Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'retas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Jangan Gunakan Internet Cara paling gampang adalah jangan gunakan internet. Tapi cara ini juga paling sulit dilakukan. Pasalnya setiap orang di dunia modern pasti memiliki perangkat yang selalu terhubung ke internet, baik itu komputer, smartphone, tablet atau peralatan rumah tangga sehari-hari. Cek Koneksi Internet Alternativnya, cek semua peralatan yang terkoneksi ke internet. Banyak peralatan di rumah, tanpa sepengetahuan kita terus melakukan pertukaran data dengan pabrik pembuatnya. Atau yang lebih jahat, ada komponen yang sengaja dipasang untuk mengirim data. Cek lewat Shodan.io, perangkat mana yang terhubung dengan internet dan bagaimana cara melindunginya. Gunakan Password Dengan menggunakan password atau teknik sandi lainnya, pengguna internet bisa mengatur arus data yang mereka unduh atau unggah. Biasanya fitur pada perangkat pintar memiliki opsi untuk pengaturan keamanan transfer data. Dengan memasang opsi ini, Anda yang mengatur transfer data, dan bukan perangkat yang kita miliki. Pakai Jejaring Aman Di negara maju memiliki jaringan WiFi di rumah sudah merupakan hal lazim. Disarankan lindungi WLAN dengan password dan sandi yang cukup aman. Jika menggunakan WiFi terbuka atau Hotspot, usahakan menggunakan jejaring yang memasang fitur keamanan. Update Teratur Bukan hanya keamanan jaringan internet, juga sistem operasi perangkat yang Anda miliki harus aman. Produsen yang peduli, selalu melakukan update software yang mereka pasang di perangkatnya secara teratur. Menurut Vault-7 peretas CIA diketahui menyerang celah keamanan pada sistem operasi Apple yang tidak diupdate. Tutup Kamera dan Mikrofon Perangkat canggih yang Anda miliki biasanya dipasangi fitur kamera dan mikrofon untuk komunikasi digital. Jika Anda tidak mau kehidupan probadi dimata-matai, tutup kamera dan mikrofon itu dengan lakban. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg juga melakukan tindakan pengaman ini. Mottonya: perusahaan sehebat dan seaman Facebook saja, merasa was-was dengan serangan peretas sekelas Vault-7. Unduh App Aman App adalah alat bantu utama pada smartphone. Pastikan Anda mengunduh app yang aman yang tidak menghimpun dan mengirim data dari perangkat Anda ke pihak ketiga. Walau cukup banyak aplikasi yang aman, peretas juga lebih pintar, dengan mencoba menyadap informasi saat ditulis, sebelum disandi oleh app aman. as/yf(dari berbagai sumber)
  2. Perusahaan komputer Apple menolak perintah pemerintah Amerika untuk membuka sandi piranti lunak iPhone guna membantu FBI memeriksa telefon yang digunakan oleh dua orang militan yang menewaskan 14 orang dalam serangan ala teroris di California bulan Desember lalu. CEO Apple Tim Cook hari Rabu (17/2) mengirim surat terbuka kepada jutaan pelanggan perusahaan itu, dan mengatakan bahwa perusahaan itu akan menentang perintah pengadilan untuk merancang piranti lunak baru yang bisa mengalahkan langkah-langkah keamanan Apple sendiri. Tindakan pemerintah itu belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan suatu "usaha luar biasa," ujar Cook dan akan berdampak mengerikan terhadap hak-hak privasi warga. "Pemerintah meminta Apple untuk meretas pelanggan kami sendiri dan merusak kemajuan pengamanan yang melindungi pelanggan kami, termasuk puluhan juta warga Amerika, dari peretas canggih dan kriminal-kriminal di dunia maya," ujar Cook. "Para pakar komputer yang menyusun sandi yang kokoh dalam iPhone… kini diperintahkan untuk memperlemah perlindungan itu sehingga pelanggan kami kurang aman." Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Presiden Barack Obama melihat isu sandi ini sebagai "prioritas nasional yang penting" dan sangat mendukung FBI dan Departemen Kehakiman dalam menyampaikan permintaan kepada Apple itu. Cook mengatakan Apple tidak bersimpati pada teroris dan sangat marah atas serangan yang terjadi di San Bernardino, California tahun lalu yang dilakukan oleh warga kelahiran Amerika Syed Rizwan Farook dan istrinya yang berasal dari Pakistan, Tashfeen Malik. Apple telah memberi data-data yang relevan yang dimilikinya kepada FBI, mematuhi seluruh surat perintah dan pemanggilan dan penggeledahan oleh pengadilan dan telah menyampaikan saran-saran teknik kepada tim penyelidik federal, tambah Cook. CEO Apple itu mengatakan piranti lunak yang diinginkan FBI itu "terlalu berbahaya untuk diciptakan," dan tidak ada saat ini. Piranti lunak yang disebut sebagai "backdoor" atau "pintu belakang" itu merupakan cara mengakses data dengan membuka sandi iPhone manapun, dimana pun juga, ujar Cook. "Pemerintah mengatakan piranti ini hanya akan bisa digunakan satu kali dan hanya pada satu telfon," ujar Cook dalam pernyataan yang dipasang di internet. "Tetapi ini sama sekali tidak benar. Begitu diciptakan, teknik itu akan bisa digunakan berulang-kali, pada telpon manapun. Dalam dunia nyata, ini setara dengan "master key" yang mampu membuka ratusan juta kunci, mulai dari restoran, bank, toko hingga rumah. Orang yang waras tidak akan menerima permintaan seperti itu." Apple memperkuat enkripsi telefon-telefonnya pada tahun 2014 di tengah meningkatnya keprihatinan publik tentang privasi digital. Pada masa lalu pemerintah telah menyampaikan keberatan karena langkah-langkah keamanan yang lebih canggih telah menyulitkan penyelidikan atas berbagai kasus kriminal dan keamanan nasional. Pengadilan hari Selasa (16/2) mengeluarkan perintah yang memberi pilihan kepada Apple untuk menyediakan cara-cara alternatif kepada pemerintah untuk mengakses telefon Farook, selama metode itu tidak menghapus secara otomatis, seluruh data pada iPhone kalau password yang dimasukkan beberapa kali dimasukkan secara salah. Ini akan memungkinan FBI menemukan password dan bisa memasuki data sandi tersebut. Pemerintah juga menetapkan agar "pintu belakang" Apple dibuat sedemikian rupa agar penggunaan password yang salah berulang-kali tidak akan menghentikan usaha untuk meretas Iphone itu. Dengan piranti baru untuk mengalahkan fungsi penghapusan secara otomatis itu, FBI akan bisa membuka telefon Farook, yang diyakini para penyelidik menyimpan pesan-pesan teks, daftar panggilan telefon dan data internet yang selama ini digunakan. "Meskipun kami yakin maksud FBI itu baik, tetapi adalah salah jika pemerintah memaksa kami membangun pintu belakang pada produk-produk kami. Dan tentu saja, kami khawatir permintaan ini akan menghancurkan setiap kebebasan dan kemerdekaan yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah kami," ujar Cook. Daripada melakukan langkah legislatif lewat Kongres, Cook mengatakan FBI memilih untuk mengajukan “penggunaan UU All Writs Act Tahun 1789 yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk membenarkan perluasan wewenang pemerintah." "Dengan menyampaikan penghormatan sedalam-dalamnya atas demokrasi Amerika dan cinta pada negara ini, kami menantang tuntutan FBI. Kami yakin menjadi kepentingan terbaik setiap orang untuk mundur dan mempertimbangkan implikasi tindakan ini," tegas Cook. China mengamati dengan seksama perselisihan ini. Suratkabar The New York Times hari Rabu (17/2) menulis bahwa menurut sejumlah analis terkait isu aturan enkripsi, pemerintah China "memperhatikan dengan cermat" kebijakan Amerika. Tahun lalu China mencabut beberapa usul yang akan memaksa perusahaan-perusahaan asing menyediakan kunci sandi bagi perangkat-perangkat yang dijual di China, setelah adanya tekanan kuat dari kelompok perdagangan asing. Tetapi undang-undang anti-teroris China yang diloloskan bulan Desember lalu mengharuskan perusahaan-perusahaan asing untuk menyerahkan informasi teknis dan membantu upaya membuka sandi kalau diminta polisi dalam kasus yang menyangkut kegiatan teroris. "Meskipun belum jelas bagaimana undang-undang itu diterapkan, dorongan dari badan-badan penegak hukum Amerika untuk membuka sandi iPhone bisa mendorong China menyampaikan tuntutan serupa," tulis New York Times, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia.
  3. Tak hanya PC dan smartrphone, perangkat rumah tangga yang terhubung dengan internet juga disebut rentan terhadap serangan hacker. Baru-baru ini, para ahli Kaspersky Lab melakukan penelitian secara acak terhadap produk Internet-of-Things (IoT) dan menemukan adanya ancaman serius bagi rumah yang terkoneksi internet. Perangkat yang termasuk di dalamnya adalah mesin pembuat kopi yang dapat mengekspos password WiFi, video monitor bayi yang bisa dikontrol oleh pihak ketiga yang berniat jahat, dan sistem keamanan rumah berbasis smartphone yang bisa dikendalikan hanya dengan tipuan magnet. Pada 2014, David Jacoby, seorang ahli keamanan Kaspersky Lab menelusuri ruang tamunya dan memutuskan untuk menginvestigasi seberapa rentan peralatan IoT yang dimilikinya terhadap serangan cyber. David menemukan hampir seluruh peralatan yang dimilikinya sangat rentan. Oleh karena itu, pada tahun 2015, tim anti malware Kaspersky Lab melakukan penelitian serupa dengan sedikit perubahan. Penelitian ini memfokuskan pada perangkat rumahan yang terhubung satu dengan lainnya dan banyak tersedia di pasaran. Perangkat yang dipilih dalam percobaan ini antara lain USB yang dapat dihubungkan sebagai medium video streaming, IP kamera dan mesin pembuat kopi yang dikendalikan oleh sebuah smartphone, serta sistem keamanan rumah yang dikendalikan juga dengan smartphone. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hampir semua perangkat ini rentan terhadap serangan hacker. “Percobaan kami secara meyakinkan menunjukkan bahwa para vendor perlu memperhatikan keamanan cyber ketika mengembangkan perangkat IoT mereka. Meskipun demikian, perangkat apapun yang di kontrol melalui aplikasi dan terkoneksi bisa dipastikan memiliki setidaknya satu masalah keamanan," ujar ujar Victor Alyushin, Security Researcher di Kaspersky Lab melalui keterangan resminya. "Para penjahat mungkin dapat mengeksplotasi beberapa isu ini sekaligus, inilah yang menjadi alasan mengapa para vendor perlu segera memperbaiki masalah yang muncul – bahkan bagi masalah yang dianggap kurang begitu penting sekalipun. Masalah yang timbul perlu diselesaikan sebelum produk tersebut diluncurkan ke pasar, karena tentunya akan lebih sulit untuk memperbaikinya ketika sudah terjual ke ribuan pemilik rumah,” sambungnya. Sebuah kamera yang digunakan memonitor bayi dalam percobaan ini juga dapat memberi kesempatan bagi hacker untuk terhubung dengan kamera serta audio dan dapat memperhatikan apa yang terekam melalui kamera tersebut dengan menggunakan jaringan yang sama dengan pemilik kamera tersebut. Di sisi lain, kamera jenis lainnya yang berasal dari vendor yang sama justru memungkinkan hacker untuk mencuri password sang pemilik serta mengambil root password dari kamera tersebut dan memodifikasi firmware kamera. Parahnya, seorang hacker tidak perlu berada pada jaringan yang sama dengan korban ketika berhadapan dengan mesin pembuat kopi yang dapat dikontrol melalui aplikasi. Percobaan yang dilakukan pada mesin pembuat kopi menunjukkan bahwa alat tersebut mengirimkan informasi yang tidak terenkripsi dalam jumlah yang cukup bagi hacker untuk menyingkap keseluruhan password dari jaringan WiFi sang pemilik.
  4. Kemajuan teknologi memang membuat kehidupan menjadi lebih mudah dengan hadirnya berbagai perangkat pendukung, salah satunya smartphone. Tapi para pengguna harus waspada, karena ada banyak tangan-tangan usil alias hacker (black hat hacker) yang kerap memanfaatkan kerentanan dalam sistem smartphone. Selain harus waspada, pengguna sepertinya bisa mempertimbangkan pernyataan seorang white hat hacker, Steve Lord, mengenai sistem operasi (OS) smartphone yang menurutnya paling aman. White hat adalah sebutan untuk hacker komputer "beretika" atau seorang pakar keamanan komputer, yang mengkhususkan diri dalam pengujian untuk memastikan keamanan suatu sistem. Lord mengungkapkan, semua mobile operating system pada dasarnya memiliki sisi baik dan buruk. Namun menurutnya, Windows Phone adalah yang paling sulit diretas. "Saat ini Windows Phone tampaknya menjadi yang paling sulit diretakkan. BlackBerry sendiri telah lama dikenal sangat fokus pada keamanan. Jika saya memiliki akses fisik ke perangkat, maka Android biasanya menjadi target paling mudah," tuturnya. Kemudian ia pun membandingkan antara iPhone, BlackBerry versi lama, dan Android. "Jika melalui sebuah jaringan atau saya harus menyerang melalui email atau pesan, Android menjadi yang termudah," sambungnya. Ia pun menyarankan bagi konsumen yang tidak mampu membeli smartphone terbaru, maka tak ada salahnya menggunakan feature phone atau smartphone BlackBerry 10. Selain itu, smartphone berbasis Windows Phone 8 atau versi terbaru juga bisa menjadi pilihan. Namun jika konsumen sudah jatuh hati dengan Android, maka kata Lord, ada satu varian produk yang bisa dipilih yaitu perangkat dengan brand Nexus. Pasalnya, Nexus termasuk perangkat yang mendapatkan pembaruan cukup sering.
  5. Sekelompok peretas baru-baru ini ternyata berhasil menggunakan kecanggihan komputer untuk menonaktifkan sistem kantong udara pada mobil yang dijual oleh Volkswagen (VW). Penelitian serupa pernah diuji coba pada mobil Audi TT dengan menggunakan komputer mekanik atau perangkat USB untuk menonaktifkan kerja kantong udara mobil. Aksi ini dilakukan 3 orang, yaitu Andras Szijj dan Levente Buttyán dari CrySyS Lab, serta Zsolt Szalay dari Budapest University of Technology and Economics. Penelitian untuk menghasilkan suatu gangguan ini dapat memungkinkan penyusup untuk menyembunyikan sistem kantong udara mobil yang tidak aktif serta fungsi dalam mobil lainnya dengan cara memalsukan pesan yang dikirimkan kepada sistem mobil. Gangguan yang dibuat seperti ini memang memungkinkan untuk dilakukan, tapi tidak terlalu mengancam seperti remote peretas yang sempat ada dan membuat mesin Jeep tidak berfungsi untuk kecepatan tinggi serta menonaktifkan sistem kunci dan pengereman. Dalam The Register, Buttyan mengatakan bahwa perangkat lunak bisa digunakan sebagai platform untuk dihubungkan dengan mobil-mobil, seperti mobil buatan VW dan Audi. Buttyan juga mengatakan "kecacatan ini tidak ada hubungannya dengan mobil VW, namun diakibatkan oleh perangkat lunak sebagai pihak ketiga. Penemuan perangkat lunak ini bukan menjadi keunikan utama, namun berbagai pesan yang mampu dikirimkan dari komputer kepada mobil dan mengutak-atik sistemnyalah yang menjadi suatu hal baru. " Tim peneliti ini melakukan penelitian dengan mengganti FTDI DLL yang digunakan untuk berkomunikasi melalui kabel diagnostik menjadi sistem baru yang telah diutak-atik. Penggantian DDL ini adalah cara termudah untuk bisa terhubung dengan mobil. "Setelah mematikan sistem kantong udara, kita bisa mengirimkan pesan melalui aplikasi bahwa sistem sebenarnya masih menyala." Hal tersulit yang dihadapi adalah mengirimkan pesan melalui perangkat lunak pada mesin mobil dan protokol yang digunakan agar melakukan perintah yang bertentangan. Namun, mengutak-atik perangkat lunak bukanlah hal yang sulit bagi para peretas di luar sana. Gangguan semacam ini mungkin akan menjadi lebih berbahaya apabila peretas berhasil terhubung dengan mobil melalui unit OBD2. Mereka bisa saja mengutak-atik sistem kendaraan yang dapat memengaruhi kondisi mobil, seperti mematikan sistem mobil ketika sedang berjalan.
  6. Hacker berhasil membobol sistem komputer canggih di bandara Chopin yang digunakan untuk mengeluarkan rencana penerbangan. Sekitar 1.400 penumpang pesawat maskapai Polandia, LOT, terlantar saat hacker berhasil meretas sistem komputer bandara Chopin di Kota Warsawa. Peretasan juga menyebabkan beberapa penerbangan dibatalkan. peretas membobol sistem komputer yang digunakan untuk mengeluarkan rencana penerbangan pada Minggu sore (21/6). Komputer baru bisa diperbaiki setelah lima jam, ribuan penumpang terkena dampaknya. Sekitar 10 penerbangan oleh maskapai nasional dan internasional di bandara tersebut dibatalkan, dan sekitar 12 penerbangan tertunda, seperti disampaikan oleh juru bicara bandara Adrian Kubicki. LOT mulai menerbangkan para penumpang pada Minggu malam. Beberapa di antara penumpang terpaksa diberikan fasilitas menginap di hotel karena penerbangan mereka terlambat semalaman. Kubicki mengatakan, peretasan tidak menyebabkan gangguan pada keselamatan penerbangan. Pendaratan pesawat di Warsawa juga berlangsung aman. Tidak ada bandara lain yang terdampak. Namun, ujar dia, hacker mampu menembus sistem jaringan bandara yang canggih. Bukan tidak mungkin bandara lain akan jadi sasaran selanjutnya. "Kami menggunakan sistem komputer canggih, jadi kemungkinan ancaman ini berpotensi terjadi untuk industri lainnya," kata Kubicki. Peretasan masih terus diselidiki oleh aparat.
  7. Besty Davies, bocah cantik asal London Selatan tunjukkan mudahnya meretas melalui Wi-Fi Peretasan dengan modus membobol data melalui akses Wi-Fi benar-benar makin mengkhawatirkan. Sebagai bukti, seorang bocah tujuh tahun mampu meretas Wi-Fi hanya dalam waktu hampir 11 menit. Sebuah perusahaan penyedia virtual private network (VPN), Hidemyass.com (HMA) mencoba membuktikan mudahnya peretasan yang dlakukan dengan mencegat akses Wi-Fi. Perusahaan itu ingin menggambarkan betapa bahayanya peretasan melalui akses Wi-Fi. Maka HMA menantang bocah cantik Besty Davies dari London Selatan untuk meretas laptop peserta yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi publik. Davies yang dilaporkan tak mengetahui soal teknik peretasan itu menerima tantangan. Ia kemudian mencari referensi peretasan dengan browsing di mesin pencarian dan menonton video tutorial di internet. Setelah mendapatkan referensi, bocah itu mengatur Rogue Access Point, yang sering digunakan peretas untuk mencegat data di tengah trafik atau dikenal dengan istilah 'man in the middle'. Rogue merupakan titik akses nirkabel, yang sering diinstal pada jaringan perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Dengan mengatur akses poin ini, seorang peretas bisa menjalankan serangan 'man in the middle', yaitu peretas yang mencegat jaringan di antara dua akses poin. Nah, bocah cantik itu dengan cepat bisa memerankan menjadi 'man in the middle'. Ia berada di antara jaringan Wi-Fi dan laptop pengguna. Hasilnya, bocah itu sukses meretas dengan teknik tersebut dalam waktu singkat, 10 menit 54 detik. Perusahaan mengaku sudah menduga mudahnya peretasan dengan modus tersebut. "Saya tahu betapa mudahnya orang awam memperoleh akses ke perangkat asing, dan peretasan kini benar-benar menjadi permainan anak-anak," ujar Marcus Dempsey, pakar keamanan online independen yang mengawasi percobaan tersebut. Hasil percobaan itu menjadi peringatan sejauh mana potensi bahaya peretasan melalui Wi-Fi. Terlebih, fakta yang dimiliki Kantor Kabinet Inggris menyebutkan lebih dari setengah orang di Inggris telah menjadi korban kriminal di dunia maya. Sementara itu, penelitian HMA menemukan hampir dua per tiga (59 persen) orang biasa menggunakan akses Wi-Fi yang tidak aman. Sedangkan satu dari lima orang (20 persen) dari angka tersebut mengakses Wi-Fi tak aman selama berminggu-minggu.
  8. Sebuah dokumen yang diklaim berisi nilai transaksi jasa peretas bocor. Di situ tertulis bahwa kelompok peretas sudah berhasil meraup untung besar. Dokumen tersebut berisi daftar nama pengguna dan password pihak yang menggunakan jasa Lizard Squad untuk menyerang sebuah situs web. Data itu didapat oleh wartawan investigasi, Brian Krebs. Selain itu dari dokumen tersebut juga terungkap bahwa kelompok peretas ini mendapat total keuntungan hingga 11 ribu Bitcoin atau setara Rp 29,7 miliar dari 14.241 pengguna yang menyewa jasanya. Lizard Squad kerap menyerang situs web yang menjadi target dengan menggunakan teknik Distributed Denial of Service (DDoS). Dengan cara ini server yang menjadi target akan dibanjiri oleh lalu lintas data yang besar sehingga melumpuhkan server tersebut. Pada awal Januari ini, Lizard Squad menawarkan layanan meretas berbayar kepada publik. Dikutip dari Extremetech, kelompok ini memberi tarif tertentu sesuai dengan jangka waktu dan serangan yang dilakukan. Ada 8 paket yang ditawarkan kelompok ini mulai dari serangan selama 100 detik hingga 30 ribu detik dengan kapasitas data mencapai 2 Tbps hingga 30 Tbps per detik. Jasa meretas itu sendiri merupakan aksi ilegal. Namun sayangnya belum ada lembaga hukum yang menangani kasus tersebut. Lizard Squad pertama kali dikenal saat melakukan aksi peretasan pada beberapa server video game pertengahan 2014 lalu. Mereka menyerang server PlayStation Network dan Xbox Live hingga tumbang selama beberapa hari. Bahkan dalam halaman resminya Sony mengakui kewalahan dalam menangani serangan ini.
  9. Hasil penelitian Hewlett-Packard (HP) menyatakan bahwa hampir 70% perangkat yang tersambung dengan internet memiliki tingkat kerawanan hacking. Dalam penelitian ini, Hewlett-Packard menggunakan 10 macam teknologi tinggi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk webcam dan smart TV. Jika dirata-rata, setiap perangkat memiliki tingkat kerawanan 25. Kerentanan yang cukup tinggi ini dipicu oleh tingkat keamanan password dan perlindungan software yang masih lemah. 8 dari 10 perangkat memiliki sistem password yang kurang kuat dalam menghadapi ancaman hacking. Diprediksi akan ada sekitar 26 miliar perangkat teknologi yang tersambung dengan internet pada 2020, Diharapkan poduksi yang akan dilakukan dalam jumlah yang amat besar ini mampu menciptakan system proteksi yang lebih kuat. Penelitian yang dilakukan HP ini merupakan bagian dari proyek OWASP (Open Web Application Security Project) yang bertujuan untuk megedukasi masyarakat terkait kemanan teknologi internet. Di era yang serba teknologi ini, ISE (Internet Security Education) mejadi amat penting. Namun kenyataannya, hanya segelintir orang saja yang memahaminya.
  10. Cameron Diaz bermain di film Annie, yang akan dirilis tanggal 19 Desember, tetapi kelihatannya sudah diedarkan online. Lima film yang didistribusikan oleh Sony Pictures kelihatannya 'dibocorkan' di online setelah adanya serangan internet terhadap perusahaan itu bulan lalu. Di antara film yang dibocorkan adalah versi baru film klasik Annie, yang seharusnya baru akan diedarkan tanggal 19 Desember mendatang. Perusahaan itu dilaporkan telah mematikan sistem internalnya minggu lalu karena adanya 'masalah TI (Teknologi Informasi). Sejumlah orang mengaitkan serangan peretas itu dengan film komedi tentang Korea Utara, The Interview, yang akan diedarkan Sony. Namun film itu tampaknya tidak dibocorkan. Laporan-laporan mengatakan film lain yang banyak disorot telah disebarkan. Di antaranya adalah Fury, dengan pemain utama Brad Pitt, yang sudah main di bioskop pada bulan Oktober tetapi belum tersedia di DVD. Menurut perusahaan periset Excipio, Mr Turner, Still Alice dan To Write Love on Her Arms juga telah diedarkan online dan diunduh. Sony belum mengonfirmasikan kebenaran pembocoran ini, tetapi dikutip oleh majalah Variety mengatakan: "Pencurian konten Sony Pictures Entertainment merupakan tindakan kriminal, dan kami bekerja erat dengan penegak hukum untuk mengatasinya."
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy