Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'spacex'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Berkat popularitas Elon Musk dan juga teknologi roket ulang aliknya, SpaceX kini adalah perusahaan mentereng di bidang antariksa. Berikut sekelumit cerita sejarahnya. SpaceX dilahirkan pada 2002 atau 17 tahun silam oleh Elon, pria yang kerap dijuluki Iron Man. Kala itu, ia mengutarakan ide Mars Oasis, gagasan menumbuhkan tanaman di planet Mars dan menjadikannya koloni manusia. Elon berambisi memulai perusahaan di bidang antariksa. Awalnya ia berniat membeli satelit bekas dari Rusia tapi kesulitan menemukannya dengan harga terjangkau. Tak hilang akal, Musk berkeinginan membuat roket sendiri. Ia mengkalkulasi, biaya pembuatan roket sebetulnya cuma 3% dari harga kala itu. Singkat cerita, SpaceX ia dirikan dengan misi membuat biaya peluncuran roket lebih terjangkau. Perjuangan berat harus dilalui untuk membesarkan perusahaan baru itu yang didirikan hampir bersamaan dengan perusahaan mobil listrik Tesla. "Aku kira SpaceX dan Tesla memiliki kemungkinan untuk sukses kurang dari 10%. Pada masa-masa awal di 2002, aku bahkan tak memperbolehkan teman-teman untuk berinvestasi di sini karena aku tidak mau menghilangkan uang mereka," ujarnya. Dana awal untuk SpaceX dan Tesla didapat Musk saat PayPal, sistem pembayaran online yang diciptakannya, dibeli Ebay USD 180 juta pada 2002. Uang tersebut dibaginya secara rata, USD 90 juta untuk masing-masing SpaceX dan Tesla. Musk pernah menceritakan bagaimana SpaceX dan Tesla pada 2008 nyaris gagal total. "2008 merupakan tahun yang benar-benar sulit. Roket Falcon 1 gagal meluncur untuk ketiga kalinya. Tesla pun hampir bangkrut hanya dua hari sebelum Natal," ujarnya. Prestasi itu antara lain jadi perusahaan swasta pertama yang mengirim pesawat ke International Space Station (ISS), hingga yang pertama juga meluncurkan roket Falcon 9 ke orbit dan kembali mendarat ke Bumi dengan selamat. Ribuan satelit siap mereka luncurkan hingga 2024. November 2016, SpaceX mendaftarkan perencanaan peluncuran 4.425 satelit kepada Federal Communications Commission. Tapi ambisi besar Elon bukan sebatas itu. Ia meyakini teknologi SpaceX adalah kunci kolonisasi manusia di planet Mars. Menurutnya, manusia tak boleh tinggal selamanya di Bumi atau terancam kepunahan. SpaceX mengembangkan mesin roket sangat powerful sehingga nantinya bisa mencapai Mars dan mengantar sampai sejuta orang ke sana dalam 50 sampai 100 tahun ke depan. Dia menambahkan kunci untuk membuat roket yang bisa dipakai berulang kali adalah mencari cara memproduksi bahan bakar di Mars. Sehingga pesawat dapat digunakan lagi untuk kembali ke Bumi. Good luck, Elon.
  2. Minggu lalu perusahaan antariksa Space-X meluncurkan roket Falcon Heavy membuktikan bahwa perusahaan swasta berhasil meluncurkan roket beban berat ke orbit luar angkasa, membuka potensi penjelajahan ruang angkasa. Roket Falcon Heavy ini memiliki harga jauh lebih murah, dibanding kompetitornya.
  3. Perusahaan penerbangan milik Jeff Bezos, Blue Origin, siap meluncurkan roket New Shepard dalam rangka uji coba. Peluncuran ini dimaksudkan untuk menguji sistem escape para awak roket. Rencananya, uji coba ini akan dilakukan pada 4 Oktober. Selain itu, Blue Origin juga akan menyiarkan pengujian ini melalui streaming. Roket New Shepard sendiri terdiri atas dua bagian utama, roket pendorong dan kapsul kru di bagian atas. Di bagian kapsul, Blue Origin telah menyiapkan sistem canggih untuk keselamatan para penumpang. Blue Origin berharap suatu hari nanti dapat mengirim masyarakat ke luar angkasa menggunakan roket. Nantinya, penumpang dapat menikmati pengalaman tanpa gravitasi selama beberapa menit, sebelum kembali ke Bumi. Penerbangan ini akan menjadi yang kelima kalinya Blue Origin meluncurkan roket.
  4. Pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk. Pendiri sekaligus CEO perusahaan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk, kembali membuat pernyataan yang menghebohkan. Ia mengatakan ingin membangun koneksi internet yang dapat menghubungkan antarplanet. Dia mengatakan bahwa rencananya tersebut dapat direalisasikan melalui ratusan satelit mikro yang tengah dikembangkan. Menurut Musk, satelit ini bukan hanya dapat menghubungkan orang-orang di Planet Bumi melainkan dapat menghubungkan Bumi dengan planet lain. Proyek yang tengah dikembangkan ini kabarnya memakan biaya hingga US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 125 triliun. Bahkan beberapa waktu lalu Musk berencana untuk membangun 700 satelit kecil yang akan diluncurkan ke ruang angkasa. Ia mengatakan satelit-satelit ini akan membantu manusia untuk menciptakan koloni di Mars. Pembuatan satelit ini dibantu oleh mantan eksekutif Google, Greg Wyler. Meskipun belum ada kejelasan detail mengenai fungsi satelit tersebut, Musk menilai nantinya satelit ini akan membantu manusia dalam berbagai penelitian di ruang angkasa. "Sama halnya dengan roket, kami akan mencoba segala proses untuk satelit," kata Musk. Elon Musk memang dikenal sebagai pengusaha yang memiliki ide brilian. Ia memiliki pandangan jauh ke depan dalam memanfaatkan teknologi. Tidak heran jika ia sering disamakan dengan sosok fiksi Tony Stark dalam film Iron Man. Selain mendirikan SpaceX, Musk juga mendirikan perusahaan mobil Tesla Motors yang memanfaatkan listrik sebagai bahan bakar. Dahulu ia juga ikut mendirikan perusahaan pembayaran online PayPal.
  5. Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX ternyata memiliki sifat yang sama dengan Steve Jobs dalam bekerja. Salah satu karyawan SpaceX mengungkapkan bagaimana sisi 'gila' Elon Musk dalam mempekerjakan karyawannya. Keluhan ini diungkapkan karyawan tersebut melalui sebuah forum tanya jawab Quora.com. Ketika seorang pengguna bertanya bagaimana rasanya bekerja untuk Elon Musk, ia bercerita bagaimana kesulitan yang sering ia hadapi dalam pekerjaannya. Ia mengatakan bahwa Elon Musk adalah seorang yang gila. Menurutnya selama lima tahun ia bekerja di SpaceX, keinginan Musk dalam memerintah para karyawannya sungguh tidak masuk akal. "Sebuah pekerjaan yang seharusnya dilakukan dalam waktu satu tahun, ia ingin tugas itu diselesaikan dalam satu minggu," kata karyawan tersebut. Ia melanjutkan bahwa jika kita ingin berkeluarga dan mengerjakan setiap hobi kita dengan waktu yang cukup luang, Elon Musk bukanlah atasan yang akan memberikan hal-hal tersebut. "Ini sisi bagaimana rasanya saya tidak suka bekerja dengan dia. Tidak ada yang suka bekerja dengan dia," lanjutnya. Bahkan menurutnya, ada sebuah perkataan Elon Musk yang sangat membekas di antara para karyawan. Musk mengatakan, bahkan bekerja pada hari sabtu juga tidak akan pernah cukup. Hal itulah yang membuat para pekerja merasa seolah disiksa dan dipenjara di tempat mereka bekerja. Ia juga mengatakan bahwa tampaknya, Musk tidak peduli pada kehidupan para karyawannya. Meskipun begitu, Musk telah membawa Tesla dan SpaceX menjadi perusahaan yang luar biasa. Perusahaan yang dipimpin oleh Musk menjadi salah satu industri teknologi yang ditakuti oleh para pesaingnya. Sikap keras Musk terhadap para karyawannya dinilai mirip dengan kelakuan mendiang Steve Jobs. Bedanya, Musk tidak pandai bicara di depan publik seperti Jobs.
×
×
  • Create New...