Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'seksualitas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Kontroversi “robot seks” terus berlanjut. Di antara berbagai penolakan, David Levy, penulis buku “Love and Sex with Robots”, meyakini bahwa menjelang tahun 2050, hubungan intim antara manusia dan robotakan menjadi hal yang lumrah. “Makin banyak orang yang merasa sulit membangun hubungan, dan robot ini bisa mengisi kekosongan itu. Robot seks ini tak akan merendahkan perempuan lebih dari vibrator merendahkan perempuan,” katanya. Pemikiran Levy didasarkan kepada makin canggihnya robot yang kini makin mampu menirukan perilaku manusia, bahkan hingga menyerupai hubungan manusia dengan manusia yang lebih kompleks. Dr Kevin Curran, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers, mengatakan, produk seperti itu tak terhindarkan. “Akan naif kalau kita mengabaikan kekuatan pasar terkait 'robot intim' itu'” katanya kepada BBC. Namun, katanya, banyak keberatan juga akan muncul dari masyarakat. "Sudah banyak kelompok yang menyuarakan penentangan terhadap robot pembunuh. Dan saya kira akan tiba saatnya manusia menentang robot 'pendamping,' " katanya pula. Ia mencemaskan bahwa masyarakat akan tidak siap menghadapi prospek keberadaan robot pendamping sudah lumrah. "Apakah sudah ada legislasi yang memadai untuk mengantisipasi permasalahan masa depan ketika robot sudah begitu maju sehingga sepintas sulit dibedakan dari manusia? Bisakah robot menikah? Bisakah robot mengadopsi seorang anak?" tanyanya.
×
×
  • Create New...