Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'telegram'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp. Kejadiannya berawal ketika WhatsApp membagikan postingan di Twitter, terkait kemampuan platformnya yang bisa mengirimkan file hingga batas 100 MB. Kapasitas ini tentu lebih besar, jika dibandingkan dengan email yang hanya mampu mengirimkan file atau lampiran berukuran 25 MB. "Perlu mengirim email tetapi lampirannya terlalu besar? Coba gunakan WhatsApp sebagai gantinya, di mana Anda dapat mengirim file hingga 100 MB," tulis WhatsApp pada tweet yang diposting Jumat (13/9). Sebenarnya kapasitas 100 MB yang ditawarkan oleh WhatsApp saat ini sudah mengalami peningkatan yang sebelumnya hanya 16 MB. Tetapi rupanya kapasitas 100 MB dinilai terlalu kecil, dan Telegram membalas tweet WhatsApp yang memamerkan kapasitas transfer file-nya. Telegram membalas dengan menjelaskan bahwa kapasitas transfer file miliknya jauh lebih besar hingga 1,5 GB dibandingkan WhatsApp yang hanya 100 MB. Telegram menyelak hal demikian di tweet WhatsApp ketika mereka di-mention oleh seorang pengguna Twitter. "Perlu mengirim pesan tetapi lampirannya terlalu besar untuk pengirim pesan lainnya? Coba gunakan Telegram sebagai gantinya, di mana Anda dapat mengirim file hingga 1,5 GB," balas Telegram yang tweet-nya kini telah mendapatkan 5,9 ribu likes. Jika dihitung-hitung, memang untuk mengirimkan file besar yang berkualitas, seperti foto atau video dengan kualitas 4K, ukuran 100 MB yang ditawarkan WhatsApp akan terasa sangat tidak cukup. Tetapi dengan besaran kapasitas yang ditawarkan Telegram, kamu pasti tidak ingin mengirim atau menerima file 1,5 GB menggunakan data seluler, melainkan menggunakan Wi-Fi. Soal perbandingan jumlah pengguna kedua aplikasi pesan itu, berdasarkan data 22 Maret 2018, jumlah pengguna bulanan Telegram mencapai 200 juta. Sayangnya data tersebut belum diperbarui. Di tahun yang sama, namun beda bulan, tepatnya Januari, WhatsApp mengumumkan jumlah pengguna bulanannya telah mencapai 1,5 miliar. Kalo di Ngobas maksimal berapa min @Sam?
  2. Layanan pesan Telegram mengumumkan telah terintegrasi dengan If This Then That (IFTTT) yang merupakan layanan untuk membuat koneksi ke lebih dari 350 aplikasi dan perangkat. Koneksi tersebut mulai Facebook hingga Salesforce ke Alexa atau Google Assistant. Telegram juga menciptakan bot IFTTT untuk chatting dan mengontrol koneksinya, serta membawa semuanya ke dalam percakapan grup. Dengan menggabungkan bot IFTTT dan integrasi, jelas pihak Telegram, dapat bertindak seperti asisten pribadi multitasking melalui kemampuan untuk melakukan hal-hal seperti mengirim tweet, menerima pemberitahuan dari media sosial atau e-mail, dan tugas lainnya tanpa meninggalkan Telegram. Sekira 30 premade Telegram-IFTTT applets tersedia. Premade applets bisa secara otomatis membagikan posting-an Instagram dengan grup atau secara otomatis meminta grup jika mereka membutuhkan apa pun ketika pengguna memasukkan sebuah toko. Perintah custom juga bisa menautkan aplikasi dan perangkat. "Kami meminta termostat untuk suhu rumah, alat-alat produktivitas kami untuk mengingatkan kita tentang pertemuan atau tenggat waktu, namun kita harus menggunakan interaksi yang berbeda untuk mengakses semua ini secara terpisah. Berurusan dengan Internet of Things bisa sangat frustasi jika Anda harus berinteraksi dengan interface asing dan lambat native aplikasi usang," kata Juru Bicara Telegram, Markus Ra, kepada Venture Beat dalam sebuah e-mail, Kamis (12/8/2016). Versi awal Telegram di IFTTT akan memungkinkan enam pemicu tertentu atau tindakan yang fokus pada posting pesan dan berbagi foto. Bot IFTTT bakal berfungsi secara berbeda tergantung pada keadaan. Secara pribadi, bot bisa mendorong tindakan dan mengirim pemberitahuan. Namun, fungsionalitasnya kurang fleksibel dalam kelompok atau saluran.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy