Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pos indonesia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. PT Pos Indonesia (Persero) membantah pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa perusahaan layanan pos dan logistik tersebut alami krisis keuangan. Sempat dikabarkan mengalami kebangkrutan, PT Pos Indonesia (Persero) membantah pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa perusahaan layanan pos dan logistik tersebut alami krisis keuangan. “Pemberitaan media massa bahwa saat ini Pos pailit, Pos meminjam dana dari bank untuk membayar gaji karyawan, itu tidak benar,” kata Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono dalam siaran pers di Jakarta, Senin (22/7). Gilarsi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media online nasional diawali dari pernyataan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Dyah Pitaloka, yang meminta perlunya perhatian pemerintah terhadap kondisi Pos Indonesia. "Kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ibu Rieke Dyah Pitaloka, sebagai wujud pembelaannya kepada Pos Indonesia. Karena memang diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda," ujarnya. Namun tambah Gilarsi dalam beberapa poin dalam pemberitaan media itu tidak benar, seperti pinjaman bank untuk membayar gaji karyawan. "Benar perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan. Modal kerja dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan," katanya. Ia menjelaskan, bahwa perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp20 triliun (karena pos punya jasa keuangan). Pos juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo. Menurut Gilarsi, perusahaan berupaya dalam menghadapi disrupsi itu tidak unik dan wajar saja. Untuk menjawab disrupsi yang tengah terjadi beberapa waktu terakhir ini Pos Indonesia sedang melakukan transformasi bisnis meliputi semua aspek bisnis, Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan anak usaha, pengembangan produk baru, dan lain-lain. Dengan begitu Gilarsi membantah pernyataan yang menyebutkan Pos Indonesia bangkrut atau pailit. "Ini jelas pendiskreditan tanpa data," ujarnya. Ia juga meminta semua pihak memerhatikan fakta bahwa kondisi perusahaan tidak ada masalah, antara lain bahwa rating korporasi Pos Indonesia adalah A-, rating surat utang jangka menengah A-, utang lancar, hak karyawan tidak tertunda, kenaikan gaji karena penyesuaian biaya hidup terus diterapkan. Selanjutnya, semua aset dalam kendali penuh dan tidak ada yang diagunkan, pendapatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN, Public Service Obligation (PSO), fee distribusi meterai, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas mencapai rata-rata sekitar Rp800 miliar per tahun. Pos Indonesia masih bisa memberikan layanan Pos Universal enam hari per minngu, Postal Services di luar negeri hanya melayani layanan pos universal tinggal 4-5 hari per minggu, tidak ada PHK karena restrukturisasi, BPJS, iuran pensiun dibayar lancar tidak ada tunggakan sama sekali.
  2. PT Pos Indonesia bakal merambah bisnis e-commerce. Tak mau ketinggalan, perusahaan pos pelat merah itu tengah merancang situs online marketplace khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Nanti kami bikin online marketplace juga, tapi khusus UMKM. Kami enggak akan melayani penjualan barang-barang elektronik atau handphone,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono kepada wartawan di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Kamis, 10 Maret 2016. Gilarsi menjelaskan, lini bisnis baru berupa situs e-commerce itu akan bersinergi dengan program bagi UMKM lainnya. Tujuannya agar UMKM di Indonesia dapat berkembang dan dapat dipasarkan lebih luas ke masyarakat. Pihaknya menyatakan tak mengeluarkan investasi besar-besaran untuk online marketplace itu, termasuk target ke depan. Nantinya, kata Gilarsi, pelaku UMKM sendiri yang akan menentukan harga produk yang dijualnya, sesuai dengan mekanisme pasar. Layaknya online marketplace yang lebih dulu hadir, biaya tambahan akan dibebankan kepada pembeli untuk pengiriman. “Sekitar satu bulan lagi situsnya jadi,” ucapnya. Bisnis online tersebut diharapkan selaras dengan program display corner atau sudut pamer bagi UMKM di kantor pos. Sebagai permulaan, pihaknya memilih 30 pelaku UMKM dari dua kabupaten, Sidoarjo dan Gresik, yang lolos standar mutu. “Dengan display corner itu, kami memberikan ruang bagi UMKM. Untuk biaya kirimnya akan ada harga spesial yang tentunya bersaing,” tuturnya. Di Jawa Timur, kini terdapat sekitar 600 kantor pos yang berpotensi disulap menjadi ruang pamer bagi UMKM dari total 4.500 kantor pos di Indonesia. “Semuanya boleh dipakai, tapi masih kami bicarakan,” kata Gilarsi. Provinsi Jawa Timur dinilai sebagai basis pelaku UMKM terbesar di Indonesia, yakni berkisar 6,8 juta. Menurut Gilarsi, Jawa Timur dipilih untuk peluncuran program ini karena geliat aktivitasnya paling agresif. Setelah Jawa Timur, rencananya display corner nanti akan diluncurkan juga di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy