Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'rasis'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Perusahaan media sosial Facebook menyatakan tidak akan membiarkan pengiklan menggunakan grup afinitas etnis dalam iklan yang berfokus pada tiga kategori dilindungi hukum. Facebook mengumumkan niatnya itu dalam blog miliknya. "Ada banyak kegunaan diskriminatif dari solusi afinitas etnis kami di wilayah ini, tapi kami telah memutuskan, kami dapat penjaga terbaik melawan diskriminasi dengan menangguhkan jenis iklan," tulis Erin Egan, wakil presiden kebijakan publik Amerika Serikat (AS) dan kepala privasi di Facebook. Perubahan ini terjadi dua minggu setelah laporan dari ProPublica membangkitkan rasa takut, alat Facebook membiarkan pengiklan mengecualikan pengguna berdasarkan indentitas ras atau etnis mereka. Publikasi telah berhasil mengecualikan pengguna di Amerika-Asia, kelompok afinitas Hispanik dan Afrika-Amerika ketika membeli sebuah iklan untuk sebuah acara tentang pertempuran sewa tinggi secara ilegal. Begitu juga aturan baru mungkin tidak berlaku untuk layanan pekerjaan pembinaan, kata Michael Carls Tschantz, seorang peneliti di UC Berkeley yang mempelajari target dalam iklan online.
  2. Penggunaan sosial media memang memudahkan kita dalam berkomunikasi. Bahkan dalam hal penyampaian informasi pun cenderung dilakukan di media sosial karena lebih aktual dan jangkauan yang luas. Namun semua posting yang ada di media sosial tak melulu berbau positif, bahkan sekarang media sosial lebih banyak digunakan untuk menghujat, atau menghina seseorang atau kelompok. Tidak tanggung-tanggung ada juga yang menghina dan menghujat yang ujungnya berakhir rasis. Mungkin susah untuk memberikan efek jera kepada para orang-orang yang suka memberikan komentar berbau rasis. Dikutip dari Business Insider, Selasa (1/12/2015), menanggapi hal ini salah satu kelompok di Brazil, Criola, melancarkan sebuah kampanye yang unik. Kampanye yang dilakukan oleh kelompok ini adalah menggambil screenshot dari posting/komentar seseorang yang rasis di media sosial, kemudian dipamerkan di papan billboard dekat rumah tempat tinggal mereka. Kelompok ini mengatakan tidak ada maksud ingin memamerkan wajah si pemberi komentar rasis, namun ingin memberikan dampak yang nyata atas perbuatan mereka. Yang menarik adalah Criola group ini menyewa tempat untuk pemasangan billboard, yang akan digunakan untuk memampang foto dan komentar rasis yang dilontarkan. Tapi Criola group tetap menjaga privasi mereka dengan cara mem-blur nama dan wajah si pelaku. Sebuah kicauan rasis yang akhirnya dipasang di dekat rumah pelaku, artinya kurang lebih adalah “Aku tiba di rumah dan aku mencium bau orang kulit hitam” (Kredit: Racismo Virtual) Cara kerjanya cukup unik, Criola group mencari dan mengidentifikasi lokasi dari mana si pelaku ini tinggal. Fitur ini bisa didapatkan di semua media sosial, sehingga banyak orang bisa mengetahui darimana postingan itu berasal, termasuk Criola group. Kampanye ini dilakukan oleh Criola group karena mereka ingin menghilangkan rasisme di Brazil. Pada bulan Juli lalu, salah satu wartawan, Maria Júlia Cutinho sedang membacakan ramalan cuaca di salah satu stasiun televisi ternama, namun karena dia salah membaca, teman yang kebetulan sedang siaran bersamanya membenarkannya. Banyak media yang memuji Maria Júlia Cutinho karena membenarkan cara membaca ramalan cuaca tersebut, dan juga dia merupakan pembaca ramalan berita berkulit hitam pertama di Brazil. Namun di lain sisi, banyak masyarakat Brazil yang menghujaninya dengan celaan dan hujatan yang cenderung rasis, di media sosial milik Mark Zuckerberg, Facebook. Salah satu komentar lain yang artinya kurang lebih adalah “Jika kamu mandi, maka kamu tidak akan begitu kotor” (Kredit: Racismo Virtual) Sehingga kampanye dari Criola group ini mengingatkan kepada para pengguna internet, meskipun kita berada di dunia maya, tetap harus menjaga etika dan sopan santun dalam berkomunikasi. Serta kampanye ini sebagai pengingat juga bahwa bullying di dunia maya bisa berdampak pada kehidupan nyata. Nah kira-kira kalau diterapkan di Indonesia gimana ya? Semoga kita sebagai pengguna internet tetap menjaga sopan santun dan etika dalam berkomunikasi terhadap orang lain. Seperti pepatah, mulutmu harimaumu, jangan sampai seperti para pelaku tindakan rasis di Brazil ya.
  3. Dani Ales mendapatkan perlakukan rasis ketika membela Barcelona Fc melawan Villareal Fc di El Madrigal. Ada fans yang melemparkan pisang ke arah Alves. Perlakuan rasis seperti itu masih kerap terjadi di Spanyol dan berbagai liga Eropa yang lain. Selain melempar pisang, ada juga sebagian fans yang menirukan suara monyet untuk mengejek pemain tertentu. Tindakan rasisme seperti itu jelas meracuni sepakbola. Semua pihak sudah berusaha keras memerangi rasisme namun perjuangan itu masih jauh dari kata selesai. Namun Alves baru saja menunjukkan reaksi unik dan cerdas. Ketika hendak mengambil tendangan pojok, Alves mengambil pisang yang dilemparkan ke arahnya. Dengan cuek, dia mengupas pisang itu dan memakannya dengan santai. Berikut videonya. http://www.dailymotion.com/video/x1rs65q_dp_fun Alves kemudian mengatakan bahwa ia sudah terbiasa diperlakukan rasis seperti itu di Spanyol. "Saya sudah berada di Spanyol selama 11 tahun dan situasinya masih tetap sama. Kadang kita hanya harus menertawakan orang-orang terbelakang itu. Kita mungkin tak bisa mengubahnya tetapi kita bisa bercanda dan menertawakannya," tulis Alves lewat Twitter usai pertandingan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy