Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'semut'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Gigitan semut api dikenal menimbulkan rasa panas, nyeri, sekaligus gatal yang intens. Saat menggigit kulit, semut api juga menginjeksikan racun yang disebut solenopsin dalam tubuh. Gigitan menimbulkan ketidaknyamanan yang harus segera diatasi. Pertolongan Pertama pada Gigitan Semut Api Saat baru saja digigit semut api, langkah berikut perlu segera dilakukan untuk meminimalkan efek gigitan. 1. Segera singkirkan semut api Semut api dikenal karena sifat agresif mereka. Untuk mencegah kejadian lebih parah, segera singkirkan semut yang masih menempel di tubuh. Jangan singkirkan semut dengan tangan kosong, Anda bisa menggunakan kain atau handuk agar semut tidak justru berpindah dan menggigit tangan. Jika Anda berada di daerah yang banyak semut apinya, segera menyingkir ke tempat yang lebih aman. 2. Cuci daerah yang terkena gigitan Cuci daerah yang digigit menggunakan air hangat dan sabun antibakteri. Anda juga bisa mencoba menekan kulit untuk mengeluarkan racun. Cara lain, cuci luka gigitan dengan larutan pemutih yang ditambahkan air pada perbandingan yang sama. Jika Anda bisa menahan rasa sakit, cuci luka menggunakan alkohol untuk memastkan luka terbebas dari infeksi. Pastikan membersihkan luka sesegera mungkin, sebaiknya dalam waktu 10 menit setelah gigitan. 3. Jangan menggaruk bekas gigitan Racun semut api menyebar segera dan menyebabkan rasa terbakar dan gatal luar biasa. Meskipun terasa amat gatal, jangan menggaruk bekas gigitan karena hanya akan membuat infeksi menyebar ke daerah yang lebih luas. Obat antihistamin oral mungkin diperlukan bagi orang yang alergi terhadap gigitan semut api. 4. Oleskan krim antiseptik Selanjutnya, oleskan krim antiseptik pada daerah yang digigit. Mengoleskan krim kortikosteroid topikal seperti Hidrokortison 1% akan membantu mengurangi bengkak dan gatal akibat gigitan semut api. Jika tidak tersedia, Anda bisa membuat pasta dari aspirin yang dihaluskan dan diberi sedikit air. Oleskan pasta ini pada kulit yang terkena gigitan. Cara lain, kompres gigitan dengan air dingin untuk mencegah pembengkakan. Cara Alami Mengobati Gigitan Semut Api Empat langkah diatas sudah cukup efektif untuk mengatasi gigitan semut api. Namun, Anda juga bisa menggunakan beberapa pengobatan alami untuk mempercepat penyembuhan bengkak akibat gigitan semut. Berikut adalah diantaranya: Oleskan minyak “tea tree oil” untuk membantu menghilangkan racun akibat gigitan semut api. Pasta lidah buaya bisa pula digunakan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Oleskan minyak peppermint atau minyak lavender untuk mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan. Mandi dengan air hangat yang telah dicampur dengan 2-3 cangkir boraks. Boraks adalah boron mineral yang membantu menarik racun dari kulit.
  2. Semut memang bisa menarik benda yang lebi berat dari tubuhnya, begitu juga robot-robot semut yang diciptakan ilmuwan di Universitas Stanford. Robot-robot semut itu diletakkan bersama dalam satu rangkaian, total berat robot semut itu hanya 99 gram. Para peneliti menguji kekuatannya untuk menarik mobil keluarga yang bobotnya mencapai 1.769 kilogram. Dalam video yang diunggah di YouTube, para robot mungil itu terlihat benar-benar bisa menarik mobil dengan kaki-kaki kecilnya. Rahasia kekuatan para robot mungil itu terletak pada desain dan cara geraknya yang memang dibuat seperti semut. Para ilmuwan menyadai bahwa semut bisa dengan mudah mengangkat benda yang ribuan kali lebih berat dari tubuhnya. Selain terinspirasi dari alam dengan semut-semutnya, para ilmuwan juga mengaku tercerahkan begitu mereka melihat film Big Hero 6. Film itu memang menampilkan robot-robot kecil yang bisa disatukan untuk mengerjakan tugas yang hampir mustahil. “Dengan mempertimbangkan dinamika sebuah tim, bukan hanya individual, kami berhasil membuat tim robot microTug yang seperti semut, sangat kuat sebagai individual tapi juga bisa bekerja sebagai tim,” kata David Christensen, pemimpin riset tersebut. Mau lihat seperti apa kekuatan para robot tersebut, berikut adalah video yang demonstrasi kekuatan para microTug yang diunggah di YouTube.
  3. Saat bermain suit jari, gajah yang disimbolkan dengan jempol selalu kalah dari kelingking yang menggambarkan semut. Lalu, kenapa gajah bisa kalah dari semut? Menurut penelitian, gajah memang takut pada makhluk kecil tersebut. Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Mpala, Kenya, dan Universitas Florida Dr Todd Palmer bersama rekan-rekannya dimulai ketika mereka melihat gajah yang berlarian dari pohon akasia yang dipenuhi semut. Seperti di kisah utama serial ‘Dumbo’, kartun klasik Disney tersebut juga menunjukkan ketakutan gajah pada semut. Hal ini menjadi menarik ketika ukuran semut yang hanya 5 milimeter ditakuti hewan yang beratnya 1 miliar kali lebih berat. Alasan di balik ketakutan tersebut adalah karena gajah tidak menyukai semut masuk ke belalainya. Seperti diketahui, belalai gajah merupakan organ yang sangat sensitif sehingga keberadaan semut di dalamnya akan sangat menganggu hewan bergading tersebut. Dr Palmer kemudian menyimpulkan bahwa koloni semut telah membantu penggundulan hutan dan melindungi tanaman langka di Afrika, hanya dengan keberadaan mereka di pohon-pohon itu.
  4. Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia [Feronom] di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan. Banyak serangga memiliki zat feromon, tapi masing masing memiliki fungsi yang serupa tapi tak sama. Sebagai contoh : Semut menggunakan feromon untuk meninggalkan jejak, sedangkan kupu-kupu menggunakan Feromon untuk menarik lawan jenis. Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus? Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang peneliti bernama Richard Feynman meletakkan sebongkah gula di salah satu ujung bak mandi, lalu menunggu seekor semut datang dan menemukannya. Ketika semut yang pertama kali datang ini kembali ke sarangnya, Feynman mengikuti jejaknya yang berkelok. Kemudian Feyman mengikuti jejak semut-semut berikutnya. Ternyata Feynman menemukan bahwa semut yang datang belakangan tidak mengikuti jejak yang ditinggalkan; mereka lebih pintar, mengambil jalan memotong sampai akhirnya jejaknya menjadi berbentuk garis lurus. Diilhami hasil penelitian Feynman, seorang ahli komputer bernama Alfred Bruckstein membuktikan secara matematis bahwa semut-semut yang datang selanjutnya memang meluruskan jejak berkelok itu. Kesim-pulan yang didapatnya sama: setelah beberapa ekor semut, panjang jejak dapat diminimalkan menjadi jarak terpendek antara dua titik dengan kata lain, membentuk garis lurus.86 Apa yang diceritakan tadi tentu saja membutuhkan keahlian jika dilakukan oleh manusia. Ia tentu harus menggunakan kompas, jam, maupun perlengkapan yang lebih canggih lagi untuk menentukan suatu jarak. Orang ini harus juga menguasai matematika. Berbeda dengan manusia, penunjuk jalan semut adalah matahari, sedangkan kompasnya adalah cabang pohon dan tanda alam lainnya. Semut mengingat bentuk tanda-tanda ini, sehingga dapat menggunakannya untuk menemukan rute pulang terpendek, meskipun rute ini benar-benar baru baginya. Meskipun kedengarannya mudah, sebenarnya cara ini sulit dijelas-kan! Bagaimana mungkin seekor makhluk kecil seperti semut, yang tidak memiliki otak maupun kemampuan berpikir dan mempertimbangkan, melakukan perhitungan seperti ini? Teknik komunikasi dengan jejak (mengikuti jejak bau) sering digunakan oleh semut. Banyak contoh yang menarik dalam hal ini Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan. Suatu spesies semut yang hidup di gurun pasir di Amerika menge-luarkan bau khusus yang diproduksi di kantung racunnya jika ia menemukan serangga mati yang terlalu besar atau berat untuk di-bawanya. Teman-temannya sesarang dari jauh dapat mencium bau yang dikeluarkan dan mendekati sumbernya. Ketika jumlah semut yang berkumpul di sekitar mangsa sudah cukup, mereka membawa serangga tersebut ke sarang Ketika semut api berpisah untuk mencari makanan, mereka meng-ikuti jejak bau selama beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut api berubah jika sudah mene-mukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut api kembali ke sarang dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis. Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan. Bayangkan jika seorang manusia ditinggalkan di hutan yang tidak dikenal. Walaupun orang ini mengetahui arah yang harus dituju, ia akan kesulitan menemukan jalan yang tepat dan mungkin saja tersesat. Selain itu, ia juga harus melihat keadaan sekitar dengan hati-hati dan mem-pertimbangkan jalan mana yang terbaik. Namun, semut bertindak seolah-olah mengetahui benar cara menemukan jalan. Pada malam hari, mereka dapat menemukan dan mengikuti jalan yang mereka tempuh saat menemukan makanan pada pagi harinya, meskipun kondisinya berubah.
  5. Permasalahan yang sering mengganggu kenyamanan sebuah rumah selain masalah tikus dan permasalahan kecoa ternyata semut juga kadang menjadi salah satu masalah. Semut jika hanya satu atau dua saja sih masih tidak masalah. Namun ketika jumlah mereka semakin banyak maka akan mulai mengganggu kenyamanan. Apalagi jika mereka mulai melakukan ekspansinya menyerang makanan dan gula. Maka akan mengganggu dan membuat kita semakin jengkel. Biasanya jenis semut merah suka menyerang makanan berupa lauk, ikan, dan makanan lainnya. Sedangkan jenis semut hitam meyerang yang manis-manis seperti gula, minuman manis yang terbuka tutupnya, dan makanan manis lainnya. Maka ketika permasalahan tersebut menyerang biasanya seseorang akan mulai berfikir bagaimana cara mengusir semut-semut tersebut?. Kemudian terbesit untuk membeli obat anti semut yang sudah banyak dijual di pasaran. Biasanya obat tersebut cenderung berhasil mengatasi semut. Namun akan menjadi masalah jika kita memiliki anak kecil yang suka memegang-megang sembarangan. Cara Mengusir Semut Secara Alami Apa jadinya jika mereka pegang obat semut yang sudah di tabur kemudian memasukannya ke mulut mereka. Secara obat yang digunakan mengusir semut itu terbuat dari bahan kimia yang bisa saja berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Jika sudah demikian pilihan selanjutnya jatuh pada cara alami mengusir semut. Cara tersebut tentunya tidak menggunakan bahan berbahaya melainkan bahan-bahan alami yang sangat tidak disukai oleh semut. Berikut bahan-bahan yang bisa dugunakan. Cara Mengusir Semut Dengan Bahan Disekitar Selain bahan alamin diatas masih ada beberapa bahan di sekitar kita yang juga bisa kita manfaatkan untuk mengusir semut. Pastinya bahan-bahan ini cukup aman dan ampuh untuk membasmi semut di sekitar kita.
  6. Semut Jepang merupakan serangga berbadan kecil yang selama ini hanya ktia perhatikan jika megerubungi makanan-makanan manis ternyata bukan hanya makhluk yang membuat kotor rumah. Semut Jepang merupakan hewan yang jika dikonsumsi memberikan banyak manfaat kesehatan. Sebelum kita membahas cara makan semut Jepang, mari kita kenali sekilas mengenai hewan yang satu ini. Apa itu semut jepang Di Jepang, terdapat sekitar 200 spesies semut yang dalam bahasa negara tersebut dinamai “Ari”. Spesies-spesies tersebut termasuk Pachycondyla pilosior, Ponera swezeyi, Solenopsis japonica, Camponotus nipponicus, Polyergus samurai serta banyak lagi. Berbeda dengan semut kebanyakan di sekitar rumah kita, semut jepang memiliki badan yang keras. Semut-semut ini memiliki sayap, namun tidak bisa menggunakannya untuk terbang. Hewan yang hidup berkelompok ini bereproduksi dengan sangat cepat dan tidak memakan satu sama lainnya. Cara Budidaya Semut Jepang Budidaya semut Jepang menjadi marak setelah banyak orang menemukan khasiat dari mengonsumsi jenis-jenis serangga ini. Siapkan bibit semut jepang, sekitar 3 ekor atau lebih karena akan baik hasil perkembangbiakannya dalam menghasilkan populasi yang banyak. Sediakan tempat seperti toples ataupun baskom yang tertutup, lalu diberi lubang kecil untuk saluran udara. Siapkan ragi tape, yang berfungsiuntuk sebagai permentasi tape. Siapkan tempatnya yang memiliki suhu berkisar 30 derajat atau dalam kondisi sedang. Siapkan kapas yang berfungsi untuk tempat perkembangbiakan semut jepang, kapas disesuaikan dengan toples atau baskom tempat berkembangbiaknya semut jepang. Point 1,3 dan 5 masukkan semua ke dalam toples atau baskom yang sudah disiapkan sebelumnya. Manfaat Semut Jepang Di antara manfaat yang bisa didapat dengan cara makan semut Jepang tersebut antara lain: Bisa menurunkan kadar kolesterol pada darah seseorang. Bisa membantu pemulihan,meringankan, serta menyembuhan penyakit Jantung. Sebagai obat asam urat, sehingga jika kadar asam urat Anda sudah terlampau tinggi, mengkonsumsi semut Jepang akan membantu mengobati berbagai penyakit-penyakit yang menjadi dampaknya. Pereda hipertensi. Semut Jepang bisa menstabilkan tekanan darah pada penderita penyakit tekanan darah tinggi. Menstabilkan kadar gula darah pada penderita atau orang-orang yang rawan terkena penyakit diabetes. Meningkatkan vitalitas pria dan wanita agar tidak loyo setelah melakukan kegiatan sehari-hari yang super padat. Sebagai obat penyakit hati atau hepatitis. Ada beberapa cara makan semut Jepang untuk mendapatkan khasiatnya. Cara yang pertama dan paling populer adalah dengan memasukkan semut Jepang ke dalam sebuah kapsul kosong. Belilah sebuah kapsul kosong dari apotek atau toko obat yang berasal dari bahan rumput laut. Kemudian, isilah kapsul tersebut dengan seekor semut Jepang. Untuk mengkonsumsinya, Anda bisa langsung menelan kapsul ini atau menggunakan bantuan bahan makanan lain seperti pisang. Cara kedua adalah dengan memasukkan satu atau dua ekor semut Jepang ke dalam segelas air atau teh panas. Setelah serangga tersebut mati, Anda bisa mencampurkan sedikit air dingin agar menjadi hangat dan meminumnya. Berikut adalah dosis yang perlu diperhatikan untuk tiap penyakit berbeda: Untuk Anda yang terserang diabetes, makanlah 2 ekor semut 2 kali dalam sehari untuk tiga hari dalam seminggu. Setelah itu, periksa kembali kadar gula Anda. Jika telah normal, lanjutkan konsumsi 1 ekor semut tiap tiga hari dalam seminggu hingga satu bulan berikutnya. Untuk penderita penyakit hati, makanlah 3 ekor semut 2 kali sehari selama tiga hari dalam seminggu. Untuk penderita asam urat, minumlah 2 ekor semut Jepang 2 kali dalam sehari. Jika Anda merasa kondisi Anda sangat parah, Anda boleh mengkonsumsi 5 ekor semut. Untuk Anda yang sering capek-capek setelah kerja, makanlah 4 ekor semut Jepang pada malam atau pagi hari sebelum Anda berangkat.
  7. Ketika seekor semut mati, teman-teman yang satu sarang dengannya bisa segera mengetahuinya. Oleh karena itu, resiko penyerangan terhadap koloni semut bisa sedikit dikurangi. Namun bagaimana semut bisa tahu bahwa temannya akan mati? Adalah suatu teori ilmiah yang menjelaskan hal ini. Semut mati melepaskan zat kimia yang dihasilkan oleh dekomposisi seperti asam lemak yang memberitahukan tanda kematian pada koloni semut lainnya. Namun teori ini kemudian terbantahkan oleh hasil riset terbaru, Dong Hwan Choe. “Semut bisa mengetahui temannya akan mati karena adanya mekanisme berbeda yang tersembunyi di balik necrophoresis yang menyingkirkan salah satu semut pada suatu koloni dalam satu sarang yang sama”, kata Choe seperti dikutip dari Live Science, Kamis, 7 Mei 2009. Kematian atau zat mati. Sementara semut hidup selain memiliki zat tersebut, juga memiliki zat kimia lain yang berhubungan dengan kehidupan atau disebut dengan ‘zat hidup’. Ketika seekor semut mati, tingkat zat hidup mereka akan berkurang atau bahkan menghilang sama sekali, sehingga yang tersisa hanyalah zat mati. “Jadi hal ini dikarenakan semut yang mati tidak lagi mengeluarkan bau yang sama dengan semut yang hidup, bukan karena mereka mengeluarkan zat baru pada saat setelah mereka mati“, akhiri Choe.
  8. Saat mengajak anak-anak jalan ada kejadian yang membuat saya penasaran. Disuatu tempat kami berhenti untuk melihat-lihat situasi di sekitarnya yang cukup ramai, maklumlah dekat dengan pasar. Secara tidak sengaja kaki saya menginjak kerumunan semut hitam. Merasa terganggu ada salah satu semut yang menggigit kaki. Agak perasaan kesal juga digigit semut, maka dengan sedikit emosi saya hentakkan kaki berharap si semut terlempar dan tidak menggigit lagi. Saat itu anakku yang kecil saya gendong sehingga tanganku tidak bisa digunakan untuk membuang si semut. Saya pun berlalu kembali, namun ternyata si semut masih menempel di kaki. Aduh bandel amat nih pikirku. Kemudian saya hentakkan lagi kaki agar semut itu pergi. Namun si semut masih dengan setia menempel. Sekali lagi saya hentakkan kaki, namun tetap si semut menempel. Akhirnya dengan menggunakan sebelah kaki yang lain kupakai untuk menyingkirkan si semut. Aha akhirnya si semut bandel itu terlempar entah kemana. (Eh… kejam sekali ya). Sambil berjalan saya berpikir kenapa itu semut begitu kuat menempel di kaki, padahal sudah saya hentakkan berkali-kali tetapi tidak mental juga. Berarti si semut dapat menempel begitu kuat. Ada apa dengan kakinya, apakah punya lem pelekat sehingga dapat menempel ataukah ada hal lain. Pikiranku masih dipenuhi tanda tanya. Aku pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah bersama anak-anak. Saya kemudian teringat pada rumah percontohan tahan gempa yang dibuat disuatu perumahan dekat rumah. Desain rumah tersebut dibuat dengan fondasi kaki-kaki yang tinggi (seperti rumah adat sumatera?). Sehingga bangunannya ada di atas tidak seperti rumah kebanyakan yang fondasi rumah langsung bersentuhan dengan tanah. Apakah kaki-kaki rumah ini bertujuan untuk meredam getaran yang terjadi akibat gempa? Bila ya, berarti kaki semut juga memiliki konsep yang sama dan bisa lebih kuat lagi karena kaki semut itu tidak lurus melainkan ada ruasnya sehingga badannya berada di tengah terayun diantara keenam kakinya. Pantas saja ketika kaki saya hentakkan si semut dengan asyiknya masih menempel di kaki. Karena getaran yang ditimbulkan oleh hentakkan kaki saya dapat diredam dengan mudah oleh semut. Saya juga teringat pada orang yang melakukan push up. Orang yang push up akan tampak stabil dan santai (tenaga tidak terkuras) pada saat posisi tangan seperti kaki semut. Adakah penjelasan ilmiah untuk masalah ini? saya kira ada.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy