Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'privasi'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. WhatsApp dipanggil Menkominfo, Johnny G. Plate, untuk memberikan penjelasan seputar kebijakan privasi barunya. Dalam hal ini, Menkominfo meminta WhatsApp untuk memberikan informasi lengkap mengenai perubahan kebijakan privasi. Mulai dari jenis data yang dikumpulkan dan diproses, tujuan dan kepentingan proses data pribadi, hingga jaminan akuntabilitas pihak yang memakai data pribadi pengguna. Hanya berselang sehari, WhatsApp pun memberikan penjelasan sekaligus meluruskan kebijakan privasi barunya. WhatsApp juga membantah pihaknya membagikan kontak pengguna kepada Facebook. Berikut adalah 7 penjelasan WhatsApp mengenai kebijakan privasi barunya: 1. WhatsApp dan Facebook tak bisa lihat pesan pribadi pengguna "Apapun yang kamu bagikan tetap antara kamu dengan teman atau keluarga. Karena pesan pribadi kamu dilindungi oleh enkripsi end-to-end," kata WhatsApp. WhatsApp menekankan, pihaknya berkomitmen tidak akan memperlemah keamanan enkripsi. 2. WhatsApp tak simpan pesan dan panggilan WhatsApp memastikan, pihaknya tidak menyimpan riwayat panggilan atau pesan milik miliaran penggunanya. WhatsApp mengklaim, menyimpan riwayat panggilan atau pesan milik miliaran pengguna akan memiliki risiko keamanan dan melanggar privasi pengguna. 3. WhatsApp tak bisa lihat data lokasi pengguna Menurut WhatsApp, ketika pengguna berbagi lokasi mereka dengan pengguna lain via WhatsApp, lokasi tersebut terlindungi oleh enkripsi end-to-end. Dengan kata lain, WhatsApp menegaskan tidak ada satu pun orang yang bisa melihat lokasi pengguna, kecuali mereka yang dibagikan lokasi ini. 4. Tak Bagi Kontak Pengguna dengan Facebook Meski kebijakan privasi disebutkan pengguna harus setuju dengan integrasi data WhatsApp dan Facebook atau pihak ketiga, WhatsApp menegaskan pihaknya tidak membagikan daftar kontak pengguna dengan Facebook. "Kami hanya mengakses nomor telepon dari buku alamat (daftar kontak) untuk membuat perpesanan cepat dan dapat diandalkan. Kami tidak membagikan daftar kontak pengguna dengan aplikasi lain yang ditawarkan Facebook," kata WhatsApp. 5. Tak bagi data ke Facebook untuk Iklan WhatsApp mengklaim, grup WhatsApp bersifat tetap privat. "Kami tidak membagikan data ini dengan Facebook untuk kebutuhan iklan. Kami tekankan lagi, pesan pribadi dilindungi oleh enkripsi end-to-end sehingga kami tidak bisa melihat konten di dalamnya," kata WhatsApp. 6. Pengguna dapat mengatur pesan untuk menghilang otomatis Untuk menambah level privasi, pengguna WhatsApp bisa memilih mengaktifkan pesan untuk menghilang otomatis, segera setelah dikirim. Caranya adalah: Buka chat WhatsApp Tap nama kontak Tap "Dissapearing Messages", tap "Continue" Pilih "ON" 7. Pengguna bisa unduh data WhatsApp mereka WhatsApp memastikan pengguna dapat mengunduh dan melihat informasi apa saja yang dimiliki pihak WhatsApp dari si pengguna. Untuk meminta laporan data ini, pengguna bisa: Masuk ke WhatsApp Setting (Pengaturan WhatsApp) > pilih Account > Request Account Info (Minta Info Akun) Tap Request Report. Layar ponsel akan memberikan update berisi "Request Sent" atau permintaan akan laporan telah dikirimkan ke pihak WhatsApp.
  2. Menjaga privasi di rumah atau perkantoran tidak harus dengan menggunakan tirai, setidaknya di masa mendatang. Peneliti sedang menguji nanoteknologi untuk membuat kaca jendela yang bisa buram dan kembali tembus pandang sesuai permintaan manusia.
  3. Jaksa Eileen Decker mengatakan, "pihak ketiga" telah memperagakan kepada FBI metode yang mampu membuka iPhone milik Syed Farook, pelaku serangan teror di San Bernardino bulan Desember lalu. Kurang dari sehari sebelum sidang yang mendapat liputan luas dilaksanakan, di tengah kebuntuan hukum antara perusahaan Apple dan FBI, pengacara Departemen Kehakiman Senin (21/3) malam, berhasil meyakinkan seorang hakim federal untuk membatalkan sidang dan menerbitkan sebuah penundaan sementara untuk kasus itu. Dalam perintah sebelumnya dari Hakim Distrik AS, Sheri Pym, insinyur di perusahaan Apple diperintahkan untuk membuat perangkat lunak khusus untuk membantu analis FBI membuka iPhone yang digunakan oleh Syed Farook, salah satu dari dua penembak dalam serangan teror di San Bernardino bulan Desember lalu. Sejak awal, FBI mengatakan pihaknya tidak bisa mengatasi fitur keamanan telepon itu dan memerlukan bantuan Apple untuk menyelidiki iPhone itu. Tapi, dalam sebuah mosi kepada Hakim Pym, Jaksa Eileen Decker mengatakan, akhir pekan lalu "pihak luar memperagakan kepada FBI metode yang mampu membuka iPhone Farook." Pym untuk sementara menunda perintahnya, dan memberi waktu kepada FBI sampai tanggal 5 April, saat FBI harus menyerahkan laporan status dari kasus tersebut. Langkah mendadak itu menimbulkan pertanyaan bukan hanya tentang kasus ini, tetapi juga tentang kemampuan teknis FBI, serta upaya pemerintah yang lebih besar untuk membatasi enkripsi atas perangkat pribadi. FBI tidak mengatakan siapa pihak ketiga itu atau teknik apa yang mereka usulkan untuk mengatasi fungsi penghapusan otomatis di iPhone itu, yang secara permanen akan menghapus semua data pada ponsel setelah terjadi 10 kali upaya menebak password yang salah. Pihak Apple belum membuat pernyataan publik mengenai permintaan pihak FBI itu. Sebaliknya perusahaan membatasi komentarnya dengan memperkenalkan model iPad dan iPhone baru minggu ini. Sejumlah analis forensik digital telah mengusulkan berbagai metode beberapa minggu terakhir, termasuk duplikas memori flash atau rekayasa balik dari sirkuit internal iPhone. Tak satu pun dari teknik ini terbukti efektif. (www.voaindonesia.com)
  4. Seperti yang tercantum dalam deklarasi Lisa Olle, manajer privasi global Apple dan Tim Kepatuhan Penegakan Hukum, aparat penegak hukum melakukan panggilan darurat ke pusat Apple pada 5 Desember sore atau tiga hari setelah Syed Rizwan Farook dan istrinya Tashfeen Malik menembak 14 orang dalam aksi terorisme di San Bernardino. iPhone 5c milik Farook sekarang menjadi bahan perdebatan kontroversial antara pendukung privasi dan FBI. Informasi baru menyoroti upaya Apple untuk bekerja sama dengan operasi penyelidikan FBI sebelum disajikan ke pengadilan federal mengenai bantuan membobol iPhone Farook. Rupanya pada awal Januari, Apple dan para pejabat pemerintah telah berdiskusi bagaimana cara terbaik untuk mengambil data telefon, meskipun informasi yang tersimpan di Apple rupanya disediakan minggu sebelumnya. Pada 5 Desember, Apple menyerahkan dua paket informasi setelah menerima pemberitahuan hukum untuk mencari informasi pelanggan, mungkin data pelanggan iCloud, meskipun itu tidak ditentukan dalam deklarasi Olle ini, yaitu tiga nama dan sembilan akun tertentu. Sehari kemudian, Apple menerima surat perintah pencarian untuk e-mail, pesan, dan informasi lain yang terkait dengan tiga rekening terpisah. Permintaan lain pada 16 Desember mencari informasi terkait dengan salah satu nama dan tujuh akun yang berbeda. Apple memberikan informasi masing-masing untuk tiga permintaan tersebut. Adapun akun iCloud yang melekat di iPhone Farook ini, Olle menyatakan bahwa surat perintah pencarian resmi disajikan pada 22 Januari untuk mencari data komunikasi dari pelanggan yang diminta pada Desember. Apple memenuhinya dan pada 26 Januari memberikan pemerintah data apa pun yang dimilikinya. Ia kemudian mengungkapkan bahwa FBI memerintahkan County Departemen Kesehatan San Bernardino, untuk me-reset Apple ID iPhone Farook pada 6 Desember tanpa konsultasi dengan Apple terlebih dahulu. Perwakilan perusahaan, termasuk CEO Apple Tim Cook, mengatakan itu adalah langkah yang salah karena langkah tersebut membatalkan kemungkinan menggunakan fitur sinkronisasi otomatis iCloud untuk mendapatkan backup tanpa membuka perangkat. Tampaknya Olle adalah bagian dari tim yang bertanggung jawab untuk menangani pengambilan data alternatif dari iPhone 5c milik Farook. "Sepanjang penyelidikan, saya dan perwakilan Apple lainnya, termasuk seorang insinyur senior, terus membuat diri kami sendiri tersedia untuk pemerintah, atas dasar 24/7, berpartisipasi dalam teleonference, memberikan bantuan teknis, menjawab pertanyaan dari FBI, dan menyarankan alternatif potensial untuk pemerintah untuk mencoba untuk mendapatkan data dari perangkat Subjek," demikian isi deklarasi Olle. Penyidik telah gagal dalam upaya mereka masuk ke iPhone 5c Farook yang dilindungi melalui metode enkripsi kuat dan dirancang untuk menggagalkan serangan brute-force. Untuk menghindari lapisan keamanan khusus ini Apple perlu menulis iOS baru versi dikompromikan, menandatangani kode dan menginstalnya pada perangkat. Namun, Apple menolak untuk mematuhinya dan mengutip langkah ini melampaui batas wewenang federal dan implikasi hak Amandemen Pertama potensial. Pada bagiannya, Apple menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi ribuan surat perintah penggeledahan yang valid mencari data pelanggan yang dianggap penting untuk investigasi kriminal. Sampai kasus San Bernardino, bagaimanapun perusahaan belum diminta untuk membangun solusi perangkat lunak yang seolah-olah mengalahkan enkripsi iOS. Apple dan pengacaranya berpendapat bahwa pemerintah, jika dibiarkan preseden dalam kasus ini, akan mendapat kekuatan "tak terbatas" yang suatu hari mungkin melanggar hak-hak sipil dasar. Di sisi lain, FBI, Departemen Kehakiman dan konten White House Apple mengungkap bahwa software itu hanya akan digunakan untuk satu perangkat Farook itu saja. Sidang perkara ini akan digelar pada 22 Maret. Sidang tentang masalah ini dijadwalkan untuk 22 Maret.
  5. Sekitar 25.000 pengguna Facebook menggugat situs jejaring soal tersebut Facebook digugat oleh sekitar 25.000 penggunanya atas dugaan pelanggaran undang-undang privasi Eropa dalam pengadilan di Wina, Austria. Gugatan yang dipimpin oleh aktivis perlindungan data Austria Max Schrems mengkhawatirkan cara Facebook mengumpulkan dan mendistribusikan data. Schrems, seorang sarjana hukum, ingin menghentikan apa yang disebutnya sebagai pengawasan massal oleh situs jejaring sosial tersebut. Dia juga menuduh perusahaan itu bekerja sama dengan Prism, sistem pengawasan system yang didirkan pada tahun 2007 oleh Badan Keamanan Nasional AS. Mereka mengajukan gugatan terhadap kantor pusat Eropa Facebook di Dublin yang mencatat semua akun di luar Amerika Serikat dan Kanada. Gugatan juga mengatakan undang-undang privasi dilanggar karena perusahaan Teknologi Amerika Serikat itu memonitor pengguna ketika mereka menggunakan fitur "like" Facebook. Penggugat meminta kompensasi sekitar €500 (sekitar Rp6,95juta) per orang. Lebih dari 900 pengguna Facebook di Inggris terlibat dalam kasus ini. Schrems mengatakan Facebook tidak percaya kasus ini diterima di bawah hukum Austria. Facebook belum berkomentar tentang kasus ini.
  6. Di Bulan Valentine ini diperkirakan akan banyak orang yang tidak memiliki pasangan (jomblo) mengunjungi layanan kencan online. Berhati-hatilah terhadap serangan scammer. Stigma negatif kencan online belakangan makin pudar seiring gaya hidup masyarakat moderen yang kian dinamis dan terbuka, inilah yang membuat layanan ini kembali menanjak. Sayangnya tren perilaku digital ini juga menarik perhatian para scammer yang bermaksud jahat. Apa saja resikonya? Mengingat Anda mengunggah apapun secara online, banyak orang akan dapat melihatnya. Sebaiknya Anda berhati-hati mengenai informasi identitas dari profil kencan Anda. Sementara dengan banyaknya dater resmi yang ada di situs tersebut, Anda tetap tidak mengetahui sosok seperti apa yang akan Anda temui. Anda bisa memiliki risiko menjadi korban penguntit, pelecehan, catfishing, pencurian identitas, pemerasan webcam, dan bahkan phishing scams. Untuk membantu menghindari risiko-risiko ini, Symantec memberikan panduan yang berguna. Do’s dan Don’ts pada Profil: Buatlah username yang tidak Anda gunakan untuk akun lain. Hal yang sama berlaku untuk foto yang Anda unggah untuk profil Anda. Buat akun email gratis dengan nama unik untuk akun kencan Anda. Kebanyakan situs menawarkan layanan pesan di situs mereka yang melindungi anonimitas member mereka; namun, seringkali orang akan melanjutkan percakapan mereka ke telepon atau email saat mereka jadi lebih dekat. Untuk berkomunikasi melalui telepon, gunakan akun gratis Google Voice, yang akan memberikan nomor telepon terpisah dan meneruskannya ke ponsel Anda. Dalam memilih sebuah situs kencan online, pastikan untuk memilih yang terpercaya, dan terkenal. Ketahui lebih lanjut situs yang Anda sukai. Beberapa situs memungkinkan Anda untuk menghapus atau menonaktifkan akun Anda. Periksa kebijakan privasi untuk mengetahui bagaimana layanan ini mengelola data Anda. Sebuah situs online populer baru-baru saja sedang bermasalah karena secara diam-diam memanipulasi data anggotanya. Bergabung dengan situs berbayar. Karena anggota harus membayar untuk berkomunikasi satu sama lain, ini berarti bahwa akan lebih banyak dater resmi dan sedikit penipu. Bagaimana mengidentifikasi penipuan kencan online: Seseorang dapat menghubungi Anda dengan cerita yang menyedihkan, sedang terdampar di negara asing, atau memiliki keluarga yang sedang berada di kondisi darurat. Jika mereka meminta uang kepada Anda, Anda harus melaporkannya ke layanan yang Anda gunakan dan kemudian memblokir mereka. Untuk membantu memverifikasi identitas dari orang yang sedang Anda ajak bicara, mintalah foto terbaru. Jika mereka protes atau membuat banyak alasan bahwa mereka tidak dapat memberikan foto, Hal ini merupakan pertanda untuk Anda perlu berhati-hati. Jika Anda sudah berkomunikasi dengan seseorang yang potensial cukup lama dan mereka terus menunda-nunda untuk bertemu secara langsung, hal ini perlu menjadi peringatan yang serius bagi Anda untuk berhati-hati. Jangan mengunjungi tautan yang dikirimkan kepada Anda dari orang-orang yang belum berkomunikasi lama dengan Anda. Penipu menyamar menjadi anggota dan mencoba untuk mengarahkan target mereka untuk mengklik pada tautan tersebut, biasanya mengarah ke situs porno atau webcam, dan kadang-kadang bahkan dapat mengarah ke situs berbahaya yang mengunduh malware ke komputer Anda. Jika seseorang meminta kepada Anda untuk mengobrol via webcam, maka Anda perlu berhati-hati dengan perilaku Anda. Penjahat cyber akan dapat merekam sesi webcam dan mereka dapat menggunakannya untuk memeras Anda. Jika percakapan Anda mulai terasa tidak nyaman, maka tidak ada masalah jika Anda menghentikan obrolan tersebut. Para penipu membuat profil palsu yang dijalankan oleh program yang disebut bots. Tujuan mereka adalah untuk mengarahkan Anda untuk mengklik tautan yang akan mengarah ke situs porno, malware atau penipuan yang akan menggali informasi tentang kartu kredit Anda. Sebenarnya cukup mudah untuk menemukan bot, karena mereka memiliki satu rangkaian tanggapan yang telah “diatur”sehingga percakapan terasa agak aneh atau tidak menjawab pertanyaan Anda secara langsung. Catfishing Catfishing sendiri adalah jenis penipuan yang berbeda. Catfishing terjadi ketika pengguna mengasumsikan identitas orang lain. Taktik ini digunakan oleh predator online untuk mengelabui orang dalam hubungan romantis secara online. Catfishers akan selalu membuat alasan mengapa mereka tidak bisa bertemu dengan Anda, berbicara di telepon atau bertemu via webcam. Jika profil pengguna tampak terlalu bagus untuk menjadi nyata, kemungkinan besar profilnya memang palsu. Lakukan pencarian reverse image online, dan jika foto mereka berada di situs lain, dengan nama lain, kemungkinan Anda akan menjadi korban catfish. Kita sekarang ada di era Internet di mana kita bisa memesan apapun secara online, mulai dari pasta gigi hingga pasangan hidup. Walaupun semua wilayah lanskap cyber ada scammer dan hackers, namun jika Anda menjaga akal sehat Anda dan mengikuti saran di artikel ini, Anda bisa menambahkan ‘cinta’ ke keranjang belanja Anda.
  7. Ayase Haruka sebenarnya bukanlah nama dia sebenarnya. Hanya merupakan nama panggung yang diberikan oleh fansnya melalui polling. Yah, mungkin bila kita mencari profil artis Jepang secara detail seperti,apakah sudah menikah, anak berapa, rumah dimana, sangat sulit dan memang karena itu privasi artis itu nggak untuk dipublikasikan. Kalau sahabat KdJ cari informasi di internet tentang artis Jepang, Ayase Haruka contohnya, yang muncul pasti karya-karyanya. Sangat sulit mencari lebih dari tanggal lahir, dan kehidupan pribadi Ayase Haruka, sudah menikah atau belum? Anak berapa? dan lain-lain. Coba, ketik nama artis Indonesia dan search di Google.. Apa yang terjadi?? Artis menikah saja sampai ditayangin di seluruh TV nasional, artis mau melahirkan anak saja sampai mau ditayangkan di TV biar seluruh dunia tahu. Saya nggak mengerti, mengapa di Indonesia privasi diperjual belikan sebagai berita?? Seolah-olah sang artis sepertinya nggak dikenal KARYA nya tetapi malah SENSASI yang nggak pernah dilakukan oleh artis lain. Dan sepertinya mengatakan kepada dunia kalau INI LHO GUE. Bukan INI LHO KARYA GUE. Ya, bukannya membanding-bandingkan, admin agak prihatin saja, kenapa nggak memikirkan keamanan keluarga (anak-anak sang artis). Bagaimana nanti kalau anaknya diculik, di sekolahnya dikucilkan bahkan dibully karena orang tuanya artis, dan tentu saja perkembangan mental anak. Daripada sang artis melahirkan anak disiarkan di TV Nasional, admin mungkin lebih tertarik nonton "sang artis bikin anak" disiarkan di TV Nasional. Note: Keep your privacy ndral....
×
×
  • Create New...