Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'saran'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Dalam alam pertemanan Anda tak sengaja mengolok atau menyakiti hati teman yang sedang melajang atau jomblo. Namun tak ada yang tahu sedalam apa hati seseorang, bagaimana bila olokan Anda sangat menyakitkan? Maka dari itu lebih baik mendukung teman yang sedang melajang dan berjuang mencari cinta daripada mengatakan empat hal berikut ini. “Mengapa Anda melajang?” Menurut Anda dengan menanyakan ini Anda akan mendapat jawaban yang begitu jelas bila menanyakan langsung kepada teman yang sedang melajang. Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang konyol yang seharusnya tidak ditanyakan kepada semua orang yang masih melajang. “Saya akan memperbaiki hidup kamu” Apa hak Anda untuk memperbaiki hidupnya? Apa pengaruhnya? Semuanya bergantung pada pribadi masing-masing. Apakah seseorang bisa cepat melupakan orang yang spesial di masa lalu atau tidak. Biarkan teman Anda memperbaiki dirinya sendiri, yang dibutuhkan dari Anda sebagai teman hanyalah dukungan. “Apakah kamu merasa kesepian?” Tak sedikit orang yang semula tak merasa kesepian setelah putus cinta menjadi sangat kehilangan ketika ada temannya yang menanyakan hal ini. Padahal dia sudah membangun lagi perasaannya. Dan bisa juga seorang lajang yang ditanyakan ini akan membalikkan pertanyaan tersebut, dan mengatakan. “Kamu juga pernah merasa kesepian bukan? Ya , begitulah rasanya.” “Apakah kamu tidak ingin mempunyai hubungan?” Sekali lagi, ini adalah pertanyaan konyol. Ini menunjukkan penghakiman kepada seorang yang lajang bahwa Anda menganggap teman yang sedang melajang tidak memiliki kehidupan yang normal karena tak memiliki pasangan.
  2. Umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang. Di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional. Berbagai keputusan besar juga menanti untuk kamuambil di umur ini, menentukan kemana arah hidupmu akan dibawa. Termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan. Kali in ane memberikan cara mengatur uang dan menyiasati beban kerja, khusus buat kamu yang masih usia 20-an. 1. Jangan Terlalu Pemilih Pada Pekerjaan Pertama 2. Tetaplah Hidup Hemat Ala Mahasiswa Untuk Beberapa Tahun Awal 3. Tunggu Dulu Untuk Mewujudkan Berbagai Keinginan Soal Kepemilikan Materi, Sampai Kamu Kuat Secara Finansial 4. Selalu Bagi Penghasilanmu jadi 5 Bagian yang Spesifik 5. Bersenang-senanglah Dengan Cara yang Spesifik 6. Buat Dua Rekening: Rekening Untuk Pengeluaran Rutin dan Rekening Khusus Simpanan 7. Hati-Hati Dengan Pengeluaran Sosial 8. Belajar Bilang “Tidak” Pada Ajakan Teman yang Melebihi Batas Kemampuanmu 9. Gengsi Tidak Ditentukan Oleh Seberapa KerenGadget-mu 10. Tidak Usah Apply Kartu Kredit Selama Kamu Masih Belum Perlu 11. Jangan Terlalu Lama Nge-Kos, Pertimbangkan Untuk Mulai Mencicil KPR 12. Mulailah Belajar Untuk Berinvestasi 13. Buka Jalan Untuk Menjadi Wirausaha 14. Hidup Susah Tidak Masalah Untuk Sementara Waktu 15. Sisihkan Uang Untuk Asuransi Kesehatan dan Rencanakan Dana Pensiun 16. Bekerjalah Sekeras Mungkin, Bekerjalah Secerdas Mungkin Itu tadi saran-saran finansial yang cocok diaplikasikan oleh kamu yang baru berusia 20-an. Semoga dengan melakukan hal tersebut kamu bisa menapaki hidup yang lebih tertata dan membawa banyak manfaat bagi diri dan sesama, ya.
  3. Lingkungan anak bukan hanya keluarga. Ada lingkungan sekolah, lingkungan bermain di sekitar rumah, dan kelak saat dewasa ada lingkungan kerja. Dunia di luar rumah terkadang keras, karena penuh persaingan. Nah, bagaimana agar anak tumbuh sebagai sosok yang 'tahan banting'? "Untuk menciptakan anak yang tangguh adalah dengan memberi kesempatan anak untuk belajar mengambil risiko. Orang tua sering kali tergoda mengambil peran anak karena mereka tidak mau anaknya sakit yang merupakan risiko dari apa yang dihadapinya," ujar psikolog anak dan remaja, Ratuh Zulhaqqi. Terlalu membatasi anak, memberikan target-target orang tua, dan mendidik anak dengan keras ala tiger mom, menurut Ratih bukanlah solusi untuk membentuk pribadi tangguh. Pun dengan orang tua yang terlalu memanjakan anak dengan memenuhi semua yang anak mau, ketangguhan tidak akan terpupuk. "Anak jatuh nggak apa-apa. Jadi dia bisa merasakan sakit. Dia tahu itu risikonya, sehingga nantinya kalau lari-lari dia akan lebih berhati-hati. Jadi sebaiknya kembalikan kesempatan kepada anak untuk mengambil risiko. Jangan hanya di-support saat melakukan hal positif tapi 'dibuang' saat melakukan hal negatif," lanjut perempuan yang juga jadi staf pengajar di Universitas Paramadina. Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli MPsi menambahkan daya tahan anak bisa dibangkitkan dengan menyentuh perasaan paling dasarnya, yakni perasaan bahwa dia dicintai dan disayangi oleh orang tuanya. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri. "Lalu ditumbuhkan perasaan penghayatan diri yang positif. Jadi I am, I want, I can-nya semua positif. Misal menanamkan I am a good girl. Pastikan anak bisa melakukan hal-hal sederhana untuk dirinya sendiri. Misal di usia 6 tahun anak bisa belajar memakai baju sendiri," ujar perempuan yang akrab disapa Vera ini. "Jangan berlebihan, baju dipakaikan, sepatu dipakaikan, padahal anak sudah besar. Itu yang bikin anak lemah. Percayalah, anak bisa melakukan sesuatu di usianya," imbuhnya. Selain itu, jangan pula membandingkan anak dengan orang-orang di sekitarnya dan menekannya untuk selalu menjadi yang normor satu. Yang lebih baik adalah membandingkan anak dengan diri anak itu sendiri. "Cobalah untuk mendorong melakukan yang terbaik dengan membandingkan diri anak hari ini dengan kemarin. Kita build dia. Kalau build dengan cara membandingka dengan orang lain, pasti sedihlah," sambung Vera.
×
×
  • Create New...