Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'sarjana'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Para serikat buruh terus menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan sedikitnya 50% atau mencapai Rp 3,7 juta per bulan. Kalangan pengusaha mengancam akan hanya menerima lulusan sarjana (S-1) saja. "Bagi kami kalau itu sampai terjadi, ya silahkan, tapi jangan heran kita tahun depan hanya cari yang lulusan S-1 (sarjana)," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Gedung KADIN Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/10/2013). Tutum mengatakan tuntutan gaji yang diminta para buruh tahun depan setara dengan gaji pekerja level sarjana. Tahun ini saja pengusaha di Jakarta dengan kenaikan UMP dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta sudah merasa berat termasuk sektor usaha ritel. "Ya gaji segitu (Rp 3,7 juta) sama dengan sarjana, jadi buat apa kita cari pekerja yang lulusan SD, SMP atau SMA, kalau yang sarjana saja gajinya segitu. Sarjana yang butuh pekerjaan juga banyak," tegas Tutum. Ia mengakui permintaan para buruh mendesak kenaikan upah di atas 50% merupakan hak mereka. Namun jika hal itu terjadi maka yang akan rugi adalah kalangan buruh. "Pengusaha tidak mengharamkan upah naik, tapi kan ada aturan dan batasannya, jika nggak sanggup bayar, sementara harga produknya mahal, tutup saja, mending beli barang impor saja, lalu jual sendiri, jadi pedagang saja kita," ungkapnya. Menurutnya kenaikan upah yang diminta para buruh tidak akan ada habisnya. Kalangan pengusaha akan menyikapinya dengan menaikkan harga barang karena biaya produksi naik akibat biaya upah melonjak. "Harga barang-barang naik, buruhnya nggak cukup lagi penghasilannya, nuntut lagi upah tinggi, ini nggak ada habis-habisnya," tegas Tutum.
  2. Ada beberapa mitos umum mengenai gelar sarjana matematika. Banyak mahasiswa memilih matematika sebagai jurusan kuliah, tetapi tidak yakin tentang pilihan karier. Banyak juga yang menganggap matematikawan itu kutu buku dan orang aneh. 1. Mahasiswa matematika adalah kutu buku Sebagian besar mahasiswa jurusan matematika hanya mahasiswa biasa yang memiliki minat di dunia angka. Mempelajari matematika sebenarnya memudahkan kita menggabungkan mata pelajaran lainnya. Dan tentu saja, tidak semua dari mereka memakai kacamata atau membawa kalkulator ke mana-mana. 2. Pemilih bidang matematika hanya mengajar setelah lulus kuliah Nyatanya, kita bisa kok mengajar sambil kuliah, misalnya di lembaga bimbingan belajar atau les privat. Setelah lulus, sarjana matematika bisa mengikuti pelatihan tambahan untuk menguatkan kemampuan mereka dan bekerja sesuai minat. 3. Semua gelar matematika sama Banyak orang berpikir bahwa semua gelar matematika sama saja karena materi pelajarannya pun sama, yaitu angka. Faktanya, setiap gelar matematika berbeda dan memiliki kekhususan masing-masing seperti di bidang matematika terapan atau matematika sebagai ilmu murni. 4. Hanya laki-laki memilih jurusan matematika Sebanyak 40-50 persen lulusan matematika di Inggris pada 2011-2012 adalah perempuan. Banyak perempuan yang sama-sama tertarik pada matematika. 5. Mahasiswa matematika miliki bakat yang luar biasa Beberapa mahasiswa matematika memiliki bakat dalam memecahkan persoalan matematis di luar kepala dengan cepat. Tetapi, enggak semua mahasiswa matematika seperti ini. Ada yang memang berbakat, ada juga mahasiswa matematika yang harus berjuang untuk sukses menjalani kuliahnya.
  3. Kisah seorang ibu bernama Dawn Faizey ini menunjukkan kepada dunia bahwa di mana ada kemauan dan tekad yang keras, maka halangan seberat apapun bisa diatasi. Dengan kondisi yang nyaris lumpuh seluruh tubuh ia tetap mampu menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat sarjana. Dawn Faizey yang terkena serangan stroke pada tahun 2003 yang mengakibat sebagian besar tubuhnya lumpuh ini mampu menyelesaikan ujian yang diberikan kepadanya. Memang tiap ujian ia membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu tiga minggu. Namun ingat, ia melakukannya dengan kondisi lumpuh dan menjawab pertanyaan yang ditanyakan dalam ujian tersebut dengan mengedip. Dawn Faizey memang hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan matanya dan juga dengan menggerakkan sedikit kepalanya saja, namun ia menunjukkan kepada dunia bahwa ia mampu menyelesaikan kuliahnya di jurusan Ilmu Sejarah Purbakala dalam waktu sekitar 6 tahun. Tidak cukup hanya gelar sarjana, karena rencananya Dawn Faizey akan melanjutkan pendidikannya sampai mendapat gelar master. Sungguh semangat yang patut ditiru oleh kita semua.
  4. Di dalam bisnis teknologi komunikasi, ide dan inovasi adalah kunci sukses. Kemampuan mencium tren masa depan ini tidak bisa didapat di bangku kuliah. Buktinya, banyak petinggi bidang ini tidak menyelesaikan kuliah. Bill Gates (US$ 81,2 milyar) Pendiri perusahaan software komputer terbesar dunia Microsoft ini didaulat majalah Forbes sebagai orang terkaya dunia. Bill Gates sempat mengenyam pendidikan di Harvard University. Namun ia hanya mampu bertahan dua tahun duduk di bangku kuliah. Bersama sahabatnya, Paul Allen, Gates pada tahun 1975 mendirikan Microsoft, yang kini mempekerjakan sekitar 127.000 orang. Michael Dell ($US 22,4 milyar) Awalnya Dell bercita-cita menjadi dokter dan kuliah di University of Texas pada 1983. Tak mampu membendung minatnya pada komputer, ia memutuskan meninggalkan bangku kuliah dan mendirikan perusahaan Dell, Februari 1984. Perusahaan yang pada awalnya cuma mempekerjakan satu orang itu sekarang memiliki sekitar 103.000 pekerja. Dell menjelma menjadi salah satu perusahaan komputer terbesar dunia. Mark Zuckerberg ($US 33,1 milyar) Sejak tahun 2010, pria berusia 30 tahun ini menjadi langganan tetap dalam daftar tokoh paling kaya dan berpengaruh versi majalah Time. Kuliah informatika dan psikologi di Harvard University ia tinggalkan tahun 2006, dua tahun setelah mendirikan Facebook. Biografi raksasa teknologi komunikasi ini bisa disimak lewat film The Social Network. Steve Jobs ($US 8,3 milyar) Tokoh legendaris industri komputer ini berhasil mengangkat Apple menjadi perusahaan komputer yang eksklusif. Hampir tiga tahun setelah ia meninggal, sosok Steve Jobs dan Apple masih tetap tidak bisa saling dipisahkan. Sangat sulit untuk menemukan seorang visioner seperti Steve Jobs, yang dibesarkan oleh orangtua angkat dan tidak menyelesaikan kuliahnya. Jan Koum ($US 7,5 milyar) Pendiri dan CEO WhatsApp ini berasal dari keluarga miskin yang bergantung pada tunjangan pemerintah. Diajak Brian Acton masuk Yahoo dan bekerja selama hampir 10 tahun, Koum dan Acton kemudian melamar ke Facebook, namun ditolak. Januari 2009, saat memegang iPhone, ia menyadari peluang pasar bagi aplikasi ponsel pintar. Satu bulan kemudian bersama Acton ia mendirikan WhatsApp.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy