Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'putus'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Waktu begitu cepat berlalu. Hari, pekan, bulan, hingga tahun berganti, namun Anda tak kunjung memiliki pendamping hidup. Bahkan, kini Anda berada di penghujung tahun 2016. Tak masalah dengan status single atau memiliki kekasih. Tapi, kenyataannya Anda belum juga naik pelaminan. Lantas, apa lagi alasan Anda mempertahankan hubungan? Dalam situasi sulit menentukan pilihan, Psikolog Klinis, Karina Priliani menyarankan wanita melakukan pertimbangan tepat berdasarkan kualitas pasangan. "Pertimbangan yang tepat adalah bagaimana kualitas diri pasangan dan perkembangan diri Anda saat bersama dengannya. Pasangan yang mencintai Anda apa adanya, setia, dan mau berusaha untuk Anda tentu pantas untuk dipertahankan," papar Karina. Selain itu, psikolog lulusan Universitas Tarumanegara ini menyarankan agar wanita introspeksi diri. Melihat bagaimana perasaan diri Anda saat menjalani hubungan dengan pasangan. "Jika Anda dapat mencintai pasangan dengan tulus dan menjadi pribadi yang lebih baik saat bersamanya, hal tersebut merupakan indikator hubungan yang pantas untuk dipertahankan," jawabnya lugas.
  2. Aku percaya bahwa kamu adalah pasangan baik untukku. Aku sangat berterimakasih padamu karena kamu telah memilihku menjadi pasanganmu. Aku juga berterimakasih kamu telah berusaha membahagiakanku dan melakukan banyak pengorbanan untukku. Namun, maaf, aku terpaksa mengakhiri hubungan kita sampai sini saja. Bukannya aku tidak mencintaimu lagi atau aku sudah menemukan cinta selain kamu. Tidak ada yang salah dalam hubungan kita. Aku terpaksa mengakhirinya karena kamu dan aku adalah orang baik yang sayangnya, kita bukanlah orang yang tepat untuk satu sama lain. Namun, perkenankanlah aku mengutarakan alasanku kenapa aku harus mengakhiri hubungan kita yang indah ini. Sudah cukup lama kita menjalin hubungan ini, tetapi aku masih belum bisa menemukan kenyamanan darimu. Banyak sekali ungkapan rasa dan gelisah yang harus kusimpan dalam hati karena aku takut kamu akan marah padaku. Aku juga tidak merasa bebas bercanda dan bersenda gurau denganmu karena aku khawatir kamu tidak menyukai candaanku. Maafkan aku karena jati diriku tidak bisa membuatku nyaman bersamamu. Aku tidak bisa meneruskan hubungan yang mengekang aku untuk menjadi diriku sendiri yang terbaik. Selalu saja ada perbedaan pendapat di antara kita. Aku paham bahwa kita tidak bisa selamanya sependapat. Namun, perbedaan pendapat malah meracuni hubungan kita. Lihat saja kita yang sering bertengkar dan mau menang sendiri saat berdebat. Kita tidak bisa membangun hubungan tanpa saling memahami, menghargai, dan menghormati satu sama lain. Maafkan aku karena tidak mampu memahami kamu, dan aku tidak bisa terus menuntutmu untuk memahamiku juga. Sadarkah kamu, kamu selalu menyalahkan aku ketika kamu sedang kesal? Apapun yang kulakukan untuk meringankan beban hatimu rasanya selalu salah dan malah menambah kekesalanmu. Ketika aku sedang mencari ketenangan dengan menyendiri atau berkumpul dengan temanku, kamu selalu marah dan menuduhku tidak pernah ada buatmu. Aku sangat mencintaimu, tetapi aku tidak bisa meneruskan hubungan yang dapat merusak kebahagiaanku dan kesehatan emosionalku. Memang, kita saling membutuhkan, tetapi rasanya sulit sekali bagi kita menyempatkan waktu untuk satu sama lain. Setiap kali aku menghubungimu, kamu selalu sibuk, seolah aku mengganggumu. Tidak hanya itu, kamu juga sering menuntutku untuk meluangkan waktuku untukmu tanpa memahami bahwa aku juga memiliki kehidupan lain di luar hubungan kita. Mungkin sekarang saatnya menyadari bahwa kita menjalani hubungan ini di waktu yang tidak tepat. Selama ini aku hanya membohongi diriku sendiri dan orang lain bahwa hubungan kita membahagiakan dan baik-baik saja. Aku selalu merasa kewalahan dan lelah saat bersamamu. Aku tidak sanggup lagi berpura-pura demi hubungan kita. Segala usaha yang aku berikan dalam hubungan selalu sia-sia. Seolah-olah semua yang kulakukan untukmu selama ini hanyalah kewajibanku sebagai pasanganmu, bukannya karena rasa cintaku kepadamu. Baik aku dan kamu bukanlah orang buruk. Kita hanyalah orang baik yang tidak tepat untuk satu sama lain. Maafkan aku karena telah mengakhiri semua ini karena aku tidak mau kita terjerat lebih lama lagi dalam hubungan kita yang kurang tepat. Aku harap kamu dapat menemukan kebahagiaanmu, sebagaimana aku yang berusaha menemukan kebahagiaanku juga.
  3. Perdebatan dan pertengkaran kecil bersama pasangan seringkali membuat hubungan tidak nyaman dan berakhir perpisahan. Tidak perlu galau, semua masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik. Jangan jadikan pertengkaran yang sebenarnya tidak penting menjadi alasan berakhirnya hubungan kalian. Semua masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik, tanpa menyakiti satu pihak. Ndralwati, berikut adalah cara tetap mempertahankan hubungan yang hampir berakhir. Yuk, simak caranya sebagai berikut: Evaluasi Sebelum memutuskan berpisah, coba pikirkan kembali alasan kalian putus. Jangan sampai hanya karena hal sepele yang sebenarnya dapat kalian perbaiki. Ajak pasangan untuk berkomunikasi, pastikan semua dapat diselesaikan dengan baik. Tidak Perlu Menyalahkan Saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Tidak ada yang benar atau yang salah, semua orang memiliki peran masing-masing. Mungkin memang ada beberapa hal yang tidak dapat ditoleransi sehingga pertengkaran tidak dapat dihindari. Selama dapat dikomunikasikan, tidak ada salahnya kamu mencobanya. Bicara Dari Hati Mungkin selama ini kalian terlalu mementingkan ego. Cobalah untuk bicara dari hati. Jangan biarkan perasaan tidak nyaman membuat kalian sulit untuk mengambil keputusan. Bicara dari hati akan dapat mengungkapkan masalah yang sebenarnya terjadi tanpa membuat emosi. Dan kamu pun dapat membuat keputusan dengan tepat. Perlu Jeda Kata orang untuk memahami perasaan masing-masing, kita perlu memberi jeda kepadanya. Maka tidak ada salahnya kamu memberi jarak untuk sementara dengan hubungan kalian. Dengan berjauhan dan membatasi komunikasi, maka kamu akan mengetahui seberapa besar perasaan kamu padanya. Segala hal pasti dapat diselesaikan dengan baik. Jika memang tidak dapat diselesaikan dan kalian memang harus berpisah, tidak perlu bersedih karena harus berpisah. Percayalah terkadang perpisahan adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Selamat mencoba.
  4. Mungkin bagi beberapa orang putus dengan pasangan bukanlah hal yang sulit. Tidak bisa dipungkiri memberitahu perihal keinginan putus kepada pasangan bukanlah hal yang mudah. Seringkali masalah ini menjadi drama bersama pasangan. Menjelaskan bahwa hubungan kalian tidak lagi dapat dipertahankan sementara kamu masih mencintainya. Berikut adalah cara putus dengan pasangan yang masih kamu cinta tanpa perlu ada drama. Yuk, baca penjelasannya sebagai berikut: Buat Keputusan Secara Sadar Ketika kamu akan mengambil keputusan berpisah dengan pasangan. Pikirkan secara matang, merenung dan apakah kamu memang benar-benar ingin mengakhiri hubungan kalian. Buat keputusan secara sadar jangan hanya karena ada paksaan dari orang lain. Berikan Tanda Sebelum benar-benar memutuskan berpisah berikan tanda non verbal. Katakan dengan sikap kamu kepadanya. Hindari berkata secara langsung karena akan membuat trauma pada pasanganmu di masa depan. Selain itu, hal ini juga menghindari perdebatan yang tidak perlu saat kamu menyampaikan keinginan kamu untuk putus. Bertemu di Tempat yang Tenang Setelah kamu cukup memberikan tanda, saatnya untuk bertemu dan berbicara langsung dengannya. Pilih tempat yang tenang saat bertemu dengannya. Pastikan kamu menyampaikan hal ini di luar hari istimewa, karena akan membuatnya sulit untuk mengendalikan perasaan. Saatnya Mengatakan Jangan memulai pembicaraan dengan membuat catatan alasan mengapa kamu ingin putus. Mulailah dengan mengajaknya berbicara tentang masa lalu dan mereview hubungan kalian selama ini. Setelah itu, baru katakan bahwa kamu sudah tidak sanggup menjalani hubungan kalian. Jangan Membantah Jangan membuat kesan bahwa memutuskan hubungan adalah cara perang. Tidak perlu membantah dan tidak menerima pendapatnya. Hal ini justru menimbulkan masalah baru. Jangan menambah masalah dengan masalah baru. Mungkin hal ini tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Dengan sikap tenang maka dia akan lebih mudah menerima. Tidak perlu drama dan membuat keadaan semakin buruk. Jangan memaksa bertahan dalam satu hubungan yang sudah tidak sehat lagi.
  5. Hubungan yang sudah tidak sehat memang layak untuk diakhiri. Tetapi mungkin jalannya tak semudah itu. Tak usah khawatir, teknologi yang ada bisa dimanfaatkan untuk memutuskan hubungan dengan seseorang. Lantas, bagaimana caranya? Berikut ulasannya. Putuskan dan blokir pertemanan di media sosial Dengan melakukan ini menandakan Anda tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Media sosial sekarang menjadi sangat berharga dan merupakan jati diri serta aktualisasi kehidupan bagi kebanyakan orang. Dengan menghapus akunnya, berarti tidak ingin peduli lagi tentang kehidupannya. Putuskan hubungan dengan teman yang sama Salah satu fitur media sosial adalah kita dapat berteman dengan semua orang, termasuk dengan teman yang juga memiliki hubungan dengan sang mantan. Ini pilihan Anda, bila ingin benar-benar terputus, bisa meng-unfriend teman yang sama dengan mantan kekasih Anda. Jangan menguntit Ini merupakan kebiasaan buruk. Jangan melakukan ini bila ingin terus melangkah ke depan.
  6. Bagi Anda yang pernah patah hati, pastinya untuk mengakhiri sebuah hubungan cinta menjadi suatu hal yang paling sulit dilakukan. Tapi kini tak perlu khawatir, karena sebuah perusahaan online memberikan solusinya bagi mereka yang ingin putus cinta. Layanan yang bernama "The Breakup Shop" hadir untuk membantu orang-orang yang sulit untuk mengucapkan kata putus kepada pasangannya. Jasa ini memungkinkan Anda untuk memilih berbagai metode untuk mengucapkan kata perpisahan dengan mudah. Layanan yang digagas MacKenzie dan Evan ini mematok tarif antara lain mulai dari Rp 137 ribu untuk email atau sms perpisahan, Rp 275 ribu untuk surat dan Rp 398 ribu untuk panggilan telepon. The Breakup Shop juga menawarkan hadiah berupa cookies, coklat dan berbagai permintaan Anda untuk membantu sang mantan mengatasi patah hati. Layanan ini dirancang oleh dua pria asal Kanada tersebut untuk memberikan ketenangan pikiran ketika mengakhiri hubungan cinta Anda, meminimalkan ketidaknyamanan dan memaksimalkan potensi persahabatan jangka panjang.
  7. Nazril Irham atau yang akrab disapa Ariel diterpa kabar tak sedap. Konon, kisah asmaranya dengan Sophia Latjuba dikabarkan kandas di tengah jalan. Kabar ini santer terdengar. Sayangnya, saat dikonfirmasi. Ariel terkesan menghindar. Ditemui di Menara Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015), Ariel enggan menjawab. Saat ditanya kabar putus tersebut, Ia memilih terus berjalan dan berlalu masuk ke dalam lift sambil melempar senyum. Ariel dan Sophia memang tak pernah membuat pengakuan soal hubungan mereka. Namun, dalam berbagai kesempatan, Ariel tak segan-segan menggandeng janda cantik ini.
  8. Akhir-akhir ini, Anda sering ribut tanpa sebab yang jelas dengan si dia. Sentuhan tangannya di kulit juga tidak lagi menggetarkan hati. Hal-hal kecil bisa jadi api pertengkaran yang berkobar-kobar. Dari soal siapa yang memulai pertengkaran lebih dulu sampai membandingkan dirinya dengan pacar sahabat yang tak pernah jam karet. Mungkin ini waktunya Anda memutuskan hubungan dengan si dia. Kalau memang sudah tidak ada lagi getar cinta, buat apa dipaksakan. Yang ada malah saling menyakiti satu sama lain. Banyak waktu kencan Anda terlewat begitu saja dengan hal-hal menyakitkan. Pertengkaran demi pertengkaran datang silih berganti. Ditambah lagi mantan pacar dari masa lalu tiba-tiba muncul kembali di hadapan Anda. Godaan untuk berpisah dengan si dia pun semakin besar. Rasanya dada sudah mau meledak setiap kali berdekatan dengan si dia. Apa daya, cinta sudah tidak melekat di hati. Kenyataannya, memutuskan hubungan cinta tak semudah yang lata bayangkan. Apalagi wanita, biasanya didera rasa bersalah dulu ketika dihadapkan kenyataan hubungan dengan si dia tak berjalan sebagaimana mestinya. Ingin putus, takut dicap wanita tak berperasaan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tergantung kondisi Anda juga si dia. Ada orang yang bisa dikerasi, ada juga yang tidak. Kalau hubungan Anda dan dia sudah tak tertolong lagi, segera akhiri. Meski tidak mudah, tetap ada jalan keluarnya. Carilah cara putus cinta yang paling cocok dengan kepribadian Anda dan si dia, supaya masalah bisa langsung tuntas. Betapa pun tidak enaknya proses itu, Anda harus bersikap tegas: Sekali putus, tetap putus. Nah, inilah ilmu putus cinta dengan cepat. Dijamin membuat langkah Anda semulus melaju di jalan tol bebas hambatan. Wuss…. Menghilang Pelan-Pelan Teori: Ini cara yang paling sering dilakukan. Anda perlahan-lahan menjauhkan diri dengan harapan si dia bersikap sama: Melupakan Anda, lalu menjalin hubungan baru atau menyibukkan diri dengan hobi barunya. Caranya: Pura-pura sibuk di kantor hingga sulit sekali dihubungi. Satu-satunya bentuk komunikasi yang boleh Anda lakukan dengan si dia adalah mengirim kartu dengan ucapan, “Sorry, I’m busy. Today is the first day of the rest of your life … without me.” Eksekusinya: Jangan telepon atau hubungi dia sama sekali. Kalau perlu ganti nomor ponsel dan telepon rumah serta alamat e-mail Anda. Cara ini sangat efektif bila hubungan yang terjalin belum terlalu lama dan kurang intens, jelas Marlene, penulis dari New York City. “Kalau hubungan baru terjalin dua bulan dan si dia juga menunjukkan sikap ogah-ogahan, cara ini sangat efektif. Pria biasanya gengsi berkonfrontasi langsung memutuskan Anda ketika hubungan cinta baru seumur jagung.” Jalur Ekspres: Tunjukkan sinyal kalau Anda ingin putus agar si dia sedikit banyak bisa mempersiapkan mentalnya. Pertama, pasang foto seksi selebriti wanita, atau tempel slogan-slogan yang menunjukkan Anda sangat mengagumi kaum sendiri. Selanjutnya, katakan sekilas padanya: Anda punya teman baru wanita yang sangat cantik dan lemah lembut, bernama Mimi. Terakhir, putuskan hubungan dengan si dia dan gabungkan diri dengan gang teman wanita yang terkenal anti pria. Lihat bagaimana reaksinya. Ia bisa sangat kecewa dengan Anda. Jalur ini lebih aman ketimbang memutuskan menghilang dari peredaran. Karena bila Anda menghilang, dia bisa penasaran mencari. Tembak Langsung Teori: Menurut para ahli, metode paling dewasa untuk mengakhiri hubungan adalah duduk bersama dan bicara terbuka padanya. Tegaskan, Anda menyudahi cintanya bukan karena tak suka secara pribadi, tapi karena merasa kurang sreg dengan hubungan ini. Tapi, terus terang, menurut survey informal, cara ini sudah jarang dilakukan. Kalau Anda cukup berbakat bermain drama, coba renungkan gaya bicara yang paling cocok dengannya. Anggap sedang bermain teater di atas panggung. Kemukakan dengan tenang alasan-alasan Anda untuk putus. Cari alasan yang tidak menyakiti hatinya, misalnya dengan berkata seperti ini, “Saya tidak mau kamu menyesal di kemudian hari. You deserve a better one.” Setelah itu langsung tinggalkan dirinya, jangan hubungi lagi. Cara beralasan: Jangan berikan alasan yang tidak jelas hingga membuat si dia bingung. Dan ketika dia balik tanya, Anda juga bingung menjawabnya. Misalnya, saat dia bertanya, “Mengapa kita putus?” Anda menjawab, “Ya, bagaimana lagi. Saya sendiri juga bingung. Tapi saya tidak bisa jalan terus.” Ya, tapi apa? Dia akan terus bertanya. Tapi apa dia tak tersinggung kalau Anda bicara terus terang? “Sepanjang Anda tidak mencela dan melecehkannya, pasti aman.” kata Jim Gerard, psikolog dari New York. Tapi memang ada pria yang harus dihadapi dengan tegas supaya bisa langsung sadar. Jadi lihat dulu, si dia termasuk tipe yang mana. Serangan Kilat Teknik ini biasa diambil oleh mereka yang selama ini selalu bersikap manis di depan kekasih, meski sebenarnya hati dongkol setengah mati. Serangan yang dilancarkan mirip bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak bila sudah tak tertahankan lagi. Serangan kilat ini bisa dilontarkan saat perang mulut, atau saat dia sedang menikmati kebersamaan bersama Anda. Misalnya si dia berkata, “Wah, cerah sekali,” Anda menyambar dengan sengit, “Ya, tapi hubungan kita sudah seperti kanker stadium 4!” Kata-kata yang tercetus bisa sangat menyakitkan. Kalau memang berniat punya musuh baru, praktekkan saja. Tetapi kalau bisa hindari kata-kata tajam agar si dia tidak sakit hati. Dan lari ke sana ke mari sangatlah melelahkan. Tipu Sana-sini Motto teknik ini: Kalau tak yakin, berbohong saja. Ada saatnya kita perlu mengatakan white lie ketimbang berterus terang. Maksudnya agar si dia tak terlalu sakit hati. Contoh, ucapan berikut, “Saya sudah menjalin hubungan baru dengan seseorang,” terdengar lebih enak ketimbang ucapan, “Saya lebih baik mati dimakan buaya ketimbang pacaran dengan kamu.” Bisa juga Anda berbohong seperti ini, “Ternyata saya belum siap berpacaran,” atau, “Saya ingin konsentrasi dulu pada pekerjaan.” Alasan ini tidak hanya terdengar jujur, tapi juga sulit disangkal. Hati-hati jangan sampai terjebak dengan kebohongan sendiri. Berikut contoh kebohongan yang dapat dengan mudah tertangkap si dia: Bicara berlebihan. Begitu asyiknya Anda berbohong, sampai kebohongan yang satu dengan yang lain tidak saling mendukung. Tetapi kondisi ini bisa menguntungkan Anda: dia akan memutuskan untuk pergi karena tahu telah dibohongi habis-habisan. Kecewa dan jengkel! Terlalu merendahkan diri. Misalnya dengan berkata seperti ini, “Saya tidak dapat memenuhi keinginanmu. I don’t deserve you,” atau, “Saya perlu memperbaiki diri sendiri dulu.” Ini kalimat yang paling sering diucapkan. Boleh-boleh saja Anda menggunakan taktik ini, asal tidak berlebihan hingga menambah luka si dia. Diputuskan saja sudah cukup menyalatkan, apalagi kalau si dia sampai merasa tertipu: Ternyata kekasih yang selama ini dipuja-puja, tak seindah bayangannya. Memuji berlebihan. Anda memuji dirinya habis-habisan melebihi kenyataan sebenarnya. Misalnya dengan berkata seperti ini, “Kamu orang yang sangat baik, penolong dan murah hati. Suatu hari kamu pasti mendapat seseorang yang bisa membahagiakan kamu.” Bersikap Pasif-Agresif Kalau tidak mau memutuskan lebih dulu, manfaatkan teknik ini. Caranya tidak susah. Mulai dari sering ngambek, merajuk tanpa sebab yang jelas, selalu mencari-cari kesalahan si dia, terlalu menuntut ini-itu, egois, super posesif, cemburu buta, hingga sering membohongi si dia. Setiap kali si dia menanyakan sikap Anda yang aneh bin ajaib ini, sangkal dengan seribu satu alasan. Mulai dari yang pura-pura bodoh sampai ketus seperti ini, “Apa iya?” atau, “Pikir saja sendiri!” Diberondong sikap tidak menyenangkan seperti ini terus-menerus, akhirnya akan membuatnya ‘gerah’ juga. Pada titik tertentu, ketika semua kesabarannya sudah terkuras, hampir bisa dipastikan dia akan langsung meledak dan mengetukkan palunya: putus hubungan dengan Anda! Akhirnya berhasil juga usaha Anda untuk melepaskan diri darinya. Supaya imej tetap terjaga dan tidak dicap wanita tak berperasaan, berpura-puralah sedih, layaknya korban patah hati. Sampai di sini, sempurna sudah ‘permainan’ Anda! Desta, salah satu rekan yang pernah mempraktekkan teknik ini, berbagi cerita. “Saya sengaja merekayasa pertengkaran dengannya. Di tengah-tengah adu mulut, saya langsung nyeletuk, ‘Apa saya bilang, kita memang tidak cocok!’ Di saat lain, saya sengaja mencela kebiasaan buruknya, ‘Saya kan sudah bilang beratus-ratus kali, kalau makan jangan berisik!’ Katakan dengan sepenuh hati agar si dia sadar Anda benar-benar sebal dengan kebiasaan buruknya. Lakukan ini berkali-kali sampai si dia tak tahan sendiri,” jelasnya. Kunci Sukses: Ada dua hal yang perlu Anda ingat jika ingin menerapkan teknik ini. Pertama, kalau Anda tidak ingin ketahuan ‘belangnya, jangan buru-buru hengkang dari sisinya. Jika kartu Anda sampai terbuka, bisa jadi dia malah semakin keras mencengkeram Anda. Kedua, teknik ini bisa berjalan mulus kalau si dia bukan jebolan fakultas psikologi. Putus Go Public Idealnya, putus cinta itu dilakukan di tempat yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk. Tapi kalau si dia masih bebal juga meski sudah berkali-kali bilang mau putus darinya, mungkin Anda perlu mengambil langkah berikut. Saat dia menguntit Anda di lobi kantor, berteriaklah histeris di depan orang banyak, “Saya bukan pacar kamu lagi! Cukup sampai di sini!” Kalau dia masih terus mengganggu, sewa bajaj atau mobil angkot, pasangi kendaraan sewaan itu dengan spanduk besar: DANANG, SAYA TIDAK CINTA LAGI SAMA KAMU. Biaya dan kadar nekat harus tinggi. Tapi dijamin berhasil! Perlu diingat: Ada anggapan yang mengatakan lebih aman memutuskan pacar di tempat umum seperti pub (pasti ada tukang pukulnya, dia akan berpikir dua kali kalau ingin berbuat macam-macam terhadap Anda) atau taman rekreasi (banyak pengunjung lain). Tetapi kantor (apalagi saat meeting) atau di rumah sakit sama sekali bukan tempat yang tepat. Di rumah sendiri juga boleh, tapi sebaiknya Anda tidak sendirian. Paling tidak ada pembantu atau anggota keluarga lain. Risiko dia akan berbuat macam-macam akibat sakit hati akan lebih besar, jika dia tahu Anda hanya sendirian di rumah. Pantangan Buat Anda! Kalau memang ingin putus, bulatkan niat Anda. Jangan maju-mundur. Ini beberapa pantangan yang perlu Anda simak. Menunda-nunda. Biasanya wanita berat sekali mengatakan kata ‘putus’. Alasannya, takut kesepian, takut merasa bersalah. Padahal mungkin karena kebiasaan saja: biasa ditemani, jalan berdua. Sebenarnya ketimbang menunda-nunda, cepat putus lebih baik buat kedua belah pihak. Karena kalau hubungan sudah tidak bisa diperbaiki, percuma saja ditunda-tunda. Keadaan malah makin rumit. Anda berdua pun jadi lebih sering saling menyakiti. Putus-sambung. Kalau sudah putus sekali, sebisa mungkin jangan rujuk lagi. Apalagi sampai putus-sambung berkali-kali. Kalau belum siap untuk putus, jangan langsung teriak-teriak minta putus. Tarik-ulur. Selain membuat si dia bingung, waktu Anda juga akan terbuang percuma. Saran kami: Kalau sudah yakin ingin putus, bersikaplah tegas dan lakukan segera!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy