Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'psbb'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Para pekerja mengenakan baju pelindung bersiap memakamkan jenazah pasien virus corona (Covid-19) di pemakaman yang disediakan oleh pemkot Surabaya, 16 Mei 2020. (Foto: Reuters) Petugas medis, dokter dan perawat, adalah salah satu korban pandemi virus corona. Senin (18/5), seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia karena terpapar virus mematikan itu. Ironisnya ia meninggal dalam kondisi hamil empat bulan. Isak tangis teman-teman Ari Puspita Sari tak tertahan lagi ketika melihat perawat RS Royal Surabaya ini dipindahkan ke ruangan intensif lain. Ari, yang berusia 26 tahun, meninggal bersama janin berusia empat bulan yang dikandungnya setelah menjalani perawatan intensif selama satu pekan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak saja bagi warga Surabaya, tetapi juga Indonesia. Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Ari dan petugas medis lain dalam upaya melawan pandemi virus corona ini. “Saya sungguh-sungguh berduka cita yang dalam untuk kepergian Ari, dokter dan tenaga medis lain, serta orang-orang yang berada di garis terdepan penanganan pandemi Covid-19 yang telah menjadi korban penularan virus ini. Semoga mereka semua mendapatkan pahala yang setimpal di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberiNya kekuatan dan kesabaran,” tulis Presiden di akun Instagramnya. Jokowi kembali menggarisbawahi pentingnya semua orang disiplin mematuhi anjuran dan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19. Juru bicara RS Royal Surabaya, Dewa Nyoman, sebagaimana dikutip sejumlah media lokal, menegaskan bahwa Ari Puspita Sari bukan perawat khusus yang menangani pasien corona.Tim dinas kesehatan masih melacak penyebab tertularnya Ari. Ada Standar Petugas Medis untuk Corona Ketua Gugus Kuratif Jawa Timur, dr. Joni Wahyuhadi, memastikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan standar tentang petugas medis yang diperbolehkan melakukan pekerjaan yang bersentuhan dengan pasien corona. Joni Wahyuhadi menegaskan para petugas medis yang berisiko tinggi, tidak diperkenankan ikut terlibat dalam pelayanan pasien corona. Para petugas medis bersantai usai mengambil sampell darah dari warga saat tes cepat Covid-19 di Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: AFP) Dr. Joni memaparkan mereka yang termasuk berisiko tinggi tertular dan berakibat kecacatan atau kematian, antara lain orang berpenyakit kronis, penderita diabetes, hipertensi, asma, penayakit imun, gangguan imunitas dan orang tua. “Jadi kalau di RSUD Dr. Soetomo itu yang berusia 60 ya cuti. Hamil memang disarankan cuti, karena orang hamil itu terjadi perubahan metabolisme, dan rentan terhadap infeksi. Dua-duanya, ibu dan bayinya,” kata Joni Wahyuhadi Data Pasien Bantu Lindungi Petugas Medis Banyaknya petugas medis, baik dokter maupun perawat yang meninggal dunia akibat corona, juga menjadi sorotan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menilai sudah saatnya menggandakan upaya mencegah perebakan virus corona untuk menurunkan beban pada tenaga dan fasilitas kesehatan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur, dr. Sutrisno, mengatakan pengelolaan data dan informasi yang baik, memudahkan identifikasi jenis pasien dan sekaligus melindungi tenaga kesehatan dari kemungkinan tertular virus corona akibat tidak jujurnya pasien dalam memberikan data. Bila data itu dikelola menjadi sebuah sistem, kata Sutrisno, petugas medis bisa melakukan pelacakan dan melakukan tindakan terhadap orang-orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, kontak denganorang tanpa gejala (OTG) maupun merek yang pernah menjalani tes. “Mereka yang ODP (orang dalam pemantauan) ringan, PDP (pasien dalam pengawasan) ringan itu masih bisa jalan-jalan kemana-mana. Maka dengan pengelolaan data yang bagus, otomatis itu akan membuat tenaga kesehatan, faskes itu mendapatkan informasi dan akan memperkecil kemungkinan terpapar mereka-mereka (pasien) yang tidak jujur,” jelas dokter Sutrisno. Pelaksanaan rapid test di salah satu rumah sakit di Surabaya (Foto: Humas Pemprov Jatim). Sutrisno menambahkan, rumah sakit atau fasilitas kesehatan juga harus lebih meningkatkan pelayanan dan fasilitasnya, untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien yang ada di rumah sakit. Termasuk pelaksanaan prosedur pelayanan pasien corona dan pemakaian alat pelindung diri (APD) sesuai standar. Selain itu, tambah Sutrisno, tempat atau laboratorium penyelenggara tes PCR (polymerase chain reaction) atau TCM (tes cepat molekuler) mesti diperbanyak, agar hasil yang diperoleh dapat lebih sesuai waktu terkini. Perawat Khawatir akan Keamanan Diri Meninggalnya para tenaga kesehatan, termasuk perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari, menjadi duka dan keprihatinan Cecilia Eka, sejawat perawat yang lain. Cecilia yang ikut menangani pasien corona di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya ini, menyesalkan masih ada petugas medis di rumah sakit rujukan corona yang meninggal akibat tertular dari pasien yang sedang dirawat. Padahal kata Cecilia, prosedur dan pengamanan diri telah dilakukan secara ketat dan sesuai standar. Menurutnya risiko penularan terjadi karena pasien kurang terbuka tentang riwayat kesehatan dan riwayat kontak dengan orang yang tertular virus corona. Cecilia juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang menganggap sepele virus corona, sehingga tidak melindungi diri dengan baik. Hal itu mengakibatkan banyak orang lain termasuk tenaga kesehatan ikut tertular. “Kita memang sudah rapat jaga kondisi, dengan kondisi-kondisi tertentu. Pada titik-titik tertentu kami pasti capek, dalam kondisi capek seperti itu apakah tidak mungkin kita tertular, mungkin sekali. Tapi apa yang diperbuat masyarakat, tidak ada timbal-baliknya ke kami,” ujar Cecilia kepada VOA. “Rasanya itu kami itu seperti sesuatu yang patut dikorbankan, yo wes (ya sudah) itu profesimu lakonono (jalanilah) seperti itu. Jangan menganggap seperti itu. Kami yang berjibaku di depan ini lho, apakah tidak pernah dipikirkan,” ungkap Cecilia. Abaikan PSBB Selain itu, Cecilia juga menyesalkan sikap pemerintah yang tidak tegas dalam membuat kebijakan penanganan corona. Salah satunya dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak tegas, terutama di Surabaya. Banyak tempat perbelanjaan yang dibuka, pasar-pasar dipenuhi pengunjung, dan masyarakat masih tidak peduli terhadap upaya pencegahan untuk menurunkan angka kasus corona. “Jadi, mal-mal di buka, pasar-pasar sampai seperti itu bergerombol. Mau berapa kali lipat kita itu menerima pasien-pasien yang sudah positi-positif, kondisi jelek-jelek. Sekarang kalau memangnya habitnya masyarakat tidak bisa diubah, kami kalau di garda depan ini kewalahan, terus siapa yang mau merawat?” ujar Cecilia. Sampai 19 Mei 2020, jumlah kasus positif corona di Jawa Timur mencapai 2.372, dan tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. [pr/em/ft]
  2. Aturan pelarangan mudik di area yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), khususnya di area Jabodetabek mulai berlaku Jumat 24 April 2020 tepat pukul 00.00 hingga 31 Mei 2020. Artinya, tidak ada lagi kendaraan pribadi yang bisa keluar atau masuk area tersebut, baik lewat jalan tol maupun jalan nasional. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi menjabarkan sejumlah penyekat dan pos pemeriksaan (Check point) sedang dipersiapkan pihaknya untuk mengimplementasikan pelarangan mudik mulai dini hari nanti. Hal itu dilakukan tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau COVID-19. "Dari luar ke Jabodetabek enggak boleh masuk dan dari dalam juga enggak bisa keluar," ungkapnya dalam teleconference, Kamis 23 April 2020. Dia menegaskan, mulai tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020, pihaknya bersama otoritas terkait khususnya Kepolisian hanya memberikan peringatan kepada pengendara yang melanggar. Namun setelah periode tersebut nanti sanksi akan diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal ini Kemenhub merujuk pada UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan. Pelanggar bisa dikenakan sanksi penjara maksimal satu tahun, dan denda maksimal Rp100 juta. "Skema kita untuk semua kendaraan pribadi dan pelat hitam tidak boleh keluar masuk area PSBB," tegasnya. Lebih lanjut dia mengatakan, dari pemantauan area check point sore ini, banyak pengguna sepeda motor yang melewati jalan nasional untuk keluar Jabodetabek. Mereka antara lain menuju ke daerah Indramayu area Jawa Tengah lainnya. "Besok sudah tidak ada kendaraan lagi yang mudik," ungkapnya. Dia pun meminta para warga tidak memaksakan diri untuk keluar dari Jabodetabek, dengan kendaraan pribadi setelah aturan pelarangan mudik berlaku. Karena hanya akan menyusahkan diri sendiri. "Nanti akan kami suruh putar balik. Masyarakat diharapkan menyesuaikan dan mematuhi aturan ini," tegasnya.
×
×
  • Create New...