Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'politik'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 14 results

  1. Proses rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman pada Selasa (7/5/2019) malam diwarnai protes dari kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal tersebut dikarenakan perolehan suara PPP berkurang sebanyak 1.508 suara yang diduga karena kesalahan input. "Awalnya kami menerima laporan dari saksi di Kecamatan Depok, di plano tertulis 2.929, namun saat dihitung, kami kehilangan 1.508 suara," kata Ketua DPC PPP Sleman, HM Nasikhin, Selasa (7/5/2019) malam di Aula Bappeda Sleman. Ia menduga, kehilangan tersebut dikarenakan salah input. Ia pun langsung mengajukan keberatan dan meminta kepada KPU untuk melakukan penghitungan ulang. “Angka seribu itu cukup besar, meskipun kami di dapil 4 (dapil yang kehilangan suara) tidak mendapatkan kursi, dan biar jelas semuanya, kami minta diulang penghitungan plano semuanya, buka bersama disaksikan semua partai," ujarnya. Sementara itu, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi mengakui memang ada perbedaan angka perolehan suara PPP untuk surat suara DPRD Kabupaten di Kecamatan Depok. "Kami mencoba untuk menelusuri dan kami persilakan ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk memberi keterangan yang jelas dan terbuka di sidang, ada angka yang berbeda. Satu angkapun yang berbeda itu harus diklarifikasi, PPK yang melakukan proses input dari bawah sampai kecamatan," ucapnya. Rapat pleno di KPU Sleman pada Selasa (7/5/2019) akhirnya diskors dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (8/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Sekadar informasi KPU Sleman telah menyelesaikan rekapitulasi di 16 kecamatan. Masih tersisa satu kecamatan, yakni Kecamatan Depok. Gimana menurutmu ndral?
  2. Saya ajak Anda kembali ke skandal Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, pernah ada informasi tentang rekayasa penghitungan suara Pemilu. Diungkapkan oleh Ir Indro Tjahjono, seorang aktivis gerakan kritis mahasiswa tahun 1978, seangkatan dengan Dr Rizal Ramli dan Ir Heri Akhmadi. Indro Tjahjono mengungkapkan bahwa KPU telah melakukan kecurangan untuk memenangkan SBY. Dalam dua Pemilihan Presiden, baik di tahun 2004 maupun tahun 2009, melalui manipulasi sistem Informasi Teknologi (IT) Dalam Pemilu dan Pilpres 2004, semua PC di KPU yang digunakan untuk penghitungan suara, telah diset-up dengan program khusus di malam hari. Ketika tidak ada orang di KPU, malam-malam ada yang datang. Semua PC diisi program untuk memenangkan SBY dan mendongkrak suara Partai Demokrat. Rekayasa dalam Pemilu dan Pilpres 2009, lebih maju selangkah. Semua unit PC milik KPU lebih dulu telah diset-up dengan program tertentu. Rekayasa dan kecurangan IT pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009 menurut Indro, memang lebih complicated dan rumit. Berlapis lapis skenario firewall dan keamanannya telah diterapkan sehingga hampir mustahil untuk ditembus. Pada 2009, tidak cukup dicurangi dari sisi IT, tetapi juga dilakukan rekaya manual. salah satunya dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) Rekayasa manual dicocokkan untuk pengontrolan suara dari sisi IT, agar jangan sampai hitungan IT melonjak, tetapi manualnya tidak cocok. Informasi ini belum terkonfirmasi kebenarannya karena Antasari yang hendak masuk mengusutnya telah dikriminalisasi Benang merah telah mulai terlihat jelas dan Anas telah memberi petunjuk jelas bahwa semua itu bermuara pada Monas, tepatnya seberang Monas. Sorotan terhadap Presiden SBY belakangan ini, mengingatkan saya pada kegencaran sorotan yang ditujukan kepada Presiden Soeharto. Tidak banyak yang tahu bahwa kemunculan SBY lebih banyak ditopang oleh sejumlah ‘kecelakaan’ politik di masa kepresidenan Abdurrahman Wahid. Dan masa kepresidenan Megawati Soekarnoputeri, yang menciptakan kesan sebagai korban penganiayaan politik berturut-turut oleh dua presiden. Dasar rakyat Indonesia lebih banyak yang melow sehingga SBY yang terkesan teraniaya otomatis mendapat simpati rakyat. Jika ditelusuri lagi maka simpati rakyat kepada SBY terlihat sejak tahun 2001 sewaktu ramai dekrit presiden Gus Dur. SBY diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menko Polsoskam 1 Juni 2001, dengan latar belakang tidak setuju terhadap rencana Dekrit Gus Dur. Sebabnya Abdurahman Wahid menganggapnya tak bisa diandalkan lagi sebagai Menko Polsoskam untuk menghadapi Jenderal Wiranto. Jenderal Wiranto sebelumnya menjadi Menko Polsoskam dan digantikan posisinya oleh SBY. SBY juga tidak berkutik di depan konspirasi partai-partai. Sebenarnya, Abdurrahman Wahid menawarkannya posisi Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat Agum Gumelar atau Mendagri, tapi SBY menolak. Menteri yang dipastikan mengundurkan diri karena menolak Dekrit, adalah Sekretaris Kabinet Marzuki Darusman yang sebelumnya menjadi Jaksa Agung. Malam menjelang dekrit, Marzuki Darusman masih mencoba mencegah Abdurrahman Wahid, tetapi beliau tetap bersikeras akan melakukan dekrit. Marzuki langsung menyatakan mengundurkan diri dan Abdurahman Wahid menyatakan bisa memahami dan menerima pengunduran diri itu. Saat keluar dari ruang pertemuan dengan Presiden, Marzuki berpapasan dengan Agum Gumelar, ditanya, “Bagaimana?” Marzuki menjawab, “Saya cabut”! Agum akhirnya memilih sikap yang sama. seperti halnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Agum juga melapor ke Wakil Presiden Megawati! Marzuki Darusman berbeda dengan kedua tokoh tersebut yang lapor ke Wapres Megawati, ia melewatkan acara lapor-melapor seperti itu. Karena tidak lapor, Marzuki kemudian tidak masuk kabinet baru Megawati Soekarnoputeri yang menggantikan Abdurrahman Wahid pasca impeachment Sementara Susilo Bambang Yudhoyono maupun Agum Gumelar kembali mendapat posisi di kabinet, tentunya karena merapat ke Megawati pasca dekrit. SBY ikut dicalonkan sebagai salah satu kandidat Wapres dalam Sidang Istimewa MPR 25 Juli 2001 untuk mengisi kekosongan. Posisi wapres kosong karena Megawati Soekarnoputeri naik menjadi Presiden RI pasca impeachment Tapi pilihan akhirnya mengerucut kepada dua nama, yakni Hamzah Haz (PPP) dan Akbar Tanjung (Golkar), akhirnya dimenangkan oleh Hamzah Haz Gagal menjadi Wapres, SBY dipilih Mega menjadi Menko Polkam 10 Agustus 2001. Hubungannya sebenarnya baik-baik saja dengan sang Presiden. Tetapi pihak ‘istana’, khususnya Taufiq Kiemas, mulai membaca bahwa SBY sedang mempersiapkan diri sebagai the next number one. Mulai muncul serangan, khususnya dari Taufiq Kiemas. SBY dianggap mulai mengabaikan tugas utamanya sebagai Menko Polkam. Ternyata kebiasaan mengeluh SBY sudah sejak lama, SBY mengeluh kepada para wartawan bahwa wewenang dirinya berkali-kali dilampaui. SBY juga mengeluh tidak diundang dalam rapat kabinet, dan tidak dilibatkan oleh Presiden dalam pengambilan keputusan di bidangnya. Taufiq Kiemas, menyebutnya sebagai seorang jenderal yang kekanak2-kanakan, mengeluh kepada wartawan, bukannya kepada Presiden sebagai atasannya . Pada 9 Maret 2001 ia mengirim surat kepada Presiden mempertanyakan hal kewenangannya sebagai Menko Polkam sekaligus meminta waktu bertemu Presiden. Llalu ia diundang untuk hadir dalam rapat kabinet oleh Presiden namun ia ‘membalas’ dengan tidak hadir. Dan malah 11 Maret 2001 mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden Megawati Soekarnoputeri. Ucapan Taufiq Kiemas, maupun sikap Megawati sendiri, menyinggung rasa kehormatan keluarga termasuk Nyonya Sunarti Sri Hadijah, sang mertua. Istri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu diketahui menjadi salah satu pendorong utama agar SBY maju bertarung dalam perebutan posisi number one. Perjalanan sejarah terpilihnya SBY membuktikan semua yang dihadapi Susilo Bambang Yudhoyono serba beraroma accident. Memang akhirnya kecelakaan-kecelakaan itulah yang membawanya ke kursi number one pada akhirnya. Sebagai number one ia tak begitu pandai memilih orang duduk dalam kabinetnya, mungkin karena ia terlalu meladeni situasi kompromistis. Masa kepresidenannya yang pertama, sedikit tertolong oleh the bad among the worst Muhammad Jusuf Kalla yang cukup gesit dan lincah. Tertolong oleh keberhasilan Jusuf Kalla ‘merebut’ Partai Golkar melalui Munas di Bali yang sedikit banyak dalam pengaruh iklim money politics. Dalam masa kepresidenannya yang kedua, SBY tertolong oleh kehadiran Sri Mulyani di posisi Menteri Keuangan. Meski pada saat yang sama terjadi sorotan kuat dalam kasus Bank Century dan skandal Mafia Pajak Bahasyim dan Gayus Tambunan.
  3. Korea utara memang kejam! Tidak berprikemanusiaan, ini loh yang diomongin wanita ini ternyata bikin terenyuh hati
  4. Politik identik dengan kaum pria paruh baya yang berbadan agak gemuk dan berkepala botak. Citra ini terbentuk karena sebagian besar politisi adalah memenangkan pertarungan pemilu dengan segala cara. Nah, rupanya itu hanya stigma belaka. Sekarang ini banyak muncul politisi perempuan bahkan yang mudi-mudi, selain pria muda. Citra perempuan muda ini selain pintar dan energik, juga seksi. Berikut ini 20 politisi seksi di seluruh panggung politik dunia, sebagaimanabrilio.net kutip dari situs reckontalk. 1. Mara Carfagna_ITALIA Si seksi ini diam-diam adalah Menteri Kesetaraan Peluang, Italia. Meskipun dia dulu adalah model topless, gadis panggung dan presenter TV, Carfagna dikenal sebagai politisi yang sangat konservatif. Dia bahkan mengaku menjadi "antifeminis", dan mengutuk prostitusi dan bahkan berhasil menjadikan itu sebagai kriminalitas yang wajib dihukum. Publik Italia menyebutnya "Mara La Bella" (Si Cantik Mara). Tak pelak jika Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi terpikat dengannya.Bahkan pernah terdengar spekulasi bahwa ia mengatakan, "Jika saya sudah tidak menikah saya akan menikahinya segera". 2. Alina Kabaeva_RUSIA Alina adalah atlet senam paling terkenal di Rusia. Dia adalah pesenam paling sukses Rusia yang telah memenangkan 18 medali kejuaraan Dunia, 2 Medali Olimpiade, dan 25 medali Kejuaraan Eropa. Setelah pensiun dari Senam pada tahun 2007, Alina menjadi anggota parlemen Rusia yang mewakili partai proKremlin Rusia Bersatu. Awal tahun ini beredar kabar bahwa Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin kepincut dan bakal menikah dengan Alina. Namun, keduanya menepis rumor tersebut. 3. Eva Kaili_YUNANI Mantan presenter televisi terpilih sebagai anggota parlemen Yunani pada tahun 2007. Statusnya sebagai anggota parlemen terpanas di Yunani sering membuat wanita-wanita lain iri dengannya. 4. Joanna Mucha_POLANDIA Joanna Mucha telah mewakili Kota Lubin, Polandia di parlemen sejak 2007. Perempuan berambut pirang ini diam-diam telah merengkuh 'PhD' di bidang Ekonomi. Ia juga pernah kuliah di Universitas Katolik Lubin. 5. Ruby Dhalla_KANADA Ruby Dhalla adalah politikus Kanada berusia 34 tahun keturunan India. Dia adalah anggota Partai Liberal, salah satu kekuatan politik Kanada. Dia telah lama berkecimpung di dunia politik untuk membuat perbedaan. Pada tahun 1984 ketika beberapa orang Sikh ditembak oleh tentara India di Golden Temple Punjab, Ruby yang masih berusia 10 tahun menulis surat kepada Perdana Menteri India, Indira Gandhi yang meminta untuk mengakhiri kekerasan. Gandhi secara pribadi menanggapi surat itu dan dibacakan pada konferensi pers berikutnya. Kasih sayangnya seseksi parasnya. 6. Luciana Leyn_PERU Luciana Leyn adalah anggota parlemen termuda dalam sejarah Peru. Dia juga dinobatkan sebagai politisi paling cantik di dunia dalam sebuah polling online yang dilakukan oleh surat kabar Spanyol, 20 Minutos pada tahun 2009. Namun sayang, keluarganya telah terlibat dalam beberapa skandal korupsi besar yang belakangan juga dirinya santer disebut-sebut. 7. Anna-Maria Galojan_ESTONIA Perempuan berdarah setengah Kaukasia (Armenia) ini merupakan kepala gerakan kecantikan Estonia. Ia juga terpilih sebagai salah satu orang paling penting di Estonia. Tapi sayang, dia dituduh menggelapkan dana yang kabarnya digunakan untuk pembelian produk kecantikan. 8. Orly Levy_ISRAEL Ibu tiga anak ini adalah anggota Knesset Israel (legislatif). Ia dikabarkan merupakan seorang perokok. Ia juga merupakan mantan model, barangkali ia lah perempuan terseksi di sayap kanan Israel. 9. Yulia Tymoshenko_UKRAINA Yulia Tymoshenko Volodymyrivna telah dua kali menjadi Perdana Menteri Ukraina. Dia dengan mudah menjabat sebagai kepala negara tercantik di daerah sekitarnya, sebelum akhirnya kehilangan dukungan rakyat dan pemilu Maret 2010. Perempuan energik ini konon juga merupakan salah satu di antara politisi paling favorit Vladimir Putin. 10. Vera Lischka_AUSTRIA Vera Lischka adalah mantan perenang gaya dada Austria yang pernah membela negara asalnya di Olimpiade di Atlanta, Georgia 1996. Dan pada Eropa SC Championships 1996, dia memenangkan gelar Eropa di renang 50 meter gaya dada. 11. Sethrida Geagea_LEBANON Salah satu politisi paling populer di Lebanon, reputasinya tidak hanya diperoleh dari kecantikannya, tetapi juga perlawanannya dari dominasi Suriah. Suaminya, Samir Geagea, bebas dari penjara setelah 11 tahun terkurung pada tahun 2005. Ia merupakan salah satu kekuatan paling ampuh dalam panggung politik Kristen Lebanon. 12. Carla Bruni_ITALIA Carla Bruni sekarang sudah berubah namanya menjadi Carla Bruni-Sarkozy setelah menikah dengan mantan presiden sekaligus pangeran Andorra, Nicolas Sarkozy. Dulunya ia adalah seorang penyanyi dan penulis lagu di Italia-Perancis. Ia juga seorang mantan model. 13. Vanja Hadzovic_SERBIA Vanja Hadzovic adalah penasihat di Kementerian Luar Negeri Serbia yang penuh kontroversi. Wanita seksi 27 tahun kerap memamerkan kecantikan tubuhnya di tabloid Blic. Vanja Hodzovic seriang muncul dalam berita untuk semua alasan yang salah. 14. Michela Vittoria-Brambilla_ITALIA Michela Vittoria Brambilla, disebut-sebut sebagai kemungkinan pengganti Perdana Menteri Italia. Seperti yang terlihat dari foto itu, dia terkenal dengan pakaian nya. Tentu saja perempuan berambut merah ini menarik banyak laki-laki Italia untuk memilihnya di pemilu. 15. Cristina Fernandez de Kirchner_ARGENTINA Cristina Elisabet Fernández de Kirchner, atau dikenal juga dengan Cristina Kirchner, atau bahkan sering disebut dengan inisialnya CFK, adalah Presiden Argentina saat ini dan merupakan janda dari mantan presiden Nestor Kirchner. 16. Ratu Rania_YORDANIA Ratu Yordania, Rania Al Abdullah, dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia. Dia telah mengabdikan sebagian besar waktunya untuk banyak masalah kemanusiaan dan terutama pendidikan. Ratu Rania juga telah meluncurkan saluran YouTube sendiri dengan visi untuk mengumpulkan pendapat kaum Timur Tengah dan pandangan dunia tentang orang Arab dan Muslim. 17. Sabine Uitslag_BELANDA Sebagai salah seorang anggota pusat kajian hak Christen Democratisch Appel, Sabine Uitslag, sering mendominasi gelar "Sexiest Politikus" dari berbagai jajak pendapat di Belanda untuk beberapa waktu sampai sekarang. 18. Julia Bonk_JERMAN Julia Bonk, berhasil melesat sampai ke parlemen lokal Saxony hanya ketika berusia 18 tahun, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai anggota parlemen muda dalam sejarah Jerman. 19. Sarah Palin_AMERIKA Sarah Palin saat ini sedang menjadi fenomena politik di Amerika Serikat. Empat tahun lalu dia adalah walikota sebuah kota kecil di Alaksa dan sekarang dia mungkin antusias untuk mengalahkan pesaingnya merebut kursi Kepresidenan. Dia adalah mantan atlit hoki tercantik dari kota kecil tersebut. 20. Hina Rabbani Khar_PAKISTAN Hina Rabbani Khar adalah negarawan dan seorang ekonom yang menjabat Menteri Luar Negeri ke-26 Pakistan. Sepanjang 34 tahun umurnya, Hina Rabbani Khar memang digadang-gadang bakal menyilaukan politik Pakistan dengan kecantikan dan kecerdasannya. Hina Rabbani Khar menjadi wanita pertama yang menyajikan pidato anggaran di majelis nasional pada tahun 2009. Dari sana dia makin populer dan karirnya semakin meningkat.
  5. Sehari menjelang ulang tahun ke ke-31, pada hari ini (25/10), Katy Perry “berpesta” bersama Hillary Clinton di sebuah acara kampanye di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat (AS). Dikabarkan Huffington Post, Katy menggelar konser “tanpa bayaran” di sela kampanye Hillary. Istri mantan Presiden AS Bill Clinton ini mencalonkan diri di Pemilihan Presiden AS 2016. Katy menyanyikan lagu hits-nya, seperti Teenage Dream, Roar, Dark Horse, America the Beautiful. Terlihat dari busana dan aksesorinya, Katy jelas-jelas mendukung Hillary. Tampil anggun dalam balutan gaun rancangan Michael Costello yang bertatahkan kristal bermotif inisial kampanye Hillary: H, sang pelantun Fireworks mengobarkan semangat kaum muda. “Saya mendukung Hillary,” kata Katy di hadapan kaum muda pendukung Hillary. “Saya percaya masa depannya, visinya. Saya percaya kebijakannya. Saya percaya kesetaraan pria dan wanita.” Lalu, biduan bermata indah mengucapkan terima kasih kepada Hillary yang telah mengundangnya hadir di kampanye kali ini. “Dia adalah fireworks—bunga api saya,” Katy memuji Hillary. Beberapa saat sebelum Katy berkonser di sela kampanyenya di Iowa, Hillary menayangkan foto-foto via akun Instagram yang memperlihatkan dukungan Katy kepadanya. Bukan kali ini saja Katy menyatakan dukungannya untuk Hillary. Dikabarkan Hollywood Reporter, sejak lama, keduanya sudah saling memuja. Hal ini terlihat dari cuitan Katy via akun media sosial. Katy pernah mencuitkan kesiapannya menulis lagu tema untuk kampanye Hillary, bila kelak dibutuhkan. Pada musik panas 2014, Katy juga memamerkan tanda tangan Hillary di buku Hard Choices. Yang unik, ulang tahun Katy dan Hillary ternyata berdekatan. Katy bertambah usia, 31 tahun, pada Sabtu ini (25/10), dan Hillary akan genap berusia 68 tahun, besok Senin (26/10). Akhir pekan ini boleh dikatakan sungguh absurd bagi Katy. Pada Jumat kemarin (23/10), ia merasakan kesedihan luar biasa saat mengetahui sahabatnya, Jake Bailey meninggal dunia. Jake adalah juru rias yang selama ini mendandani Katy di berbagai acara, termasuk Super Bowl XLIX yang menghebohkan itu. Laman US Magazine mengabarkan, Jake meninggal akibat bunuh diri. Pihak kepolisian Los Angeles menemukan jasad Jake sudah tak bernyawa pada Jumat (23/10), sekitar pukul delapan pagi. Belum diketahui alasan yang melatarbelakangi aksi nekat Jake. Lewat akun Instagram-nya, Katy menuliskan kedukaan dan kenangannya tentang pria yang juga kerap merias Selena Gomez, Ashley Benson, Octavia Spencer, Paris Hilton dan Emmy Rossum. Jake Bailey mendandani Katy Perry sebelum tampil di Super Bowl XLIX, pada awal Februari 2015.
  6. Todung Mulya Lubis sempat menjenguk Adnan Buyung Nasution saat masa kritisnya di Rumah Sakit Pondok Indah pada 20 September 2015. Di situlah Buyung menuliskan pesan tertulis. Dilansir Kompas.com, saat itu, Todung datang bersama keluarganya dan beberapa rekan pengacara datang pada siangnya. Mereka bertahan di sekitar tempat tidur Buyung hingga malam hari. Buyung, sebut Todung, menangis begitu melihat Todung dan rekan-rekannya. "Dia tidak bisa berbicara saat itu, jadi dia cuma bisa menangis, apalagi saat kita pegang tangan dia," ujar Todung di rumah duka, bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015) siang. Tiba-tiba, Adnan Buyung memberikan isyarat dengan tangannya, meminta secarik kertas untuk menulis pesan. Dengan tertatih-tatih dan gerak patah-patah, Buyung berhasil menulis kalimat menggunakan spidol merah. "Jagalah LBH/YLBHI, teruskan pemikiran dan perjuangan untuk masyarakat miskin dan tertindas," demikian tulis Buyung. Tulisan itu tidak terbaca jelas. "Dia menulis sambil menangis. Lalu, saya jawab, 'iya Bang, iya,'" ujar Todung. Tak disangka, pesan itu adalah pesan terakhir Buyung kepada Todung dan rekan-rekannya. Senior, rekan kerja, sahabat, itu pun pergi untuk selama-lamanya, Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Meski begitu, pesan Buyung itu pun memiliki makna mendalam bagi Todung, yakni bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk penegak hukum di Indonesia. "Pesan bagi semuanya adalah, dia saja dalam sakitnya masih memikirkan negerinya, bangsanya. Dia seperti tidak bisa menerima sakitnya, 'kenapa saya tak bisa berbuat sesuatu lagi'. Itu pesannya. Tapi, ya namanya umur ya urusan Allah, kita doakan yang terbaik," ujar Todung.
  7. Pemerintah Jepang pada Sabtu 19 September, telah resmi mengesahkan undang-undang (UU) Militer baru. Pengesahan UU Militer baru Jepang, membuat Pemerintah China khawatir dan panik. Kekhawatiran itu diungkapkan Juru Bicara Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Hong Lei, ketika menghadiri konferensi pers di Kota Beijing. “Perubahan drastis dari militer Jepang akhir-akhir ini telah mengubah kebijakan keamanan yang semula sangat menjunjung tinggi perdamaian dan kerja sama luar negeri,” ujar Juru Bicara Menlu China, Hong Lei, seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (20/9/2015). “Kini, UU Militer Jepang yang baru malah bertolak belakang dengan perkembangan zaman yang menjunjung tinggi pengembangan perdamaian. Itulah yang membuat kami khawatir,” lanjutnya. Hong Lei menambahkan, Pemerintah China mengimbau Jepang untuk secara tegas mempertahankan dan mempromosikan jalan pengembangan militer yang damai. Sebelumnya, keributan sempat terjadi di Parlemen Jepang setelah panel Majelis Tinggi (Upper House) menyetujui UU baru yang mengizinkan angkatan bersenjata Jepang untuk berperang dan terlibat konflik di luar negeri.
  8. Rombongan DPR-RP Jumat ini dijadwalkan meninggalkan Washington untuk kembali ke tanah air. Kunjungan kali ini santer diwarnai polemik terkait pertemuan ketua dan wakil ketua DPR RI di acara jumpa pers Donald Trump, salah satu kandidat presiden Amerika. Bagaimana perkembangan terkini kontroversi ini?...
  9. Pada dasarnya politik memiliki makna dan tujuan yang sangat positif, yakni sebagai alat perjuangan untuk mendapat kedudukan dan kekuasaan, dalam membangun masyarakat, agar setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Artinya, politik tidak membeda-bedakan golongan (untuk semua golongan). Namun sangat disayangkan, bahwa realita memperlihatkan justru sebaliknya, yaitu istilah politik sering disalahgunakan oleh golongan atau pribadi terentu sebagai alat untuk menakut-nakuti sebagian warga masyarakat, sehingga mereka kehilangan hati nurani yang jernih. Akibatnya, setiap orang yang bersangkutan tidak lagi dapat mengambil keputusan sendiri untuk memilih sesuai hati nurani karena adanya tekanan, ketakutan dan bahkan paksaan dari oknum atau kelompok tertentu untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan hati nurani. Bahkan yang lebih parah lagi, suara hati nurani terpaksa dihianati karena sejumlah uang dan janji-janji palsu dari para politikus. Maraknya praktik korupsi, ketidakadilan, kekerasan, penindasanm, diskriminasi, terhadap kelompok yang lemah dan minoritas membuktikan bahwa dunia politik tak ubahnya dengan dunia binatang buas. Dalam konteks itulah Iwan Fals dengan lantang mengatakan dalam sebuah syair lagunya yang berjudul “Asik Ngga Asik”, bahwa dunia politik adalah dunia binatang, dunia hura-hura para binatang dan dunia pesta-pora para binatang. Tiga kali kata “binatang” diulang menunjukan betapa dunia politik di Indonesia sudah sangat memuakan. Dunia politik seakan tidak ada bedanya dengan panggung sandiwara yang hanya memuaskan sesaat, setelah itu pulang toh ceritanya sudah berakhir. Para pemimpin politik sebagai dalang yang bersembunyi di balik layar dan rakyat sering dijadikan sebagai penonton yang seolah-olah tidak tahu apa-apa atau buta terhadap dunia politik. Itulah sebabnya politik sering disalahgunakan, didramatisir, diperkosa, dimanfaatkan demi kepentingan pihak-pihak tertentu atau individu tertentu dan kepentingan pribadi, yang tidak mendatangkan kebaikan bagi masyarakat Indonesia. Sehingga tidak heran politik hanya dinikmati oleh para penguasa dan mereka yang dekat dengan kekuasaan. Kisah kisruh politik yang tidak sehat, yang tak ada bedanya dengan dunia binatang buas telah menyebabkan otonomi daerah tidak berjalan sesuai dengan harapan. Oleh sebab itu, otonomi daerah dinilai belum efektif untuk pembangunan di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah tertinggal. Salah contoh yang sangat nyata adalah di daerah saya di Kalimantan Barat, khususnya di Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, tenaga listrik dan jalan raya yang beraspal adalah pemberian dari pemerintah Malaysia. Seharusnya pemerintah Indonesia punya nyali dan malu dengan pemerintah Malaysia. Sejenak saya berpikir, mengapa orang lain lebih prihatin, peduli dan empati dari pada orangtua sendiri? Jika hal ini tetap dibiarkan, maka bukan tidak mungkin masyarakat setempat pindah negara, yaitu menjadi warga negara Malaysia. Maraknya praktik korupsi di Indonesia telah meruntuhkan nilai-nilai kemausiaan masyarakat Indonesia itu sendiri. Betapa tidak? Seharusnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan sebesar adalah 60%, tetapi nyatanya hanya 40% yang dialokasoikan, sehingga ini menimbulkan kesenjangan di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Itulah sebabnya daerah yang tertinggal semakin tertinggal dan tidak bisa menyerapnya. Daerah tertinggal kerap diabaikan dan tidak dijadikannya sebagai fokus pembangunan, sehingga banyak sektor yang tidak memperhatikan daerah tertinggal, karena kesalahan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Masalah lain adalah lahirnya raja-raja kecil yang sangat kuat di provisni-provinsi, di kabupaten-kabupaten, di kota-kota, dan di kecamatan-kecamatan. Akibatnya KKN semakin bertumbuh dan berkembang luar biasa, sehingga rakyat semakin menderita. Tidak hanya itu, munculnya PERDA-PERDA yang bertentangan dengan peraturan pusat, seperti PERDA syariat Islam di berbagai daerah, dan ini pun menyebabkan perpecahan bangsa karena ada yang setuju dan yang tidak setuju. Yang setuju, terutama dari kelompok Islam politik (elite politik) menganggap bahwa PERDA tersebut bisa menjadi media sosial untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat seperti kemiskinan, perjudian yang umumnya dilakukan oleh masyarakat kecil dengan alasan untuk memperbaiki moral bangsa. Sedangkan yang tidak setuju beranggapan bahwa PERDA tersebut bertentangan dengan Pancasila dan substansi perundang-undangan di atasnya. Dengan kata lain, kehadiran PERDA syariat Islam tidak bisa menjawab persoalan substansial bangsa yang ada, yaitu seperti: kemiskinan, kekerasan, kerusakan lingkungan, penjahat HAM, ketidakadilan sosial, dan praktik korupsi yang semakin merajalela. Salah satu akibatnya adalah agama sering dijadikan mesin politik oleh pihak-pihak tertentu untuk mendongkrak popularitas dan jabatannya serta mereka yang memiliki kedekatan politik dengan para tokoh organisasi pendukung syariat Islam. Seharusnya Indonesia bisa belajar dari negara-negara yang menerapkan syariat Islam secara ortodoks seperti Afganistan, Somalia dan Sudan, yang sekaligus juga bisa menjadi bukti bahwa syariat Islam tidak diperlukan di Indonesia. Karena justru yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu rendahnya tingkat ekonomi, kesejahteraan dan prestasi iptek rakyat Indonesia. Dibandingkan dengan China, Vietnam, Bolivia, Prancis dan Libia yang menjalankan sistem sosialis-Islam ternyata lebih maju dan berkembang. Demikian juga Malaysia yang menjalankan asas Islam yang moderat pertumbuhan ekonominya jauh lebih maju dari Indonesia. Ini adalah bukti bahwa syariat Islam tidak mempu menjawab realitas, seperti menghukum mati para koruptor kelas kakap, pelaku illegal logging dan penjahat HAM. Bahkan tidak jarang dan harus diakui secara jujur bahwa kerusuhan-kerusuhan yang sering terjadi karena dipicu oleh sentimen agama yang erat kaitannya dengan PERDA. Peraturan Pusat dan PERDA harusnya didasarkan pada Pancasila dan bukan agama. Karena Pancasila telah menjadi ideologi dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang universal. Pancasila telah menjamin terjadinya pluralisme di bawah naungan Bhineka Tunggal Ika, dan tidak ada falsafah yang lebih baik dari Pancasila. Hakikatnya pluralisme dan modernisme adalah sebuh realita yang harus diterima oleh seluruh bangsa Indonesia. Dengan demikian tidak ada lagi “ini wilayah Kristen dan ini wilayah Islam”. Karena prinsip pluralisme jelas mengandaikan adanya kesetaraan antar pemeluk agama di hadapan Tuhan Sang Pencipta, dan bukan sebaliknya seperti para demonstrasi yang sering melakukan tindakan-tindakan anarkis, perusakan dan kekerasan atas nama agama. Sungguh menyedihkan bila melihat negara Indonesia dijadikan sebagai tempat persembunyian dan berkumpulnya para perampok, penipu, para penjilat, dan para binatang. Tetapi inilah realita yang ada di negara Indonesia. Seharusnya ini menjadi pelajaran untuk mengubah cara berpolitik di Indonesia dengan cara-cara yang manusiawi dan bukan cara kebinatangan seperti yang sering diperlihatkan di berbagai media maupun yang ada di lapangan langsung. Republik Indonesia adalah negara yang terkenal sebagai negara beragama tetapi praktik korupsi jalan terus. Kekerasan atas nama agama seolah-olah menjadi pilihan yang membanggakan dan melaksanakan kehendak ilahi. Dengan bengis mereka bertindak dan membiarkan kejahatan itu terjadi. Mereka menutup kedua telinga atas teriakan orang-orang yang lapar dan minta tolong, dan menutup kedua mata atas orang-orang yang menderita, sering diperlakukan tidak adil, ditindas dan didiskriminasi oleh kelompok tertentu demi kepentingan politik binatang dan tidak berkeprikemanusiaan. Sungguh, tidak ada yang dapat dibanggakan dari kisah kisruh dunia politik yang ada di negara Indonesia. Tetapi semoga di kemudian hari mereka menyadari dan berperan sebagai mana mestinya seorang pemimpin yang manusiawi. Itulah harapan banyak orang, terutama mereka yang lemah, bahkan tidak jarang mereka memanjatkan doa-doa mereka kepada Sang Khalik supaya para pemimpin tidak memerintah dengan cara-cara binatang buas.
  10. Sebagai salah satu lembaga riset independen di Indonesia, Indo Barometer telah beberapa kali terlibat dalam sejumlah pemilu, baik dalam skala partai, calon legislatif, hingga pasangan calon kepala daerah. Salah satunya, dengan mengadakan kerja sama dengan televisi swasta, melalui program Quick Count Pilkada DKI 2012. “Jika metode penelitian tepat, maka hasil akhir yang sebenarnya tidak akan berbeda jauh dengan prediksi quick count,” jelas Muhammad Qodari, S.Psi, MA, Direktur Eksekutif Indo Barometer. Dalam data tersebut, Jokowi-Basuki dinyatakan unggul dengan mengumpulkan dukungan 54,11%, mengalahkan Foke-Nara yang memperoleh angka 45,89%. Terbukti, hasil prediksi quick count yang dilakukan tim Indo Barometer benar adanya. Pasangan Jokowi-Basuki pada akhirnya terpilih menjadi Gubernur DKI periode 2012-2017. Sebagai pendiri Indo Barometer, pria yang akrab disapa Qodari ini rupanya memang memiliki minat dan ketertarikan yang besar di bidang riset dan politik. Kariernya dimulai sejak tahun 2003, bergabung di Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, hingga mendirikan lembaga riset sendiri. Tidak hanya bidang riset, Indo Barometer juga menyediakan layanan konsultasi politik. “Di sini kami melakukan aktivitas komunikasi politik berupa advise maupun pengarahan kepada figur atau partai tertentu,” ujar Qodari, yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktor bidang ilmu politik di Universitas Gadjah Mada. Lalu, langkah-langkah apa saja yang dilakukan Qodari bersama timnya pada saat memberikan layanan konsultasi politik? “Yang pasti, kami melakukan riset untuk mengetahui reputasi calon pemimpin di mata masyarakat, mempelajari isu-isu terkini, mengeksplorasi karakter calon pemilih, hingga mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan,” papar pria yang meraih gelar master bidang political behaviour di University of Essex, Inggris, ini. Salah satu contoh yakni pada pemilu legislatif tahun 2009. Kala itu, ia bersama tim Indo Barometer mengganti foto calon legislatif yang ditanganinya karena memiliki kualitas buruk. “Tampilan foto merupakan faktor penting, karena tidak semua masyarakat pernah bertemu langsung dengan caleg tersebut. Foto caleg yang waktu itu sudah tersebar di beberapa daerah, akhirnya kami tarik dan kami perbaiki dengan kualitas yang lebih bagus,” jelasnya. Caleg tersebut akhirnya terpilih menjadi wakil rakyat. Saat ini, terdapat 500 kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia, dengan penyelenggaraan 125 hingga 150 pilkada. Dalam jumlah ini, profesi sebagai konsultan politik tentu saja makin dibutuhkan. “Baik bidang riset maupun konsultan politik, kedua profesi tersebut sama-sama sedang naik daun dan banyak diperlukan,” tuturnya. Bisa dibilang, pekerjaan sebagai konsultan politik memiliki prospek yang cukup baik. Terhitung sejak diberlakukannya pemilihan presiden secara langsung tahun 2004, bidang komunikasi politik mulai berkembang hingga sekarang. Meski begitu, menurut Qodari, diperlukan totalitas tinggi menekuni bidang ini. “Dunia politik itu bersifat dinamis dan tak bisa diprediksi. Perlu daya tahan kuat dan totalitas tinggi menjalani profesi ini,” tuturnya. Selain itu, menurut Qodari, menguasai ilmu politik juga merupakan keharusan bagi seseorang yang ingin menggeluti profesi ini. Meski pada pelaksanaannya, sebuah lembaga riset atapun komunikasi politik pasti membutuhkan bidang-bidang lain saat menangani klien. “Di Indo Barometer, kami membutuhkan lulusan statistik untuk masuk di bagian riset. Sedangkan untuk ahli marketing, bisa masuk ke desk konsultasi politik. Tetapi, tak menutup kemungkinan, kami akan bekerja sama dengan bidang kreatif, seperti event organizer ataupun periklanan,“ jelas Qodari.
  11. Rencana pengadaan perangkat suplai daya bebas gangguan atau UPS (Uninterruptible Power Supply) yang mencapai Rp 5,8 miliar per sekolah di Jakarta dinilai berlebihan oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Praktisi teknologi Johar Alam Rangkuti pun menyatakan demikian, ia menilai tak seharusnya komputer di sekolah menggunakan UPS dengan daya dan harga sebesar itu. Menurut Johar Alam, jika tujuan UPS ini adalah menopang pasokan listrik untuk perangkat komputer, maka untuk menghemat anggaran bisa saja memakai UPS mandiri yang terhubung langsung ke komputer, bukan UPS dengan daya besar dan memakan ruang untuk menyimpannya. "Kalau harga UPS sekolah mencapai Rp 5 miliar itu tidak masuk akal karena mungkin kapasitas daya listrik yang dipakai sekolah tidak sesuai dengan kapasitas UPS tersebut," jelas Johar yang juga pendiri perusahaan pusat data sekaligus chairman Indonesia Data Center (IDC). Harga satu UPS yang dimaksud Johar, saat ini dihargai sekitar Rp 500.000 dengan daya 300 Watt. Jika satu sekolah punya 100 komputer, maka anggaran belanja per sekolah hanya Rp 50 juta. Johar mengaku sebuah bangunan pusat data milik perusahaannya memiliki 10 unit UPS dengan kapasitas masing-masing 200.000 watt. Di tahun 2009, IDC membeli satu unit UPS tersebut dengan harga US$ 60.000 di kala nilai tukar rupiah terhadap dollar masih Rp 10.000. Itu berarti, satu UPS dibeli dengan harga Rp 600 juta. Jika sebuah pusat data membutuhkan 10 UPS dengan kapasitas 200.000 watt, maka di tahun 2009 itu IDC berinvestasi Rp 6 miliar untuk menopang kinerja server-server dengan UPS. Dengan harga UPS mencapai Rp 5,8 miliar per sekolah, Johar menilai angka tersebut sangat mubazir. Ia mengibaratkan hal itu seperti sebuah keluarga berisi lima anggota pergi ke Bandung dengan memakai bus besar. "Secara logika kita bisa hemat dengan memakai mobil yang lebih kecil," tegas Johar. UPS sejatinya berfungsi menopang daya listrik untuk komputer ketika terjadi mati listrik dari PLN. Dengan alat ini, komputer guru/staf dan laboratorium komputer masih bisa beroperasi selama masih ada pasokan listrik di UPS. Biasanya, keberadaan UPS memungkinkan pengguna sesegera mungkin menyimpan dokumen yang sedang mereka kerjakan agar tidak hilang ketika listrik padam. UPS juga bisa menopang daya sebuah router jaringan agar tetap berjalan mengalirkan koneksi internet ketika mati listrik. Cekcok Ahok vs DPRD DKI Jakarta Rencana pengadaan UPS di sekolah Jakarta ini menjadi salah satu yang dipermasalahkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau populer disapa Ahok dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015. Ahok berkata, Pemprov DKI Jakarta tak pernah mengajukan anggaran Rp 6 miliar untuk UPS di satu sekolah. Ia menuding oknum DPRD mengubah APBD yang telah disepakati tanpa lewat e-budgeting. Oleh sebab itu ia mempertanyakan dari mana "dana siluman" itu berasal. Ahok banyak mencoret anggaran untuk membeli UPS yang rata-rata nilainya berada di angka Rp 5,8 miliar per sekolah SMK dan SMA. "Bayangkan, dana UPS di satu sekolah mencapai Rp 6 miliar. Padahal satu genset Rp 150 juga saja sudah keren, sudah genset otomatis yang begitu mati lampu langsung nyala seperti di rumah sakit,” kata Ahok. Ahok kini berhadapan dengan DPRD DKI Jakarta gara-gara ia mempertahankan draf APBD versi e-budgeting untuk dikirim ke Kementerian Dalam Negeri guna disetujui. Pemprov Jakarta, menurut Ahok, kukuh menggunakan draf APBD 2015 versi e-budgeting yang tidak memasukkan rincian anggaran hingga satuan ketiga seperti yang diinginkan DPRD. Gara-gara itu, DPRD melayangkan hak angket terhadap Ahok guna menyelidiki soal APBD tersebut. Ahok berkeras memakai draf e-budgeting untuk mencegah masuknya anggaran fiktif yang menurut dia jumlahnya mencapai Rp 12,1 triliun.
  12. Jendral - jendral sekalian mungkin sudah tidak asing mendengar IMF dan World Bank, karena memang dua lembaga inilah yang saat ini dapat dikatakan "mengatur ekonomi dunia" dengan segala pinjaman dan kebijakannya. Tapi bila saya menyebut akronim BRICS, tahukah ndral ? Ya.. memang akronim ini masih terdengar asing, tapi sepertinya ndral-ndral sekalian harus mulai membiasakan untuk mengetahui mengenai lembaga ini. Karena lembaga inilah yang kemungkinan besar berpeluang untuk menyaingi dominasi ekonomi barat dengan IMF dan World Bank-nya. Silahkan disimak ndral. Apa itu BRICS ? Mengapa BRICS dibentuk ? Bagaimana BRICS terbentuk ? KTT BRIC Kedua KTT BRICS Ketiga KTT BRICS Keempat KTT BRICS Kelima KTT BRICS Keenam Sekian sekilas info mengenai BRICS, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/07/17/225100926/Bank.Pembangunan.BRICS.Hanya.Untungkan.Negara-negara.Tertentu. http://map.ugm.ac.id/index.php/penelitian/20-map-corner/183-bank-brics-penantang-baru-bank-dunia- http://manuverbisnis.wordpress.com/2012/03/29/brics-kiblat-bisnis-baru/ http://indonesian.cri.cn/201/2011/04/14/1s117639.htm http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Tingkat_Tinggi_BRICS_2012 http://indonesian.cri.cn/201/2013/03/28/1s136974.htm http://vovworld.vn/id-id/Berita/KTT-ke6-BRICS-dibuka-di-Brasil/255467.vov
  13. Dalam berbagai studi memperlihatkan bahwa koalisi partai dalam sistem presidensial adalah fenomena yang sama lazimnya dengan sistem parlementer. Studi Cheibub (2007), menunjukkan bahwa pemerintahan koalisi dalam sistem parlementer terjadi di 39 persen negara, sedangkan koalisi dalam sistem presidensialisme 36,3 persen. Dalam studi komparatif-hitoris juga dapat ditemukan bahwa di kedua sistem, baik Parlementer maupun Presidensialisme, koalisi berlangsung sebesar lebih dari 50 persen ketika partai presiden tidak memiliki mayoritas di lembaga legislatif. Dengan demikian, ada tidaknya koalisi bukanlah pembeda sistem presidensialisme dan parlementer. Dalam sistem Presidensialisme, pembentukan koalisi memiliki makna yang sedikit berbeda dengan sistem Parlementer. Ada dua tujuan yang mendasari pembentukan koalisi: Pertama, menggalang dukungan partai dalam proses pencalonan dan pemenangan pemilihan Presiden. Kedua, mengamankan jalannya (stabilitas) pemerintahan. Itu artinya koalisi dibentuk untuk memperoleh dukungan politik atas inisiatif dan kebijakan Presiden. Adanya koalisi membuat kebijakan Presiden menjadi lebih predictable dan sederhana dibandingkan dengan hanya mengandalkan dukungan secara ad hoc dari kebijakan yang satu ke kebijakan lainnya. Namun, model koalisi yang berkembang dalam lima tahun terakhir menunjukkan perilaku partai dalam meracik menu koalisi dipengaruhi oleh dua karakter: . Karakter pertama, upaya memburu jabatan (office seeking), dimana perilaku partai dalam membangun koalisi lebih didasarkan pada kehendak untuk memperbesar peluang dalam memperoleh posisi di kabinet-pemerintahan yang akan terbentuk. Sehingga akhirnya dalam memilih mitra koalisi, elite partai politik cenderung didorong oleh keinginan untuk memaksimalkan proses negoisasi dalam power sharing, Itulah sebabnya muncul manuver di internal partai untuk merapat pada kandidat yang potensial menang dalam pilpres. Karakter kedua, modus pencari suara (vote seeking), dimana elite partai politik dalam membentuk koalisi lebih didasarkan pada upaya memenangkan pemilihan. Modus untuk menang itulah yang membuat partai membuka diri pada siapa saja yang ingin masuk (catch all), asal kemenangan dalam pilpres bisa diraih. Dalam logika catch all ini tidak ada alasan bagi partai untuk menolak sekutu yang ingin bergabung untuk mengalahkan kompetitor. Dalam konteks semacam ini, jarak ideologi bukan sesuatu yang penting. Yang paling penting adalah memenangkan pertarungan. Itulah sebabnya, dalam logika vote seeking akan muncul paradoks dalam proses pembentukan koalisi, dimana partai-partai yang memiliki jarak ideologis yang lebar bisa bertemu. Kalau kita melihat proses yang tengah berlangsung saat ini, logika yang paling dominan mempengaruhi perilaku elite dalam membentuk koalisi adalah logika office seeking dan vote seeking. Proses pemebntukan koalisi politik lebih didasarkan pada keinginan maksimalisasi kemenangan sekaligus memperluas peluang dalam power sharing dalam pemerintahan. Apa implikasinya pada jalannya pemerintahan ke depan ? Koalisi yang tebentuk dengan dasar office seeking dan vote seeking pada dasarnya koalisi yang rapuh. Karena bagaimanapun, koalisi itu dibentuk oleh pertimbangan yang pragmatis-jangka pendek. Dalam perjalanan selanjutnya, logika office seeker selalu ditandai dengan upaya memaksimalkan daya guna posisi politik dalam kabinet untuk kepentingan ekonomi-politik elite partai. Begitupula, atas nama pencari suara (vote seeking), partai politik juga bisa bermanuver untuk meraih simpati publik dalam proses pemilu berikutnya. Dengan kata lain, koalisi akan melalui dua periode: periode bulan madu (1-2,5 tahun) dan periode berikutnya (2,5-5 tahun) akan ditandai dengan ketegangan-ketegangan dalam kabinet pemerintahan. Ketegangan itu bisa jadi muncul sebagai kosekeunsi perebuatan sumberdaya ekonomi-politik negara ataupun karena berbagai isu-isu dan agenda kebijakan yang berkaitan dan berimplikasi terhadap basis pendukung partai mitra koalisi. Untuk itu ada beberapa perubahan desain elektoral yang perlu dikedepankan untuk mencegah munculnya koalisi politik pragmatis. Pertama, pemilu Presiden tidak lagi mengikuti hasil pemilu legislatif. Hal ini penting supaya hasil pemilu legislatif tidak mendikte proses pembentukan koalisi dalam pemilu Presiden. Itu bisa dilakukan dengan membuat pemilu legislatif nasional dan pemilu Presiden dilakukan secara bersamaan. Sehingga, nantinya akan ada pemilu nasional dan pemilu lokal. Kedua, proses koalisi harus dilakukan sebelum pemilu legislatif dan Presiden. Koalisi antar partai dibangun berbasis pada kesamaan platform kebijakan yang diusung oleh koalisi tersebut. Instrumentasi dari koalisi bisa berbentuk: mekanisme Stanbus accord untuk pemilu legislatif maupun koalisi untuk mencalonkan kandidat Presiden dan wakil Presiden. Untuk memperkuat soliditas, koalisi antar partai menyepakati platform kebijakan yang diusung, kelembagaan koalisi, etika dalam koalisi (code of conduct), yang boleh dan tidak boleh berbeda dan reward-punishment. Ketiga, Wakil Presiden ditunjuk oleh Presiden yang diusung oleh koalisi partai. Hal ini untuk menghindari fenomena “matahari kembar" Keempat, perlu kesepakatan apakah koalisi bersifat permanen ataukah cair? Apakah harus seragam ataukah bisa dibuka ruang manuver ? Karena pengalaman di berbagai negara yang menganut sistem Presidensialisme, setelah Presiden terpilih maka model hubungan antar partai koalisi bisa berbeda sesuai dengan kemampuan membangun soliditas kebijakan. Kalau dalam sistem parlementer bentuknya koalisi bersifat permanen, maka dalam sistem Presidensialisme, dukungan terhadap inisiatif kebijakan presiden tidak harus bersifat permanen (cair) dari kubu partai-partai yang berkoalisi. Kebijakan tertentu mungkin saja mendapat dukungan dari anggota Parlemen dari partai non koalisi. Sebaliknya, ada kebijakan tertentu yang membuat partai pendukung koalisi memiliki sikap terbelah. Hal semacam ini juga terjadi dalam sistem Presidensialisme di Amerika Serikat, ketika para senator bisa saja tidak mendukung kebijakan dari Presiden dari partainya. Namun, fenomena itu harusnya dilihat wajar dalam konteks “check and balances”.
  14. Beberapa waktu yang lalu sejumlah pondok pesantren di Indonesia dibuat resah dengan beredarnya sebuah tabloid dengan judul ‘Obor Rakyat’. Keresahan ini muncul lantaran tabloid yang dimaksud berisi propaganda dan kampanye hitam terhadap salah satu pasangan capres dan cawapres. Menanggapi hal ini, komisioner Badan Pengawas Pemili (Bawaslu), Nasrullah, mengaku pihaknya sulit melacak mereka yang berada di belakang tabloid Obor Rakyat. “Kami sudah mengirimkan surat kepada kepolisian, memberitahukan jika kami memiliki keterbatasan dalam menelusuri siapa di balik Obor Rakyat. Terus terang kami tidak mempunyai kemampuan investigasi seperti yang dimiliki intelijen,” kata Nasrullah saat dihubungi Kamis, 12 Juni 2014. Tabloid ini tidak jelas dari mana asalnya. Selain itu, ada pemalsuan identitas penanggungjawab redaksi dan pencantuman alamat redaksi palsu. Dan yang paling membuat resah adalah ulasan yang ditampilkan pada tabloid ini. Pada edisi pertama, Obor Rakyat mengusung tema “Capres Boneka” didistribusikan di sejumlah wilayah di Indonesia. Pada edisi kedua Obor Rakyat kembali diedarkan di tengah masyarakat luas, kali ini dengan tulisan “PDIP Partai Salib”, juga “Pria Berdarah Tionghoa Itu Kini Capres”. Siapa sebenarnya yang ada dibalik tabloid meresahkan ini? Dalam dewan redaksi Obor hanya tercantum nama Sigas, Elka Saraswati dan layout Dodo Darsono. Alamat redaksi yang tercantum adalah Jalan Pisangan Timur Raya IX, Jakarta Timur. Dan ternyata, baik nama redaktur maupun alamat redaksi, semuanya adalah palsu. Ada indikasi terlibatnya jurnalis dari media besar dalam terbitnya tabloid ini. Tetapi hingga saat ini, belum ada bukti jelas mengenai kecurigaan ini. Selain kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN) pun akhirnya turun tangan untuk mengusut tabloid Obor Rakyat yang diduga memuat kampanye hitam terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. “Kami bisa (usut). Akan segera bantu,” kata Kepala BIN Marciano Norman di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Kamis 12 Juni 2014. Menurut Marciano, ikut campurnya BIN dalam masalah ini lantaran permintaan dari Bawaslu terkait beredarnya tabloid yang meresahkan masyarakat ini. Saat ini pun, kata Marciano, pihaknya tengah melakukan pendalaman. Meski demikian, Marciano mengaku masih belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan media masa nasional dalam tabloid itu. “Saya belum bisa menyimpulkan itu (keterlibatan media),” ujar dia. Berita ini disadur dari iBerita
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy