Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'robot'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 75 results

  1. Saat sedang berkencan, terutama kencan buta, biasanya suasana canggung di antara pria dan wanita yang satu sama lain tidak saling mengenal ini memang tidak terhindarkan. Tapi sepertinya suasana canggung saat berkencan ini bisa diminimalisir oleh masyarakat Jepang. Pasalnya, Jepang sebagai negara dengan teknologi canggih telah menghadirkan sebuah “bantuan” agar saat berkencan suasana yang ada bisa lebih cair dan nyaman, alih-alih canggung dan kaku. “Bantuan” tersebut hadir dalam bentuk robot. Ya, Di Jepang ada robot yang disediakan sebagai asisten saat acara berkencan, tepatnya pada gelaran acara pesta speed-dating. Ialah Cyber Agent, perusaan manufaktur teknologi dan media yang diketahui menyediakan robot cupid satu ini. Dalam teknisnya, robot cupid tersebut akan diletakkan di atas meja tepat di depan pasangan pria dan wanita yang sedang berkencan. Di mana masing-masing pihak akan merespon pertanyaan atau pernyataan yang dilontarkan robot cupid tersebut. Robot cupid sebelumnya telah “diisi” oleh profil biodata masing-masing peserta kencan, yang kemudian berkembang menjadi 45 buah pertanyaan. Pendek kata, sang robot cupid inilah akan memberikan pertanyaan, merespon dan berbicara di saat peserta kencan alias sang pria dan wanita hanya duduk terdiam sehingga akhirnya timbul suasana canggung karena tidak tahu hendak membicarakan apa. Hal-hal yang ditanyakan oleh peserta kepada robot cupid contohnya simpel saja. Misalnya seperti hobi. Dalam video yang dirilis, terlihat sang pria bertanya pada robot apa hobi sang wanita pasangan kencannya tersebut, kemudian dijawab oleh robot cupid wanita bahwa sang teman kencan hobi bermain piano sehingga baru-baru ini memulai untuk mengambil kelas piano. Setiap percakapan antara robot dengan robot ini disebutkan biasanya berjalan selama tiga menit. Para peserta kencan memiliki pilihan (yang bisa ditentukan sebelumnya) apakah mereka mau berkomunikasi, mengobrol langsung (manusia dengan manusia) setelahnya atau tidak. Well, tampaknya robot anti-canggung dalam berkencan ini bisa jadi alternatif solusi yang menarik. Mengingat akhirnya, melalui acara pesta speed-dating yang diikuti oleh 28 peserta itu ada empat pasangan yang memutuskan untuk jadian dan banyak di antaranya yang memberikan pujian terhadap “bantuan” yang diberikan oleh robot cupid tersebut. Demikian seperti dilansir Soranews.
  2. Burung liar di sekitar bandara bisa menabrak pesawat terbang atau tersedot mesin jet sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Otoritas bandara sering memakai anjing atau bunyi keras untuk menghalau kawanan burung, namun menurut perusahaan Belanda, burung robot produksinya jauh lebih efektif.
  3. Artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan belakangan ini santer dikembangkan di bidang teknologi. Saking canggihnya, menurut seorang pakar, manusia bisa saja nantinya menikah dengan robot. Pakar AI Dr. David Levy percaya bahwa dalam waktu 30 tahun mendatang atau lebih, manusia sebenarnya bisa saja menikahi robot. Hal ini diungkapkan Levy pada acara di London. "Kami dipaksa untuk merenungkan apa hubungan manusia-robot akan menjadi seperti satu atau dua generasi dari sekarang. Cinta dan seks dengan robot menjadi lebih umum, kita harus berhadapan dengan kemungkinan nyata pernikahan dengan robot," katanya. Ketika robot yang cukup mirip dengan manusia cukup menarik secara sosial, ke titik di mana mereka bisa bertindak sebagai rekan kita, mengapa tidak memperpanjang persahabatan ke pernikahan jika tidak ada pihak yang menentang ide itu?" tambahnya. Sebagaimana diketahui, ada perusahaan yang sudah mengembangkan robot untuk seks. Belum lagi robot sekarang sudah bisa mengambil alih pekerjaan yang biasa manusia lakukan, misalnya pekerjaan di pabrik-pabrik.
  4. Anda penggemar pizza? Di masa depan, pizza buatan manusia bisa jadi langka. Reporter VOA Patsy Widakuswara, melaporkan berbagai perusahaan pizza Amerika kini mempekerjakan robot, sebagai pembuat pizza mereka. Berikut selengkapnya.
  5. Sekarang peradaban manusia sudah punya teman baru, yakni robot. Sudah sejak lama robot telah bekerja di pabrik untuk mengemas barang-barang sehari-hari, menebak karakter Anda dari pola aktivitas di sosial media, bahkan sesegera mungkin robot akan menggantikan manusia dalam hal pekerjaan. Namun pernahkah kalian terpikir berasal dari kata apakah 'robot' itu berasal? Beberapa sumber menyatakan bahwa robot berasal dari kata dalam bahasa Ceko, "Robotnik," yang berarti budak. "Robotnik" sendiri berasal dari bahasa Slavia "rabota" yang berarti perbudakan. Dalam perbendaharaan kata bahasa Inggris, kata 'robot' pertama kali muncul dalam terjemahan drama teater asal Ceko arahan Karel Capek pada tahun 1920. Drama teater bergenre fiksi ilmiah ini berjudul "RUR," yang merupakan kependekan dari "Rossum's Universal Robots." Dalam drama tersebut, Capek mendeskripsikan sebuah pabrik yang menjual pekerja yang terlihat dan berperilaku layaknya manusia, namun tak memiliki jiwa. Dalam salah satu potongan percakapan dalam drama tersebut yang diucapkan Harry Dormin, sang protagonis, disebutkan bahwa "Robot bukanlah manusia. Mereka secara mekanis lebih sempurna dari manusia, punya intelejensia yang lebih berkembang, namun tak memiliki jiwa." Dalam kisah drama klasik ini, para robot yang cerdas ini memberontak dan akhirnya melawan para pemiliknya yakni manusia. Konsep 'pemberontakan robot' ini sangat mendarah daging dalam budaya pop dunia, hingga dalam berbagai medium tema ini terus diangkat hingga sekarang. Berbagai buku dan film mengangkat tema serupa, seperti "Frankenstein," "Do Androids Dream of Electric Sheep," "i, Robot," serta "2001: A Space Odyssey." Hal ini menyiratkan bahwa istilah 'robot' sebenarnya lahir dari kisah 'gelap.' Yakni sebuah pemberontakan dari kreasi manusia, yang muak atas dominasi dan perlakuan yang menunjukkan perbudakan. Istilah yang sebenarnya lahir dari bidang seni ini akhirnya dipakai secara luas untuk hal yang nyata, karena akhirnya seni tersebut akhirnya bisa direalisasikan. Apakah robot yang ada sekarang memang kita jadikan budak? Semoga apapun tujuan manusia dalam membuat robot, mereka tak sampai akan melawan dan memberontak layaknya dalam kisah fiksi ilmiah.
  6. Pesatnya perkembangan otomatisasi komputer diperkirakan akan membuat peran supir truk tergantikan oleh robot pada satu saat nanti. Para ahli belum sepakat kapan itu akan terjadi, tapi robot nantinya bisa mengambil alih sebagian pekerjaan dari 3,5 juta pengemudi truk yang ada di Amerika saat ini.
  7. Instagram memang punya ratusan juta pengguna aktif di seluruh dunia, tapi 24 juta di antaranya ternyata hanya sebuuah akun yang dikendalikan oleh mesin. Akun-akun robot tersebut ditemukan oleh Andrea Stroppa, blogger asal Amerika Serikat yang mengaku telah meneliti lebih dari 10 juta akun Instagram secara acak. Ia membuktikan bahwa 7,9 persen di antaranya bukan dikendalikan oleh manusia. Akun-akun tersebut tampaknya sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk diperjualbelikan. Bisa untuk meningkatkan jumlah followers, memberi tanda suka pada suatu merek, atau seleberiti. “Saya rasa sudah saatnya Instagram untuk lebih transparan, karena mereka sedang memiliki masalah spambot yang cukup serius,” kata Stroppa. Spambot sendiri bisa diartikan sebagai robot yang berupa program dengan sejumlah perintah sederhana, misalnya menyebarkan pesan tertentu di akun yang dituju. Program ini diciptakan untuk bisa bekerja secara otomatis. Spambot juga dibuar semirip mungkin dengan akun manusia, sehingga tak sedikit pengguna yang akan terkecoh dengan aktivitasnya. “Mereka (Instagram) menjual iklan, dan sudah sepantasnya mereka memberikan data yang akurat pada investor dan pemasang iklan,” lanjut Stroppa, dikutip dari Vice. Juru bicara Instagram menolak untuk mengomentari hal tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa Instagram telah menerapkan sistem proteksi anti spambot yang berjalan secara otomatis dan manual. Sistem ini juga dipakai oleh Facebook.
  8. Teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkembang pesat dari hari ke hari dinilai dapat mengancam kehidupan umat manusia. Pasalnya, kecerdasan robot yang semakin tinggi dapat membuatnya bertindak berlebihan. Kekhawatiran tersebut diungkapkan Pendiri SpaceX, Elon Musk. Ia yakin bahwa Robot merupakan 'ancaman nyata terhadap manusia'. Elon juga yakin bahwa Robot dapat menghapus ras manusia di masa depan. "Saya pikir, kita harus hat-hati terhadap kecerdasan buatan. Hal ini ibarat memanggil iblis datang, dan manusia tidak dapat mengendalikan iblis tersebut," pesannya. Salah satu peneliti dari laboratorium Google Deep Mind, Stuart Armstrong juga mengingatkan masyarakat akan bahaya tersebut.Ia mengatakan bahwa robot tidak mungkin berprilaku secara optimal sepanjang waktu. Ia juga menuturkan bahwa robot semakin hari menjadi bagian integral di kehidupan manusia, terbukti dengan hadirnya robot yang dapat menggantikan tugas manusia. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa keberadaan robot dapat mengancam ras manusia. "Robot di masa depan dapat melakukan sesuatu lebih cepat daripada manusia. Lebih lanjut, sebuah robot tidak selamanya dapat dikontrol manusia. Ada kekhawatiran mereka dapat memberontak kepada tuanya,"ungkapnya. Walaupun demikian, Stuart juga mengapresiasi teknologi kecerdasan buatan yang dapat menyembuhkan manusia dari berbagai penyakit. Namun, ia mengingatkan agar peneliti tidak terlalu berlebihan mengembangkan kecerdasan buatan pada sebuah robot.
  9. Masih ingat dengan robot BB-8 yang ada di film Star Wars VII: The Force Awakens? Nah jika BB-8 merupakan robot sphere yang kurang lucu, kini ternyata ada robot serupa yang tampil lebih atraktif. Inilah Zenbo, robot asisten rumah tangga yang diluncurkan oleh Asus ini ditujukan untuk kalangan manula, anak-anak, dan orang-orang yang sedang merasa bosan atau jenuh. Chairman dari Asus, Jonney Shih memamerkan Zenbo di atas panggung Computex yang telah diselenggarakan hari ini. Robot tersebut digambarkan sebagai robot asisten rumah yang cerdas, penjaga keamanan rumah, asisten dapur, dan fotografer keluarga. Zenbo juga terlihat seperti iMac G4 yang tengah mengendarai Sony Rolly, tetapi tampaknya bekerja seperti Amazon Echo, di mana memberikan rekomendasi resep dan layanan yang sama dalam menanggapi pertanyaan suara. Pengguna juga dapat menyuruh Zenbo untuk membeli barang secara online, dengan masuk ke akun dan memasukkan password dengan suara pengguna, dan bisa juga mengambil foto seperti selfie menggunakan tongkat selfie yang canggih. Asus juga menekankan kegunaan robot bagi pengguna yang lebih tua. Pada video di bawah ini juga sempat memperlihatkan suatu adegan seorang kakek jatuh dan sedang berada di rumah sendirian. Kemudian Zenbo mencoba untuk membantunya dengan bertindak seolah-olah sebagai paparazzo invasif, ia mengambil foto kakek tersebut dalam keadaan jatuh dan mengirimkannya kepada anak atau cucunya. Tentu saja itu bukan untuk ditertawakan karena jatuh, namun untuk memberitahu orang lain yang mungkin mereka dapat menyelamatkan kakek tersebut dari kecelakaan yang ia alami. Zenbo juga dapat meyanyikan lagu-lagu, bercerita, bahkan menjanjikan untuk bekerja sebagai guru untuk anak-anak. Robot tersebut memiliki tinggi sekitar lutut orang dewasa, dan sudah dilengkapi dengan suara khas robot. Robot asisten rumah ini dapat menggelinding di rumah Anda dengan merogoh kocek sebesar $599 atau setara Rp8,2 jutaan. Bagi Anda yang penasaran bagaimana Zenbo bekerja, bisa menonton video berikut.
  10. Penggunaan robot memang saat ini terus berkembang, apalagi seiring berkembangnya juga kecerdasan buatan. Tidak hanya membantu manusia dalam aktifitas sehari-hari, robot juga dinilai dapat menjadi teman manusia di masa depan. Tapi ternyata penggunaan yang serba robot tidak selalu berdampampak positif kepada manusia. Seperti yang dilansir dari BBC, Kamis (26/5/2016), dikatakan bahwa salah satu perusahaan yang merakit smartphone iPhone, Foxconn, kabarnya memulangkan 6.000 pekerjanya. Diberitakan dari South China Morning Post, dikatakan bahwa Foxconn telah menggunakan robot untuk menggantikan pekerjaan para pekerja yang dipulangkan tersebut. Pihak Foxconn Technology Group membenarkan bahwa perusahaannya telah menggunakan robot dalam kegiatan produksi komponen untuk perangkat smartphone. Namun mereka juga membantah bahwa akan mengurangi jumlah pekerja dalam jumlah banyak karena masih ada bagian yang tidak bisa lepas dari tangan manusia, seperti contohnya bagian riset dan pengembangan serta quality control. Dari kabar yang beredar, disebutkan bahwa Foxconn adalah salah satu dari 35 perusahaan di Taiwan yang telah menggelontorkan dana sekitar 4 milyar Yuan atau sekitar 8,3 triliun Rupiah untuk menggunakan teknologi robot dalam proses produksinya. Banyak para pengamat yang mengkhawatirkan tingginya angka pengangguran karena sekarang teknologi robot yang lebih canggih dan lebih efisien dalam melakukan suatu kegiatan. Apalagi banyak yang beranggapan bahwa penggunaan robot lebih murah dibandingkan harus membayar gaji para pekerja. Jadi gimana menurut kalian? Apakah memang robot akan menggantikan peran manusia kedepannya?
  11. Semut memang bisa menarik benda yang lebi berat dari tubuhnya, begitu juga robot-robot semut yang diciptakan ilmuwan di Universitas Stanford. Robot-robot semut itu diletakkan bersama dalam satu rangkaian, total berat robot semut itu hanya 99 gram. Para peneliti menguji kekuatannya untuk menarik mobil keluarga yang bobotnya mencapai 1.769 kilogram. Dalam video yang diunggah di YouTube, para robot mungil itu terlihat benar-benar bisa menarik mobil dengan kaki-kaki kecilnya. Rahasia kekuatan para robot mungil itu terletak pada desain dan cara geraknya yang memang dibuat seperti semut. Para ilmuwan menyadai bahwa semut bisa dengan mudah mengangkat benda yang ribuan kali lebih berat dari tubuhnya. Selain terinspirasi dari alam dengan semut-semutnya, para ilmuwan juga mengaku tercerahkan begitu mereka melihat film Big Hero 6. Film itu memang menampilkan robot-robot kecil yang bisa disatukan untuk mengerjakan tugas yang hampir mustahil. “Dengan mempertimbangkan dinamika sebuah tim, bukan hanya individual, kami berhasil membuat tim robot microTug yang seperti semut, sangat kuat sebagai individual tapi juga bisa bekerja sebagai tim,” kata David Christensen, pemimpin riset tersebut. Mau lihat seperti apa kekuatan para robot tersebut, berikut adalah video yang demonstrasi kekuatan para microTug yang diunggah di YouTube.
  12. Dalam penyelenggaraan Mobile World Congress, Sony memperkenalkan robot asisten bernama Xperia Agent. Robot ini diharapkan dapat mengalahkan kepopuleran robot Amazon Echo. Xperia Agent adalah asisten personal yang dapat dikontrol dengan suara pengguna. Robot ini dapat memberikan jawaban secara cepat dan tepat. Bentuknya yang lucu sangat menyerupai Amazon Echo. Di masa depan, Agen Xperia juga dapat terhubung ke perangkat otomatisasi rumah Anda, membuat pengguna dapat memberikan suara atau bahkan perintah isyarat untuk melakukan hal-hal seperti mematikan lampu atau mengatur thermostat mereka. Dengan Xperia Agent, Sony berharap agar robot ini dapat membebaskan pengguna dari ketergantungan segala perangkat yang mengganggu. Nantinya, Anda tinggal memberikan perintah kepada robot ini untuk melakukan pekerjaan rumah. Sony mengatakan robot ini masih dalam tahap percobaan. Pihak perusahaan juga belum mengonfirmasi kapan produk ini melenggang ke pasaran.
  13. Berdasarkan instruksi dari sang desainer, Anda tidak memerlukan 3D printer, unit CNC, atau bor berukuran besar. Sebelum The Force Awakens hadir di layar lebar, Mark Hamill pernah menyampaikan bahwa ia terkejut J.J. Abrams berhasil menciptakan droid yang lebih lucu dari R2-D2. Sebagai ‘penerus’ R2, BB-8 memang menggemaskan. Dan menemani penayangan film Star Wars episode VII, Sphero turut menawarkan miniatur robot BB-8 yang seolah-olah memiliki kesadaran diri. Tidak sedikit penggemar berat Star Wars rela mengeluarkan uang ratusan dolar untuk mengadopsinya Sphero BB-8. Ingin memiliki BB-8 sendiri tapi tak mau mengorbankan isi kantong terlalu banyak? Ada solusi menarik dari user YouTube bernama Angelo Casimiro. Lewat channel TechBuilder miliknya, pemuda jenius berusia 17 tahun ini melepas video DIY (do-it-yourself) pembuatan robot BB-8 dari nol. Ada beberapa faktor yang membuat upaya Angelo tersebut sangat istimewa. Ia memanfaatkan objek-objek biasa, sehingga tidak membutuhkan modal terlalu besar. Tak kalah canggih dari produk Sphero, BB-8 kreasinya dapat dikendalikan via smartphone. Dan karyanya itu mempunyai ukuran sebesar astromech droid milik Poe Dameron, bukan miniatur. Melalui Instructables, Angelo menceritakan alasan mengapa ia memulai proyek ini. Ayahnya adalah seorang kolektor mainan sekaligus fans Star Wars. Mereka berdua memang tertarik dengan Sphero BB-8, tapi produk dijual online seharga US$ 150, dan setelah sampai di Filipina (negara asal Angelo), harganya naik hingga US$ 210. Belum lagi, toko seringkali kehabisan stok. Karena keterbatasan material, Angelo memutuskan buat menggunakan barang sehari-hari, contohnya deodoran roll-on sebagai ball bearing, canvas untuk jadi fiberglass, styrofoam, bola pantai, bola Natal sebagai mata serta pernak-pernik lain. Ia menyampaikan, BB-8-nya tidak memerlukan 3D printer, unit CNC, atau bor berukuran besar. ‘Otak’ dari robot ialah board microcontroller Arduino Uno, tersambung ke roda internal di dalam tubuh. Yang paling mengagumkan adalah, Angelo merancang BB-8 sehingga droid bisa bergerak seperti di film: bagian kepala tetap berada di atas sementara tubuhnya bergerak. Caranya? Sang kreator memanfaatkan magnet speaker untuk menghasilkan sistem gyro dengan rotasi 360 derajat. Baterai, rangkaian motor dan komputer diletakkan bersama pemberat di area bawah BB-8. Begitu selesai, Angelo mengendalikannya melalui aplikasi Arduino gratis (didesain buat mobil remote control) via Bluetooth. Ingin mulai merakit BB-8 Anda sendiri? Silakan ikuti panduan lengkap Angelo dalam video berdurasi 20 menit ini.
  14. Hidup berdampingan dengan robot mungkin saat ini memang terdapat pada film fiksi ilmiah atau kartun, namun mengingat perkembangan teknologi yang sangat pesat, bukan tidak mungkin robot akan beraktivitas di sekitar kita layaknya manusia lain. Para pelaku di bidang teknologi dunia kini berlomba-lomba menciptakan inovasi mereka dalam memudahkan aktivitas manusia, seperti mengantarkan barang dari toko ke rumah. Salah satunya Google yang telah berinvestasi dalam proyek drone untuk mengantarkan barang pesanan pembeli, tapi salah seorang pendiri Skype percaya bahwa masa depan robotika ada di tanah, bukan terbang seperti drone. Mereka percaya armada robot otonom kecil bisa segera hadir di sekitar dan akrab di jalur umum, membantu tugas-tugas dan membawakan barang belanjaan. Perusahaan yang menekuni teknologi, Starship Technologies kini sedang mempersiapkan prototipe untuk menguji robot-robot pengantaran atau self-driving ini di kota London dan beberapa di negara bagian dari Amerika Serikat pada tahun tahun 2016 mendatang Robot yang belum diberi nama ini memiliki dimensi yang kecil, aman, praktis, dan bebas dari emisi CO2, menurut para pengembang robot ini. “Saat Anda melakukan pemesanan secara online, barang bukannya dikirim oleh seseorang yang datang ke pintu Anda, tapi Anda akan mendapatkannya dengan robot,” kata Ahti Heinla, yakni pendiri Skype dan CEO di Starship Technologies. Kemampuan robot ini dapat membawa barang yang beratnya setara dengan dua tas belanja dan dapat menyelesaikan pengiriman jarak dekat dalam waktu 5 hingga 30 menit dari toko ritel. Heinla menjelaskan bahwa robot ini memang tidak dirancang untuk pesanan jarak jauh, tapi dirancang khusus untuk menyelesaikan pengiriman dengan jangkauan jarak hanya beberapa mil. Untuk berjalan di muka umum, tiap robot pengantar barang ini akan dilengkapi dengan software navigasi dan penghindar dari hambatan. Robot secara keseluruhan atau 99% bergerak dan mengoperasikan kendali secara mandiri. Namun juga diawasi oleh operator manusia yang dapat memastikan keselamatan setiap saat. Ketika sebuah paket sudah siap dikirimkan menggunakan dengan robot ini, pelanggan dapat melacak secara real time pada smartphone mereka dengan kode semacam resi pada paket konvensional. Setelah itu, ketika tiba di alamat tujuan, pelanggan dapat menggunakan smartphone untuk membuka kompartemen keamanan untuk mengambil barang-barang mereka. Dengan begitu, isu keamanan kargo yang dimuat oleh robot dapat dicuri sewaktu-waktu itu bisa menyelesaikan isu ini dengan fitur keamanan built-in yang mereka buat pada robot pengantar ini. Sehingga barang pesanan akan tetap aman sampai tujuan. Selain itu, robot ini juga memiliki 9 kamera yang terhubung langsung ke internet, serta telah dilengkapi dengan GPS yang dapat memantau lokasi di mana ia berada. Menariknya, selain fitur keamanan tersebut, robot ini juga dilengkapi dengan loud speaker dan mikrofon, sehingga operator yang mengawasi robot ini dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di robot itu ketika ada suatu masalah.
  15. Dalam 20 tahun ke depan, tepatnya pada 2035, robot diprediksi akan mengambil alih separuh dari pekerjaan yang ada di Jepang. Hal ini didasarkan pada analisis data dari perusahaan konsultan teknologi informasi Nomura Research Institute (NRI) asal Jepang. Yumi Wakao, pimpinan tim peneliti NRI menyatakan, “Setidaknya akan ada 600 pekerjaan, di mana lebih dari 49 persennya akan digantikan oleh sistem komputer" atau kecerdasan buatan. Analisis terhadap pekerjaan yang akan diambil alih oleh robot ini, dilihat berdasarkan tingkat kreativitas yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan. Itu berarti pekerjaan seperti mengantarkan barang, buruh pertanian, atau petugas di belakang meja informasi sepertinya akan segera digantikan oleh robot-robot pintar. Sementara, pekerjaan seperti menulis dan mengajar, mungkin tidak akan diambil alih oleh robot dalam waktu dekat. Persentase yang didapat dari hasil penelitian Wakao di Jepang ternyata juga lebih tinggi dibandingkan dengan di negara-negara lainnya. Profesor Michael Osborne dari Oxford University sempat melakukan penelitian sejenis, di mana persentase pekerjaan yang akan digantikan oleh robot di Inggris dan Amerika Serikat masing-masing hanya sebesar 35 persen dan 47 persen. Sejauh ini, hasil penelitian Wakao memang masih merupakan hipotesis dari perhitungan teknis, serta belum memperhitungkan faktor-faktor sosial di masyarakat. Meskipun sepertinya ketersediaan pekerjaan untuk manusia akan diambil alih oleh robot, namun masyakarat Jepang tetap menyambut secara positif terkait revolusi pekerja yang akan didominasi oleh sistem komputer dengan algoritma tertentu. Apalagi, diketahui populasi di Jepang kini didominasi oleh angkatan usia 'sepuh'.
  16. Robot yang satu ini bakal disukai para wanita yang suka manicure atau perawatan kuku. Nailbot, demikian namanya, bisa memanjakan dan mempercantik kuku penggunanya. Nailbot diciptakan oleh startup yang bergerak di bidang robotik bernama Preemadonna. Meski menyebut produknya sebagai robot, wujud Nailbot sebenarnya lebih mirip seperti mesin printer. Penciptanya, Pree Walia, mengatakan bahwa Nailbot memang adalah printer portabel untuk mencetak nail art alias seni gambar di kuku. Robot yang memerlukan waktu tiga tahun dalam pengembangannya ini memungkinkan siapa saja punya kuku cantik berhias nail art dengan cara digital. Tak perlu ke salon dan tempat manicure. Bagaimana cara kerjanya? Nailbot terhubung dengan sebuah aplikasi di smartphone. Melalui aplikasi tersebut, kita bisa memilih gambar apa saja yang ingin menjadi nail art. Pilihan nail art akan dikirimkan ke Nailbot, dan robot tersebut bisa langsung menciptakan gambar sesuai yang diinginkan hanya dalam 30 detik. Selanjutnya, pengguna tinggal meletakkan kuku yang sudah dicat warna dasar di tempat cetak kuku, dan nail art yang sudah dipilih pun tercetak di kuku. Hasilnya, kuku pun tampak menarik dengan nail art yang tidak biasa. Karena menggunakan mesin printer, pengguna bahkan bisa menjadikan emoji, logo jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram menghiasi kuku mereka. Walia mengklaim tinta untuk nail art yang dihasilkan Nailbot sudah teruji aman untuk kecantikan. Perangkat robotik ini saat ini sudah mulai memasuki tahapan produksi. Preemadona sebagai startup pengembangnya, sedang giat melakukan kampanye pendanaan melalui Indiegogo agar Nailbot bisa diproduksi secara massal. Target mereka adalah mengumpulkan USD 150 ribu, dan saat ini sudah terkumpul sekitar USD 23 ribu.
  17. Di era yang serba menggunakan teknologi sekarang banyak pekerjaan manusia yang mulai digantikan oleh robot. Tak terkecuali pekerjaan entry-level seperti membalik burger di restoran cepat saji. Ya, posisi para pekerja di restoran cepat saji akan terancam dengan keberadaan mesin pemasak burger ini. Sebuah perusahaan yang bernama Momentum Machines, telah menciptakan sebuah robot yang secara radikal dapat merubah industri makanan cepat saji yang akan membuat para kokinya harus mencari pekerjaan lain. Mesin pembuat burger dapat menyajikan 360 burger dalam waktu satu jam Pasalnya, robot buatan perusahaan tersebut dapat membuat topping irisan seperti potongan tomat dan acar yang segera diletakannya di atas burger dan kemudian disediakan dalam keadaan yang masih segar. Perusahaan juga mengklaim robot ini lebih bersih, lebih konsisten, dan dapat menghasilkan 360 burger dalam waktu satu jam, ini berarti setiap burger tersaji dalam waktu 10 detik saja, benar-benar ‘fast-food’. Bahkan perusahaan mengungkapkan, generasi terbaru dari robot ini dapat menyajikan pilihan menu daging cincang yang berbeda. Robot dapat mencampur 1/3 daging ayam dan 2/3 daging sapi sesuai selera atau permintaan pelanggan. Pendiri Momentum Machines, Alexandros Vardakostas juga mengatakan tentang Xconomy, “Perangkat kami diciptakan buka untuk membuat pekerjaan karyawan menjadi efisien. Ini dimaksudkan untuk benar-benar menyingkirkan mereka.” Menurut perusahaan yang berbasis di San Francisco ini, mesin Alpha (robot pembuat burger) dapat menghemat pengeluaran keuangan restoran cepat saji dalam satu tahun. Bahkan restoran akan lebih banyak membutuhkan bahan-bahan makanan hingga dua kali lipat dari biasanya, karena robot ini memproduksi lebih banyak burger. Mesin tersebut diklaim sangat efisien karena tidak membutuhkan kasir ataupun server. Pelanggan hanya perlu menekan sebuah tombol yang menampilkan setiap menu, makan robot akan segera membuat makanan itu sesegera mungkin. Mungkin dengan adanya mesin pembuat makanan cepat saji ini, akan meningkatkan jumlah penderita dibetes. Karena mudahnya orang-orang memakan burger yang hanya memerlukan hitungan detik untuk membuatnya. Bagaimana, apakah Anda tertarik makan burger buatan robot ini?
  18. Di era digital ini, sangat mudah menemui robot yang mampu mengerjakan tugas sehari-hari, seperti pelayan restoran, petugas keamanan, hingga asisten rumah tangga juga sudah ada. Namun bagaimana jika sebuah robot memiliki keahlian dalam bermain musik jazz? Ya, hal inilah yang tengah dikembangkan oleh militer AS dalam mengembangkan sebuah robot yang mampu bermain musik. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) yakni selaku badan pertahanan dan penelitian Amerika Serikat berencana mengembangkan program yang dapat mengadaptasi langsung dari musisi jazz manusia. Program yang dimaksud ini adalah Musical Improvising Collaborative Agent (MUSICA) yang mana bertujuan menciptakan suatu perangat, dalam konteks ini berupa robot yang mampu bermain musik jazz bersama manusia secara mandiri . Seperti yang dilaporkan Popular Science, program DARPA ini akan bertumpu pada sebuah database yang mana data-data para pemain solo sebelumnya telah dikumpulkan terlebih dahulu oleh para peneliti. Hal ini bertujuan agar progam dapat memahami karakteristik musik jazz. Cara kerja robot tersebut, mula-mula akan memahami dan menyerap ilmu musik jazz, setelah itu ia akan mampu menciptakan sebuah respon dari apa yang ia tangkap sebelumnya. Dalam konteks ini, musik merupakan bahasa bahasa baru yang harus mereka pelajari dan kemudian mereka terapkan dalam sebuah respon. Mengutip dari BBC Indonesia, salah satu ilmuwan yang mengembangkan proyek MUSICA dari School of Art and Design di University of Illinois menuturkan “Tujuan kami di musim panas selanjutnya adalah mempesembahkan sistem ‘panggil dan jawab’, di mana saya bisa memainkan satu bait musik dan sistem ini akan menganalisisnya, lalu memberi jawaban atau respon semirip mungkin,”. Grosser juga menambahkan bahwa membuat sebuah program yang dapat memainkan musik jazz merupakan ide yang sangat gila. Menurutnya, “Jika kita dapat membuat robot yang bisa bermain musik secara handal dengan sistem yang berhasil kita kembangkan, tandanya kita benar-benar berhasil”. Namun yang agak aneh adalah, sejatinya DARPA merupakan badan pertahanan negara yang berfokus pada militer. Lantas mengapa mereka ingin mengembangkan sebuah robot yang mampu bermain musik? Tentu pasukan militer AS tidak mungkin tiba-tiba berubah menjadi maestro musik jazz bersama robot. Digadang-gadang, mereka ingin menciptakan robot berteknologi canggih. Tujuan mereka tidak hanya ingin menghadirkan sebuah robot yang mampu berkolaborasi antara manusia dan robot. Canggih dalam hal ini adalah, mereka ingin menciptakan robot yang mampu merespon tindakan dari manusia secara instan. Dengan hadirnya jenis robot baru ini, maka di masa mendatang akan semakin banyak lagi robot-robot dengan kemampuan unik.
  19. Yamaha menciptakan Motobot, sebuah robot yang mampu memacu sepeda motornya di mana saja, termasuk di sirkuit balap. Motobot diperkenalkan di ajang Tokyo Motor Show pekan ini. Rupanya robot ini adalah visi Yamaha untuk konsep kendaraan otonom. “Berkendara secara otomatis tanpa modifikasi di sepeda motor berpotensi memberikan kami pendekatan lain dalam kendaraan yang bisa beroperasi sendiri,” kata Hiro Saijou, Chief Executive Yamaha Motor Ventures and Laboratory, seperti dikutip media, Jumat (30/10). Untuk mengawali proyek robot itu, Yamaha telah mengirimkan stafnya ke Silicon Valley pada Mei 2014 dan secara resmi membuka laboratorium pada Agustus lalu. “Kami ingin punya potensi membuat semua kendaraan jadi otonom, tak hanya sepeda motor,” kata Saijou. “Dan robot otonom yang mengendarai sepeda motor adalah yang paling menantang dan konsep yang luar biasa.” Motobot sendiri baru pada tahap konsep. Pada kecepatan di bawah 3 mph, ia masih tak stabil. Tim yang menggarap proyek itu sendiri hanya berjumlah lima orang. Versi pertama yang dipamerkan di Tokyo dioperasikan dengan pengendali jarak jauh. Versi berikutnya diklaim bakal 100 persen otonomi, dikontrol oleh GPS dan sensor.
  20. Keberadaan robot di kehidupan manusia sepertinya memang bukan mimpi lagi. Sudah banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan dalam menciptakan robot, yang digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Seperti salah satunya adalah robot Pepper buatan Jepang, yang mana dapat berinteraksi dengan manusia. Namun kini tidak hanya robot Pepper yang hadir untuk menghibur manusia, ada juga robot yang dapat menari dengan lincah. Dikutip dari Engadget, Rabu (21/10/2015), sebuah perusahaan asal Jepang, DMM kabarnya tengah menciptakan sebuah robot yang dapat menari layaknya bintang girl band. Robot yang didandani layaknya anggota girl band ini tidak kalah lincah dengan gerakan tarian para anggota girl band. Robot dari DMM ini ditanami kecerdasan buatan yang dapat mengenali lagu sehingga robot ini dapat menari sesuai lagu yang didengarnya. Tidak hanya itu, DMM juga melengkapi aksesoris tambahan yang berbentuk 3 dimensi. Sehingga Anda dapat mendadani penampilan robot ini kian menarik. Menariknya, robot ini akan disandingkan dengan beberapa girl band asal Jepang dalam waktu dekat. Bagi yang ingin memiliki hiburan tersendiri di rumah, robot ini nampaknya sangat cocok sebagai hiburan karena performanya. Untuk membawanya pulang, robot ini diberi label harga sebesar 138.000 Yen atau sekitar 16 juta Rupiah, dan akan tersedia pada 29 Oktober mendatang.
  21. Fisikawan ternama Stephen Hawking mengkhawatirkan kesenjangan ekonomi akan semaking renggang setelah banyak pekerjaan yang dikerjakan secara otomatis oleh robot atau kecerdasan buatan, dan pemilik mesin yang kaya menolak untuk berbagi kekayaan Saat ini, banyak sektor industri seperti perakitan yang telah mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin. Di sektor e-commerce juga demikian, pencatatan transaksi yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh manusia, kini dapat terekam otomatis berkat susunan kode pemrograman yang membuat kecerdasan buatan. "Jika mesin menghasilkan segala sesuatu yang kita butuhkan, hasilnya akan tergantung pada bagaimana hal-hal itu didistribusikan," kata Hawking Hawking menjelaskan ada dua kemungkinan bagaimana kekayaan ini didistribusikan. Pertama, setiap orang dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera jika pemilik mesin rela membagikan hasil dari kehebatan mesin itu. Kedua, kebanyakan orang juga dapat berakhir miskin jika pemilik mesin melakukan redistribusi kekayaan yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya sendiri. "Sejauh ini, tren tampaknya menuju pilihan kedua, dengan arus teknologi yang terus meningkatkan ketimpangan," jelas Hawking. Di masa kini, perusahaan dengan teknologi informasi yang canggih, rela melakukan investasi besar untuk membeli sistem atau robot yang memungkinkan perusahaan menekan jumlah pekerja manusia. Di tahap ini pula, perusahaan hanya membutuhkan pekerja dengan keterampilan mendalam untuk menunjang operasional yang belum mampu dilakukan oleh sistem atau robot.
  22. Di Kinshasa, ibukota Republik Demokrasi Kongo, jalan-jalan utama jadi lebih aman bagi pejalan kaki. Robot cerdas mengatur lalu lintas dan mencegah kecelakaan fatal. Robot pembantu anak sekolah menyeberangi jalanan Di ibukota Republik Demokrasi Kongo, Kinshasa hidup sekitar 15 juta orang. Kemacetan lalu lintas dan kekacauan transportasi jadi hal biasa. Dalam tahun-tahun terakhir banyak kemajuan positif berhasil dicapai di kota ini. Jalan utama dilapisi aspal dan diperluas. Tapi karena supir tidak perlu lagi menghindari lubang-lubang jalanan, kini mereka menyetir lebih cepat. Jumlah Korban Kecelakaan Lebih Sedikit Dengan tas sekolahnya, Chery Makamba (17) berdiri di tepi jalan besar Lumumba yang terdiri dari delapan jalur, yang melewati pusat kota, menuju lapangan terbang. Jalanan di Kinshasha ini sangat ramai. Secara umum jalan-jalan Kinshasa berbahaya bagi pejalan kaki, terutama anak-anak. Di mana tidak ada kemacetan lalu lintas, mobil-mobil berlalu dengan kecepatan tinggi. Namun demikian, di jalanan ini juga banyak sekolah, dan bagi anak-anak sangat berbahaya untuk mencapai pemberhentian bus di sisi seberang jalan. Sekarang ada robot raksasa di pinggir jalan. Robot itu mengeluarkan bunyi, berkelap-kelip, dan warna lampu di atasnya berubah dari hijau ke merah, sehingga lalu lintas berhenti dan anak-anak bisa menyeberang jalan. Therese Kirongozi Chery senang ada bantuan dari robot. "Setiap saat robot mengubah warna lampu menjadi merah bagi lalu lintas, kami pejalan kaki bisa menyeberang jalan," katanya dengan senang. Robot bahkan bisa berbicara, katanya. Jika disentuh, robot berseru, "Jangan sentuh saya!" Sebelum robot ditempatkan, di sana sudah ada lampu lalu lintas, tapi jarang berfungsi. Robot berfungsi sangat baik, kata Chery dan "terjadi lebih sedikit kecelakaan." Dibuat Seorang Ibu Di jalanan ini terjadi hampir 500 kecelakaan fatal tahun lalu. Sebagian banyak korban adalah pejalan kaki yang menyeberang dari satu sisi ke sisi lain, dan sebagian besar murid sekolah. Ini meresahkan Therese Kirongozi (40). Ia ibu dari tiga anak, dan anak-anaknya juga menuntut ilmu di salah satu sekolah di jalan Lumumba. Ia adalah kepala asosiasi perempuan yang bekerja di bidang teknologi. Ia punya ide untuk mengembangkan robot yang membantu anak-anak menyeberang jalanan dengan selamat. Sejauh ini Kirongozi sudah mendesain dua tipe robot. Robot pertama membantu anak-anak menyeberang jalan, dan robot kedua mengatur lalu lintas di sebuah perempatan. Robot pengatur lalu lintas Dengan dilengkapi kamera, robot merekam data dari segala sesuatu yang terjadi di dekatnya. Di malam hari robot beroperasi dengan sinar infra merah. Semua data disimpan di sebuah pusat pengarahan. Data bisa digunakan pemerintah untuk menjaga lalu lintas. Kecelakaan bisa dimonitor dan yang bertanggungjawab bisa segera ditemukan. Demikian Kirongozi. Di Republik Demokrasi Kongo, yang dilanda perang saudara selama 20 tahun, hanya ada 74 lampu lalu lintas. Pemerintah baru berusaha memperbaiki situasi jalanan dalam beberapa tahun terakhir.
  23. Masa depan di mana sulit membedakan antara manusia dan mesin, akan segera jadi kenyataan. Demikian kata ilmuwan, setelah terjadinya terobosan di dunia robotik di Jepang. Tetapi para ilmuwan juga memperingatkan, ketika perbedaan antara manusia dan robot tambah sempit, masyarakat dihadapkan pada masalah etis dan hukum yang belum bisa terbayangkan. "Komputer sudah bisa melampaui kemampuan manusia," kata pakar robot Hiroshi Ishiguro kepada kantor berita AFP. "Robot akan jadi sangat pintar dalam waktu dekat." Berkembangnya fiksi ilmiah menjadi fakta ilmu pengetahuan adalah berkat orang-orang seperti Ishiguro, yang mengirim robot android tiruan dirinya, untuk pergi ke perjalanan bisnis di negara lain. "Ini menghemat waktu," katanya. "Bagian atas dan bawah tubuh bisa dimasukkan koper. Tapi kepala sangat rentan. Jadi dibawa ke kabin." Robot sudah melaksanakan berbagai tugas di Jepang. Mereka memasak, membantu pasien melewati fisioterapi dan digunakan untuk perbaikan dan pembersihan setelah kecelakaan nuklir di Fukushima. Korea Selatan menggunakan robot untuk membasmi ubur-ubur, sementara robot dengan intelegensi artifisial yang bisa menganalisa tren pasar sudah jadi direktur perusahaan di Hong Kong. Suatu hari nanti diprediksikan, robot akan melaksanakan tugas-tugas rumah tangga, menjaga orang sakit, dan bahkan menyajikan kopi. Tapi apa mereka tampak seperti manusia? Ishiguro membuat "duplikatnya" dengan memakai alat elektronik berkekuatan tinggi, bagian-bagian yang bisa bergerak secara rumit, silikon dan rambut dari kepalanya sendiri. "Jika kita punya cukup pengetahuan tentang manusia, maka kita juga akan bisa membuat robot seperti manusia," dikatakan Ishiguro sambil menambahkan, "pengetahuan seperti itu biasanya berasal dari bidang ilmu syaraf atau ilmu kognisi. "Robot dan android lebih penting sebagai cermin untuk merefleksi manusia. Begitu kami menjadi teman, batasan antara manusia dan robot hilang," kata Ishiguro, seorang professor di Universitas Osaka. Hilangnya batasan itu sudah lama mengkhawatirkan bagi banyak orang, seperti sering tampak dalam karya-karya populer. Misalnya film produksi Hollywood dari tahun 1982, yang berjudul "Blade Runner." Film itu menceritakan situasi di tahun 2019, di mana ada robot-robot yang disebut replicant yang penampilannya tidak berbeda dari manusia biasa. Mereka dibuat lewat rekayasa genetika. Secara fisik mereka lebih unggul dari manusia biasa dan bisa menahan rasa sakit. Protagonis film itu, yang diperankan Harrison Ford, bertugas mencari replicant yang lari dari tempat mereka ditahan untuk kerja paksa, dan hidup di antara manusia biasa. Masalah yang dihadapi protagonis adalah membedakan replicant dengan manusia biasa. Jatuh cinta pada teknologi 2013, Hollywood mengeluarkan film lain menceritakan kemungkinan orang jatuh cinta pada teknologi, dalam film berjudul "Her". Dalam film itu, Joaquin Phoenix memainkan tokoh seorang pria pendiam yang kesepian, yang jatuh citna pada sistem operasi inteligen yang hanya ada di realita dalam bentuk suara perempuan di komputer dan alat-alat mobile yang dimilikinya. Robot masa kini masih jelas berbentuk robot, yang sengaja didesain untuk tampak artifisial. Robot ASIMO dari Honda diperkenalkan tahun 2000 sebagai asisten yang bisa berpindah tempat, dan berpenampilan seperti astronot kecil. Robot humanoid cerewet yang diberi nama Pepper dipertunjukkan baru-baru ini oleh perusahaan Jepang SoftBank. Robot itu mengaku bisa mengerti emosi orang, dan "70-80% percakapan spontan". Pepper, akan diperjualbelikan kepada masyarakat umum Februari 2015 dengan harga 2.000 Dolar. Pepper punya fitur manusia, yaitu kepala dan dua tangan. Tapi tubuhnya yang dari plastik warna putih jelas menunjukkan sifatnya yang artifisial.
  24. Seorang pakar matematikan ingin mengajarkan robot humanoid untuk bisa berjalan seperti manusia. Bukan tugas yang mudah. Di Universitas Heidelberg, ahli matematika Katja Mombaur memimpin proyek penelitian Eropa yang juga melibatkan ilmuwan dari beberapa negara lain. Tujuannya: Robot otonom yang mampu berjalan stabil di atas permukaan yang bervariasi. Jadi robot nantinya bisa membantu, saat terjadi bencana misalnya. Mombaur mengingatkan pada kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima: "Kalau saja ada orang yang boleh masuk ke dalam reaktor, musibah bisa terhindarkan. Tapi ini terlalu berbahaya. Pancaran radiasinya terlalu tinggi bagi manusia. Tapi robot yang wujudnya seperti manusia, punya kemampuan bergerak seperti manusia, dan kecerdasan seperti manusia, akan mampu melakukannya." Butuh waktu lama Pada simulasi komputer pergerakan robot proyek Mombaur cukup baik. Tapi robot masih butuh waktu lama untuk bisa berjalan atau berlari selayaknya manusia. Gerakan lain lebih mudah. Robot humanoid memang bisa melakukan gerakan tertentu dengan cara meniru dan mempelajarinya. Seperti mengangkat lengan. Tapi berjalan adalah proses yang rumit. Mombaur menjelaskan, "Saat manusia berlari, tidak hanya kaki yang dilibatkan, tapi juga seluruh anggota tubuh. Di atas permukaan rata kita masih bisa berjalan dengan baik tanpa melibatkan tangan. Tapi begitu kondisi semakin sulit, kita membutuhan lengan untuk menjaga keseimbangan atau berpegangan. Karena itu dibutuhkan seluruh anggota tubuh." Kriteria optimalisasi Ini sebabnya tim peneliti juga mempelajari cara manusia bergerak. Dan bagaimana manusia bergerak di atas permukaan yang berbeda-beda. Robot kelak harus mampu bergerak otonom di daerah yang tidak dikenalinya. Kriteria optimalisasi atau pencarian gerakan yang terbaik, memainkan peranan penting dalam penelitian. "Kami tidak menerapkan gerakan yang identik pada robot. Ini tidak mungkin. Robot memiliki geometri, ukuran, dan jangkauan yang berbeda. Batasan kekuatannya juga tidak sama. Dan biasanya gerakannya jauh lebih lambat dari manusia. Tapi kami berpegang pada prinsip dasar, yakni kriteria optimalisasi karakter gerakan dan menerapkannya pada robot", tambah Mombaur. Robot humanoid yang "dilatih" Mombaur kini sudah mulai berjalan dan melewati berbagai rintangan. Seperti misalnya naik tangga. Tapi ia menuntut robotnya agar masih harus lebih terampil lagi dan terutama lebih cepat bergerak.
  25. Ilmuwan mengembangkan robot yang terinspirasi dari gerakan kecoak. Robot kecil tersebut diklaim dapat memanjat rintangan seperti hewan serangga sungguhan. Ilmuwan dari University of California membuat robot kecoak ini memiliki bagian bundar, khas kecoak sungguhan. Pada sebuah pengujian, robot ini dapat bergerak memanjat di antara beberapa objek vertikal. Pengembangan robot terbaru ini diharapkan dapat digunakan untuk operasi penyelamatan atau pencarian maupun memonitor lingkungan. "Sebagian besar studi robot memecahkan masalah hambatan dengan menghindari (hambatan-hambatan itu)," kata Chen Li, penulis utama dalam studi robot kecoak ini. Ia mengatakan, sebagian besar robot menggunakan sensor untuk memetakan lingkungan dan algoritma yang merencanakan sebuah jalur untuk menghindari hambatan. Khusus robot kecoak ini, sistem dapat membaca objek-objek yang ada di sekitarnya, sehingga gerakan robot menyesuaikan dengan bentuk objek hambatan. Robot kecoak ini membawa teknologi baru tanpa perlu mengandalkan sensor atau motor tambahan. Meskipun demikian, robot ini dianggap belum mencapai kesempurnaan karena masih bergerak dengan lambat. Namun, dengan bagian tempurung yang dilekatkan pada badan robot, menjadikannya lebih mudah untuk memanjat dengan mengandalkan enam kaki robot. "Robot kami dapat melintasi rumput tanpa menambahkan sensor umpan balik atau perubahan kontrol motor berkat shell (tempurung) bulat tipis," kata Li.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy