Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'snapchat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Lembaga pemerhati HAM Amnesty International menerbitkan laporan mengenai keamanan data yang disampaikan lewat berbagai layanan pesan singkat populer, termasuk WhatsApp, Snapchat, dan Skype. Hasilnya, sebagian aplikasi dianggap kurang menjaga privasi data dan mudah diretas orang lain.
  2. Instagram belum lama ini meluncurkan fitur baru yakni Instagram Stories. Fitur ini sekilas menyerupai milik Snapchat dengan nama yang sama. Lalu, seperti apa sebenarnya perbedaan fitur di kedua platformtersebut? Berikut ini Okezone berikan ulasannya, sebagaimana dikutip dari Mashable, Senin (8/8/2016). Shooting Story Aplikasi Snapchat langsung meluncur ke layar kamera, sehingga menembak foto atau video baru untuk Story lebih mudah, hanya dengan menekan satu tombol. Sementara di Instagram, pengguna bisa mengakses kamera untuk Stories dengan menggeser dari arah kiri dari main feed atau dengan menekan tanda plus di sudut kiri atas aplikasi. Kedua aplikasi juga memungkinkan pengguna untuk menambahkan video panjang hingga 10 detik. Browsing Stories Hal menarik dari Instagram yakni memilih menempatkan Stories-nya di depan dan tengah. Semua Stories muncul di bagian atas main feed (umpan utama) dan dalam urutan teman-teman terdekat pengguna, seperti ditentukan algoritma. Stories di Snapchat, di sisi lain adalah meningkatkan peringkat secara kronologi dengan yang terakhir diperbarui di bagian atas. Salah satu perbedaan di antara keduanya adalah bagaimana pengguna menavigasi antar-Stories. Doodle dan Emoji Alat gambar Instagram lebih maju dibanding Snapchat. Sementara Snapchat menggunakan alat geser untuk memilih warna, Instagram menjabarkan semua warna berdampingan. Ada juga alat yang digunakan untuk mengubah ukuran pena. Selain itu, Instagram menawarkan tiga alat pena berbeda mencakup pen, marker, dan satu lagi disebut neon. Sementara emoji, Snapchat menawarkan sesuatu yang lebih fleksibel. Instagram sekarang hanya memungkinkan pengguna untuk menambahkan emoji melalui bar teks ketika Snapchat menawarkan menambahkan emoji di mana saja pada gambar yang dibuat. Mengirim Foto Platform Snapchat dan Instagram memungkinkan pengguna membagikan foto lama ke Stories. Namun mereka memiliki cara berbeda. Instagram hanya memungkinkan pengguna membagikan foto yang diambil dalam 24 jam terakhir, sementara Snapchat memungkinkan berbagi apa pun yang disimpan ke Memories. Chatting Baik Snapchat maupun Instagram memungkinkan pengguna memulai percakapan dari Stories teman. Pada Snapchat, hanya perlu tekan ‘chatting’ atau swipe ke atas pada sebuah Stories untuk memulai percakapan. Sementara di Instagram, pengguna hanya perlu tekan ‘send a message’ atau swipe up. Siapa yang Bisa Melihat? Snapchat dan Instagram memiliki pengaturan privasi serupa yang tersedia untuk Stories. Di Snapchat, pengguna pilih semua orang atau hanya teman yang bisa melihat. Sementara di Instagram, Stories mempertahankan pengaturan privasi yang sama sebagai umpan utama.
  3. Pertengahan bulan September kemarin, Snapchat telah menghadirkan beberapa fitur terbaru, khususnya fitur selfie. Ya, fitur yang lebih dikenal dengan nama fitur Lenses ini memungkinkan pengguna menambahkan efek khusus pada foto maupun video yang Anda rekam. Saking menariknya fitur tersebut, One Direction memutuskan untuk menggunakannya sebagai media pemasaran album kelima mereka, 'Made In The A.M'. Pada video Snapchat ini, terlihat Harry, Niall, Louis, dan Liam tengah membagikan bocoran judul lagu. Kelihatannya, mereka mengambil video tersebut di sela-sela acara tour 'On The Road Again'. Di sana nampak Harry tak terlalu banyak bicara, justru Niall, Louis, dan Liam yang terlihat memanfaatkan fitur Lenses untuk menyebutkan beberapa judul lagu terbaru. Album kelimanya ini terdiri dari 17 lagu yang rencananya akan diluncurkan pada tanggal 13 November 2015. Berikut ke-17 judul lagu yang terdapat pada album 'Made In The A.M'. 1. 'Hey Angel' 2. 'Drag Me Down' 3. 'Perfect' 4. 'Infinity' 5. 'End Of The Day' 6. 'If I Could Fly 7. 'Long Way Down' 8. 'Never Enough' 9. 'Olivia' 10. 'What A Feeling' 11. 'Love You, Goodbye' 12. 'I Want To Write You A Song' 13. 'History' 14. 'Temporary Fix' 15. 'Walking In The Wind' 16. 'Wolves' 17. 'A.M.'
  4. Snapchat telah menarik perhatian perusahaan teknologi mapan untuk membelinya. Facebook dan Google dilaporkan pernah menawar Snapchat, namun sang pendiri, Evan Spiegel, menolak tawaran itu. Apa yang membuat Snapchat begitu menarik? Snapchat menyediakan layanan berkirim pesan foto dan video. Uniknya, foto dan video itu akan hilang tanpa jejak beberapa saat setelah dilihat oleh penerima. Pengirim dapat mengatur berapa lama foto dan video itu dapat dilihat oleh penerima hingga akhirnya hilang. Per 1 April 2014, Snapchat hanya menyediakan batas waktu foto atau video akan hilang dalam 1 sampai 10 detik. Menurut Snapchat, foto-foto itu akan hilang dari perangkat pengguna dan hilang juga dari server Snapchat. Setiap hari, perusahaan mengklaim ada sekitar 700 foto dan video yang dikirim melalui aplikasi itu. Snapchat didirikan pada September 2011 oleh Evan Spiegel yang kini berusia 24 tahun. Ia dibantu oleh dua teman di Stanford University, yaitu Reggie Brown dan Bobby Murphy (26 tahun). "Kami tidak keren," kata Murphy seperti dikutip dari Forbes. "Jadi, kami mencoba untuk membangun sesuatu untuk menjadi keren.” Spiegel dan Murphy sebelumnya pernah bekerjasama pada 2010 mengerjakan peranti lunak Future Freshman yang bertujuan membantu orang tua, sekolah, dan pembimbing, dalam memantau hasil penerimaan masuk di perguruan tinggi. "Itu berakhir menjadi situs yang luar biasa dengan fitur lengkap. Itu seperti dikerjakan oleh lima orang,” kenang Spiegel. Ide jutaan dollar Ide membuat aplikasi untuk berkirim foto yang dalam beberapa waktu hilang, pertama kali dilontarkan oleh Reggie Brown. Ketiga anak muda ini langsung menyusun kode dan mendesain aplikasi untuk merealisasikan “ide jutaan dollar” mereka. Spiegel bertindak sebagai chief executive officer, Brown sebagai chief marketing officer, dan Murphy sebagai chief technology officer. Aplikasi pertama yang mereka buat didesain untuk browser di komputer pribadi untuk mengunggah foto dan mengatur waktu hilang sebelum dikirim. Mereka lalu memikirkan agar membuat aplikasi di ponsel yang kebanyakan telah dibekali kamera. Aplikasinya diberi nama Picaboo. Versi pertama Picaboo tayang pada 13 Juli 2011 di toko aplikasi Apple App Store dan meraih 25 ribu unduhan pada hari pertama. Sayangnya, tujuan membuat foto hilang itu gagal karena banyak pengguna yang mengambil screenshot, walaupun foto atau video aslinya telah hilang dari perangkat pengguna. Brown keluar dan pergantian nama Konflik internal terjadi setelah peluncuran Picaboo. Brown mendengar kabar bahwa Spiegel dan Murphy berencana menendangnya. Pada 16 AGustus 2011, Brown menemui Spiegel dan Murphy dan meminta bagian saham 30 persen atas kontribusinya: ide awal, nama Picaboo, dan logo hantu yang dipakai untuk pemasaran aplikasi. Kedua pendiri lain menolak permintaan itu karena merasa Brown tidak layak mendapatkannya. Hanya tersisa dua orang dan nama Picaboo telah diganti dengan Snapchat. Mereka menambahkan fitur agar dapat memberikan keterangan pada foto yang dikirim. Ketika jumlah pengguna telah mendekati 1.000, pola unduhan yang aneh muncul karena setiap hari meningkat hanya di jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Ternyata, pelajar SMA di Amerika Serikat mulai mengenal Snapchat dengan fitur unit yang mampu berkirim foto dan foto itu hilang dalam beberapa saat. Selama musim liburan jumlah pengguna Snapchat pada Desember 2011 sebesar 2241 lalu meningkat lagi 20 ribu pengguna pada Januari dan April mencapai 100 ribu. Itu semua harus dibayar dengan biaya bulanan untuk server yang mahal mencapai US$ 5 ribu. Pendanaan dan upaya cari uang Datanglah Jeremy Liew dari Lightspeed Venture Partners yang menyuntik dana US$ 485 juta. Suntikan dana ini membuat nilai perusahaan Snapchat meningkat jadi US$ 4.250 juta. Sejak pendanaan awal ini, Snapchat sudah mendapatkan tiga kali pendanaan baru. Dari kantor di rumah ayah Spiegel, mereka harus pindah ke Los Angeles karena jumlah karyawan yang meningkat jadi 35 orang. Kantor mereka menjadi tempat tinggal, tidur, dan bekerja bagi para karyawan. Murphy banyak terlibat dalam hal kode pemrograman Snapchat. Menurut Spiegel, Murphy selalu semangat ketika malam hari di mana ia melakukan pembaruan kode sebelum pergi tidur. Murphy sangat terobsesi membuat Snapchat jadi lebih intim dan eksklusif, dianggap muda dan keren. Pendanaan putaran terbaru dilaporkan bakal digelar Snapchat yang akan meningatkan nilai perusahaan menjadi US$ 10 miliar. Dua perusahaan pemodal yang sebelumnya pernah berinvestasi di Snapchat, yaitu Venture Partners dan DST Global, dikabarkan akan berinvestasi lagi di sana. Sementara Yahoo akan menjadi investor baru. Sekarang tantangan terbesar Spiegel dan Murphy adalah memutar otak untuk mendapatkan uang dari layanan. Sejumlah aplikasi pesan seperti WeChat, Line, dan KakaoTalk, yang notabene laris di Asia, mengandalkan penjualan stiker untuk mendapatkan uang. Snapchat memilih untuk membuka lapak iklan. Hal itu dikonfirmasi oleh Spiegel saat berbicara di konferensi Vanity Fair Summit pada Oktober lalu di San Francisco, California, Amerika Serikat. Gugatan dan peretasan Di tengah upaya mencari uang itu, ada saja tantangan baru yang harus dihadapi Snapchat. Mereka sepertinya harus berhadapan lagi dengan Brown yang ikut mendirikan Snapchat. Tahun ini, Brown telah menyewa pengacara dan berencana menggugat Snapchat untuk meminta ganti rugi. “Ini jelas lebih dari satu miliar dollar,” kata Luan Tran, salah satu pengacara Brown. Snapchat juga telah menyiapkan sejumlah langkah hukum untuk menangkal gugatan itu. Selain itu, perusahaan ini juga bertubi-tubi menerima serangan siber dari peretas. Kasus peretasan terbaru menimpa mereka pada Oktober 2014. Sebanyak 200 ribu foto dan video milik pengguna yang mengandung unsur pornografi disebarkan melalui situs web forum online 4chan. Pihak Snapchat mengklaim bukan server mereka yang dibobol secara langsung oleh peretas, melainkan melalui aplikasi pihak ketiga bernama Snapsaved. "Snapchatters menjadi korban peretasan aplikasi pihak ketiga, dan ini sebuah praktik yang kita larang dengan jelas pada persyaratan penggunaan karena membahayakan keamanan," tulis pihak Snapchat melalui akun resmi di Twitter. Meskipun Snapchat tidak dibobol secara langsung, bocornya ribuan foto dan video ini akan menjadi masalah bagi pihak Snapchat. Kelemahan keamanan dan jaminan privasi yang selama ini mereka utamakan bisa jadi penghalang bagi perkembangan Snapchat untuk bersaing dengan aplikasi pesan instan lain.
  5. Perusahaan aplikasi pesan instan Snapchat berupaya mengumpulkan pendanaan baru sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun dari sejumlah investor. Para eksekutif di Snapchat sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan manajer investasi. Pendanaan kali ini diprediksi akan membuat nilai perusahaan Snapchat melonjak jadi US$ 19 miliar atau sekitar Rp 242,7 triliun dari US$ 16 miliar. Nilai perusahaan tersebut jelas lebih tinggi dari harga yang ditawarkan Facebook yang dilaporkan bernilai US$ 3 miliar pada akhir 2014. Tetapi akhirnya, Snapchat menolak tawaran tersebut. Snapchat, yang berbasis di Los Angeles, menyediakan layanan berkirim foto atau video yang akan hilang beberapa detik setelah penerima melihat pesan tersebut. Perusahaan ini didirikan pada September 2011 oleh Evan Spiegel yang kini berusia 25 tahun dan menjabat sebagai CEO. Ia dibantu oleh dua teman di Stanford University, yaitu Reggie Brown dan Bobby Murphy (27 tahun). Kini Snapchat setidaknya telah mendapatkan empat kali pendanaan dari sejumlah investor. Para pemimpin perusahaan dipaksa putar otak agar mendapatkan uang dari layanan dengan cara membuka lapak iklan. Ini dilakukan agar mereka dapat bertahan hidup sekaligus bersaing dengan WhatsApp, Viber, serta ada Line, KakaoTalk, dan WeChat yang notabene laris di kawasan Asia.
  6. Evan Spiegel, CEO Snapchat Hacker yang meretas Sony Pictures tampaknya masih terus akan membocorkan informasi penting kepada publik. Setelah bocornya informasi pribadi, data gaji karyawan Sony Pictures, kini informasi penting yang diperoleh dari isi email yang dibocorkan hacker menyeret perusahaan sosial media Snapchat. Email Snapchat ini mengungkap bahwa perusahaan telah mengakuisisi, sebuah perusahaan yang berfokus pada teknologi wearable serupa Google Glass dan perusahaan pemindai kode QR. Informasi sensitif juga mengungkap penolakan Snapchat terkait tawaran pinangan Facebook. Padahal nilai tawaran akuisisi tersebut mencapai USD3 miliar. Dalam sebuah memo Evan Spiegel, CEO Snapchat membela haknya untuk menjaga rencana perusahaan yang telah berdiri sejak September 2011 tersebut. Seperti diketahui, Snapchat yang sudah memulai debutnya selama 3 tahun ini menyediakan layanan kepada pengguna untuk bisa mengirimkan gambar atau video yang ditambahkan teks kepada teman. Snapchat menawarkan layanan yang tampak berbeda dengan sosial media yang lain. Bila gambar beserta teks tersebut sudah dikirimkan dan dilihat oleh teman, maka dalam beberapa detik gambar tersebut akan hilang. "Kami menyimpan rahasia karena kami bisa melakukan pekerjaan dengan bebas dari penghakiman, sampai semuanya siap untuk berbagi. Kami menyimpan rahasia karena menyimpan rahasia memberi Anda ruang untuk mengubah pikiran Anda sampai Anda benar-benar yakin bahwa Anda benar," tulis Evan Spiegel dalam sebuah memo yang dikirim ke karyawan Snapchat dan kemudian di-posting di Twitter. Bocoran email yang dimaksud kabarnya merupakan percakapan antara Snapchat CEO Evan Spiegel dengan Sony Pictures CEO Michael Lynton. Informasi dari email itu merupakan bagian dari 'cache' data besar yang dibocorkan oleh hackers. "Saya merasa sepert ingin menangis sepanjang pagi, jadi saya pergi berjalan-jalan dan berpikir beberapa hal. Saya bahkan berlari ke salah satu guru desain SMA saya. Dia memberi saya pelukan besar. Saya benar-benar membutuhkannya," ungkap Evan.
  7. Laporan The Wall Street Journal (WSJ) sebelumnya mengungkapkan bahwa Facebook telah mengajukan penawaran sebesar 3 miliar USD untuk mengakuisisi Snapchat. Dan tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pihak Snapchat. Dan ternyata, tak hanya Facebook yang tertarik untuk membeli Snapchat. Google pun tak mau ketinggalan dengan Facebook. Kabar mengenai ketertarikan Google kepada Snapchat tersebut diungkapkan oleh founder GigaOm, Om Malik melalui akun Twitternya. Laporan tersebut mengungkapkan kalau perusahaan search engine terpopuler dunia sekaligus pemilik OS Android itu telah mengajukan penawaran kepada Snapchat. Bahkan angka penawaran yang diberikan oleh Google melebihi Facebook, yakni sebesar 4 miliar USD. Jika Google berhasil mengakuisisi Snapchat, aplikasi tersebut akan tetap dijalankan secara mandiri. Seperti halnya yang dilakukan oleh Facebook setelah mengakuisisi Instagram. Langkah akuisisi tersebut pun tentunya akan membuat Google semakin memiliki banyak layanan. Sayangya, angka 4 miliar USD tersebut tak membuat CEO Snapchat, Eva Spiegel bergeming. Spiegel mengatakan bahwa perusahaannya masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Dan karena itu, Snapchat pun masih akan terus menggali potensi yang mereka miliki.
  8. Betulkah benar-benar aman memakai Snapchat, setelah pihak berwenang AS mengumumkan kesepakatan dengan Snapchat untuk menyelesaikan tuduhan soal keamanan data pengguna? Terjawabkah kecemasan pengguna Snapchat lewat ketentuan penyelesaian yang diusulkan pihak berwenang AS pada Snapchat? Baru-baru ini diambil kesepakatan yang meliputi Snapchat harus mengantisipasi pengamanan data pengguna dan memungkinkan pemantauan independen selama 20 tahun ke depan. Layanan Snapchat yang bermarkas di Kalifornia menjadi nge'top‘ dengan aplikasinya yang memungkinkan orang mengirim foto atau potongan video pada smartphone 10 detik aatu kurang dari itu, setelah gambar atau video dibuka. Snapchat meroket popularitasnya setelah aplikasi awal dirilis pada bulan September 2011. Perkembangannya awalnya memicu kekhawatiran bahwa dalam dunia ‘selfie‘, karena dianggap akan memberikan rasa aman palsu bagi remaja yang menggunakannya. Para remaja dikhawatirkan akan sembrono dalam mengirimkan foto-foto memalukan. Sebab para remaja tersebut merasa aman setelah mengirimkan foto-foto memalukan mereka, karena tahu foto-foto tersebut akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 10 detik. Investigasi FTC Pihak berwenang AS, Federal Trade Commision (FTC) kemudian meluncurkan investigasi atas Snapchat, mengenai seberapa banyak data yang dikumpulkan perusahaan itu dari pengguna, seberapa terlindunginya data pengguna, dan apakah pesan yang menghilang bisa disalin atau dikeluarkan lagi. "Jika sebuah perusahaan memasarkan privasi dan keamanan sebagai titik kunci penjualan layanan kepada konsumen, maka sangat penting bahwa perusahaan tersebut menepati janji itu," demikian ujar pimpinan komisi perdagangan AS, Edith Ramirez. FTC sebelumnya menuduh bahwa Snapchat menyesatkan pengguna di berbagai hal termasuk bagaimana gambar atau foto dan potongan video dari smartphone dapat benar-benar "terkunci". Snapchat dituding membohongi publik dengan menyatakan bahwa foto/video akan otomatis terhapus dalam beberapa detik setelah dilihat oleh penerima dan tidak tersimpan di server setelah waktu tertentu. Menurut FTC, pihak penerima foto atau video dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menyimpan gambar atau bahkan mengambil gambar itu dengan menggunakan kamera. Kekhawatiran yang diungkapkan oleh FTC termasuk sejauh mana gambar atau video yang terkunci itu benar-benar bisa dihapus setelah dilihat. Hacker mengambil data FTC menuding Snapchat gagal secara efektif mengamankan fitur „Pencarian Teman“, yang memungkinkan peretas menembus database dan mencuri nama pengguna dan nomor telepon dari sekitar 4,6 juta pengguna. Tidak ada denda yang diumumkan atas hal itu, tapi keuangan Snapchat bisa terpukul jika tidak sesuai dengan persyaratan yang disepakati dalam penyelesaian, tandas FTC. Dalam sebuah pernyataan online, Snapchat mengatakan setuju mengatasi masalah tersebut. Snapchat mengatakan akan terus berinvestasi dalam masalah keamanan dan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan layanan. Penyelesaian ini membutuhkan persetujuan dari pihak komisi untuk tahap finalisasi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy