Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'plastik'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Kebanyakan plastik dari gerai peritel mengklaim bahwa tas kreseknya dapat hancur sendiri. Tapi yang perlu diketahui adalah bahwa plastik tersebut hancur bukan secara biologis, karena plastik tersebut bersifat oxodegradable yang diberi zat aditif atau logam berat sehingga mudah teroksidasi alias hancur menjadi serpihan kecil. Apa dampaknya? Serpihan plastik kecil yang dikenal dengan mikroplastik akan masuk ke dalam ekosistem perairan dan ikan akan bingung membedakan antara mana plankton dengan mikroplastik. Alhasil, rantai makanan pun berlangsung dan imbasnya kita yang makan ikan berplastik. Masihkah Anda mau protes terhadap kebijakan Kementrian KLH untuk menekan penggunaan kantong plastik?
  2. Pelaksanaan kantong plastik berbayar oleh industri ritel modern dimulai Minggu (21/2/2016) bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dengan harga minimal Rp 200 per kantong plastik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah plastik. Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat melakukan uji coba hingga tiga bulan ke depan. “Nilai yang disepakati yakni minimal Rp 200 per kantong plastik, itu sudah termasuk PPN. Masih di bawah rata-rata biaya poduksi kantong plastik, jadi masih ada biaya yang ditanggung oleh kami. Nanti akan dievaluasi kembali setelah uji coba berjalan minimal tiga bulan,” kata Roy N. Mandey Ketua Umum Aprindo dalam keterangan persnya yang diterima Warta Kota, Senin (22/2/2016). Ia mengatakan, kesepakatan tersebut diperoleh usai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pertemuan dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Asosisasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Selasa (16/2/2016) lalu. Hasilnya juga telah disosialisasikan melalui surat edaran KLHK kepada Kepala Daerah melalui surat nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016, tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Menurut Roy, dalam surat tersebut telah dijelaskan bahwa baik BPKN, YLKI, maupun Aprindo mendukung kebijakan kantong plastik berbayar yang dicanangkan pemerintah. “Kami siap menyukseskan sosialisasi dan uji coba penerapan kantong plastik berbayar di seluruh Indonesia secara bertahap. Beberapa kota telah melakukan seremonial pencanangan kantong plastik berbayar bersama Aprindo, kami akan tetap laksanakan sesuai kesepakatan dengan pemerintah pusat,” ujarnya. Selama masa uji coba, Pemerintah, BPKN, YLKI, dan Aprindo sepakat bahwa pengusaha ritel modern tidak lagi menyediakan kantong plastik secara cuma-cuma untuk konsumen. “Kami terus mengimbau konsumen untuk membawa tas belanja sendiri. Namun, bila konsumen masih tetap membutuhkan kantong plastik maka akan diminta membayar di kasir. Mekanismenya sama seperti membeli produk lainnya, kasir akan scan barcode kantong plastik dan bukti pembayarannya akan tertera pada struk belanja,” tuturnya. Peritel juga akan membantu pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu dan mengedukasi masyarakat melalui berbagai media, termasuk melakukan pemasangan sarana komunikasi di toko agar konsumen lebih memahami tujuan program ini, serta mengetahui dampak negatif limbah plastik bagi lingkungan. Selain nominalnya, spesifikasi kantong plastik yang digunakan ritel modern juga telah ditentukan. Kantong plastik yang boleh digunakan hanya yang ramah lingkungan, yakni menimbulkan dampak lingkungan paling minimal serta memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah. “Ini bukan masalah, karena beberapa anggota Aprindo memang sudah menggunakan plastik jenis oxo biodegradable yang lebih mudah terurai,” jelasnya. Apabila kebijakan ini berhasil diterapkan, peritel modern siap mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) untuk perbaikan dan pengelolaan lingkungan, dengan mekanisme yang akan diatur oleh masing-masing pengusaha ritel. “Dana CSR sumbernya tetap dari budget perusahaan, dengan adanya pengurangan biaya operasional yakni pengadaan kantong plastik ini, tentunya budget perusahaan untuk CSR bisa ditingkatkan. Ini akan kita alokasikan untuk kegiatan CSR di bidang lingkungan,” tegasnya. Roy menambahkan, selain menyiapkan CSR bagi lingkungan, perusahaan ritel juga akan memberikan value added bagi konsumen ritel modern yang berbelanja dengan membawa tas belanja sendiri. “Ini merupakan bentuk apresiasi peritel bagi konsumen yang turut mendukung gaya hidup ramah lingkungan,” tandas Roy. Setelah tiga bulan, kebijakan ini akan dievaluasi. Pemerintah bakal melihat respons masyarakat, khususnya para konsumen. Respon yang diukur antara lain tingkat keberatan masyarakat dengan kebijakan plastik berbayar.
  3. Asia memang gudangnya tren unik yang dalam waktu singkat langsung menjadi sensasi ke seluruh dunia. Seperti tren selfie dengan busana unik ini. Disebut unik karena para wanita cantik ini berpose dengan pakaian dari tas plastik keresek. Mungkin kita bertanya, apakah hal tersebut tidak membuat gerah? Tak ada penjelasan. Ke mana sajakah saat pemakainya berbaju tas keresek? Hanya ada dalam foto. Di Taiwan saat ini sedang musim anak muda br-selfie dengan baju dari tas keresek. Tren ini mendadak langsung menjadi heboh di seluruh dunia. Sungguh kreatif, ternyata tas plastik keresek bisa dimanfaatkan sebagai pakaian Saat dipakai, tas keresek dari toko itu mirip body suit atau pakaian renang. Namun ada juga yang menggunakan kantong besar seukuran kantong sampah. Wanita cantik ini malahan terlihat makin menarik saat mengenakan busana dari tas plastik keresek. Anda setuju? Foto-foto selfie dengan busana gila ini awalnya tersebar dari sebuah grup di Facebook yang tertutup. Gambar-gambar itu kemudian beredar di media. Tak hanya menampakkan wanita karena pria juga ada. Salah satu gadis yang sering memposting foto selfienya dengan busana dari kantong plastik kresek Di Indonesia sebenarnya sudah biasa anak kecil menggunakan tas keresek untuk rompi saat bermain air di kali, begitu pula di negeri tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Jepretan Eric Madeja dari Treasure Images di Sabah, Malaysia, tentang anak berbaju rompi beberapa tahun lalu beredar di sejumlah blog, misalnya ChoeJessica dan LylaEnterprise. Pose yang cukup menantang dengan mengenakan busana dari tas plastik keresek Kantong belanja telah mengilhami perancangan baju, dari yang serius seperti yang dicontohkan dalam Brit+Co hingga untuk perpeloncoan di Indonesia. Gadis Inggris pun tidak ingin ketinggalan tren Taiwan termasuk negeri yang membatasi tas keresek. Begitu pun dengan Bangladesh, Taiwan, Kenya, dan Rwanda. Apakah larangan di sejumlah negeri tadi ditaati, itu soal lain. Namun bisa jadi tren ini merupakan salah satu bentuk sindiran kepada pemerintah Taiwan
  4. Sebuah perusahaan konstruksi bernama VolkerWessels mempunyai rencana besar dalam mengubah desain jalan raya. Kalau sebelumnya jalan raya dibangun dengan menggunakan bahan utama berupa aspal, maka mereka ingin mengubahnya dengan pemakaian bahan plastik daur ulang. Langkah yang mereka lakukan ini pun dilakukan untuk mendukung kebijakan yang lebih ramah lingkungan. Tak hanya itu, jalan raya dari plastik daur ulang ini juga diklaim mempunyai ketahanan yang tiga kali lebih tinggi jika dibandingkan jalan aspal. Sebagai tambahan, jalan raya dari plastik daur ulang ini juga lebih tahan panas dibandingkan aspal, dengan rentang suhu antara -40 derajat Fahrenheit hingga 176 derajat Fahrenheit. Dengan begitu, jalan raya plastik ini tidak akan mudah retak. Dan kalaupun ada kerusakan, proses penambalan yang dilakukan pun lebih mudah. Lalu apakah konsep jalan raya dari plastik daur ulang ini akan diwujudkan? Kota Rotterdam di Belanda ternyata siap menjadi kota pertama yang mengaplikasikan jalan raya plastik ini. Mereka pun ingin menguji konsep jalan raya ini selama tiga tahun mendatang.
×
×
  • Create New...