Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'sampah plastik'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Ada lima fakta tentang hius paus yang mungkin tidak banyak diketahui banyak orang, salah satunya berisiko makan sampah plastik di laut. Diolah dari akun Twitter Yayasan WWF Indonesia, Kamis (1/9/2022), hiu paus merupakan spesies ikan terbesar di dunia, dengan habitat yang terbentang pada perairan tropis hingga suubtropis. Ikan dengan nama ilmiah Rhinocodon typus ini, memiliki lima fakta yang mungkin tidak diketahui banyak orang, apa saja? Simak selengkapnya berikut ini. 1. Hiu Paus memiliki 2.900 gigi Ikan terbesar di dunia ini memiliki hingga 2.900 gigi-gigi kecil di sekeliling bola mata yang berfungsi sebagai pelindung dari cidera mekanis. 2. Hiu Paus “anak rumahan” Hiu paus remaja sering di sebut “anak rumahan” sejati, karena mereka selalu berkeliaran di area yang sama dalam jangka waktu yang lama sepanjang tahun. 3. Usia Hiu Paus bisa diperkirakan Sebelumnya, para ilmuwan sudah berusaha menentukan berapa usia ikan hius paus ini. Namun, para peneliti di seluruh dunia belum berhasil untuk mengetahuinya. Akibat kejadian ledakan nuklir di era perang dingin, usia hius paus dapat diperkirakan secara jelas oleh para ilmuwan, dengan spesimen tertua yang tercatat berusia 50 tahun. 4. Ibu Hiu Paus berperan sebagai bank sperma raksasa Berkat tes DNA paternitas, para ilmuwan dunia menemukan fakta bila hius paus betina mampu menyimpan sperma dan membuahi sel telur selama periode waktu tertentu. 5. Hiu Paus di Indonesia diperkirakan beresiko memakan hingga 137 sampah plastik per jam Ketika hius paus mencari makan di permukaan, ada beberaoa individu yang mati dan ditemukan sejumlah sampah plastik di perut ikan hius paus terebut. Setelah mempelajari kelimpahan plastik di 3 lokasi di seluruh negeri, para peneliti menyimpulkan bahwa hius paus di Indonesia dapat memakan hingga 137 lembar plastik laut per jam. Itulah penjelasan mengenai lima fakta tentang hiu paus yang mungkin tidak diketahui banyak orang, semoga bermanfaat.
  2. Solusi meredam peredaran sampah plastik ialah menghentikan pemakaian barang plastik sekali pakai. Sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahun, menurut riset yang dikemukakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS). Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia, AS, berupaya mengetahui seberapa banyak sampah plastik yang beredar di lautan dunia dengan mengumpulkan data internasional mengenai populasi, sampah yang dihasilkan, tata kelola sampah, dan kesalahan dalam mengelola sampah. Dari data-data tersebut, Jembeck dan rekan-rekannya menciptakan beberapa model skenario untuk mengestimasi kemungkinan jumlah plastik yang masuk ke laut. Untuk tahun 2010, misalnya, jumlah sampah diperkirakan mencapai 4,8 hingga 12,7 juta ton. Batas bawah yang ditetapkan sebesar 4,8 juta ton itu kurang lebih sama dengan jumlah ikan tuna yang ditangkap di seluruh dunia "Kita seperti mengambil ikan tuna dan menggantikannya dengan plastik," komentar salah satu peserta studi Kara Lavender Law dari Sea Education Assocation di Woods Hole. Dari kisaran 4,8 juta ton hingga 12,7 juta ton, para ilmuwan menetapkan 8 juta ton sebagai perkiraan rata-rata. Jumlah itu hanyalah sekian persen dari total sampah plastik yang dihasilkan penduduk dunia setiap tahun. "Kuantitas sampah plastik yang ditemukan di laut sama dengan sekitar lima kantong belanja berisi plastik untuk setiap meter garis pantai di dunia," kata Jembeck. Produksi sampah Dalam kajian yang juga diterbitkan Science Magazine tersebut, para peneliti telah membuat daftar negara-negara yang punya andil atas sampah plastik di lautan. Sebanyak 20 negara teratas dalam daftar bertanggung jawab atas 83% dari semua sampah yang berujung di lautan. Cina, yang menghasilkan lebih dari satu juta ton sampah di laut, bertengger pada posisi puncak daftar tersebut. Posisi Cina itu, menurut para peneliti, merupakan konsekuensi dari jumlah penduduk Cina yang banyak dan sebagian besar tinggal di sepanjang garis pantai. Demikian juga Amerika Serikat yang masuk 20 besar dalam daftar itu. Kendati AS memiliki pengelolaan sampah yang lebih baik, volume sampah yang dihasilkan oleh masing-masing individu di sana luar biasa banyak. Jumlah sampah plastik sama dengan lima kantong belanja berisi plastik untuk setiap meter garis pantai dunia. Solusi Sebagai solusi, Dr Jembeck dan rekan-rekannya mengimbau kepada negara-negara kaya agar mengurangi konsumsi barang-barang plastik sekali pakai, seperti tas belanja. Adapun negara-negara berkembang harus meningkatkan praktik pengelolaan limbah mereka. Hal ini terbukti dari daftar yang termasuk beberapa negara-negara yang sedang berkembang pesat dan memiliki pendapatan menegah yang sedang mengalami kesulitan akut. “Saat ini pertumbuhan ekonomi memang positif, namun yang sering Anda lihat di negara-negara berkembang adalah infrastruktur pengelolaan sampah dikesampingkan. Dan memang demikian karena mereka lebih peduli pada mendapatkan air minum bersih dan meningkatkan sanitasi. "Namun dari perspektif limbah, saya tidak ingin mereka melupakan masalah pengelolaan ini karena bila dilupakan hanya akan bertambah buruk,” kata Dr Jembeck. Studi ini menunjukkan bahwa bila sampah plastik dibiarkan, 17,5 juta ton plastik per tahun dapat memasuki lautan pada 2025. Bila jumlah sampah plastik diakumulasikan dari tahun ini sampai 2025 , sedikitnya 155 juta ton plastik akan beredar di lautan. Salah satu peneliti lain, Roland Geyer dari University of California di Santa Barbara, mengatakan membersihkan lautan dari sampah plastik sangatlah tidak mungkin. “Menghentikan membuang sampah ke laut dari awal merupakan satu-satunya solusi. Bagaimana mungkin Anda membersihkan plastik di dasar laut yang rata-rata kedalamannya mencapai 4.200 meter?”
×
×
  • Create New...