Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'steve jobs'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 37 results

  1. Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs. Tapi sebelum Jobs mendulang banyak kesuksesan di puncak karirnya, ia banyak melakukan kesalahan atau blunder yang sangat fatal dan konyol, dan sejarah mencatat bukan hanya sekali ia melakukan blunder konyol. Berkali-kali dan loss nya gede banget. Minimal 5 hal ini yg sempat jadi sorotan. Kita akan ghibahin kesalahan Steve Jobs ini biar bisa ambil banyak pelajaran buat berbenah. 1. Merekrut John Sculley sebagai CEO Apple Ini kebodohan Steve Jobs yang pertama, Jobs yang saat itu berusia 29 tahun terpesona dengan kepemimpinan Sculley saat membawahi CocaCola. Sampai ia akhirnya meminang Sculley dengan kata pinangan yg sangat tersohor di seluruh dunia. "Do you want to sell sugared water for the rest of your life? Or do you want to come with me and change the world?" "Apa kamu mau terus jualan air gula sepanjang hidupmu, atau gabung aku buat mengubah dunia?" Itu yg disampaikan Jobs sama Sculley, dan akhirnya ia mengambil tawaran Jobs. Apesnya setelah menahkodai Apple beberapa waktu, karena berbeda paham dan prinsip Sculley malah mengkoordinir board buat mendepak Steve Jobs, nyesek banget pastinya yg dirasakan Jobs. Leader yang dia tunjuk sendiri, mendepaknya dari perusahaan yang dia dirikan. 2. Sangat yakin kalo Pixar akan jadi perusahaan hard ware besar dunia Ketika Steve Jobs jadi orang yg terakhir berdiri pas lelang yg diadakan Lucas Film, dan akhirnya memenangkan lelang pembelian Pixar di tahun 1986 dengan 10 juta USD. Apa yg ada dipikiran Steve Jobs sama sekali tidak terpikir kalau Pixar nanti akan terselamatkan oleh animasi yg akan membuat namanya besar, jujur yang ada dipikirannya adalah jualan hardwarenya. Tapi untunglah ia masih menyisakan uang untuk support Ed Catmull dan John Lasseter yg ngotot merayu Jobs untuk mendanai film full animasi nya, jobs menganggap itu taruhan kecil aja, sampai akhirnya Pixar sukses besar dengan Toy Story. 3. Sama sekali gak paham siapa target marketnya NeXT Computer Ya meskipun ujungnya perusahaan ini mampu di jual ke Apple dengan nilai 429 juta USD di tahun 1996, tapi perusahaan ini benar-benar merasakan perjuangan berdarah-darah menemukan siapa target market atau customer yang tepat buat produknya. Bayangin apa gak gila tuh, bikin perusahaan, mulai produksi, tapi sebenarnya belum nemu siapa market nya. Sekelas Jobs pun mengakui kalau ia pernah bikin keputusan ngawur, gambling abis, tapi ini kesalahan entreprenuers umum juga sih. Karena saking percayanya sama idealisnya, sia nekad produksi dulu baru mikir nanti marketnya siapa. Iya kalo nafasnya (baca modal) panjang sih gak apa apa, tapi kalo dana cekak ya gambling abis. Ia menjual product kategori product driven, tapi gak pake proses Product Market Fit dulu, modal yakin aja produknya bagus banget. Iya sih memang bagus, belum ada yang produksi di pasar, tapi itu juga masalah karena akan butuh waktu untuk mengedukasi pasar Nah lanjut kita ghibahin kesalahan Steve Jobs selanjutnya. 4. Banyak banget melaunch product gagal di pasaran Eits jangan dikira setiap produk yang diluncurkan Steve Jobs lewat Apple sukses semua ya, banyak juga produk-produk Apple yang gagal dipasaran. Sebut saja yang paling epic kegagalannya Apple Lisa, Macintosh TV, The Apple III dan The Powermac g4 cube. Tapi meskipun begitu, di fase-fase berikutnya, Steve Jobs dan Apple banyak berbenah Begitulah bisnis, kita akan membuat banyak sekali keputusan-keputusan buruk di fase-fase awal, tapi seiring membaiknya kemampuan kita memahami pasar, melakukan improvement terhadap produk, pertaruhan yang kita buat semakin hari semakin membaik. Dan benar saja, kesalahan-kesalahan Apple dengan rentetan produk gagalnya langsung termaafkan ketika dia akhirnya mampu meluncurkan produk dengan sukses luar biasa. Sebut saja iPod, iPhone, iPad dan produk Apple yang lain. Pelajaran yang kita ambil disini adalah tak masalah kita mengambil banyak keputusan buruk di awal, tapi segera ambil pelajaran dan berbenahlah. Kesalahan Jobs yang kita ghibahin terakhir adalah 5. Steve Jobs berusaha menjual Pixar berkali-kali Pixar adalah salah satu pembelian Jobs yang luar biasa suksesnya. Di tahun 1986 ia mengakuisisi Pixar "hanya" senilai 10 juta USD, dengan film-film animasinya yang sukses luar biasa seperti Toy story, Monster Inc, Finding Nemo, Cars, Wall-E, The Incredibles dan buanyak lagi. Bukan berarti Jobs tidak tergoda untuk menjualnya, dia pernah nawarin Pixar ke rekanan-rekanan bisnisnya seperti Bill Gates, Larry Ellison dan ke beberapa perusahaan besar lainnya. Sampai akhirnya Pixar dibeli oleh Disney di tahun 2006 seharga 7,4 miliar USD. Berarti valuasi kenaikan Pixar dari sejak beli sampai terakhir dibeli ke Disney sudah naik 74000%. Memang kalo dari perspektif Jobs itu deal yang bagus banget dan pertaruhan yang cukup besar buat Disney, meskipun akhirnya terbayar juga dengan suksesnya film-film Pixar selanjutnya. Andai saja Pixar terjual di tahun awal-awal pasti nilainya gak semahal pas dibeli Disney, ya untung juga sih dulu gak laku-laku, jadi bisa panen banyak si Jobs. Apa kefaedahan yang bisa kita ambil dari ghibahan kali ini?
  2. Almarhum pendiri Apple Steve Jobs saat memperkenalkan iPhone pertama, tahun 2007The Guardian Tepat sepuluh tahun yang lalu, yakni pada 29 Juni 2007, iPhone generasi pertama resmi dijual di toko-toko gadget Amerika Serikat. Oleh karena itulah, banyak orang yang menganggap tanggal ini sebagai hari kelahiran iPhone. Hari ini, Kamis (29/6/2017), boleh menjadi tanggal yang istimewa, baik bagi Apple maupun iPhone. Tanggal ini menjadi hari ulang tahun satu dasawarsa atau ke-10 bagi iPhone. Sepuluh tahun sejak kelahirannya, iPhone sudah disebut sebagai perangkat yang berhasil mengubah dunia. Salah satunya, iPhone dikatakan mengubah fungsi dari sebuah ponsel. Perangkat ini tidak hanya digunakan untuk sekadar menelepon dan mengirim pesan, tetapi juga berinternet. Pengguna sekarang sudah menggunakan ponsel untuk mengirimkan e-mail, akses media sosial, hingga bermain game. iPhone juga mengubah Apple secara bisnis. Pada tahun 2006, Apple masih bergantung kepada alat pemutar musik iPod dan komputer Mac untuk mendapatkan laba. Apple mendapatkan keuntungan sebesar 1,9 miliar dollar AS dari revenue 19,3 miliar dollar AS, kebanyakan dari dua perangkat itu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Recode. Sementara itu, pada tahun 2016 lalu, Apple berhasil mendapatkan keuntungan sebesar 45,6 miliar dollar AS dari revenur 215,6 miliar dollar AS. Sumbangan terbesar dari pendapatan tersebut datang dari iPhone, yakni 63 persen. Diperkenalkan oleh Steve Jobs langsung iPhone generasi pertama diperkenalkan oleh CEO Apple saat itu, yakni Steve Jobs, di ajang tahunan MacWorld. Meski dijual pada tanggal 29 Juni, produk ini sudah diperkenalkan beberapa bulan sebelumnya, yakni 9 Januari 2007. Saat itu, di atas panggung, Jobs mengatakan bahwa iPhone akan "menemukan kembali arti sebuah telepon", sebuah sesumbar yang berubah menjadi kenyataan. Pengunjung yang menghadiri konferensi MacWorld di San Francisco, California, menyambut dengan tepuk tangan meriah. iPhone merupakan ponsel pintar yang dapat melakukan panggilan telepon, terhubung ke internet, menerima e-mail, dan mendengarkan musik. Jobs mendeskripsikan perangkat ini sebagai produk three-in-one, sebuah iPod (pemutar musik) dengan layar sentuh, telepon mobile yang revolusioner, dan perangkat internet penggebrak. Jobs juga memperlihatkan cara navigasi yang sangat berbeda saat. Ia membuka iPhone dengan cara menggeserkan jari dari kiri ke kanan, lalu menggulirkan layar dengan cara menyapu jari dari atas ke bawah. Penonton bersorak, “Oooh,” mengapresiasi inovasi Apple dalam membuat cara navigasi ponsel yang begitu intuitif.
  3. 15 tahun yang lalu, mantan CEO Apple Steve Jobs resmi memperkenalkan perangkat pemutar musik iPod. Ketika itu, Steve sangat yakin bahwa iPod akan menjadi revolusioner. Saat acara peluncuran, Steve mengatakan bahwa belum ada perusahaan besar yang berhasil merevolusi industri musik digital. Ia melanjutkan, belum ada “resep” yang pas untuk musik digital. "Dalam seluruh revolusi musik digital baru ini, tidak ada pemimpin pasar. Kami pikir merek Apple akan menjadi fantastis, orang percaya merek Apple sebagai tempat untuk memperoleh musik digital," ujar Steve. Selama 15 tahun, Apple mengaku sudah lebih dari 275 juta iPod terjual di pasaran. Namun, kini Apple sendiri mengaku bahwa pihaknya tidak lagi mendorong iPod sebagai produk andalan. Pasalnya, terdapat iPhone 7 yang menjadi ujung tombak Apple. Hingga kini, iPod masih dijual di toko online dan fisik Apple, bersama dengan Mac, MacBook, Apple Watch, Apple TV, iPads, dan tentu saja iPhone.
  4. Universal Pictures menarik film Steve Jobs dari 2.000 bioskop. Biopik teranyar tentang pendiri Apple itu rupanya tak laku di pasaran. Sejauh ini, film tersebut hanya meraup pendapatan 16,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 226 miliar. Padahal, biaya produksi film ini telah menghabiskan dana 30 juta dollar AS atau setara Rp 407 miliar. Hal ini bisa dibilang ironis. Pasalnya,Steve Jobs digadang-gadang bakal masuk nominasi Oscar. Resensi film garapan Danny Boyle dan Aaron Sorkin tersebut juga bernada positif. Bahkan, mitra Jobs yang sama-sama mendirikan Apple, Steve Wozniak, sempat memuji Steve Jobs. "Saya merasa seperti benar-benar menonton Steve Jobs dan semua yang berada di sekitar dia," kata Wozniak. Sangat idealis Lalu, apa gerangan di balik minimnya minat pasar terhadap Steve Jobs? Menurut Senior Media Analyst dari firma penelitian Rentrak, Paul Dergarabedian,Steve Jobs dibuat sangat idealis dengan cita rasa seni berkualitas tinggi sebagai sebuah film biopik. Namun, penggodoknya luput memikirkan bahwa penonton mainstream belum tentu bisa menerima cara penyampaian film yang demikian. Tak heran jika biopik pertama Jobs berjudul Jobs yang dirilis 2013 mendapat antusiasme pasar yang tak jauh beda dengan Steve Jobs. Padahal, Jobs menuai kritik dari para pengamat film dan orang-orang di sekitar Jobs. Sementara itu, Steve Jobs dibuat dengan melewati proses penggarapan yang lebih matang. Puji-pujian dari para kritikus pun membanjirinya. "Sering kali, film berkualitas dengan intelektualitas tinggi seperti Steve Jobssulit mendapat penerimaan dari pasar mayoritas,"' kata Dergarabedian. Walaupun begitu, Dergarabedian masih optimistis Steve Jobs mampu masuk dalam jajaran nominasi Oscar. "FilmSteve Jobs sangat bagus. Performanya di box office seharusnya tak berpengaruh pada potensinya di Oscar," kata dia. Meski demikian, belajar dari yang sudah-sudah, film-film yang tak mendapat perhatian massa kerap luput pula dari pikiran panitia Oscar.
  5. Saat Steve Jobs bertarung dengan penyakit yang dideritanya, sang sahabat sekaligus CEO Apple sekarang, Tim Cook, ternyata pernah menawarkan bagian dari organ hatinya untuk bos Apple yang tengah sekarat itu. Dalam buku Becoming Steve Jobs yang telah dipublikasikan secara online, mengungkapkan bahwa Tim Cook rela mendonorkan organ hatinya demi kesembuhan sang bos Apple. Namun, Jobs justru marah kepada Cook dan menolak tawaran tersebut meskipun saat itu kondisinya sangat sakit. Cook yang selalu menjenguk pendiri Apple itu pun menemukan bahwa ia dan Steve Jobs memiliki golongan darah yang langka. Tim Cook pun menduga bahwa hatinya mungkin cocok untuk didonorkan kepada Jobs. Masih menurut buku itu, setelah melalui serangkaian tes dinyatakan bahwa organ hati parsial milik Cook cocok untuk ditransplatasikan kepada Jobs. Ketika Cook memberitahukan hal tersebut pada Steve Jobs, bos Apple yang tengah sekarat itu justru sangat marah. “Steve hanya berteriak pada saya empat atau lima kali selama 13 tahun mengenalnya, dan kemarahan ini adalah salah satu dari mereka," ujar Cook. Dia mengundurkan diri sebagai CEO Apple pada Agustus 2011 dan meninggal pada 5 Oktober 2011 pada usia 56. Buku ini juga mengungkapkan bahwa Jobs sempat merenungkan membeli Yahoo sebagai cara untuk Apple untuk masuk ke bisnis pencarian.
  6. Salah satu pendiri Apple, Steve Jobs, pernah mengatakan bahwa televisi bukan bisnis yang bagus dan Apple tak akan bermain di pasar tersebut. Hal tersebut dikatakan oleh Jobs pada rapat terbatas setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Apple. "Tidak," kata Jobs keras di dalam rapat tertutup yang diadakan di wilayah terpencil, dan peserta rapat tak ada yang boleh mengirim email dari perangkatnya. "TV adalah bisnis yang buruk. Itu tidak menjual dan marjinnya buruk," kata Jobs seperti ditulis oleh reporter Wall Street Journal, Yukari Iwatani Kane, dalam buku berjudul 'Haunted Empire: Apple After Steve Jobs'. Rapat tersebut diberi tajuk Top 100 Gathering. Yang diikuti oleh 100 orang yang terdiri dari eksekutif, manajer, dan karyawan terpilih berkinerja baik. Dan di rapat tersebut Jobs mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan Apple memproduksi televisi berlayar HD. Namun demikian, beberapa tahun belakangan Apple dirumorkan tengah mengerjakan produk televisi. Yang disebut-sebut Apple TV dan iTV. Terlepas benar tidaknya rumor tersebut, berdasarkan bantahan Steve Jobs terhadap produk televisi dari Apple, bisa jadi ini menjadi bantahan atas isu produk televisi dari Apple.
  7. Steven Paul Jobs atau biasa dikenal Steve Jobs, seorang pebisnis dan penemu asal Amerika Serikat (AS) yang merupakan pendiri Apple Inc. Pria kelahiran San Francisco, California, Amerika Serikat (AS), pada 24 Februari 1955, itu dulunya pernah bekerja di perusahaan Atari dengan upah gaji yang kecil untuk bertahan hidup. Selama bekerja Jobs, selalu menempatkan diri untuk bekerja di shift malam, tidak pernah mandi dan selalu berjalan kaki ke kantor dengan kaki telanjang sebelum dirinya menjadi CEO Apple Inc. Berikut ini fakta menarik mengenai Steve Jobs sebagai pemegang saham terbesar Apple: Steve Jobs menganut agama Buddha. Sebenarnya dia memiliki turunan darah Muslim Suriah, ayah kandungnya bernama Abdul Fattah Jandali seorang Muslim dan Ibunya bernama Joanne Carole Schieble seorang Amerika. Steve Jobs merupakan seorang vegetarian. Pada 1974, Steve Jobs pernah mencari pencerahan dengan berwisata ke India. Steve Jobs memiliki penampilan yang khas. Gaya khasnya adalah mengenakan kaos turtle neck lengan panjang warna hitam, celana jeans biru, dan memiliki lebih dari seratus pakaian yang sama. Steve Jobs menyadari dirinya bukan anak yang pandai. Semasa perkuliahan di Red College, IPK Steve hanya 2.65/4 dan dia hanya bertahan selama 1 semester hingga akhirnya di DO (Drop Out) dari kampus. Dikeluarkannya Steve Jobs dari kampus lantaran tidak sangat menyukai dan nyaman dengan sistim kurikulum pembelajaran yang terstruktur dan dia menanggap hanya membuang-buang uang orangtua. Meskipun tidak lulus kuliah, Steve Jobs menjadi tamu kehormatan yang didaulat menyampaikan pidato kelulusan di Standford University pada 2005. Sebelum mendirikan Apple, Jobs dan Wozniak membuat kotak digital biru sebuah perangkat dan dijual seharga USD100 yang bisa menghack sistem telepon. Pada 1977, Jobs bersama rekannya Steve Wozniak, dan Mike Markkula akhirnya mendirikan Apple Computer Inc dan menghilangkan kata Computer pada nama perusahaannya pada Januari 2007. Steve Jobs pernah menjual apartement miliknya kepada musisi ternama U2 frontman Bono yang berlokasi di New York City.
  8. Salah satu stasiun televisi Amerika, CNBC, memberikan penghargaan kepada mendiang Steve Jobs, pendiri Apple, sebagai orang paling berpengaruh di dunia dalam 25 tahun terakhir. Jobs mendapat penghargaan ini setelah menyingkirkan tokoh-tokoh inspiratif dunia masa kini. Penghargaan ini diberikan oleh CNBC kepada mendiang Steve Jobs dalam memeringati hari jadi CNBC yang ke 25. Dalam hari jadi tersebut, stasiun televisi itu mengadakan penghargaan bertajuk First25: Rebels, Icons & Leaders. Nama-nama lain yang menjadi pesaing Jobs adalah Oprah Winfrey dan Warrenn Buffett. Namun pendiri Apple itu mampu didaulat menjadi orang yang paling membuat perubahan dalam seperempat abad terakhir. Demikian seperti dikutip PhoneArena, Jumat (25/2014). Dalam memberikan penghargaan tersebut, CNBC membuatkan video dokumenter tentang perjalanan karier Steve Jobs membangun Apple. Bermula dari bersahabat dengan Steve Wozniak dan bekerja sama dalam membuat komputer Mac pertama, hingga menunjuk Joh Sculley sebagai suksesornya. Jobs didaulat sebagai orang paling berpengaruh dikarenakan inovasinya yang berhasil menciptakan produk andalan seperti komputer iMac, Apple iPod, dan Apple iPhone yang sampai saat ini terus digandrungi.
  9. Laporan ketertarikan Steve Jobs terhadap notebook Vaio, memperpanjang rumor tentang produk Sony tersebut. Menurut laporan terbaru, Jobs ingin menjalankan sistem operasi (OS) milik Apple, OS X, di produk Vaio. Hal ini diungkapkan oleh situs nobi.com yang mempublikasikan salah satu bagian dari wawancara yang dilakukan oleh seorang wartawan Jepang, Nobuyuki Hayash, pada 2011 dengan mantan presiden Sony Kunitake Ando. Menurut Ando, ketertarikan Jobs terhadap Vaio terungkap pada 2001, saat liburan golf para eksekutif Sony. "Steve Jobs dan eksekutif Apple lainnya menunggu kami di akhir golf dengan memegang Vaio yang menjalankan Mac OS X (kini OS X)," tutur Ando saat itu. Jobs diketahui mengusulkan notebook Vaio Sony untuk menjalankan Mac OS X. Ini merupakan pengecualian besar dalam kebijakan Apple, yang memang tidak mengizinkan produk perangkat keras pihak ketiga menjalankan OS miliknya. Rupanya Jobs merupakan pengagum Sony dan jajaran produknya. Sehingga ia tidak keberatan jika Sony menggunakan OS Apple. Namun, artikel itu mengungkapkan bahwa kemitraan Vaio-Mac OS X berakhir sebelum dimulai. Ando menunjukkan bahwa tim Vaio di Sony sudah menghabiskan banyak waktu mengoptimalkan notebook untuk menjalankan Windows Microsoft, sehingga tidak bersedia melakukan hal yang sama dengan OS Apple.
  10. “Saya sangat terpukul”. Itulah pengakuan jujur Steve Jobs ketika ditanya perasaannya saat dipecat Apple di tahun 1985. Namun di balik kisah tragis dipecat dari perusahaan yang ia dirikan, Jobs belakangan mensyukuri hal tersebut. “Pemecatan itu mendorong saya memasuki masa paling kreatif dalam hidup saya” tambah Jobs. Ia kemudian mendirikan NeXT, menciptakan sistem operasi jempolan, yang kemudian dibeli oleh Apple. Setelah itu, Jobs pun kembali menjadi CEO Apple dan kemudian menciptakan sejarah. Steve Jobs adalah satu dari banyak kisah Boomerang CEO. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan CEO yang pernah mundur dari jabatannya untuk kemudian kembali dipercaya memimpin perusahaan tersebut beberapa tahun kemudian. Jobs tidaklah sendiri. Contoh paling baru dari Boomerang CEO adalah Jack Dorsey yang kembali dipercaya memimpin Twitter setelah sempat hengkang di tahun 2008. Di satu sisi, mempercayakan kepada mantan CEO membuat proses transisi menjadi lebih mulus. Namun di sisi lain, mantan CEO juga menyimpan potensi hanya bisa memandang masalah terkini menggunakan kacamata lama. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana kiprah empat perusahaan teknologi ini di bawah kepemimpinan Boomerang CIO. 1. Jack Dorsey (Twitter) Durasi Absen: 2008-2015 Aktivitas selama Absen: Mendirikan Square Sejak mengirim tweet pertama bertuliskan “Just setting up my twttr”, Jack Dorsey menjadi bagian tak terpisahkan dari Twitter. Berawal sebagai lead engineer, Dorsey kemudian diangkat menjadi CEO Twitter sejak tahun 2006. Namun perselisihan dengan Evan Williams, pendiri Twitter lainnya, membuat Dorsey hengkang dari Twitter pada tahun 2008. Namun setelah era Dorsey, Twitter kesulitan mengembangkan bisnisnya. Laju penambahan pengguna menurun, sementara monetisasi konten juga kurang maksimal. Puncaknya adalah ketika Dick Costolo, CEO Twitter, memutuskan untuk mundur. Dorsey pun dipanggil lagi sebagai CEO sementara, meski saat ini ia sebenarnya sudah memiliki perusahaan baru, Square, yang bergerak di bidang pembayaran. Twitter awalnya enggan mengangkat Dorsey sebagai CEO permanen jika ia masih harus memegang jabatan rangkap. Namun Twitter ternyata kesulitan mencari CEO baru, sehingga akhirnya mengangkat Dorsey sebagai CEO Twitter. Square sendiri saat ini bersiap untuk IPO, sehingga menarik untuk mengikuti bagaimana Dorsey memimpin dua perusahaan yang sedang dalam posisi krusial. 2. Steve Jobs (Apple) Durasi Absen: 1985-1997 Aktivitas selama Absen: Mendirikan NeXT Tidak ada kisah comeback yang lebih dramatis dari Steve Jobs. Adalah Jobs yang membawa John Sculley—kala itu CEO Pepsi-Cola—untuk bergabung ke Apple. Namun perselisihan dengan Sculley jugalah yang membuat Steve Jobs akhirnya memutuskan mundur dari Apple. Setelah dari Apple, Jobs mendirikan NeXT. Seperti halnya di Apple, Jobs memiliki visi besar mewujudkan komputer tercanggih di jamannya melalui NeXT. NeXT pun muncul dengan produk komputer yang canggih seperti dilengkapi chip grafis dan ethernet. Bahkan Tim Berners-Lee membuat konsep internet menggunakan komputer NeXT. Meski canggih, NeXT bisa dibilang mendahului jamannya. Penjualannya seret karena harganya yang tinggi. NeXT pun kemudian banting stir dengan menjadi perusahaan software. Kiprah NeXT di industri software ternyata lebih menguntungkan, yang memikat Apple untuk membeli NeXT di tahun 1996. Steve Jobs pun kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Ia bahkan berhasil membawa Apple keluar dari ancaman kebangkrutan untuk menjadi perusahaan terbesar di dunia saat ini. 3. Larry Page (Google) Durasi Absen: 2001-2011 Aktivitas selama Absen: President of Products Google Pada Juli 2001, Larry Page, yang kala itu menjabat CEO Google, memutuskan untuk memecat semua (!) project manager. Page menganggap project manager hanya menambah birokrasi yang membuatnya jauh dengan para developer andalan Google. Rencana itu ditentang banyak pihak, namun Page tetap kukuh dengan keputusan tersebut dan mengumumkannya di depan seluruh karyawan Google. Keputusan nekat Page itu ternyata menimbulkan masalah. Koordinasi antar developer menjadi berantakan, pengembangan produk pun jadi terhambat. Rentetan peristiwa itu pun menunjukkan Page sebenarnya belum siap menjadi pemimpin Google. Akhirnya pada tahun Agustus 2001, atas desakan penyokong modal Google, Page pun memutuskan mundur dan menunjuk Eric Schmidt (sebelumnyachairman) sebagai CEO. Selain memimpin Google, Schmidt sekaligus diposisikan mentor untuk Page dan Sergey Brin bagaimana cara memimpin. Mundur dari posisi CEO, Page pun memiliki banyak waktu untuk memenuhi ketertarikan pribadinya. Ia membuat robot Lego yang bisa membalik halaman buku sendiri. Ia berkendara dan memotret pemandangan sepanjang jalan. Dua kegiatan itu pun akhirnya menjadi proyek Google di luar mesin pencari, yaitu Google Books dan Google Street. Tahun 2011, Page kembali menjadi CEO Google. Berbekal 10 tahun di bawah bimbingan Schmidt, Page pun menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih matang. Page pun kini memiliki kesempatan menjadikan Google sesuai mimpinya: perusahaan yang membantu peradaban manusia. Itulah yang menjelaskan mengapa ia kemudian membentuk perusahaan baru, Alphabet, yang membawahkan Google dan proyek ambisius lainnya. 4. Michael Dell (Dell) Durasi Absen: 2004-2007 Aktivitas Selama Absen: Chairman Dell Dari sebuah kamar asrama di University of Texas, Michael Dell membangun kerajaan bisnisnya. Ia merakit komputer sendiri dan menjualnya ke pelanggan. Ia bahkan berhasil memenangkan tender pemerintahan Texas karena berhasil menawarkan harga yang paling kompetitif. Bisnis Dell terus berkembang sampai akhirnya pada tahun 1992, Michael yang kala itu berusia 27 tahun, menjadi CEO termuda dalam daftar Fortune 500. Pencapaian Michael semakin terukir setelah pada kuartal pertama tahun 2001, Dell mengalahkan Compaq dan resmi menjadi pemimpin PC nomor satu di dunia. Tahun 2004, Michael memutuskan untuk mundur sebagai CEO dan menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan Kevin Rollins yang sebelumnya menjabat sebagai COO. Namun di bawah kepemimpinan Kevin, Dell harus mengalami kenyatan pasar PC yang terus turun. Dell pun belum mampu menembus pasar enterprise yang dikuasai HP dan IBM. Semua faktor berujung pada kembalinya Michael sebagai CEO Dell di tahun 2007. Gebrakan pertama yang dilakukan Michael setelah kembali menjadi CEO adalah menjadikan Dell sebagai perusahaan privat lagi. Michael berargumen, Dell sebagai perusahaan privat akan memiliki keleluasaan bereksperimen; sesuatu yang sulit dilakukan saat menjadi perusahaan publik. Namun gebrakan terbesar Michael tentu saja yang baru saja terjadi: membeli EMC seharga US$67 miliar. Lewat pembelian terbesar sepanjang sejarah, Michael seperti ingin menegaskan kalau Dell siap menjadi yang terdepan.
  11. Pada 2008, mendiang Steve Jobs melontarkan ramalan memakai analogi truk, mobil, dan sepeda motor untuk membaca tren peranti mobile di masa depan. Jobs memprediksi proporsi antara komputer dekstop, laptop, dan peranti mobile seperti telepon genggam. Jauh sebelumnya, tiga dekade lalu, Jobs juga telah meramalkan setiap perangkat teknologi informasi bakal terhubung satu sama lain. Waktu itu, 1985, tak banyak orang bisa membayangkan wujud ramalan Jobs. Teknologi informasi pada medio 1985 baru sampai pada tataran komputer dekstop. Kotak pintar itu pun masih susah dijinjing dan terbatas kapasitas maupun kemampuannya. "Kita baru berada pada tahap awal dari suatu hal besar. Yang akan terjadi berikutnya, seperti terobosan baru saat telepon diperkenalkan," ungkap Jobs. Jobs meramalkan, setiap rumah pada masa depan akan butuh komputer. Menurut dia, konsumen rumahan bakal butuh komputer karena ingin terhubung dengan jaringan komunikasi nasional. Saat ditanya terobosan baru apa yang dia maksud, Jobs mengaku baru berspekulasi. "Banyak hal terjadi di industri ini. Anda tidak tahu pasti seperti apa hasilnya nanti. Namun, (jejaring komputer) ini adalah sesuatu hal yang besar dan banyak manfaatnya," jawab dia. Dan, internet pun mewujud pada awal era 2000-an. Lalu, ramalan soal truk, mobil, dan sepeda motor meluncur dari mulut Jobs, saat telepon genggam masih menjadi mimpi para engineer. Perkiraan pertumbuhan pengguna internet sebagaimana dilansir situs eMarketer pada 2013, yang dikutip di Harian Kompas edisi 10 Maret 2015. Truk merupakan analogi untuk komputer dekstop, sementara mobil adalah peranti komputer mobile, dan sepeda motor adalah gadgetsemacam telepon genggam dan tablet. "Ketika kita tinggal di negara agraris, semua kendaraan terdiri dari jenis truk karena memang itulah yang diperlukan di pertanian," ucap Jobs sebagaimana dikutip olehAllThingsD. Namun, lanjut Jobs, ketika masyarakat menjadi semakin urban, mobil bakal menggantikan truk dan bahkan mendominasi. Ketika mobilitas makin tinggi, sepeda motor pun akan “meliuk-liuk” di jalanan. Analogi Jobs ini tak lepas dari tren di Negeri Paman Sam. Fitur-fitur yang sebelumnya kurang dipandang di kendaraan jenis truk, seperti "power steering"—anggap saja sebagai perumpamaan efisiensi daya dan daya tahan baterai—pun tiba-tiba menjadi sangat penting. Wujud ramalan Jobs Lima tahun sesudah 2008, ramalan Jobs mewujud dalam angka-angka proporsi penjualan komputer dekstop, notebook, dan telepon genggam. Kemudian, hari ini, 2015, internet juga sudah menjadi barang yang terasa lumrah ada di mana saja, dari perkotaan hingga pelosok pedesaan, berikut realisasi ramalan soal “truk”, “mobil”, dan “sepeda motor”. Riset IDC pada 2013 memublikasikan proyeksi pengapalan gabungan komputer dekstop dan notebook akan terlewati angka pengiriman tablet. Pengapalan ponsel cerdas (smartphone) pun diprediksi menembus angka 1,4 miliar unit pada 2015. Soal ramalan Jobs tiga dekade lalu, situs eMarketer.com menyebutkan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia pada 2015 mencapai angka 3 miliar, setara 42,4 persen populasi dunia, naik sekitar 6,2 persen dibandingkan pada 2014. Sampai 2018, hampir setengah dari populasi dunia atau sekitar 3,6 miliar orang diperkirakan mengakses internet minimal satu kali dalam satu bulan. Di Indonesia, penetrasi internet dan peranti pendukungnya pun tumbuh sama tinggi. Pada 2013, nilai impor gawai mencapai 2,8 miliar dollar AS. Saat ini, gawai sudah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, baik untuk kepentingan sosial maupun profesional. Lalu, apa kabar kelanjutan ramalan Jobs soal truk? "Mereka akan tetap ada dan tetap bernilai tinggi, tetapi hanya dipakai segelintir orang," imbuh Jobs dalam wawancara pada 2008 itu. Hasil survei Litbang Kompas tentang perilaku pengguna internet di Indonesia, sebagaimana tayang pada edisi 21 Juli 2015. Survei Litbang Kompas menunjukkan, perangkat telepon genggam menjadi media yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet. Setiap empat dari sepuluh responden mengaku memiliki perangkat smartphone dan sekitar 85 persen di antaranya menyatakan kerap mengakses internet menggunakan peranti tersebut. [Kompas, 21 Juli 2015]. Pertanyaan berikutnya, seperti apa dunia yang terbentuk dengan dukungan segala kemudahan teknologi informasi seperti ramalan Jobs? Barangkali yang tidak sempat terlontar dari mulut Jobs adalah fakta pada hari ini lompatan besar teknologi informasi sudah mengubah banyak aktivitas keseharian manusia di seantero Bumi. Responden survei Kompas yang mengaku terbiasa mengakses internet adalah kelompok usia di bawah 35 tahun, sekaligus menjadi kelompok pengakses internet paling aktif. Hampir separuh dari mereka mengakses internet setiap hari. Selain untuk kebutuhan mencari informasi lewat situs pencari berita (search engine), tak kurang dari 61 persen responden juga bilang banyak memanfaatkan internet untuk mengakses media sosial, berinteraksi dengan kerabat dan kolega. Gelombang kemajuan internet dan peranti teknologi informasi pun pelan-pelan mengubah pola bisnis. Simak misalnya kisah Rianti,makeup artist, yang cuplikan videonya muncul diindonesiadigitalnation.com. Memulai usaha pada 2006, dia mengaku pengguna layanannya semula bisa dirunut keterkaitan maupun sumber informasinya. “(Dulu) jualan makeup itu benar-benar dari mulut ke mulut. Kalau sekarang si A, besok tantenya si A, seperti garis lurus. Sekarang, dengan internet, sudah silang-silang, saya tidak tahu mereka tahu saya dari mana,” tutur Rianti. Penggunaan telepon genggam untuk aktivitas sehari-hari Berselancar memakai ponsel pintar dan tablet sudah pula menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak hanya di kota-kota besar, fenomena ini juga terlihat di kota-kota lapis kedua dan ketiga. Makin banyak orang mencari informasi terkini dari perangkat bergerak mereka. Di antara indikatornya, tempat pengisi daya listrik dan jaringan Wifi gratis sudah menjadi semacam keharusan di kafe dan restoran. Yang juga menarik dicermati adalah berkembangnya bisnis online. Pemesanan tiket dan hotel untuk kebutuhan wisata juga diminati pengguna internet. Pemanfaatan teknologi informasi dan peranti mobile telah pula merambah dunia pendidikan hingga pelayanan publik. Akan menjadi menarik lagi, bila suatu ketika kita bisa melihat para petani berkumpul di dangau persawahan, membahas harga jual gabah lewat gadget canggih. Sebelum sampai ke sana, cita-cita sederhana Rianti dalam video di situs indonesiadigitalnation.com pun layak disambut sebagai asa bagi Indonesia. “Kalau bisa gue ingin sharing ilmu makeup gue lewat internet, supaya wanita-wanita lain bisa mendapati tips makeup cantik dari saya,” ujar Rianti. Bersama dia, puluhan orang lain telah pula tampil dalam video di situs yang sama. Kalau Anda punya visi seperti apa internet dan peranti teknologi informasi bisa menjadi inspirasi, kenapa tak Anda bagi berupa video singkat lewat aneka media sosial yang kini bertebaran? Unggah dan pasang saja tagar #IndonesiaDigitalNation. Barangkali, kali ini giliran Anda yang bisa membuat ramalan jitu tentang masa depan teknologi informasi, selepas sosok visioner Jobs mangkat pada 5 Oktober 2011. Anggap saja Jobs sedang bertanya, "Buat apa internetmu?"
  12. Dalam industri teknologi, perusahaan-perusahaan seperti Apple, Google dan pemain lainnya "dipaksa" untuk terus berinovasi. Namun bagi pendiri Apple, Steve Wozniak, inovasi bukan hanya sekadar membuat produk yang berbeda dan baru. Hal itu disampaikan Woz -sapaan akrab Wozniak-, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, saat berbicara soal inovasi di dalam Apple dan bagaimana Steve Jobs yang juga merupakan pendiri perusahaan tersebut, melihat inovasi. "Level inovasi di Apple sangat tinggi, tapi ada orang-orang yang berpikir inovasi sebagai kategori brand baru," tutur Wozniak. Menurut Woz, inovasi itu sebenarnya adalah memastikan semua aspek dari sebuah produk bekerja dengan baik dan semua orang dapat memahami bagaimana menggunakannya. Jobs, katanya, sangat mengerti dengan gagasan tersebut. "Dengan kata lain, masukkan keseimbangan dari fitur-fitur terbaik dan Anda tidak perlu menjadi kamera top di dunia, prosesor paling cepat di dunia, atau memiliki daya tahan baterai terlama. Anda hanya perlu menjadi yang terbaik di setiap kategori," ungkap Woz. Lebih lanjut, Woz melihat kemiripan Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk, dengan sejumlah karakteristik Jobs. Ia meyoroti kreativitas Musk dan Jobs dalam berinovasi. "Steve Jobs membuat iPhone dan memastikan bagaimana setiap detail kecil harus tepat baginya. Kemudian iPhone lahir dan menjadi sebuah transformasi yang indah. Sedangkan Elon (Musk) membuat sebuah mobil untuk dirinya, Tesla Model S, dan berhasil mengambil alih dunia," jelas inventor teknologi tersebut
  13. Egosentris dan perfeksionis yang dimiliki mendiang Steve Jobs memang tak pandang bulu dan tak mengenal waktu. Ia pernah 'meneror' pimpinan teknisi Google hanya untuk mengerjakan satu hal kecil. Mantan Wakil Presiden Teknis Google, Vic Gundotra yang memiliki tanggung jawab seputar aplikasi mobile, pernah berkisah di dalam laman Google Plus-nya mengenai bagaimana ia 'diusik' oleh Jobs. Kala itu hari Minggu, 6 Januari 2008, Vic tengah menghadiri acara keagamaan di gereja dan ia menyadari ponselnya bergetar ada panggilan masuk dengan Caller ID tak dikenal. Vic pun mengacuhkannya. "Tak lama ketika saya hendak pulang, ada pesan berbunyi 'Vic, bisakah kamu menelepon saya saat di rumah? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan'," kisah Vic. Apa yang Vic lakukan? Sudah tentu ia langsung menelepon Jobs saat itu juga setelah melihat pesannya. "Hai Steve, ini aku Vic. Maaf, saya tidak menjawab panggilan Anda sebelumnya, karena aku berada di gereja, dan nomor ID panggilan tidak diketahui, jadi saya tak mengangkatnya," katanya. Jobs tertawa, dia mengatakan,"Vic, kecuali ID itu bernama 'Tuhan', Anda tak harus selalu mengangkatnya." Vic tentu saja hanya tertawa, gugup. Karena tak biasanya Jobs memintanya menelpon ke rumahnya dan di hari minggu pula. Dia tentu saja bertanya-tanya, apa yang begitu penting? "Jadi Vic, kami memiliki masalah mendesak, salah satu yang perlu saya tangani segera. Aku sudah menugaskan seseorang dari tim saya untuk membantu Anda, dan saya berharap Anda dapat memperbaiki ini besok" kata Jobs . "Saya telah mengecek logo Google untuk iPhone dan saya tidak menyukainya. Warna gradasi kuning pada huruf 'O' kedua dari tulisan Google tidak tepat," kata Jobs di ujung telepon tujuh tahun lalu. Tentu Vic merasa sanggup. Tak lama, ia menerima pesan email dari Jobs dengan subjek "Icon Ambulance". Jobs, dikenal sebagai pribadi yang getol menelepon siapapun yang menurutnya bertanggung jawab dalam produk atau masalah tertentu untuk segera diperbaiki. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Jobs pernah bertutur bahwa inovasi biasanya datang dari orang-orang yang sedang berbincang di malam hari sekitar pukul 10.30 dengan membawa ide baru, atau karena mereka sadar akan sesuatu 'hebat' di tengah perbincangan sebuah masalah. "Peran saya sebagai penanggung jawab semua aplikasi mobile Google salah satunya memang harus berhadapan dengan Jobs. Itu merupakan satu dari keuntungan pekerjaan saya," ungkap Vic. Ya, diam-diam Vic mengagumi sosok Jobs dan Apple sebagai perusahaan besar. Ia mengaku jatuh hati dengan Apple II sejak usianya 11 tahun. "Walau saya bekerja selama 15 tahun degan Bill Gates di Microsoft, saya menyimpan kekaguman besar terhadap Jobs dan apa yang telah Apple berhasil lahirkan," lanjut Vic. Dari pengalamannya ini, Vic mengatakan ia telah mendapat sebuah pelajaran penting. Peran CEO dituntut untuk memerhatikan detil. Bahkan gradasi warna kuning sekalipun.
  14. Sekitar akhir Agustus 2011, Apple memberikan pengumuman yang mengejutkan. Perusahaan teknologi itu tak lagi dipimpin oleh Steve Jobs, setelah legenda lembah silikon valley ini mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Kali ini bukan karena hasil konspirasi hingga akhirnya Jobs tak lagi memimpin Apple, namun dia sudah merasa lemah dan tak mampu lagi memenuhi kewajibannya sebagai bos tertinggi di raksasa teknologi itu. Jobs menyerahkan pucuk pimpinan kepada Tim Cook, yang sebelumnya memikul tanggung jawab Direktur Operasional Apple. Memang sejak divonis menderita kanker pankreas, kosentrasi Jobs terpecah. Bahkan sebelum melakukan operasi cangkok hati, dia sudah berstatus cuti sejak 15 januari 2011. "Saya selalu berkata, jika ada hari di mana saya tidak dapat lagi memenuhi tanggung jawab dan ekspektasi sebagai CEO Apple, saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan hal tersebut. Sayangnya hari itu telah tiba. Saya dengan ini mengundurkan diri sebagai CEO Apple," potongan isi surat pengunduran dirinya kepada Board Director dan Komunitas Apple. Sebuah firasat? Bisa jadi. Tak lama setelah mundurnya Steve Jobs, saham Apple langsung turun, karena kurang percaya pada prospek Apple tanpa komando utama dari Jobs. Dua bulan setelahnya, awal Oktober 2011. Apple menggelar acara spesial. Tepatnya tanggal 4 Oktober 2011 di kampus Apple. Panggung tak terlalu besar itu menjadi awal kemunculan iPhone 4s, tapi untuk pertama kalinya tanpa kehadiran Jobs. Ya, bukan Jobs yang menguasai panggung tersebut atau membuka acara dengan segala karismanya. Hanya ada Cook, Phill Schiller dan eksekutif Apple lainnya yang bergantian memperkenalkan iPhone 4s. Bahkan ada yang mengatakan ketika iPhone 4s diumumkan, gemuruh tepuk tangan yang hadir pada saat itu tak seperti biasanya. Sebuah firasat lainnya? Bisa jadi. Dan firasat itu, sialnya, harus menjadi kenyataan. Rabu 5 Oktober malam waktu setempat atau Kamis 6 Oktober 2011 waktu Indonesia, Apple mengumumkan wafatnya mantan CEO dan pendiri Apple, Steve Jobs. "Apple sangat kehilangan seorang yang visioner, kreatif dan jenius dalam dunia teknologi," demikian pernyataan resmi Apple. "Kami semua sangat kehilangan Steve Jobs sebagai sahabat dan guru yang menginspirasi. Steve mewariskan semangat pantang menyerah untuk membangun Apple, dan itu sangat menginspirasi kami semua." Empat tahun sudah kejadian itu berlalu, dan banyak orang terus mengenangnya sebagai 'penemu' layaknya Thomas Alva Edison dengan lampu pijarnya dan pantas disebut sebagai orang paling visioner dalam industri teknologi di dua dekade terakhir.
  15. Ia berdiri di depan panggung sambil menunjukkan smartphone terbaru. Penampilannya terlihat khas: kaos hitam, celana jins, dan sepatu kets. Ia mengklaim smartphone yang ia pegang akan mengguncang dunia; dan itulah yang biasanya terjadi. Jika gambaran di atas mengingatkan Anda kepada Steve Jobs, Anda tidak salah. Namun gambaran itu kini juga bisa digunakan untuk mendeskripsikan Lei Jun, CEO Xiaomi Tech. Kemiripan semakin lekat jika kita melihat jejak kesuksesan Lei Jun yang berhasil menjadikan Xiaomi produsen smartphone nomor tiga di dunia—hanya lima tahun setelah mendirikan Xiaomi. Tidak salah jika publik sering menyebutnya “Steve Jobs dari Tiongkok”. Sejarah Xiaomi Nama Lei sebenarnya belum lama terdengar meski ia sudah bertahun-tahun merintis bisnis di bidang teknologi. Ispirasinya untuk masuk ke dunia teknologi datang dari buku “Fire in the Valley” yang dibacanya ketika menimba ilmu di Wuhan University. Buku itu menginspirasinya untuk mengikuti jejak kesuksesan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley, termasuk Steve Jobs. “Saya banyak dipengaruhi oleh buku itu dan ingin membangun sebuah perusahaan kelas satu. Jadi, saya membuat rencana untuk bisa lulus kuliah dengan cepat,” kata Lei dalam wawancaranya dengan New York Times. Lepas dari Wuhan, Lei memulai kariernya di Kingsoft, perusahaan software Tiongkok dengan produk aplikasi penyunting dokumen seperti Microsoft Office. Dikenal sebagai sosok pekerja keras, dalam tempo lima tahun Lei berhasil menduduki posisi chief executive. Pencapaian terbesar Lei saat itu adalah keberhasilannya membawa Kingsoft terdaftar di Bursa Hong Kong setelah empat kali upaya yang sama mengalami kegagalan. Setelah itu, Lei memutuskan untuk keluar dengan alasan “kelelahan”. Lei kemudian menanamkan investasi ke beberapa startup Tiongkok seperti UCWeb yang kemudian dibeli Alibaba. Lei juga ikut membangun Joyo.com, sebuah toko buku online dan e-commerce yang kemudian dijual ke Amazon.com senilai USD 75 juta pada tahun 2004. Langkah besar Lei dimulai ketika mendirikan Xiaomi pada April 2010 bersama dengan mantan eksekutif Google, Lin Bin. Produk pertamanya adalah MIUI (dibaca Me You I), firmware Android yang memiliki tampilan mirip iOS dan Samsung Wiz. Baru pada Agustus 2011, Xiaomi merilis smartphone pertamanya dengan nama Xiaomi M1. Kesuksesan langsung menghampiri Xiaomi. Konsumen terpikat karena smartphone Xiaomi memiliki spesifikasi hardware yang jempolan namun dengan harga yang terjangkau. Xiaomi M3, misalnya, sempat menjadi smartphonetercepat menurut software uji Antutu, namun dibanderol di harga Rp3 jutaan saja. Kualitas yang disajikan Xiaomi tidak kalah dengan pesaingnya. Lei mendorong teknisi Xiaomi untuk selalu berbicara secara langsung dengan konsumen, mengumpulkan masukan-masukan untuk kemudian melakukan perbaikan. Prosesnya sangat cepat: Xiaomi memperbarui MIUI setiap Jumat. Selain karena kualitas produk, kesuksesan Xiaomi juga tidak lepas dari strategi jitu dari Lei. Contohnya adalah siklus produk 18 bulan sekali, tidak tiap 6 bulan seperti yang produsen lain. Dengan mematok harga yang sama selama 18 bulan, Xiaomi mendapatkan keuntungan dari penurunan harga komponen selama periode tersebut. Xiaomi juga menjadikan media sosial sebagai ujung tombak pemasaran tanpa harus jor-joran dalam iklan. Xiaomi bahkan tidak memiliki toko fisik. Penjualan dilakukan secara online dan flash sale (siapa cepat dia dapat). Semua efisiensi tersebut menjadikan harga jual Xiaomi tidak jauh berbeda dengan BOM (bill of material atau harga semua komponen). Cara itu pun belakangan diikuti pesaingnya. “Dari mengejar pemain lain di industri, kita sekarang justru diikuti oleh perusahaan lainnya,” kata Lei dalam surat terbuka kepada karyawannya. Tahun 2014, Xiaomi berhasil menjual 61,12 juta smartphone yang berarti tiga kali lipat angka penjualan di tahun 2013. Lei juga berhasil menggaet investor untuk menyuntikkan dana hingga USD 1,1 miliar, sehingga memberikan valuasi perusahaan senilai USD 45 miliar. Valuasi itu menjadikan Xiaomi sebagai perusahaan teknologi tertutup yang paling berharga. Dengan pangsa pasar hingga 14 persen, Xiaomi berhasil menggeser Apple dan Samsung di Tiongkok. Xiaomi pun kini tidak cuma memproduksi smartphone. Mereka kini merambah produk lain seperti smart TV, gelang cerdas, sampai air purifier. Bukan Apple Dengan kesuksesan yang ia raih, Lei pun kini menjadi salah satu pebisnis paling berpengaruh di dunia. MajalahForbes Asia menobatkan Lei sebagai “Businessman of The Year” pada tahun 2014. Kekayaannya ditaksir mencapai USD 9,9 miliar. Meski sering dianggap Steve Jobs-nya Tiongkok, Lei Jun menampiknya. “Kalau disamakan dengan Steve Jobs ketika saya berusia 20 tahun, saya mungkin akan bangga. Tapi saya sudah berusia 40 tahun, dan tidak ingin disandingkan dengan siapapun,” jawabnya diplomatis, seperti dilansir dari South China Morning Post. Lei juga menolak Xiaomi disamakan dengan Apple. “Model bisnis kami lebih mirip Amazon. Kami menjual seluruh produk secara online dan tingkat laba kotor kami sangat rendah” ungkap Lei. Ia juga menganggap Xiaomi seperti Google karena MIUI kini telah berkembang menjadi platform aplikasi bagi jutaan pengguna fanatik Xiaomi. Jadi julukan “Steve Jobs dari Tiongkok” mungkin hanya akan bertahan sebentar. Di masa depan, Lei Jun mungkin akan menjadi gabungan sosok Steve Jobs, Jeff Bezos, dan Sergey Brin. Siapa tahu?
  16. Jejaring sosial Twitter memang tengah mencari CEO permanen untuk menggantikan Dick Costolo yang telah menyatakan akan mengundurkan diri per 1 Juli 2015 mendatang. Untuk sementara, posisi CEO akan dipegang oleh Jack Dorsey. Jack Dorsey adalah salah satu dari empat pendiri Twitter. Sejak awal Twitter berdiri di tahun 2006, ia menduduki jabatan CEO dan berhasil meraih dua kali putaran investasi dari sejumlah pemodal ventura. Dengan cepat Twitter melesat sebagai alat yang mudah dan efisien untuk berbagi informasi secara online. Dorsey lalu 'kehilangan' jabatannya itu dan digantikan oleh Evan Williams pada 2008 lantaran dirinya sibuk menikmati bisnis lain seperti yoga dan industri fesyen. Nah, sekembalinya Dorsey ke Twitter sebagai CEO dinilai memiliki nasib yang sama seperti bos Apple, mendiang Steve Jobs. Jobs yang juga menjadi idola Dorsey, kembali menjabat sebagai CEO sementara Apple di tahun 1997 setelah ia didepak dari perusahaan pada 1985. Setelahnya, Jobs malah berhasil membangun Apple menjadi raksasa teknologi dan menciptakan iMac, iPhone, dan iPad. Ya, Twitter bagai anak yang kembali diasuh oleh orang tuanya. Kemudian di dalam buku Hatching Twitter karya Nick Burton juga digambarkan kemiripan Dorsey dengan Jobs. "Dorsey meembangun karakternya sama seperti Steve Jobs. Sama-sama menganggap dirinya sebagai 'editor' dan punya ciri khas berpakaian sendiri. Gaya andalan Dorsey adalah kemeja berkancing putih, celana jeans biru, dan blazer hitam," tulis Burton dalam bukunya. Dalam rekam jejaknya, Dorsey adalah otak dibalik akuisisi media sosial Vine, menyempurnakan layanan kicauan Twitter yang jumlahnya 140 karakter, dan membantu pengembangan produk sepanjang tahun 2011 dan 2012. Dalam proses pencarian CEO baru, pihak Twitter mengatakan bahwa perusahaan membutuhkan orang yang benar-benar memakai dan mencintai produk Twitter sendiri. "Semuanya saya serahkan kepada komite perusahaan," ujar Dorsey saat diminta tanggapan jika ditawari menjadi CEO permanen
  17. Taufik kali ini gua mau nge share foto - foto Steve Jobs yang jarang diketahui orang banyak, oke langsung aja kita liat beberapa deretan foto langka Steve Jobs ini. Steve Jobs muda bersama pendiri Apple yang lain, Steve Wozniak. Foto ini diambil bulan April 1977 di Brooks Hall, San Francisco, California pada acara West Coast Computer Faire. Di sana, mereka melakukan debut komputer Apple II. Pose lain Steve Jobs yang juga diambil saat rilis Apple II. Steve Jobs berpose dengan komputer Apple II di sampingnya pada tahun 1979. Kembali Steve Jobs bergaya di samping komputer Apple II di Januari 1981. Foto ini diambil bulan Juni 1982. Ketika itu, Jobs menghadiri acara Academy of Achievement Golden Plate Awards di Lousiana. Steve Jobs memperkenalkan komputer Apple Lisa di Januari 1983. Steve Jobs di ruangan yang penuh komputer Apple. Foto ini diambil tahun 1984. Steve Jobs berbicara di perhelatan PC Forum di Arizona pada awal 1985. Foto Jobs yang diambil Desember 1985 di lokasi yang tidak diungkapkan. Didepak dari Apple, Jobs kemudian mendirikan perusahaan komputer Next Inc. Ia bekerjasama dengan pengusaha Ross Perot. Foto ini diambil tahun 1987. Jobs bersama para karyawan senior Next Inc berpose pada Oktober 1998 di San Francisco. Steve Jobs dengan kaos Next. Foto ini dijepret pada tahun 1990. Steve Jobs berpose di tahun 1996. Steve Jobs berjenggot lebat kala dipercaya kembali menjadi pemimpin Apple. Foto ini diambil di November 1997. Steve Jobs di tahun 1998.
  18. Steve Jobs memang sesosok orang jenius di dunia, karya-karya hebatnya sungguh luar biasa dan bermanfaat bagi dunia. Mungkin dari anda ingin menjadi sukses seperti Steve Jobs ?? Maka dengarkanlah 10 kata-kata Mutiara dari Steve Jobs Ini. Mungkin anda bisa termotivasi untuk menjadi sesosok jenius seperti Steve Jobs. "Saya pikir kita bersenang-senang. Saya pikir pelanggan kami benar-benar menyukai produk kami. Dan kami selalu berusaha untuk berbuat lebih baik. " Steve Jobs Prestasi dan membantu menentukan karakter generasi dan mengubah dunia. Dia adalah pendiri perusahaan dongeng sekarang kita kenal sebagai Apple Computers. Dan dia adalah visioner dunia komputer pribadi yang memimpin seluruh perangkat keras komputer dan industri perangkat lunak untuk merestrukturisasi dirinya sendiri. Orang dengan energi tak terbatas dan karisma juga master hype, hiperbola dan frase menarik. Dan bahkan ketika dia mencoba bicara normal, verbiage brilian datang berhamburan keluar. Berikut pilihan dari beberapa hal yang paling gila yang hebat katanya, pelajaran emas untuk membantu Anda sukses dalam hidup, Gaya Steve Jobs: 1. Steve Jobs mengatakan: "Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut." Inovasi tidak memiliki batas. Batas hanya imajinasi Anda. Sudah waktunya bagi Anda untuk mulai berpikir keluar dari kotak. Jika Anda terlibat dalam industri yang berkembang, memikirkan cara untuk menjadi lebih efisien, pelanggan lebih ramah, dan lebih mudah untuk melakukan bisnis dengan. Jika Anda terlibat dalam industri menyusut - keluar dari itu cepat dan perubahan sebelum Anda menjadi usang, keluar dari pekerjaan, atau keluar dari bisnis. Dan ingat bahwa penundaan adalah bukan pilihan di sini. Mulailah berinovasi sekarang! 2. Steve Jobs mengatakan: "Jadilah tolok ukur kualitas. Beberapa orang tidak digunakan untuk suatu lingkungan di mana keunggulan yang diharapkan." Tidak ada jalan pintas untuk keunggulan. Anda harus membuat komitmen untuk membuat keunggulan prioritas Anda. Gunakan bakat Anda, kemampuan, dan keterampilan dalam cara yang terbaik dan maju dari orang lain dengan memberikan yang sedikit tambahan. Hidup dengan standar yang lebih tinggi dan membayar perhatian ke rincian yang benar-benar membuat perbedaan. Keunggulan tidak sulit - hanya memutuskan sekarang untuk mencobanya terbaik Anda - dan Anda akan kagum dengan apa yang diberikan kehidupan kembali. 3. Steve Jobs mengatakan: "Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda memiliki belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menetap. Seperti dengan semua masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya." Aku punya itu ke empat kata: "Lakukan apa yang Anda cintai." Carilah suatu pekerjaan yang memberikan Anda rasa makna, arah dan kepuasan dalam hidup. Memiliki rasa tujuan dan berjuang menuju tujuan memberi makna kehidupan, arah dan kepuasan. Ini tidak hanya memberikan kontribusi untuk kesehatan dan umur panjang, tetapi juga membuat Anda merasa lebih baik dalam masa sulit. Apakah Anda melompat dari tempat tidur pada pagi hari Senin dan berharap untuk minggu kerja? Jika jawabannya adalah 'tidak' terus mencari, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya. 4. Steve Jobs mengatakan: "Anda tahu, kita tidak tumbuh sebagian besar makanan yang kita makan. Kami memakai pakaian orang lain membuat. Kami berbicara bahasa yang orang lain dikembangkan. Kami menggunakan matematika yang orang lain berkembang ... Maksudku, kita terus-menerus mengambil hal-hal. Rasanya, indah senang untuk menciptakan sesuatu yang menempatkan kembali di kolam pengalaman manusia dan pengetahuan." Hidup dalam cara yang etis bertanggung jawab. Cobalah untuk membuat perbedaan di dunia ini dan berkontribusi untuk kebaikan yang lebih tinggi. Anda akan menemukan memberi arti lebih untuk hidup Anda dan itu bagus untuk obat penawar kebosanan. Selalu ada begitu banyak yang harus dilakukan. Dan berbicara dengan orang lain tentang apa yang Anda lakukan. Jangan berkhotbah atau merasa benar sendiri, atau fanatik tentang hal itu, yang hanya menempatkan orang off, tapi pada saat yang sama, jangan malu teladan, dan menggunakan kesempatan yang muncul untuk membiarkan orang lain tahu apa yang Anda lakukan . 5. Steve Jobs mengatakan: "Ada sebuah ungkapan dalam Buddhisme, 'pikiran Pemula." Ini bagus untuk memiliki pikiran pemula." Ini adalah jenis pikiran yang dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, yang langkah demi langkah dan dalam sekejap dapat mewujudkan sifat asli dari segala sesuatu. Pikiran pemula adalah latihan Zen dalam tindakan. Ini adalah pikiran yang tidak bersalah atas prasangka dan, harapan penilaian dan prasangka. Pikirkan pikiran pemula sebagai pikiran yang menghadapi hidup seperti anak kecil, penuh rasa ingin tahu dan bertanya-tanya dan takjub. 6. Steve Jobs mengatakan: "Kami pikir pada dasarnya Anda menonton televisi untuk mengubah otak Anda pergi, dan Anda bekerja di komputer Anda bila Anda ingin mengaktifkan otak Anda." Rim studi akademis selama beberapa dekade telah cukup mengkonfirmasi pengaruh televisi merusak mental dan moral. Dan pengamat TV yang paling tahu bahwa kebiasaan mereka mematikan pikiran dan boros, tapi masih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan kotak itu. Maka berpalinglah TV Anda off dan menyimpan beberapa sel-sel otak. Tapi berhati-hati, Anda dapat mengaktifkan otak Anda off dengan menggunakan komputer juga. Coba dan memiliki percakapan cerdas dengan seseorang yang memainkan penembak orang pertama selama 8 jam sehari. Atau permainan balap mobil, atau peran-bermain game. 7. Steve Jobs mengatakan: "Saya orang yang saya tahu itu kehilangan seperempat miliar dolar dalam satu tahun .... Ini sangat karakter bangunan." Jangan menyamakan membuat kesalahan dengan menjadi kesalahan. Tidak ada hal seperti orang sukses yang tidak gagal atau membuat kesalahan, ada orang-orang sukses yang membuat kesalahan dan mengubah hidup mereka atau kinerja dalam menanggapi mereka, sehingga sudah benar waktu berikutnya. Mereka dipandang sebagai peringatan kesalahan daripada tanda-tanda ketidakmampuan harapan. Jangan pernah membuat kesalahan berarti tidak menjalani hidup dengan penuh. 8. Steve Jobs mengatakan: "Saya akan perdagangkan semua teknologi saya untuk sore dengan Socrates." Selama dekade terakhir, banyak buku yang menampilkan tokoh-tokoh sejarah pelajaran dari telah muncul di rak-rak toko buku di seluruh dunia. Dan Socrates berdiri dengan Leonardo da Vinci, Copernicus Nicholas, Charles Darwin dan Albert Einstein sebagai mercusuar inspirasi bagi pemikir mandiri. Tapi dia datang lebih dulu. Cicero mengatakan bahwa Socrates, "disebut filsafat Dia turun dari langit dan ke dalam kehidupan manusia." Jadi gunakan prinsip-prinsip Sokrates dalam kehidupan Anda, pekerjaan Anda, belajar Anda, dan hubungan Anda. Ini bukan tentang Socrates, itu benar-benar tentang Anda, dan bagaimana Anda dapat membawa lebih banyak kebenaran, keindahan dan kebaikan ke dalam hidup Anda sehari-hari. 9. Steve Jobs mengatakan: "Kami di sini untuk menempatkan penyok di alam semesta. Kalau tidak mengapa lain bahkan berada di sini?" Apakah Anda tahu bahwa Anda memiliki hal-hal besar untuk capai dalam hidup? Dan tahukah Anda bahwa hal-hal besar semakin agak berdebu saat Anda tuangkan sendiri secangkir kopi, dan memutuskan untuk memikirkan hal-hal yang lebih daripada melakukan mereka? Kami semua lahir dengan hadiah untuk diberikan dalam kehidupan, salah satu yang menginformasikan semua, kami kepentingan keinginan, nafsu dan keingintahuan. Karunia ini, pada kenyataannya, tujuan kita. Dan Anda tidak perlu izin untuk memutuskan tujuan Anda sendiri. Tidak ada bos, guru, orangtua, pendeta atau otoritas lainnya dapat memutuskan ini untuk Anda. Hanya menemukan bahwa tujuan yang unik. 10. Steve Jobs mengatakan: "Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma - yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain." Jangan biarkan suara pendapat lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Entah bagaimana mereka sudah tahu apa yang Anda benar-benar ingin menjadi. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder. " Apakah Anda lelah hidup mimpi orang lain? Tidak diragukan lagi, Anda hidup dan Anda berhak untuk menghabiskan dengan cara individu Anda sendiri tanpa rintangan atau hambatan dari orang lain. Berikan diri Anda kesempatan untuk memelihara kualitas kreatif Anda dalam iklim ketakutan bebas dan tekanan-bebas. Menjalani hidup yang ANDA memilih dan menjadi bos sendiri. Setiap pelajaran mungkin akan sulit untuk mengintegrasikan ke dalam hidup Anda pada awalnya, tetapi jika Anda mudah cara Anda menjadi setiap pelajaran, satu per satu, Anda akan melihat perbaikan langsung dalam kinerja Anda secara keseluruhan. Jadi silakan, memberi mereka mencoba.
  19. Buku biografi terbaru tentang pendiri Apple, "Becoming Steve Jobs," mulai dijual pada 24 Maret 2015. Buku ini menyoroti percakapan Jobs dengan rekan, kolega, dan temannya dalam beberapa pekan terakhir dan hari sebelum ia meninggal dunia pada 5 Oktober 2011. Buku ini ditulis oleh Brent Schlender dan Rick Tetzeli dari hasil wawancara dengan para pemimpin industri teknologi, hiburan, dan dalam perusahaan Apple sendiri, yang bekerjasama dengan Jobs. Dalam satu bagian penting, CEO Apple saat ini, Tim Cook, mengingat hari ketika Jobs memintanya menjadi pemimpin tertinggi di Apple. Cook sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer (COO). Kala itu, Jobs sedang berjuang melawan kanker pankreas dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Baca juga: Tim Cook Pernah Tawarkan Ginjalnya ke Steve Jobs Cook ingat bahwa Jobs menginginkan penggantinya tidak akan pernah mencoba untuk meniru apa yang telah dilakukannya. Jobs menyebutnya sebagai konsep "The Beatles," di mana setiap personel grup musik legendaris itu punya ikon tersendiri dan punya bakat yang saling melengkapi. Kesehatan Jobs terus memburuk dalam waktu delapan pekan setelah percakapan ini. Cook berkata, Jobs mengajaknya menonton film "Remember the Titans" beberapa hari sebelum meninggal. "Kami menyaksikan Remember the Titans. Saya sangat terkejut ia ingin menonton film itu. Aku seperti mengatakan, apakah kamu yakin? Steve sama sekali tidak tertarik pada olahraga. Dan kami menyaksikan dan kami berbicara tentang beberapa hal dan saya pikir ia cukup senang dengan itu," kata Cook dalam buku itu. Jobs meninggal dunia di usia 56 beberapa bulan setelah ia mengundurkan diri dari Apple pada Agustus 2011. John Lasseter, Kepala Kreatif di Pixar, sebuah perusahaan animasi digital yang didirikan oleh Jobs, juga punya kenangan terakhir. "Kami berbicara tentang Pixar ... Kemudian saya menatapnya dan dia berkata, 'Ya, saya perlu untuk tidur siang sekarang.' Saya bangkit untuk pergi, kemudian berhenti, sayamenatapnya dan kembali. Saya memberinya pelukan, dan ciuman, dan saya berkata, 'Terima kasih. Terima kasih untuk semua yang Anda lakukan untuk saya.'" Lasseter melanjutkan dengan mengenang pertemuan beberapa tahun kemudian dengan Cook di pesta ulang tahun istri Jobs. "Saya masih memiliki nomor Steve di telepon saya. Saya berkata, 'Saya tidak akan pernah bisa menghapusnya.' Dan Tim mengeluarkan iPhone-nya lalu menunjukkan ia masih memiliki nomor Steve." Penulis buku "Becoming Steve Jobs" juga mewawancarai pendiri Microsoft, Bill Gates, yang selama ini disebut terus bersaing tetapi juga melakukan kolaborasi dengan Apple. Suatu sore di hari-hari terakhirnya, Jobs ternyata menyempatkan diri bertemu dengan Gates. Di buku ini Gates memuji Jobs. "Steve dan saya akan selalu mendapatkan kredit lebih dari yang pernah kita lakukan, dan jika diceritakan terlalu rumit," kata Gates. "Maksudku, ya, Steve melakukan pekerjaan yang brilian, dan jika Anda diminta menjelaskan maka maka Anda tahu itu, tinggalkan aku keluar dari orang yang memiliki dampak paling besar pada industri komputer pribadi, terutama dari tempat kami duduk sekarang, Anda lebih memilih Steve Jobs." Meskipun berkembang cerita-cerita yang tidak harmonis antara Jobs dan Gates, tetapi keduanya belakangan menjadi akrab dan selalu menjaga rasa saling menghormati selama bertahun-tahun. "Kami hanya berbicara tentang hal-hal yang akan kita lakukan, dan di mana kita berpikir hal-hal yang akan kami tuju." Buku biografi Steve Jobs karya Walter Isaacson sebelumnya mencerminkan kejeniusan Jobs dan sikapnya yang juga bisa menjadi sangat keras serta kejam. Tetapi di buku biografi karya Brent Schlender dan Rick Tetzeli, menghadirkan sosok ramah, dan potret lembut dari Jobs. Kedua penulis berusaha memanusiakan Jobs dengan mewawancarai orang-orang terdekat, mengungkap fase sangat sukses dalam karier, dan beberapa sikap kerasnya yang mulai melunak. Sejumlah eksekutif Apple yang dekat dengan Jobs, mengaku tidak begitu suka dan mengkritik keras karya Isaacson, tetapi mereka memberi pujian untuk "Becoming Steve Jobs." Menurut penulis Jeremy Horwits dari blog teknologi 9to5Mac, buku terbaru ini "Seperti buku bagus lain yang telah ditulis tentang Jobs, tidak memberikan kisah definitif hidupnya, melainkan hanya menambah beberapa rincian baru dan menarik yang layak dipertimbangkan bersama tentang apa yang sebelumnya dikenal."
  20. Nama besar pendiri Apple, Steve Jobs, terbukti masih sangat populer. Meski sudah tiada, potret tokoh penggagas iPhone itu ditawar dengan harga yang sangat tinggi. Menurut Cult of Mac, foto yang sedang dijual itu diperoleh dari buku tahunan SMA Jobs. Foto itu kemudian dilelang di eBay dengan harga pembuka USD 5 ribu (Rp 65,6 juta). Pelelangan itu sendiri sebenarnya belum berakhir, namun yang tertinggi hingga kini adalah USD 13 ribu atau sekitar Rp 169 juta (USD 1 = Rp 13.000). Penjualnya yang memiliki akun bcwight77 adalah teman dari saudara perempuan Jobs. Kakak penjual ini juga merupakan teman sekelas Jobs semasa SMA. Seperti yang dapat dilihat, Jobs semasa SMA masih berambut panjang. Menurut sang penjual, bos Apple itu dulunya adalah orang yang suka bercanda dan sering tak serius belajar. "Jobs terlihat tak serius di kelas dan dia sering melucu," terangnya. Namun siapa sangka, perusahaan dan perangkat yang dibuat Jobs kini menjadi sangat terkenal. Apple bahkan baru saja menjadi vendor smartphone dengan penjualan tertinggi di dunia pada 2014.
  21. CEO Apple Steve Jobs pernah berkeinginan untuk mengakuisisi Yahoo Buku berjudul Becoming Steve Jobs: The Evolution of a Reckless Upstart Into a Visionary Leader karangan Bren Schenlender akan membongkar rahasia Steve Jobs yang belum diketahui. Termasuk sejumlah rencana Apple di masa depan. Di salah satu bab di buku itu, penulis menceritakan dua sisi mendiang Steve Jobs sebagai pengusaha ambisius dan orang biasa. Dalam buku tersebut, menggambarkan persahabatan yang erat antara Jobs dengan Chariman dan CEO Disney Company Bob Iger. Khususnya sebelum dia melakukan transpalantasi hati di tahun 2009 dan menjelang akhir hayatnya di tahun 2011. Dikatakan oleh Iger, di buku itu, keduanya sering bertemu untuk berbicara antara dua sampai sampai empat kali dalam seminggu. Di situ dituliskan "Hubungannya dengan Iger begitu erat, sehingga Steve ingin Iger bergabung dengan dewan direksi Apple, namun ditolaknya karena alasan fidusia." Bahkan demi menjaga persahabatannya dengan Jobs, Iger menolak tawaran untuk bertemu dengan Sergey Bin, Larry Page dan Eric Schmidt yang memintanya bergabung ke Google. "Jobs akan cemburu," kata Iger. Meskipun pada akhirnya Iger tidak bergabung dengan dewan direksi Apple sampai kematian Jobs di tahun 2011, ia selalu berkunjung ke Cupertino. Bahkan Iger adalah salah satu dari sedikit orang di planet Bumi yang diberikan ke lab rahasia Jony Ive, tangan kanan Jobs. "Kami sering berada di depan papan tulis untuk melakukan brainstroming. Kami berbicara tentang membeli perusahaan. Kami berbicara tentang membeli Yahoo," kata Iger. Sayangnya, sampai akhir hayatnya, Yahoo tak pernah benar-benar dibeli oleh Steve Jobs melalui Apple. Apple sendiri bukan satu-satunya perusahaan yang meminati Yahoo. DI tahun 2008, CEO Microsoft Steve Ballmer begitu bernafsu membeli layanan email tersebut. Kala itu, Microsoft tertarik untuk mengakuisisi Yahoo dengan nilai lebih dari US$ 44,6 miliar, namun ditolak oleh Jerry Yang, CEO Yahoo saat itu karena perusahaanya menginginkan US$ 47,5 juta sebagai maharnya. Buku Becoming Steve Jobs: The Evolution of a Reckless Upstart Into a Visionary Leader karya penulis Brent Schlender dan seorang eksekutif editor media Fast Company, Rick Tetzeli akan dirilis pada 24 Maret 2015 mendatang.
  22. Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX ternyata memiliki sifat yang sama dengan Steve Jobs dalam bekerja. Salah satu karyawan SpaceX mengungkapkan bagaimana sisi 'gila' Elon Musk dalam mempekerjakan karyawannya. Keluhan ini diungkapkan karyawan tersebut melalui sebuah forum tanya jawab Quora.com. Ketika seorang pengguna bertanya bagaimana rasanya bekerja untuk Elon Musk, ia bercerita bagaimana kesulitan yang sering ia hadapi dalam pekerjaannya. Ia mengatakan bahwa Elon Musk adalah seorang yang gila. Menurutnya selama lima tahun ia bekerja di SpaceX, keinginan Musk dalam memerintah para karyawannya sungguh tidak masuk akal. "Sebuah pekerjaan yang seharusnya dilakukan dalam waktu satu tahun, ia ingin tugas itu diselesaikan dalam satu minggu," kata karyawan tersebut. Ia melanjutkan bahwa jika kita ingin berkeluarga dan mengerjakan setiap hobi kita dengan waktu yang cukup luang, Elon Musk bukanlah atasan yang akan memberikan hal-hal tersebut. "Ini sisi bagaimana rasanya saya tidak suka bekerja dengan dia. Tidak ada yang suka bekerja dengan dia," lanjutnya. Bahkan menurutnya, ada sebuah perkataan Elon Musk yang sangat membekas di antara para karyawan. Musk mengatakan, bahkan bekerja pada hari sabtu juga tidak akan pernah cukup. Hal itulah yang membuat para pekerja merasa seolah disiksa dan dipenjara di tempat mereka bekerja. Ia juga mengatakan bahwa tampaknya, Musk tidak peduli pada kehidupan para karyawannya. Meskipun begitu, Musk telah membawa Tesla dan SpaceX menjadi perusahaan yang luar biasa. Perusahaan yang dipimpin oleh Musk menjadi salah satu industri teknologi yang ditakuti oleh para pesaingnya. Sikap keras Musk terhadap para karyawannya dinilai mirip dengan kelakuan mendiang Steve Jobs. Bedanya, Musk tidak pandai bicara di depan publik seperti Jobs.
  23. Delapan belas tahun lalu dalam wawancara dengan media, Jobs memprediksi perdagangan di internet akan jadi besar di masa depan, bahkan yang terpenting. Steve Job terkenal memiliki visi yang matang soal teknologi di masa depan. Tahun 1996 lalu, dia pernah meramalkan bahwa internet di masa depan akan sangat berpengaruh, terutama dalam segi perdagangan. Dan pandangannya terbukti. Mendiang bos Apple ini 18 tahun lalu mengatakan bahwa perdagangan melalui internet akan jadi sesuatu yang besar di masa depan. Saat itu, tidak ada yang menyangka internet akan sedashyat saat ini. "Ini akan jadi besar," kata Jobs saat itu. Dalam wawancara itu, dia mengungkapkan bahwa internet akan mempengaruhi kehidupan manusia di masa depan. Mulai dari kehidupan sehari-hari hingga menyulut revolusi. Internet, kata Jobs, akan menjadi pusat informasi bagi banyak orang. Jobs menitikberatkan segi komersial internet yang menurutnya akan fantastis. "Jika internet memiliki 10 persen dari barang dan jasa di negara ini, maka itu fenomenal. Saya kira jumlahnya akan lebih besar dari itu. Pada akhirnya, internet akan menjadi bagian besar dalam perekonomian," kata Jobs. Dia melanjutkan, "Siapa menurutmu yang paling diuntungkan dengan internet? Siapa yang menang besar?" Wired menjawab: "Mereka yang memiliki sesuatu.." Jobs dengan cepat menimpali, "Untuk menjual! internet lebih dari publikasi. Internet adalah perdagangan. Masyarakat akan berhenti berkunjung ke toko. Dan mereka akan membeli barang di internet!" Ramalan Jobs ini terbukti dengan menjamurnya perdagangan di internet. Situs Cyber Monday contohnya, yang tahun ini penjualannya mencatat rekor, melebihi US$2 miliar, seperti dilaporkan comScore. Tahun 1996, ponsel pintar iPhone memang belum diprediksi akan tenar. Namun di Cyber Monday, iPhone adalah salah satu barang yang laris manis diborong pembeli. Dalam wawancara dengan Wired, Jobs sekali lagi menyinggung soal penjualan di internet dengan mengatakan bahwa perdagangan akan menjadi satu dari empat fungsi internet yang paling banyak digunakan orang. "Fungsi ketiga adalah perdagangan, ini lebih sulit dibandingkan publikasi karena kau harus mengaitkan internet dengan sistem manajemen-pemesanan, sistem penagihan, hal-hal seperti itu. Saya kira masih dua tahun lagi, tapi hal ini juga akan menjadi besar," ujar Jobs.
  24. Pendiri sekaligus CEO Path, Dave Morin, sedang berjuang membuat jejaring sosialnya lebih dikenal oleh dunia. Dalam kerja kerasnya, Morin mengaku terinspirasi dari Steve Jobs sang pendiri Apple. “Dia adalah inspirasi saya, khususnya dalam hal penciptaan inovasi,” ujar Morin dalam sebuah diskusi terbuka di Jakarta. Morin mengatakan Path akan tetap fokus memberi layanan terbaik kepada pengguna dengan mengutamakan kualitas produk. Hal ini pula yang disebut Morin telah dilakukan Apple untuk memberi kepuasan kepada pengguna. "Saya besar menggunakan komputer Apple. Pekerjaan pertama saya adalah bagian pemasaran di Apple saat Jobs masih hidup," kenang Morin. Morin memang sempat bekerja dalam divisi pemasaran di Apple. Ia juga sempat bekerja di Facebook. Baginya, etos kerja Jobs yang konsisten dan tidak berusaha menguasai pasar namun optimis akan pemenuhan kebutuhan dan pengalaman pengguna, adalah hal yang patut dicontoh. “Sekitar 10 tahun lalu Apple hanya menguasai pangsa pasar yang kecil. Sekarang, sudah menjadi perusahaan teknologi tersukses berkat produk inovasinya yang berhasil mendapatkan loyalitas masyarakat," ujar Morin. Walau berbeda jenis produk dengan Apple yang membuat perangkat, Morin mengatakan cara Apple menjaga loyalitas pengguna sangat ia perhatikan. Walau kini Path hanya populer di Indonesia, Nigeria, dan kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, ia yakin Path dapat memberi layanan terbaik untuk menjaga loyalitas pengguna. Di Indonesia, Path memiliki sekitar 4 juta pengguna. Sebanyak 80 persen di antaranya disebut Morin adalah pengguna aktif. Path didirikan pada 2010 lalu di San Francisco, Amerika Serikat. Jejaring sosial ini berusaha mendapatkan uang dari layanan dengan menjual akun premium, menjual stiker, dan filter foto.
  25. Sudahkan anda melihat film Jobs yang ditayangkan papa tahun 2013? Mungkin kebanyakan dari penggemar Mr. Jobs merasa kecewa akan film tersebut. Bahkan IMDb, situs wahid tentang sinopsis film hanya memberikan skor 5,9/10. Mungkin memang IMDb bukan satu-satunya situs yang membahas segala sesuatu tentang film, tetapi skor yang ditampilkan di situs tersebut merupakan skor yang diberikan langsung oleh para penikmat film di seluruh dunia. Michael Fassbender Tetapi jangan khawatir, baru-baru ini ada berita yang menyebutkan bahwa akan ada film tandingan yang menampilkan kehidupan Steve Jobs sampai beliau meninggal dunia. Film yang mulai diproduksi pada akhir tahun 2014 ini nantinya digawangi oleh David Boyle sebagai sutradaranya. Kita mungkin belum mengenal baik siapa itu David Boyle, tetapi ia telah menelurkan beberapa film box office seperti The Beach (2000) dan Slumdog Miilionaire (2008). Ia juga telah beberapa kali mendapat nominasi sutradara terbaik dari Golden Globe dan Academy Award. Sang penulis scenario, Aaron Sorkin, membeberkan bahwa putri Steve Jobs, LisaBrennan-Jobs, akan bekerja sama dengannya dalam penggarapan skenario. Semasa hidupnya, Steve pernah tidak mau mengakui sang putri. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya Steve mengakui keberadaan putrinya tersebut dimana Lisa menghabiskan masa remajanya bersama dengan ayah kandungnya itu. Pada awalnya, Leonardo Di Caprio diminta untuk memerankan peran utama sebagai Steve Jobs, tetapi ia menolaknya. Lalu muncullah nama Christian Bale beberapa waktu lalu. Namun beberapa hari setelah pengumuman itu dikeluarkan, sang Batman pun menolak untuk bermain sebagai Steve. Dan berita terakhir yang beredar mengatakan bahwa Michael Fassbender yang digadang-gadang akan memerankan Steve Jobs pada film ini. Apakah nantinya Magneto dari X-Men First Class lah yang akan berubah menjadi konglomerat sekaligus pendiri Apple? Kita tunggu saja berita selanjutnya dari Aaron Sorkin.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy