Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'politik'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 13 results

  1. Proses rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman pada Selasa (7/5/2019) malam diwarnai protes dari kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal tersebut dikarenakan perolehan suara PPP berkurang sebanyak 1.508 suara yang diduga karena kesalahan input. "Awalnya kami menerima laporan dari saksi di Kecamatan Depok, di plano tertulis 2.929, namun saat dihitung, kami kehilangan 1.508 suara," kata Ketua DPC PPP Sleman, HM Nasikhin, Selasa (7/5/2019) malam di Aula Bappeda Sleman. Ia menduga, kehilangan tersebut dikarenakan salah input. Ia pun langsung mengajukan keberatan da
  2. Saya ajak Anda kembali ke skandal Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, pernah ada informasi tentang rekayasa penghitungan suara Pemilu. Diungkapkan oleh Ir Indro Tjahjono, seorang aktivis gerakan kritis mahasiswa tahun 1978, seangkatan dengan Dr Rizal Ramli dan Ir Heri Akhmadi. Indro Tjahjono mengungkapkan bahwa KPU telah melakukan kecurangan untuk memenangkan SBY. Dalam dua Pemilihan Presiden, baik di tahun 2004 maupun tahun 2009, melalui manipulasi sistem Informasi Teknologi (IT) Dalam Pemilu dan Pilpres 2004, semua PC di KPU yang digunakan untuk penghitungan suara, telah diset-up dengan p
  3. Korea utara memang kejam! Tidak berprikemanusiaan, ini loh yang diomongin wanita ini ternyata bikin terenyuh hati
  4. Politik identik dengan kaum pria paruh baya yang berbadan agak gemuk dan berkepala botak. Citra ini terbentuk karena sebagian besar politisi adalah memenangkan pertarungan pemilu dengan segala cara. Nah, rupanya itu hanya stigma belaka. Sekarang ini banyak muncul politisi perempuan bahkan yang mudi-mudi, selain pria muda. Citra perempuan muda ini selain pintar dan energik, juga seksi. Berikut ini 20 politisi seksi di seluruh panggung politik dunia, sebagaimanabrilio.net kutip dari situs reckontalk. 1. Mara Carfagna_ITALIA Si seksi ini diam-diam adalah Menter
  5. Sehari menjelang ulang tahun ke ke-31, pada hari ini (25/10), Katy Perry “berpesta” bersama Hillary Clinton di sebuah acara kampanye di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat (AS). Dikabarkan Huffington Post, Katy menggelar konser “tanpa bayaran” di sela kampanye Hillary. Istri mantan Presiden AS Bill Clinton ini mencalonkan diri di Pemilihan Presiden AS 2016. Katy menyanyikan lagu hits-nya, seperti Teenage Dream, Roar, Dark Horse, America the Beautiful. Terlihat dari busana dan aksesorinya, Katy jelas-jelas mendukung Hillary. Tampil anggun dalam balutan gaun rancangan Michael Costello yang bertat
  6. Todung Mulya Lubis sempat menjenguk Adnan Buyung Nasution saat masa kritisnya di Rumah Sakit Pondok Indah pada 20 September 2015. Di situlah Buyung menuliskan pesan tertulis. Dilansir Kompas.com, saat itu, Todung datang bersama keluarganya dan beberapa rekan pengacara datang pada siangnya. Mereka bertahan di sekitar tempat tidur Buyung hingga malam hari. Buyung, sebut Todung, menangis begitu melihat Todung dan rekan-rekannya. "Dia tidak bisa berbicara saat itu, jadi dia cuma bisa menangis, apalagi saat kita pegang tangan dia," ujar Todung di rumah duka, bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, R
  7. Pemerintah Jepang pada Sabtu 19 September, telah resmi mengesahkan undang-undang (UU) Militer baru. Pengesahan UU Militer baru Jepang, membuat Pemerintah China khawatir dan panik. Kekhawatiran itu diungkapkan Juru Bicara Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Hong Lei, ketika menghadiri konferensi pers di Kota Beijing. “Perubahan drastis dari militer Jepang akhir-akhir ini telah mengubah kebijakan keamanan yang semula sangat menjunjung tinggi perdamaian dan kerja sama luar negeri,” ujar Juru Bicara Menlu China, Hong Lei, seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (20/9/2015). “Kini, UU Militer Jepang y
  8. Rombongan DPR-RP Jumat ini dijadwalkan meninggalkan Washington untuk kembali ke tanah air. Kunjungan kali ini santer diwarnai polemik terkait pertemuan ketua dan wakil ketua DPR RI di acara jumpa pers Donald Trump, salah satu kandidat presiden Amerika. Bagaimana perkembangan terkini kontroversi ini?...
  9. Pada dasarnya politik memiliki makna dan tujuan yang sangat positif, yakni sebagai alat perjuangan untuk mendapat kedudukan dan kekuasaan, dalam membangun masyarakat, agar setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Artinya, politik tidak membeda-bedakan golongan (untuk semua golongan). Namun sangat disayangkan, bahwa realita memperlihatkan justru sebaliknya, yaitu istilah politik sering disalahgunakan oleh golongan atau pribadi terentu sebagai alat untuk menakut-nakuti sebagian warga masyarakat, sehingga mereka kehilangan hat
  10. Sebagai salah satu lembaga riset independen di Indonesia, Indo Barometer telah beberapa kali terlibat dalam sejumlah pemilu, baik dalam skala partai, calon legislatif, hingga pasangan calon kepala daerah. Salah satunya, dengan mengadakan kerja sama dengan televisi swasta, melalui program Quick Count Pilkada DKI 2012. “Jika metode penelitian tepat, maka hasil akhir yang sebenarnya tidak akan berbeda jauh dengan prediksi quick count,” jelas Muhammad Qodari, S.Psi, MA, Direktur Eksekutif Indo Barometer. Dalam data tersebut, Jokowi-Basuki dinyatakan unggul dengan mengumpulkan dukungan 54,1
  11. Rencana pengadaan perangkat suplai daya bebas gangguan atau UPS (Uninterruptible Power Supply) yang mencapai Rp 5,8 miliar per sekolah di Jakarta dinilai berlebihan oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Praktisi teknologi Johar Alam Rangkuti pun menyatakan demikian, ia menilai tak seharusnya komputer di sekolah menggunakan UPS dengan daya dan harga sebesar itu. Menurut Johar Alam, jika tujuan UPS ini adalah menopang pasokan listrik untuk perangkat komputer, maka untuk menghemat anggaran bisa saja memakai UPS mandiri yang terhubung langsung ke komputer, bukan UPS dengan daya besar d
  12. Jendral - jendral sekalian mungkin sudah tidak asing mendengar IMF dan World Bank, karena memang dua lembaga inilah yang saat ini dapat dikatakan "mengatur ekonomi dunia" dengan segala pinjaman dan kebijakannya. Tapi bila saya menyebut akronim BRICS, tahukah ndral ? Ya.. memang akronim ini masih terdengar asing, tapi sepertinya ndral-ndral sekalian harus mulai membiasakan untuk mengetahui mengenai lembaga ini. Karena lembaga inilah yang kemungkinan besar berpeluang untuk menyaingi dominasi ekonomi barat dengan IMF dan World Bank-nya. Silahkan disimak ndral.
  13. Dalam berbagai studi memperlihatkan bahwa koalisi partai dalam sistem presidensial adalah fenomena yang sama lazimnya dengan sistem parlementer. Studi Cheibub (2007), menunjukkan bahwa pemerintahan koalisi dalam sistem parlementer terjadi di 39 persen negara, sedangkan koalisi dalam sistem presidensialisme 36,3 persen. Dalam studi komparatif-hitoris juga dapat ditemukan bahwa di kedua sistem, baik Parlementer maupun Presidensialisme, koalisi berlangsung sebesar lebih dari 50 persen ketika partai presiden tidak memiliki mayoritas di lembaga legislatif. Dengan demikian, ada tidaknya koalisi b
×
×
  • Create New...