Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'startup'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 53 results

  1. Melihat maraknya startup yang tumbuh dan berkembang di dunia digital memancing para Startup Enthusiast untuk membangun startup milik mereka. Setiap Founder pasti pernah merasakan jatuh saat membangun startup. Sebut saja Nadiem Makarim, Founder GOJEK yang dulu pernah 3 kali gagal sebelum GOJEK dikenal seperti sekarang ini. Sebagai seorang Founder ia pun mengaku pernah merasakan keliling untuk pitching ke para calon Investor pada masa awal GOJEK didirikan. Namun, apakah semua Founder dapat memiliki kesempatan yang sama di depan para calon Investor? Jika tidak, apa saja yang menyebabkan mereka gagal menarik perhatian para calon Investor? Menurut Raditya Pramana, Partner di Venturra Discovery ada 5 kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan pitching ke Calon Investor. 01. Fokus di fundamental Di depan calon Investor, kamu harus siap untuk menjelaskan apa yang sudah dicapai, apa yang sedang dilakukan, dan apa target bisnis kalian kedepannya karena performance dari bisnis tersebut yang nantinya akan dilihat oleh para calon Investor. 02. Hindari Over-Promising ke Investor Banyak yang memberikan janji hasil yang muluk untuk Investor. Sedangkan yang dilihat calon Investor bukan itu. Seimbangkan target bisnis yang terjangkau, sehinggal believable untuk calon Investor. 03. Datang dengan mindset: Kalian ingin mencari Partner Datanglah bukan dengan mindset seperti ingin mencari kerja, tapi lebih untuk menjadi Partner. Diskusikan layaknya kamu berdiskusi dengan partner. 04. Ketahui yang Investor inginkan Sebelum para calon Investor menyampaikan apa yang mereka inginkan, kamu harus lebih dulu mengetahui apa yang mereka inginkan. Hal ini dapat diketahui dengan research perusahaan itu terlebih dahulu. 05. Hindari Buzz Words Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam. Daripada menggunakan kata AI, Machine Learning, dan lainnya, lebih baik gunakan kalimat yang menjelaskan kata-kata tersebut.
  2. Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal. Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa “nempel” di pikiran masyarakat. Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi. Membangun brand penting bagi startup Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan “keterlihatan”, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat. “Brand Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda saat Anda tidak berada di dalam ruangan.” Demikian kutipan populer Founder Amazon Jeff Bezos yang pernah ia sampaikan pada acara TEDGlobal 2012. Sebuah gambaran sederhana tentang brand yang bisa diaplikasikan untuk personal maupun brand sebuah produk atau bisnis. Apa yang perlu dipersiapkan Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Apa misi perusahaan Anda? Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda? Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda? Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti: Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda. Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing. Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Desain dan tagline. Siapkan kalimat tagline yang mudah diingat dan mewakili produk atau bisnis Anda. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, gunakan warna, peletakan logo dan sesuatu yang sesuai dan mewakili. Konsisten. Kunci dari branding dan segala strategi yang dirancang adalah konsistensi. Mulai dari konsistem mengkomunikasikan nilai-nilai hingga konsisten menggunakan warna, pola dan tagline.
  3. Ada banyak cerita-cerita sukses startup yang dibagikan. Dari sana kita yang ingin menjalankan sebuah bisnis bisa mengambil beberapa teori atau mencoba mengulang langkah yang sama untuk mencapai kesuksesan yang sama. Berikut ini rangkuman mengenai kutipan-kutipan Y Combinator yang mungkin bisa memberikan wawasan atau pelengkap rencana Anda yang sedang mencari cara bagai mana memulai sebuah bisnis. Buat sesuatu yang mudah untuk dibicarakan Memberikan solusi dan populer. Dua kata yang coba diusahakan startup pada tahap awal. Bagi Anda yang sedang dalam tahap mencari masalah, atau menulis ide untuk bisnis bisa dicoba untuk mencari sesuatu solusi yang mudah menjadi buah bibir, tentu dalam arti yang positif. Sebuah solusi yang memicu semua orang membicarakan solusi Anda karena manfaat dan kemudahan yang ditawarkan. Dapatkan pengguna secara manual Banyak layanan pemasaran yang menawarkan solusi mudah untuk menawarkan produk atau solusi Anda kepada masyarakat. Namun jika Anda masih di tahap awal tidak ada salahnya untuk mencari pengguna secara manual dan konvensional. Temui orang yang ada di coffee shop, kedai, atau kerumunan. Perkenalkan aplikasi Anda. Cari tahu apakah apa yang Anda buat bisa diterima oleh mereka. Jika penolakan terjadi karena solusi Anda kurang menarik Anda sudah harus khawatir. Coba pikirkan ulang, coba desain ulang, dan temukan umpan balik jika pengguna pertama Anda menerima produk atau ide Anda. Pahami apa yang sedang dikerjakan Sebelum benar-benar mengeksekusi sebuah ide kita selalu punya gambaran besar mengenai ide tersebut. Semacam roadmap yang nantinya menghantarkan ke satu tujuan. Jika Anda sedang memulai ada baiknya Anda tetap pada roadmap awal. Jika pun ada penyesuaian paling tidak tujuan tidak bergeser terlalu jauh. Hal ini penting untuk memastikan Anda untuk mengerjakan sesuatu yang jelas dan benar-benar dikonsep dari awal. Menghindari dari mengerjakan sesuatu yang tidak pasti. Investasi untuk membangun tim yang solid Menjalankan dan mengembangkan startup tidak bisa sendirian. Membangun sebuah tim adalah salah satu cara untuk membagi beban dan tanggung jawab sekaligus mengakselerasi progres untuk segera mencapai tujuan. Untuk hal membangun tim tidak ada salahnya berinvestasi lebih di sana. Mencari orang-orang hebat sesuai keahlian yang dibutuhkan perlu investasi yang tidak sedikit. Beri kesempatan ide untuk berkembang Perubahan mungkin salah satu hal yang konstan dalam dunia bisnis. Ide luar biasanya berevolusi. Perpaduan dari ide sederhana yang kemudian berkembang dengan masukan dan solusi lain yang ditemukan dari cerita dan komentar dari pengguna. Atau dari pemikiran dan pendekatan lain yang dilakukan. Yang perlu digarisbawahi adalah berikan ruang ide untuk berkembang menjadi sesuatu yang lebih baik.
  4. Setelah 12 tahun meninggalkan kampus, Mark Zuckerberg menjadi tamu kehormatan saat acara kelulusan mahasiswa Universitas Harvard angkatan 2017. Dalam pidatonya di hadapan lulusan tahun 2017, Zuckerberg menyampaikan beberapa poin penting yang relevan terkait dengan teknologi hingga tren entrepreneur saat ini. Kami merangkum beberapa poin penting yang bisa dicermati calon pelaku startup yang berniat untuk meluncurkan startup atau menjadi entrepreneur. Temukan teman sejati Salah satu cerita yang disampaikan Zuckerberg adalah bagaimana sulitnya ia menemukan teman baru di masa awal kuliah, namun beruntung ada satu orang yang bersedia untuk mengajak ngobrol hingga akhirnya mengerjakan proyek bersama. Temannya saat itu adalah Kang-Xing Jin yang hingga kini masih bersama Zuckerberg di Facebook. Inti dari cerita yang ingin disampaikan oleh Zuckerberg adalah terkadang pertemanan di saat kuliah bisa berujung menjadi rekan bisnis yang loyal. Untuk itu cari tahu siapa saja teman saat kuliah yang cocok dan nantinya bisa diajak bekerja sama ketika Anda berniat membangun perusahaan suatu saat nanti. Bangun bisnis untuk alasan yang tepat Dalam pidatonya Zuckerberg juga kerap menyebutkan betapa pentingnya alasan yang tepat dan memiliki impact saat membangun bisnis. Sense of purpose menjadi hal yang wajib diterapkan saat Anda ingin membangun startup yang sukses. Bukan hanya memberikan manfaat untuk Anda namun juga orang banyak. Alasan utama atau purpose juga bisa menjadi motivasi ketika Anda mulai merasa kewalahan saat menjalankan bisnis. Menjadi hal yang penting bukan hanya menciptakan peluang dan potensi namun juga menemukan alasan yang tepat. Jangan jual startup terlalu cepat Saat Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook, banyak perusahaan besar yang mulai melirik teknologi serta inovasi yang dimiliki Zuckerberg dan Facebook. Zuckerberg menolak untuk menjual bisnis yang telah ia bangun, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan inovasi dan bermanfaat untuk orang banyak. Upaya Zuckerberg akhirnya mulai menunjukkan hasil dengan diluncurkannya fitur Newsfeed. Jika Anda merasa yakin dengan produk atau layanan yang Anda miliki, coba pertahankan terlebih dahulu perusahaan dengan menghadirkan inovasi dan lihat hasilnya, sebelum Anda memutuskan untuk menjual startup. Jangan takut membuat kesalahan Sebelum Zuckerberg sukses membuat Facebook, ia telah meluncurkan beberapa produk yang tidak terlalu sukses. Tidak menjadi masalah ketika saat memulai startup Anda gagal dan harus mengulang atau menciptakan inovasi yang baru. Selama Anda terus belajar dari kesalahan dan bisa menemukan dengan tepat, produk atau layanan yang tepat dan bakal diminati oleh pasar. Perluas wawasan dan terus belajar Saat ini teknologi berubah dengan cepat, begitu juga dengan metode, informasi, dan hal-hal penting lainnya yang wajib Anda ketahui. Jangan pernah berhenti belajar, membuka wawasan, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, agar Anda bisa beradaptasi dengan tren dan perubahan teknologi. Pendidikan menjadi faktor pendukung yang wajib diperhatikan setiap saat, agar Anda bisa memiliki wawasan yang cukup untuk memulai usaha hingga menjalankan bisnis setiap hari.
  5. Ketika kamu memiliki sebuah ide besar dan ingin mewujudkannya, apa yang pertama kali harus kamu lakukan? Pertama, kamu dapat membuat prototipe dan melakukan validasi awal kepada pengguna. Ketika prototipe tersebut mendapatkan traksi yang positif, maka kamu akan membutuhkan modal lebih dari investor. Di sini sebuah pitch deck dan presentasi yang bagus di depan investor dapat membuat banyak perbedaan. Lalu, apa sih sebenarnya pitch deck itu? Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat berbentuk slide yang memberikan audiens informasi umum tentang bisnis yang akan atau sedang kamu jalani. Pitch deck biasanya berbentuk rangkuman dari seluruh aspek bisnis kamu untuk mempermudah penyampaiannya — bahkan Steve Jobs dalam presentasinya hanya menggunakan gambar tanpa ada kalimat apa pun. Salah satu bagian tersulitnya adalah kamu akan mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk menyampaikan gambaran ide kamu kepada investor. Di saat yang sama kamu juga tetap harus menjaga agar aspek bisnis yang penting tidak terlewat. Tapi pertanyaannya adalah, apakah kamu tahu apa yang investor cari di presentasi pitch deck kamu? Industri startup telah memiliki standar tersendiri yang menjadi acuan para investor untuk melihat, manakah deck yang baik dan mana yang tidak. Tentu saja kamu dapat membuat pitch deck kamu sendiri dari ide yang bermunculan di kepala kamu, tapi seperti orang bijak katakan “Belajar dari kesalahan dan keberhasilan orang lain”. Kali ini, Tech in Asia Indonesia telah mengumpulkan beberapa contoh pitch deck startup yang bisa kamu gunakan sebagai acuan. Kami menyusun daftar ini dengan mengambil contoh startup yang sudah menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia sampai kepada startup yang baru agar tetap relevan. Kamu bisa melihat contoh pitch deck dalam format slide via SlideShare di bawah ini. BrandBoards Lokasi: Palo Alto, California Industri: Web Development, Advertising, News Karyawan: 1-10 Para pemilik merek besar dari seluruh dunia kini rela untuk membayar lebih banyak untuk ruang iklan virtual, tidak peduli apakah itu televisi atau internet. BrandBoards menyajikan kepada para pemasang iklan sebuah cara terpadu, yang tidak hanya memperlihatkan ketersediaan ruang iklan, namun juga menyuguhkan titik iklan mana yang memang benar-benar terbukti efektif untuk merek secara spesifik. Ide ini muncul dari pemikiran sang founder Tim Schoen, seorang figur yang juga cukup terkenal di dunia olahraga. Sebelum bergabung dengan BrandBoards, ia adalah Executive VP dari Sports and Entertainment. Di perusahaan inilah ia mendapatkan ide untuk membuat BrandBoards. BrandBoards kini telah ada dalam tahap pematangan kontrak dengan dua belas tim olahraga. Saat ini, BrandBoards masih membutuhkan sekitar US$750 ribu (sekitar Rp10 miliar) untuk mewujudkan produk mereka. Sorotan utama: Dengan anggota tim yang memiliki pengalaman di dunia olahraga, BrandBoards menyajikan sebuah metode menarik tentang pemanfaatan iklan yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya. Dengan solusi yang mereka punya, BrandBoards berusaha untuk memanfaatkan celah ini dan memaksimalkannya agar tidak ada anggaran iklan yang terbuang percuma. MapMe Lokasi: Herzliya, Tel Aviv Industri: Crowdsourcing, Internet Karyawan: 1-10 Kamu masih menggunakan kertas untuk menggambar peta? Ayolah, ini tahun 2017. Dengan MapMe, kamu dapat menggambar peta di mana saja dan kapan saja, bahkan tanpa kemampuan coding sedikitpun. Peta yang telah kamu buat dapat diakses di smartphone, tablet, dan komputer. Peta yang dibuat dapat diklasifikasikan agar dapat digunakan oleh pengguna lain. Apakah peta tersebut adalah rute hiking, rute balap offroad, atau rute downhill, MapMe memiliki fitur untuk dapat menyertakan kategori tertentu untuk membagi hasil pencitraan kamu kepada pengguna lain. MapMe juga dapat digunakan oleh para pilot dalam menentukan rute terbaik untuk penerbangan mereka. Sorotan utama: Untuk menarik perhatian investor, MapMe menyertakan berbagai peluang model bisnis yang dapat diterapkan di dalam produk mereka. Ragam peta yang ditampilkan dalam pitch deck mereka juga menarik calon pengguna baru untuk menambah koleksi yang ada. Lebih banyak pengguna = peluang monetisasi yang lebih besar. Pinmypet Lokasi: Brazil, Rio de Janeiro Industri: Hardware, Software, Mobile Apps Karyawan: 11-50 Pinmypet adalah sebuah perangkat yang disematkan pada kalung hewan peliharaanmu. Perangkat ini akan mendeteksi lokasi binatang kesayanganmu dan melacak apa saja yang mereka lakukan di mana saja, kapan saja. Aplikasi ini akan memudahkan kamu untuk mengetahui keberadaan hewan peliharaan kamu, terutama ketika mereka hilang. Selain itu, perangkat ini juga dirancang untuk mencatat data kesehatan hewan peliharaan kamu. Jadi seluruh informasi tentang binatang peliharaanmu akan mudah diakses melalui smartphone kamu. Sorotan utama: PinMyPet tidak menggunakan banyak teks dan penjelasan yang tidak perlu. Sebaliknya, mereka menggunakan gambar dan statistik yang perlu diketahui serta relevan dengan produk yang mereka tawarkan. Tealet Lokasi: Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat Industri: Ecommerce dan Marketplace Karyawan: 1-10 Tealet adalah sebuah marketplace tempat para petani teh menjual hasil panen mereka dan menukarnya dengan mata uang bitcoin. Melalui Tealet, para petani teh ini akan terhubung langsung dengan para peritel serta penjual besar. Tealet berperan sebagai platform dagang transparan yang memberikan layanan online marketing yang optimal, pengiriman internasional, serta pembayaran dengan mudah dan aman melalui cryptocurrency. Tealet hadir untuk memberikan solusi yang lebih transparan bagi para petani untuk memilih pembeli dengan harga yang mereka kehendaki. Peritel dan penjual besar juga dapat memutuskan sendiri kualitas teh yang ingin dibeli dari petani. Sorotan utama: Pitch deck yang dimiliki oleh Tealet adalah salah satu yang memiliki desain terbaik di antara pitch deck lainnya. Dengan nuansa daun teh yang menenangkan serta berbagai informasi lengkap tentang permasalahan yang terjadi di industri, Tealet secara langsung telah menyatakan solusi mereka: menghadirkan solusi terbaik demi kesejahteraan para petani teh. Airbnb Lokasi: Amerika Serikat Industri: Marketplaces, Hotels & Accomodation Karyawan: 1001–5000 Airbnb dirintis pada tahun 2008 oleh Joe Gebbia, Brian Chesky, dan Nathan Blecharcyk. Pitch deck yang satu ini menjadi referensi yang paling populer di kalangan entrepreneur dunia ketika Airbnb berhasil memenangkan pendanaan sebesar US$600 ribu (sekitar 7,8 miliar) dari Sequoia Capital dan Y Ventures. Kini, perusahaan ini telah menjadi raksasa di industri travel, dengan nilai valuasi sebesar US$20 milyar (sekitar Rp260 triliun) pada awal 2015 lalu. Sorotan utama: Yang menarik di sini adalah cara Airbnb untuk menjelaskan model bisnis mereka dalam satu kalimat. Terkadang model bisnis bisa sedikit sulit jika harus dijelaskan dalam satu kalimat, tetapi sebisa mungkin buatlah sebuah punchline yang akan terngiang-ngiang di benak investor dan pengguna kamu. Apabila investor dan pengguna dapat mengerti mengerti apa yang kamu lakukan dengan cepat maka kamu sudah satu langkah lebih maju untuk mewujudkan bisnis kamu. Facebook Lokasi: Amerika Serikat Industri: Communities, Social Networking Karyawan: 10000+ Pada tahun 2004, pitch deck inilah yang digunakan oleh pemuda berumur 21 tahun bernama Eduardo Saverin untuk meyakinkan investor agar mereka mau menanamkan uang di thefacebook.com, yang dirintis Eduardo bersama temannya, Mark Zuckerberg. Kini, siapa yang menyangka bahwa Facebook adalah salah satu perusahaan yang paling sukses abad ini. Format pitch deck seperti ini mungkin terbilang tua dan kurang relevan lagi, tetapi beberapa poin dapat menginspirasimu untuk membuat pitch deck yang baik. Sorotan utama: Facebook belum dapat menampilkan revenue traction (pertumbuhan pendapatan yang sehat), karena Mark dan Eduardo memang belum mendapatkan uang dari The Facebook. Tetapi, mereka memiliki angka user engagement, customer base, dan growth metrics yang luar biasa. Statistik inilah yang menjadi “senjata utama” mereka dalam menarik investor. BuzzFeed Lokasi: Amerika Serikat Industri: News, Digital Media Karyawan: 1300+ Delapan tahun lalu, BuzzFeed hanyalah sebuah startup kecil beranggotakan lima karyawan yang bekerja di salah satu kantor di Chinatown, New York. Kini perusahaan ini telah memiliki lebih dari 1300 karyawan dan dikunjungi oleh lebih dari 200 juta pengguna setiap bulannya. BuzzFeed berhasil menjadi salah satu pemain besar di industri media digital. Pitch deck inilah yang membuat BuzzFeed sukses “mencuri” hati para investor. Apabila model bisnis startup yang kamu rintis memiliki kesamaan dengan BuzzFeed, mungkin kamu dapat terinspirasi dari pitch deck mereka. Sorotan utama: BuzzFeed berani untuk menyajikan jumlah pageview dan impresi yang mereka dapatkan untuk menarik perhatian investor. Investor menyukai startup dengan visi yang ambisius, namun tentunya kamu juga harus bisa menjelaskan bagaimana strategi kamu untuk mencapainya. Foursquare Lokasi: Amerika Serikat Industri: Communities, Social Networking Karyawan: 180+ Foursquare adalah sebuah perusahaan teknologi yang memanfaatkan lokasi pengguna untuk membangun sebuah user experience yang unik. Dirintis pada tahun 2009 oleh Naveen Selvadurai dan Dennis Crowley, perusahaan ini berhasil mendapatkan pendanaan sebesar US$160 juta (sekitar Rp2 triliun) dari para investor kelas kakap seperti Andreessen Horowitz, DFJ Growth, Microsoft, dan Silver Lake Partners. Sorotan utama: Foursquare telah memiliki traksi yang cukup baik sebelum mereka bertemu investor, ini mereka buktikan dengan menyertakan screenshot dari sederetan pengguna yang telah aktif berinteraksi di dalam aplikasi. Pembuktian ide dalam skala yang lebih kecil sebagai validasi adalah hal yang baik untuk dilakukan sebelum bertemu dengan investor. Jangan segan juga untuk memasukkan testimoni atau pengalaman pengguna di dalam pitch deck kamu. Podozi Lokasi: Nigeria Industri: E-Commerce Karyawan: Data tidak ditemukan Meluncur pada Januari 2015 silam, Podozi adalah salah satu startup e-commerce kecantikan terbesar di Nigeria. Perusahaan ini berusaha untuk menyajikan produk-produk kecantikan untuk para wanita di seantero Afrika dengan lebih dari 5000 varian produk yang mereka hadirkan. Untuk dapat memuaskan penggunanya, Podozi menggandeng beberapa brand besar untuk bekerja sama dengan mereka, antara lain: Maybelline, Oriflame, Calvin Klein, dan banyak lagi. Kini Podozi telah memiliki nilai valuasi sebesar US$4 juta (sekitar Rp51 miliar). Sorotan utama: Podozi tidak perlu membuat sebuah pitch deck panjang lebar dengan jumlah slide lebih dari 10. Dengan pitch deck ini, Podozi berhasil mendapatkan pendanaan dari Savannah Fund. Nama-nama besar yang digandeng Podozi juga menjadi nilai tambah bagi startup ini untuk menarik perhatian para investor. Salah satu kekuatan Podozi adalah mereka sudah bekerja sama dengan banyak brand besar. Investor akan tertarik ketika mengetahui bahwa para brand besar atau berpengaruh ingin bekerja sama dengan kamu. Buffer Lokasi: Amerika Serikat Industri: Social Networking Karyawan: 50 Dirintis pada Oktober 2010 oleh Joel Gascoigne, Leo Widrich, dan Tom Moor, Buffer membantu penggunanya untuk membagikan konten media sosial secara terjadwal sepanjang hari. Tool ini banyak digunakan oleh para pekerja media sosial untuk mengotomatisasi pekerjaan mereka. Pitch deck ini adalah yang mereka gunakan ketika Buffer berhasil mendapatkan pendanaan sebesar US$500 ribu (sekitar Rp6,5 miliar). Kini, Buffer terbilang cukup sukses dan berhasil memperoleh pendanaan hingga US$3 juta (sekitar Rp38 miliar) dalam tiga round pendanaan dari investor besar seperti Collaborative Fund, Angel Pad, dan banyak lagi. Sorotan utama: Tidak seperti perusahaan lainnya yang menutup rapat pitch deck mereka kepada khalayak ramai, Buffer memublikasikan deck mereka secara online untuk menginspirasi startup lain. Ini sejalan dengan value yang mereka miliki yakni transparansi. Ooomf (kini bernama Crew) Lokasi: Kanada Industri: Marketplace, Outsourcing Karyawan: 30 Dirintis pada Februari 2012 di Montreal, Kanada, Ooomf (yang kini telah bernama Crew) memiliki misi untuk mengubah cara produk digital diciptakan. Ooomf membangun sebuah marketplace online untuk talenta-talenta kreatif, yang akan menjembatani antara kreator dan developer dengan pengguna yang membutuhkan jasa pembuatan aplikasi mobile, situs web, dan brand. Dengan pitch deck mereka ini, mereka berhasil mendapatkan pendanaan sebanyak US$2 juta (sekitar Rp26 miliar). Sorotan utama: Cara penyajiannya yang simpel dan tanpa terlalu banyak menyajikan tulisan pada presentasinya menjadikan contoh dari Ooomf ini menarik bagi para investor. Ketika investor menyadari bahwa keahlian presentasi kamu masih kurang maka mereka akan cenderung melihat pitch deck (karena kamu membosankan). Namun pada saat deck kamu terasa kurang menarik, kamu tetap dapat menarik perhatian mereka dengan kemampuan presentasi kamu. Latihan, latihan, latihan. Castle Lokasi: Amerika Serikat Industri: Properti Karyawan: 5 Berbicara tentang penerapan teknologi, industri properti adalah salah satu industri yang terbilang lambat perkembangannya. Karenanya, Castle berusaha untuk menghadirkan inovasi dalam industri ini dengan merancang sebuah platform manajemen properti. Solusi ini mempermudah proses jual beli properti, menyaring calon penyewa, penarikan uang sewa, dan fitur unggulan lain yang tak kalah menarik. Castle berhasil mendapatkan pendanaan sebesar US$270 ribu (sekitar Rp3,5 miliar) untuk menjalankan aktifitas bisnis mereka. Sorotan utama: Berusaha menarik perhatian investor dengan desain yang bagus, Castle juga berhasil menyajikan informasi apa saja yang dibutuhkan oleh investor untuk menanamkan uang mereka. Prototipe solusi mereka juga mendapatkan traksi yang cukup positif dari penggunanya, menjadikan investasi pada startup ini lebih menjanjikan. Sumber: Tech in asia
  6. Organisasi nirlaba "Leaders" mengirimkan beberapa perusahaan rintisan Palestina untuk belajar belajar bisnis di Silicon Valley, AS. Program ini mendapat dukungan dari Konsulat AS di Palestina.
  7. The entrepreneur community has been buzzing with the story of Yahoo acquiring Tumblr. The Internet giant purchased the site founder David Karp launched from his mother’s Manhattan apartment for $1.1 billion. At only 26-years-old, Karp is expected to receive up to $220 million from the deal. Though he eventually took venture funding, Karp launched his hugely successful social blogging platform from a simple idea. His story is an inspiration to others seeking to start the next big thing. Here are 10 tips from the business blogging community for creating the next big startup success story, from a simple idea: Start with a great product. – Erica.Biz Twitter and similar Silicon Valley startups gained momentum with support from the so-called “digerati.” However, you don’t need the support of top tech bloggers or trend setters to launch a great startup. All you need is a really great product or service and a customer base that loves it. Blogger Erica Douglass gives us a look at the “Macklemore Effect” and how it can rocket your startup to success. Pick the right startup name. – Entrepreneur Picking the right name for your startup is also important. Gary Backaus and Justin Dobbs of Memphis-based ad agency Archer>Malmo gave a presentation earlier this year at the South By Southwest Interactive Conference. The presentation looked at how to pick the best name for your startup. Here are their five best suggestions for picking a business name that will take you from startup to success. Pay attention to your business plan. – SBA.gov Entrepreneurs may differ on the importance of a business plan or on what form it should take. But a good business plan is key to startup success. Here are five fundamental principals of good business planning from business planning expert and startup founder Tim Berry. Look at Berry’s suggestions as a best practices list to aspire to when creating the business plan for your startup. Make sure the price is right. – Startup Professionals Musings Investor and blogger Martin Zwilling gives us an overview of the kinds of pricing decisions startups must make. These are not simply decisions about how to price a product or service competitively. They are also decisions about the kind of pricing model, for example, free product or service monetized by ads, freemiumservice et cetera. Change your approach to recruiting. – The Verge Startups have been evolving their approach to recruiting for quite some time. Plain old want-ads were replaced by online job boards and replaced by recruitment via LinkedIn. Now there’s yet another way to hire workers. TaskRabbit, a site dedicated to contractors, is moving toward offering more long-term work. Make your startup an attractive acquisition target. – Business Insider Tumblr wasn’t the only Yahoo acquisition last week. The company also bought online gaming company PlayerScale for a price not yet disclosed. Sometimes the key to success is to build a company, product or service other businesses can use. Create something other companies could build into their model then sell it to the highest bidder. Generate some buzz. – Small Biz Viewpoints This is basically the art of getting people talking about your brand, and it’s not confined to the Internet. Consultant Harry Vaishnav offers 15 creative suggestions including everything from placing ads on billboards to giving away some of your products. Don’t stop with these suggestions. Come up with some creative ideas yourself. Learn two simple tips for viral marketing. – Small Business Trends Viral marketing has become the holy grail for those seeking to get their message out and have it spread. But once you create an infographic or other piece of content that goes viral, what’s your next step? Tech and social media blogger Drew Hendricks teaches us how to capitalize on that initial success. Create infographics and videos that pick up where your initial viral marketing message left off. Understand social media marketing — for real. – Social Steve’s Blog Social media and social media marketing are not the same things, says social marketing director Steve Goldner. Just because you have a Facebook or Twitter account you update regularly, does not make you a social media marketer. Goldner outlines a list of considerations that go into real social media marketing. Have you developed a serious social media marketing campaign for your startup? Think about your mobile customers – About Us No matter what kind of startup you are launching, getting your message to mobile customers is more important than ever. In this post, Simon Phillips discusses some of the questions you should ask when thinking about your mobile presence. A website is no longer enough unless it can be viewed easily on mobile devices, for example. How might the mobile revolution affect your startup?
  8. Memulai perusahaan rintisan tidak mudah. Mulai dari mencari investor, mengembangkan tim hingga memulai produksi. Namun lulusan Harvard Business School mendapat kemudahan dalam bentuk sebuah studio kerja bersama, khusus perusahaan rintisan di kota New York.
  9. Beberapa jam yang lalu, layanan asisten pribadi YeBoss mengumumkan perubahan jam operasional yang disusul dengan pernyataan akan dihentikannya layanan pada 31 Oktober 2016. Hal ini menambah rentetan beberapa start up lokal yang diketahui telah tumbang. Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, selain YesBoos terdapat beberapa start up lokal lainnya yang juga mengalami nasib yang sama. Salah satunya ialah HeloDiana yang juga merupakan layanan asisten pribadi. HeloDiana pertama kali memiliki aplikasi di Android pada November 2015. Ia menawarkan layanan untuk memenuhi tugas seperti memesan tiket pesawat, mengatur jadwal pertemuan, memesan makanan, dan lain-lain melalui pesan singkat ataupun terhubung melalui aplikasi. HeloDiana diketahui menghentikan layanan pada April 2016. Kemudian pada April 2015 start up Indonesia yang bergerak di bidang bisnis perjalanan Valadoo menutup layanannya. Valadoo diketahui sempat mendapatkan investasi dari Wego namun kemudian tutup karena lantaran tak mampu menentukan arah dan perencanaan bisnis yang kurang matang. Sedangkan YesBoss diperkenalkan pada Juni 2015. Ia sempat mendapatkan investasi dari tiga investor pada Oktober 2015. Kini pihak YesBoss sendiri, melalui media sosialnya, masih belum memberikan waktu yang pasti mengenai durasi pemberhentian yang akan diberlakukan pada 31 Oktober 2016.
  10. Beranjak dari startup, Uber kian besar. Layanan ride sharing yang berpusat di San Francisco, Amerika Serikat ini pun agresif berekspansi ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Terlepas dari segala kontroversinya berkaitan dengan hukum di berbagai negara, Uber boleh dibilang adalah salah satu dari sekian banyak contoh startup yang sukses. Communications Lead Uber South Asia Karun Arya saat berkunjung ke kantor Detikcom sempat berbagi tips dan saran bagi para anak muda yang akan memulai sebuah startup. "Ini opini pribadi saya. Sangat penting untuk memiliki mentor yang bagus, yang bisa menuntun Anda ketika akan mulai menjadi entepreneur dan mendirikan startup," kata KarunDikatakannya, seorang mentor yang berpengalaman juga akan memberikan saran bagaimana ketika startup dihadang masalah hukum. Itu sebabnya, memiliki penasihat di bidang hukum sejak awal mendirikan startup juga tak kalah penting. "Ketika Anda memulai bisnis, terutama jika Anda memang berencana memasuki pasar di sebuah negara, Anda harus tahu apa yang boleh dan tidak diperbolehkan di pasar tersebut. Dan hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memiliki seseorang yang sudah punya pengalaman dalam hal itu," .Ditambahkannya, teknologi sebagai salah satu hal yang selalu ada di dalam dunia startup, bisa membantu mengembangkan sebuah bisnis. Namun yang sangat penting adalah rencana bisnis itu sendiri. "Rencana bisnis sangat penting. Pastikan Anda tidak menggunakan jalan pintas. Teknologi bisa membawa Anda sangat jauh, dan bisnis adalah pondasinya. Bisnis bahkan bisa membawa teknologi itu lebih jauh lagi. Penting untuk memastikan rencana bisnis Anda solid dan kuat," Sumber:detik.com
  11. Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis pasti sudah paham bahwa ide tanpa eksekusi adalah kesia-siaan. Demikian juga dalam startup. Ide tanpa aksi nyata akan menjadi angan-angan pemiliknya. Harus ada produk atau solusi untuk menghasilkan. Itulah mengapaide saja tidak cukup, harus ada eksekusi. Anda pasti pernah mendengar istilah pencurian ide, pencurian konsep atau lainnya. Ide adalah sebuah hal abstrak. Dalam kenyataannya ide dengan eksekusi yang berbeda bisa melahirkan produk bahkan model bisnis yang berbeda. Bahkan sering kali ada yang menggambarkan kesuksesan bisnis memiliki komposisi 1% ide dan 99% eksekusi. Mungkin pernyataan di atas masih mengundang pertanyaan, tapi mari kita lihat bersama, unsur dari pengembangan produk atau bisnis startup adalah kebutuhan dan keinginan pasar. Repitisi dan perbaikan produk. Sekali lagi, ide tanpa eksekusi hanya merupakan pemikiran atau angan-angan, dan kemungkinan besar hal tersebut belum teruji di pasaran, yang artinya Anda tidak tahu apakah ide atau gagasan tersebut dibutuhkan masyarakat atau tidak. Menengok dari sejarah, startup yang kemudian berkembang menjadi perusahaan-perusahaan besar kebanyakan bukan startup yang pertama hadir di kategori atau segmennya. Artinya mereka bukan pertama yang memiliki ide semacam itu. Mereka hanya hadir dengan eksekusi dan inovasi yang berbeda. Google contohnya, sebelum Google menjadi populer seperti sekarang ini ide menjadi mesin pencari digagas lebih dulu oleh Altavista, yang bahkan sekarang sudah tidak lagi beroperasi. Artinya menjadi yang pertama atau yang memiliki ide awal saja tidak cukup. Harus ada eksekusi yang sempurna untuk membuat ide menjadi sesuatu yang berguna. Tidak ada cara lain untuk mengetahui kebutuhan pasar selain masuk ke pasar. Masuk ke pasar sendiri tidak bisa jika bisnis kita hanya sebatas ide, harus ada produk, harus ada eksekusi. Jika Anda saat ini penuh dengan ide atau gagasan yang menurut Anda menarik, Anda bisa segera mengeksekusinya. Jika seorang diri masih terlalu di rasa berat Anda bisa berkolaborasi, ikuti pertemuan pengembang atau startup yang ada. Karena hanya dengan ide Anda tidak akan membuat atau memecahkan masalah apa pun.
  12. Google Launchpad Accelerator kembali digelar untuk kedua kalinya. Indonesia masih turut serta dalam kegiatan tersebut, bersama dengan beberapa negara termasuk India dan Brasil. Program pembinaan startup tersebut memberikan fasilitas mentor dan sokongan dana hingga 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 666 juta, tanpa keterikatan saham. Tujuan program ini untuk menemukan startup yang bisa berpengaruh besar pada pasar lokal. Nah, kali ini ada enam startup karya anak bangsa yang terpilih untuk unjuk gigi selama dua minggu di markas Google, Silicon Valley, AS. Pertama adalah HijUp yang merupakan platform e-commerce khusus busana perempuan Muslim. Startup ini adalah buatan Diajeng Lestari yang memang memiliki minat besar pada bidang fesyen. Kedua adalah Talenta, yakni layanan software berbasis cloud yang bertujuan membantu bisnis kecil dan menengah untuk mengelola proses Sumber Daya Manusia (SDM). Menyasar pasar enterprise, perusahaan bisa menggunakan software Talenta untuk mengelola kehadiran karyawan, permohonan cuti, pengaturan lembur, hingga pembayaran gaji. Ketiga, Javis Store. Startup ini merupakan platform jasa pembuatan situs web toko online yang instan dan anti ruwet. Prosesnya diklaim cepat, memiliki fitur lengkap, menyediakan beragam template, pembayaran lengkap, dan gratis selamanya. Keempat, ruangguru.com. Berawal dari perhatian pada sektor pendidikan, startup ini didirikan dua sejoli Iman Usman dan Belva Devara. Intinya, startup ini berbentuk situs yang menghubungkan siswa potensial dengan para guru atau pengajar untuk belajar di luar sekolah atau universitas. Kelima adalah IDNtimes.com yang tak lain merupakan media online independen. Konten-kontennya berkisar di dunia generasi muda Indonesia. Keenam, CodaPay. Startup tersebut memungkinkan para merchant menerima pembayaran di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, serta Singapura, dengan menggunakan saluran pembayaran yang dapat digunakan semua konsumen tanpa harus memiliki kartu kredit atau kartu debit. Enam startup di atas akan bergabung di tahap kedua rangkaian acara Launchpad Accelerator pada 13 Juni 2016 mendatang. Setelah menghabiskan dua minggu di Lembah Silikon, keenam startup bakal menjalani enam bulan mentorship serta akses ke alat bantu dan referensi dari Google. Para peserta juga bakal mendapat 'kredit' produk dan publisitas dari Google. Ini merupakan salah satu langkah untuk merealisasikan misi Google melatih 100.000 pengembang Indonesia hingga 2020 mendatang.
  13. Sebuah startup asal London, Inggris, mampu menciptakan peta digital dengan mengambil lansekap Bumi dalam balutan teknologi 3D. Ya, startup yang bernama eeGeo tersebut betul-betul menciptakan kota-kota besar, pedesaan, industri, hutan, gunung di setiap negara dengan begitu mendetil dan realistis seperti tampak pada gim simulasi perkotaan Sim City. Mengutip informasi yang dilansir Telegraph, Jumat (8/4/2016), nantinya peta digital tersebut akan digunakan oleh developer gim untuk keperluan lokasi, serta juga akan digunakan beberapa developer Virtual Reality dan Augmented Reality. Ian Hetherington, CEO eeGeo mengatakan, model peta 3D yang mereka rancang memang menyerupai lingkungan yang biasanya dijumpai di video gim. Namun pada kenyataannya peta 3D tersebut secara geometris dan geografis sangat akurat, sesuai dengan data yang dihimpun satelit luar angkasa untuk Google Maps. Lihat saja contohnya pada peta kota Rio de Janeiro, Brazil di bawah ini. Tekstur, bangunan serta suasananya begitu lengkap dan mirip dengan aslinya. "Ambisi kami untuk membuat Bumi 'menjelma' ke dalam dunia 3D sangatlah besar. Kami menggunakan data yang ada di satelit Google Maps sehingga setiap detail yang ada betul-betul diperhatikan," kata Hetherington. eeGeo didirkan pada 2010. Peta digitalnya pertama kali diperlihatkan pada tahun 2015 dan sempat digunakan oleh beberapa perusahaan internasional, seperti Cisco, Samsung, dan V&A Museum of Design. Meskipun produk ini belum masuk ke kategori komersial, peta tersebut sudah diunduh sebanyak lebih dari 4,5 juta kali. Hetherington menambahkan, eeGeo akan terus berfokus ke pengembangan peta kota-kota besar lainnya. "Kami berencana untuk membuat seisi Bumi berubah ke dalam model 3D. Untuk sekarang, kami sedang mengerjakan kota Jepang," katanya.
  14. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan ia semakin pusing melihat perkembangan teknologi dan e-Commerce yang begitu pesat. Pernyataan itu ia lontarkan setelah melihat paparan perkembangan e-Commerce di Indonesia yang disampaikan Ketua idEA, Daniel Tumiwa. Pada pembukaan acara Indonesia e-Commerce Summit and Expo (IESE) 2016, Jokowi tak menampik Indonesia tertinggal jauh dengan beberapa negara maju lain, apalagi setelah ia menginjakkan kaki ke Silicon Valley yang merupakan gudangnya startupteknologi. Namun ia optimis industri e-Commerce di Indonesia bisa berkembang pesat. Untuk mengejar ketertinggalan itu, kata Jokowi, pemerintah akan menyiapkan dana khusus untuk mengembangkan startup. Belum diketahui berapa anggaran yang akan dialokasikan. Namun, Jokowi mengklaim tidak mau kalah dengan pemerintah Thailand yang telah menyiapkan Rp 7 triliun tahun ini untuk startup mereka. "Kalau kita tidak berani melebihi mereka, saya pastikan kita akan tertinggal, karena itustartup harus kita perhatikan, dihubungkan, dan dibantu carikan pemodal", ujar Jokowi. Alokasi anggaran kemungkinan akan diambil dari APBN 2016 jika memang masih ada. Ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah kepada startup dan memfasilitasi kegiatan penelitiannya. IESE sendiri merupakan perhelatan e-Commerce terbesar di Indonesia yang berlangsung pada 27–29 April 2016. Sebanyak 72 pembicara akan hadir untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang e-Commerce, baik lokal maupun internasional, serta lebih dari 150 eksibitor. Ajang ini juga sebagai tindak lanjut program pemerintah di bidang teknologi dan ekonomi digital, yang telah menjadi salah satu prioritas pembangunan. Misalnya dalam upaya mensosialisasikan Peta Jalan e-Dagang Indonesia, khususnya perihal program lahirnya 1.000 technopreneur di tahun 2020.
  15. Google selaku unit bisnis tersukses di Alphabet, dilaporkan punya rencana untuk menjaring bakat-bakat hebat di dalam perusahaan mereka dan membiarkan mereka untuk membangun perusahaan rintisan baru. Menurut laporan The Information, Google dilaporkan hendak membuat inkubator startup di dalam perusahaan. Inkubator itu diberi nama "Area 120." Inkubator ini memungkinkan para karyawan Google untuk melakukan wirausaha bersama tim untuk mengembangkan ide-ide mereka dengan dukungan dan pendanaan Google. Ini menjadi potensi untuk membangun anak usaha di mana Google akan jadi investornya. Dua eksekutif Google, Don Harrison and Bradley Horowitz, dilaporkan bakal mengelola inkubator. Sumber The Information mengatakan, tim Area 120 akan bekerja secara penuh dalam inkubator setelah penyusunan rencana bisnis. Setelah beberapa bulan, tim dapat berjalan sebagai perusahaan baru. Inkubator ini bisa jadi penampung bakat para calon pemimpin perusahaan, sekaligus menumbuhkan lingkungan di mana karyawan berbakat memiliki kebebasan untuk berinovasi. Langkah ini sekaligus bisa membuat Google mempertahankan nama-nama besar yang sudah bekerja untuk mereka. Seperti diketahui, Google baru saja kehilangan Regina Dugan, mantan kepala pusat penelitian dan pengembangan Advanced Technologies and Projects.
  16. Pendiri Adskom Perusahaan teknologi Adskom dari Indonesia, yang mengolah purchase intent data, mengumumkan ekspansi tim dan layanannya ke India yang merupakan pasar berkembang untuk e-commerce. Langkah ini dilakukan setelah Adskom menerima investasi Seri A dari Geniee, Convergence Ventures, dan East Ventures pada bulan Juli 2015. Adskom sendiri juga memiliki tim kerja di Amerika Serikat, Rusia, Singapura, dan India, untuk penelitian dan pengembangan. Pasar iklan digital India diprediksi akan melampaui angka USD 1 miliar (Rp 13 triliun) di tahun 2016, menurut lembaga riset eMarketer. Iklan tampilan digital mendominasi di negara tersebut, lebih dari 60 persen dari total pengeluaran iklan digital di India. Industri ini pun terus bertumbuh sebesar 20% setiap tahunnya, dan transaksi programmatic advertising akan mengambil lebih dari 65% hingga 70% pangsa pasar dari seluruh pembelian iklan di India. Berdasarkan sebuah laporan dari Asosiasi Perusahaan Software dan Services Nasional India, India merupakan ekosistem startup ketiga terbesar di dunia dengan lebih dari 100 akselerator, 200 angel investor aktif, 150 perusahaan modal ventura, dan lebih dari 4.200 startup yang aktif. “India memiliki ukuran pasar yang tepat dan masih berada di periode pertumbuhan," kata pendiri sekaligus CEO Adskom, Italo Gani. Selain Italo, Adskom juga didirikan oleh Daniel Armanto yang kini menjabat sebagai CTO. Adskom mengklaim telah membukan pertumbuhan yang baik di Indonesia pada 2015, dengan klien sampau pendapatan yang tumbuh dua kali lipat setiap kuartalnya. Dengan 50 anggota tim di dalam negeri, Adskom Indonesia akan memberi dukungan untuk aktivitas bisnis di India dan secara paralel mempersiapkan tim lokal di sana. Perusahaan telah mengangkat Rajeev Saxena sebagai Country Director Adskom di New Delhi, yang sebelumnya menjabat direktur bisnis Asia Tenggara dan Indiaa Acxiom. Menurut target, Adskom hendak merekrut 10 orang sampai akhir 2016.
  17. Go-Jek melakukan tindakan mengejutkan. Aplikasi pemesan ojek asal Indonesia itu baru saja mencaplok dua startup asal India, yaitu C42 Engineering dan CodeIgnition. C42 Engineering selama ini bergerak di bidang konsultan teknologi dan telah menangani klien seperti Flipkart dan Quintype. Sedangkan CodeIgnition bergerak di bidang otomatisasi infrastruktur. Akuisisi tersebut diduga berkaitan dengan upaya Go-Jek mengatasi berbagai masalah teknis yang kerap merundung aplikasinya. Selain itu juga untuk memperkuat sistem mereka seiring makin besarnya jumlah pengguna. "Kami sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa bulan. Kedua startup ini membantu kami meningkatkan skala backend agar sesuai dengan tumbuhnya permintaan dan jumlah pengguna," ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim seperti dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Jumat (19/2/2016). Namun akuisisi ini tak berhenti di situ. Nadiem mengatakan, langkah mereka selanjutnya adalah merekrut berbagai sumber daya manusia di bidang IT dari India. "Kami akan merekrut 100 engineer, programmer, dan data scientist terbaik dari tingkat junior atau senior, dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang," pungkas pria lulusan MBA Harvard itu. Akuisisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima bulan yang lalu, namun baru sekarang diumumkan. Mak comblang yang menghubungkan Go-Jek dengan C42 Engineering dan CodeIgnition adalah investornya sendiri, yaitu Sequoia Capital. Go-Jek juga telah membuka sebuah pusat teknologi di Bangalore sebagai buntut dari akuisisi tersebut. Ini adalah kantor pertama Go-Jek yang berada di luar Indonesia.
  18. “Saya sangat terpukul”. Itulah pengakuan jujur Steve Jobs ketika ditanya perasaannya saat dipecat Apple di tahun 1985. Namun di balik kisah tragis dipecat dari perusahaan yang ia dirikan, Jobs belakangan mensyukuri hal tersebut. “Pemecatan itu mendorong saya memasuki masa paling kreatif dalam hidup saya” tambah Jobs. Ia kemudian mendirikan NeXT, menciptakan sistem operasi jempolan, yang kemudian dibeli oleh Apple. Setelah itu, Jobs pun kembali menjadi CEO Apple dan kemudian menciptakan sejarah. Steve Jobs adalah satu dari banyak kisah Boomerang CEO. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan CEO yang pernah mundur dari jabatannya untuk kemudian kembali dipercaya memimpin perusahaan tersebut beberapa tahun kemudian. Jobs tidaklah sendiri. Contoh paling baru dari Boomerang CEO adalah Jack Dorsey yang kembali dipercaya memimpin Twitter setelah sempat hengkang di tahun 2008. Di satu sisi, mempercayakan kepada mantan CEO membuat proses transisi menjadi lebih mulus. Namun di sisi lain, mantan CEO juga menyimpan potensi hanya bisa memandang masalah terkini menggunakan kacamata lama. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana kiprah empat perusahaan teknologi ini di bawah kepemimpinan Boomerang CIO. 1. Jack Dorsey (Twitter) Durasi Absen: 2008-2015 Aktivitas selama Absen: Mendirikan Square Sejak mengirim tweet pertama bertuliskan “Just setting up my twttr”, Jack Dorsey menjadi bagian tak terpisahkan dari Twitter. Berawal sebagai lead engineer, Dorsey kemudian diangkat menjadi CEO Twitter sejak tahun 2006. Namun perselisihan dengan Evan Williams, pendiri Twitter lainnya, membuat Dorsey hengkang dari Twitter pada tahun 2008. Namun setelah era Dorsey, Twitter kesulitan mengembangkan bisnisnya. Laju penambahan pengguna menurun, sementara monetisasi konten juga kurang maksimal. Puncaknya adalah ketika Dick Costolo, CEO Twitter, memutuskan untuk mundur. Dorsey pun dipanggil lagi sebagai CEO sementara, meski saat ini ia sebenarnya sudah memiliki perusahaan baru, Square, yang bergerak di bidang pembayaran. Twitter awalnya enggan mengangkat Dorsey sebagai CEO permanen jika ia masih harus memegang jabatan rangkap. Namun Twitter ternyata kesulitan mencari CEO baru, sehingga akhirnya mengangkat Dorsey sebagai CEO Twitter. Square sendiri saat ini bersiap untuk IPO, sehingga menarik untuk mengikuti bagaimana Dorsey memimpin dua perusahaan yang sedang dalam posisi krusial. 2. Steve Jobs (Apple) Durasi Absen: 1985-1997 Aktivitas selama Absen: Mendirikan NeXT Tidak ada kisah comeback yang lebih dramatis dari Steve Jobs. Adalah Jobs yang membawa John Sculley—kala itu CEO Pepsi-Cola—untuk bergabung ke Apple. Namun perselisihan dengan Sculley jugalah yang membuat Steve Jobs akhirnya memutuskan mundur dari Apple. Setelah dari Apple, Jobs mendirikan NeXT. Seperti halnya di Apple, Jobs memiliki visi besar mewujudkan komputer tercanggih di jamannya melalui NeXT. NeXT pun muncul dengan produk komputer yang canggih seperti dilengkapi chip grafis dan ethernet. Bahkan Tim Berners-Lee membuat konsep internet menggunakan komputer NeXT. Meski canggih, NeXT bisa dibilang mendahului jamannya. Penjualannya seret karena harganya yang tinggi. NeXT pun kemudian banting stir dengan menjadi perusahaan software. Kiprah NeXT di industri software ternyata lebih menguntungkan, yang memikat Apple untuk membeli NeXT di tahun 1996. Steve Jobs pun kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Ia bahkan berhasil membawa Apple keluar dari ancaman kebangkrutan untuk menjadi perusahaan terbesar di dunia saat ini. 3. Larry Page (Google) Durasi Absen: 2001-2011 Aktivitas selama Absen: President of Products Google Pada Juli 2001, Larry Page, yang kala itu menjabat CEO Google, memutuskan untuk memecat semua (!) project manager. Page menganggap project manager hanya menambah birokrasi yang membuatnya jauh dengan para developer andalan Google. Rencana itu ditentang banyak pihak, namun Page tetap kukuh dengan keputusan tersebut dan mengumumkannya di depan seluruh karyawan Google. Keputusan nekat Page itu ternyata menimbulkan masalah. Koordinasi antar developer menjadi berantakan, pengembangan produk pun jadi terhambat. Rentetan peristiwa itu pun menunjukkan Page sebenarnya belum siap menjadi pemimpin Google. Akhirnya pada tahun Agustus 2001, atas desakan penyokong modal Google, Page pun memutuskan mundur dan menunjuk Eric Schmidt (sebelumnyachairman) sebagai CEO. Selain memimpin Google, Schmidt sekaligus diposisikan mentor untuk Page dan Sergey Brin bagaimana cara memimpin. Mundur dari posisi CEO, Page pun memiliki banyak waktu untuk memenuhi ketertarikan pribadinya. Ia membuat robot Lego yang bisa membalik halaman buku sendiri. Ia berkendara dan memotret pemandangan sepanjang jalan. Dua kegiatan itu pun akhirnya menjadi proyek Google di luar mesin pencari, yaitu Google Books dan Google Street. Tahun 2011, Page kembali menjadi CEO Google. Berbekal 10 tahun di bawah bimbingan Schmidt, Page pun menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih matang. Page pun kini memiliki kesempatan menjadikan Google sesuai mimpinya: perusahaan yang membantu peradaban manusia. Itulah yang menjelaskan mengapa ia kemudian membentuk perusahaan baru, Alphabet, yang membawahkan Google dan proyek ambisius lainnya. 4. Michael Dell (Dell) Durasi Absen: 2004-2007 Aktivitas Selama Absen: Chairman Dell Dari sebuah kamar asrama di University of Texas, Michael Dell membangun kerajaan bisnisnya. Ia merakit komputer sendiri dan menjualnya ke pelanggan. Ia bahkan berhasil memenangkan tender pemerintahan Texas karena berhasil menawarkan harga yang paling kompetitif. Bisnis Dell terus berkembang sampai akhirnya pada tahun 1992, Michael yang kala itu berusia 27 tahun, menjadi CEO termuda dalam daftar Fortune 500. Pencapaian Michael semakin terukir setelah pada kuartal pertama tahun 2001, Dell mengalahkan Compaq dan resmi menjadi pemimpin PC nomor satu di dunia. Tahun 2004, Michael memutuskan untuk mundur sebagai CEO dan menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan Kevin Rollins yang sebelumnya menjabat sebagai COO. Namun di bawah kepemimpinan Kevin, Dell harus mengalami kenyatan pasar PC yang terus turun. Dell pun belum mampu menembus pasar enterprise yang dikuasai HP dan IBM. Semua faktor berujung pada kembalinya Michael sebagai CEO Dell di tahun 2007. Gebrakan pertama yang dilakukan Michael setelah kembali menjadi CEO adalah menjadikan Dell sebagai perusahaan privat lagi. Michael berargumen, Dell sebagai perusahaan privat akan memiliki keleluasaan bereksperimen; sesuatu yang sulit dilakukan saat menjadi perusahaan publik. Namun gebrakan terbesar Michael tentu saja yang baru saja terjadi: membeli EMC seharga US$67 miliar. Lewat pembelian terbesar sepanjang sejarah, Michael seperti ingin menegaskan kalau Dell siap menjadi yang terdepan.
  19. Jika berbicara seputar “startup dan pemerintah”, mungkin yang terlintas pertama adalah kejadian beberapa waktu lalu, ketika salah satu kementerian melalui keputusannya memboikot secara sepihak sistem transportasi berbasis aplikasi. Kendati tak sampai 24 jam aturan tersebut mengudara, masyarakat jadi bisa menilai bahwa masih ada komponen di pemerintahan yang belum berpihak kepada industri startup lokal. Startup adalah bagian dari ekosistem bisnis dan digital nasional. Keberadaannya memberikan banyak manfaat, meskipun terkadang ada beberapa hal di luar cakupan aturan yang ada. Hal seperti seharusnya bukan menjadi alasan utama pemerintah memperkeruh dengan “mempertahankan” regulasi usang. Justru saat ini industri startup membutuhkan kerja sama dan konsolidasi dengan pemerintah untuk memaksimalkan potensinya. Banyak alasan yang dapat dipertimbangkah mengapa pemerintah perlu berpihak pada startup lokal. Berikut lima di antaranya: 1. Membawa pembaruan dan potensi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Startup digital masih tergolong dalam bisnis baru. Kendati hype startup sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, namun dewasa ini keberadaannya makin masif di berbagai bidang yang dekat dengan masyarakat. Kendati menjadi sektor bisnis baru, nyatanya startup digital di Indonesia membawa pembaruan di berbagai bidang. Kontribusi startup mulai berhasil menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, tepatnya 2% per tahun. Diyakini jika terus dipupuk sektor bisnis ini mampu menemani Indonesia mencapai target pertumbuhan hingga 7%, sesuai cita-cita pemerintah untuk tahun 2025 mendatang. (Baca: UKM Digital Nasional Siap Songsong MEA). 2. Memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang Teknologi menyulap berbagai layanan dapat diakses secara mudah dan cepat. Masyarakat melakukan berbagai hal melalui dari ponsel pintar yang ada di genggamannya. Banyak kategori layanan yang mampu dengan baik difasilitasi oleh inovasi startup digital nasional. Produk pendidikan, layanan keuangan, situs perbelanjaan, hingga sistem transportasi didesain ulang dengan baik oleh startup lokal. Ilmu dan pembelajaran tentang User Experience (UX) yang makin matang di kalangan pengembang membuat produk/layanan mudah diadaptasi masyarakat. Lihat saja bagaimana layanan transportasi dan jasa antar berbasis aplikasi yang kini makin membudaya di masyarakat. 3. Regulasi diciptakan untuk mengayomi, bukan justru mematikan Kehadiran produk startup digital yang cukup baru di masyarakat dan adopsinya tidak diimbangi baik dengan regulasi yang ada. Regulasi selalu saja telat dalam mengatur roadmap industri digital. E-commerce sudah booming dan banyak dimanfaatkan masyarakat, regulasi pajak barudiributkan. Sistem transportasi digital sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, regulasi keabsahan diributkan. Wajar saja, teknologi berkembang tanpa memiliki batasan dan sangat cepat, sementara proses pembuatan aturan sepertinya memang membutuhkan waktu yang sangat lama. Lihat saja “pencapaian” para pejabat negara kita seputar produktivitas melahirkan penyesuaian kebijakan baru. Sebagian justru gegabah dalam mengambil keputusan. (Baca: Jika Inovasi Dibelenggu Regulasi) 4. Bisnis teknologi mendewasakan masyarakat, membiasakan persaingan global Mudahnya menjangkau dunia dengan internet membuka berbagai peluang bisnis digital. Startup menciptakan solusi digital yang secara umum dapat diakses oleh orang-orang di seluruh dunia. Begitupun sebaliknya, produk global dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia jika diinginkan. Melihat tren bisnis startup di Indonesia, persaingan tersebut terlihat nyata. Selalu ada kompetitor asing di setiap segmentasi pasar. Menariknya, startup lokal banyak yang mampu mengalahkan dan berhasil merebut perhatian masyarakat kita. Kelincahan bisnis seperti ini yang sangat dibutuhkan untuk kesiapan Indonesia dalam ekonomi global. 5. Masih banyak yang bisa dioptimalkan dengan produk digital Di beberapa bidang, produk digital startup lokal sudah sangat matang menggantikan cara-cara lama sebuah aktivitas berproses. Namun masih banyak bidang lain yang dapat dioptimalkan dengan teknologi. Hal ini sebenarnya sejalan juga dengan visi pemerintah untuk menciptakan percepatan pelayanan publik dengan menghadirkan sistem komputasi. Dari sisi positif, startup dapat menjadi katalisator untuk mempercepat inovasi yang masih belum mampu difasilitasi pemerintah. Pemerintah harus mampu menjadi sebuah pijakan sebagai “pedal gas” untuk mengakselerasi dengan lebih cepat startup lokal yang terus bertumbuh, bukan menjadi “pedal rem” untuk menghentikan inovasi yang dihasilkan industri startup lokal.
  20. Anda adalah seorang entrepreneur muda atau dimasa muda ini anda menginginkan menjadi seorang entrepreneur? Maka sebaiknya anda memperhatikan 10 pesan untuk entrepreneur dari sosok Ciputra. Seperti yang dikutip dari ciputraentrepreneurship.com dan bisnis.com, Ciputra yang merupakan salah satu tokoh entrepreneur Indonesia yang sukses, memiliki sepuluh pesan yang mesti dipegang oleh mereka entrepreneur muda. Nah, dalam daftar Top 10 kali ini kita merangkum 10 pesan Ciputra untuk entrepreneur muda Indonesia. Apa saja pesan-pesan tersebut? Silahkan lihat dibawah ini: 1. Gunakan waktu sebaik-baiknya. Hanya karena Anda masih muda bukan berarti Anda memiliki banyak waktu, dan bisa menghambur-hamburkannya dengan leluasa. 2. Memiliki mentor yang mumpuni dan berpengalaman. Para entrepreneur muda harus memiliki mentor yang mumpuni dan berpengalaman. Anda sungguh beruntung jika bisa menemukan mentor bisnis yang sesuai dengan kepribadian dan selera Anda sehingga Anda berdua bisa berkembang bersama. Bukan hanya mentor yang bisa mengajari Anda tentang cara berbisnis yang baik tetapi bagaimana menikmati hidup dan menjalani hidup dengan baik, karena keduanya saling terkait erat. 3. Baca buku-buku yang berkualitas. Seperti halnya perut, otak kita juga membutuhkan makanan, tetapi bentuknya adalah pikiran-pikiran yang membuat Anda makin maju sebagai entrepreneur. Oleh karena itu, jangan segan untuk berinvestasi dengan membaca buku-buku yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan pengetahuan dan wawasan bagi Anda. 4. Berkumpullah dengan orang yang tepat. Banyak orang yang salah menempuh jalan karena mereka berkumpul bersama dengan orang yang salah. Berkumpullah dengan mereka yang Anda bisa jadikan panutan atau teladan. Anda mungkin akan kesulitan bersosialisasi dengan mereka karena mereka memberikan banyak tantangan dan membuat Anda harus mendengarkan banyak hal yang Anda belum mengerti atau malah segan untuk dengar, tetapi ketahuilah bahwa semua itu adalah 'vitamin' bagi Anda. Ambil semua pelajaran dan hikmah dari mereka. Di situlah, Anda akan makin tumbuh berkembang lebih baik meskipun rasanya kurang nyaman. Ingatlah, saat Anda merasa kurang nyaman berarti Anda sedang menuju perbaikan. Sepanjang sakit dan rasa kurang nyaman itu untuk kemajuan diri, mengapa tidak? 5. Hadiri acara yang sesuai. Sebagai entrepreneur, pilihlah acara-acara yang tepat untuk dihadiri. Bijaklah memilih acara yang akan membuat Anda bertemu lebih banyak orang yang bisa membuat Anda maju, bukan membuat Anda senang melulu. 6. Anggaplah diri Anda sendiri lebih serius daripada anggapan orang lain. Ini sangat fundamental. Jika Anda sendiri menyepelekan diri Anda dengan bertindak dan bersikap tidak profesional, tidak kompeten, dan tidak berintegritas, perlahan tapi pasti orang lain akan menganggap kata-kata Anda sebagai lelucon. Jika Anda tidak bisa meyakinkan diri Anda bahwa impian Anda bermakna, bagaimana harus meyakinkan investor dan konsumen nantinya? 7. Kuasai bidang Anda hingga sebaik mungkin. Penguasaan medan sebelum terjun adalah mutlak. Menerjunkan diri ke suatu bidang usaha yang Anda tidak tahu sama sekali mirip dengan bunuh diri. 8. Jangan ragu untuk menunjukkan keahlian dan hasil kerja Anda. Mungkin orang akan menganggap Anda pamer tetapi jika Anda tidak menunjukkan apa yang Anda miliki, tidak akan ada yang tahu Anda memiliki potensi. Dengan demikian, Anda bisa meyakinkan para angel investor, para konsumen potensial. 9. Mulai dari usia dini. Tidak ada kata terlalu dini. Mulailah berwirausaha dari usia muda. Dan meskipun Anda sudah merasa terlambat, mulailah saja sekarang. 10. Miliki passion yang tinggi. Salah satu hal yang membuat seorang entrepreneur bertahan ialah passion yang kuat saat memulai dan menjalani proses berentrepreneurship. Anda akan banyak mengalami hambatan, terbentur kendala, menemui orang-orang yang tidak sepenuhnya mendukung, atau masalah besar lain.
  21. Empat layanan ride-sharing lokal berkolaborasi untuk menumpas dominasi Uber. Mereka adalah Lyft di Amerika Serikat, Didi Kuaidi di China, Ola di India dan Grab Taxi di Asia Tenggara. kemitraan empat layanan itu akan dimulai pada kuartal pertama 2016. Dengan ini, pengguna bisa menjajal keempat aplikasi, tergantung domisilinya. Misalnya seorang pengguna Grab Taxi di Indonesia bertandang ke China. Maka ia bisa memanfaatkan aplikasi Grab Taxi untuk memesan mobil di Didi Kuaidi. Walau berkolaborasi, keempat startup mengelak dikatakan bergabung jadi satu (merger). Masing-masing, kata mereka, akan tetap fokus sebagai layanan ride-sharing lokal. "Kami tak berekspansi ke pasar yang lebih luas, tapi sebagai startup kami harus terus tumbuh," kata juru bicara Didi Kuaidi. "Ini bukanmerger atau akuisisi, tapi kolaborasi," ia menambahkan. Pernyataan itu diperkuat pihak Lyft. "Ketika kami melihat geografi lain, kami tak berpikir akan mendirikan sendiri layanan kami di Asia," kata pendiri Lyft John Zimmer. Sementara itu, CEO Grab Taxi Anthonny Tan mengatakan, keterlibatan perusahaannya dalam kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkokoh silaturahmi antar layanan ride-sharing. "Kami senang membantu Lyft, Didi Kuaidi dan Ola dalam menawarkan layanannya di Asia Tenggara. Di mana perbedaan bahasa, budaya, dan sosial tiap kawasan bisa menjadi tantangan bagi mereka," kata dia. Tak beda jauh, Ola memanfaatkan kerja sama ini sebagai pembelajaran bagi layanannya. "Kami bisa saling belajar antar sesama layanan ride-sharing lokal untuk terus berinovasi," pendiri CEO Ola Bhavish Aggarwal mengimbuhkan. Sebagai catatan, Softbank merupakan salah satu penyandang dana terbesar keempat layanan tersebut. Softbank kerap dikatakan sebagai "musuh" terbesar Uber karena banyak berinvestasi ke kompetitor-kompetitor Uber. Jika digabung, Lyft, Ola, Didi Kuaidi, dan Grab Taxi memiliki pendanaan 7 miliar dollar AS atau setara Rp 96,8 triliun. Sementara, Uber sendiri memiliki pendanaan 8,21 miliar dollar AS atau setara Rp 113 triliun. Belum lagi, Uber disinyalir tengah mengumpulkan pendanaan tambahan sebesar 2,1 miliar dollar AS atau setara Rp 29 triliun. Apakah dominasi tunggal Uber pada pasar global akan ditumbangkan kolaborasi empat pesaingnya? Belum bisa diketahui. Yang jelas, saat ini keempat ride-sharing belum menyentuh pasar Eropa. Uber pun berdiri tanpa pesaing di sana. Pun begitu, Softbank dikatakan tengah mempersiapkan investasi untuk layanan ride-sharing lokal di kawasan tersebut. Kita tunggu saja ndral. Sumber : tekno.kompas.com
  22. Pengguna internet kini banyak yang mendirikan bisnis berbasis startup. Bila Anda berminat membangun bisnis startup, Anda harus siap dengan risiko-risikonya. Dalam setiap proses membangun bisnis, sebuah kesalahan merupakan bagian yang paling penting. Ini akan menjadi pembuka jalan atau kesempatan Anda untuk sukses dari setiap jalan keluar yang Anda dapatkan. Dan berikut ini empat tantangan yang umum akan dihadapi oleh para pelaku atau pendiri bisnis startup.
  23. Chief Executive Kibar dan Indonesia Google Business Group, Yansen Kamto mengatakan hampir semua pemuda di Indonesia yang terjun untuk membuat perusahaan startupberniat menjual kembali perusahaannya. "Kalau mau kaya ya terserah, tapi aliran kami memecahkan masalah," katanya saat menyambangi redaksi Tempo, Kamis, 19 November 2015. Menurut Yansen bisnis startup harus berawal dari niat memecahkan masalah, bukan mencari uang. Sebab perusahaan startup yang akan bertahan ialah yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. "Ini pola pikir yang perlu ditanamkan," kata Yansen. Yansen mencontohkan dengan Gojek. Menurutnya perusahaan startup milik Nadiem Makariem ini dapat berjalan sebab memecahkan masalah antara pengemudi ojek dengan masyarakat sebagai penumpang. Lewat penerapan teknologi, Gojek membuat pengemudi tidak perlu mangkal dan berpanas-panasan, sedangkan dari sisi penumpang mendapatkan kejelasan harga. "Ojeknya senang, penumpangnya senang," tutur dia. Oktober lalu Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Kamar Dagang dan Industri Indonesia Handito Joewono mengatakan ada tren perusahaan startup hanya merekayasa pertumbuhan ekonomi, dan tidak fokus pada perdagangan. Tren ini hanya mementingkan untuk memperbesar perusahaannya, lalu menjualnya kembali. Menurut Dito tren seperti itu jamak terjadi di Amerika Serikat. Pengusaha membuat perusahaanstartup dan menarik banyak orang untuk bergabung, tapi menjualnya ke pihak lain. "Ini berbahaya, kelihatannya besar, transaksi tidak penting, habis itu jual perusahaan," saat dihubungi Tempo, Sabtu, 17 Oktober 2015. Senada dengan Dito, Yansen berpendapat tren di Amerika Serikat tersebut terjadi karena Amerika telah memulai bisnis startup sejak 1960-an. Sedangkan di Indonesia baru akhir-akhir ini. Namun ia mengakui kondisi yang sama terjadi di Indonesia.
  24. Tripvisto, penyedia paket aktivitas dan tur online berbasis di Jakarta, hari ini (11/11) mengumumkan bahwa mereka telah meraih investasi Seri A sebesar USD 1 juta (sekitar Rp 13,6 miliar) yang dipimpin oleh Gobi Partners. Tripvisto akan menggunakan pendanaan ini untuk mengembangkan produk, merekrut talenta, dan memperkuat pemasaran. Tripvisto sendiri mulai mendapatkan investasi tahap awal dari East Ventures pada bulan Agustus 2014. Didirikan pada Agustus 2014, Tripvisto berdedikasi untuk menyediakan paket tur tujuan lokal dan internasional yang populer dengan harga kompetitif kepada traveler di Indonesia. Sebagai marketplace tur, Tripvisto bekerja sama langsung dengan operator tur dan agen travel global dan lokal terpercaya untuk menyediakan paket aktivitas dan tur berkualitas untuk masyarakat menengah Indonesia. Perusahaan beraspirasi untuk memberikan pengalaman pengguna serta harga terbaik untuk turis, sembari menjunjung transparansi pasar. Tripvisto dibangun oleh Sumartok (CEO), seorang traveler yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang telekomunikasi dan media digital; dan Aditya Saputra (CTO), seorang pengusaha di bidang pengembangan piranti lunak. Hingga November 2015, Tripvisto menawarkan paket ke lebih dari 50 negara dan 157 kota tujuan di seluruh dunia, dan omzet bulanannya telah bertumbuh 10 kali lipat dalam setahun terakhir. Untuk perjalanan outbond, destinasi paling populer di Tripvisto adalah Thailand; sedangkan untuk perjalanan domestik, Lombok, Komodo, dan Bromo mendominasi jumlah pemesanan. Berdasarkan data resmi pemerintah, di tahun 2014 terdapat 10 juta traveler outbond dan 120 juta traveler domestik di Indonesia. Negara diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 dengan 70 juta penduduk kelas menengah, yang artinya pada saat itu layanan travel seperti Tripvisto akan menjadi sangat populer. Untuk ronde pendanaan ini, Tripvisto berencana untuk mengembangkan produk dengan menambah inventori domestik dan internasional, menambah destinasi serta opsi paket untuk setiap destinasi; merekrut anggota tim baru khususnya di bidang teknologi, produk, dan pemasaran; dan mengembangkan pemasaran, termasuk menggunakan metode inbound dan content marketing serta periklanan untuk memperkuat bisnis. “Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki pasar travel inbound dan outbond yang sangat menjanjikan. Kami percaya pelajaran yang dipetik Gobi Partners dari Tuniu, sebuah penyedia paket tur terkemuka di Tiongkok, akan membantu kami memperluas bisnis kami dalam skala regional. Dengan ronde pendanaan ini, kami ingin memberikan pengalaman travel yang lebih menarik kepada traveler Indonesia, baik itu untuk perjalanan akhir minggu ke destinasi populer dalam negeri maupun tur luar negeri yang lebih intensif – dengan menghilangkan kerumitan yang dijumpai traveler saat merencanakan wisata. Kami percaya keahlian dan sumber daya Gobi Partners yang kuat di sektor ini akan membantu kami memperluas bisnis kami di dalam dan luar Indonesia,” jelas Sumartok. “Sebagai investor utama di Tuniu, salah satu penyedia paket tur terbesar di Tiongkok, kami menjumpai banyak kualitas positif yang sama pada Tripvisto untuk pasar Indonesia dan kami akan menerapkan sejumlah pengetahuan yang kami pelajari dari Tuniu untuk mengembangkan bisnis Tripvisto,” jelas Thomas G. Tsao, Managing Partner Gobi Partners. “Dengan memanfaatkan momentum dari pertumbuhan ekonomi dan demografis Indonesia, kami percaya Tripvisto akan mampu memberikan pengalaman tur fantastis untuk lebih banyak turis outbond dan domestik di Indonesia.”
  25. Usai kunjungan ke markas Google, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama rombongan mengunjungi "Plug and Play TechCenter" di kawasan Silicon Valley. Agendanya mencari ilmu soal pembinaan startup.Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Chief Executive Kibar Yansen Kamto. Total ada tujuh perusahaan inkubator dan akselerator AS yang hadir. Mereka adalah Techstars, StartX, GSVlabs, 500 Startups, F50, Plug and Play, dan Y Combinator.Dalam pertemuan tersebut, menurut Yansen, rombongan dari Indonesia mengajukan tiga program pembinaan startup kepada para inkubator AS, yaitu startup exchange, mentor network, dan kurikulum.Tawaran tersebut pun disambut positif. Inkubator AS yang hadir menunjukkan ketertarikannya terhadap Indonesia dan mengajak agar startup Tanah Air datang ke sana untuk mengenal kultur Silicon Valley."Mereka tertarik dengan Indonesia. Kita bisa kerja sama, misalnya mengirim mentor ke sana dulu agar belajar, lalu pulang lagi untuk mengajar. Mereka di sana kan rata-rata punya kurikulum, tapi mesti dilihat dulu dan nanti disesuaikan dengan kebutuhan kita," jelas Yansen.Diantara inkubator yang tertarik untuk hadir di Indonesia antara lain GSVlabs, Plug and Play, dan Techstars. Mereka sendiri belum pernah hadir di Tanah Air sebelumnya.Sedangkan inkubator lainnya, seperti 500 Startups sebelumnya sudah pernah hadir dan berinvestasi untuk startup Indonesia, namun tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam mengembangkan ekosistemnya.Pemerintah dan para pegiat usaha rintisan digital memang memiliki harapan agar Indonesia memiliki 1.000 startup berkualitas pada 2020 nanti. Pembinaan adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.Sayangnya, Indonesia masih baru dan belum memiliki contoh untuk mengembangkan diri. Kurikulum soal pembinaan startup pun belum ada.Yansen berpendapat pertemuan mereka dan kerja sama dengan inkubator AS itu bisa membantu memuluskan misi 1.000 startup tersebut. Minimal mulai dari pertukaran kurikulum, mendapatkan mentor yang memang ahli dan startup lokal pun bisa mengunjungi Silicon Valley.Selain Yansen, pegiat startup yang hadir antara lain Telkom Indigo yang diwakili Achmad Sugianto, penggagas Founders Institute Chapter Jakarta Sanny Gaddafi, Andy Zain dari Kejora, Donald Wihardja dari Convergence Venture, Italo Gani dari Adskom, dan Emirsyah Satar dari MatahariMall.com.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy