Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'review'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Ketika melihat sebuah film Indonesia dilabelkan sebagai biografi, lalu dikaitkan lagi dengan unsur 'kisah sukses' dan 'menginspirasi', mungkin tidak terbayang kemasan seperti yang dilakukan film Sundul Gan: The Story of Kaskus. Digarap oleh Naya Anindita sebagai debut penyutradaraan film panjangnya, Sundul Gan dikemas dengan ringan dan lincah, seakan mematahkan kebiasaan bahwa film yang 'menginspirasi' haruslah melodramatis menggetarkan hati, berisi kata-kata berat makna, atau bahwa film biografi harus menunjukkan hanya sisi-sisi terbaik subjeknya. Sundul Gan memang masih berpegang pada sebuah kisah sukses, dalam hal ini upaya sepasang sahabat dalam membesarkan Kaskus, salah satu situs forum terpopuler di Indonesia. Film ini pun sajikan beberapa highlight bagaimana Kaskus yang tadinya hanya proyek tugas kuliah di tahun 1999, menjadi sebuah perusahaan rintisan (start up) yang menarik minat para pemodal besar di era 2000-an. Namun, jelas kisah tersebut jadi kurang menarik ketika umumnya penonton sudah tahu akhirnya akan seperti apa: Kaskus kini sudah aktif selama 17 tahun dengan jutaan pengguna. Mungkin karena itu pula, Naya bersama penulis skenario Ilya Sigma dan Priesnanda Dwisatria lebih berfokus pada pasang surut persahabatan sekaligus kemitraan bisnis dari dua sosok penting di Kaskus: Andrew "Mimin" Darwis (Albert Halim) dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko). Di film ini, Andrew diperkenalkan sebagai seorang yang passionate terhadap teknologi informasi, dia juga yang turun langsung mengurusi Kaskus dan dikenal para penggunanya dengan sapaan Mimin berasal dari kata administrator. Sementara Ken diperkenalkan sebagai pemuda pemalas maniak video game yang melihat peluang bisnis besar dari Kaskus. Andrew dan Ken ternyata masih punya hubungan keluarga, dan itulah yang membuat mereka cepat akrab saat sama-sama kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Tahun 2008, Ken mengajak Andrew untuk kembali ke Jakarta untuk membangun Kaskus jadi lebih besar. Di Jakarta, mereka berbagi tugas. Andrew masih terus mengembangkan Kaskus dari segi teknologi dan kontennya, sementara Ken yang ke sana ke mari mencari investor potensial. Di sinilah persahabatan mereka diuji. Andrew kerap merasa ditinggal sendirian dalam mengurusi Kaskus, dan Ken berusaha seimbangkan cita-citanya untuk Kaskus, serta rencana pernikahannya dengan Tika (Pamela Bowie) yang berjalan bersamaan. Siapa yang paling pantas dalam mewakili Kaskus ke luar pun ikut menambah kompleksitas hubungan Ken dan Andrew. KESAN JUJUR Cerita dan karakterisasi Sundul Gan sepertinya memang dirancang untuk lebih dekat dengan kalangan dewasa muda usia 20-an hingga 30-an, khususnya yang akrab dengan teknologi. Ini terutama timbul dari karakterisasi dan interaksi hubungan antara Ken dan Andrew, serta problem-problem yang diangkat. Film ini juga tak segan memasukkan umpatan dan makian, baik yang diucapkan serius ataupun bercanda, tetapi masih dalam porsi tak berlebihan. Bahkan, ditunjukkan pula sifat dan sikap dari kedua tokoh yang mungkin sulit dikatakan terpuji—sebut saja Andrew yang terkesan tak acuh pada kehidupan sosial dan sempat besar kepala dengan kepopuleran Kaskus, atau Ken yang jago ngeles dan sempat 'memperdaya' Andrew supaya mau kembali ke Jakarta. Terlepas itu benar atau hanya dramatisasi, unsur-unsur tersebut berperan penting dalam membuat film ini terkesan lebih hidup serta nyata. Film ini tak berusaha mengglorifikasi kehebatan dan keberhasilan kedua tokohnya, melainkan menunjukkan mereka memang manusia biasa seperti penontonnya. Ini menarik karena kedua sosok aslinya juga turut terlibat di produksi film ini, namun membiarkan beberapa hal yang berisiko menurunkanimage personal mereka untuk ditampilkan di film. Ini justru berdampak baik dalam mengikis kesan palsu dari cerita yang diangkat, sehingga film ini pun jadi terasa jujur. Believability ini pula yang membuat film ini cukup mudah dinikmati tuturannya, terlepas dari kemasannya yang cukup komikal dan bercorak komedi. Film ini dibuka dengan perkenalan oleh tokoh Ken dan Andrew berbicara langsung kepada penonton, lalu ada pula berbagai animasi grafis khas video game yang seakan menjelaskan adegan-adegan yang sedang ditampilkan. Penggunaan efek digital dan CGI di sini mungkin memang belum sempurna, tetapi karena dibangun sebagai komedi, ditambah penataan gambar yang cerdik, kekurangan ini tak sampai merusak ceritanya. Film ini pun memasukkan berbagai trivia yang mungkin akrab bagi para pengguna Kaskus, termasuk bahwa awalnya banyak pengguna menggunakan Kaskus untuk bertukar materi pornografi, jenis-jenis komunitas di Kaskus yang kadang absurd, hingga titik dramatis ketika situs ini diretas. Inilah cara yang digunakan film ini untuk membuat kisah ini jadi hipdan fun, menarik bagi generasi target penontonnya, khususnya yang kenal Kaskus. Di sisi lain, bahwa film ini berpotensi akan lebih terkoneksi dengan kaum muda pengguna teknologi menjadi salah satu problem utama dari Sundul Gan. Film ini jadi berpotensi asing bagi demografi di luar kelompok tadi. Dengan fokus cerita pada persahabatan Ken dan Andrew, timbul kesan bahwa pembuat film ini mengasumsikan semua penontonnya sudah kenal apa itu Kaskus dan berbagai istilah teknologi informasi lainnya, sehingga hanya dijelaskan sambil lalu. Meski beberapa kali ditunjukkan juga dampak keberadaan Kaskus, film ini tidak terlalu menjelaskan apa maksud dari 'gedein Kaskus' selain kantornya jadi lebih besar, demikian pula apa yang bisa didapat oleh investor sehingga mereka tertarik untuk terlibat. Memang tak harus detail, tapi gambaran besarnya tetap diperlukan, sekaligus untuk memperdalam seberapa pentingnya Kaskus bagi Andrew dan Ken, sehingga keduanya tidak saling meninggalkan sekalipun sering terjadi adu debat. Terlepas dari itu, Sundul Gan tetaplah sebuah film yang mampu tampil fresh untuk jenis biografi. Fokus penceritaan pada persahabatan Ken dan Andrew juga disampaikan dengan cukup utuh dan dituturkan dengan lancar. Performa pemainnya juga mendukung ini, baik dari Dion yang tampil prima seakan tanpa beban, juga Albert—walau kadang masih terlihat seperti impersonating mampu menyampaikan emosinya dengan wajar. Film ini memang belum sempurna, tetapi tidak berarti gagal, terutama dalam menyajikan materi cerita yang terkesan klise menjadi cukup berbeda dan tetap menarik.
  2. Sekarang ini banyak sekali orang - orang yang menyukai game di smartphone baik dari usia anak-anak sampai usia dewasa. Bahkan saat ini orang - orang membeli smartphone bukan hanya untuk telepone dan sms saja, melainkan untuk memainkan permainan yang mereka sukai. Game Crisis Action SEA ini diperuntukan untuk kalangan remaja, dan game ini merupakan salah satu game FPS (First Person Shooter/ oang yang menembak pertama) Crisis Action SEA ini hampir sama dengan game Point Blank, Counter Strike, Battlefield , Call of Dutty dan lain sebagainya yang juga merupakan game FPS, hanya saja game Crisis Action SEA ini hanya dapat dimainkan di smartphone kalian baik itu android maupun ios. Game ini telah diunduh oleh banyak orang dan mendapatkan review dan rating yang begitu bagus. Game android Crisis Action SEA ini dikembangkan oleh Hero Games dan besar file utama saat diunduh adalah 164 MB dan apabila sudah di instal pada perangkat android akan menjadi 215 MB. Grafis dari game ini sudah sangat bagus dan memiliki suara yang pas. Saat pertama kali bermain game Crisis Action SEA, kamu akan langsung diarahkan untuk memilih 4 server yang tersedia yaitu Avenger, Savior, Alliance, Rebels. Kemudian kamu dapat mendaftar saat loading selesai ataupun kamu dapat log in menggunakan facebook atau mendaftar secara langsung. Selanjutnya kamu akan melakukan tutorial terlebih dahulu agar bisa mengetahui cara bermain game Crisis Action SEA-nya serta kamu akan mendapatkan hadiah yang berupa Gold dan Honor yang dapat kamu belanjakan dishop untuk membeli perlengkapan tempur seperti senjata, helmet, bom, dan lainnya. Kamu juga bisa melakukan skip untuk melewati tutorial yang diberikan pada game tersebut. Pada menu Perang kamu dapat memilih Mode Offline, Tantangan PVE, Peringkat, Aula Perang. Untuk menyelesaikan Daily Victory Reward dan Daily Honor Limit dengan hadiah berupa sejumlah honor yang diberikan jika kita sudah menyelesaikan misi yang diberikan. Honor berguna untuk membeli penguatan senjata. Pack di Lottery, ENH PTS MAKER, dan masih banyak lagi yang bisa kita dapat jika kita mempunyai banyak Honor di game Crisis Action SEA. Dimenu peringkat kamu dapat bermain sendiri dengan menyesuaikan peringkat kamu saat itu, ataupun dapat bermain bersama team kamu dengan melawan team lain secara acak. Juga kamu bisa perang dengan team lain dengan kesepakatan kedua belah pihak team. Di game ini kalian juga dapat membentuk team kalian sendiri untuk bermain bersama-sama melawan team lain, Ataupun kamu dapat bergabung dengan team lain yang lebih kuat. Karna jika kamu tidak bergabung dengan team manapun, maka kamu tidak akan bisa menyelesaikan beberapa misi harian yang ada untuk menambah exp level kamu. Ini dia thriller Crisis Action SEA. hasil screenshot ini diambil oleh: ID : Rends12 Server : SAVIOR Team : NEVERMORE *Jika ingin bergabung dengan team kami silahkan ndral Salam NEVERMORE
  3. Ribuan sopir taksi menggelar unjuk rasa di depan Istana Presiden Jokowi. Mereka menuntut layanan taksi berbasis aplikasi diblokir. Kehadiran taksi berplat hitam yang layanannya dapat diakses melalui aplikasi di telepon seluler membuat sopir taksi konvensional resah. Mereka mengeluh, pendapatan cenderung menurun. Belum diketahui secara persis, berapa armada plat hitam yang bekerja sama dengan Uber dan Grab selaku penyedia aplikasi layanan transportasi. Apakah mereka tergolong ilegal dari sisi penyediaan layanan transportasi, masalah ini ada di ranah Kementerian Perhubungan. Itulah sebabnya Kementerian Kominfo menyerahkan masalah ini kepada Perhubungan untuk merespons. Sisi menarik yang patut dicermati ialah kecenderungan masyarakat untuk semakin memilih layanan dan produk yang dapat diakses secara melalui internet maupun aplikasi. Tanpa perlu keluar rumah, konsumen dapat memesan produk—dari barang pakai sampai makanan—lewat aplikasi di telepon maupun laptop, lalu tinggal menunggu kiriman datang. Pembayaran dapat dilakukan lewat fasilitas internet banking. Berbelanja semakin mudah. Kemudahan yang dinikmati konsumen disambut oleh sebagian orang yang melihat peluang pemanfaatan teknologi dalam layanan transportasi. Jika sebelumnya untuk naik ojek, konsumen harus mendatangi pangkalan, kini di manapun berada konsumen bisa memesan layanan ojek. Pengojek yang pro-aktif mendatangi calon penumpang. Ide ojek berbasis aplikasi disambut oleh konsumen karena praktis dengan biaya yang lebih pasti karena dihitung berdasarkan jarak tempuh tanpa perlu tawar-menawar. Penyedia aplikasi pemesanan taksi, yang menggandeng pemilik mobil plat hitam, melihat peluang serupa dengan memanfaatkan ‘kemanjaan konsumen akan kemudahan dan kenyamanan’. Konsumen dapat memesan layanan taksi lewat telepon seluler, jadi tak perlu menunggu di pinggir jalan. Bayar ongkos pun bisa dengan kartu elektronik dengan angka yang pas sesuai argo, jadi konsumen tak perlu merisaukan perihal uang kembalian. Kunci layananan ini ialah memberi kemudahan kepada konsumen dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Perusahaan taksi yang peka terhadap kemajuan teknologi akan memanfaatkan peluang yang jelas di depan mata. Mereka sudah memiliki armada taksi sendiri, konsumen yang sudah bertahun-tahun memakai jasa mereka, sehingga mereka tinggal mengembangkan aplikasi pemesanan yang mudah diakses konsumen. Untuk pembayaran pun, mereka dapat bekerjasama dengan kalangan perbankan. Dua hal yang saya sebutkan di atas semestinya tidak sulit mereka lakukan. Tapi, soalnya, apakah setiap manajemen perusahaan taksi bersikap adaptif terhadap perubahan pasar, kemajuan teknologi, serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Masuknya penyedia aplikasi seperti Uber, yang notabene bukan perusahaan transportasi, sepatutnya segera direspons dengan memodifikasi model bisnis. Biarlah urusan Uber dan Grab ditangani oleh Kementerian Perhubungan. Urusan perusahaan taksi adalah beradaptasi terhadap perubahan dengan mengadopsi teknologi yang diperlukan agar konsumen memperoleh layanan yang mudah dan cepat diakses, aman, serta nyaman—sebab, dari pertimbangan inilah konsumen mengambil keputusan untuk memakai atau tidak layanan tertentu. Dengan cara itu pula, perusahaan taksi dapat meningkatkan daya saingnya dalam kompetisi penyediaan layanan transportasi yang semakin sengit, apa lagi dengan adanya layanan taksi berbasis aplikasi yang disediakan oleh bukan perusahaan transportasi. Untuk yang terakhir tersebut, menjadi tugas regulator untuk menata kembali aturan main layanan transportasi dengan mengatur layanan transportasi berbasis internet/aplikasi, sebab orang yang cerdik akan mudah memanfaatkan celah-celah yang belum diatur dalam regulasi apapun.
  4. Banyaknya ulasan atau review palsu di Amazon.com membuat situs penjualan online tersebut akhirnya menempuh jalur hukum. Setidaknya seribu lebih orang dituduh menulis ulasan bernada memuji untuk imbalan uang, melanggar ketentuan netralitas ulasan di Amazon.
  5. Ano Hi Mita Hana No Namae Wo Bokutachi Wa Mada Shiranai atau Anohana adalah anime yang rilis pada tanggal 15 Juni 2011 ini baru ane tonton ndral. Anime yang satu ini bisa bikin ane nangis pas ending. Walaupun dengan awalan yang sedikit 'absurd' dan sulit untuk dicerna oleh kalangan umum. Anime yang bercerita tentang 6 orang anak yang menamakan diri sebagai "Perdamaian Super Buster" yang beranggotakan Jintan sebagai leader, Yukiatsu, Poppo, Anaru, Tsuruko dan Menma. Jadi anime ini bercerita tentang Menma yang telah wafat saat masih kecil muncul kembali secara tiba-tiba di kehidupan Jintan. Pada awalnya Jintan mengira Menma yang tiba-tiba muncul adalah penyakit musim panas. Ternyata itu adalah Menma yang asli. Menma Menma kembali karena ada suatu permintaan yang belum terpenuhi. Disaat Jintan kembali bertemu dengan teman-temannya, dia dikira sudah gila karena menganggap Menma berada bersamanya. Lalu semuanya percaya saat Menma membuatkan mereka bolu kukus. Ternyata permintaan Menma itu adalah janji Menma kepada ibunda Jintan yang telah meninggal untuk membuat Jintan menangis. Di anime ini sih klimaksnya pas 2 episode terakhir, dimana Jintan mulai gak mau Menma pergi. Lalu di episode terakhir, Jintan udah gak bisa ngeliat Menma lagi. Menma bilang 'main petak umpet'. Semua temennya nyari ke sekaliling hutan. disaat temennya lagi nyari dia, Menma menulis kata-kata terakhir buat temen-temennya. Perdamaian Super Buster mencari Menma hingga pagi hari, kaki Jintan penuh luka karena dia tidak menggunakan alas kaki yang tertinggal dirumahnya. Lalu mereka menemukan berberapa kertas dari sobekan buku harian Menma yang berisi tulisan Menma. Lalu mereka semua menangis, Menma berkata "Sudah ditemukan". Setelah itu semua anggota Perdamaian Super Buster dapat melihat dan mendengar Menma, lalu Menma pergi begitu saja. Sebuah akhir yang bisa dibilang bahagia sekaligus sedih. Dijamin bisa bikin nangis kalo bener-bener menghayati setiap episodenya Anime yang ane rekomendasikan deh ndral!
  6. Kebutuhan akan penyimpanan data yang besar serta kompatibel dengan smartphone dan tablet membuat perangkat ini semakin penting. Karena media penyimanan yang disediakan perangkat smarthone dan tablet sangatlah terbatas, baik dari memori internal maupun jika ditambahkan memori eksternal. Alhasil, pengguna tak bisa menyimpan banyak file penting, solusi praktisnya pengguna menyimpan data yang ada pada perangkat PC. Namun kerumitan bakal dialami pengguna smartphone untuk memindahkan datanya tersebut. Adalah USB OTG Kingston DT microDuo 3.0 16GB yang bisa menjadi solusi dari permasalahan Anda, perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan data semata, tapi juga sebagai komunikasi antara perangkat. Dengan media penyimpanan ini pengguna tidak hanya dapat menyimpan media hiburan penting seperti dokumen, file music, video ataupun menyimpan data penting lainnya. USB OTG Kingston DT microDuo 3.0 adalah perangkat USB flashdrive untuk memudahkan pengguna memperluas media penyimpanan pada tablet dan smartphone. Dengan perangkat ini juga memungkinkan pengguna mentransfer data yang dimiliki ke perangkat PC menjadi lebih mudah tanpa harus menggunakan kabel data. Dengan fitur MicroSDHC/SDXC Class 10 UHS-I, perangkat ini Hadir dengan 3 pilihan kapasitas yakni 16 GB, 32 GB dan 64 GB Kingstone Data Traveler microDuo 3.0 diklaim memiliki kecepatan baca hingga 90 MB/s dan kemampuan menulis hingga 45 MB/s. Pada saat pengujian Kingstone Data Traveler microDuo 3.0 dengan menghubungkannya ke perangkat smartphone dengan dukungan system operasi Android 4.2.2 Jelly Bean. Dari 16GB memory internal yang tercatat, kapasitas yang bisa digunakan oleh pengguna hanya sebesar 14 GB saja. melakukan transfer data dari Kingstone Data Traveler microDuo 3.0 ke memory internal smartphone dan sebaliknya. Pada saat mentransfer data film sebesar 1.3GB hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit. Selain ke smartphone, juga diuji kecepatan transfer data dari Kingstone Data Traveler microDuo 3.0 ke perangkat PC. Dan hasilnya pun cukup memuaskan, file sebesar 1.95 GB hanya membutuhkan waktu sekitar 90 detik Sedangkan untuk transfer data dari PC ke Kingstone Data Traveler microDuo 3.0 membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar 3 menit.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy