Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'prostitusi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Baru baru ini kabar tak sedap menerpa kakak Julie Estelle, Cathy Sharon. Cathy digugat cerai sang suami, Eka Kusuma. Menurut kuasa hukum Eka Kusuma, Fahri SH alasan Eka menggugat cerai Cathy yakni Eka menuduh Cathy melakukan prostitusi online. “Dari pihak keluarga berusaha untuk berdamai dari Eka, menurut saksi Eka menuduh Cathy ada indikasi prostitusi online. Jadi itu termasuk tambahan alasan yang tadinya banyak yang bilang sering pulang malam dan sering party bersama teman-temannya. Itu tuduhan dari Eka aja, tapi kan juga harus dibuktikan,” katanya saat dilansir Kapanlagi. “Tapi dari ortu tergugat juga menyatakan kalau ini semua ada tuduhan perselingkuhan dengan inisial Tutut. kalau kita sih enggak tahu siapa itu Tutut, tapi itu kan harus dibuktikan semua. Karena ini adalah asumsi saja semua harus dibuktikan baik dari tuduhan Eka soal prostitusi itu harus dibuktikan, tuduhan orang tua mengenai Eka berselingkuh dengan Tutut itu juga harus dibuktikan. Ada fakta hukum yang harus menyatakan kalau mereka itu terbukti (melakukannya),” tambahnya. Lantas, apa alasan keluarga Cathy menuduh Eka telah selingkuh? “Katanya pihak Cathy, Eka sama Tutut itu temen dekat. Seperti itulah hubungan antara Tutut dengan Eka. Tapi itu belum bisa dijadikan acuan karena harus dibuktikan. Kecuali sudah menikah atau gimana baru ada faktanya,” ungkapnya. “Kalau menurut adiknya Eka, kan pada waktu itu ramai soal prostitusi. Nah makanya jangan-jangan Cathy ikut prostitusi online, ini baru tuduhan saja .” ucap Fahri ketika ditanyakan alasan Eka menuduh Cathy ikut prostitusi online.
  2. Pintu depan bangunan berlantai dua di Jalan Kepanduan II Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, itu terbuka setengah. Dari balik pintu, seorang perempuan berusia sekitar tiga puluhan tahun melambaikan tangan. "Silakan mampir Mas," ujar perempuan yang memperkenalkan diri dengan nama Sarah itu, Kamis 11 Februari 2016. Mengenakan mini dress putih, perempuan asal Jawa Barat dengan terang-terangan mengaku sebagai pekerja seks. Pekerjaan itu sudah dilakoni sejak setahun. Dia terpaksa menjual diri karena tidak memiliki pekerjaan lain. Sementara keluarganya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Tapi keluarga di kampung enggak tahu kalau saya kerja beginian ," kata perempuan itu dengan dialek Sunda. Untuk menjalankan praktik prostitusi itu Sarah menempati sebuah wisma yang memiliki 10 kamar. Masing-masing kamar berukuran 2 x 1,8 meter dan saling berhadapan. Di dalam kamar itu terdapat keran air untuk membersihkan diri, handuk kecil, meja, dan kipas angin. Meja-meja dan kursi berjajar di wisma itu. Beberapa botol bir tergeletak di atas meja. Harga sebotol bir di sana mencapai Rp 50 ribu. Selain itu, alat kontrasepsi pun tergeletak di atas meja setiap kamar. "Semua tamu wajib pakai alat kontrasepsi agar terhindar dari penyakit," ujar Sarah. Menurut Sarah, tarif untuk sekali kencan di Kalijodo sebesar Rp 150 ribu. Uang itu tidak semua masuk ke kantorngnya. Sebanyak Rp 50 ribu diberikan kepada pemilik wisma dan sisanya baru untuk dia. Kawasan Kalijodo kembali populer setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan rencana untuk membongkar tempat itu. Sebab praktik prostitusi di Kalijodo tidak memiliki izin. Selain itu, lahan yang ditempati adalah milik negara. Menurut Ahok -sapaan Basuki- kawasan Kalijodo nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau. Rencana itu sempat ditunda karena pemerintah memprioritaskan pembangunan jalan inspeksi sungai dan waduk terlebih dahulu. Ahok menjelaskan, sebelum pembongkaran dimulai, pemerintah terlebih dahulu mendata penduduk yang tinggal di kawasan itu. Data itu nantinya digunakan untuk membangun rumah susun guna menamgpung mereka yang digusur. "Rencananya kami akan bangun 10 blok di atas tanah 10 hektar. Makanya kami perlu mendata untuk menampung mereka yang berdagang atau yang punya bengkel," ujar Ahok
  3. Disebut-sebut namanya dalam kronologis penangkapan Nikita Mirzani, pihak Ahmad Dhani akhirnya angkat suara. Melalui pengacaranya, pihak Ahmad Dani pun buka-bukaan. Nama Ahmad Dhani pertama kali muncul dari pengakuan kuasa hukum Nikita Mirzani, Partahi Simhombing. Kliennya itu disebut telah memiliki janji bertemu dengan pemilik Republik Management Cinta tersebut. Tak bertemu dengan Ahmad Dhani, Nikita Mirzani justru ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri pada kamis malam, di Hotel Bintang Lima di Jakarta Pusat. Tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah mengakui kliennya memang sebelumnya membuat janji pertemuan dengan Nikita. Namun, janji tersebut dibatalkan. "Yang pasti janjian mau ketemuan tapi batal di cancel. Kalau detailnya di cancel saya ga tanya tapi emang ada janjian," kata Ramdan Alamsyah saat dihubungi Dream.co.id , Sabtu 12 Desember 2015. Ramdhan mengungkapkan, pertemuan dengan Nikita Mirzani semula memang akan membahas pekerjaan. Ramdhan tegas menolak jika pertemuan itu ada kaitannya dengan kegiatan prostitusi. "Tidak ada kaitan prostitusi. Murni urusan bisnis dan pekerjaan. Tidak ada urusan esek-esek" kata Ramdhan. Bahkan Ramdhan menegaskan jika kasus yang dialami Nikita sepenuhnya berada di luar tanggung jawab ayah dari 4 orang anak tersebut. "Nikita ditangkep gara-gara prostitusi itu urusan Nikita bukan Ahmad Dhani. Mas Dhani kan gak jadi ketemu, dia membatalkan, tidak ada dilokasi juga," tandasnya. Untuk mempertegas posisi kliennya, Ramdhan menegaskan ada tiga alasan jika Ahmad Dhani sama sekali tidak terkait dengan penangkapan ataupun dugaan prostitusi online yang dituduhkan kepada Nikita Mirzani. Tiga pembelaan itu adalah pertama rencana pertemuan di cancel, kedua pertemuan itu murni bisnis, dan ketiga tak ada urusannya dengan esek-esek. "Itu urusan dia. Yang pasti Mas Dhani tidak ada hubungan dengan esek-esek prostitusi," tegasnya. Sebelum Ditangkap, Nikita Mirzani Ada Janji Bertemu Ahmad Dani Nikita Mirzani Diminta Tobat Tak Bisa Telepon Anak, Nikita Mirzani Menangis dan Berontak Kronologi Penangkapan Versi Pengacara Nikita Mirzani
  4. Sepak terjang mucikari artis Robbie Abbas atau RA dibuka dengan terang-terangan dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selain itu, jika selama ini keterlibatan dua artis selain Amel Alvi yaitu Tyas Mirasih dan Shinta Bachir seolah disembunyikan, tidak demikian halnya dengan sidang putusan tersebut. Dalam sidang Ketua Majelis Hakim, Muchtar Effendi, mengungkap kronologi bagaimana Robbie menawarkan Amel Alviani, Shinta Bachir dan Tyas Mirasih kepada pria hidung belang. Bahkan tarif artis-artis tersebut dan juga nama tamu yang membooking yaitu Budi Kusuma juga disebut dengan sangat jelas. "Kemudian, terdakwa (Robbie Abbas) yang memperkenalkan Tyas Mirasih dan Shinta Bachirkepada tamu. Dan menerima uang sebesar 25 juta, 20 untuk Tyas dan 5 juta untuk terdakwa. Lalu tamu Budi Kusuma: 5 juta untuk terdakwa dan 35 juta untuk Shinta Bachir," ungkap Ketua Majelis Hakim, dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015) silam. Karena bukti-bukti yang sangat kuat tersebut, terdakwa mucikari RA dijatuhi hukuman penjara sesuai dengan tuntutan JPU. Hal ini tentu bertolak belakang dengan keyakinan pengacara RA, Pieter Ell sebelum sidang yang yakin kliennya bisa bebas. "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana seperti yang dituntut JPU," tambah Ketua Majelis Hakim. Sebagai penegasan, hakim menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun 4 bulan dikurangi masa tahanan untuk Robbie. Selain itu sebagai hal yang memberatkan pertimbangan hakim adalah mucikari itu telah menimbulkan keresahan luas dan menarik perhatian masyarakat serta melanggar norma-norma agama di Indonesia. Sementara dari pembelaan selama ini tak ada yang meringankan hukuman pria tersebut. "Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidaha penjara selama 1 tahun dan 4 bulan sesuai dengan tuntutan JPU. Dikurangkan dengan masa tahanan. Uang 45 juta dikembalikan kepada saksi Lesmana. Hp BB dirampas untuk negara, Barang Bukti dimusnahkan," tandas Hakim.
  5. Mencuatnya kasus prostitusi artis membuka tabir gelap kehidupan jagat dunia hiburan tanah air. Aktris sekaligus model seksi Tyas Mirasih, ikut terseret dalam kasus ini. Namanya disebut masuk dari tiga aktris dalam persidangan mucikari Robbie Abbas alias RA. Nama Tyas disebut Ketua Majelis Hakim, Muchtar Effendi, bertarif Rp 25 juta dalam persidangan RA di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhir Oktober lalu. Informasi ini memperkuat dugaan keterlibatan mantan kekasih Raffi Ahmad itu dalam prostitusi artis. Dua nama aktris lainnya, Amel Alvi dan Shinta Bachir, juga diungkap Majelis Hakim dalam persidangan RA. Amel bertarif Rp 80 juta, sedangkan Shinta dibanderol Rp 40 juta. Tyas berkukuh dirinya tidak terlibat dalam prostitusi sebagai 'anak buah' RA, meski namanya disebut dalam persidangan. Perempuan kelahiran 8 April 1987 itu, mengelak bahwa nama dalam sidang itu bukan dirinya. Bantahan itu diungkapkan Tyas melalui akun media sosial Instagram miliknya. Melalui caption foto di akun itu, dia menegaskan tidak terlibat kasus prostitusi seperti diungkapkan Majelis Hakim Muchtar Effendi. Dalam memberikan klarifikasi di Instagram, Tyas mengunggah gambar karikatur bergambar hati bertuliskan 'Listen to me!'. Klarifikasi itu diunggah Tyas di Instagram, Kamis kemarin. "Sore semua teman-teman, sekarang saya mau buat pernyataan dan klarifikasi terkait perkara yang saat ini menyeret nama saya. Alhamdulillah karena perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap, saya akan buat pernyataan dan klarifikasi, bahwa saya sama sekali tidak terlibat dalam kasus RA maupun perbuatan asusila lainnya," tulis Tyas. Tyas, dalam klarifikasinya di Instagram, juga meminta banyak pihak tidak sudutkan dirinya dalam kasus prostitusi artis dengan terdakwa mucikari RA ini. Sebab, dia merasa berita beredar keterlibatannya selama ini tidak benar. Pemain film layar lebar Air Terjun Pengantin tersebut, menilai putusan hakim salah sasaran menyebut dirinya. Tyas merasa yakin tidak terlibat sebagai pelacur artis di bawah asuhan RA. "Bahwa dalam sidang putusan kasus RA, tidak benar nama saya disebut terbukti melakukan perbuatan asusila. Maka dengan ini saya minta agar pihak-pihak yang terus menyudutkan saya dengan menyebar berita tidak benar, untuk mencabut dan me-stop pernyataannya terkait pemberitaan tentang saya yang tidak benar tersebut," lanjutnya. Sejauh ini diketahui belum ada klarifikasi langsung Tyas Mirasih terkait keterlibatannya dalam prostitusi artis selain melalui Instagram. Meski bantah termasuk tiga nama pelacur artis asuhan RA, namun belum ada rencana Tyas untuk menuntut balik tudingan itu ke pihak berwajib. Banyak tudingan terkait isu miring ini, membuat Tyas geram kepada pengikutnya di media sosial. Dia menyebut pihak penuding itu sebagai 'haters'. Banyak para haters terpaksa ditutup akses oleh Tyas untuk melihat profilnya di media sosial. "Terima kasih buat para haters jangan marah kalau diblock karena saya enggak suka instagram saya isinya hal-hal tidak menarik dan terima kasih terbesar untuk para fans yang selalu yakin dan support saya dalam keadaan apapun sampai detik ini. Love you all way too much!" tutup mantan pacar Tria 'The Changcuters'. Mantan pacar pesebakbola nasional, Syamsir Alam, ini diketahui belum pernah hadir dalam persidangan RA sebagai saksi. Hanya aktris Amel Alvi penuhi panggilan ini selama persidangan, itupun ditutup cadar hitam. Amel merupakan saksi kunci terbongkarnya kasus prostitusi artis. Ini berawal ketika dirinya tertangkap tangan di hotel mewah bilangan Jakarta Selatan, pertengahan Maret lalu, kala itu, Amel disebut bertarif Rp 80 juta untuk sekali menikmati tubuhnya. Penangkapan Amel sebenarnya sudah dirancang Kepolisian Resort Jakarta Selatan. Sehingga dia dijebak untuk ngamar bareng polisi. Ketika di dalam kamar dan dalam keadaan bugil, polisi langsung menciduknya, selanjutnya sang mucikari RA. Penangkapan dalam keadaan bugil itu sengaja dilakukan polisi untuk memastikan bahwa Amel merupakan seorang pelacur. Sehingga kepolisian punya bukti kuat untuk membekuk RA di lobi hotel mewah itu. Kini, RA telah menerima vonis dalam persidangannya pada 26 Oktober lalu. Dia dihukum satu tahun empat bulan kurungan penjara dikurangi masa tahanan. Vonis tersebut sudah sesuai dengan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
  6. Model panas Anggita Sari tak membantah dirinya menerima uang senilai Rp8 juta untuk melayani lelaki hidung belang untuk sekali kencan dengannya di sebuah hotel di Surabaya awal September 2015. Dia menegaskan, Rp8 juta itu baru uang muka saja. “Masalah prostitusi model dan artis itu sebenarnya itu saya di Surabaya itu saya masih…maaf sekali ya, belum melakukan apa-apa baru masuk kamar tiba-tiba sudah...bahkan AKBP Polrestabes Surabaya pun mengiyakan belum melakukan apa apa. Belum melakukan tindakan asusila prostitusi tapi memang saya diberikan DP 8 juta rupiah, Rp 8 juta itu DP (down payment),” Anggita seraya menegaskan lagi, seperti dilansir Fokus Selebriti, Senin (21/9/2015). Diberitakan sebelumnya, menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, Anggita ditangkap usai melayani tamu dan dalam keadaan mabuk karena pengaruh narkoba. Setelah Anggita ditangkap, dua mucikari yang menjual model berusia 25 tahun itu ditangkap, yang diketahui satu lelaki berinisial AS, dan satu perempuan berinisial AT. Suara.com sempat menghubungi manajer Anggita, Ezy, soal penangkapan artisnya oleh polisi Surabaya. Menurut pengakuan Ezy, Anggita sedang ada syuting di Surabaya. "Kata polisi dia terlibat prostitusi. Katanya polisi menemukan barang bukti berupa handphone dan puluhan kondom. Buat apa dia menyimpan kondom sebanyak itu? emang mau jualan," kata Ezy bernada kesal. Sementara itu, Anggita juga akan melaporkan kekasihnya Michael Tamaela, ke Polres Jakarta Utara atas dugaan penganiayaan dan pencurian uang miliknya oleh Michael sebesar Rp25 juta. "Yang pasti saya mau visum dulu di Polres Jakarta Utara," katanya yang juga menegaskan tak akan berdamai secara kekeluargaan dengan Michael.
  7. Berita acara pemeriksaan (BAP) seorang saksi berinisial AA pada perkara prostitusi online dengan terdakwa Robbie Abbas dengan jelas mencantumkan nama Tyas Mirasih dan Shinta Bachir, sebagai artis-artis yang kerap ditawarkan Robbie kepada para pengguna jasanya. Dalam salinan lembaran BAP yang diterima CNN Indonesia, terlihat nama Tyas dan Shinta ditulis sebagai artis yang dikenal oleh saksi perkara Robbie karena mereka pernah terlibat shooting sebuah film bersama pada 2014 lalu. "Benar, saksi kenal dengan saudari Tyas Mirasih dan saudari Shinta Bachir pada tahun 2014. Saksi tidak tahu bahwa profesi saudara Robby Abbas alias Obie adalah mengenalkan saya sendiri, Tyas Mirasih, dan Shinta Bachir dengan klien/tamu," tulis isi BAP tersebut. Kuasa Hukum Robbie, Pieter Ell, mengatakan di dalam BAP atas nama AA tersebut, dijelaskan bahwa Robbie berperan sebagai mucikari sekaligus pemesan kamar hotel yang akan digunakan oleh 'anak didik'nya bersama klien. Robbie dikatakan sempat memesankan hotel di Kota Surabaya dan Jakarta untuk Amel serta anak-anak didiknya yang lain. "Bahwa yang memesan kamar di Hotel adalah saudara Robbie Abbas. Saksi sudah berhubungan badan dengan tamu di Hotel Surabaya dan hotel di Jakarta," tulis BAP tersebut. Pada paragraf-paragraf terakhir BAP yang diterima, tertulis jelas pekerjaan saksi adalah DJ (Disk Jockey), artis, dan penyanyi. Saksi berkata sering diperkenalkan Robbie dengan klien saat sedang membutuhkan uang. RA pun sebelumnya mengaku memiliki 200 'anak didik'. Namun tak semuanya berasal dari kalangan artis. Dia mengungkapkan 'anak didik'nya berasal dari semua kalangan. Dia memperkirakan hanya separuh dari pekerja seks komersial (PSK) yang dikelolanya berprofesi sebagai artis. Para artis yang merangkap PSK ini memiliki tarif yang mahal. AA disebutkan memiliki tarif Rp 80 juta. Rata-rata, para PSK anak didik RA memiliki tarif Rp 30 juta hingga ratusan juta rupiah.
  8. Bingung koq getol mencari yang online namun offline bebas berkeliaran?
  9. Kawasan Tebet disesaki oleh rumah kos yang dihuni oleh banyak orang. Siapa sangka, kawasan di sepanjang tempat kos Dedeuh Alfi Syahrin (26) itu terkenal bagi kalangan pelaku jasa pekerja seks komersial online dengan sebutan "vagina street". Pengakuan ini didapat dari salah seorang perempuan, sebut saja Mami (32), yang sudah malang melintang di dunia prostitusi online di kawasan Tebet. Menurut dia, selama ini kawasan rumah kos tersebut sering kali dijadikan tempat prostitusi terselubung. “Ini (Tebet Utara 1) disebut vagina street karena ada usaha esek-esek di kosan. Karena hampir semua klien forum esek-esek itu udah tau, kalau bilang Tebet itu oh vagina street. Udah hafal,” kata Mami. Selain itu, kebanyakan dari para pelaku prostitusi di kawasan tersebut lebih memilih bermain di tempat kos mereka karena lebih murah. Dengan demikian, tidak banyak biaya yang dikeluarkan oleh para perempuan tersebut. "Karena kita bebas, terus kita juga pas gue eksis dulu kan emang low budget. Kita kan enggak mau ngeluarin duit buat transpor. Jadi lebih senang invite atau incall booking aja,” kata Mami. Para perempuan tersebut biasanya hanya bermodal lingerie dan beberapa botol mineral sehingga tak perlu repot mengeluarkan biaya beli baju bagus. “Jadi kalau mau, lo dateng aja. (Kita) enggak usah transpor, enggak usah beli baju bagus buat ketemu klien. Kalau di dalam kamar aja gue cuma model lingerie cantik dan bulu mata dikit,” ucap Mami. Kisah Mami Hijrah dari rumahnya di Depok ke Jakarta, Mami memilih tinggal di rumah kos tersebut. Sebab, tempat kerjanya di salah satu tempat hiburan karaoke di kawasan Tebet. Di sana, kemudian Mami mulai kenal dengan yang lainnya. “Dan, rata-rata di kosan itu pekerjaannya seperti itu. Ternyata emang banyak, cuma aku tuh enggak dekat sama yang lain karena yang lain profesinya terikat, kayak kerja di karaoke, night club,” sebut Mami. Pengamatan Kompas.com, Jalan Tebet Utara I tidak terlalu ramai dilewati pengendara, baik dari arah Jalan KH Abdul Syafi'i maupun Jalan Tebet Raya. Di sisi kanan dan kiri terdapat terdapat rumah kos dengan bangunan tinggi layaknya hotel kelas melati. Selain rumah kos, kawasan tersebut juga ramai dengan toko-toko makanan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy