoba.
  7. Tiga tokoh bersejarah berikut ternyata tidak dapat dipastikan keberadaannya dalam dunia nyata. Tidak mudah untuk membedakan mana dari tokoh-tokoh sejarah terkenal berikut benar-benar pernah hidup, atau hanya sekedar tokoh fiktif belaka. Beberapa data sejarah yang tidak lengkap menyulitkan para sejarawan kita untuk membuktikan keberadaan tokoh-tokoh ini di masa lalu. Beberapa di antaranya hanya “lahir dan hidup” berkat adanya mitos atau legenda yang diceritakan turun temurun dari generasi ke generasi. Berikut ini adalah enam tokoh dalam sejarah yang masih diperdebatkan keeksistensinya: Raja Arthur Lukisan Raja ArthurLukisan Raja Arthur (History.com) Raja Arthur dikenal sebagai raja monarki pelindung tanah Camelot. Namun banyak orang percaya bahwa ia hanyalah tokoh fiktif dalam legenda Wales kuno. Raja Arthur dikenal karena keberaniannya memukul mundur penyerangan bangsa Saxon ke Inggris pada abad ke-5 sampai 6 masehi. Meski telah memenangkan 12 perang yang dilakukan pada abad tersebut, namanya tidak muncul dalam catatan sejarah yang menceritakan perang tersebut. Raja Arthur dianggap sebagai tokoh legenda yang tidak nyata, walau sebagian sejarawan percaya bahwa kisah yang menampilkan Arthur sebagai tokoh sentral tersebut, “Le Morte d’Arthur” karya Sir Thomas Malory ditulis berdasarkan kisah nyata. Phytagotas PhytagorasPhytagoras (History.com) Semua orang mengenal nama ini, pernah mempelajari teorinya di kelas matematika, dan kesulitan karenanya. Namun ternyata, tidak ada bukti nyata yang menegaskan eksistensinya. Pemikir Yunani ini hidup pada abad ke-5 dan 6 masehi, mengembangkan ilmu matematika sehingga dikenal sebagai Bapak Bilangan hingga sekarang. Namun, dulunya, Pythagoras ternyata dikenal sebagai pengajar spiritual ajaran sesat yang dikuasai oleh gabungan jiwa manusia dan setan pemakan kacang-kacangan. Tidak pernah ada pendokumentasian yang sah tentang kehidupan sebenarnya bapak bilangan ini. Semua cerita dan buah pemikirannya hanya disampaikan oleh pengikutnya, yang menamakan dirinya Phytagoreans. Kisah lain tentangnya masih simpang siur; ada yang mengatakan bahwa ia merupakan anak dari dewa Apollo. Trivia-trivia tersebut sedikit banyak membuktikan bahwa tokoh Phytagoras merupakan tokoh fiktif yang dibesar-besarkan oleh pengikutnya (dalam sekte). Robin Hood Robin HoodRobin Hood (History.com) Robin Hood sudah dikenal sejak kemunculannya dalam cerita di abad pertengahan. Tapi benarkah kisah yang menceritakan seorang pahlawan rakyat miskin yang mencuri dari golongan kaya ini benar-benar terjadi di kehidupan nyata? Para ahli sejarah berusaha mengulik fakta dari kisah legendaris Robin Hood si pencuri baik hati. Beberapa catatan menunjukkan bahwa memang ada sekelompok pencuri yang menamakan diri mereka “Robehood” atau “Rabunhood” yang hidup di abad ke-14 dan 15. Dalam catatan tersebut diungkapkan bahwa Robin Hood hanyalah seorang “commoner” atau pengikut yang memimpin suatu kelompok kecil karena tidak menyukai pemimpin kelompoknya di Nottingham. Peneliti kemudian mencari nama-nama yang diduga dianggap sebagai Robin Hood di daerah tersebut, namun hingga kini masih belum dipastikan siapa ia sebenarnya.
  8. Potret Helen Keller Bisakah kalian membayangkan betapa sulitnya menjalani hidup sebagai penyandang disabilitas tuna netra atau tuna rungu? Nah Helen Keller adalah salah satu dari sekian banyak penyandang dua kekurangan tersebut secara bersamaan. Namun semangat dan kerja kerasnya membuat ia menjadi penyandang tuna netra dan tuna rungu pertama yang sukses meraih gelar sarjana. Bagaimana kisah hidupnya? Yuk simak di artikel berikut ini. Helen Keller lahir di Alabama, Amerika Serikat pada tanggal 27 Juni 1880. Saat berusia 19 bulan ia menderita penyakit yang sangat serius dan merenggut kemampuan pendengaran sekaligus penglihatannya, hingga hanya tertinggal penglihatan yang sangat-sangat lemah. Setelah itu Keller hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui tanda-tanda sederhana. Masalah kesulitan komunikasi ini juga membuat Keller kecil sering bertingkah buruk dan cenderung tidak memiliki etika. Pada usia 6 tahun Keller dibawa ke Baltimore untuk mendapatkan perawatan dari ahli yang berkompeten. Hingga ia bertemu dengan Alexander Graham Bell, yang kebetulan saat itu juga sedang melakukan penelitian mendalam seputar ketulian dan bunyi-bunyian. Untuk masalah kebutaan, Mr. Bell membawa Keller ke Perkins Institute, sebuah institut yang berkecimpung di bidang kesehatan mata. Di institut ini Keller bertemu dengan pelatihnya yang bernama Anne Sullivan, yang kemudian diketahui menjadi sahabat Keller hingga 49 tahun kemudian. Patung Helen Keller bersama Anne Sullivan di Massachusetts, Amerika Serikat. Usaha Sullivan untuk melatih Keller sering kali menemui jalan buntu yang nyaris membuat frustasi. Namun dengan kesabaran yang luar biasa pada akhirnya Sullivan mampu membuat perkembangan. Tercatat dalam sejarah kata pertama yang dipelajari Keller adalah “air” atau water. Pada saat itu caranya adalah Sullivan mengalirkan air ke tangan kiri Keller, dan dengan tangan kanan Sullivan membimbing Keller untuk membuat simbol air. Demikian seterusnya Keller mempelajari kata demi kata dasar. Dan sejak saat itu Keller belajar dengan cepat dan membuat perkembangan yang baik. Rupanya Keller berkembang dengan sangat baik dan belajar membaca Braille dengan cepat. Keller tergolong anak yang berotak cerdas hingga sanggup menyelesaikan pendidikan di sekolah untuk para penyandang kebutuhan khusus dan juga belajar menulis dengan Braille. Sungguh beruntung bagi Keller, saat masuk usia kuliah ia bertemu dengan Henry Rogers seorang pengusaha minyak yang kaya raya. Karena tersentuh dengan kisah hidup dan semangat Keller yang besar, Rogers akhirnya bersedia membiayai kuliah Keller di Radcliffe College. Proses kuliah ini tentunya menjadi perjuangan yang sangat sulit bagi penyandang disabilitas seperti Keller. Namun dengan semangat yang besar dan dukungan dari orang-orang terdekatnya pada 1904 Keller berhasil meraih gelar sarjana pada bidang seni. Pada saat kuliah ini Keller juga mendalami kemampuan membaca gerak bibir dan menajamkan indera sentuhnya. Keller kemudian dikenal sebagai pembicara di berbagai seminar dan juga menulis buku. Buku pertama Keller yang berisi kisah hidupnya berjuang melawan disabilitas berjudul “The Story of My Life” diterbitkan pada tahun 1903. Buku ini menjadi fenomenal dan menyedot perhatian banyak orang hingga kini. Keller juga sangat vokal menyuarakan hak-hak kaum penyandang disabilitas yang pada masa itu hidup terlantar, tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak bahkan diasingkan ke rumah sakit jiwa. Ia juga rajin melakukan acara penggalangan dana untuk kesejahteraan orang-orang berkebutuhan khusus seperti dirinya. Kisah hidupnya telah menjadi contoh dan inspirasi bagi banyak orang tentang bagaimana seharusnya menyikapi kondisi dengan banyak keterbatasan tersebut. Selain The Story of My Life, beberapa buku karya Keller yang tercetak antara lain Out of The Dark (1913), My Religion (1927) dan Three Days to See (1933) Helen Keller meninggal dunia karena penyakit stroke pada 1 Juni 1968, dan meraih beberapa penghargaan salama hidupnya. Salah satu penghargaan paling bergengsi adalah the Predential medal of Freedom pada 1964 oleh presiden Amerika Serikat ke-36, Lyndon B. Johnson.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy