Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'remaja'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Kelompok militan ISIS telah menguasai Mosul sejak tahun 2014. Pasukan Kurdi Irak menyelamatkan seorang gadis Swedia berumur 16 tahun dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di dekat kota Mosul pada hari Rabu lalu (17 Februari), kata para pejabat Kurdi. Pernyataan Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan (KRSC) menyebutkan remaja tersebut berasal dari kota Boras. Dia "dikelabuhi anggota ISIS di Swedia untuk mengunjungi Suriah dan kemudian ke Mosul," tambahnya. Juru bicara kementerian luar negeri Swedia mengatakan kepada sebuah koran Swedia bahwa mereka tidak memiliki informasi tentang kasus ini. Pernyataan KRSC, yang menyebut nama dan foto anak tersebut, menyatakan mereka meminta pemerintah Swedia dan anggota keluarganya untuk membantu menemukan lokasinya dan menyelamatkannya dari ISIS. Kelompok militan tersebut telah menguasai Mosul sejak tahun 2014. "Dia saat ini berada di Wilayah Kurdistan dan diberikan perawatan sesuai dengan hukum internasional," tambahnya. "Dia akan dipindahkan ke pemerintah Swedia untuk kembali ke rumahnya begitu hal semua hal siap."
  2. Dewasa ini peran orangtua sangat dibutuhkan dalam memberi informasi dan pemahaman seks pada anak. Adalah tanggung jawab mereka menginformasikan batasan serta larangan yang harus dipatuhi remaja agar terhindar dari seks bebas. Motivator remaja, Vivid Fitri Argarini mengurai beberapa hal yang menjadi batasan soal seks yang perlu disampaikan orangtua yang memiliki anak usia remaja. Agar mereka terhindar dari seks bebas. "Anak-anak berusia 9-12 tahun rata-rata memasuki usia puber. Pada perempuan, di usia tersebut mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Sementara, anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Hal pertama yang harus disampaikan adalah, anak kita 'sudah besar'," terang Vivid. Wanita lulusan University of Wisconsin, Whitewater jurusan komunikasi ini memaparkan bahwa yang tidak boleh dilakukan adalah jorok atau tidak bersih. "Jadi, organ wanita harus dijaga dengan bersih dan baik karena kuman dapat mudah masuk andai tidak bersih. Dijaga organ ini, tidak boleh sembarangan orang lain menyalahgunakannya karena dapat berakibat fatal (orangtua dapat mengilustrasikan proses pembuahan, ketika sperma bertemu ovum). Ilmiah namun deskriptif dan mudah dinalar seusia anak di bawah 12 tahun," jelasnya. Begitu juga dengan anak laki-laki. Kita sampaikan ke mereka apa sebabnya, bagaimana memengaruhi organ lain dan risiko andai tidak hati-hati dengan 'kedewasaan' mereka itu. "Karena 'kedewasaan' dan 'sudah besar' tadi, harus juga diimbangi dengan kematangan berpikir dan bertindak," urainya lebih lanjut.
  3. Seorang siswi SMA di AS mencoba memperkenalkan coding kepada adik-adik siswa SD, untuk menumbuhkan kecintaan dan minat pada ilmu komputer sebagai modal menuju masa depan. Ikuti liputan selengkapnya bersama tim VOA.
  4. Apa yang biasa dilakukan oleh anak-anak usia 9 tahun? Mungkin sebagian besar dari mereka lebih asyik bermain bersama teman-temannya. Tapi, lain dengan Faye Simanjutak. Berawal dari tugas sekolah dengan tema perdagangan anak, Faye pun mengerjakan tugas tersebut dengan sepenuh hati hingga membuat hatinya tergugah. Sosok yang lincah, penuh inspiratif dan tidak bisa diam itu tergerak hatinya untuk membantu teman-teman sebayanya yang menjadi korban perdagangan anak. “Sebagai anak umur 9 tahun, child trafficking ini benar-benar menjadi pukulan keras buat saya. Jadi, aku merasa harus nolongin anak-anak ini,” katanya, suatu ketika. Namun orang tuanya merasa masalah yang dihadapi Faye terlalu berat untuk anak seusianya. Sosok yang memiliki pemikiran jauh melebihi dari anak-anak seumurannya ini merasa kecewa akan perkataan kedua orang tuanya. Belakangan, orang tuanya mendukung penuh aktivitas sosial bocah yang kini berusia 13 tahun itu. Kebetulan sang ibunda mempunyai koneksi ke seseorang yang aktif dalam kegiatan pemberantasan perdagangan anak. Akhirnya, dengan bantuan mereka, Faye berhasil mendirikan Rumah Faye, sebuah yayasan yang akan membantu anak-anak korban perdagangan anak. Faye pun menyadari bahwa ini bukan pekerjaan yang mudah untuk menjalankan sebuah yayasan sosial. Dia harus membagi-bagi waktunya antara sekolah, les dan Rumah Faye. Itulah yang menjadi syarat dari sang ibunda ketika mengizinkan Faye mendirikan yayasan tersebut. Dalam kegiatannya di Rumah Faye, Faye tidak hanya mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah tapi juga mengunjungi berbagai panti asuhan dan kawasan-kawasan kumuh di Jakarta. Selain pencegahan, Rumah Faye juga mengurusi pembebasan hingga pemulihan anak-anak yang menjadi korban perdagangan anak. Saat ini Rumah Faye juga memiliki rumah penampungan di Batam. Bocah yang bercita-cita ingin menjadi diplomat itu pun bersyukur atas perhatian publik kepada yayasannya cukup besar.
  5. Seratus remaja Amerika Serikat menjadi pekerja seks komersial. FBI berusaha merusak jaringan perdagangan Seks di AS. Agen FBI menangkap sebanyak 150 orang, atas tuduhan perdagangan seks di puluhan kota termasuk Atlanta, Denver, dan Seattle. Dalam penangkapan ini terdapat pekerja seks berusia 12 tahun. FBI menargetkan hotel, truk, dan pusat hiburan untuk menemukan korban dibawah umur. Sebagian besar remaja yang ditemukan adalah perempuan. Agen juga menemukan tiga anak laki-laki dan tiga remaja transgender. FBI bekerja sama dengan departemen polisi setempat dan National Center for Missing and Exploited Children. Dengan tujuan agar para remaja dapat direlokasi, mendapatkan perhatian medis, dan tidak kembali ke dunia prostiusi. “ Ketika anak-anak berada di dalam dunia prostitusi seperti di dalam hotel dan jalanan gelap, kita harus segera menyelamatkannya. Menyelamatkan mereka dari dunia kelam dan menghukum pelaku perdagangan seks,” tambah Direktur FBI James Comey. Penggerebekan ini melibatkan sebanyak 500 polisi. Dalam kasus serupa pada tahun lalu ditemukan sebanyak 160 remaja AS bekerja sebagai pekerja seks komersial.
  6. Kelompok peretas berhasil menerobos akun email AOL milik direktur badan intelijen Amerika Serikat CIA, John Brennan. Mereka mengumpulkan data penting dari sana. Kelompok peretas yang menamakan diri mereka dengan sebutan "Crackass With Attitude" atau CWA, menyebarkan daftar karyawan intelijen lengkap dengan alamat email pribadi, kata sandi yang sudah diubah, dan nomor keamanan sosial mereka. CWA mengunggahnya ke Twitter. Data-data tersebut diunggah dalam bentuk screenshot, sehingga bisa terlihat akun-akun AOL yang menyertakan alamat email. Masih belum jelas apakah yang ditampilkan itu betul-betul akun email Brennan. Jika benar, masih belum bisa dipastikan itu adalah akun lama atau baru sebab si peretas memburamkan bagian tanggalnya. "Sedikit bocoran tentang apa yang akan kami rilis," begitu tulis nama pengguna @_CWA_ Sementara pada pekan lalu, akun Twitter @phphax yang diduga sebagai salah satu anggota dari kelompok peretas CWA itu turut mengunggah screenshot dari peretasan akun AOL. Dalam kicauan Twitternya,i a menulis bahwa gambar screenshot itu adalah "perang" antara dirinya dan pihak CIA untuk bisa mengambil alih akun email. Pertama dilaporkan oleh New York Post, para peretas juga mengklaim bahwa mereka telah menemukan dokumen sensitif di dalam akun email Brennan dan lagi-lagi menyebarnya di Twitter dalam bentuk screenshot yang menunjukan file fax dari kantor penasihat umum CIA. New York Post juga mewartakan, hacker yang memiliki akun Twitter @phphax itu sempat mengklaim dirinya adalah pelajar SMA yang menentang politik luar negeri AS dan mendukung Palestina. Juru bicara CIA menolak memberi komentar, ia hanya mengatakan bahwa badan intelijen itu sudah mengetahui pembobolan yang memang dibocorkan di media sosial dan mengaku telah menunjuk otoritas berwenang untuk mengurus lebih lanjut. FBI dan badan federal lainnya seperti Secret Service saat ini tengah menyelidiki kasus ini. Pelaku mengaku belum dikontak oleh petugas keamanan terkait pembobolan tersebut. Pejabat intelijen mengatakan bahwa tidak ada informasi rahasia yang berhasil dicuri peretas dari email Brennan. Pelaku peretasan mengatakan dia memiliki motivasi politis atas tindakannya itu dan ingin mempermalukan pemerintah AS. "John dan Jeh adalah orang besar dan pejabat tinggi, jadi jika kami meretas mereka, pasti memalukan. Tapi ini karena pemerintah membunuh orang yang tidak berdosa, mereka juga mendanai (Israel) untuk membunuh orang tidak berdosa," kata hacker yang memiliki nama Cracka di Twitter itu.
  7. Bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan warga berkebutuhan khusus, seorang siswa SMA membuat buku tentang kisah hidupnya sebagai remaja dengan sindrom Asperger. Burnie Rollinson menggambar dan berbagi pikiran dalam buku “If You Were Me”.
  8. Para remaja di Inggris lebih sering cekcok dengan ibu ketimbang dengan ayah mereka, menurut data statistik. Badan Nasional Statistik Inggris menunjukkan 25% remaja berusia 16 tahun hingga 21 tahun cekcok dengam ibu mereka lebih dari satu kali dalam seminggu. Hanya 16% dari kelompok usia tersebut bertengkar dengan ayah mereka lebih dari sekali dalam sepekan. Kendati sering cekcok dengan ibu, para remaja ternyata juga lebih akrab dengan ibu daripada ayah. Sebanyak 67% responden mengaku lebih kerap berbincang dan curhat dengan ibu mereka. Data statistik ini adalah hasil Survei Rumah Tangga Inggris yang menangkap informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi 40.000 warga Britania. Cerminan keluarga Lucie Russell, juru kampanye lembaga amal YoungMinds yang menangani kesehatan mental mengatakan data tersebut merupakan cerminan pola rumah tangga. “Para ibulah yang biasanya lebih ada untuk para anak-anak remaja mereka. Data ini juga menunjukkan bagaimana kaum ibu lebih emosional dan terhubung dengan anak-anak remaja mereka,” kata Russell. Di sisi lain, lanjut Russell, bukan berarti kaum ayah tidak punya peranan penting. “Namun, sering kali sulit bagi para ayah untuk terhubung dengan anak mereka sehingga para ayah kurang terlibat dalam percekcokan dan perselisihan.”
  9. Masa Remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa secara psikologis dimana Remaja mungkin berada dalam kondisi anomi (kondisi tanpa norma), orientasi mendua (orientasi yang bertumpu pada orang lain) Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Periode remaja adalah periode pemantapan identitas diri. Pengertiannya akan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang sekitarnya serta pengalaman-pengalaman pribadinya akan menentukan pola perilakunya sebagai orang dewasa. Pemantapan identitas diri ini nggak selalu mulus, tetapi sering melalui proses yang panjang dan bergejolak. Oleh soalnya itu, banyak ahli menamakan periode ini sebagai masa-masa storm and stress. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang bisa menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu: Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Ketidakstabilan emosi. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Kegelisahan soalnya banyak hal diinginkan tetapi remaja nggak sanggup memenuhi semuanya. Senang bereksperimentasi. Senang bereksplorasi. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. Jadi dalam menangani remaja biar nggak terjerumus kedalam jalan yang salah diperlukan : Peran dari teman sepermainan yang berasal dari lingkungan yang baik dan edukatif, hal ini dikarenakan dalam masa remaja sosok seorang teman dianggap sebagai hal terpenting, dalam kondisi ini loyalitas dan solidaritas sangat dijunjung tinggi. Pemberian kesempatan pada remaja untuk berkembang dan berargumen, hal ini dikarenakan pada masa ini, sosok remaja telah menganggap dirinya sebagai orang dewasa dan telah layak untuk diberi kepercayaan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri Pengaktifan fungsi keluarga, mulai dari fungsi proteksi, fungsi kontrol, fungsi sosialisasi dan fungsi afeksi, sehingga remaja merasa memiliki pegangan untuk bersandar Pengaktifan fungsi agama, dimana agama merupakan pegangan pasti dalam hati sanubari setiap manusia, soalnya agama merupakan kepercayaan Pengaktifan fungsi hukum agar idenditas remaja menjadi kokoh. sehingga remaja bisa berpikir sebelum bertindak soalnya semua tindakan pasti ada konsekuensinya, hal yang salah pasti akan menerima sanksi tanpa pandang bulu
  10. Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas. Menurut Program Manajer Dkap PMI Provinsi Riau Nofdianto seiring Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan, pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, apalagi malam minggu. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. ‘’Banyak kasus remaja putri yang hamil karena kecelakan padahal mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa resiko yang akan dihadapinya,’’ kata cowok yang disapa Mareno ini pada Xpresi, Rabu (20/8) di ruang kerjanya. Sejak berdirinya Dkap PMI tiga tahun lalu, kasus HIV dan hamil di luar nikah terus mengalami peningkatan. Setiap bulan ada 10-20 kasus. Mereka yang sebagian besar kalangan pelajar dan mahasiswa ini datang untuk melakukan konseling tanpa didampingi orang tua. ‘’Rata-rata mereka berusia 16-23. Bahkan ada yang berusia 14 tahun datang ke Dkap untuk konsultasi bahwa ia sudah hamil. Mereka yang melakukan konseling, ada datang sendiri, ada juga dengan pasangannya. Sebagian besar orang tua mereka tidak tahu,’’ ujarnya. Meskipun begitu, lanjutnya para remaja yang mengalami ‘kecelakaan’ ini tak boleh dijauhi dan dibenci. ‘’Kita tidak pernah melarang mereka untuk melakukan hubungan seks, karena ketika dilarang atau kita menghakimi, mereka akan menjauhi kita. Makanya, Dkap disini merupakan teman curhat mereka dan kita memberikan solusi bersama. Seberat apapun masalahnya, kalau bersama bisa diatasi,’’ ungkapnya lagi. Bukan hanya remaja nakal saja yang terjebak, anak baik pun bisa kena. ‘’Anak baik yang disebut anak rumah pun ada yang mengalami ‘kecelakaan’,’’ ucapnya. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pancegahan dini dengan memberikan pengetahuan seks. ‘’Pendidikan seks itu sangat penting sekali. Tapi, di masyarakat kita pendidikan seks itu masih dianggap tabu. Berdasarkan pengamatan kami, banyaknya remaja yang terjebak seks bebas ini dikarenakan mereka belum mengetahui tentang seks. Seks itu bukan hanya berhungan intim saja. Tapi, banyak sekali, bagaimana merawat organ vital, mencegah HIV dan lainnya. Pelajari seks itu secara benar supaya kita bisa hidup benar,’’ tuturnya. Sementara itu, Martha Sari Uli pelajar SMAN 4 Pekanbaru mengaku interaksi bebas di kalangan remaja dalam pergaulan bebas, identik dengan kegiatan negatif. ‘’Banyak anak-anak remaja beranggapan bahwa masa remaja adalah masa paling indah dan selalu menjadi alasan sehingga banyak remaja yang menjadi korban dan menimbulkan sesuatu yang menyimpang,’’ ungkapnya ketika diminta komentarnya mengenai pergaulan bebas di kalangan remaja. Senada dengan itu, Debora Juliana juga pelajar SMAN 4 Pekanbaru mengatakan pergaulan bebas itu saat ini sudah tidak tabu lagi, dan banyak remaja yang menjadikannya budaya modern. ‘’Pergaulan bebas berawal ketika remaja mulai melakukan perbuatan yang keluar dari jalur norma-norma yang berlaku di sekitar kehidupan kita. Sekarang banyak banget anak-anak seumuran kita sudah keluar dari jalurnya,’’ ujar cewek kelahiran 18 Juli 1993. ‘’Kalo aku nggak pernah melakukan hal tersebut dan jangan sampai lah,’’ tambahnya. Di tempat terpisah, Ketua MUI Provinsi Riau Prof Dr H Mahdini MA mengatakan data yang ditemukan lebih banyak lagi anak-anak yang melakukan seks bebas. Maka diperlukan pencegahan. ‘’Saya meminta semua kalangan, baik para pendidik, orang tua, dan tokoh masyarakat agar memfungsikan tugas-tugas sosialnya,’’ pintanya. Banyaknya kalangan remaja yang melakukan seks bebas, lanjutnya diindikasikan ada jaringan tertentu yang menggiring anak-anak ke hal yang negatif. Oleh karena itu, MUI menghimbau untuk menutup tempat yang berbau maksiat. ‘’Menutup tempat maksiat itu jauh lebih penting demi generasi muda,’’ sarannya. Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini, anak-anak bisa saja berbohong. Oleh sebab itu, sambungnya pengawasan orang tua harus diperketat. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan. Ia berharap, semua sekolah-sekolah tanpa terkecuali memperkuat kembali kehidupan beragama. ‘’Kita harus menanamkan nilai-nila agama sejak dini sehingga mereka memiliki kepribadian yang kuat,’’ katanya. Hal yang sama juga diutarakan Drs Ali Anwar, kepala SMA 5 Pekanbaru. Menurutnya, akibat perkembangan zaman, ketika agama tidak lagi menjadi pokok dalam kehidupan banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. ‘’Solusinya, kuatkan lagi ajaran agama. Baik di sekolah maupun di rumah agama merupakan kebutuhan pokok,’’ ucapnya. Selain itu, orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. ‘’Orang tua dan anak harus selalu berkomunikasi. Sehingga tahu persoalan anak,’’ ungkapnya. Menyikapi hal ini, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Drs HM Wardan MP mengatakan akan melakukan komunikasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk membuat surat edaran ke sekolah-sekolah dalam mengantisipasi hal tersebut. ‘’Kita berharap jangan sampai terjadi hal tersebut karena akan merusak diri sendiri, sekolah, agama dan daerah,’’ ujarnya ketika ditemui usai acara pelantikan Persatuan Anak Guru Indonesia (Pagi) Provinsi Riau, Rabu (20/8) malam di Hotel Sahid Pekanbaru. Sumber: http://spongelory.blogspot.com/2011/03/pergaulan-bebas-kalangan-remaja-waspada.html
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy