Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pokemon go'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 12 results

  1. Sejak diluncurkan tahun lalu, banyak pemain yang ingin agar mereka bisa bertukar Pokemon hasil buruan mereka dengan monster milik pemain lain. Niantic, dalam Game Developers Conference, membenarkan mereka akan membuat fitur berdagang, Trade, di Pokemon GO namun belum menjelaskan lebih rinci, seperti yang diberitakan laman Phone Arena. Polygon sudah berdiskusi dengan Manajer Produk Senior Niantic Tatsuo Nomura mengenai rencana tersebut. Kabarnya, pemain hanya dapat berdagang dengan pemain lain yang berada di dekatnya. "Kami punya beberapa Pokemon yang hanya berada di daerah tertentu. Anda harus mengenal orang tertentu atau menemukan seseorang yang tinggal di daerah tertentu, lalu bertemu dan bertukar Pokemon," kata Nomura. Nomura juga mengatakan tim Niantic masih mencari cara terbaik untuk berdagang Pokemon, sesuatu yang masuk akal dan "tidak membunuh game" itu. Fitur Trade diharapkan muncul tahun ini.
  2. Ariana Grande merupakan seorang penggemar sekaligus pemain dari permainan fenomenal Pokemon Go. Penyanyi bertubuh mungil tersebut kerap mengunggah serba-serbi tentang pokemon di akun Instagram-nya. Kali ini momen lucu dan menggemaskan kembali diunggah oleh pelantun hits Dangerous Woman tersebut. Bagaimana tidak, ia mengunggah sebuah foto di mana seekor pokemon hinggap di lututnya seolah meminta untuk segera ditangkap. Pokemon berjenis Eevee tersebut hinggap di paha Ariana, yang di dalam foto tersebut tengah berbaring di tempat tidurnya. Ia pun langsung mengabadikan momen tersebut dan mengunggahnya di Instagram. Ariana tidak menyertakan komentar untuk foto tersebut, namun para penggemar langsung menyerbu foto tersebut dengan komentar-komentar mereka. “Awwwwww seekor EEVEE di lututnya,” tulis seorang netizen. Ini bukan kali pertama Ariana mengunggah pokemon berjenis Eevee tersebut di akun Instagram-nya. Beberapa waktu sebelumnya, ia juga mengunggah sebuah video pendek yang menampilkan Eevee sedang bermalas-malasan dan berbaring di kasurnya.
  3. Pokemon Go adalah game yang sangat populer di pertengahan tahun 2016 ini ndral, Ini merupakan game berbasis augmented-reality yang dikembangkan oleh Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic. Nama Niantic sendiri, mungkin, sudah banyak terdengar di kalangangamer smartphone. Pasalnya, perusahaan spin off Google ini merupakan pihak di balik game populer Ingress, yang juga berbasiskanaugmented-reality ndral. Pada umumnya, Pokemon Go merupakan game gratis untuk Android dan iOS, mengizinkan pemainnya untuk menangkap Pokemon yang tersembunyi di berbagai lokasi dunia nyata. Di dalam game sendiri, pihak pengembang game menyediakan beberapa item yang bisa dibeli dengan uang nyata. Tujuan dari itemberbayar (in app purchase), salah satunya adalah untuk mempercepat pengembangan Pokemon yang dimiliki pemain. Mantap ndral. Namun sangat disayangkan peluncuran Pokemon Go nggak serentak di berbagai negara. Hanya beberapa negara saja seperti di Amerika dan Australia, di negara asalnya pun Pokemon Go nggak dirilis. Kabar baiknya! Sekarang kita nggak perlu dosa lagi buat install Pokemon Go, yang tadinya kita curi curi file game ini di website website yang nggak resmi dan kita install di smartphone kita, pada hari ini Pokemon Go udah dirilis untuk semua Asia terutama di Indonesia sendiri. Pokemon Go udah bisa kamu download di App Store dan Google Play Store jendral. Ini penampakan Pokemon Go di App Store yang lokasinya di Indonesia: Dan dari pihak Pokemon Go pun mengumumkan perilisan ini secara publik melalui sosial media di Facebook: Sekarang saat nya jendral install secara resmi dan jangan lupa tetap berhati hati dalam menggunakan game ini, jangan pernah bermain game Pokemon Go sambil berkendara, Be Aware!
  4. Hari ini, akun Twitter milik kreator Pokemon Go, John Hanke berhasil dibobol oleh grup peretas ‘OurMine’. Grup OurMine mengklaim bahwa mereka berhasil menguasai akun Twitter, Quora, Foursquare, dan Facebook milik John Hanke. Untuk melakukan peretasan itu, mereka menggunakan program brute force. Salah satu perwakilan dari OurMine mengaku bahwa aksi mereka kali ini dilatarbelakangi oleh dua hal. "Kami memiliki dua alasan, yakni untuk menguji keamanan dan pembalasan," kata perwakilan OurMine. Para peretas menyatakan, peretasan tersebut menunjukkan betapa rentannya data-data pribadi di internet. "Kami hanya mencoba untuk memberi tahu semua orang bahwa tidak ada yang aman," lanjut mereka. Selain itu, OurMine juga mengakui bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk balas dendam atas perlakuan Niantic. Pasalnya, hingga saat ini Niantic belum menyediakan Pokemon Go di Brasil, Chili, dan Argentina.
  5. Sebagai negara pencipta Pokemon, rasanya aneh mendengar Jepang belum mendapat rilisan resmi ‘Pokemon GO’. Namun ternyata, Niantic memiliki alasan kuat terkait penundaan ini. Menurut CEO Niantic John Hanke, penundaan perilisan ini disebabkan karena masalah kapasitas server. Diketahui, Jepang belum mempunyai server yang dapat menampung trafik yang begitu besar. "Saat ini, kapasitas server di Jepang tidak cukup kuat. Kami bekerja keras dengan mitra kami di Jepang untuk memenuhi permintaan ‘Pokemon GO’," kata John. Sebenarnya, John menjanjikan bahwa ‘Pokemon GO’ akan dirilis di Jepang pada akhir Juli. Namun menurut pengamat, perilisan ‘Pokemon GO’ baru dapat terealisasi pada pertengahan September. Apa pun masalahnya, John telah mengatakan bahwa ‘Pokemon GO’ akan dirilis di 200 negara. Sejauh ini, permainan ini telah tersedia di beberapa negara utama, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
  6. Orang-orang yang bermain Pokemon Go, salah satu aplikasi mobile game Nintendo yang luar biasa populer belakangan ini, diminta untuk menghentikan usahanya mencari mahluk-mahluk dijital ketika mereka mengunjungi dua lokasi penting di ibukota AS. Museum Holokos AS dan Taman Makam Pahlawan Arlington mengeluarkan pernyataan yang meminta para pengunjung berhenti memainkan game populer itu di kedua lokasi tersebut sebagai penghormatan. Museum Holokos menyatakan, mereka memperkenankan para pengunjung menggunakan teknologi namun harus menghormati peran museum itu sebagai tempat mengenang peristiwa bersejarah. Para pemain game ini dianjurkan untuk mengeksplorasi tempat-tempat lain untuk mencari Pokemon, seperti taman-taman nasional AS. Dinas Urusan Taman Nasional AS memposkan video yang menyarankan orang-orang menikmati keindahan taman-taman itu sambil membuka mata mereka. Tayangan video itu meyarankan orang menikmati keindahan taman, tetapi juga hati-hati sehingga tidak terjurumus dalam ‘’kehidupan satwa liar yang nyata’’ ketika mengejar karakter-karakter virtual dalam permainan ‘’Pokemon Go’’.[
  7. Demam Pokemon Go nampaknya semakin hari semakin memanas saja. Tak hanya di Indonesia, demam Pokemon Go ternyata juga telah membuat masyarakat dunia beramai-ramai memainkan game ini. Apalagi, mengingat game ini begitu menyenangkan dan mengesankan. Ditambah, ada banyak perusahaan yang menawarkan fasilitas serta hadiah menarik buat para pemainnya yang mau berjuang keras demi mendapatkan pokemon-pokemon langka. Saat ini para pemain Pokemon Go yang berhasil menangkap pokemon langka akan mendapatkan hadiah sebesar 5 ribu dollar atau setara dengan 65 juta rupiah. Hadiah besar ini sendiri merupakan hadiah yang diberikan oleh sebuah acara televisi di Amerika Serikat bernama "Ripley's Believe It or Not." Ya, acara televisi ini bersedia memberikan hadiah utama berupa uang tunai sebesar 5 ribu dollar atau setara dengan 65 juta rupiah bagi pemain game ini yang berhasil menangkap pokemon langka. Acara ini juga menawarkan hadiah harian berupa uang tunai senilai 100 dollar atau setara dengan 1,3 juta rupiah bagi pemain yang berhasil menangkap jenis tertentu. Untuk kompetisi menangkap pokemon ini sendiri, pasalnya akan berlangsung dari tanggal 15 Juli hingga tanggal 24 Juli 2016. Lokasi untuk penangkapan pokemon sendiri adalah di daerah wisata sekitar Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Bagi yang berhasil menangkap pokemon, ia wajib melakukan screen shot penangkapan lalu mengunggahnya ke media sosial twitter atau instagram dan jangan lupa buat tag ke acara tv "Ripley's Believe It or Not" dengan hastag RipleysGo. Wah, kompetisi yang sangat menarik. Buat kamu yang suka bermain Pokemon Go, tertarik nggak nih buat mengikuti kompetisi ini? Meski kamu sangat suka bermain game Pokemon Go, pastikan bahwa kamu memainkannya dengan bijak. Jangan sampai, karena sibuk bermain dan mencari pokemon kamu lantas melupakan berbagai aktivitas penting kamu sehari-hari Gimana ndral? Ikutan yuk!
  8. Demam Pokemon Go saat ini melanda semua kalangan tanpa pandang bulu dan profesi. Hampir semua orang membicarakannya bahkan memainkannya. Tapi, untuk anggota kepolisian bermain Pokemon sangat dilarang. Kenapa ya? Sebab, petinggi Kepolisian Republik Indonesia secara tegas melarang anggotanya bermain game yang kini sedang digandrungi semua kalangan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, khusus anggota polisi dilarang bermain Pokemon. “Hanya orang yang tidak sibuk yang masih sempat bermain Pokemon,” katanya. Sebab, tugas yang dilakukan polisi di lapangan tentu bertumpuk dan banyak. “Jadi saya rasa, polisi tidak ada yang pakai Pokemon. Tidak dibenarkan itu,” tegasnya. “Apalagi main di dalam mabes,” tambahnya. Makanya, untuk orang-orang yang memainkan game tersebut pun dilarang di kawasan Mabes Polri lantaran itu merupakan tempat objek vital. “Tidak bisa sembarangan orang masuk ke kawasan tersebut tanpa izin khusus. Jadi, Jangan sampai melanggar batas-batas hak orang lain. Apalagi sampai menerobos ke objek vital,” bebernya. Terkait dengan kemungkinan terjadinya pengintaian, Boy menyatakan masih harus meneliti lebih jauh lagi. Tapi, kewaspadaan terhadap teknologi buatan asing itu tentu terus diperkuat. “Kita lihat saja.” Polisi memang belum mendapat laporan dari masyarakat soal tindak pidana yang berkaitan dengan aplikasi game Pokemon tersebut. Misalnya tindak kriminal atau perbuatan yang tidak menyenangkan. “Kami hanya mengimbau, jangan sampai melanggar ketertiban dan keselamatan,” katanya. Bayangin saja, kalau polisi main Pokémon Go gimana ya?
  9. Mungkin rata rata kita pernah main game Pokemon Go di dunia nyata, gimana kalau mainnya di dalam GTA V? :D
  10. Pokémon Go menjadi aplikasi video game yang paling banyak diunduh minggu ini dan langsung sukses keras. Sayangnya, banyak "pemburu" Pokémon terlalu seru bermain sehingga kadang tidak mengindahkan kondisi sekitar, sehingga terancam kecelakaan atau tindak kriminal.
  11. Game Pokemon Go baru-baru ini sering menjadi pemberitaan, beberapa waktu lalu Pokemon Company mengumumkan akan segera menghadirkan game mobile ini. Game yang menggunakan sistem location-based ini sukses menarik perhatian para gamer dan pengguna sistem operasi mobile. Banyak yang sudah tidak sabar menantikan peluncuran game ini, dan kini Niantic, selaku mitra pengembang game ini memberi sedikit bocoran informasi mengenai kapan game ini akan meluncur. Berdasarkan laporan dari Niantic yang dilansir dari Attack of the Fanboy, versi beta dari game Pokemon Go ini akan meluncur pada akhir tahun ini atau bertepatan dengan musim dingin 2015. Sementara untuk versi finalnya belum diketahui kapan tanggal peluncurannya, namun diperkirakan akan segera hadir pada akhir kuartal pertama tahun 2016 mendatang. Pokemon Go sendiri merupakan game mobile yang dikembangkan oleh tiga perusahaan, yakni Pokemon Company, Nintendo, dan Niantic. Niantic sendiri merupakan pengembang dibalik game augmented reality, Ingress, yang sukses telah diunduh jutaan kali pada perangkat Android dan iOS. Mengingat suksesnya game Ingress dipasaran, game Pokemon Go juga bakal mengadopsi sistem dari game Ingress. Nantinya pada game ini Anda dapat melacak dan menangkap pokemon yang berkeliaran dengan setting dunia nyata. Semisal Anda bisa mendapati Pokemon Pikachu berada di tempat yang tidak Anda duga sebelumnya, entah itu di tengah kota atau stasiun kereta api. Bisa dibanyangkan nantinya game ini akan menjadi game seru yang dapat dimainkan semua kalangan. Sebagai penunjang game ini, Anda juga dapat menggunakan aksesori penunjang Pokemon Go Plus yang merupakan sejenis gelang dengan konektivitas Bluetooth. Perangkat yang nantinya dapat terhubung dengan perangkat mobile ini akan berfungsi sebagai pengingat jika ada Pokemon di sekitar Anda.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy