Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'sim card'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker. Simjacker telah digunakan oleh peretas untuk melacak lokasi pengguna, mencegat panggilan, hingga mengirim pesan singkat ke ponsel korban. Simjacker ditemukan oleh para peneliti di AdaptiveMobile Security. Peneliti mengatakan Simjacker merupakan sebuah lompatan besar dalam ekosistem peretasan. Simjacker dianggap lebih canggih dan kompleks dibandingkan serangan versi sebelumnya. Sebelumnya serangan lebih menyasar ke jaringan inti seluler. Serangan Simjacker melibatkan pesan singkat yang berisi jenis kode seperti spyware yang dikirim ke ponsel. Kemudian Simjacker akan mengarahkan kartu SIM untuk mengambil alih ponsel. "Kerentanan ini saat ini sedang dieksploitasi secara aktif oleh perusahaan swasta tertentu yang bekerja dengan pemerintah untuk memantau individu," kata para peneliti AdaptiveMobile Security. Simjacker telah digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap individu terkait penipuan, panggilan penipuan, kebocoran informasi,dan spionase. Simjacker berpotensi mengancam setiap ponsel cerdas yang menggunakan kartu SIM terlepas dari merek dan model. Pasalnya kerentanan ini berkaitan dengan teknologi yang disematkan pada kartu SIM dan bukan pada perangkat tertentu. Asal Muasal Serangan itu berasal dari teknologi yang tertanam dalam kartu SIM yang disebut S @ T Browser atau SIMalliance Toolbox Browser. Teknologi ini dapat digunakan untuk sejumlah fungsi seperti membuka browser, mengatur panggilan, memainkan nada dering dan lain-lain. Setelah peretas menggunakan Simjacker agar ponsel pintar membuka browser, mereka dapat membuat perangkat yang ditargetkan untuk membuka situs berbahaya. Situs ini bisa menginfeksi perangkat dengan malware. Dilansir dari Engadget, para peneliti bahkan mengatakan bahwa celah dan kerentanan tersebut dieksploitasi oleh perusahaan swasta dalam dua tahun terakhir. AdaptiveMobile Security mengatakan perusahaan swasta itu telah menggunakan Simjacker di lebih dari 30 negara selama minimal dua tahun. 30 negara ini didominasi oleh negara dari Timur Tengah, Afrika Utara, Asia dan Eropa Timur.
  2. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memberlakukan aturan baru registrasi kartu SIM seluler prabayar. Ini bukan hanya berlaku untuk pelanggan yang membeli kartu perdana baru, tetapi juga pelanggan lama. Namun, prosedur registrasi kartu SIM prabayar untuk pelanggan lama saat ini belum ditentukan dan akan dibicarakan lebih lanjut. "Untuk pelaksanaannya, BRTI akan berdialog dahulu dengan para pemangku kepentingan," ujar Kalamullah Ramli, Ketua BRTI yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sementara prosedur untuk pelanggan lama belum dibuat, namun perusahaan seluler anggota Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) akan melakukan pendaftaran ulang setiap ada pelanggan yang datang ke gerai resmi untuk melakukan penyesuaian data, kata Sutrisman, Direktur Eksekutif ATSI. "Nanti secara bertahap kita akan membahas soal itu (registrasi ulang pelanggan lama)," tutur Sutrisman. Anggota ATSI sendiri didominasi oleh perusahaan seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Tri, Smartften, Bakrie Telecom, PSN, sampai Ceria. Sementara ini pemerintah baru merampungkan prosedur registrasi untuk pelanggan yang baru membeli kartu SIM perdana, di mana mereka tak bisa lagi melakukan registrasi secara mandiri dengan mengirim SMS identitas diri ke 4444. Kini, registrasi hanya bisa dilakukan oleh penjual kartu SIM yang telah memiliki identitas (ID) dari perusahaan telekomunikasi seluler dan tercatat sebagai mitra resminya. Kemudian, pembeli wajib memberikan kartu identitasnya, bisa berupa KTP, SIM, Paspor, atau kartu pelajar. Dari kartu ini penjual akan mendata nomor identitas, nama, alamat, tempat dan tanggal lahir. Jika prosedur baru registrasi ini tidak diindahkan, maka pemerintah akan memberi sanksi kepada perusahaan seluler, yang bentuknya bisa berupa pembatasan atas nomor seluler perdana yang boleh dirilis. Dari sisi perusahaan seluler, juga dapat memberi sanksi kepada mitranya yang tak menjalankan prosedur baru registrasi. Mitra perusahaan seluler ini antara lain distributor, outlet, sampai peritel. Dalam penertiban kartu SIM prabayar ini, Kemkominfo dan BRTI sedang dalam proses menjalin kemitraan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam KTP untuk registrasi pelanggan kartu SIM prabayar. Kalamullah berharap, cara baru ini juga dapat menekan angka penyalahgunaan atau mengurangi peredaran pesan teks (SMS) yang tak diinginkan konsumen, termasuk penipuan "mama minta pulsa."
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy