Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'self drive'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Singapura mungkin menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang sukses memberi jalan bagi mobil otonom alias tanpa sopir berkeliaran di sudut-sudut kota. Adalah startup NuTonomy yang digagas sejumlah ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang membawa mobil otonom itu ke kota sekaligus negara tersebut. Langkah selanjutnya, NuTonomy akan melakukan uji coba mobil otonom ini ke distrik bisnis di Singapura dan segera melakukan debut dengan meluncurkan taksi tanpa sopir dalam beberapa waktu ke depan. Emilio Frazzoli, salah satu pendiri dan CTO nuTonomy serta profesor MIT, mengatakan Singapura adalah kota yang sangat baik untuk menguji teknologi karena kondisi lalu lintasnya, NuTonomy menerapkan teknologi manajemen transportasi berdasarkan algoritma militer AS yang biasanya digunakan sebagai koordinasi drone. Taksi tanpa sopir ini akan membantu untuk mengurangi lalu lintas dan emisi karbon dengan membuat mobil lebih efisien. "Itu sama saja mengurangi 60 persen dari jumlah kendaraan yang beroperasi di Singapura," kata Frazzoli, seperti dikutip dari Motherboard. Algoritma yang dirancang di mobil ini termasuk cerdas karena mampu mengetahui kondisi jalanan dengan baik dan mengatasi masalah hambatan dengan keputusan lebih cepat. NuTonomy adalah salah satu dari banyak perusahaan yang bekerja mobil otonom ini sekaligus mengembangkan teknologi sejenis untuk Tesla, Uber, dan Apple juga.
  2. Jepang akan segera melakukan uji coba pengoperasian mobil tanpa supir (driverless car) pada tahun 2016. Uji coba ini akan diadakan pada sebuah distrik kecil di selatan Tokyo bernama Kanagawa. Di kota itu, mobil milik Robot Taxi Inc. tersebut akan melayani 50 warga, utamanya yang berusia lanjut. Mobil tanpa supir ini akan mengantarkan warga ke lokasi penting yang tidak dilayani angkutan umum dalam radius tiga kilometer. Mobil ini dirancang untuk dapat beroperasi di jalan-jalan utama yang penuh dengan kendaraan lain yang dikemudikan manusia. Untuk memastikan keamanan selama perjalanan, seorang supir akan ditempatkan di mobil tersebut selama perjalanan. Namun supir itu hanya bertugas mengawasi kerja mobil dan hanya mengambil alih kemudi dalam keadaan darurat. Jika uji coba ini berhasil, Jepang akan memperkenalkan layanan mobil tanpa supir ini pada tahun 2020, bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade di kota Tokyo. Mobil tanpa supir kini memang menjadi obsesi banyak perusahaan otomotif maupun teknologi. Mercedes, BMW, Audi, Toyota, dan Nissan adalah sebagian nama yang serius menggarap mobil tanpa supir. Sementara dari dunia teknologi, Google terbilang terdepan dalam area ini. Maklum saja jika mereka sangat serius menggarap industri mobil tanpa supir. Pada tahun 2025, industri ini diramalkan akan bernilai US$ 1300 milyar.
  3. Pimpinan dan CEO Nissan Motor Co, Carlos Ghosn, memperkenalkan konsep Nissan IDS kepada media dalam Pameran Mobil "Tokto Motor Show" di Tokyo Nissan Motor Company memamerkan konsep mobil yang dilengkapi dengan pemindai laser, kamera yang bisa berputar 360 derajat, serta chip computer dan radar sehingga mobil bisa “berpikir” untuk menyetir secara otonom. Visi adanya mobil otonom atau “tanpa sopir” yang tidak mengeluarkan polusi sedikit pun, dan bisa menghibur penumpangnya dengan film-film online dan sosial media menjadi perhatian utama pada Pameran Otomotif Tokyo. Jepang, yang merupakan pusat pabrik mobil terkenal dunia, memiliki generasi lebih muda yang tidak tertarik memiliki atau mengemudi mobil. Selain menjadi upaya merayu mereka agar kembali tertarik pada mobil, pameran otomotif ini juga mendorong rencana ambisius yang didukung pemerintah bahwa Jepang adalah pemimpin teknologi mengemudi secara otomatis. Para wartawan berkesempatan melihat terlebih dahulu pameran tersebut hari Rabu (28/10) sebelum dibuka untuk umum hari Jumat mendatang (30/10). Nissan Motor Company memamerkan konsep mobil yang dilengkapi dengan pemindai laser, kamera yang bisa berputar 360 derajat, serta chip computer dan radar sehingga mobil bisa “berpikir” untuk menyetir secara otonom. Pabrik mobil Jepang menyebut teknologi ini sebagai “intelligent driving system” atau “sistem mengemudi cerdas” atau IDS. Nissan yang berkantor di Yokohama – Jepang mengatakan akan menawarkan beberapa fitur menyetir secara otonom itu selambat-lambatnya pada akhir tahun ini di Jepang. Pada tahun 2018 mobil dengan teknologi canggih itu bisa berganti jalur secara otonom di jalan bebas hambatan. Pada tahun 2020 mobil ini ditargetkan bisa memutuskan arah di perempatan jalan atau jalan di pemukiman penduduk. Pejabat-pejabat Nissan mengatakan mereka bekerja keras agar mobil buatannya bisa cukup cerdas untuk membedakan antara lampu merah lalu lintas dengan lampu merah di belakang mobil lain, belajar berbelok di perempatan dimana petunjuk jalan yang berwarna putih mungkin tidak terlihat dan mengantisipasi bahasa tubuh pejalan kaki ketika menyebrang jalan. Tantangan utama mobil-mobil canggih yang bisa mengemudi secara otonom ini adalah meraih kepercayaan sosial untuk misalnya berbagi ruang dengan mobil-mobil biasa yang masih dikemudikan manusia dan tentu saja para pejalan kaki, hewan dan obyek-obyek tidak diharapkan lain. Oleh karena itu beberapa pabrik mobil dalam pameran itu melengkapi teknologi itu pada kendaraan yang lebih tampak seperti mobil golf atau skuter dibanding mobil, seperti mobil buatan Honda Motor Company yang dikenal sebagai skuter Wander Stand dan Wander Walker. Beberapa pabrik mobil lain dalam Pameran Otomotif Tokyo itu adalah General Motors, BMW, Mercedes, Toyota dan Tesla yang bekerja keras menciptakan teknologi mengemudi secara otonom, sebagaimana perusahaan-perusahaan di luar industri otomatif seperti Google dan Uber. Pimpinan Honda yang juga Ketua Asosiasi Pabrik Otomotif Jepang yang menyelenggarakan pameran ini – Fumihiko Ike – mengatakan pemerintah Jepang menekan pabrik-pabrik mobil Jepang supaya memiliki fitur mengemudi secara otonom yang sempurna. Jepang sangat ingin memamerkan teknologi ini pada Olimpiade Tokyo tahun 2020, misalnya menggunakan mobil otonom untuk menjemput para atlet dari bandara dan membawa mereka ke Desa Olimpiade. Tetapi Ike mengakui keraguannya. Hal-hal diluar dugaan bisa terjadi di jalan, misalnya adanya paket yang jatuh dari mobil van. Otak manusia menurutnya memiliki kekuatan yang lebih baik dalam menghadapi hal-hal itu dibanding “artificial-intelligence” terbaik sekalipun.
  4. Mobil Google yang bisa berjalan sendiri tanpa pengemudi sedang melakukan uji coba dekat Museum Sejarah Komputer di Mountain View, California Polisi Cegat Mobil Google Tanpa PengemudiSeorang polisi lalu lintas California menghentikan satu mobil tapi tidak memberikan surat tilang, karena tidak ada pengemudi yang bisa diberikan surat tilang di mobil tersebut. Kantor polisi kawasan Mountain View mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa polisi menghentikan mobil tanpa pengemudi itu yang sedang diuji coba di jalan hari Kamis (12/11). Polisi melihat mobil tersebut melaju dengan kecepatan 24 mil per jam di zona 35 mil per jam dan kemudian menyadari mobil itu adalah Google Autonomous Vehicle. Ia kemudian menghentikan mobil tersebut dan menghubungi operatornya untuk memberi tahu bahwa mobil tersebut mengganggu lalu lintas, tapi tidak ditilang. Menurut peraturan lalu lintas Amerika, surat tilang dikeluarkan bila ada pengemudi. Google merespon hal ini di sebuah artikel di blog, dan mengatakan tidak ditilang, lalu menambahkan, "Menyetir terlalu lambat? Pasti jarang ada manusia yang disuruh berhenti karena itu."
  5. Sebuah laporan dari lembaga penelitian IHS memprediksikan jika pada 2050, semua mobil bisa berjalan secara otomatis dan tidak membutuhkan supir di belakang kemudinya. Bahkan IHS juga memprediksi jika pada tahun 2035, sudah ada sekitar 54 juta mobil autonomous dengan kemampuan mengemudi sendiri di seluruh dunia. Nantinya mobil autonomous ini akan dibagi dalam tiga level berbeda. yang pertama adalah level 3, yang mana mobil akan memiliki kemampuan mengemudi yang masih terbatas dengan hanya membantu menyesuaikan kondisi mobil dengan permukaan jalan dan faktor keamanan lainnya. Sedangkan untuk level 4, merupakan mobil yang bisa berkendara sendiri namun masih dengan kontrol manusia. Terakhir adalah mobil autonomous level 5 yang menjadi mobil yang bisa mengemudi sepenuhnya dan tidak membutuhkan kontrol dari manusia. Berdasarkan lansiran tersebut, diperkirakan jika mobil autonomous ini akan marak beredar di wilayah Amerika Utara, China, dan Eropa Barat. Mobil dengan sistem autonomous ini sendiri diklaim dapat menyuguhkan beberapa keuntungan baik dari segi keselamatan maupun dampak ke lingkungan. “Ada beberapa manfaat dari mobil diri mengemudi ke masyarakat, pengemudi, dan pejalan kaki,” kata kepala analis IHS bidang otomotif, Egil Juliussen. “Kemacetan lalu lintas dan polusi udara per mobil juga akan menurun karena SDC (self-driving car) dapat diprogram untuk lebih efisien dalam pola mengemudi mereka.” tambahnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy