Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'smartwatch'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Badan Telekomunikasi Jerman, Bundesnetzagentur, melarang penggunaan jam tangan pintar untuk anak-anak. Mereka mendesak orang tua untuk menghancurkan benda canggih tersebut. Pemerintah menganggap jam tangan pintar bisa merekam segala bentuk percakapan yang dilakukan di sekitar anak. Perilaku tersebut bertentangan dengan undang-undang anti-pengawasan Jerman yang amat sangat menghargai privasi warganya. Peraturan ini dijalankan dengan ketat. Bundesnetzagentur mewajibkan orang tau untuk memberikan bukti fisik jam tangan yang telah dihancurkan. Mereka juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengawasi murid-muridnya, memastikan mereka tak lagi mengenakan jam tangan pintar. Sayangnya, Jerman hanya fokus pada undang-undang anti pengawasan. Mereka abai dengan peraturan keamanan yang baru saja dikeluarkan Organisasi Konsumen Eropa (BEUC). BEUC melarang penggunaan jam tangan pintar dengan alasan bisa mengancam keamanan anak. Fitur pelacak GPS pada jam tersebut bisa disalahgunakan orang tak bertanggung jawab untuk melancarkan tindakan kriminal seperti penculikan dan kekerasan seksual. Tak sampai di sini, BEUC bahkan memaksa produsen jam tangan pintar untuk memperketat sistem keamanannya. Dan, memperluas segmen pasar mereka menjadi untuk semua kalangan.
  2. Motorola tampaknya tak akan lagi menjual perangkat wearable berupa smartwatch. Perusahaan tersebut telah menghentikan penjualan dari dua seri jam tangan pintar Moto 360 dan 360 Sport. Hal itu terlihat dari website resmi mereka yang sudah tidak menampilkan kedua produk tersebut. Bisa dikatakan, Motorola tak akan lagi menjual Moto 360 dan 360 Sport. Sebelumnya, kedua jam tangan pintar itu juga sudah tak tersedia di toko milik Google. Sejauh ini Lenovo masih belum memberikan keterangan soal kehadiran perangkat baru untuk kelanjutan Moto 360. Bahkan, perusahaan tersebut sempat mengisyaratkan kemungkinan tak akan lagi membuat versi terbaru dari 360. Diduga, hal tersebut sebagai imbas dari lesunya penjualan pasar smartwatch dibandingkan smartphone. Kendati demikian, meski telah tak dijual, generasi kedua Moto 360 dan 360 Sport tetap akan mendapatkan update sistem operasi. Pasalnya, pembaruan Android Wear 2.0 telah resmi dirilis dan akan tersedia untuk kedua perangkat tersebut. Namun sayangnya, karena tak menyertakan fitur NFC, Moto 360 dan 360 Sport tak akan mencicipi fitur terbaru Android Wear 2.0 yakni sistem pembayaran Android Pay. Fitur tersebut telah lebih dahulu dihadirkan Samsung dan Apple di perangkat mereka. Moto 360 sendiri merupakan perangkat pertama yang menggunakan sistem operasi wearable device Android Wear.
  3. Berkat aplikasi Gear Auto Link terbaru, kini jam tangan pintar atau smartwatch Samsung Gear S2 dan S3 dapat terhubung ke perangkat SYNC yang dimiliki Ford. Dengan adanya aplikasi tersebut, pengguna smartwatch akan mendapatkan petunjuk posisi mobil sebagai pengingat agar mudah menemukan mobil saat kembali ke tempat parkir. "Kekuatan Ford SYNC adalah fleksibilitas untuk terhubung ke perangkat dan layanan baru. Sebagai kemajuan teknologi menghubungkan kendaraan Anda ke perangkat ini memiliki potensi besar untuk membantu membuat hidup Anda lebih nyaman dan lebih personal," kata Dave Hatton, Ford Global Manager, Mobile Applications, and Emergency Services, seperti dikutip dari Carscoops. Dengan adanya smartwatch, pemilik mobil Ford tidak perlu lagi mencatat lokasi parkir di smartphone. Sebab aplikasi secara proaktif akan meminta Anda untuk menandai lokasi parkir hanya dengan sekali sentuhan pada jam tangan. Setelah memarkir dan mobil dimatikan, pemilik mobil akan menerima konfirmasi pada smartwatch serta menanyakan apakah Anda ingin menandai lokasi parkir atau tidak. Lewat aplikasi yang sama, smartwatch dapat membantu pengemudi agar tetap fokus mengendarai mobil. Apabila tidak fokus maka jam akan berbunyi secara otomatis. Versi masa depan, jam bisa bergetar sehingga membuat pengemudi lebih waspada. Saat ini aplikasi yang telah ada di smartwatch Samsung tersebut tengah di pamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat.
  4. Bukan hanya orang biasa yang tertarik dengan keberadaan jam pintar. Badan antariksa seperti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik untuk memanfaatkan kecanggihan jam pintar. NASA berencana memanfaatkan teknologi jam pintar untuk membantu astronaut menjalankan tugasnya di Stasiun Ruang Angkasa Internasional. Seperti dilansir The Verge, NASA menginginkan aplikasi tertentu yang dapat membantu para astronaut untuk menjadi lebih terorganisir dan aman dalam menjalankan tugasnya. Kabarnya, badan antariksa tersebut menyelenggarakan kontes di situs Freelancer dan menantang para peserta untuk merancang aplikasi tersebut. Pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah sebesar US$ 1.500 atau sekitar Rp 20.500.000. Menurut situs NBC News, NASA sepertinya tak mengincar Apple Watch melainkan Samsung Gear 2. Aplikasi yang diminta pun adalah aplikasi yang kompatibel dengan jam tersebut. Dikutip dari situs Fortune, beberapa jenis aplikasi jam pintar yang dibutuhkan NASA adalah: 1. Aplikasi yang mengatur jadwal astronaut, yaitu aplikasi yang akan menunjukkan agenda dan jadwal astronaut serta menginformasikan jalur navigasi terbaik. 2. Aplikasi yang memperingatkan dan meningkatkan tingkat kewaspadaan astronaut. Aplikasi ini akan memberikan tingkat bahaya dari suatu peringatan berdasarkan kode warna. 3. Aplikasi yang menginformasikan status komunikasi, yaitu aplikasi yang akan memberitahu apakah pesawat dapat berkomunikasi dengan stasiun di bumi, baik melalui suara atau video. 4. Aplikasi waktu, yaitu aplikasi yang memperkirakan durasi daru suatu prosedur atau aktivitas. 5. Aplikasi yang memberikan umpan balik bagi setiap tindakan astronaut.
  5. Aplikasi-aplikasi pemantau kebugaran membuat orang bisa melacak kegiatan fisiknya, termasuk kalori yang dibakar dan penurunan berat badan. Tetapi, aplikasi seperti ini juga bisa membuat orang urung berolah raga karena disibukkan dengan input data pengguna. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com ITCare Indonesia: http://itc.web.id
  6. Untuk pertama kalinya, Sony menghadirkan Android Wear terkini lewat kolaborasi erat bersama Google dalam perangkat jam pintar terbarunya, SmartWatch 3. Seperti yang dikatakan Chang Seng Hock, Marketing Director Sony Mobile Communications, SEA & Oceania saat peluncuran lini Xperia Z3 di Sands Expo and Convention Centre, Singapura (16/9), SmartWatch 3 dilengkapi dengan fitur kedap air dengan sertivikasi IP683 serta Lifelog, aplikasi pendamping yang didesain untuk membantu penggunanya lebih memahami cara hidup dan beraktivitas. Yang menarik, jam pintar besutan Sony ini akan memberikan informasi yang dibutuhkan penggunanya, bahkan menampilkannya sebelum ditanyakan. Informasi yang dapat ditampilkan SmartWatch 3 ini diantaranya pesan dari teman, notifikasi janji, dan informasi cuaca, info penerbangan, tips favorite, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan informasi tersebut, pengguna bisa berinteraksi dengan jam pintar ini melalui suara. Untuk menyimpan semua aktivitas penggunanya, SmartWatch 3 dilengkapi dengan memori internal 4GB, built-in mikrofon, dan teknologi sensor Akselerometer, Kompas, Gyro dan GPS. Dengan desain premium panel stainless steel, SmartWatch 3 menawarkan peningkatan signifikan dari SmartWatch 2, termasuk layar TFT LCD Transflektif 1,6” 320x320 agar mudah dilihat meski di bawah terik matahari. Sebagai penunjang hiburan, Sony menawarkan dukungan koneksi Bluetooth dan NFC untuk bisa menghubungkan SmartWatch 3 secara langsung dengan akun Sony Entertainment Network.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy