Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'tahu bulat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Beberapa bulan terakhir, ada tren penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan khas dengan rekaman suara dalam menjajakannya. "Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih gurih nyoi...," begitu terdengar saat mobil tahu bulat ini melintas. Penasaran, suara siapakah yang mengisinya? Saat ditanyakan kepada penjualnya, mereka mengatakan bahwa suara yang diputar berulang-ulang ini ternyata merupakan rekaman suara pemiliknya. "Itu bos saya yang ngerekam suaranya di kontrakan," kata seorang penjual tahu bulat, Ade, di Bogor, Sabtu (16/5/2016). Ade mengatakan, rekaman suara tersebut sudah dipakai sejak tahu bulat berkembang di daerah Cianjur. Ia menceritakan, tahu bulat ini awalnya berkembang di daerah Cianjur dan Sukabumi selama hampir dua tahun. Lalu, karena sudah tidak begitu ramai lagi, akhirnya para pedagang ini pindah ke wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Sistem penjualan tahu bulat ini terbilang sistematis. Para penjual tahu bulat ini tergabung dalam grup-grup. Grup terdiri atas tujuh mobil pedagang tahu bulat. Para pedagang ini datang dari daerah Cianjur dan Serang. Di Bogor, para pedagang dari satu grup berkumpul di satu kontrakan di wilayah Jambu Dua. "Nah, kalau rekaman suaranya sama, berarti itu dari satu grup," ujar Ade. Para pengelola menyediakan bahan utama berupa tahu bulat yang didatangkan dari wilayah Cianjur dan Tasikmalaya. Lalu, untuk mobil, para pengelola menyewakannya kepada para pedagang dengan biaya Rp 100.000, sudah lengkap dengan tempat penggorengan dan atap terpal. "Sehari paling harus keluar uang Rp 50.000 untuk bensin. Minyak goreng dan bumbu sekitar Rp 90.000. Belum lagi untuk uang makan dua kali sehari, minimal 20.000 harus ada," katanya. Setiap satu butir tahu bulat yang terjual, ia harus menyetor kepada pengelola sebesar Rp 250. Dalam sehari, ia bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 100.000. "Lumayan di Bogor kalau jualan. Dibanding di Cianjur, paling kita cuma bisa dapat Rp 30.000 saja sehari," kata Ade, yang berasal dari Cianjur ini.
  2. Saat ini, Game Tahu Bulat tengah populer di kalangan para pencinta game. Kehadiran game tersebut mirip dengan Duel Otak yang dahulu secara cepat populer di kalangan gamer. Bahkan pada 26 Mei 2016, Tahu Bulat sempat menduduki peringkat pertama di Playstore dengan mengalahkan Clash of Clans. Okezone telah mencoba game tersebut dalam seminggu terakhir. Permainannya sendiri, membutuhkan kecepatan jari pengguna dalam menekan layar smartphone. Semakin cepat pemain menekan layar, maka semakin banyak pembeli yang datang dan koin pengguna juga semakin bertambah. Koin tersebut bisa dipakai untuk melakukan upgrade beberapa item, seperti meningkatkan harga tahu, meningkatkan rata-rata pembeli tahu dan mempercepat pembeli datang. Koin yang terus terkumpul bisa langsung dipakai untuk upgrade apabila telah mencapai jumlah tertentu. Dalam permainan tersebut, terdapat sistem pembelian In-App Purchases (IAP) yang artinya jika pengguna menginginkan fitur-fitur tambahan, maka harus membeli beberapa item yang tersedia. "Game ini dibikin dadakan di Pasar Komik Bandung 5! Terima kasih telah bermain game tahu bulat," tulis developer Own Games. Own Games sendiri merupakan developer asal Indonesia yang berasal dari Bandung. Start up tersebut beranggotakan lima orang yakni Edwin Viriya sebagai CEO, JevfinViriya sebagai programmer, Agustian sebagai artist, Ray Naldo sebagai programmer dan Septian sebagai pengisi musik game. Selain Tahu Bulat, developer lokal tersebut juga telah membuatgame lain seperti Agent Dodge, Own Super Squad, Jump Jump BAM!, Own Kingdom, Eyes on Dragon, Own Pet Dragon, DragManArds dan Beneath The Walls. Pentauan terakhir hari ini, game Tahu Bulat telah diunduh oleh 500 ribu pengguna dengan mendapatkan rating 4,6 dan kembali menduduki peringkat pertama di tangga game teratas, dengan mendepak Clash of Clans ke posisi kedua.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy