Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'solo'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada 5 Juni 2016, ternyata menjadi sorotan bagi investor asing. Para investor pun sempat mempertanyakan stabilitas ekonomi Indonesia setelah terjadinya bom Solo yang menewaskan satu orang tersebut. "Sempat investor dari luar tanya. Kita sudah beri penjelasan bahwa itu bukan hal yang berdampak langsung maupun tidak langsung pada perekonomian," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Menurut Rosan, tragedi bom Solo tidak berdampak signifikan terhadap dunia usaha di Indonesia. Karena itu, para investor diimbau tidak terlalu terpengaruh terhadap aksi teror yang baru saja terjadi. "Yang di Solo, saya rasa masyarakat kita sudah tahan dari kejadian bom yang terjadi, recovery cepat," ungkap Rosan. "Terjadi di bulan puasa, pas pengusaha juga slow down saat Lebaran ya. Dampaknya sangat minim secara keseluruhan. Saya lihat bom ini enggak ada artinyalah," imbuh dia. Senada dengan Rosan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, bom Solo ini tidak berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Mirza pun mengimbau masyarakat Tanah Air tak lagi takut dengan ancaman teror. "Aparat keamanan kan dengan sigap mengatasi, jadi dampak kepada kekhawatiran masyarakat juga tidak terlalu banyak sehingga aktivitas ekonomi tidak berdampak banyak," jelas Mirza. "Kita memang juga tidak boleh takut dengan ancaman teror. Aktivitas ekonomi seharusnya tetap berjalan normal," tutupnya.
  2. Mungkin Anda akan sulit percaya ini, tapi rata-rata wisatawan yang gemar berpetualang adalah perempuan. Ternyata bukan laki-laki muda yang sering melakukan perjalanan tunggal, melainkan perempuan dalam kisaran usia 25 hingga 39 tahun. Worldwide inc. perusahaan asuransi perjalanan mengeluarkan data bahwa perempuan yang melakukan traveling solo meningkat 59 persen dibandingkan tahun lalu. Lantas, negara-negara mana sajakah yang jadi tujuan para wisatawan perempuan untuk berpetualang solo? Bangkok menjadi negara pertama yang jadi pilihan para turis perempuan berwisata solo. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Singapura, seperti diumumkan oleh TripAdvisor. Wisatawan solo perempuan di penjuru dunia juga menyebutkan beberapa tempat, termasuk di antaranya adalah Bali. Selain itu, Siem Reap dan Hongkong termasuk dalam lima tujuan Asia yang paling diminati perempuan untuk berwisata solo. Untuk tujuan wisata di luar Asia, para wisatawan solo perempuan memilih London sebagai tujuan utama, diikuti Paris, New York, Roma, dan Barcelona. Saat ini sebanyak 48 persen perempuan di Asia Tenggara telah melakukan perjalan sendirian. Itu artinya, terjadi kenaikan sebanyak 12 poin dari 36 persen pada 2014 lalu, berdasarkan survei perjalanan pada perempuan oleh Trip Advisor. Survei tersebut dilakukan pada Februari tahun ini. Jajak pendapat dilakukan kepada sekitar 9.181 responden perempuan dari berbagai negara. Yakni, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Rusia, Singapura, Malaysia, Indonesia dan Thailand. Dari sekitar 9.181 responden, sebanyak 431-nya berasal dari Asia Tenggara, menurut TripAdvisor.
  3. Bengawan Solo Riwayatmu ini Sedari dulu jadi... Perhatian insani Musim kemarau Tak seberapa airmu Dimusim hujan air.. Meluap sampai jauh Mata airmu dari Solo Terkurung gunung seribu Air meluap sampai jauh Dan akhirnya ke laut Itu perahu Riwayatnya dulu Kaum pedagang selalu... Naik itu perahu
  4. Dalam beberapa tahun terakhir, batik menjadi tren. Tidak lagi untuk yang berumur paruh baya atau instansi tertentu, batik kini populer di kalangan anak muda. Model, warna, dan motifnya yang lebih bervariasi membuat batik tidak lagi monoton. Anak muda pun jadi percaya diri saat mengenakan batik. Nah travelers, supaya kamu ada referensi dimana bisa mendapatkan kain atau baju batik berkualitas, kali ini PegiPegi mau kasih informasi tentang salah satu pusat batik home-made di Solo. Namanya Kampung Batik Laweyan. So, saat jalan-jalan ke kota ini, kamu bisa mampir untuk menambah koleksi batik yang bisa dipakai untuk berbagai acara. Travelers, hal pertama yang perlu kamu tahu adalah Laweyan tidak hanya tempat belanja batik, tetapi sudah menjadi satu paket tempat wisata budaya di Solo. Jadi jangan heran ya kalau disana kamu melihat wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang asyik memilih batik atau sedang belajar membuat batik dari sang ahli. Saat memasuki kampung ini, nuansa jadul alias jaman dulu sangat kental terasa. Ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa: megah, kokoh, bertembok tinggi, serta memiliki lorong-lorong panjang yang mengular. Menurut sejarah, batik Laweyan ini dipelopori oleh Kyai Ageng Henis yang hidup pada abad ke-16, tepatnya pada masa Kerajaan Pajang. Kini, pengusaha batik di Kampung Laweyan sudah banyak. Mereka berprinsip untuk menggunakan malam (lilin) dan melakukan proses pewarnaan dengan bahan alami yang sudah dilakukan sejak pertama kali dibuat. Mereka secara tegas menolak membuat batik dengan mesin-mesin modern karena sudah tidak sesuai dengan sejarah pembuatan batik itu sendiri. Industri rumahan batik juga mengalami dinamika naik-turun, seperti pada masa pemerintahan Hindia Belanda, masa orde lama, orde baru, dan reformasi. Hal ini pun berpengaruh pada motif yang awalnya monoton, dan sekarang lebih dinamis karena para perajin batik bisa berimajinasi dan berkreasi membuat motif yang sesuai dengan keadaan zaman. Warna yang dihasilkan pun sudah tidak kuno lagi. Kini, di Kampung Batik Laweyan kamu bisa melihat banyak sekali warna cerah dengan motif modern. Kondisi ini pun dilirik oleh anak muda karena saat kamu berjalan-jalan Laweyan, kamu bisa melihat dan memilih corak, warna, tipe, model, dan motif yang beraneka ragam. Tertarik untuk ikut belajar membatik? Travelers bisa melakukannya juga kok. Biasanya, beberapa kios atau produsen batik memberi kesempatan buat para wisatawan untuk belajar membatik bersama-sama. Kamu bisa mencoba menggunakan malam dan canting untuk membuat batik dengan motif apapun yang travelers suka. Setelah puas belajar membatik, saatnya shopping. Travelers bisa memilih berbagai macam jenis batik. Untuk acara santai, formal, semi-formal, atau untuk sehari-hari, semuanya ada. Untuk masalah harga, tentu saja relatif. Untuk batik cap, harganya berkisar dari Rp50.000,- hingga ratusan ribu. Tapi kalau kamu tertarik memilih batik tulis, kamu harus merogoh kantong lebih dalam karena harganya bisa mencapai jutaan. Ini juga tergantung bahan dan kerumitan motif yang dibuat. Tidak hanya baju, di Kampung Batik Laweyan kamu juga bisa mendapatkan kerajinan tangan lain, seperti kaos, sandal, dan aksesoris yang berhubungan dengan batik. Seru, kan? So, kalau travelers ke Solo, jangan lupa mampir ke Kampung Batik Laweyan.
  5. patricia

    Wisata Solo

    Kota Solo merupakan salah satu kota di jawa Tengah yang menjadi barometer dalam banyak hal seperti pendidikan, budaya, ekonomi, wisata, dan banyak hal lain. Solo merupakan satu dari enam karesidenan yang ada di Jawa Tengah selain Semarang, Banyumas, Kedu, Pekalongan, dan Jepara –Rembang. Solo sendiri tidaklah terlalu luas dibanding dengan wilayah-wilayah di bawahnya seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Nama Solo memiliki sejarah panjang. Dulunya menjadi satu dengan Yogyakarta. Oleh penjajah Belanda, melalui perjanjian Giyanti lantas dipecah dua menjadi Solo dan Yogyakarta. Berikutnya, Solo juga dipecah dua lagi sehingga memiliki dua kerajaan yaitu yang berpusat di Keraton Kasultanan Hadiningrat dan keraton Mangkunegaran. Solo memiliki sebutan lain Sala atau Surakarta. Menurut dialek setempat, penulisan yang benar adalah Sala dengan huruf “a” dibaca “o” seperti pada “Dono”. Dalam khazanah aksara jawa, pelafalan seperti ini dinamakan a miring. Sedang penggunaannya, dalam bidang akademik dan administrasi pemerintah, nama Surakarta lebih populer. Sedang dalam bahasa prokem harian seperti angkutan umum (bis/kereta/pesawat), bisnis, wisata, dan berita, nama Solo lebih familiar didengar. Dengan lokasinya yang sudah menjadi pusat aktivitas sejak jaman kerajaan Mataram Islam, tidak banyak obyek wisata alam bisa ditemui di kota Solo. Obyek wisata di Solo mayoritas merupakan bangunan peninggalan kerajaan Kasunanan, bangunan pemerintah Belanda, atau pusat bisnis. Bangunan bersejarah peninggalan kerajaan berupa keraton Kasunanan Surakarta (dikenal dengan Keraton Solo), keraton Mangkunegaran, dan situs keraton Kartasura sebelum pindah ke Surakarta. Di keraton Solo bisa ditemui kereta kencana, senjata (keris, tombak, panah dll), gamelan, lukisan bersejarah dan masih banyak lagi. Benda-benda bersejarah tersebut dibuka untuk umum dari jam 9-14 setiap hari. Harga tiket masuk masih tergolong murah, dibawah RP 10.000,-. Selain di keraton, benda bersejarah bisa dilihat di Museum Radyapustaka yang berlokasi di jalan Slamet Riyadi, tepat bersebelahan dengan THR Sriwedari. Di museum ini, bisa ditemui perabot kerajaan tempo dulu, serbet, berbagai macam wayang, buritan kapal berbentuk kepala buta (raksasa), miniatur masjid Demak, dan ada sebuah kamar yang konon kabarnya milik Nyai Roro Kidul. Di depan ruangan tersebut dipajang lukisan yang diyakini sebagai tokoh tersebut. Di wilayah sekitar keraton Solo, bisa ditemui pasar Klewer (miniatur pasar Tanah Abang), masjid Agung Solo, dan benteng belanda. Dengan berkembangnya jaman, kini banyak bermunculan pusat bisnis untuk memanjakan wisatawan domestik maupun mancanegara. wisata belanja bisa menuju Pusat Grosir Solo (PGS) di Gladag, Solo Square, Solo Grand Mall (SGM), Gramedia, dan masih banyak lagi di sisi jalan Slamet Riyadi. Untuk menjelajahi seluruh isi Solo Raya, bisa menginap banyak hotel pilihan sesuai selera. Untuk kelas atas tersedia hotel Sahid Raya di jl. Gajah Mada, hotel Sahid Kusuma, hotel Novotel di jl. Slamet Riyadi, hotel Sunan di jl.Adi Sucipto, hotel Lor Inn di jl. Adi Sucipto. Hingga kini, Solo masih menjadi barometer dan trendsetter di Jawa Tengah. Tak heran jika ada yang membuat slogan Solo-The Spirit of java.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy