Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'tilang'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Tilang merupakan akronim dari bukti pelanggaran yang biasanya dilakukan aparat kepolisian untuk menertibkan lalu lintas. Selain kemacetan, aktivitas razia kendaraan yang berakhir dengan penilangan merupakan hal yang sangat dihindari. Jika kendaraan tidak lengkap, alhasil pengendara harus siap berhubungan dengan hukum dan mengeluarkan biaya sebagai denda. Meski begitu, masih banyak masyarakat kita yang dengan sengaja tidak mematuhi peraturan di jalan raya. Meski dengan mudah melakukan pelanggaran, beberapa diantaranya tetap saja melakukan upaya untuk membela diri juga cukup tinggi. Berbagai cara dilakukan agar bisa lolos dari jeratan tilang polisi. Berikut ini lima tingkah orang Indonesia saat ditilang polisi 1. Pura-pura lupa membawa kelengkapan kendaraan Biasanya tindakan awal polisi ketika memberhentikan kendaraan adalah meminta pengendara untuk menunjukan surat-surat kelengkapan kendaraan. Polisi akan menanyakan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi mereka yang tidak memiliki atribut lengkap, biasanya akan berpura-pura lupa membawa kelengkapan tersebut. Padahal bisa saja mereka memang tidak memiliki surat-surat berkendara yang lengkap “Wah perasaan sudah saya bawa pak, waduh dimana tadi ya” kalimat ini kerap kali didengar pihak kepolisian ketika menggelar razia. Namun poilisi tentu saja tidak mempercayai begitu saja dan akan tetap menilang mereka. 2. Mencari Bekingan Tidak mau mengakui kesalahan, begitulah sikap dari sebagian masyarakat kita. Aktivitas mencari bekingan bertujuan untuk menggertak petugas dengan cara menelepon para aparat yang pangkatnya lebih tinggi dari petugas yang menilang mereka. Tindakan ini biasanya disertai dengan ancaman kepada petugas, jika petugas berani menilang maka mereka akan dilapor dan segera dipecat langsung oleh petingginya. Tidak jarang ini menciutkan nyali petugas ketika mendengar saudara dari target tilang adalah petinggi mereka. 3. Berakting Tidak hanya artis yang pintar berakting, masyarakat pun terpaksa berakting jika dalam kondisi terdesak akan ditilang. Mereka mengeluarkan jurus berkaca-kaca disertai wajah memelas untuk mengelabuhi petugas. Tapi, polisi lalu lintas sudah belajar banyak dari pengalaman dan tidak akan tertipu dengan penampilan si pengendara nakal. 4. Mengaku Wartawan Wartawan dengan kartu persnya biasanya akan dengan mudah lolos dari jeratan penilangan. Biasanya polisi memahami pekerjaan wartawan yang harus mewawancari para pejabat penting sehingga harus tepat waktu ditempat, sehingga jarang melakukan pemeriksaan kendaraan. Namun hal ini terkadang juga dimanfaatkan oleh pengendara nakal yang tidak memiliki kelengkapan. Bahkan mereka rela membuat kartu pers ‘bodong’ hanya demi lolos dari jeratan aparat saat berlalu lintas. Dengan mengaku-ngaku akan mewawancari gubernur atau walikota, maka aparat dengan cepat memberikan mereka jalan. 5. Meminta Damai Ditempat Inilah tindakan yang tidak disukai masyarakat, tapi dilakukan ketika dalam kondisi kena tilang. Suap, menjadi hal yang dihujat oleh masyarakat namun mereka juga melakukannya. Masyarakat membenci para koruptor yang mau disuap atau melakukan penyuapan dan meminta penegak hukum menindak tegas. Namun disisi lain mereka ingin ‘damai ditempat’ ketika ditilang polisi. Hayoo, yang nomor berapa tindakan yang anda lakukan untuk lolos dari penilangan? Semoga tidak termasuk dalam lima hal di atas ya, dan kita termasuk dalam generasi anti suap, anti membela diri untuk hal yang salah. Ingatlah bahwa kegiatan menyuap yang dihalalkan hanya satu, yaitu menyuap bayi..
  2. Ada hal unik dari operasi polisi yang digelar di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu 2 Januari 2015 dini hari, saat polisi mengamankan satu unit mobil jenis Toyota Yaris warna merah. Mobil ini dikendarai oleh Muhammad Faizal Adilla, seorang mahasiswa fakultas hukum sebuah universitas negeri di Kota Semarang. Saat dihentikan, pemuda yang tinggal di Tembalang, Kota Semarang ini langsung mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik ayahnya. "Ayah saya polisi lalu lintas, tugas di Polsek Banyumanik," kata Faizal saat dihentikan polisi. Namun pengakuan itu tak membuat polisi berhenti memeriksa mobil itu. Saat dimintai surat-surat kendaraan, ditemukan surat tilang berwarna merah muda bertuliskan nama pemilik mobil, M Anshari, warga Jalan Bangku III, Kota Semarang. Di surat tilang itu tertulis tanggal 23 Januari 2015. Saat ditanya, Faizal mengelak dan tak mengetahui asal muasal mobil itu. Dia mengaku ayahnya yang berinisial Aipda S yang bertugas di Unit Lantas Polsek Banyumanik membawa pulang mobil tersebut ke rumahnya. "Enggak tahu, bapak saya yang bawa ke rumah. Makanya saya pakai," kata Faizal. Dua rekan Faizal di dalam mobil, sepasang lelaki dan perempuan juga tampak bengong ketika polisi menemukan sebotol minuman keras jenis congyang di dalam mobil itu. Ketika ditanya sudah berapa lama dia membawa mobil hasil tilangan itu, Faizal menjawab sudah sebulan. Temuan ini pun langsung dilaporkan ke Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto. "Itu mobil tilangan yang dibawa, besok biar dia (Aipda S) berurusan sama Kapolrestabes Semarang (Kombes Pol Djihartono)," kata Sugiarto. Kepolisian gencar menggelar operasi di beberapa ruas jalan yang dianggap rawan di Kota Semarang. Termasuk Jalan Pahlawan, yang selama ini menjadi tempat kumpul muda-mudi. Razia kemarin melibatkan ratusan personel gabungan dari Polrestabes Semarang dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD. Polisi mengamankan sejumlah orang dan mengangkut puluhan motor dan mobil bermasalah dalam operasi tersebut.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy