Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 's1'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka seleksi Beasiswa Unggulan Bidang Perfilman 2018. Program tersebut merupakan kerja sama Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kemendikbud, Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud, dengan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ). Dilansir dari laman Kemendikbud, beasiswa ini terbuka bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah yang sederajat tahun 2016, 2017, dan 2018, dengan usia maksimal 22 tahun pada saat mendaftar. Sebanyak 30 peserta seleksi yang dinyatakan lulus, akan memperoleh beasiswa untuk kuliah di Program Sarjana (S1) FFTV IKJ. Pendaftaran beasiswa ini dibuka pada 1 Mei hingga 30 Juni 2018 Beasiswa ini memiliki dua tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi, serta seleksi tertulis dan wawancara. Seleksi administrasi dibuka mulai 1 Mei hingga 7 Juli 2018, sedangkan seleksi tertulis dan wawancara akan dilaksanakan tanggal 28 Juli 2018. Hasil seleksi akan diumumkan tanggal 6 Agustus 2018, melalui laman FFTV IKJ Nantinya, para peserta seleksi beasiswa harus mempersiapkan berbagai berkas pendaftaran yang akan diunggah di laman FFTV IKJ. Berkas-berkas administrasi itu berupa ijazah atau surat keterangan lulus, pas foto, salinan kartu keluarga dan akte kelahiran, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan lain-lain. Selain persyaratan administratif, para peserta yang berminat pada beasiswa perfilman ini juga harus memiliki bukti karya di bidang perfilman. Sertifikat atau penghargaan di bidang film minimal tingkat kabupaten/kota juga wajib disertakan sebagai kelengkapan dokumen. Selain itu peserta seleksi juga harus membuat tulisan esai dengan minimal tiga halaman dengan tema "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia". Petunjuk teknis pendaftaran beasiswa unggulan bidang perfilman dapat diunduh melalui tautan di sini. https://t.co/YqpqKwAEZH Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/beasiswa-penuh-s1-perfilman-di-ikj-2Kuq
  2. Dengan lebih dari 300 institusi pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh negeri, Jerman memiliki kepadatan universitas yang tidak ada tandingannya di seluruh dunia. Wajar ya kalau banyak yang ingin kuliah di Jerman karena banyak institusi pilihannya. Tapi sebelum kamu nentuin mau nerusin belajar di Jerman atau tidak, baca dulu ya informasi ini ya. Dalam Perjanjian Bologna 1999, salah satu isinya adalah semua negara EU akan mengkonversi sistem pendidikan tingginya menjadi 3 jenjang, yaitu Bachelor-Master-Doktor. Disepakati pula bahwa Bachelor (dengan waktu tempuh 3-4 tahun) adalah gelar kesarjanaan pertama yang diberikan oleh Universitas, dimana pemilik gelar tersebut diyakini telah siap memasuki dunia kerja. Program pendidikan Master adalah pendidikan lanjutan setelah bachelor dan diberikan selama 2 tahun. Nah, untuk kita yang mau belajar di Jerman perlu memperhatikan bahasa sebagai persyaratan. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan, paling tidak untuk berkomunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya. Selain itu ada proses anerkennung. Anerkennung adalah proses persamaan Ijazah Indonesia dengan Jerman. Tidak ada patokan pasti untuk itu, karena setiap universitas memiliki otonomi dan kewenangan sendiri-sendiri. Hasilnya akan sangat tergantung dari prestasi nilai, universitas asal tempat calon mahasiswa memperoleh gelar kesarjanaan tersebut dan universitas mana yang akan dituju untuk melanjutkan belajar. Akan tetapi biasanya sarjana S1 Indonesia akan disetarakan dengan Vordiplom Jerman, dan kepadanya langsung bisa mengikuti pendidikan Diplom mulai semester 5 atau 6. Beberapa universitas Jerman bahkan memberikan kesempatan kepada sang calon untuk mengikuti 2-3 mata ujian dan kalau lulus langsung disetarakan dengan Diplom Jerman. Nah, bagi calon mahasiswa yang telah memiliki gelar S1 dari Indonesia, mereka mempunyai pilihan untuk memilih Diplom atau Master. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Berbeda dengan di Indonesia dan sistem 3 jenjang (Sarjana-Magister-Doktor), sampai saat ini Jerman masih ada yang menganut pendidikan tinggi dengan dua jenjang, yaitu Diplom (Dipl.) dan Doktor (Dr). Dalam jenjang Diplom ini, pada tahun-tahun pertama mahasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian mata kuliah dasar (dikenal dengan nama Grundstudium). Setelah menyelesaikan semua mata kuliah di Grundstudium mahasiswa diberi sertifikat Vordiplom, akan tetapi sertifikat ini bukanlah gelar kesarjanaan. Setelah mendapatkan Vordiplom, barulah mahasiswa diijinkan mengambil mata kuliah keahlian pada level yang lebih tinggi (dikenal dengan Hauptstudium). Setelah menyelesaikan semua mata kuliah Hauptstudium, mahasiswa bisa menulis tugas akhir (dikenal dengan nama Diplomarbeit) sebagai syarat untuk mendapatkan titel Diplom. Jadi, Diplom adalah gelar resmi pertama yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan studinya di UNI atau FH. Diplom UNI dan FH pun memiliki beberapa perbedaan. Diplom FH bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih 4,5 tahun sedangkan Diplom UNI baru bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih 5 tahun. Diplom FH memiliki muatan terapan yang lebih besar (60% perkuliahan) dibandingkan dengan Diplom UNI (40% perkuliahan). Diplom FH tidak dirancang sepenuhnya untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktor. Apabila pemegang Diplom FH ingin melanjutkan ke program Doktor, maka yang bersangkutan harus mengikuti proses persamaan terlebih dahulu. Dalam tahap ini, mahasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian mata kuliah pada level Hauptstudium. Bisa juga ia mengikuti program Master lagi sebelum melanjutkan ke program Doktor. Sebaliknya, pemilik gelar Diplom UNI bisa langsung melanjutkan studi ke jenjang Doktor. Selain itu program Diplom 100% masih menggunakan Bahasa Jerman sehingga tingkat kesulitan bahasa bisa dikatakan sangat tinggi.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy