Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'signal'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. CEO Telegram Pavel Durov akhirnya angkat bicara mengenai kritik yang menyebut aplikasi Telegram kurang aman. Tanggapan itu diunggah Pavel melalui kanal resminya di Telegram. Mengutip pernyataannya, Rabu (29/12/2021), Pavel menyebut laporan terbaru dari The Record mengenai dokumen pelatihan FBI membuktikan Telegram menepati janji menjaga kerahasiaan data penggunanya. Sementara aplikasi lain seperti WhatsApp memberikan data pengguna ke pihak ketiga. Selain itu, sejumlah aplikasi yang memiliki klaim end-to-end encryption ternyata dapat mengungkapkan isi pesannya. "Laporan itu telah memastikan Telegram menjadi salah satu satu dari sedikit aplikasi olah pesan yang tidak melanggar kepercayaan penggunanya," tulis Pavel Durov dalam pernyataannya itu. Menurut Pavel, hal itu dapat terjadi karena kebanyakan aplikasi olah pesan karena insinyur mereka tinggal di Amerika Serikat, sehingga mereka harus diam-diam menerapkan backdoor di aplikasi mereka jika ada permintaan dari pemerintah Amerika Serikat. Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus, sejumlah agensi Amerika Serika tidak memerlukan perintah pengadilan untuk mengekstrak informasi pribadi dari aplikasi olah seperti WhatsApp. Bahkan, menurut Pavel, ada sejumlah laporan menyebut beberapa aplikasi olah pesan yang dikenal aman ternyata didanai oleh agensi pemerintah Amerika Serikat, seperti Anom dan Signal. Penjelasan Pavel Durov "Selama bertahun-tahun, National Security Agency (NSA) telah memastikan standar enkripsi internasional sejalan dengan kemampuan NSA untuk melakukan dechiper, dan semua pendekatan enkripsi lain disebut 'non-standar' atau 'buatan rumah'," tulisnya. Oleh sebab itu, aplikasi olah pesan berbasis Amerika Serikat, seperti WhatsApp kerap ditanamkan akses backdoor yang dapat digunakan oleh pemerintah, termasuk pihak lain untuk meretas smartphone dan mengekstrak data pribadi penggunanya. "Saya mendengar pesaing kami yang berbasis di AS frustasi karena mereka tidak dapat menandingi pertumbuhan Telegram, meskipun banyak berinvestasi dalam pemasaran (sesuatu yang tidak pernah diinvestasikan Telegram)," tulis Pavel. Pendiri Signal: Telegram Aplikasi yang Buruk Soal Privasi dan Pengumpulan Data Sebelumnya, Moxie Marlinspike, Co-Founder sekaligus CEO dari Signal Messenger, baru-baru ini melontarkan kritiknya terhadap aplikasi pesaing yaitu Telegram. Dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya @moxie, Marlinspike menyebut bahwa Telegram memiliki banyak fitur yang menarik, namun buruk dalam hal privasi dan pengumpulan data. "Telegram memiliki banyak fitur menarik, tetapi dalam hal privasi dan pengumpulan data, tidak ada pilihan yang lebih buruk," kata Marlinspike, dikutip Rabu (29/12/2021). Ia mengungkapkan, Telegram menyimpan semua kontak, grup, media, dan setiap pesan yang pernah dikirim atau diterima dalam teks biasa di server mereka. "Aplikasi di ponsel Anda hanyalah 'tampilan' ke server mereka, tempat data sebenarnya berada," kata Marlinspike. "Hampir semua yang Anda lihat di aplikasi, Telegram juga melihatnya," imbuhnya dalam cuitan lain.
  2. Dinas intelijen National Security Agency (NSA) Amerika Serikat tak hanya mampu melacak lokasi ponsel pengguna. Lebih dari itu, mereka mampu memecahkan kode pribadi, kode enkripsi, mengetahui semua pesan dan panggilan telepon yang berjalan di spektrum frekuensi radio. Hal ini terungkap dalam data internal NSA yang dibocorkan mantan karyawannya, Edward Snowden, lalu diwartakan The Washington Post. Undang-undang di AS sebenarnya melarang NSA untuk mengumpulkan isi percakapan warga AS tanpa perintah pengadilan. Para ahli keamanan telah lama mengeluhkan teknologi enkripsi yang umum digunakan, yang dikenal sebagai A5/1, karena rentan dibobol. Teknologi ini berkali-kali berhasil ditembus oleh para peneliti dalam berbagai proyek selama kurang lebih satu dekade. “Teknologi enkripsi dirancang 30 tahun lalu, dan Anda tidak akan mengharapkan mobil berusia 30 tahun untuk memiliki sistem keamanan terbaru,” kata David Wagner, seorang ilmuwan komputer di University of California di Berkeley. Teknologi A5/1 dikembangkan sejak 1980-an tetapi masih digunakan secara luas oleh ponsel yang mengandalkan jaringan 2G atau GSM. Banyak ponsel yang mengandalkan jaringan 2G untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. Menurut Karsten Nohl, kepala ilmuwan di Security Research Labs di Berlin, lebih dari 80 persen ponsel di seluruh dunia tidak dibekali enkripsi yang baik atau bahkan tidak ada enkripsi dalam melakukan panggilan telepon. Sementara itu, ponsel yang mendukung jaringan 3G dan 4G disebut memiliki teknik enkripsi yang lebih baik. Dokumen itu tidak menjelaskan apakah NSA mampu masuk dalam lalu lintas data (internet) dari perangkat seluler, yang biasanya menggunakan teknik enkripsi dengan teknologi berbeda. NSA berulang kali menekankan bahwa upaya pengumpulan data yang mereka lakukan ditujukan untuk target di luar AS. Hal itu semata dilakukan demi melindungi negara dan warga AS. Ketika ditanya tentang kabar ini oleh The Washington Post, NSA mengeluarkan pernyataan, “Sepanjang sejarah, negara telah menggunakan enkripsi untuk melindungi rahasia negara, dengan memantau teroris, penjahat siber, perdagangan manusia, dan lainnya dengan teknologi untuk memantau kegiatan mereka.” Ahli kriptologi Matthew Blaze dari University of Pennsylvania, mengatakan, jika NSA tahu bagaimana membobol A5/1, maka kemungkinan besar dinas intelijen negara lain juga dapat melakukannya. A5/3 Sebelumnya, para ahli keamanan pernah meminta perusahaan pembuat ponsel untuk meningkatkan standar enkripsi ke sistem terbaru agar keamanan lebih sulit dibobol. Teknologi itu disebut A5/3, yang mengalami perubahan besar dibandingkan A5/1. Menurut Karsten Nohl, pembaruan sistem enkripsi menuju A5/3 membutuhkan investasi yang besar, memakan waktu, dan mungkin bakal menggangu kenyamanan pengguna karena harus beralih ke teknologi baru. Di Jerman, lanjut Nohl, sudah ada dua operator telekomunikas yang mengadopsi teknik enkripsi A5/3 untuk jaringan 2G. Beberapa operator telekomunikasi di AS, seperti AT&T dan T-Mobile, berkomitmen untuk meningkatkan standar enkripsi. Namun, mereka tidak mengungkapkan standar macam apa yang akan digunakan. Bukan hanya operator telekomunikasi yang berkomitmen meningkatkan standar enkripsi, perusahaan teknologi berbasis internet juga akan meningkatkan enkripsi. Google dan Yahoo, disebut sebagai perusahaan yang disadap oleh NSA. Mendengar kabar itu, kedua perusahaan penyedia platform e-mail terbesar itu akan melakukan enkripsi pada data center yang terhubung dengan kabel laut. Karena, salah satu cara NSA menyadap Google dan Yahoo adalah lewat kabel laut. Microsoft dilaporkan juga akan mengikuti langkah Google dan Yahoo.
×
×
  • Create New...