Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'rumput'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. From the album: Berita Dunia

    Hingga kini warga Shanghai masih terus antri untuk bisa menikmati secangkir kopi di Starbucks Reserve Roastery yang dibuka oleh perusahaan kopi Amerika Starbucks. Reserve Roastery Shanghai ini merupakan yang kedua dibuka di dunia, setelah yang pertama didirikan di kota asal Starbucks, Seattle.
  2. Jenis rumput ini dipakai oleh orang Amerika Asli di Montana dan Alberta. Ilmuwan Amerika telah mengetahui unsur kimia yang berfungsi untuk menangkal nyamuk pada sejenis rumput yang dipakai oleh orang Amerika Asli untuk menangkal serangga. Dalam ujicoba di laboratorium, dua senyawa dalam rumput berhasil menangkal nyamuk dari sampel darah yang disediakan. Ujicoba lebih jauh masih perlu dilakukan untuk melihat berapa lama efek senyawa ini bertahan. Para peneliti mengatakan sumber tradisional kaya akan kemungkinan penangkal nyamuk ini. "Ini adalah tanaman keempat yang kami ujicoba," kata Charles Cantrell, peneliti kimia di Departemen Pertanian Amerika Serikat. "Rumput ini memproduksi senyawa kumarin, wanginya enak dan dikenal memiliki kemampuan mengusir nyamuk. Dan sangat aman," kata Cantrell. Sekalipun bisa mengusir serangga, saat ini kumarin tidak didaftarkan atau dijual untuk itu. Senyawa lain yang berhasil diketahui adalah phytol, minyak utama yang ada pada tumbuhan. Phytol juga dikenal bisa mengusir serangga, tapi sama dengan kumarin, tak dijual untuk keperluan tersebut. Dari hasil ujicoba, kumarin dan phytol menunjukkan hasil memuaskan, sama ampuhnya dengan penangkal nyamuk merek terkenal. Langkah selanjutnya adalah mengujicoba dalam kerangka waktu yang lebih praktis.
  3. Rumput adalah makanan yang biasa disantap hewan semisal kambing atau kerbau. Kenyataannya mereka tampak sangat lahap saat menikmati “sajian alami” itu. Mungkinkah manusia bisa makan rumput seperti mereka? Kita yang telah terbiasa menikmati nasi beserta lauk-pauk dan makanan-makanan lain yang enak, tentu akan berpikir ulang jika harus makan rumput. Tapi bukan berarti tidak ada manusia yang tertarik mencobanya. Salah satu orang yang diketahui memilih meninggalkan nasi dan beralih pada rumput adalah seorang lelaki Cina, bernama Li Sanju. Li Sanju adalah penduduk yang tinggal di Niwuei, Cina, berusia 50 tahun. Seperti umumnya mayoritas orang Cina, Li Sanju dan keluarganya biasa makan nasi sebagai makanan sehari-hari. Sampai kemudian, pada Oktober 2008, Li Sanju menyaksikan acara televisi yang memperlihatkan seorang pria yang dapat bertahan hidup hingga sepuluh hari tanpa makan. Tontonan itu mengilhami Li Sanju untuk hanya mengonsumsi air dan dedaunan yang didapatnya di gunung. Sejak itu, Li Sanju mulai meninggalkan makanan pokoknya, dan beralih pada dedaunan, rumput, dan akar-akaran pohon. Ketika keluarganya makan nasi dan lauk pauk, Li Sanju hanya makan rumput dan dedaunan. Ia melakukan kebiasaan baru itu secara bertahap. Mula-mula, dia hanya berhenti makan daging, namun tetap makan nasi. Setelah beberapa minggu, dia memutuskan untuk berhenti makan nasi sama sekali, dan beralih ke rumput. Semula, perut Li Sanju mengalami masalah dengan perubahan makanan itu. Dia pun mengalami diare sampai berhari-hari. Tapi Li Sanju tidak menyerah. Dia mengira diare yang dialaminya disebabkan rumput dan dedaunan yang ia makan telah terkena pestisida. Maka Li Sanju pun memutuskan hanya memakan rumput serta akar dan dedaunan yang berasal dari gunung, sehingga benar-benar masih murni dan alami. Hasilnya, sampai lebih dari setahun Li Sanju bisa menjalani hal itu—ia hanya makan rumput serta dedaunan dan akar-akaran, dan sama sama sekali meninggalkan nasi yang semula yang menjadi makanan pokoknya. Ketika diwawancarai media, Li Sanju menyatakan dia tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti dengan kebiasaan barunya tersebut.
×
×
  • Create New...