Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'resiko'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Berjalan dengan kecepatan lambat bisa menjadi indikasi awal penyakit alzheimer. Di masa depan, kecepatan berjalan akan digunakan bersama dengan tes memori dan kriteria diagnostik lain untuk menilai risiko seseorang terkena demensia, kata para ilmuwan seperti dilaporkan oleh Independent. Sebuah studi menemukan hubungan antara kecepatan berjalan khas orang tua dan jumlah protein yang dibangun di otak dengan tanda-tanda awal demensia. Para ilmuwan mengatakan, kecepatan berjalan yang lambat pada orang-orang alzheimer mungkin berhubungan dengan perubahan dalam otak yang terjadi sebelum tim
  2. Aktivitas memotret diri sendiri tanpa bantuan orang lain atau foto selfie sedang tren di kalangan remaja yang berupaya memuaskan hasrat dokumentasi diri di sebuah lokasi. Tetapi, aksi selfie ini bisa pula menimbulkan malapetaka. Sudah banyak kejadian nahas akibat selfie. Insiden selfie terbaru menimpa seorang turis Jepang usia 66 tahun yang meninggal karena jatuh dari tangga saat ia berusaha berfoto di Taj Mahal, India. Ada pula kecelakaan yang menimpa pilot Cessna 150 pada Februari lalu di Colorado, AS karena ia dilaporkan sibuk selfie. Fenomena selfie pun kemudian dianggap lebih berbahaya ke
  3. Siapa yang tidak suka makan mi instan? Sayangnya, kebiasaan itu bisa mendatangkan beberapa konsekuensi kesehatan yang serius loh ndral. Sebuah studi baru dari The Journal of Nutrition menunjukan, konsumsi mi instan yang dimasak dengan menambahkan air mendidih dari microwave dapat meningkatkan risiko yang disebut sindrom kardiometabolik. Sindrom ini menyebabkan penyakit jantung, diabetes, atau stroke. Populasi masyarakat Asia merupakan konsumsi mi terbanyak. Peneliti dari Baylor University melihat informasi diet dari National Korea Kesehatan dan Survei Pemeriksaan Gizi IV dari tah
  4. Dono, Kasino dan sejumlah pelawak nomer wahid Indonesia yang lain punya kesamaan tragis, yakni mati muda. Kini ilmuwan di Australia mengungkap hubungan fatal antara selera humor dan kesehatan. Pertunjukan Komedi Monty Python Wahyu Sardono alias Dono dan rekannya dari Warkop DKI, Kasino Hadiwibowo, memiliki kesamaan selain selera humor yang segar, yakni meninggal dunia di usia muda. Kini ilmuwan memastikan hubungan antara kematian prematur dan selara humor. Institut Kesehatan milik Universitas Mary MacKillop di Australia menemukan, semakin lucu seseorang maka semakin dini pula ia
×
×
  • Create New...