Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ruang angkasa'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Thoth, perusahaan asal Kanada yang membuat gadget mungil untuk dibawa ke luar angkasa, punya ambisi lain. Mereka ingin membuat lift ke ruang angkasa, yang bisa dimanfaatkan untuk banyak fungsi. Mereka sudah mematenkan desainnya. Strukturnya berupa menara atau terowongan vertikal, yang menjulang ke langit setinggi sampai 20 kilometer. Ini 20 kali lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifa di Dubai, bangunan tertinggi di dunia saat ini. Pada laporan patennya, disebutkan bahwa menara itu dapat berdiri bebas untuk mengirimkan muatan, turis, ilmuwan, dan sebagainya ke ruang angkasa. Struktur tubuhnya terdiri dari segmen-segmen yang dibentuk dipadatkan dengan sel-sel bertekanan. Sel bertekanan itu bisa diisi udara atau gas lain. Strukturnya distabilkan dengan gyroscopic dan mesin pengontrol yang aktif. Untuk naik turun di dalam atau di luar tabung, memakai roda atau penggerak elektromagnetik. Hal yang unik dari desain ini adalah, tabung ini tak memakai kabel. “Astronaut bisa naik ke ketinggian 20 kilometer dengan lift listrik,” kata Brendan Quine, penemu desain tersebut. “Dari puncak menara, pesawat ruang angkasa cukup meluncurkan satu stage ke orbit, kembali ke puncak menara untuk mengisi bahan bakar atau mengangkut lagi.” Sebetulnya, hal tersulit ke ruang angkasa bukanlah soal naik ke atas. Tapi bagaimana tetap berada di sana, yang biasanya dengan mengakselerasi roket sampai cukup cepat untuk tak jatuh kembali ke Bumi. Supaya bisa berada di orbit Bumi, Anda harus memiliki kecepatan 25.000 mil per jam. Seperti menembakkan senjata, tapi dengan kecepatan yang cukup sampai peluru tak jatuh kembali ke Bumi. Thoth berpendapat bahwa penemuan tersebut akan menawarkan “Cara baru yang mendebarkan untuk mengakses luar angkasa dengan menggunakan perangkat keras yang dapat didaur ulang." Penggunaan menara tersebut juga dinyatakan lebih hemat bahan bakar hingga 30 persen dibandingkan dengan roket-roket umum lainnya. Meluncurkan pesawat ulang alik dari atas menara akan berbeda dengan meluncurkan pesawat tersebut dari atas permukaan tanah. Proses peluncuran pesawat ulang alik dari puncak menara akan serupa dengan proses lepas landasnya pesawat biasa. Caroline Roberts, selaku pejabat ketua eksekutif Thoth, mengatakan bahwa penemuan lift luar angkasa ini dapat membawa era baru bagi transportasi luar angkasa. Terlebih lagi dengan sedang dikembangkannya teknologi roket yang dapat mendarat sendiri.
  2. Salah satu satelit milik militer Amerika Serikat meledak secara tiba-tiba. Satelit itu terpecah hingga 43 bagian. Belum diketahui pasti apa penyebab ledakan tersebut, namun dugaan kuat kenaikan suhu yang secara tiba-tiba menyebabkan satelit pemantau cuaca itu tak stabil, lantas meledak. Diluncurkan 1995, satelit bernama DMSP-F13 itu punya fungsi utama untuk mengirimkan data cuaca secara real-time ke tentara AS. Data ini kemudian dipakai untuk keperluan strategi militer. Tapi DMSP-F13 hanya satu dari enam satelit AS dengan fungsi serupa. Ada pula satelit ketujuh bernama DMSP-F20 yang dijadwalkan meluncur 2016. Meledaknya DMSP-F13 diklaim pemerintah AS tidak akan memberikan dampak yang signifikan, sebab pesawat nirawak itu bukanlah satelit utama untuk memasok data cuaca. “Karena satelit ini tak digunakan oleh layanan cuaca nasional atau badan udara angkatan udara, maka dampak dari ledakan ini akan sangat minim,” tulis pernyataan AS yang dikutip dari Space, Selasa (3/3). Meski demikian, AS dan sejumlah ilmuwan mengaku akan tetap menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Pecahan satelit sendiri dilaporkan tidak akan membahayakan Bumi.
  3. Ada kejadian cukup mengejutkan saat awak astronaut di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) menjalani spacewalk tahap dua. Helm seragam Terry Virts bocor. Mengutip situs Space.com, Virts yang berasal dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengalami kebocoran pada helm seragamnya yang mengakibatkan air bahan kimia masuk ke dalam. Terdengar cukup menegangkan, namun pihak NASA mengkonfirmasi bahwa untungnya Virts tidak dalam bahaya. Virts dan Barry "Butch" Wilmore memang sedang menjalani spacewalk kedua pada Rabu 25 Februari 2015 kemarin selama tujuh jam. Virts mengatakan bahwa air tersebut juga datang dari dalam seragam antariksanya. "Itu bukan berasal dari kantung minuman. Jika Anda mencicipi air ini, ada rasa kimiawi," ujar Virts melapor pada Mission Control kala itu. Kemudian setelahnya Virts melaporkan ada sekitar 15 mililiter air disingkirkan dari helm melalui alat suntik. "Tidak ada indikasi sebelumnya mengenai gangguan air di dalam helm Virts selama spacewalk," ujar juru bicara NASA, Rob Navias. Navias pun menekankan bahwa Virts dalam keadaan selamat, karena bocornya air tersebut dalam jumlah ringan, tidak berlebihan. Wilmore dan Virts dinilai sukses menjalani spacewalk keduanya ini untuk mengatur kabel di luar ISS yang dipersiapkan sebagai tempat merapat pesawat Boeing Co dan Space Exploration Technologies, atau SpaceX sebagai taksi antariksa. Keduanya tak lama lagi akan menjalani spacewalk terakhirnya. Kabarnya teknisi NASA akan mempelajari insiden air sembari meninjau ulang rencana spacewalk Wilmore dan Virts berikutnya. NASA sendiri menyikapi gangguan air terhadap seragam antariksa secara serius karena bisa memicu bahaya para astronaut yang tengah bekerja di ruang hampa udara. Pada 2013 silam, NASA pernah menyetop spacewalk yang dilakukan astronaut asal Italia, Luca Parmitano saat ia melaporkan ada air bocor ke dalam helm antariksanya. Apa yang menimpa Parmitano dianggap mengerikan karena air bocor tersebut sudah menutupi hidung, mulut, dan telinganya. Dengan kata lain, ia 'tenggelam' di dalam seragamnya sendiri.
  4. Bagi warga Amerika Serikat (AS) dan negara barat lain, Desember menjadi bulan penuh perayaan karena ada Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Gemerlap cahaya lampu menghiasi kota-kota di sana untuk memberi suasana meriah, dan cahaya lampu ini tertangkap dari ruang angkasa. Satelit Suomi National Polar yang dioperasikan oleh badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menangkap cahaya lampu malam yang menakjubkan dari beberapa kawasan di AS. Sinar lampu pada musim perayaan seperti sekarang meningkat 50 persen lebih banyak dan terang dibanding pada bulan-bulan lain sepanjang tahun. Hal ini juga terjadi di beberapa kota lain di seluruh dunia. Cahaya-cahaya ini ditangkap oleh komponen satelit bernama Visual Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) berhasil menangkap cahaya infra-merah yang nampak terang di seluruh negara bagian AS. Komponen itu dikembangkan oleh tim peneliti di Goddard Space Flight Center NASA dan Universitas Yale. Algoritma yang disusun oleh mereka dirancang agar bisa melihat sinar lampu tersebut berubah dari malam ke malam. Sejatinya satelit Suomi dirancang bukan untuk memantau cahaya lampu natal, melainkan untuk memelajari penutup awan, vegetasi, es, lapisan ozon, dan polusi udara pada Bumi. Satelit yang diluncurkan pada tahun 2011 ini juga berperan untuk memantau temperatur daratan, laut, dan atmosfer Bumi. Para peneliti ternyata juga sempat menangkap sinar lampu yang terang di kawasan Mesir saat bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.
×
×
  • Create New...