Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'tewas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 16 results

  1. Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut. Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari. "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus. Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal. "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya. Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas. "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya. Kurangnya Persiapan Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya. Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut. Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal. "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya. Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
  2. Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta. Jumlah jenazah yang ditemukan setelah sebuah kapal yang membawa migran terbalik di lepas pantai Mesir telah mencapai setidaknya 162, sementara pencarian terus dilakukan. Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta, di Delta Sungai Nil, Rabu (21/09). Mereka adalah adalah para migran dari Mesir, Suriah, Sudan, Eritrea dan Somalia. Pihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam. Image captionPihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam. Berbicara kepada wartawan BBC Orla Guerin di Rosetta, sejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra. Empat awak kapal telah ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan berencana dan perdagangan manusia, kata pejabat Mesir. Kapal, yang telah berlabuh selama lima hari di lepas pantai untuk membawa sebanyak mungkin para migran, akhirnya terbalik setelah ada tambahan sekitar 150 orang yang naik secara berdesakan ke atas kapal. Image captionSejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra. Insiden ini terjadi setelah Kepala Badan Urusan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan semakin banyaknya pendatang yang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan menuju Eropa. Frontex memperkirakan 12.000 lebih pendatang tiba di Italia dari Mesir sepanjang Januari hingga September, meningkat dari 7.000 dalam periode yang sama tahun lalu. Lebih dari 10.000 orang tewas melintasi perairan Mediterania menuju Eropa sejak 2014, menurut PBB.
  3. Sepuluh orang tewas dalam kecelakaan beruntun di ruas jalan raya Sukabumi, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabuaten Cianjur, Sabtu 30 Juli 2016.. Kecelakaan maut tersebut melibatkan satu truk engel, mobil angkot, dan lima sepeda motor. Korban tewas sendiri terdiri atas, sopir angkot, enam pengendara sepeda motor, pemilik rumah dan dua pelajar SD. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan kosong bernopol B 9479 GDA yang dikemudikan Asep Suhandi (35), warga Tangerang, yang melaju kencang dari aria Sukabumi menuju Cianjur. Kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak mobil angkot dan sepeda motor di depannya. Truk baru berhenti setelah menerjang dua bangunan rumah warga. Seorang saksi, Yana (40) menyebutkan, usai tabrakan para korban bergeletakan di atas aspal. Empat di antaranya tewas di lokasi kejadian. Sedangkan total korban meninggal sendiri sebanyak 10 orang, sementara tujuh orang mengalami luka berat. “Yang tergeletak ada tujuh orang, yang meninggal di tempat orang, kebanyakan pengendara motor,” kata Yana di lokasi kejadian. Saksi lain, Abi (35) menyebutkan, truk melaju kencang dan zigzag, tiba-tiba langsung menyeruduk mobil dan motor lalu menabrak bengkel,” kata dia. Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa saat dikonfirmasi belum bisa memberikan pernyataan resmi. “Jumlah dan data korban masih kita kumpulkan, kita fokus dulu evakuasi korban yang masih tergencet di truk,” katanya.
  4. Sebanyak 15 orang tewas dalam serangan tembakan di sebuah pusat perbelanjaan di selatan Munich, Jerman, pada Jumat, 22 Juli 2016. Reuters melansir, sebuah tayangan di televisi menunjukkan puluhan kendaraan darurat berada di luar mal. Pusat perbelanjaan itu terletak bersebelahan dengan stadiun Olimpiade Munich, yang pernah menjadi lokasi kejadian saat sekelompok militan Palestina, Black September, menyandera 11 atlet asal Israel dan membunuhnya selama olimpiade berlangsung pada 1972. Serangan tembakan terjadi dalam sepekan pasca peristiwa penikaman yang dilakukan seorang remaja pencari suaka berusia 17 tahun, terhadap seorang penumpang kereta. Polisi Bavarian akhirnya menembak mati remaja itu usai melukai empat warga negara Hongkong dan melukai seorang warga setempat saat melarikan diri. Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas, dalam laporan surat kabar Bild edisi Jumat, mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk panik. Tapi jelas bahwa Jerman tetap mungkin menjadi target. Insiden penembakan ini seiring dengan serangan di Nice, Prancis, pada perayaan Bastille. Saat itu warga asal Tunisia melajukan sebuah truk berkecepatan tinggi ke keramaian orangm dan menyebabkan 84 korban tewas. Kelompok teroris dunia, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai dalang serangan itu.
  5. Mobil listrik Tesla Model S yang sudah dilengkapi teknologi tanpa sopir atau otonom mengalami kecelakaan dan menewaskan penggunanya. Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA) kini sedang menyelidiki kasus yang terjadi di Florida pada 7 Mei 2016 itu. Demikian dikutip dari Reuters, Minggu (3/7/2016). Ini merupakan kasus kematian pertama akibat kecelakaan pada mobil otonom Tesla. Mobil yang mengalami kecelakaan adalah sedan Model S tahun 2015. Dalam pernyataannya, NHTSA akan melakukan pemeriksaan terhadap desain dan performa teknologi otonom yang digunakan korban saat terjadi kecelakaan. Sementara Tesla Motors membenarkan bahwa kecelakaan terjadi saat pengemudi, Joshua Brown, mengaktifkan mode 'autopilot' di mana kendaraan bisa melaju sendiri tanpa harus dikendalikan pengemudi. "Ini merupakan kasus kecelakaan yang menyebabkan korban tewas pertama setelah 209 juta kilometer sejak fitur autopilot digunakan," demikian keterangan Tesla Motors. Tesla pun mendukung penyelidikan yang dilakukan NHTSA sebagai evaluasi awal untuk mengetahui apakah teknologi otonom pada mobil Model S sudah sesuai yang diharapkan atau belum. Berdasarkan laporan awal, kecelakaan terjadi karena di depan mobil Tesla Model S ada truk trailer yang tiba-tiba berbelok ke kiri. Namun, sistem di mobil itu tidak dengan cepat merespons pergerakan truk sehingga benturan tidak bisa dihindari. Tesla sendiri sudah memasangkan teknologi otonom pada produk-produknya sejak tahun lalu. Mobil bisa berpindah jalur, mengatur kecepatan, bahkan mengerem secara otomatis, tanpa campur tangan pengemudi. Sistem autopilot ini diaktifkan dan dinonaktifkan oleh pengemudi sesuai kebutuhan. Artinya, pengemudi bisa saja mengemudikan mobil tersebut secara manual.
  6. Sebuah ledakan di taman kota Lahore, Pakistan menewaskan paling tidak 25 orang dan melukai puluhan orang lainnya, kata beberapa pejabat. Ledakan terjadi di daerah taman Gulshan-e-Iqbal, dimana banyak orang berkumpul pada hari Minggu malam (27 Maret). Polisi mengatakan kepada BBC sepertinya ledakan ini disebabkan bom bunuh diri. Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab Muncul spekulasi keluarga Kristen yang sedang ke luar merayakan Paskah kemungkinan menjadi sasaran. Semua rumah sakit besar di sekitar daerah tersebut dalam keadaan darurat untuk menangani para korban, lapor media setempat. Ledakan sepertinya terjadi di gerbang utama taman di tempat dimana kendaraan biasa diparkir. Lahore adalah ibukota Punjab, provinsi terbesar dan terkaya Pakistan. Kota ini juga merupakan markas politik Perdana Menteri Nawaz Sharif. Pakistan mengalami sejumlah kejadian kekerasan terkait Taliban, masalah sektarian dan kegiatan kelompok penjahat.
  7. Nasib malang dialami Rika Varna. Ia tewas setelah sang kekasih, Oliver Dietmann tanpa sengaja menaruh mentimun di mulut wanita berusia 46 tahun tersebut dan meninggalkannya. Seperti yang dilansir Daily Mail, berawal pada pertengahan 2014 silam, sebelum terjadinya tragedi tersebut keduanya menghabiskan empat botol wine dan beberapa gelas schnapps, minuman beralkohol yang dibuat dari distilasi buah. Setelah itu, Oliver dan Varna melakukan hubungan intim dengan menggunakan mentimun sebagai mainan pelengkap. Tak lama kemudian, Oliver mencium bau masakan, ia pun lupa sedang memasak daging untuk makanan anjing. Sontak, pria berusia 46 tahun itu berlari ke dapur dan secara spontan menaruh mentimun di mulut Varna supaya ia tak terganggu. Ia pun meninggalkan Varna dalam waktu yang lumayan memakan waktu lama. Ia memberi makan anjingnya dan sempat pergi ke balkon untuki merokok. Ketika ia kembali ke kamar, Varna sudah tak sadarkan diri. Para dokter mengatakan bahwa penyebab meninggalnya Varna adalah mentimun yang menghambat saluran pernapasannya. Pria asal Jerman tersebut akhirnya harus rela menghadapi hukuman lima tahun penjara karena diduga membunuh kekasihnya dengan mentimun.
  8. Jelang tahun 2016, komunitas pegiat peranti lunak terbuka dirundung duka karena kepergian pendiri sistem operasi Debian Linux, Ian Murdock. Hal yang mengejutkan, Murdock seakan memberi petunjuk soal rencana kematiannya. Lahir 42 tahun silam, penyebab kematian Murdock hingga sekarang belum dikonfirmasi secara resmi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam, 28 Desember 2015. Kabar tewasnya Murdock baru diketahui publik pada hari Rabu melalui publikasi blog seorang karyawan Docker, perusahaan peranti lunak komputer yang juga tempat kerja Murdoch dalam dua bulan terakhir. Sebelum meninggal, Murdock memperlihatkan bahwa ia sedang menghadapi masalah dengan polisi. Ia ditangkap dengan tuduhan melakukan aksi serangan terhadap seorang petugas dan ia dibawa ke rumah sakit. Tak hanya itu, di hari ia meninggal, pada siang harinya Murdock sempat berkicau di akun Twitter pribadi miliknya, mengungkapkan bahwa ia ingin bunuh diri. "Saya akan bunuh diri malam ini. Jangan menghalangi seakan-akan saya punya kisah hidup yang tak layak ikut mati bersama saya," cuit Murdock, sekitar pukul 14.13 waktu setempat, Senin 28 DEsember 2015. Kala itu banyak orang yang berspekulasi bahwa akun Twitter-nya telah diretas dan kicauan tersebut bukan ditulis oleh Murdock sendiri. Tak hanya soal kicauan bahwa ia ingin bunuh diri, Murdock juga sempat mempublikasi sejumlah tweet mengenai opininya terhadap perlakuan polisi. Murdock mengembangkan Debian Linux pada Agustus 1993. Kata "ian" dari "Debian" memang berasal dari namanya sendiri. Murdoch, yang tinggal di San Francisco, dikenal sebagai pencipta distro open source Linux pada 1993 ketika masih mahasiswa di Purdue University. Ia meraih gelar sarjanan ilmu komputer pada 1996 dan di tahun yang sama kelompok Proyek Debian meluncurkan versi stabil sistem operasi tersebut. Nama Debian pada sistem operasi itu diambil dari nama depannya, Ian. Dalam kurun satu dekade belakangan, Murdock berkontribusi di dalam komunitas teknologi di mana ia berperan sebagai CTO di Linux Foundation. Ia juga menjadi pimpinan senior di Sun Microsystems dan menjabat sebagai Vice President of Platforms di ExactTarget yang berbasis di Indianapolis.
  9. Dua petugas TransJakarta tewas telah diduga menginjak genangan air yang teraliri muatan listrik dari tiang listrik di kawasan Mangga Besar. Dua karyawan PT TransJakarta bernama Niko Adeli (23) dan Siti Nurhayati (23) tewas tersengat listrik saat turun dari jembatan halte TransJakarta di kawasan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dini hari tadi. "Dilaporkan pada hari Rabu (30/12), sekitar pukul 02.00 WIB, telah ditemukan dua karyawan PT TransJakarta meninggal dunia diduga akibat sengatan listrik," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal melalui pesan singkat kepada media, Rabu (30/12). Iqbal menjelaskan saat kejadian keduanya berencana untuk kembali ke indekosnya masing-masing usai bekerja. Namun, ketika turun dari jembatan busway, keduanya menginjak genangan air dan tersengat listrik dari tiang listrik yang berada di sekitar genangan air tersebut. "Ketika turun dari jembatan busway tiba-tiba keduanya meninggal dunia di dekat tiang listrik yang sekitarnya sedang tergenanang air," ujar Iqbal. Lebih lanjut, Iqbal mengungkapkan keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk di autopsi dan kemudian diserahkan kepada keluarganya masing-masing.
  10. Sebanyak 110 wartawan tewas sepanjang tahun 2015, menurut laporan Reporter Lintas Batas (RSF) yang dirilis pekan ini. Meskipun sebagian wartawan tewas di negara-negara berkonflik seperti Irak dan Suriah, RSF mencatat bahwa sebagian besar wartawan tewas di negara-negara yang dinilai aman, seperti Perancis. Laporan RSF yang dirilis pada Selasa (29/12) mencatat sebanyak 67 wartawan tewas karena dibunuh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 di antaranya dibunuh dengan cara ditargetkan karena profesi mereka, dan 18 lainnya tewas ketika melakukan peliputan. Sementara, sebanyak 43 wartawan berasal dari berbagai negara terbunuh tanpa alasan yang jelas. RSF tidak dapat memastikan alasan kematian mereka, dan biasanya terjadi karana adanya imunitas terhadap pelaku serangan kepada wartawan di beberapa wilayah, seperti di Amerika Selatan, Timur Tengah, dan sub-Sahara Afrika. Dari 110 wartawan yang tewas, sebanyak 27 di antaranya merupakan pewarta warga atau jurnalis amatir, dan tujuh di antaranya merupakan pekerja media. Dari total 110 wartawan yang tewas, terdapat dua wartawan wanita, terdiri dari satu wartawan asal Somalia, dan satu lainnya dari Perancis. "Mayoritas bukan wartawan yang berada di tempat yang salah pada waktu yang salah dalam serangan bom. Mereka wartawan yang dibunuh agar mereka berhenti melakukan pekerjaan mereka," kata Sekjen RSF, Christophe Deloire kepada Reuters. "Hari ini, jika Anda seorang wartawan, bahkan jika Anda hanya memiliki pembaca di negara Anda, Anda membuka diri untuk orang dari sisi lain dunia, ekstremis agama, yang bisa menempatkan Anda dalam daftar hitam, dan kemudian orang lain datang dan membunuh Anda," kata Deloire. Dalam persentase jumlah wartawan yang tewas tahun ini, sebanyak 36 persen di antaranya tewas dalam zona perang, sementara 64 persen di antaranya tewas di luar zona perang. Persentase ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana dua pertiga dari jumlah wartawan yang tewas terbunuh di medan perang. "Wartawan dapat terbunuh di kota-kota yang jauh dari konflik bersenjata, seperti yang terjadi dalam serangan di [kantor majalah satire] Charlie Hebdo di Paris pada 7 Januari lalu," bunyi laporan RSF. Penerbit Charlie Hebdo, Riss menyatakan pada 8 Oktober lalu, "Kami hampir tidak pernah mengirim jurnalis ke medan perang. Pada 7 Januari, perang yang mendatangi kami." Serangan di kantor Charlie Hebdo yang diluncurkan oleh tiga ekstremis bersenjata menewaskan delapan wartawan. Sementara di negara-negara berkonflik, sebanyak 11 wartawan tewas di Irak dan 10 lainnya tewas di Suriah tahun ini. Kedua negara ini pun termasuk dalam daftar negara yang "mematikan" untuk wartawan, disusul dengan Yaman, Sudan Selatan, India, Meksiko, Filipina, dan Honduras. Jika dihitung dalam satu dekade terakhir, yaitu sejak 2005, total 787 wartawan tewas ketika tengah melakukan pekerjaan mereka, atau dalam situasi yang terkait dengan pekerjaan mereka.
  11. Tim Penyidik Perempuan dan Perlidungan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan tengah melakukan pendalaman peristiwa terbunuhnya NA (8), siswa kelas 2 SD Negeri 07 Pagi Kebayoran Lama, usai bertengkar dengan R (8) saat lomba menggambar di sekolah, kemarin. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan tim penyidik PPA telah melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan anak, pihak Kementerian Sosial, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), ahli psikologi, TP2A, ahli pidana dan pihak sekolah. Menurut Wahyu, alasan R memukul NA diawali saling ejek. Siapa yang memulai ejekan tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Ketika terjadinya kejadian tersebut, menurutnya, diawasi guru karena kejadiannya terjadi di sekolah. "Berapa kali NA dipukul, saat ini semuanya masih pemeriksaan. R sudah diperiksa dan didampingi oleh orangtua. Dia akan dikembalikan ke orangtua karena sedang menderita sakit cacar," jelas Wahyu kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2015). Menurut Wahyu, jenazah NA sedang dilakukan autopsi (pemeriksaan dalam) dan hasilnya akan keluar minggu depan. Namun untuk hasil visum dari korban seperti memar di kepala bagian belakang sudah diketahui. Saat ini penyidik PPA, menurut Wahyu, akan memeriksa kondisi psikis dari R melalui pemeriksaan psikologis forensik untuk pendalaman kasus ini. Untuk kasus ini pihak kepolisian akan merujuk kepada dua undang-undang (UU) yakni UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 11 tahun 2011 tentang Sistem Peradilan Anak. "Semua yang kita lakukan prosedural berdasarkan UU. Sebelumnya kita lakukan pemeriksaan seperti biasa baru masuk ke sistem peradilan anak," pungkasnya.
  12. Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Serdangbedagai, Jumat (21/8/2015). Anggota tim Biker Viar Cross X tewas setelah motor yang dikendarainya menabrak truk tangki. Korban adalah Joe Diana (30), warga Jalan Seroja, No.79 Kompleks Citra Permai, Desa Paringin Timur, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dari penuturan sejumlah warga di lokasi, saat itu dari arah Kota Medan menuju Tebing Tinggi rombongan Biker Trail Viar berjalan pelan di Beram Jalinsum, dengan maksud singgah di salah satu kios dodol. Namun tiba-tiba ada seorang yang diduga gila dan berkeliaran di sana membuat korban kaget dan mencoba mengelak. Upaya mengelak orang gila itu fatal jadinya. Motor trail yang dikenderai korban bernopol B 3959 UIN menyenggol moncong truk tangki PT Pertamina bernopol BK 9363 TN yang juga melaju di sisi kanan, persis di aspal Jalinsum. Mirisnya, supir truk Rahman (58), warga Jalan Naga Tujuh, Desa Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematang Siantar, Sumut tak meyadari ada tubuh korban yang tersangkut di ban depan. Tak ayal, tubuh biker wanita itupun terseret jauh hingga 20 meter. Diapun tersentak mengerem setelah jeritan para biker lainnya dan warga sekitar. Akibatnya, korban dengan bagian perut yang hancur tewas ditempat. "Saya sama sekali tidak tahu kalo ada korban dikolong truk," kata Rahman. Akibat insiden tragis ini, 6 anggota tim lainnya harus mengevakuasi korban yang tewas ditempat ke RSU Trianda, yang lokasinya hanya berjarak puluhan meter saja. Arus lalulintas Jalinsum yang memang padat sempat macet total. Pasalnya, aparat polisi datang telat. Alhasil, korban yang tergeletak melintang di ban depan truk tangki sempat menjadi tontonan warga setempat. "Pagi tadi kami baru saja dilepas dari Kota Medan, niatnya mau ke Kota Tebing Tinggi. Setelah istirahat dan makan siang, perjalanan akan menuju Kota Kisaran," ungkap Yuda (35) tahun, anggota tim biker lainnya. Yuda pun membeberkan, korban adalah anggota satu tim mereka. Dimana rombongan ini berencana mengelar aksi perjalanan panjang berkeliling Indonesia. Dan memang aksi tim yang beranggotakan 5 pria dan 2 wanita, dengan sponsor Viar inipun berawal dari Kota Medan.
  13. Kecelakaan kembali terjadi di jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jumat malam (24/7). Bus Setia Negara bertabrakan dengan mobil Toyota Innova sekitar jelang tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB, menewaskan tujuh orang. “Ada tujuh yang tewas. Enam orang tewas di lokasi kejadian, dan satu lagi di rumah sakit,” kata Dirlantas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sugihardi Sugihardi saat ini menuju lokasi kecelakaan di KM 166 Tol Cipali arah Palimanan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kecelakaan bermula ketika mobil Innova bernomor polisi B1805 EKX yang berada di ruas jalan menuju Jakarta menabrak median jalan sehingga terpelanting ke jalur berlawanan. Padahal di jalur itu, bus Setia Negara menuju Cirebon melaju dengan kecepatan tinggi. Bus langsung menghantam Innova dan mobil itu terseret hingga 20 meter. Belum diketahui apakah tujuh korban tewas merupakan penumpang bus atau Innova. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat usai kecelakaan maut itu. Kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan mengular hingga empat kilometer hingga dini hari tadi.
  14. Rumah-rumah sakit dibanjiri pasien yang menderita serangan panas (heatstroke). Hingga saat ini, sedikitnya 5.000 orang penderita dilaporkan telah ditampung rumah-rumah sakit itu. Hingga saat ini, telah lebih dari 1.000 orang tewas di Pakistan selatan akibat cuaca panas ekstrem dan jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat. Meskipun sempat turun pada beberapa hari terakhir, suhu udara umumnya masih pada tingkat berbahaya. Pada hari Sabtu, suhu mencapai 45 derajat Celsius di Karachi. Banyak pihak mengecam pemerintah karena respon yang tidak memadai. Abdullah Hussain Haroon, seorang aktivis sosial dan mantan duta besar Pakistan untuk PBB mengatakan, banyak orang di Karachi tewas akibat panas, kurangnya suplai air dan terputusnya saluran listrik. Rumah-rumah sakit dibanjiri pasien yang menderita serangan panas (heatstroke). Hingga saat ini, sedikitnya 5.000 orang penderita dilaporkan telah ditampung rumah-rumah sakit itu. Militer juga membangun kamp-kamp sementara untuk merawat para penderita serangan panas. Suhu udara diperkirakan akan turun pada pertengahan Juli saat musim hujan dimulai. Sumber: VOA Indonesia
  15. Kepala Dusun 1, Desa Sugau, Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang Thomas Tarigan mengatakan, peristiwa kebakaran berlangsung cepat, sehingga menimbulkan korban tewas dua orang. Dua orang tersebut diperkirakan adalah sepasang pekerja karaoke berjenis kelamin pria dan wanita. Mereka juga diperkirakan berusaha menyelamatkan diri di mamar mandi saat terjadi peristiwa naas tersebut. Warga sekitar sanggup memadam api dan menolong korban. Mereka tewas dengan mengenaskan di dalam kamar mandi Pondok Seni Joglo yang dijadikan tempat karaoke dan penginapan. "Saya kebetulan tadi sedang di rumah, kemudian warga melihat ada "kepulan" asap yang tinggi. Kemudian, kami datang ke sini (Pondok Seni Joglo) api sudah besar dan beberapa warga minta tolong," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (6/5/2015). Dia menjelaskan, sekitar pukul 07.30 WIB puluhan warga, langsung mendatangi tempat kebakaran dan secara bergantian memadamkan api dengan air seadanya. Namun, beberapa warga lainnya menyetop mobil tangki air bersih dari Berastagi untuk membantu memadamkan api. "Ada empat mobil tangki yang kami stop untuk padamkan api. Namun, tidak mudah, karena apinya sudah besar. Makanya bagian belakang tempat karaoke tumbang," katanya. Ia mengemukakan, mobil pemadam kabakaran yang datang ke lokasi sangat terlambat. Sehingga, seluruh barang ludes dilalap si jago merah. Namun demikian, warga memaklumi lantaran mobil pemadam datang dari Lubukpakam. "Ada empat unit mobil pemadam yang datang ke lokasi dan empat unit mobil tangki air. Ketika padam, kami kaget ada dua pekerja tewas terpanggang di kamar mandi," ujarnya.
  16. Tewasnya Fachri (5) yang tercebur di Bendungan Polor, Kembangan Selatan, Jakarta Barat dikaitkan dengan cerita mistis penunggu Kali Angke. Sejumlah warga menduga terceburnya Fachri dan Haryati (41) ibunya tidak lepas dari peran siluman buaya di Kali Angke. Hingga kini Tim SAR gabungan masih terus mencari keberadaan Haryati yang belum ditemukan sejak hanyut pada Selasa 24 Maret 2015 pagi. Cerita angker tentang kawasan itu, rupanya tidak hanya isapan jempol belaka. Saat tim SAR melakukan pencarian hingga pukul 16.30 WIB, sedikitnya sudah tiga warga alami kesurupan. "Sudah tiga orang, terakhir tadi sepupu korban, dia bilang 'urang masih di handap, aya dina cai,' (saya masih di bawah, ada di air)," ungkap Nurdin (46), warga sekitar yang berada di lokasi, Rabu (25/3/2015). Sebagai orang yang telah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut, Nurdin bercerita biasanya orang yang tenggelam di sini selalu ditemukan dengan cepat. Makanya, Nurdin merasa aneh, hingga 10 jam lamanya tubuh Haryati tak kunjung ditemukan. Berdasarkan cerita turun temurun, kata Nurdin, di kawasan itu terdapat sesosok makhluk halus yang diduga merupakan jelmaan dari siluman buaya. "Orang lama bilang, kalo banjir hebat, pasti buaya itu muncul," ujarnya. Rahman (34) warga sekitar mengakui cerita mistis tentang adanya siluman buaya putih juga menjadi cerita menarik dalam peristiwa itu. Karenanya tak aneh, hingga proses pencarian dilakukan sejumlah warga telah membuang tiga kelapa dibelah, dengan tujuan tak lain agar makhluk halus penunggu, membantu tim SAR untuk cepat mengembalikan tubuh Haryati. "Tadi kelapanya di buang ke kali mulai dari tempat korban jatuh, anaknya ditemukan, hingga daerah terjauh dari lokasi," tutup bapak tiga anak itu. Seperti diberitakan Haryati dan Fachri hanyut di Bendungan Polor setelah sepeda motor yang mereka tumpangi hilang kendali, pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB. Fachri telah ditemukan tak bernyawa. Sedangkan tubuh ibunya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy